Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 13336

Pengaruh Alkohol, Dua Toyota Avanza Adu Kambing

0
Dua mobil Toyota Avanza dalam kondisi rusak parah setelah terlibat kecelakaan adu kambing di Jalan Nusantara KM 20 Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (12/5). F. Choky Nainggolan/Batam Pos

batampos.co.id – Dua unit mobil Avanza BP 1140 BC warna abu-abu dan BP 1699 BY warna hijau terlibat kecelakaan adu kambing di Jalan Nusantara KM 20 Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (12/5) sekitar pukul 01.45 WIB.

Diduga kecelakaan ini diakibatkan dari kelalaian pengemudi salah satu mobil Avanza hijau yang mengkonsumsi minuman alkohol. Sebab tercium bau alkohol yang sangat menyengat dari dalam mobil tersebut.

“Mobil itu (Avanza hijau, red) ada bau alkoholnya. Mungkin itu pengaruhnya,” ujar Al Razak, Anggota unit Lakalantas Polres Bintan, saat ditemui dilokasi kejadian, Jumat (12/5).

Ia menjelaskan mobil Avanza hijau yg dikemudikan oleh Syahrul 34, ini datang dari arah Tanjungpinang, hendak menuju ke Kijang, dengan kecepatan tinggi.

Tepat di tikungan di jalan Nusantara kilometer 20 Kijang, mobil tersebut berjalan agak ke kanan bahu jalan, sehingga tiba-tiba dari arah berlawanan datang mobil Pick Up Box BP 8640 TU yg dikemudikan oleh Adam.

“Mobil pick up sempat mengelak dari mobil toyota avanza itu, tapi tak bisa terelakkan, dan bersenggolan. Kena lah bagian ban samping kanan mobil pick up,” terangnya.

Tak hanya itu, setelah berhasil lepas dari mobil pick up box tersebut, lanjutnya mobil Toyota Avanza hijau ini kembali lagi menabrak bagian depan mobil Toyota Avanza berwarna abu-abu yg dikemudikan oleh Sutrisno, yang berada tepat di belakang mobil pick up box itu.

“Karena posisi jarak yang sangat dekat, Syahrul tidak dapat mengelak lagi, dan tabrakan keras pun terjadi,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut lanjutnya dua penumpang mobil Totoya Avanza yang dikendarai Sutrisno, yakni Tan A Eng, 40, mengalami patah tangan sebelah kiri, dan Lan Hui, 45, mengalami nyeri pada bagian dada dan bengkak pada kaki kanan dan kiri.

“Dua korban sudah dibawa ke RSUD Bintan, kini sedang mendapat perawatan intensif. Sementara kedua mobil mereka sudah diamankan di Pos Lantas Bintan Timur,” imbuhnya.

Ia menambahkan saat ini kasus kecelakaan tersebut, sedang ditangani oleh Satlantas Polres Bintan.

“Untuk proses lebih lanjut kasus ini sedang dalam penanganan kami,” imbuhnya. (cr20)

 

DPRD Beri Banyak Catatan Strategis pada LKPj Wali Kota Batam 2016

0
Walikota Batam, Muhammad Rudi. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam, memberikan puluhan catatan strategis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Batam tahun anggaran 2016. Catatan strategis tersebut disampaikan dalam sidang paripurna yang digelar di DPRD Batam, Jumat (12/5).

Dari LKPj tersebut, Pansus LKPj memberikan beberapa kesimpulan. Pasus menilai masih banyak masalah diantaranya data yang diberikan tidak informatif dan tidak sesuai amanat peraturan pemerintah nomor 3 Tahun 2007. Dimana LKPj melaporkan pelasanaan program dan kegiatan.

“Artinya yang dilaporkan adalah out come (hasil) capaian kinerja. Yang terjadi pada LKPj 2016 tersebut, hanya melaporkan realisasi anggaran per kegiatan. Sedangkan hasilnya tidak dilaporkan sama sekali,” kata Jefri Simanjuntak, anggota pansus saat membacakan laporan.

Diakuinya, hal ini menyulitkan pansus melakukan penilaian atas capaian kinerja Pemko Batam.

“Atas kondisi ini, pansus berkonsultasi ke kementerian dalam negeri, dan pihak kemendagri juga menyesalkan hal ini. Bahkan sempat terpikir mengembalikan dokumen LKPj ke Pemko untuk perbaikan, Namun urung dilakukan mengingat masa tugas pansus hanya 30 hari,” terangnya.

