Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13344

Borobudur, Mahakarya Budaya Dunia

0

Menteri Pariwisata pun menggunakan desain stupa candi Budha terbesar dunia itu sebagai materi promosi di hampir seluruh belahan dunia. Itulah, kekuatan karya budaya bangsa yang membuat Joglosemar dijadikan satu dari 10 destinasi prioritas.

Itu pula yang melatarbelakangi Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis di kawasan Joglosemar –Jogja Solo Semarang– di Hotel Sheraton, Jogja, Kamis (4/5). Para jurnalis pun antusias dengan suasana diskusi yang mencerahkan itu.

Menpar Arief menyebut, tidak lama lagi Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur akan terbentuk. Akan dibangun kawasan otoritatif di jarak 10 kilometer dari pusat candi Borobudur itu. Kawasan itulah yang kelak akan dibuat KEK Kawasan Ekonomi Khusus pariwisata yang lokasikan jauh dari zona 1, 2 dan 3.

Membayangkan KEK itu, kata Arief Yahya, seperti Nusa Dua di Bali. Jaraknya juga cukup jauh dari Kuta, Sanur, maupun Tanah Lot yang menjadi ikon Pulau Dewata. “Pusat amenitasnya nanti ada di sana,” ungkap Arief Yahya.

Ada konsep menarik mengenai pengembangan Borobudur itu sendiri oleh Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (TWCBPRB) Edy Setijono. “Mengembangkan Borobudur harus tidak boleh mendegradasikannya sebagai World Class Heritage. Borobudur harus diletakkan sebagai Inspiring Heritage,” katanya.

Mengembangkan Borobudur tidak boleh menjadikannya sekedar sebagai “Taman Hiburan.” Borobudur harus ditempatkan sebagai “living monument” atau “living museum.” Borobudur harus menjadi inspirasi peradaban. Kemenpar memang sama sekali tidak menyentuh zona 1, yang menjadi bidang garapan Kebudayaan.

Juga tidak mengutak atik zona 2 dan 3 yang menjadi area Pemda. Tetapi kawasan itu masuk dalam wilayah koordinatif BOP Borobudur.

“Sebagai the big library civilization, khasanah perpustakaan peradaban. Harus digali content-nya. Karena Borobudur adalah pusat ilmu pengetahuan dan teknologi peradaban kita di zaman dulu,” ujar Edy Setijono dalam paparannya saat menjadi narasumber itu.

Workshop yang diadakan Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata ini diikuti 50 jurnalis dari kawasan Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang dan Magelang). Selain Edy Setijono, juga hadir sebagai narasumber. Bupati Sleman Sri Purnomo,  Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara MM, Bidang SDM Asita Yogya Herry Rudyanto, dan Staf Ahli Menpar Bidang Komunikasi, M Noer Sadono.

Dalam konteks menjadikan Borobudur sebagai inspirasi peradaban itulah, TWCBPRB selalu membuat tema tahunan dalam promosi Borobudur. Tema Sounds of Music yang diusung tahun 2016 dengan mengeksplorasi tentang relief yang menggambarkan adanya tekonologi musik dawai. Ternyata, lanjut Edy Setijono, teknologi musik dawai kita sudah advance pada masa itu. Sudah ada peradaban musik pada zaman itu.

“Lalu pada tahun 2017 ini, tema kita Fashion of Borobudur. Dari eksplorasi kami ternyata sosok perempuan yang terpahat di relief memiliki rambut rapi. Tak ada perempuan yang terpahat dengan rambut asal-asalan. Hair-stylist pada abad ke-7 ternyata sudah bagus sekali,” tambah Tyo, panggilan akrab Edy Setijono.

Ke depan tema yang diangkat Agriculture of Borobudur karena teknologi cocok tanam yang luar biasa bisa kita gali dari relief. Lalu berikutnya tema Transportation of Borobudur. Begitu seterusnya.

