Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 13325

“The Keepers” Sajian untuk Sang Penjaga Kebudayaan, Persembahan CNN

0

Cable News Network (CNN) International ternyata mengamati gencarnya promosi branding Wonderful Indonesia sehingga tertarik untuk menggali dan membagi informasi kepada penontonnya mengenai kekayaan budaya nusantara.

Lembaga broadcast yang terkenal dengan sajian berita-berita internasional itu memiliki program The Keepers yang mengangkat kekayaan tradisi Indonesia.

Dalam trailer yang terpajang di laman CNN, The Keepers mengajak pemirsanya melihat langsung orang-orang yang terus menjaga tradisi di Indonesia.

Trailer itu dibuka dengan Candi Prambanan yang memiliki  Sendratari Ramayana. Selanjutnya ada sosok yang melertarikan batik dan pembuatan topeng kayu.

Seri The Keepers-Celebrating Indonesia yang ditayangkan CNN International juga dimuat pada digital media asset di lembaga penyiaran milik Ted Turner itu. Produksinya tidak dibiayai oleh Kemenpar, namun merupakan hasil negosiasi perjanjian kerja sama dengan CNN International terkait placement iklan 30 detik Wonderful Indonesia di channels itu yang tayang sampai bulan Desember 2017.

Ada 12 digital video yang masing-masing berdurasi 30 detik. Ke-12 video itu dirilis dalam dua bagian yang masing-masing enam video.

The Keepers yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia itu telah tayang perdana pada  Rabu (31/5) pukul 16.30 WIB dan pukul 23.30 WIB. Program itu juga dapat disaksikan diseluruh dunia khususnya di Hong Kong, Beijing, Kuala Lumpur, Manila, Singapore dan Taipei pada Sabtu (3/6) pukul 09.00 WIB dan 18.30 WIB, serta Minggu (4/6) pukul 12.30 WIB.

Lantas, apa yang diangkat CNN dalam tayangan berdurasi 30 menit itu? Yang pertama adalah dalang wayang atau the puppet master.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia juga mendapat pengaruh Buddha dan Hindu selama berabad-abad. Aspek ketiga agama itulah yang bisa dilihat dalam pertunjukan wayang kulit.

Dalam pergelarang wayang kulit ada legenda Islam, epos Hindu, hingga cerita lokal. Secara tradisional, dalang dalam pertunjukan wayang  adalah laki-laki.

Namun baru-baru ini, sejumlah gadis muda telah memilih menjadi dalang. Bahkan ada yang menjadi favorit penonton di Jawa.

Selanjutnya adalah batik. Di Indonesia ada sosok yang sangat lekat dengan batik, yakni mendiang Iwan Tirta.

Desainer kondang itu melambungkan batik dengan rancangan yang rumit. Dia memiliki merek Iwan Tirta Private Collection yang sangat populer.

Salah satu puncak prestasi Iwan Tirta adalah ketika batik kreasinya dikenakan para kepala negara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 1994 di Bogor. Pada pertemuan internasional itu pula tokoh kaliber dunia seperti Presiden AS Bill Clinton, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad hingga pemimpin generasi ketiga Repiblik Rakyat Tiongkok (RRT) Jiang Zemin kompak berbatik.

Sepeninggal Iwan Tirta pada 2010, ada Era Soekamto. Dia membawahi sekitar 800 pengrajin yang memproduksi batik tulis. Di segmen itu pula CNN The Keepers melihat Era Soekamto membuat orang tertarik untuk mempelajari kerajinan teliti ini.

Selanjutnya, dari batik bergeser ke sambal. Bagi sebagian besar orang Indonesia, sambal menjadi suatu keharusan.

Namun, resep untuk saus panas khas Indonesia itu memang bervariasi karena tergantung wilayahnya. Bisa manis, asin atau asam. Tapi selalu pedas!