Menurut Jefri, dari LKPj yang tidak siap saji tersebut berdampak pada tidak optimalnya proses perencanaan satu tahun ke depan. Sebab tidak diketahui secara pasti, seberapa besar keberhasilan dan kemajuan yang sudah dicapai. Dan termasuk kendala apa saja selama 2016.

Selanjutnya, data yang diberikan tidak berkorelasi dengan RPJMD wali kota. Padahal RPJMD seharusnya menjadi acuan dalam merencanakan program dan kegiatan tahunan pemerintah daerah.

“Ini menjadi bukti. OPD tak mengacu RPJMD wali kota,” sebut Jefri.

Capaian indikator makro, ekonomi dan sosial. Sebagaimana dilaporkan dalam LKPj 2016, ekonomi Batam 2016 diprediksi sebesar 4,13 persen. Angka dari badan pusat statistik (BPS) tersebut belum dipublikasikan. Dibanding dengan tahun 2015, ekonomi tumbuh sebesar 6,75 persen.

“Hal ini berarti pertumbuhan ekonomi Batam 2016 lebih lesu dibanding tahun 2015,” ucapnya.

Kelesuan ini tampak dibeberapa sektor dominan, seperti industri pengolahan, perdagangan dan konsumsi. Perlambatan ekonomi ini tentu menjadi tantangan sendiri bagi pemerintah saat ini. Dibutuhkan analisis yang lengkap dan strategis, sehingga dapat diketahui akar masalanya.

“Dan kemudian mencari solusi yang tepat untuk Batam meraih kembali kejayaannya,” tambahnya.

Jefri juga menilai, penyajian data di pengelolaan keuangan daerah kurang lengkap dan miskin jawaban. Selanjutnya realisasi pendapatan daerah tahun 2016 kurang dari target sebesar Rp 60,7 miliar. Atau terealisasi 97,33 persen dari target yang ditetapkan dari APBDP 2016.

Pertumbuhan PAD juga mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun 2016, PAD tumbuh sebesar 5,3 persen. Sedangkan pada tahun 2015, PAD mampu tumbuh hingga 7,3 persen. Pada kelompok PAD yang tidak memenuhi target, juga tidak memberikan penjelasan yang memadai.

“Sehingga kami tidak mengetahui secara pasti apa penyebabnya,” tutur Jefri.

Secara umum, lanjutnya, kinerja organisasi perangkat daerah Batam masih lemah dan jauh dari harapan. Keberhasilan kinerja tidak semata-mata yang bersifat fisik. Tetapi bagaimana hasil kinerja dapat dirasakan masyarakat. Banyaknya keluhan yang diterima DPRD saat reses atau rapat dengar pendapat umum membuktikan kinerja fisik OPD belum mengena dan tepat sasaran.

Ditambah lagi pemahaman masing-masing OPD terhadap program kegiatan juga sangat lemah. “Tak termanfaatkannya dana alokasi khusus yang jumlahnya 30 miliar di beberapa OPD, menujukan bertapa lemahnya perencanaan. Berbagai alasan yang diberikan juga tak masuk akal,” jelasnya.

Pansus berharap hal ini ke depan tidak terjadi kembali. Dana puluhan miliar yang sudah dipegang tangan ternyata tidak mampu dipergunakan dan sangat disayangkan.

Ketua DPRD Batam, Nuryanto, catatan strategis ini diharapkan menjadi pegangan bagi walikota untuk memperbaiki dan menyempurnakan kinerja pemerintah daerah dimasa yang akan datang.

“DPRD Batam sebagai lembaga presentasi rakyat bertanggungjawab mengevaluasi apa-apa saja yang telah dilakukan dan dicapai Pemko Batam,” tuturnya. (rng)

7 Ribu Berkas e-KTP di Bengkong Menumpuk

0
Seorang wanita melakukan perekaman E-KTP. Foto: istimewa

batampos.co.id – Sebanyak 7 ribu permohonan E-KTP di Bengkong masih menunggu giliran untuk dicetak. Hal itu dikarenakan keterbatasaan blanko yang diberikan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Batam.

Camat Bengkong Yudi Atmaja mengatakan pada tahap pertama pihaknya telah selesai mencetak 983 E-KTP sesuai blanko yang diberikan Dukcapil. Namun untuk tahap kedua dengan 500 blanko masih dalam proses pencetakan.