“Dengan cara ini, pecinta musik yang datang ke Borobudur akan menggali soal musik lebih banyak. Yang dari pertanian bisa belajar tentang teknologi pertanian masa lalu yang bisa dikembangkan di masa mendatang,” tandas pria yang pernah menjadi Direktur Dagadu ini.

Borobudur yang sudah diakui dunia merupakan sumber inspirasi. Namun, warisan masa lalu itu bukan untuk diagung-agungkan saja. Heritage, lanjut Tyo, harus menjadi sumber inspirasi untuk karya baru pada masa sekarang. Sebagai warisan budaya dunia (world class heritage) dengan logo Unesco, nilai Borobudur sangat luar biasa. (*)

Yudha : Segera Lakukan Perekaman E-KTP

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bintan, Yudha Inangsa mengimbau pelajar yang baru saja menyelesaikan pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) segera melakukan perekaman data di setiap kecamatan masing-masing.

Hal ini dilakukan sebagai syarat untuk bisa mendapatkan surat keterangan pengganti e-KTP. Dimana nantinya akan diperlukan untuk mencari kerja maupun syarat dalam melanjutkan pendidikan.

“Kami sudah menyediakan Surat pengganti e-KTP yang berlaku secara umum. Termasuk bagi remaja yang baru tamat SMA tahun ini (2017, red). Mereka bisa mengurusnya dari sekarang, karena nantinya pasti akan sangat dibutuhkan,” jelas Yudha, di ruang kerjanya, Kamis (4/5).

Hal ini lanjutnya, sekaligus mempermudah pencetakan e-KTP yang akan dilakukan pada tahap kedua nanti.

“Sembari fokus menyelesaikan pencetakan e-KTP tahap satu, kami juga mengingatkan bagi yang belum merekam data bisa segera dilakukan sekarang, karena tidak lama lagi blanko tahap kedua segera datang,” jelasnya.

Yudha menambahkan, pihaknya menargetkan akhir bulan Mei seluruh pencetakan e-KTP dipastikan sudah selesai, dan segera akan diberikan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Bintan, untuk dibagikan kepada masyarakat, termasuk yang berada di daerah terluar, seperti Kecamatan Tambelan.

“Untuk pembagian e-KTP nanti, kami akan berikan sekaligus setelah emua pencetakannya selesai. Namun kalau ada yang membutuhkan bisa langsung datang ke disdukcapil, kami akan prioritaskan untuk langsung berikan,” imbuhnya. (cr20)

Sleman Andalkan Homestay untuk Tarik Turis

0

Dari 31 desa wisata di Sleman, sepuluh desa sudah menyediakan fasilitas homestay.

Bupati Sleman Sri Purnomo dalam workshop sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Greater Joglosemar –Jogja, Solo, Semarang– di Hotel Sheraton, Jogja, 4 Mei 2017, berkeyakinan, homestay dan Desa Wisata menjadi semakin strategis di Sleman.

Ini setelah Presiden Joko Widodo dan Menpar Arief Yahya serius mengembangkan sektor ini sebagai core economy bangsa. Juga menangkap peluang Joglosemar dengan ikon Borobudur dijadikan destinasi prioritas atau satu dari 10 Bali Baru.

Langkah teknisnya pun, semakin terasa di lapangan. Lapangan terbang New Jogja International Airport di Kulonprogo sudah diground breaking awal 2017 ini. “Kami sudah antisipasi! Kebetulan Perdagangan, Jasa dan Pariwisata menjadi prioritas Sleman. Dan sudah ada moratorium hotel di Sleman,” kata Bupati Sri Purnomo.

Workshop yang diadakan Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata ini diikuti 50 jurnalis dari kawasan Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang dan Magelang). Selain Sri Purnomo hadir narasumber lain Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara MM, Dirut Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono, Bidang SDM Asita Yogya Herry Rudyanto, Staf Ahli Menpar M Noer Sadono.