Festival Makanan Ubud mencoba mengangkat profil makanan Indonesia di panggung dunia. Tahun ini akan termasuk sambal cook-off. CNN bertemu dengan koki Jon Priadi dan Janet DeNeefe untuk menyederhanakan sambal lezat dan beragam masakan Indonesia.

Kemudian ada Sendratari Ramayana, yang menurut Menpar Arief Yahya merupakan panggung yang keren dengan back ground Candi Prambanan yang bagus. Candi itu tampak bagus, karena lighting yang membuat lekukan candi itu terlihat detail. Ramayana merupakan sebuah puisi Hindu kuno yang mengilhami seni di Asia, mulai dari lukisan hingga menari.

Candi Prambanan Yogyakarta memiliki ukiran yang menceritakan kisah terkenal itu. Sutradara Sendratari Ramayana di Prambanan pun menjelaskan karakter dalam epos itu sebelum melakukan pertunjukan yang indah di panggung terbuka.

Mau tahu lebih detail? “Silakan saksikan The Keepers – Celebrating Indonesia hanya di CNN,” promo Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI di Jakarta. (*)

Indonesian Islamic Art, Tempat Belajar Sejarah sambil Wisata

0

Ke Lamongan? Jangan lupa mampir ke Indonesian Islamic Art Museum atau Museum Islam.

Museum yang berada di Wisata Bahari Lamongan (WBL) Jl Paciran, Lamongan, Jawa Timur ini berisi sejarah kebesaran Islam di seluruh dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengacungi jempol ide membangun museum Islam itu. “Pas untuk masyarakat di Bulan Ramadan ini,” kata Menteri Arief Yahya, yang concern di wisata religi selama bulan suci ini.

Pengembang Indonesian Islamic Art Museum, Reno Halsamer mengatakan, museum yang dibuka mulai 28 Desember 2016 ini sangat perlu dan penting. Sebab, di Indonesia belum ada yang menjelaskan secara runtut dari awal terkait sejarah Islam.

“Museum ini menjadi penting, karena pengunjung setelah masuk ke museum menjadi lebih tahu, menjadi tahu tentang sejarah the glory of Islam. Museum Islam ini terdiri dari tiga zona utama, yaitu zona audio visual, zona galeri peninggalan kerajaan Islam dunia dan zona diorama,” jelas Reno, Kamis (1/6).

Reno memaparkan, di zona audio visual, pengunjung disuguhkan pemutaran film pendek berdurasi 15 tentang sejarah peradaban Islam dunia mulai dari gambaran jazirah Arab di masa lalu, kedatangan Nabi Muhammad SAW, masa kekhalifahan, hingga penyebaran Islam ke penjuru dunia.

“Di zona galeri peninggalan kerajaan Islam, yang dibagi ke dalam tujuh galeri utama, museum Islam menyuguhkan koleksi benda-benda bersejarah dari berbagai penjuru dunia,” ungkap Reno.

Koleksi benda-benda bersejarah mulai dari galeri peninggalan kerajaan Ottoman Turki, Mughal India, Dinasti China, Samudra Pasai Sumatera, Aceh, Mataram Islam dan rekam jejak Wali Songo di Pulau Jawa.

“Di zona dua masuk ‘the glory of Islam’. Di sana kita menceritakan bagaimana perjalanan muslim itu sendiri menjadi sangat besar masuk ke Eropa Timur, salah satu kerajaan yang kita ambil adalah kerajaan Ottoman Turki, Ottoman salah satu kerajaan Islam terbesar karena lebih dari 600 tahun menguasai beberapa tempat, ini bisa menjadi sebuah contoh perkembangan Islam,” terang Reno.

Museum ini juga menyajikan artefak-artefak dari berbagai kerajaan yang ada di luar negeri. Seperti Ottoman Turki, Mughal India (Taj Mahal) dan masa kedinastian China. Seperti pedang Zulfikar Shamsir, baju perang Turki atau baju zirah, manuskrip Al-qur’an dan masih banyak lainnya.

