Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13345

Kominfo Mulai Lelang CCTv dan Pemasangan Tiang Listrik

0
Salah satu CCTv yang dipasang di parkiran perkantoran daerah Batamcenter. Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 35 Closed Circuit Television (CCTv) di Badan Komunikasi dan Informatika Batam sudah mulai dilelang. Lelang sendiri dilakukan terpisah, dimana, pemasangan tiang listrik dan CCTv sudah mulai tahap pemasukan penawaran.

“Kami baru saja masukan penawaran. Dan sekaligus tahap pelelangan,” kata Kepala Badan Komunikasi dan Informatika Batam Salim, Rabu (4/5).

Dikatakan Salim, untuk sewa link sendiri segera menyusul. Pasalnya sesuai tahapan Komimfo, setelah tiang tegak dan listrik tersambung, perangkat CCTv dipasang. Disusul dengan pemasangan link karena pengerjaan CCTv memakan waktu tiga bulan.

Jadi lanjut dia, sembari lelang link, perangkat CCTv dan penyambungan link selesai terpasang. “Untuk penyambungan link memakan waktu sekitar 1,5 bulan. Kita mulai dari sekarang berarti CCTv sudah bisa dipakai 4,5 bulan ke depan,” tutur Salim.

Pengadaan CCTv senilai Rp 3,2 miliar ini rencananya bakal dipasang di 20 titik sentral. Diantaranya, Batamcentre, Nagoya, Nongsa, Batuaji, Sagulung, Sekupang dan Batamkota. Fokusnya daerah-daerah yang dianggap rawan kejahatan dan kamtibmas.

Salah satunya di jalan Gajah Mada tepatnya Southlink, Jalan dekat Mata Kucing dan Bukit Harimau. CCTv bisa mengawasi serta memantau kondisi Batam lebih detailnya. Kita akan pasang di lokasi yang dinilai rawan,” tuturnya.

Sementara di kawasan Batamcenter dipasang mulai dari Kantor Walikota Batam, DPRD Batam, simpang Bank Indonesia, Pelabuhan Internasional, serta Lapangan Engku Putri.

Diakui Salim, jenis kamera pengintai dipilih memiliki spesifikasi terbaik. Seperti kualitas gambar yang ditampilkan masuk kategori high definition.

“CCTv ini tak hanya menangkap gambar, juga suara dan mendeteksi gerak-gerik orang,” terangnya. (rng)

Pungli Pelabuhan, Polisi Periksa Agen Kapal

0

batampos.co.id – Polres Tanjungpinang, memanggil seluruh agen kapal untuk dimintai keterangannya terkait dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan ketiga tersangka oknum pegawai Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro melalui Kasat Reskrim, AKP Andri Kurniawan, mengatakan pihaknya sudah menjadwalkan pemanggilan terhadap seluruh agen kapal yang terdata didalam rekap para tersangka.

“Sesuai rekap mereka (tersangka) ada banyak agen kapal yang menyetorkan uang. Nah, untuk itu akan kami panggil agen kapal tersebut,” ujar Andri, Kamis (4/5).

Dikatakan Andri, selain melakukan pemanggilan terhadap agen kapal. Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap Kepala KSOP Tanjungpinang. “Pemeriksaan terhadap Kepala KSOP, tunggu beliau selesai mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di Jakarta,” kata Andri.

Sementara saat ditanya, apakah akan ada penambahan tersangka dari kasus dugaan pungli tersebut. Andri menyebutkan tidak tertutup kemungkinan hal itu bisa terjadi. Sebab dari hasil pemeriksaan tersangka ditemukan adanya fakta kemana saja aliran dana hasil pungli tersebut.

“Ada fakta baru yang ditemukan. Jadi kemungkinan ada tersangka lainnya lagi dari kasus itu,”ucap Andri.

Seperti diketahui sebelumnya, Herbet Simamora, (34), pegawai KSOP Tanjungpinang, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satreskrim Polres Tanjungpinang, usai menerima uang dari agen kapal Sabuk Nusantara 59, Senin (1/5). Dari hasil pemeriksaan, Polisi pun akhirnya menetapkan tiga orang tersangka yakni Sutoyo, 42, Eri Priawan, 27, dan Herbet Simamora.

Ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu mempunyai peran masing-masing. Sutoyo, berperan merekap uang yang diterima dari agen kapal atas penerbitan Surat Izin Berlayar (SIB). Sedangkan Herbet dan Eri bertugas mengecek kapal dan penumpang.

Modus pungli yang dilakukan para tersangka yakni mengecek kapal yang hendak berangkat. Jika ditemukan adanya kelebihan penumpang dan barang muatan, mereka meminta uang pelicin. Jika operator kapal tidak memberikan, maka kedepannya kapal yang hendak berangkat melalui Pelabuhan Domestik SBP akan dipersulit.