“Tahap awal sudah selesai semua. Sekarang kita tengah mencetak 500 E-KTP lagi. Mudah-mudahan bisa selesai satu minggu kedepan,” kata Yudi yang dihubungi, Jumat (12/5) siang.

Proses cetak E-KTP sempat mengalami kendala saat adanya masalah pada server. Tapi hal itu dapat ditanggulangi dengan cepat sehingga proses cetak 983 E-KTP bisa selesai, meski agak lambat.

“Mudah-mudahan tahap kedua ini tak ada mengalami kendala lagi. 983 E-KTP warga yang merekam pada bulan September sudah bisa dijemput ke Kecamatan. Kita umumkan nama-nama yang E-KTPnya telah selesai,” terang Yudi.

Disisi lain, Yudi kembali meminta masyarakat yang telah merekam untuk tetap bersabar. Dimana saat ini masih ada 7000 permohonaan E-KTP yang belum dicetak. Alasannya, blanko yang diberikan sangatlah terbatas, sehingga pihaknya memprioritaskan warga yang lebih awal merekam.

“Total permohonaan 8500 untuk September-April. Bulan September saja, ada 2300 pemohon. Sementara blanko yang kita dapat kurang dari 1500. Yang artinya untuk September masih ada 800 permohonaan lagi. Dan kalau totalnya hingga April 7000 pemohon,” rinci Yudi. (she)

Bappenas: Investasi Sektor Pariwisata harus Digencarkan

0
Ribuan peserta dari lokal dan internasional menyemarakkan Bintan Color KasmaRUN 2017 di Pelataran Plaza Lagoi Bay, Kawasan Pariwisata Lagoi, Sabtu(22/4/2017). F, Harry Suryadi Putra.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), KADIN, Bappenas, dan Kementerian Pariwisata, sama-sama kompak proaktif memasarkan potensi investasi sektor Pariwisata dan Infrastruktur pendukung di forum MICE (Meetings, Incentives, Conferences, dan Exhibitions) yang diikuti 100 pebisnis dari Asita, PHRI, Asperapi, INCCA, HPI, PGI, dan ASPPI di Batam.

Semangat Indonesia Incorporated membalut Batam Tourism Business Forum, di Ballroom Harris Hotel, Batam, Jumat (12/5).

“Kami akan sediakan karpet merah kalau Anda berinvestasi di sektor pariwisata. Segala kesulitan pasti kami bantu,” ujar Direktur Perencanaan Infrastruktur BKPM, Heldy Putra, Jumat (12/5).

Bagi yang berminat, ingin berinvestasi di sektor pariwisata, BKPM mengaku sudah menyiapkan lima Kawasan Industri (KI) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai kawasan yang mendapatkan layanan khusus berupa Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK).

Kawasan industri di Kepri antara lain kawasan industri (KI) Batamindo Industrial Park (61,4 Ha), KI Bintang Industrial Park II (20 Ha), KI Kabil Integrated Industrial Park (142,5 Ha), KI West Point Maritime Industrial Park (102,5 Ha), dan KI Bintan Inti Industrial Estate Lobam.

“Itu seperti karpet merah dari BKPM. Investor tidak lagi sulit untuk membangun pabrik karena izin lingkungan atau izin pembangunannya sudah difasilitasi langsung oleh pemerintah,” tuturnya.

Fasilitas KLIK ini dapat dinikmati oleh semua investor karena tidak mensyaratkan batasan minimal nilai investasi atau jumlah tenaga kerja. Yang penting, lokasinya ada di Kawasan Industri tertentu yang ditetapkan Pemerintah.

“Silahkan berinvestasi di sektor pariwisata. Di sini investor dapat langsung membangun proyek mereka setelah memperoleh Izin Investasi/Izin Prinsip Penanaman Modal, baik dari PTSP Pusat di BKPM maupun di PTSP Daerah,” tuturnya.

Bappenas juga ikutan mendukung. “Investasi di sektor pariwisata harus digencarkan. Bersama sektor pertanian dan pengolahan, pariwisata menjadi sektor andalan yang bakal mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi ke level 5,6 persen pada 2018,” tutur Kabid Pariwisata Bappenas, Indranitua.

Pengembangan sektor pariwisata jadi fokus Bappenas lantaran sektor ini dinilai memiliki banyak efek berlipat (multiplier effect). Dari mulai pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), semua ikut terkena imbas positif pariwisata.

Semua dukungan tadi membuat Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti ikut angkat suara. Dia mengatakan, pengembangan pariwisata Indonesia memiliki peluang usaha yang meyakinkan.