Ada pula ratusan koleksi keramik dari dinasti Tang, Song, Yuan, Qing dan kerajaan Champa hingga beberapa kain gujarat dari India. Tidak ketinggalan, di zona ini juga menyajikan benda-benda bersejarah dari kerajaan Islam Indonesia.

“Pada zona yang terakhir, zona Diorama atau biasanya disebut dengan area photo spot, terdapat berbagai miniatur tiga dimensi. Seperti Masjid dan Kapal Cheng Ho, Masjid Agung Banten, Toko Persia dan gambaran perdagangan di masa penyebaran Islam di Indonesia,” sebutnya.

Untuk bisa menambah pengetahuan tentang sejarah peradaban Islam di Museum Islam ini, pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 10.000 saat hari biasa (Senin-Kamis) dan Rp 15.000 untuk weekend (Jumat-Minggu) sebagai biaya tiket masuk Museum Islam ini.

“Kita punya ratusan koleksi, koleksi dari luar negeri juga ada. Kelebihan lain dari Indonesian Islamic Art Museum ini menjadi satu-satunya museum di Indonesia yang sudah berbasis teknologi informasi modern Augmented Reality (AR),” tambah Reno.

Dengan mendownload aplikasi AR Indonesian Islamic Art di Playstore, pengunjung bisa menscan gambar-gambar yang ada di museum yang nantinya akan tampil dalam bentuk tiga dimensi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga memuji langkah Museum Islam yang menggunakan sentuhan teknologi. Upayanya dinilai mampu menghadirkan nuansa pariwisata berbasis digital. Menteri Arief mengatakan, digitalisasi arsip sejarah Islam yang ada di museum ini membuat nyaman para pengunjung yang datang untuk menginternalisasi nilai sejarah. Menurutnya, cara ini dapat memberikan informasi peristiwa sejarah Islam yang lebih mendetail.

“Sangat unik, Indonesian Islamic Art Museum berani melakukan terobosan ini, bagus,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Situasi kepariwisataan semacam ini, menurut Arief, tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kepemimpinan yang kuat dan komitmen tinggi dalam pengelolaan dan usaha memperkenalkan wilayah.

Dalam rangka mendorong tingkat kunjungan ke tempat wisata Museum Islam ini, Menpar Arief Yahya mengusulkan agar kabupaten Lamongan meningkatkan networking sebagai media promosi. Ia meyakini, jika networking diperkuat, maka Lamongan akan dikenal sebagai pusat informasi sejarah Islam Indonesia.

“Saran saya, networking harus diperkuat untuk memperkenalkan ini semua, agar Lamongan benar-benar dikenal, secara faktual sudah kita lihat toh, ini harus diketahui,” ucap Menpar Arief Yahya.

Secara institusi, Menteri Arief mengaku siap membantu promosi pariwisata di Lamongan melalui jajaran kementerian yang dia pimpin, mengingat secara geografis, Lamongan merupakan daerah strategis yang mudah untuk dipromosikan.

“Kami siap membantu agar sektor pariwisata di Lamongan terus menggeliat, komitmen bupatinya luar biasa, harus dicontoh saya kira,” pungkas Arief Yahya.

Pak Walikota, Warga Batam Dukung Ojek Berbasis Online

0
Para pengendara Go-Jek sedang berbincang di depan kantor Go-Jek dikawasan Pelita, Kamis (1/6). Untuk sementara mereka tidak melakukan aktivitas setelah Dinas Perhubungan (dishub) Kota Batam resmi mengeluarkan edaran larangan beroperasinya angkutan berbasis jaringan (online). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas perhubungan (Dishub) Kota Batam melarang ojek online beroperasi di Batam, Kepulauan Riau, masyarakat menentang!

“Kalau alasan tak punya izin, apa ojek pangkalan punya izin. Tolonglah pemerintah peka terhadap perkembangan teknologi yang mempermudah,” ujar Asti Riana, warga Belian,  Batam Kota kepada Batam Pos, Kamis (1/6).