Dari OTT tersebut, pihak Kepolisian berhasil menyita barang bukti cukup banyak. Diantaranya buku rekening atas nama Sutoyo, rekapan data uang yang diterima dari agen kapal, lima lembar amplop kosong berwarna coklat yang bertuliskan jumlah uang yang diduga setoran bulanan dan satu buku merk bintang obor.

Sedangkan uang yang disita yakni setoran dari agen kapal Sabuk Nusantara Rp 500 ribu, dari agen kapal VOC Batavia Rp 400 ribu, dari Superjet Rp 450 ribu, Seven Star Rp 300 ribu, dari agen tiket MV Marina Rp 200 ribu dan hasil ceking kapal Rp 400 ribu. Dengan total uang yang disita Rp 2,6 juta.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 12 huruf (e) undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dalam undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun.(ias)

Konsultasi Cawagub, Seluruh Unsur Pimpinan ke Kemendagri

0

batampos.co.id – Sekretaris DPRD Kepri, Hamidi mengatakan untuk menuntaskan pemilihan calon wakil gubernur (Cawagub) Kepri, unsur pimpinan DPRD Kepri dan unsur pimpinan fraksi berangkat ke Kemendagri Jakarta.

”Enam ketua fraksi juga berangkat,” kata Hamidi, Kamis (4/5).

Rombongan nantinya akan diterima langsung oleh Direktur Pejabat Negara. Soal agenda dan rencana pembahasan dalam pertemuan tersebut, Hamidi enggan menjawabnya.

“Biar Ketua DPRD saja nanti yang menjelaskan,” ujarnya.

Proses konsultasi ini sempat molor dari rencana awal. Sebelumnya konsultasi ke Kemendagri dijadwalkan Selasa (2/5) kemarin. Pasalnya, pengajuan agenda konsultasi tersebut di hari kemarin tidak mendapat konfirmasi persetujuan dari pihak Kemendagri, sehingga mesti diagendakan ulang.

“Kami baru hari ini, Jumat (5/5) ke Kemendagri,” kata Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak.

Menurut Jumaga hal tersebut bukan suatu masalah. Karena yang terpenting, kata dia, agenda konsultasi tersebut sudah masuk ke Kemendagri dan bisa lekas didapat hasil konsultasi di sana.

 

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepri, Sukri Fakhrial menegaskan tanpa adanya petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) DPRD Kepri sulit untuk melaksanakan proses pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) Kepri. Karena apabila dipaksakan, khawatir bertentangan dengan hukum.

“Sore ini (kemarin,red) sejumlah anggota Komisi I DPRD Kepri sudah bertolak ke Jakarta. Rencana besok (hari ini,red) langsung ke Kemendagri untuk berkonsultasi,” ujar Sukri Fahrial menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (4/5) di Tanjungpinang.

Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu mengatakan, pihaknya memang sudah melakukan studi banding ke beberapa daerah. Seperti di Sulawesi, Sumatera Utara, dan Riau. Tetapi belum ada yurisprudensi yang bisa digunakan pada proses pemilihan Wagub Kepri.(aya/jpg)

Kesadaran Tertib Parkir Warga Batam masih Rendah

0
 F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tingkat kesadaran tertib parkir masyarakat Kota Batam masih kurang. Ini dibuktikan dengan banyaknya kendaraan roda dua dan roda empat yang parkir di sejumlah titik yang seyogyanya bukan lokasi parkir.

Di sepanjang Jalan Daeng Kamboja Batamcenter misalnya, belasa kendaraan roda empat parkir di U-Turn, tempat memutar balik kendaraan. Akibat kendaraan yang berbaris di jalan tersebut, akses jalan Daeng pun ikut terganggu.

“Dishub kayaknya tak berdaya. Padahal tiap hari kendaraan parkir disini,” keluh Nova, salah seorang pengendara mobil yang ingin memutar kendaraannya di depan First City Komplek Batamcenter, Kamis (4/5).

Sementara itu, pelebaran ROW jalan di sejumlah titik di Nagoya malah dimanfaatkan segelintir orang untuk memakirkan kendaraannya. padahal disana jelas terpampang larangan parkir. Bahkan untuk berhenti juga dilarang.

Anggota Komisi III DPRD Batam Sumali mengatakan, harus ada tindakan tegas dari dinas Perhubungan (Dishub) Batam. Sehingga ada efek jera dan dishub pun diminta harus komitmen dengan rambu-rambu jalan yang sudah dipasangnya.

“Jika ada yang melanggar harus ditindak,” tuturnya.

Menurut dia, jangan nanti larangan ini sebatas himbauan. Sehingga para pelanggar pun semakin banyak.

“Kalau tak ada aksinya mending dicopot saja (plang larangan). Komitmen pemerintah harus nyata,” tegasnya.

Ia juga meminta, kesadaran masyarakat untuk memarkirkan kendaraannya.

