Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13337

TNI AU Bangun Hanggar Pesawat di Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – TNI AU berencana akan membangun hanggar untuk scramble di Bandara Hang Nadim Batam. Hanggar khusus untuk pesawat tempur milik TNI AU akan berada jauh dari apron-apron pesawat komersil.

“Kami sudah ajukan lahan, letaknya di paling ujung Hang Nadim. Sehingga tak akan menganggu penerbangan komersil,” kata Dan Lanud Raja Haji Fisabilillah Kolonel Pnb Ign Wahyu Anggono, pada beberapa waktu lalu.

Wahyu mengatakan permintaan lahan ini juga sudah diajukan ke BP Batam. Dan pihak BP Batam menyambut baik adanya pembangunan hanggar khusus untuk pesawat tempur tersebut.

“Lagi pula ini untuk pertahanan negara,” tuturnya.

Hanggar itu nantinya dipersiapkan untuk dapat menampung sekitar 8 pesawat tempur. Rancangan pembangunan awal, hanggar nantinya fungsikan untuk penempatan pesawat tempur bila ada latihan di Batam. Selain itu juga menjadi tempat “refuel”, bilas saat sedang melakukan tugas.

Saat ditanya apakah nantinya akan ada satu skuadron pesawat tempur ditempatkan di Batam, mengingat daerah ini letaknya berbatasan dengan beberapa negara. “Informasinya ada begitu, tapi hingga saat ini rencana masih untuk refuel dan scramble saja,” tuturnya.

Saat hal ini dikonfirmasi ke General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso membenarkan adanya permintaan lahan ini. Ia mengatakan bahwa pihaknya masih mempelajari dan mendalami permintaan tersebut.

“Sedang dibahas oleh BP Batam,” ujarnya.

Bila permintaan ini diluluskan, makan setiap latihan pesawat tempur TNI AU tak akan lagi menggunakan apron komersil untuk melakukan kegaiatan pengecekan pesawat atau refuel. (ska)

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Melambat, Inflasi Meningkat

0

batampos.co.id – Dalam kajian ekonomi dan keuangan regional Kepri kuartal pertama 2017, kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengaku, pertumbuhan ekonomi Kepri mengalami perlambatan dibanding dengan pertumbuhan yang terjadi di kuartal keempat tahun lalu.

“Dalam kuartal pertama 2017 ini hanya tumbuh sekitar 2,02 persen,” ujarnya saat acara press conference di Grands I Hotel Nagoya, Rabu (10/5).

Ia mengatakan, pemicu dari perlambatan ekonomi tersebut datang dari permintaan konsumsi pemerintah yang menurun. Dimana, kinerja dari realisasi APBD masih relatif sangat rendah, hanya sekitar delapan persen.

“Dibandingkan lebih rendah dengan kuartal yang sama di 2016, yang bisa mencapai 12 persen lebih,” terangnya.

Dari sisi net ekspor juga mengalami pertumbuhan negatif sekitar 6,5 persen yang mendorong perlambatan ekonomi Kepri. Namun, lanjut Gusti, perlambatan ini masih dapat ditahan mengingat konsumsi rumah tangga dan investasi masih menunjukkan pertumbuhan positif di quartal pertama 2017 ini.

“Dilihat secara keseluruhan sektoral (empat sektor), memang mengalami pertumbuhan negatif,” sebutnya lagi.

Dirincikannya, pada industri pengolahan mengalami pertumbuhan negatif sebesar 0,2 persen, dan pertambangan dan penggalian juga -6 persen. Sedangkan, sektor perdagangan dan konstruksi mengalami pertumbuhan positif, tetapi tetap menurun dibanding quartal empat 2016.

Dipandang dari segi inflasi, Kepri di quartal pertama secara tahunan mengalami peningkatan mencapai 4,44 persen. Hal ini didorong oleh penyesuaian harga tarif listrik di Batam.

“Maret lalu ada penyesuaian tarif listrik sebesar 30 persen yang mendorong peningkatan inflasi di April,” paparnya.