Menurut mahasiswa salah satu perguruan tinggi itu, kehadiran ojek konvensional memang sangat dibutuhkan masyarakat. Tapi itu dulu 10 tahun ke belakang.

Seiring perkembangan teknologi, sudah pasti penumpang membutukan sarana transportasi yang nyaman, aman, murah dengan pelayanan terbaik.

“Saya rasa mereka yang tak bisa menerima kemajuan ini sama aja balik ke zaman dulu,” sesalnya.

Azia, pengguna ojek online lainnya menyesalkan keputusan Dishub tersebut. Pasalnya, setiap kali ke kantor, dia selalu menggunakan jasa ojek online.

Menurut dia, seharusnya pemerintah daerah bijaksana menyikapi keberadaan ojek online.

“Saya pilih Gojek karena kenyamanan ini,” kata Azia.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat mengaku tak setuju dengan keputusan Dishub tersebut. Karena sejauh ini tanggapan masyarakat Batam akan kehadiran transportasi bebasis online sangat baik.

“Saya menyuarakan apa yang saya dengar langsung dari masyarakat,” ucapnya.

Apalagi, kata dia, dengan kondisi perekonomian Batam yang semakin menurun. Dengan hadirnya Gojek dan Wakjek paling tidak membuka lapangan pekerjaan yang cukup banyak.

Hanya dengan modal motor dan surat-surat lengkap, pengangguran-pengangguran yang semakin banyak tersebut bisa berkurang.

“Terus terang saya juga salah satu pelanggan ojek online ini. Selain biayanya relatif murah, pelayanan oke, motornya juga bersih-bersih,” kenangnya.

Pada perusahaan transportasi online, Rohaizat berharap agar segera melengkapi syarat yang diminta pemerintah. Soal penolakan ojek konvensional, dia mengaku sah-sah saja.

“Namanya juga kita di negara demokrasi. Tapi percayalah, rezeki itu tidak akan tertukar,” tutur politikus PKS tersebut.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengaku ojek pangkalan dan ojek online melebur dan menyesuaikan zaman teknologi saat ini.

“Kita imbau masyarakat yang bergerak di bidang transportasi ojek dan taksi bisa menyesuaiakan zaman. Apalagi Kota Batam arahnya mau menjadi smart city,” katanya.

Berbicara teknologi, katanya, tentu lebih cepat dan efisien. Karena itu yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Namun demikian, dia berharap perusahaan jasa transportasi online segera melengkapi syarat-syarat yang diminta dishub, agar ke depannya tidak berbenturan dengan hukum.

“Ini kan sifatnya sementara. Kalau sudah lengkap, bisa operasi lagi,” jelasnya. (cr1/rng)

Meski Dilarang, Ojek Online di Batam masih Beroperasi

0
Para pengendara Go-Jek sedang berbincang di depan kantor Go-Jek dikawasan Pelita, Kamis (1/6/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kebijakan Dinas Perhubungan Kota Batam yang melarang beroperasinya transportasi berbasis aplikasi internet tidak dihiraukan sejumlah pengemudi ojek online, Go-Jek, di Kota Batam.

Sejak Kamis (1/6) pagi, terlihat sejumlah pengemudi Go-Jek yang masih mengangkut penumpang atau mengantarkan makanan di sejumlah titik di Kota Batam.

“Kami tetap narik. Kami narik atas dasar inisiatif kami sendiri dan kami lebih mengutamakan orderan makanan,” ujar Sopir Go-Jek Batam, Romi Gusprianto.

Dilanjutkan Romi, untuk menghindari gesekan dengan ojek pangkalan, sopir Go-Jek tidak menggunakan atribut seperti biasanya. Kepada penumpang yang melakukan orderan, mereka terlebih dahulu menjelaskan bahwa mereka tidak menggunakan atribut.