“Pariwisata sekarang menjadi bisnis besar,” ucapnya.

Dan dia tak asal bicara. Saat ini, sektor pariwisata adalah alat yang paling cepat, murah dan mudah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendapatkan devisa, PDB serta menciptakan lapangan kerja. Di 2015 saja, pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia jauh di atas pertumbuhan pariwisata di ASEAN dan Dunia.

“Secara umum sektor pariwisata tumbuh 10,3%, di atas ASEAN yang tumbuh 5,1% dan dunia di level 4,4%. Terima kasih kepada KADIN Batam, Bappenas dan BKPM yang telah support. Semangat Indonesia Incoporated inilah yang bisa terus membangkitkan pariwisata,” jelasnya.

Rayuan investasi juga ikut disuarakan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Keuntungan yang didapat sangat banyak. Dari mulai insentif dan fiskal yang didapat, keringanan pajak, import duty, pajak PPn dan PPnBM, semua siap menyambut investor yang menanamkan investasi di sektor pariwisata.

“Pemerintah Indonesia membuka diri terhadap investasi dari mana pun. Pasti untung. Karena memang hanya pariwisata di antara penyumbang devisa yang terus mengalami pertumbuhan. Yang lain, seperti minyak dan gas bumi, batubara, kelapa sawit, tiga terbesar itu turun drastis,” katanya. (*)

Filosofi Rendang

0
sumber foto: indonesia-recipe.com

Rendang yang telah dinyatakan oleh CNN sebagai salah satu makanan daging terlezat di dunia.

Rendang bukan sekadar makanan. Ia memenuhi kriteria gastronomi karena di dalamnya terdapat proses pembuatan yang dinamakan marandang, dan filosofi dari setiap unsurnya seperti daging mencerminkan prosperity (kesejahteraan), rempah-rempah mencerminkan enhancement (peningkatan), santan kelapa untuk integrator dan cabe merah untuk good lesson (pelajaran baik).

Fakta dan data itu di ungkap delegasi Indonesia saat menjadi salah satu pembicara pada sesi Gastronomy Network on Succesful Examples dalam Forum Dunia tentang Pariwisata Gastronomi (World Forum on Tourism Gastronomy) yang diselenggarakan UNWTO di kota San Sebastian 7-9 Mei 2017.

Dalam sesi tersebut, Indonesia diwakili oleh Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata RI, Vita Datau Messakh. Dalam paparannya, Vita Datau antara lain menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia mempunyai target untuk meningkatkan jumlah wisatawan internasional yang berkunjung ke Indonesia, dari 9,3 juta pertahun pada 2014 menjadi 20 juta pada 2019.

Oleh karena itu segala upaya ditempuh oleh Pemerintah Indonesia. Salah satunya dengan menggali kekayaan warisan budaya kuliner sebagai daya tarik destinasi. Sesuai dengan saran dan hasil Forum ke-2 di Lima, Peru (2015), Indonesia menggali filosofi gastronomi Indonesia.

Dan melalui serangkaian diskusi dengan para pemangku kepentingan di tanah air, diperoleh data bahwa kekayaan dan keanekaragaman gastronomi Indonesia merupakan kontribusi dari 1.340 suku di Indonesia, keanekaragaman hayati berupa hutan tropis yang luasnya lebih dari 80 juta hektare tempat berkembangnya lebih dari 40 ribu jenis tanaman serta perairan Indonesia yang sangat luas menyimpan  2.500 jenis ikan laut dan 2.184 jenis ikan tawar. Ini semua menjadikan suku-suku di Indonesia dapat berkreasi menciptakan makanan tradisional mereka, tercatat lebih dari 5.000 resep.

Kemudian, dari hasil diskusi kalangan pakar, keluarlah konsep gastronomi Indonesia yang disebut dengan Triangle Concept, yakni filosofi gastronomi berporos pada 3 tungku segitiga, masing-masing Makanan (food), Budaya (culture) dan Sejarah (history).

“Antara food dan history terhubungkan oleh spices (rempah-rempah); kemudian antara history dengan culture terhubungkan oleh story telling (hikayat); dan antara culture dengan food  terhubungkan oleh ritual/ceremony (upacara),” papar Vita Datau yang juga Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI).