Sri Purnomo lantas melanjutkan paparannya soal homestay. Dikatakan, ada 300 unit homestay yang sudah siap menerima tamu dengan harga yang relatif murah. Disebutkan kesepakatan harga menginap di homestay di kisaran Rp 80-110 ribu sehari semalam dengan fasilitas makan 3 kali. “Mungkin harga ini harus ditinjau kembali. Jangan terlalu murah,” pesan Bupati kepada Kepala Dinas Pariwisata yang juga hadir pada acara ini.

Kebijakan pengembangan homestay ini, kata Sri Purnomo, sejalan dengan moratorium pembangunan hotel yang telah dilakukan beberapa tahun lalu. Dikatakan pula pengembangan Kabupaten Sleman saat ini diarahkan sebagai pusat pendidikan, pusat kebudayaan, penghasil pangan, daerah tujuan wisata, pengembangan industri kecil, agroindustri dan industri jasa.

Dengan potensi daya tarik alam dan lahan subur, Sleman juga mengembangkan desa wisata di bidang pertanian. Salah satu prinsip pengembangan wisata di Sleman, menurut Sri Purnomo, mengedepankan partisipasi masyarakat dan kearifan lokal.

Sedangkan kriteria desa wisata yang dikembangkan haruslah memiliki atraksi wisata mencakup alam budaya, daya dukung desa seperti keaslian, keunikan dan keindahan. “Menginap di homestay, para tamu bisa menikmati kehangatan keluarga khas Sleman. Bisa ikut membajak sawah, melihat panen padi. Karena anak-anak orang kota meski makan nasi banyak yang tidak tahu tanaman padi seperti apa?” tandas Sri Purnomo.

Maka, homestay di Desa Wisata diarahkan pada segmen pelajar dan mahasiswa, perusahaan, wisatawan asing dan keluarga. Untuk semua ini, Bupati mengatakan butuh bantuan media. “Saya sepakat sekali dengan konsep Pak Menteri Pariwisata tentang Pentahelix seperti yang disampaikan Pak Don Kardono tadi. Harus muncul kebersamaan dari kelima stakeholders tersebut dalam membangun imej positif dalam pariwisata,” katanya.

Sebelumnya Staf Khusus Menpar M Noer Sadono atau biasa dipanggil Don Kardono itu menyampaikan soal Pentahelix yang terlibat dalam pariwisata. Kelima unsur Pentahelix itu adalah Akademisi, Bisnis, Community, Government dan Media disingkat ABCGM. “Media menjadi salah satu penentu keberhasilan industri pariwisata. Itulah pentingnya Kementerian Pariwisata mengajak rekan-rekan media memahami kebijakan dan strategi pengembangan wisata oleh Kemenpar,” urai Don.

Sedangkan Ukus Kuswara menekankan pentingnya media baik media mainstream maupun media sosial. Ukus mengajak agar para jurnalis menulis dengan diniati “ngalap berkah.” Sehingga apa yang ditulis bisa mendatangkan pahala. Termasuk dalam menulis pariwisata.

Sesmanpar Ukus Kuswara juga menegaskan bahwa saat ini tidak lagi “Mulutmu Harimaumu” tapi “Jarimu Pesonamu.” Hal ini terjadi karena saat ini jari-jari kitalah yang banyak berperan dalam menyampaikan pesan atau menulis berita.

Dengan arief, Ukus menyebut bahwa pekerjaan jurnalistik itu sejatinya sangat mulia. Tempat beribadah, dengan memberi kabar yang baik, benar dan penuh tanggung jawab. “Kabar baik, tulisan baik, tema yang baik, akan membuat masyarakat juga baik. Semakin banyak kebaikan yang dikabarkan, semakin memuliakan manusia akan semakin mensejahterakan masyarakat,” ujar Ukus yang mengajak berpikir mega.

Dia menjelaskan tiga besar prioritas Kemenpar, yakni Go Digital, Homestay Desa Wisata dan Akses Udara. Ukus melihat Sleman punya kombinasi kekuatan di budaya dan alam. Sleman juga punya kekuatan di sejarah dan banyak peninggalan peradaban manusia.