Di samping itu, hampir setiap tahun di bulan puasa dan lebaran juga selalu mengalami inflasi diatas satu persen. Maka tahun ini kebijakan pengendalian inflasi tersebut akan dimulai dari dukungan kuat pemerintah pusat.

“Dirjen kementerian perdagangan ikut memantau stok barang kebutuhan pokok di Kepri,” kata Gusti.

Para penegak hukum yang bekerjasama dengan KPPU juga turut mengawasi harga barang serta memantau kegiatan atau indikasi penibunan dari pihak distributor. “Dan sejauh ini, persediaan bahan pokok di Kepri masih relatif aman,” tuturnya.

Dari kajian tersebut, diproyeksikan quartal kedua Kepri hanya tumbuh sekitar 3,7 sampai 4,1 persen. Gusti berpendapat, akan terjadi peningkatan konsumsi di bulan puasa dan realisasi proyek-proyek pemerintah yang optimal. Selain itu, sinyal ekonomi global diperkirakan akan tumbuh membaik.

“Mudah-mudahan baik ini juga terkonfirmasi dengan permintaan barang atau produk-produk dari Kepri,” ungkapnya. (nji)

Pendidikan Karakter Anak: Antara Tantangan dan Harapan

0

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menyebutkan, Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dalam UU tersebut jelas diamanatkan, bahwa tujuan sebuah pendidikan bukan sekadar membuat anak didik pandai secara akademis. Namun juga harus mampu mencetak generasi penerus yang berakhlak dan berkarakter. Bahkan tujuan supaya menjadi bertaqwa, beriman, dan berakhlak mulia ditempatkan di urutan pertama dalam tujuan pendidikan nasional sesuai amanat UU tersebut.

Ini artinya, pendidikan karakter menjadi sangat penting dalam sistep pendidikan kita. Pendidikan karakter merupakan pondasi dari sistem pendidikan nasional. Karena itu, perlu kiranya tujuan utama pendidikan ini menjadi renungan bersama, terutama bagi para tenaga pendidik atau guru. Termasuk juga para orangtua.

Sebagai salah satu tujuan utama pendidikan nasional, pendidikan karakter pada anak hendaknya harus dimulai sejak dini. Yakni sejak anak-anak masuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Bahkan sejak anak-anak belum sekolah. Pendidikan karakter anak bisa dimulai sejak dari keluarga.

Karena menurut teori, usia 0-6 tahun merupakan periode emas anak. Ibarat membangun sebuah gedung, di masa emas itulah kita harus menyiapkan pondasinya. Namun ini pondasi pendidikan anak dengan memperkuat karakter dan akhlak anak.

Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah: bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak. Adapun berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak.

Menurut Tadkiroatun Musfiroh (UNY, 2008), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills).

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Di sekolah, pelaksanaan pendidikan karakter haruslah melibatkan semua komponen. Mulai dari guru, kurikulum pendidikan, lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, hingga para orangtua.

Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif. Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya.

Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.

Berbicara karakter, sebenarnya sebagian besar asumsi yang pertama kali muncul adalah sifat atau watak seseorang. Pertanyaannya kemudian adalah, bagaimana menerapkan pendidikan berbasis karakter, sementara setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Setiap anak membawa sifatnya masing-masing yang tak mungkin sama.

Namun dalam sistem pendidikan berbasis karakter ini, para guru atau tenaga pendidik tetap memiliki peran mempengaruhi siswa didik untuk menjadi pribadi yang baik. Peran guru dalam sistem pendidikan ini memang ‘hanya’ membantuk membentuk watak dan kepribadian anak didik. Caranya, selain melalui teori, guru harus banyak memberikan keteladanan. Ini mencakup sikap guru sehari-hari, bagaimana guru bertoleransi, bagaimana cara berkomunikasi dan bersikap yang baik, dan seterusnya.

Bahkan keteladanan bisa dimulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya membiasakan diri mengucapkan three magical words atau tiga kata ajaib, yakni tolong, maaf, dan terimakasih.