Para peserta sangat tertarik dengan filosofi tersebut yang sesuai dengan konsep gastronomi dan keberlanjutan. Para peserta memberikan aplaus ketika digambarkan tentang filosofi menu rendang yang telah dinyatakan oleh CNN sebagai salah satu makanan daging terlezat di dunia.

Untuk mendukung pariwisata gastronomi tersebut, lanjut Vita Datau, Kemenpar juga telah mendorong munculnya operator perjalanan yang fokus pada culinary destinations, seperti di Jogja yang menampilkan Royal Dining Tour.

Pada bagian akhir paparannya, disampaikan bahwa UNWTO telah menerima Ubud di Bali sebagai prototype pengembangan pariwisata gastronomi UNWTO. Sehingga dalam Forum mendatang Indonesia akan melaporkan langkah-langkah yang diambil untuk mengembangkan pariwisata gastronomi di Ubud.

Kantor Berita Spanyol EFE yang tertarik dengan keberhasilan Indonesia dalam mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian terhadap pengembangan pariwisata gastronomi telah secara khusus mewawancarai Ketua Tim Percepatan Pengembangan Destinasi Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata RI.

Kepada Kantor Berita EFE telah disampaikan bahwa memang betul dewasa ini Indonesia sedang gencar-gencarnya mengangkat pariwisata gastronomi sebagai daya tarik baru dalam mempromosikan pariwisata Indonesia kepada masyarakat internasional.

Kemenpar yang dipimpin Menteri Arief Yahya itu telah menetapkan 5 destinasi gastronomi yaitu, Bali; Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Bandung. Pihaknya senang karena UNWTO menerima usulan Indonesia untuk mengambil Ubud sebagai prototype pengembangan pariwisata gastronomi UNWTO.

KBRI Madrid  mengharapkan semua pihak di Indonesia, terutama Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota yang merupakan pemilik destinasi, untuk memanfaatkan program-program yang tersedia di UNWTO untuk meningkatkan kapasitas para pengambil kebijakan maupun pelaku industri. Ini karena UNWTO merupakan organisasi dunia yang mempunyai kapasitas untuk mengembangkan strategi peningkatan daya tari destinasi.

Destinasi-destinasi di Indonesia dapat melihat keberhasilan San Sebastian dalam mengembangkan pariwisata gastronomi sehingga dewasa ini kota tersebut sangat mengandalkan perekonomiannya dari sektor pariwisata yang bertumpu pada kekuatan gastronominya.

Bagi San Sebastian, pariwisata gastronomi merupakan potensi yang sangat nyata dan Pemerintah Spanyol telah memprioritaskan pariwisata gastronomi dalam strategi promosi pariwisatanya. Khusus untuk San Sebastian, strategi tersebut sangat tepat karena memang sangat cocok dengan alam pedesaan yang menyediakan banyak bahan makanan hasil pertanian yang masih segar untuk diolah dan disantap.

Pada 2015, tercatat 8,4 juta wisatawan internasional yang berkunjung ke Spanyol (12.3% dari total wisatawan) memilih kegiatan pariwisata gastronomi. Potensi tersebut masih dapat terus dikembangkan dengan inovasi dan kreativitas para pakar dan chefs, seperti yang dikembangkan di Basque Culinary Center, yang sekarang telah menjadi center of gastronomy excellence di Spanyol.

San Sebastian sebagai kota tempat peluncuran inisiatif UNWTO tentang Pariwisata Gastronomi antara lain karena kota tersebut oleh Michelin dinyatakan sebagai “Ibu Kota Gastronomi Dunia” di mana semua restoran di San Sebastian mempunyai kesadaran untuk menciptakan menu-menu baru demi memanjakan wisatawan.

Direktur Kegiatan Anggota Afiliasi UNWTO, Yolanda Perdomoerdomo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Delegasi Indonesia (Delri) yang pada Forum ke-3 ini menyertakan para pemangku kepentingan lainnya.

Selain Kemenpar RI yang diwakili oleh Ir. Vita Datau Messakh dan Ahmad Lokot Enda, Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya; juga pemangku kepentingan lainnya telah hadir dua dosen Fakultas Kepariwisataan – Universitas Podomoro Jakarta. Dari kalangan pelaku industri telah hadir Direktur Good Indonesia Food (GIF) – tour operator khusus obyek-obyek destinasi kuliner, serta tim KBRI Madrid.