“Percayalah, pariwisata itu sustainable. Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” ungkap Ukus meminjam istilah yang dipopulerkan Menpar Arief Yahya. (*)

Polisi Tindak Tegas Penimbun Sembako

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri akan melakukan tindakan tegas terhadap oknum penimbun sembako di Kepri saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Tindakan ini dilakukan untuk menekan lonjakan harga, akibat ulah para pelaku spekulan yang selalu memanfaatkan momentum tersebut.

“Tindakannya tegas, dengan penegakan hukum,” kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga, kemarin.

Langkah ini,kata Erlangga untuk menindaklanjuti rapat koordinasi inter kementrian yang dilakukan di Jakarta. Pemerintah pusat meminta Polisi dan intansi lainnya untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan.
“Oleh sebab itu, akan dibentuk satuan tugas diberbagai daerah, mulai dari Provinsi, Kabupaten dan Kota,” tuturnya.

Erlangga menjelaskan satgas gabungan ini terdiri dari Ditreskrimsus Polda Kepri, Dinas Pedagangan, Dinas Pertanian, Bulog dan berbagai instansi terkait lainnya.

Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto memenarkan adanya satgas khusus ini. Oleh sebab itu, ia mengatakan dalam waktu dekat akan meminta kehadiran instansi-instansi terkait itu. Untuk membahas ketersedian dan stabilitas harga sembako.

“Selasa saya jadwalkan untuk meminta mereka hadir di Polda,” ujarnya. (ska)

Bagi Sebuah Daerah Branding ialah Penting

0

arBranding merupakan hal penting dalam mengenalkan destinasi wisata ataupun industri penunjangnya.

Oleh krenanya Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak pemerintah daerah dan para pelaku usaha bidang turisme untuk serius menggarap branding. 

Arief mengatakan hal itu saat menghadiri peluncuran branding “Malang Kabupaten: The Heart of East Java” di sela-sela acara Jakarta Marketing Week 2017 di pusat perbelanjaan Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (4/5) malam.

Menurut Arief, branding merupakan bentuk janji kepada konsumen atau wisatawan.

“Apabila branding itu direalisasikan, maka menjadi sebuah reputasi bagi daerah,” ujar Arief di acara yang juga dihadiri Bupati Malang Rendra Kresna, tokoh marketing yang juga Presiden MarkPlus&Co Hermawan Kertajaya, serta selebritas traveler Nadine Chandrawinata itu.

Arief lantas mencontohkan branding untuk mendongkrak Ubud. Sebuah kecamatan di Kabupaten Gianyar, Bali itu menggunakan branding Ubud: The Heart of Bali.

Branding itu ternyata mengena karena Ubud memiliki produk, peoses dan filosofi produk yang mengutamakan alam dan budaya. “Sudah tertanam dalam benak konsumen atau wisatawan bahwa Ubud menjadi The Heart of Bali,” tuturnya.

Menteri adal Banyuwangi itu menjelaskan, Ubud memang kaya akan atraksi. Ada lahan persawahan dengan sistem teras sering, Monkey Forest dan tempat-tempat art perfomance.

Arief pun mengingatkan pemda dan pelaku industri wisata bahkan branding merupakan bagian dari investasi. “Jadi bukan cost. Return-nya (branding, red) akan lebih besar di masa yang akan datang,” tutur peraih penghargaan Marketeer of the Year 2013 dari MarkPlus itu.

Khusus Kabupaten Malang, Arief juga mengharapkan pemerintah daerah yang dipimpin Rendra Kresna itu lebih giat dalam mengembangkan potensi pariwisatanya. “°Karena presiden telah memutuskan Sepuluh Bali Baru, sala satunya kawasan Bromo-Tengger-Semeru,” harapnya. (***)

Jamaah Umrah Meningkat, Imigrasi Perketat Pengawasan

0

batampos.co.id – Sejumlah masyarakat muslim Batam memilih menjalankan ibadah puasa di tanah suci di Makkah atau Madinah. Hal itu dapat terlihat dari meningkatkan permintaan umrah masyarakat dibeberapa agen travel di Batam.