Dengan pendidikan karakter yang baik, tentu harapannya adalah pendidikan nasional mampu mencetak generasi yang tidak saja cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional, spiritual, dan sosial. Namun di balik tujuan dan harapan yang mulia ini, ada ragam tantangan yang dihadapi para pendidik dalam menjalankan sistem pendidikan berbasis karakter ini.
Tantangan

Tantangan utama pendidikan berbasis karakter bukanlah sifat dan watak masing-masing peserta didik. Melainkan lingkungan sekitar, termasuk keluarga.

Pengaruh lingkungan terhadap berhasil atau gagalnya sebuah pendidikan berbasis karakter sangatlah dominan. Dan, ada banyak faktor di lingkungan yang akan berdampak pada pembentukan karakter anak.

Misalnya, si anak tinggal di lingkungan yang kultur masyarakatnya jauh dari nilai-nilai sosial dan keagamaan. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari, mereka terbiasa berperilaku kasar, berkata kotor, atau bahkan terbiasa dengan kekerasan. Maka pembentukan karakter anak yang gencar dilakukan di sekolah akan menjadi terkendala, atau bahkan sia-sia.

Termasuk lingkungan keluarga. Jika para orangtua tidak mampu memberikan keteladanan yang baik bagi anak-anaknya, maka pendidikan karakter di sekolah bisa jadi gagal.

Bicara lingkungan, tidak hanya soal kehidupan sosial budaya di sekitar anak. Namun juga tak lepas dari soal perkembangan teknologi. Apalagi di era sekarang, anak-anak usia dini sudah cukup akrab dengan dunia gadget, dengan internet, dan teknologi informasi lainnya.

Bahkan acara-acara di televisi, bisa menjadi ganjalan bagi pembentukan karakter anak. Ini karena banyaknya konten siaran televisi yang tidak sejalan dengan konsep pendidikan karakter anak, terutama di usia dini. Di sinilah pentingnya peran orangtua untuk membimbing dan mengarahkan anak-anaknya memanfaatkan teknologi informasi secara positif.

Melihat banyaknya tantangan bagi pembentukan karakter anak dari luar sekolah ini, sebenarnya pemerintah sudah melakukan beberapa antisipasi atau pencegahan. Pemko Batam, misalnya, yang menerbitkan Perda No 4 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Batam.

Perda tersebut salah satunya mengatur sistem pelaksanaan pendidikan di Kota Batam berbasis karakter dan kearifan lokal. Di antaranya, peserta didik di tingkat dasar dan menengah yang beragama Islam harus memiliki sertifikat baca Alquran dari Taman Pendidikan Alquran (TPA) atau sejenisnya. Bahkan, serfifikat tersebut menjadi salah satu syarat saat mereka akan mendaftarkan diri ke SMP atau SMA.

Begitu juga dengan peserta didik non muslim, mereka harus paham dasar-dasar agama. Dan itu harus dibuktikan dalam bentuk sertifikat.

Namun sayangnya, Perda tersebut dicabut oleh Kementerian Dalam Negeri karena dinilai bertentangan dengan Undang-Undang. Meski begitu, secara praktiknya aturan tersebut tetap diterapkan di Batam.
Harapan

Sebagaimana disebutkan di awal, tujuan dan harapan dari penerapan pendidikan berbasis karakter adalah untuk membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Kriteria baik pada seorang anak tentu akan diukur dari berbagai batasan-batasan. Misalnya norma agama, sosial, dan lainnya. Sehingga hakikat pendidikan karakter adalah pendidikan tentang nilai-nilai dasar manusia.

Pendidikan karakter dapat mencapai tujuannya jika berpijak dari nilai-nilai karakter dasar tersebut. Beberapa nilai karakter dasar tersebut antara lain cinta kepada Allah dan ciptaann-Nya (alam dengan isinya), tanggung jawab, jujur, hormat dan santun, kasih sayang, peduli, dan kerjasama, percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan; baik dan rendah hati, toleransi, cinta damai, dan cinta persatuan.