“Biasanya daerah panas yang sering konflik itu di Nagoya Hill, Harbourbay sama di Sei Panas. Kami akan lihat satu minggu kedepan, kalau tidak dicabut juga, kami lakukan protes,” tuturnya.

Romi menambahkan, semenjak dikeluarkannya larangan dari Dishub tersebut pendapatannya menjadi jauh kurang dibandingkan dengan hari biasanya.

“Biasanya kalau hari biasa itu bisa sampai 10 orderan, itu kami sudah malas-malasan bang. Kalau hari ini, baru dapat lima orderan Bang. Jelas menurun orderan sejak dikeluarkan kebijakan itu,” imbuhnya.

Sementara itu, sopir Go-Jek Batam lainnya, Mas Jali menyampaikan hal senada. Dikeluarkannya kebijakan itu tentunya menimbulkan rasa kekecewaan kepadanya.

“Sekarang larangan itu karena apa? Kalau memang izinnya kurang, kita sudah minta kepada pihak kantor untuk segera ditindak lanjuti dan dilengkapi. Kami semuanya ada 2.000 pengemudi yang menggantungkan hidupnya di Go-Jek, Jadi tolong ditinjau lagi kebijakan itu,” jelasnya. (cr1)

Disdukcapil Tarik Alat Cetak e-KTP

0
Rita, sedang mengurus ktp di kantor Disduk, Sekupang, Senin (10/4). Belanko ktp saat ini tersedia 10 ribu yang baru tiba di Kota Batam, lalu disebar di Kecamatan. F. Dalil Harahap/Batam PosF Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam menarik seluruh alat cetak yang tersebar di sembilan kecamatan yang ada di Kota Batam, Selasa (30/5).

“Tujuannya untuk mempercepat proses perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang saat ini masih menumpuk,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam, Said Khaidar, Rabu (31/5).

Said menjelaskan pemusatan pencetakan e-KTP ini sengaja dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas lainnya yang berlangsung di kecamatan.

“Biar lebih fokus, pegawai di kantor Disdukcapil juga lembur, guna menyelesaikan pencetakkan ini,” ujarnya.

Dia menambahkan blanko yang sempat disebar ke kecamatan juga telah ditarik kembali, karena pengalihan pencetakkan e-KTP. Penarikkan alat cetak ini juga ditujukan untuk mengejar target penyelesaian yang diberikan oleh Walikota Batam.

“Pak Wali bilang pencetakan harus kelas dalam tiga bulan ini, makanya pencetakkan kembali dipusatkan di kantor Disdukcapil,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi memberikan tenggang waktu tiga bulan kepada disdukcapil untuk menyelesaikan pencetakkan e-KTP.

“Tiga bulan ke depan harus selesai,” tegas Rudi.

Rudi mengungkapkan jika pencetakkan selesai, maka Batam bisa mendapatkan tambahan blanko kembali. Hingga saat ini baru 40 ribu blanko yang tersedia, dan sudah dalam pencetakkan.

“Kita inginnya permasalahan e-KTP ini bisa selesai dengan cepat. Kalau bisa akhir tahun sudah tak ada lagi yang menunggu dicetak,” harapnya.(cr17)

Lantamal IV Gelar Upacara Hari Kelahiran Pancasila

0

batampos.co.id – Dalam rangka memperingati hari lahirnya pancasila ke-72, Kamis (1/6) kemarin, jajaran prajurit dan ASN Lantamal IV, RS Angkatan Laut, Wing Udara-2, dan Lanudal Tanjungpinang melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila di Mako Lantamal IV Tanjungpinang.

Dalam upacara ini, Asisten Perencanaan (Asrena) Kolonel Laut (P) Robertus Waskito bertindak selaku Inspektur upacara mewakili Danlantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno yang berhalangan hadir.

Dalam Amanat Presiden RI Joko Widodo yang dibacakan oleh Robertus, menyampaikan bahwa Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan Rumusan Final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945.