Staf Administrasi Travel Silver Silk, Riski Dwi mengatakan jumlah permintaan untuk umrah selama bulan ramadhan meningkat. Bahkan pihaknya sudah menutup pendaftaraan ibadah umrah untuk bulan puasa nanti.

“Untuk ramadhan tahun ini sudah full. Biasanya paling lambat pendaftaran satu bulan sebelum umrah. Yang pasti meningkat dibanding hari biasa,” katanya di Kantor Travel Silver Silk di Tiban, Jumat (6/5).

Menurut dia, untuk perjalanan umrah selama ramadhan, pihaknya memberi beberapa paket. Mulai paket 10 hari hingga umrah selama 30 hari. Biaya perpaketnya pun berkisar Rp 23.950.000 – Rp 42.950.000.

“Insyallah semua jamaah umrah yang telah mendaftar itu berangkat awal ramadhan. Travel kita juga jauh dari penipuan, karena sudah berdiri sejak 16 tahun lalu,” terang Riski memastikan lagi.

Dijelaskannya, selama di tanah suci para jamaah akan menjalankan ibadah. Pihaknya juga akan membimbing para jamaah saat manasik nanti.

“Umrah untuk ibadah, bukan untuk bekerja disana,” tegas Riski.

Sementara Kepala Kantor Imigrasi Batam, Teguh Prayitno mengatakan pihaknya akan lebih awas dalam pemeriksaan surat izin masyarakat yang ingin umrah. Termasuk surat rekomendasi dari Kementrian Agama (Kemenag).

“Kita akan lakukan pemeriksaan ketat atas surat izin tersebut. Kita pastikan apakah itu dari travel resmi atau tidaknya,” terang Teguh beberapa waktu lalu.

Menurut dia, selama ini banyak pihak yang memanfaatkan visa umrah untuk bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab. Mereka berangkat dengan jalur resmi umrah, kemudian menetap disana untuk bekerja.

“Dan pihak kita banyak menemukan hal ini. Karena itu kita lakukan pengawasan lebih, agar tak ada warga kita yang bekerja secara ilegal di luar negeri. Karena resikonya juga tinggi,” pungkas Teguh. (she)

GIPI Gelar Indonesia E-Tourism Summit 2017

0
foto:
e-tourismfrontiers.com

Dengan jurus Go Digital, Menteri Pariwisata Arief Yahya bertekad membawa gerbong kementerian yang dipimpinnya, melompat jauh menuju target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta wisatawan nusantara (wisnus) hingga tahun 2019.

Seluruh industri pariwisata tanah air saat ini mulai sadar akan pentingnya pemasaran melalui digital. Memang diperlukan pemahaman yang mendalam untuk mengetahui strategi yang efektif dalam menerapkan digital marketing di era yanh semakin tanpa batas dan borderless ini.

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) adalah asosiasi yang memfokuskan kegiatannya untuk pengembangan dan pertumbuhan sektor-sektor penting industri pariwisata di Indonesia. GIPI berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan RajaMICE,  event organizer profesional di kawasan Jakarta untuk menggelar “GIPI Indonesia E-Tourism Summit (GETS) 2017” yang akan diadakan pada 21 Juli 2017 di Hotel JS Luwansa Jakarta mendatang.

GIPI Indonesia E-Tourism Summit 2017 merupakan Konferensi satu hari penuh yang mengusung tema “Transforming Digital Marketing to Bring Indonesia Tourism Businesses into the Next Level”. Kegiatan ini  berfokus pada penguatan dan penerapan konsep penerapan bisnis pariwisata yang terintegrasi dengan digital marketing dan mengupas berbagai keuntungan yang akan didapat.

Konferensi ini akan diikuti oleh 10+ speakers yang memiliki kapasitas unggul terhadap isu-isu seputar pariwisata dan digital marketing dengan high profile participants dari kalangan Senior Managers, Business Development Director, Director of Sales and Marketing Manager, dan lain-lain.