Pendapat lain mengatakan bahwa karakter dasar manusia antara lain dapat dipercaya (amanah), rasa hormat dan perhatian, peduli, jujur, tanggung jawab; kewarganegaraan, ketulusan, berani, tekun, disiplin, visioner, adil, dan punya integritas.

Jika semua nilai-nilai dan karakter dasar itu mampu ditanamkan pada setiap peserta didik, maka yakinlah bangsa ini akan memiliki generasi penerus yang bisa membanggakan, dan tentunya bisa diandalkan. ***

 

 

Penulis: Yuasnil
Kepala Sekolah SDN 002 Sungai Beduk, Batam

Mengingat Kembali Perjalanan Sang Buddha

0
Umat Buddha pada perayaan Hari Raya Trisuci Waisak 2561 di Vihara Duta Maitreyawira, Seipanas Batam, Kamis (11/5).Perayaan Hari Raya Trisuci Waisak 2561 berlangsung khidmat dan lancar yang dihadiri riibuan umat Buddha. F Cecep Mulyana

batampos.co.id – Hari Raya Trisuci Waisak 2561 berlangsung khidmat dan lancar di Vihara Duta Maitreyawira, Seipanas, Kamis (11/5). Ribuan umat Buddha sudah berkumpul sejak 11.00 WIB untuk memperingati tiga peristiwa suci oleh Buddha Sidharta Gautama dalam mengamalkan agama buddha.

Pertama adalah kelahiran kembali Budha Siddharta Gautama ke dunia yang merupakan kelahiran ke-500 kali dalam perjuangan dia menemukan kebenaran dan menuntun umat manusia dalam menemukan kebenaran.

“Kita berharap umat yang hadir di sini bisa meresapi, bahwa kita hidup di dunia ini tujuannya berbagi kebaikan dan hidup untuk saling kontribusi kepada sesama manusia,” kata Pengurus Harian Vihara Maha Vihara Duta Maitreya, Liyas Masri.

Kedua adalah proses perjuangan Buddha Gautama untuk menemukan kebenaran sejati yang akan menjadi pembelajaran umat manusia.

“Buddha meninggalkan istananya, berguru dan bertapa hingga akhirnya mencapai penerangan agung di bawah Pohon Bodhi,” jelasnya.

“Mendapatkan penerangan yang membebaskan manusia dari penderitaan. Selama 45 tahun, beliau menyampaikan kebaikan tersebut kepada manusia,” tambahnya.

Buddha percaya setiap orang punya benih Buddha, sehingga punya kebaikan di dalam dirinya untuk bisa dibagikan kepada sesama manusia. Selama penyebaran tersebut, Buddha pun mencapai Parinibbhana atau disebut dengan wafat agung. “Karena beliau mempunyai jasad dan ragawi, yang mana tidak lepas tidak kekal. Beliau akhirnya mencapi Parinibbhana,” terangnya.

Dari tiga peristiwa ini, kata Liyas manusia lahir di dunia harus ada panggilan untuk berbuat baik kepada sesama manusia. Manusia harus bisa menemukan kebenaran yang ada di dalam hati, dikembangkan dan disebarkan.

“Itu semua membutuhkan perjuangan tanpa pamrih, hingga akhirnya kita meninggalkan dunia ini.  Inilah yang dinamakan perjalanan hidup yang tidak sia-sia,” ungkapnya.

Melalui prosesi yang dilaksanakan tepat Hari Waisak ini, mulai dari sujud bakti, persembahan lilin dan bunga, mendengarkan wejangan singkat hingga pemandian arca buddha. “Berbagai prosesnya ini adalah cara untuk memperingati Trisuci Buddha tadi,” ucapnya.

Selain prosesi ini, umat Buddha juga mengenal Pancasila Buddhis. Lima aturan hidup, yakni menghindari pembunuhan, mencuri, berbuat asusila, berbohong dan mabuk-mabukkan. Sebagai cerminan hati buddha yang memiliki cinta kasih kepada kehidupan, umat buddha juga melaksanakan budaya vegetarian.