Pada acara Jamuan Santap Malam dengan tuan rumah Menteri Pariwisata Argentina, Gustavo Santos, Duta Besar RI di Madrid/Wakil Tetap RI pada UNWTO, Yuli Mumpuni Widarso telah menyampaikan penghargaan kepada Sekjen UNWTO, Taleb Rivai, yang telah berinisiatif menyediakan Forum bagi semua negara anggota untuk saling bertukar pengalaman dan membangun kerjasama.

KBRI Madrid sangat mendukung langkah UNWTO tersebut dan akan terus mendorong semua pemangku kepentingan pariwisata di Indonesia untuk memanfaatkan program-program yang tersedia di UNWTO. (*)

Pak Kadisnaker, Karyawan di-PHK tapi belum Terima Pesangon

0
Ahmad Fuadi seorang karyawan termenung di depan PT Nam Kwong Electric dikawasan Puri Industrial Park Batamcenter tempat dia bekerja yang tutup, Jumat (12/5).Kurang lebih 56 orang karyawan PT Nam Wong Electrik di PHK dengan alasan Perusahan tersebut merugi. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id –  PT Nam Kwong Electric di kawasan Puri Industrial Park Batam Center mem-PHK 56 karyawannya dengan alasan merugi. Namun perusahaan asal Hongkong ini tak pernah menunjukan bukti kerugiaan yang telah dialami.

Jumat (12/5), mantan karyawan yang telah di PHK tampak berjaga-jaga di depan PT Nam Kwong Electric. Mereka mengaku terpaksa mengawasi PT Nam Kwong Electric karena barang-barang di perusahaan itu dipindah satu per satu pada malam hari.

“Selama dua hari belakangan kami jaga 24 jam, sebab barang-barang yang ada di dalam dipindah pada malam hari,” kata Sandy Lugina, kemarin.

Menurut dia, sejak di PHK oleh perusahaan ia belum menerima uang pesangon. Sebab pemberiaan uang pesangon oleh perusahaan tidak ada alasan mendasar. Dimana perusahaan mengaku rugi, namun tidak pernah menunjukan bukti kerugiaan mereka. Padahal jika perusahaan sudah failid, pasti sudah ada menempelkan pemberitahuaan jika telah merugi dan itu dikeluarkan oleh pihak berwenang.

“Mereka membayar uang pesangon kami atas dasar merugi yakni 1 N atau dua kali gaji. Namun disinggung mengenai data kerugiaan, perusahaan tak pernah mau menunjukan,” terang Sandy yang diiyakan rekan sejabatnya.

Sandy mengaku pernah mempertanyakan hal tersebut bersama enam rekannya. Namun bukannya mendapat jawaban, dirinya malah di PHK lebih cepat dari rekan kerja lainnya.

“Kami di-PHK lebih awal. Kami hanya meminta hak kami. Kalau memang perusahaan merugi, silahkan beri bukti. Tapi kalau tidak, bayar pesangon kami sesuai ketentuan yakni 2 N atau 4 kali gaji,” ungkap Sandy.

Hal senada juga dikatakan Frando Sijabat yang heran dengan alasan perusahaan yang mengalami kerugiaan. Dimana sebelum di PHK, pekerja masih diberikan lembur karena banyak produksi. Disatu sisi, perusahaan juga membayar hutang piutang kepada pihak lain. Dan tiba-tiba mengosongkan perusahaan tanpa terlebih dahulu membayar pesangon seluruh karyawan.

“Kami tak yakin dengan alasan merugi. Alasan mereka tak masuk akal. Mereka juga memindahkan barang-barang pada malam hari, padahal pesangon kami belum dibayar. Apalagi rapat dengan Disnaker baru digelar tanggal 15 Mei nanti. Karena itu sampai sekarang kami mengawasi d isini,” terangnya.

Pantauan Batam Pos, suasana PT Nam Kwong Electric tampak sepi tanpa adanya aktifitas. Bentuk pagar perusahaan itu tampak dikunci dan dijaga beberapa orang sekuriti. (she)

Hang Nadim sebagai Bandara Alternatif, Itu Menguntungkan

0
Tiger Air saat divert ke Hang Nadim Batam

batampos.co.id – Bandara Hang Nadim Batam ditunjuk menjadi tempat landing alternatif Bandara Changi, Singapura. Akibat hal ini, Hang Nadim mendapatkan keuntungan dari biaya landing pesawat tujuan Changi yang mendarat di Hang Nadim akibat cuaca buruk atau padatnya lalulintas bandara di Singapura itu.

“Kita mendapat keuntungan dari landing dan parkir Fee itu setahunnya sekitar Rp 500 juta,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, kemarin.