Didien Djunaedy, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengungkapkan media digital memiliki andil besar bagi penyebaran informasi suatu destinasi wisata maupun akomodasi wisata kepada wisatawan. Namun, tidak semua perusahaan yang berkecimpung dalam industri pariwisata menyadari pentingnya platform ini.

“Untuk itu dibutuhkan suatu konferensi yang mampu menghadirkan pakar digital marketing yang mampu memberikan insight mengenai pengaplikasian strategi digital yang berkesinambungan bagi destinasi pariwisata,” ungkap Didien di Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Panca Sarungu selaku CEO RajaMICE dan juga menjabat Wakil Ketua Umum GIPI Bidang MICE menambahkan “Kami berharap informasi mengenai GIPI Indonesia E-Tourism Summit 2017 ini dapat tersalurkan dengan baik kepada para pelaku industri hospitality sehingga mereka tidak melewatkan kesempatan untuk meraih manfaat optimal diantaranya bertemu langsung dengan jaringan dengan perusahaan pariwisata berbasis e-commerce terkemuka dan juga pemahaman mendalam tentang tren yang akan mempengaruhi bisnis selama lima tahun ke depan,” tandasnya. (*)

Global Muslim Travel Index Indonesia pada Posisi 3

0
International Halal Lifestyle Expo and Conference (IIHLEC) 2016. Foto: istimewa/aura.co.id

Yes, Menpar Arief Yahya sanggup mengatrol Indonesia naik satu peringkat menempati posisi ketiga sebagai tujuan wisata utama untuk pasar wisata muslim versi Global Muslim Travel Index (GMTI) Mastercard-Crescent Rating 2017.

Memang, masih dua strip di bawah rival emosional Malaysia. Tetapi itu sudah melompati Turki, salah satu legenda wisata Family Friendly. Malaysia terbilang sukses menggaet wisman asal Timur Tengah dengan destinasi utama di Bukit Bintang Kuala Lumpur.

Indeks tersebut, yang mencakup 130 destinasi wisata, menunjukkan bahwa sejumlah destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Asia berhasil menaikkan peringkat mereka. Kenaikan peringkat Indonesia ini terjadi dua tahun berturut-turut.

“Kenaikan peringkat ini tak terlepas dari upaya Indonesia yang senantiasa menyesuaikan layanan dengan kebutuhan para wisatawan muslim,” ujar CEO CrescentRating & HalalTrip, Fazal Bahardeen saat peresmian hasil riset di Jakart, Rabu (3/4).

Tercatat, Malaysia dan Uni Emirat Arab berhasil mempertahankan peringkat satu dan dua. Di bawah Indonesia, ada Turki dan Arab Saudi yang berada dalam lima besar.

Sementara, untuk destinasi utama non-OKI, Singapura berhasil mempertahankan posisi disusul Thailand, Inggris, Afrika Selatan dan Hong Kong berada di peringkat lima besar. Sedangkan Jepang berhasil naik dua peringkat menjadi peringkat keenam. Kemudian ada juga Spanyol yang untuk pertama kalinya memasuki peringkat sepuluh besar.

Fazal menjelaskan, basil penelitian GMTI ini menunjukkan pasar wisata dengan konsep Family Friendly akan terus tumbuh pesat dan nilai dari sektor tersebut diperkirakan akan tumbuh hingga mencapai USD 220 miliar pada tahun 2020 nanti.

“Pasar ini juga diproyeksikan akan tumbuh lebih besar lagi mencapai USD 80 miliar hingga menjadi USD 300 miliar pada tahun 2026,” jelas Fazal.

Dalam riset GMTI, pada tahun 2016, diperkirakan jumlah total kedatangan wisatawan muslim secara global mencapai 121 juta, naik dari 117 juta pada tahun 2015, mewakili 10 persen dari keseluruhan sektor perjalanan.