“Jiwa besar para Founding Fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara sehingga bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan Tanah Air Indonesia,” katanya.

Selanjutnya, Komitmen Pemerintah untuk Penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus dilakukan. Terbaru, telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2017 tentang unit kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.

Bersama dengan seluruh Komponen Bangsa, Lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat Pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari ?hari, yang terintegrasi dengan program ?program pembangunan, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengalaman nilai – nilai Pancasila.

밪ekali lagi jaga perdamaian, jaga persatuan dan jaga persaudaraan diantara kita. Mari saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran dan saling membantu untuk kepentingan Bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan Indonesia? akhir kata sambutan Presiden RI Joko Widodo yang disampaikan oleh Asrena Danlantamal IV Tanjungpinang. (cr1)

BP Batam, Bantu Atasi Banjir Dong….

0
Sejumlah kendaraan berusaha menerobos genangan air di jalan Engku Putri Batamcenter, Jumat (26/5). Hujan yang menguyur Batam mengaibatkan sejumlah titik mengalami banjir. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi  mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait lahan yang sudah dialokasikan Badan Pengusahaan (BP) Batam ke pengembang. Satu-satunya cara yakni BP Batam harus turun tangan.

“Susah kami ke developer, PL dikasih BP Batam. Misal mereka bilang ini tanah saya dan sudah bayar ke negara mau apa kami,” kata Rudi, kemarin.

Untuk itu, setiap permasalahan penanganan banjir yang terkait tanah developer, Rudi meminta BP Batam ikut serta menangani penyelesaiannya.

“Sering koordinasi, tapi yang dikirim rapat dengan kami yang tak bisa ambil kebijakan,” sebut dia.

Dia mengatakan, penyebab banjir juga karena peruntukkan lahan dari BP Batam tidak tepat tanpa perencanaan yang matang. Tak heran daerah serapan air alami juga di alokasikan.

“Bukan resapan air saja, termasuk drainase yang dijual juga, banyak masalah,” ucapnya.

Menurutnya, kini pihaknya sendiri telah membentuk tim perkecamatan menagnagi banjir di Batam. Dia berharap, dalam seminggu ke depan hasil kerja akan nampak.

“Satu minggu ini korlap dan camat koordinasikan dengan masyarakat dan pemilik lahan. Kalau kendala khusus developer ke BP Batam, kalau masyarakat cukup kita saja, kita beri pemahaman bahwa ini untuk umum,” pungkasnya. (cr13)

Bea Cukai Tambah Waktu Pelayanan Dokumen FTZ01

0
ilustrasi. foto: kemenkeu.go.id

batampos.co.id – Semakin banyaknya permintaan masyarakat dalam pengurusan dokumen FTZ01, Bea dan Cukai Batam menambah jam operasional dalam pelayanan pengurusan di Bandara Hang Nadim Batam.

Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea dan Cukai Batam, Raden Evy Suatantyo menyatakan, penambahan jam operasional ini dikarenakan banyaknya permintaan.

“Kana itu, makanya kita perpanjang lagi jam operasionalnya,” ujarnya.

Evy melanjutkan, jam operasional pelayanan dokumen cargo pada hari biasanya hanya sampai pukul 17.00 WIB. Namun karena tingginya permintaan, jam operasional diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB.

“Ini bukan karena masuknya bulan Ramadan, tapi karena banyaknya permintaam,” tuturnya.

Evy menambahkan, penambahan jam pelayanan pengurusan dokumen FTZ01 sejak satu mingggu yang lalu itu hanya berlaku di kawasan bandara saja.

“Anak-anak memang sudah kita tugaskan sejak satu minggu yang lalu untuk pengurusan kargo,” imbuhnya. (cr1)

Robot Pengganti Tugas Pendeta

0
foto: mirror

Ada alarm reminder waktu salat, apps untuk membaca Alquran, dan sebagainya, begitulah zaman digital.