Mengenai Hang Nadim jadi alternatif air port Bandara Changi ini, disebutkan Suwarso sudah lama. Oleh sebab itu beberapa kali Bandara Changi dilanda cuaca buruk dan pesawat tak bisa mendarat.

“Sering beberapa kali kan pesawat asing divert ke Hang Nadim,” ujar Suwarso.

Tak hanya Hang Nadim saja yang mendapat untung dari alternatif AirPort ini. Tapi Airnav juga mendapat keuntungan.

“Kalau gak salah mereka dapat sekitar Rp 3 miliar, kan lumayan menambah pendapatan,” ungkap Suwarso.

Salah satu rute penerbangan ke Changi yang menjadikan Hang Nadim sebagai alternatif AirPort adalah Hongkong ke Singapura.

Suwarso menjelaskan alternatif AirPort adalah sesuatu yang wajar dalam dunia penerbangan. Karena ada faktor-faktor tak terduga yang membuat pesawat tak mendarat di bandara tujuan.

“Penerbangan domestik juga memiliki alternatif AirPort. seperti Jakarta-Medan, disini (Hang Nadim,red) alternatifnya. Namun untuk domestik tak terlalu banyak biayanya, kalau luar (alternatif airport Changi,red) hitungannya Pake dollar,” tutur Suwarso. (ska)

Pagi Ini Batam Masih Diguyur Hujan

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Menurut prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Hang Nadim Batam, Kepri masih akan mengalami hujan sedang hingga lebat serta berawan, Sabtu (13/5).

“Untuk Batam, pagi hari kembali diguyur hujan disusul dengan cuaca berawan hingga malam hari,” ujar kepala seksi data dan informasi (Kasi Datin) BMKG Hang Nadim, Suratman, kemarin.

Keadaan tersebut melihat angin dari arah Selatan dengan kecepatan 20 kilometer per jam, dimana suhu mencapai 25 sampai 31 derajat Celsius. “Didukung dengan kelembapan udara yang cukup tinggi berkisar 65 sampai 95 persen, yang memicu pertumbuhan awan konvektif menjadi besar,” terangnya.

Dalam kondisi ini, pihak BMKG kembali mengingatkan untuk berwaspada menggunakan transportasi laut khususnya yang melewati perairan Natuna. “Arus laut cukup besar di wilayah tersebut,” sebut Suratman.

Bagi pengguna transportasi darat, imbauan agar menyediakan perlengkapan pelindung seperti payung dan mantel, sebelum melaksanakan aktifitas di area terbuka. (nji)

Satlantas Polresta Barelang Siap Tertibkan Angkot

0

batampos.co.id – Pada saat memasuki jam sibuk, sepanjang jalan R Suprapto, Batuaji hingga jalan Ahmad Yani, Batamcenter dijadikan ngetem angkutan kota (angkot). Kondisi ini menjadi salah satu biang kemacetan, parahnya lagi di sepenjang jalan tersebut telah terpasang rambu dilarang parkir.

Wakasat Lantas Polresta Barelang AKP Toni Rido ketika dikonfirmasi Batam Pos, mengatakan pihaknya tidak mendiamkan keberadaan angkot yang ngetem hingga menyebabkan kemacetan tersebut. Mereka selalu kucing-kucingan dengan petugas, setiap kali petugas datang mereka kabur.

“Kami setiap pagi dari anggota pos dengan patwal telah menertibkan di situ. Setiap hari itu, selalu kami tertibkan mulai dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB pagi. Kemudian sorenya, dari pukul 15.00 WIB sampai 18.00 WIB,” katanya.

Setelah ditertibkan, angkot-angkot itu kembali ngetem di sepanjang jalan itu. Mereka seakan tidak memperdulikan arahan dari petugas akan adanya rambu-rambu dilarang parkir di kawasan yang termasuk padat kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Saat anggota sudah tidak ada di pos, setengah jam kemudian mereka kembali seperti itu lagi. Jadi kita sama mereka itu seperti kucing-kucingan,” katanya.

Toni menambahkan, penertiban di sepanjang jalan tersebut merupakan atensi langsung dari Kasat Lantas Polresta Barelang kepada anggota yang berjaga di pos polisi simpang Panbil. Kedepannya pihaknya akan menempatkan anggota untuk menertibkan kawasan itu agar angkot itu tidak sembarangan ngetem.