“Secara global, Asia tetap memimpin sebagai wilayah yang memiliki daya tarik paling besar bagi para wisatawan muslim dengan skor rata-rata GMTI mencapai 57,6. Mawasan Afrika menempati posisi kedua dengan skor 47. Lalu Oceania dengan skor 43,8, Eropa dengan skor 39,9 dan Amerika 33,7,” papar Fazal.

Fazal menambahkan, GMTI senantiasa mengungkap wawasan dan informasi yang detail dimana hal tersebut akan membantu negara-negara destinasi untuk lebih memahami pergeseran kebutuhan dari sektor ini.

“Indonesia telah menanamkan investasi yang besar terhadap sektor ini dan hal tersebut tercermin pada peningkatan yang dicapai Indonesia dalam peringkat secara keseluruhan selama dua tahun berturut-turut,” pungkas Fazal.

Daftar peringkat 10 destinasi teratas (OKI) tahun 2017:

1. Malaysia (82,5)

2. Uni Emirat Arab (76,9)

3. Indonesia (72,6)

4. Turki (72,4)

5. Arab Saudi (71,4)

6. Qatar (70,5)

7. Maroko (68,1)

8. Oman (67,9)

9. Bahrain (67,9)

10. Iran (66,8). (*)

Buruan Daftar Toraja Marathon 2017, Nikmati Sensasi Lari diatas Awan

0

Selamat datang di Toraja Marathon!

Berlari 42,195 kilometer dengan target peserta 1.500 pelari jarak jauh itu melewati track yang kiri kanannya hijau dan indah. Pastikan daftar di event yang diselenggarakan PT Laga Toraja Mendunia itu.

Dia bekerjasama dengan Running Explorer sebagai Race Managament serta didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Kegiatan sport tourism ini juga disupport Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, dan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara akan berlangsung di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, Sulsel pada 29 Juli 2017 mendatang.

Kegiatan marathon internasional ini akan melombakan empat kategori; 5K, 10K, 21K, dan full marathon (42K) dengan kombinasi jenis road running maupun semi trail  melewati desa-desa dan pemukiman masyarakat asli Toraja.

Sesuai dengan tema yang diangkat pada perlombaan kali ini “Run Above the Clouds” para peserta lari yang sebagian adalah wisatawan (wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara) akan berlari sambil menikmati obyek wisata berupa daya tarik alam (nature), budaya (culture), dan wisata buatan (manmade).

Para pelari akan mengikuti trek yang ditentukan melintasi pemukiman kampung adat (berusia ratusan tahun), persawahan, maupun  pemakaman kuno sebagai obyek wisata eksotis seperti Suaya, Tampang Allo, Bebo dan Kete’ Kesu.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti mengatakan, Kemenpar memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Toraja Marathon 2017 dalam upaya mempromosikan destinasi Toraja yang dikenal dunia dengan keunikan budayanya.

“Penyelenggaraan sport tourism  berupa lari marathon internasional merupakan salah satu cara yang efektif untuk mempromosikan destinasi pariwisata sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan. Tahun ini target Toraja Marathon 2017 sebanyak 1.500 peserta diharapkan akan membawa dampak langsung pada perekonomian masyarakat setempat,” kata Esthy Reko Astuti dalam jumpa pers persiapan Toraja Marathon 2017 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Rabu (3/5).

Esthy Reko Astuti  mengatakan, Kemenpar gencar mendorong kegiatan sport tourism internasional di Tanah Air seperti; TdS, Tour de Banyuwangi Ijen, Tour de Bintan (TdB), Tour de Flores (TdF), Musi Tributon, Jakarta Marathon, maupun sebagi tuan rumah penyelenggaraan Asia Games yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 2018 mendatang  karena memberikan dampak direct impact dan media value yang tinggi serta mempercepat kemajuan kepariwisataan nasional.