Nah, di kawasan Hesse dan Nassau, Jerman, pendeta tak perlu lagi memimpin ibadah di gereja. Tugasnya telah digantikan sebuah robot bernama BlessU-2 buatan Stephan Krebs, seorang pendeta sekaligus teknisi.

’’Robot itu sudah bertugas 10 hari. Ia banyak diperbincangkan dan menjadi bahan diskusi,’’ ungkap Krebs sebagaimana dikutip Guardian.

Robot tersebut dikonsep mirip Teletubbies, tentu dengan desain yang lebih robotik. Ia punya layar sentuh di dada, lengan yang bisa mengangkat, dan kepala. BlessU-2 mampu menyampaikan berkat dalam lima bahasa yang dapat dipilih: Jerman, Inggris, Prancis, Spanyol, dan Polandia.

Pengunjung gereja bisa memilih suara yang dimau. Bisa laki-laki, bisa perempuan. ’’Ia akan menyampaikan firman Tuhan. Saat itu lengannya bakal terangkat dan telapak tangannya berpendar. Lalu, ia akan mengakhirinya dengan kata ’Tuhan memberkati dan melindungimu’,’’ papar Krebs.

Jika mau, jemaat dapat mencetak ucapan sang robot pendeta. Menurut Krebs, robot itu dikembangkan untuk menarik umat datang ke gereja.

Meski cukup smart, BlessU-2 hanya mampu menyampaikan isi Alkitab yang telah direkam ke sistemnya. Ia tidak bisa memberikan pendampingan rohani, apalagi menikahkan orang. Ngomong-ngomong, ia bukan satu-satunya robot religius. Sebuah wihara Buddha di Beijing juga mengembangkan robot biksu yang tugasnya membacakan mantra dan menjelaskan prinsip dasar Buddha. (Guardian/fam/c14/na)

ATB Beli Air Baku Rp 13,5 Miliar

0
Dam Duriangkang.

batampos.co.id – Corporate Communication ATB, Enriqo Moreno Ginting mengatakan ATB membayarkan sebesar Rp 170 ke BP Batam. Rp 150 untuk pembelian air baku per kubik dan Rp 20 untuk pajak air permukaan.

“Jadi kami bekerja sesuai dengan konsesi antara BP Batam dan ATB. Kita menghormati peraturan dan perundangan yang berlaku,” katanya, kemarin.

Ia menjelaskan setiap tahunnya pemakaian atau pembelian air baku oleh pihak ATB ke BP Batam meningkat. Di tahun 2016 lalu, ATB memproduksi air sekitar 90-100 juta kubik dengan tingkat kebocoran sekitar 15 persen.

Dengan demikian untuk pembayaran pembelian air baku tahun lalu sebesar Rp 15 miliar. Sementara pajak air permukaan sebesar Rp 2 miliar.

“Tahun-tahun sebelumnya, lebih sedikit karena produknya lebih sedikit,” katanya.

Enriqo mengatakan ATB sudah sangat berkontribusi untuk pemerintah.

“Jadi kalau total kontribusi ATB ke pemerintah secara keseluruhan sudah lebih dari Rp 765 miliar sejak berdiri. Dan ini sangat besar,” kata Enriqo.

Kontribusi itu sudah termasuk pembayaran royalti, penyewaan aset, pajak dan juga pembelian air baku.

Terkait wacana kenaikan tarif air jika Pemrov ngotot naikkan pajak air permukaan 900 persen yang pasti harus diawali kenaikan air baku, Enriqo menegaskan memang sudah layak naik dengan berbagai pertimbangan. Namun manajemen ATB belum mengajukan.

“Kalau bicara naik tarif masih sangat wajar. Kenaikan tarif terakhir itu 2011 lalua. Sudah mau tujuh tahun. Dalam periode itu, BBM, UMK dan kebutuhan lain sudah berapa kali naik. Termasuk listrik sudah pernah naik. Maka secara keadilan memang ini sudah wajar,” katanya. (leo/jpg/ian)