Bazaar vegetarian ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bagi yang belum menjalani, memberikan variasi kepada mereka yang sudah menjalani. “Budaya bervegetarian ini adalah salah satu cara mengamalkan Pancasila Buddhis, yakni menghindari pembunuhan dan menghormati setiap elemen kehidupan,” kata Liyas.

Acara terakhir adalah malam kesenian pada pukul 18.30 WIB. Tujuannya sama menyampaikan tujuan Buddha.

“Kita datang ke dunia untuk mendapatkan yang berharga dan kemudian berbagi kepada orang lain agar hidup tidak sia-sia. Tentunya saat ini, harus disesuaikan dengan cara berbeda tapi dengan tujuan yang sama. Disesuaikan dengan jalan kita masing-masing, caranya berbeda-beda tiap orang,” bebernya.

Mengenai malam kesenian, Humas Maha Vihara Duta Maitreya, Alvin O Yolanda mengatakan diisi dengan puisi, tarian dan drama. Dimainkan oleh aktivis muda mudi dan senior dan akan berlangsung selama dua jam.

Sebelumnya, proses ibadah Waisak langsung dihadiri oleh Kepala Pembinaan Masyarakat (Bimas) Buddha Kota Batam, Eko Prayogo.

“Karena kegiatan ini berlangsung sehari ini hingga malam, diperkirakan umat Buddha yang hadir sekitar 10 ribu orang,” ujarnya.

Untuk keamanan, kata Liyas sudah berjalan dengan baik. “Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah sudah hadir dan memberikan rasa aman kepada umat buddha yang menjalankan ibadah,” pungkasnya. (cr18)

Polisi Tangkap Pencuri Puluhan Ponsel

0
Zultrisno alias Reno, tertunduk lesu dengan kaki dibalut perban ia dibawa ke Mapolresta saat akan ekpos, Rabu (10/5) . Pelaku diamankan petugas, karena mencuri puluhan unit ponsel di toko Brother Jaya, Lucky Plaza. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Zultrisno alias Reno, 31 terpaksa dilumpuhkan Unit Jatanras Polresta Barelang karena melawanan petugas saat hendak ditangkap, Selasa (9/5) dinihari.

Ia ditangkap petugas, karena mencuri puluhan unit ponsel di toko Brother Jaya, Lucky Plaza.

“Semua yang saya ambil ada dua puluh unit. Saya ditangkap polisi hari Selasa dinihari di rumah saya, di Tiban,” ujarnya.

Aksi pencurian Eno itu, dilakukannya pada malam hari saat semua toko ponsel di Lucky Plaza sudah dalam keadaan tutup. Untuk memasuki toko Brother Jaya tersebut, Eno masuk dari toko sebelahnya dengan cara menjebol atap plafon.

“Saya kerja di sebelah toko Brother Jaya itu sebagai tukang service hape. Saya masuknya sekitar jam sepuluh sampai jam sebelas malam,” tuturnya.

Setelah berhasil menggondol puluhan unit ponsel dengan berbagai merek itu, Eno langsung menjual ponsel itu kepada temannya seharga Rp. 15 juta. Diakui Reno, pada saat itu ia tidak mempunyai pilihan lain selain mencuri di toko sebelah tempat ia bekerja itu karena waktu yang sudah mepet.

“Mau pinjam sama orang tidak mungkin lagi. Karena hutang-hutang saya sudah banyak sama orang. Jadi terpaksa nyuri,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya saat dikonfirmasi menyatakan, kasus pencurian ponsel ini masih dilakaukan pengembangan untuk mengumpulkan barang bukti serta menangkap penadah ponsel curian tersebut.

“Barang bukti hape itu informasinya sudah tersebar di Surabaya dan Kalimantan. Saat ini masih kita kembangkan untuk mengumpulkan barang bukti dan penadahnya siapa,” katanya. (cr1)

Tri Suci Waisak

0

Sejumlah Pandita memandikan arca Budha pada perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2561 di Vihara Duta Maitreyawira, Seipanas Batam, Kamis (11/5).Perayaan Hari Raya Trisuci Waisak 2561 berlangsung khidmat dan lancar yang dihadiri riibuan umat Buddha. 