Menurut panitian penyelenggara, untuk menjadi peserta Toraja Marathon 2017 cukup dengan menyisihkan Rp 150.000 untuk kategori 5KM, Rp 250.000 kategori 10KM, Rp 350.000 kategori 21KM, dan Rp 550.000 kategori 42KM dengan hadiah  total mencapai ratusan juta rupiah. Selain itu setiap peserta akan mendapatkan kaos jersey standard lomba lari internasional serta medali finisher (jika selesai tepat waktu), dan beberapa cindera mata dari beberapa sponsor.

Pendapaftaran dibuka secara online via website: www.torajamarathon.com

Pendaftaran ditutup pada akhir 14 Juli 2017, sedangkan untuk  pendaftaran offline dibuka mulai 8 Mei 2017 di Gedung Mulo Jl. Jenderal Sudirman No. 23 Makassar; Toko Bina Karya Jl. Ampera No. 19. Makale, Tana Toraja;  The House Cafe Jalan Pongtiku No, 5C Karassik, Rantepao, Toraja Utaram, dan  Cimsky Cafe Jl. Ahmad Yani. Rantepao. (*)

50 Miliar untuk 10 Ribu Komputer

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Arifin Nasir mengatakan Komputer penunjang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA sederajat kini masih minim. Untuk itu, bertahap hingga 2019 mendatang pemprov Kepri akan menambah 10 ribu unit komputer. Jumlah pengadaan ini akan menyerap anggaran hingga Rp 50 miliar.

“Ini sifatnya stimulus sembari kita usahakan bantuan dari pusat juga,” ucap dia, Rabu (3/5) malam.

Dia merinci, 10 ribu unit tersebut pengadaanya mulai tahun 2017 ini sebanyak 1000 unit (fokus penyebarannya di Natuna Anambas dan Lingga), selanjutnya pada tahun 2018 sebanyak 4000 unit sementara tahun 2019 akan ditambah 5000 unit komputer.

“Tahun 2017 ini anggarannya Rp 5,4 miliar, tahun depan sekitar Rp 20 miliar. Pada tahun 2019 yang 5000 unit sekitar 25 miliar,” papar dia.

Dia meyakini seiring penambahan komputer tersebut, sekitar 60 hingga 70 persen SMA sederajat se Kepri sudah berbasis komputer. Pada awalnya, bantuan ini diprioritaskan dulu untuk sekolah negeri.

“Saya berani katakan, paling SMK kita sekitar 40 persen baru memiliki komputer, kalau SMA 30 persen,” ucapnya.

Dia mengklaim, rencana ini juga turut diamini oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Tidak hanya itu, DPRD Kepri pada prinsipnya sepakat karena ini merupakan program pengembangan mutu dan kemudahan akses siswa. Apalagi, bebrapa waktu lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy meminta daerah mengadakan komputer penunjang UNBK sebanyak-banyaknya.

“Gubernur setuju, beliau merasa risau banyak sekolah berbasis kertas. Anggota dewan bahkan mereka senang meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Namun dia mensyaratkan, bantuan pemerintah tersebut harus dijemput dengan usaha bupati maupun walikota. Dengan cara, kepala daerah atau dinas terkait di kota kabupaten melakukan pendekatan dengan Telkom maupun PLN agar komputer juga didukung jaringan yang mumpuni. “Jangan ada komputer tapi jaringan tak memadai,”ucapnya.

Selain pengadaan komputer, dia mengaku Pemprov juga menyiapkan terobosan pengadaan satu sekolah satu tower untuk menjamin jaringan saat UNBK di sekolah. “Misalnya 100 juta satu tower, itu tidak besar. Tidak salahnya kita anggarkan 2 atau tiga miliar untuk tower, kecil ini untuk dana pendidikan. Kita harus berani majukan pendidikan dengan anggaran 20 persen itu, asalkan jelas untuk meningkatkan mutu,”paparnya.

Dia mengklaim, rencana ini tengah dibicarakan dengan pihak Kemendikbud RI. “Kita tidak boleh terlena tunggu jaringan, kalau kita begitu anak kita nanti akan tertinggal terus,”pungkasnya. (cr13)