“Kami akan tempatkan petugas untuk menjaga dan mengawasi lokasi tersebut,” imbuhnya. (cr1)

Pariwisata Diyakini Menjadi Sektor Ekonomi Andalan Baru Batam

0
Sejumlah anak bersemangat mengikuti lomba lari pantai yang diselengarakan ketua RW 08, Zailan Abas, bersama pemuda pemudi di Kampung Melayu, Nongsa, Rabu (17/8/2016). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Sektor ekonomi berbasis pariwisata dapat menjadi andalan baru untuk menopang ekonomi Batam. Asalkan sektor ini digarap dengan baik untuk mengimbangi perlambatan ekonomi global.

“Program pemerintah harus menitikberatkan sektor pariwisata. Pertama harus ada pembenahan infrastruktur, penambahan transportasi publik dan menciptakan badan pariwisata seperti Batam Tourism Board (BTB),” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk dalam acara Batam Tourism Business Forum 2017 di Harris Hotel, Batamcentre, Jumat (12/5).

Pengembangan sektor pariwisata juga harus diintegrasikan dengan konsep informasi dan teknologi (IT) sehingga memunculkan kombinasi yang memadai untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi Batam.

Jadi menganggap Batam tidak bisa bergantung lagi dengan sektor industri berat untuk menopang ekonomi, karena rentan terpengaruh ekonomi global.”Kalau negara tujuan ekspor tengah lesu, maka produk yang dihasilkan industri akan menurun dan sudah pasti akan dilakukan pengurangan tenaga kerja,” tambahnya.

Salah satu contoh pariwisata yang harus dikembangkan adalah pariwisata olahraga.”Lokasi yang dekat dengan luar negeri dapat memberikan dampak cukup besar bagi pemasukan negara lewat sektor tersebut,” tambah Jadi.

Namun, ia tak memungkiri bahwa jalinan kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam sangat dibutuhkan. BP Batam sebagai pemilik Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dan Pemko Batam dengan Dinas Pariwisata sebagai penggagas event pariwisata di Batam.

“Kami juga siap jika diminta untuk melakukan promosi keluar negeri untuk memperkenalkan keunggulan Batam,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Asisten Deputi Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah dari Kementerian Pariwisata, Tazbir mengatakan Batam itu punya potensi pariwisata yang bagus untuk dikembangkan.

“Batam ini sangat dekat dengan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang bagus seperti Malaysia dan Singapura. Sehingga wisman yang datang punya daya beli kuat dan distribusinya pun merata sehingga Batam jadi prioritas,” jelas Tazbir.

Pemerintah sudah gelontorkan banyak dana untuk mempromosikan Batam keluar negeri.”Bentuknya melalui promosi, lewat iklan televisi, sudah ratusan miliar habis untuk ini karena nilai yang didapat dari pemberitaan di media sangat besar,” ujarnya.

Salah satu hal yang perlu diperbaiki untuk membenahi pariwisata di Batam adalah penambahan destinasi wisata baru.”Batam, produk pariwisatanya masih belum kuat sehingga lama tinggal wisman hanya sebentar,” katanya.

Tazbir berharap dengan berlangsungnya forum pariwisata  yang bertemakan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi ini, maka akan ada investor yang berniat menanamkan modalnya di Batam di bidang pariwisata.

“Saya harap ada investor yang dapat mengolah kawasan pariwisata baru yang menyajikan suasana alam dan suasana budaya. Orang Singapura sangat suka itu,” jelasnya.

Andika, Ketua ASITA Kepri yang hadir dalam forum diskusi ini mengatakan pihaknya membutuhkan realisasi dari rencana pemerintah terhadap perkembangan pariwisata di Batam.”Kita butuhkan realisasi bukan hanya pernyataan saja,” katanya.

Sebenarnya Batam cukup ramai dengan wisman, apalagi saat liburan panjang.”Ferry dan hotel selalu penuh pada saat liburan panjang,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah daerah harus pandai mensiasati minat wisman asing ke Batam.”Saat ini, orang Korea, India, Vietnam, Srilangka, Myanmar datang ke Batam,” jelasnya.

Hal ini terjadi karena pembebasan visa kunjungan yang dilakukan oleh pemerintah. “Berbeda dengan Orang Singapura yang datang pada hari sabtu atau hari Minggu, maka mereka datang dari Minggu hingga Jumat,” jelasnya.

Andika mengatakan kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menjaring target wisman sebaik mungkin.(leo)