Foto: Cecep Mulyana

Lancar

0

Pasca penutupan arah dari Batamcenter-Sekupang arus kendaraan terlihat lancar saat melewati Simpang Jam Baloi, Kamis (11/5). Untuk sementara arah dari Batamcenter-Sekupang yang melewati Simpang Jam dialihkan karena proyek penyambungan jalan layang.

Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Provinsi Khusus Batam Belum Urgensi

0
batampos.co.id – Mantan Ketua DPR era Presiden Megawati, Akbar Tanjung menilai pembentukan Provinsi Khusus Batam belum urgensi. Pada penilaiannya, Batam dibangun di bawah kewenangan khusus dimiliki Otorita Batam (OB) atau Badan Pengusahaan (BP) Batam saat ini.
“Batam sudah berkembang pesat dari waktu ke waktu. Tentunya kemajuan Batam tidak lepas dari perlakukan khusus yakni Free Trade Zone (FTZ),” ujar Akbar Tandjung di Tanjungpinang, Rabu (10/5)
Menurut politisi senior Partai Golkar tersebut, melekatnya status FTZ di Batam tentunya adalah sesuatu yang khusus. Karena tidak semua daerah bisa mendapatkan perlakuan seperti itu. Malah kata Akbar, dengan adanya reaksi untuk membentuk Provinsi Khusus Batam bisa mengganggu visi dan misi Provinsi Kepri.
“Daripada membuang energi untuk sesuatu yang belum pasti, tentu ada baiknya fokus pada pembangunan daerah yang sudah disusun,” papar Akbar.
Pria yang sekarang ini duduk sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar itu menyebutkan, apa yang harus dilakukan sekarang ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dengan masuknya investasi-investasi baru. Masih kata Akbar, lambatnya pertembuhan ekonomi saat ini juga tidak lepas dari pengaruh pertumbuhan ekonomi nasional.
“Artinya, tidak harus menunggu menjadi Provinsi Khusus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam. Karena kuncinya tetap pada investasi, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan,” tutup Akbar Tandjung.
Sebelumnya, mengatasi lambannya pertumbuhan ekonomi di Pulau Batam, Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie mengusulkan menjadikan Batam, Rempang, dan Galang (Barelang) sebagai provinsi khusus ekonomi. Masih kata Habibie, untuk memajukan Batam tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada cita-cita awal, yakni menjadikan Batam sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi nasional.
Semua itu baru bisa dicapai jika semua pihak bersatu. Tidak ada lagi saling sikut kepentingan satu sama lain. “Ya, back to basic. Menjadikan Batam, Rempang, dan Galang sebagai provinsi khusus ekonomi, itu solusinya,” tegas mantan ketua Otorita Batam itu.
Otorita Batam kini berubah menjadi Badan Pengusahaan (BP) Batam.  “Kalau Provinsi Khusus Barelang berhasil, kita perluas jadi Barelang-Bin yaitu Barelang Bintan. Tapi, sekarang, fokus ke Provinsi Khusus Barelang saja dulu,” katanya.(jpg)

Imigrasi Batam Keluarkan Tiga Kebijakan, Cegah Antrian Paspor

0

batampos.co.id – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Teguh Prayitno mengeluarkan tiga kebijakan, untuk meminimalisir antrian paspor yang tiap hari selalu membludak.

Dari data didapat Batam Pos, dalam satu harinya Kantor Imigrasi Batam dalam seharinya menerbitkan 150 paspor. Sedangkan untuk permohonan paspor, dalam seharinya Imigrasi Batam melayani sekitar 300 paspor. Dan itupun pengambilan nomor antrian dibatasi mulai 07.30 hingga pukul 10.00 saja.

“Tingginya permintaan pembuatan paspor ini, saya meminta kepada petugas imigrasi untuk pulang lebih lama. Biasanya PNS pulang pukul 16.00, tapi petugas imigrasi pulang pukul 20.00,” kata Teguh Prayitno, Kamis (11/5).

Lebih lamanya jam kerja petugas imigrasi ini, juga seiring dengan bukanya pelayanan penerbitan paspor hingga malam. Teguh mengatakan bila tidak dilakukan hal ini, maka tak akan bisa menangani permintaan penerbitan paspor yang membludak tiap harinya.

“Hal ini adalah bukti komitmen kami dalam melayani masyarakat, bahwa kami disini bekerja sudah sangat maksimal dalam melayani masyarakat namun tetap saja ada keluhan dari masyarakat terutama masalah antrian,” ujarnya

Teguh mengatakan antrian sebetulnya adalah hal yang normal, bisa di lihat diluar negeri. Untuk mengatasi masalah antrian ini juga, ia merencanakan dalam waktu dekat, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam akan membuka Unit Layanan Paspor (ULP) yang khusus melayani permohonan Paspor RI saja.

“Tidak ada pelayanan lain. Kami terus berinovasi, sebab penyelesaian tidak dapat dilakukan secara instant karena perlu perencanaan yang matang serta anggaran,” tuturnya

Kepala  Bidang Lalu Lintas dan Status Keimigrasian, Feddy, mengatakan saat ini ULP sedang dalam proses pembangunan dan kesisteman. Ia menuturkan bila tidak ada halangan, tidak lebih dari 2 bulan dapat segera diresmikan untuk melayani masyarakat Batam.

Feddy optimis dengan adanya ULP ini sudah pasti akan memecah antrian, karena pemohon dapat memilih untuk mengajukan permohonan Paspor RI di Kantor Imigrasi atau di ULP.

Inovasi lain yang sedang direncanakan yaitu Layanan Antrian Paspor Online dengan aplikasi berbasis android dan Layanan Antrian Paspor via Aplikasi Whatsapp.

Kedua inovasi tersebut saat ini baru diuji coba di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan dan di Batam.

“Inovasi ini sedang dalam proses pengerjaan, yang pasti akan ada upaya penyelesaian,” tuturnya. (Ska)

Gubernur Tidak Bisa Dinonaktifkan

0
batampos.co.id – Anggota DPRD Kepri, Surya Makmur Nasution
mengatakan ombudsman tidak punya kapasitas untuk menonaktifkan seorang kepala daerah. Meskipun dalam proses open bidding ditemukan adanya indikasi maladministrasi.
“Kalaupun ditemukan adanya kesalahan, tentu tinggal diperbaiki. Artinya tidak sampai pada proses penonaktifan Gubernur,” ujar Surya Makmur menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (10/5) di Tanjungpinang.
Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, penonaktifan seorang gubernur hanya bisa dilakukan melalui hak angket di DPRD Kepri. Masih kata Surya, tindakan tersebut bisa dilakukan, apabila dua pertiga anggota DPRD Kepri menyetujui hal itu.
“Tidak ada dasarnya Ombudsman bisa membuat keputusan menonaktifkan Kepala Daerah. Persoalan yang terjadi sekarang ini, masih bisa diselesaikan. Apalagi permasalahannya adalah maladministrasi,” papar Surya.
Legislator Dapil Batam itu menambahkan, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang memang membidani persoalan ini sudah memberikan rekomendasi. Bahkan belum lama ini, Gubernur sudah berkoordinasi langsung dengan pihak KASN di Jakarta.
“Kita berharap persoalan ini cepat selesai, sehingga tidak menggangu rencana pembangunan yang sudah kita susun,” tutup Surya Makmur.
Komisioner Ombudsman, Laode Ida mengatakan apabila ditemukan adanya maladministrasi dalam proses open bidding atau lelang jabatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepri. Konsekuensi terberatnya adalah Gubernur Kepri, Nurdin basirun akan dinonaktifkan.
Dijelaskannya, konsekuensi yang harus diterima bukan saja batalnya proses open bidding beberapa waktu lalu. Tetapi sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah juga sudah menegaskan. Yakni kepala daerah harus melaksanakan keputusan yang dikeluarkan oleh Ombudsman. Apabila tidak dilaksanakan, Gubernur bisa dinonaktifkan sementara waktu.(jpg)