“Ya harus dimulai dari masyarakat juga. Selain penindakan, kesadaran ini yang paling dibutuhkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Yusfa Hendri mengaku akan segera menindak kendaraan parkir sembarangan. “Kita sudah jadwalkan razia. Mana kendaraan yang masih melanggar rambu akan ditertibkan,” janjinya.

Ia menghimbau, seluruh masyarakat harus sadar memakirkan kendaraannya di lokasi yang sudah disediakan.

“Tidak di bahu jalan, u-turn atau ruang milik jalan yang bisa menimbulkan kemacetan,” ucapnya. (rng)

Yacht Ditemukan di Perairan Bintan

0
Kolonel Ribut. F.Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Kapal Yacht Sunrise berbendera Singapura, yang dilaporkan hilang kontak, sejak (2/5), ditemukan di perairan Mapur, Bintan, Kamis (4/5), siang, oleh KRI Siwar-646 dari unsur Gugus Tempur Laut Armabar Republik Indonesia.

Informasi dihimpun, sebelum dikabarkan los kontak. Kapal Yacht Sunrise, bersama tiga kapal Yacht lainnya yakni Nirvana 8, Katrianne, dan Ximula, berlayar dari Batam menuju Pulau Tambelan, Bintan, sejak (29/4). Namun, ditengah perjalanan kapal Yacht Sunrise yang terdapat lima orang warga negara Singapura, yakni James Body Chuen Yong, 41, Tan Awan Ang Kenneth, 42, Lee Shao Yo, 37, Lee Yeow Kuan Eddy, 54, dan Goh Ee Kiat, 52, menghilang. Sedangkan tiga kapal lainnya telah sampai di Tambelan.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, mengatakan Kapal tersebut ditemukan di posisi titik koordinat 01 18 157 U-104 58 554 T bersama lima orang ABK dalam keadaan aman. Saat ini kapal sedang towing menuju Batam.

“Kapal Yacht Sunrise ini terpisah dengan kapal lainnya saat berlayar menuju Tambelan,” ujar Ribut.

Dikatakan Ribut, pencarian terhadap kapal tersebut dilakukan pihaknya setelah mendapat informasi yang kemudian ditindak lanjuti dengan menyebarkan ke seluruh unsur patroli udara dari Wing Udara-2, unsur patroli TNI AL dan Pos TNI AL.

“Alhamdulillah, sudah ketemu. Kami juga koordinasi dengan Komandan Guspurlabar,”kata Ribut.

Diterangkan Ribut, ia pun telah memerintahkan Kapal Angkatan Laut (KAL) Mapoor untuk membantu pengawalan dan pengamanan terhadap kapal Yacht tersebut.

“Lanal Batam juga membantu pengawalan. Kapal tersebut akan langsung dibawa menuju ke Nongsa Batam,” pungkasnya.(ias)

Pekan Depan KPU Gelar Prapilkada

0
Robby Patria. F.Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Robby Patria mengatakan hari pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang sudah ditetapkan. Yakni pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

“KPU Pusat sudah menetapkan Pilkada serentak 2018 mendatang adalah pada 27 Juni. Sedangkan untuk tahapan, kita masih menunggu petunjuk pusat,” ujar Robby, Kamis (4/5) di Tanjungpinang.

Menurut Robby, untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada nanti, pekan depan KPU Tanjungpinang melaksanakan pendidikan pemilih. Bukan hanya memberikan pemahaman kepada masing-masing Partai Politik (Parpol), pihaknya juga akan melibatkan Organisasi Kepemudaan dan Osis dari setiap sekolah menengah atas sederajat yang ada di Tanjungpinang sebagai calon pemilih pemula.

“Secara tidak langsung memang, sasaran kita adalah pemilih pemula. Tentu harus diawali dengan pendidikan bagi pemilih,” papar Robby.

Pria yang mengawali karir sebagai jurnalis tersebut menyebutkan, revisi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang bergelut di wilayah tahapan Pilkada. Sedangkan untuk substansi pencalonan kemungkinan besar tidak ada yang berubah. Atas dasar itu, pihaknya punya keyakinan tahapan Pilkda Tanjungpinang sudah berjalan pada Agustus mendatang.

“Yakni diawali dengan pemutakhiran data pemilih yang akan diserahkan Kemendagri. Sedangkan untuk pendaftaran calon bisa jadi bulan Januari 2018,” paparnya lagi.

Dijelaskannya, proses pendaftaran calon dilakukan enam bulan sebelum hari pemilihan. Disinggung mengenai persentase untuk mendapatkan tiket sebagai kandidat pada Pilwako nanti.

Mengenai hal itu, Robby mengatakan apabila perhitungannya tetap 20 persen dari jumlah kursi di DPRD Tanjungpinang, satu kandidat harus mendapatkan dukungan enam kursi.

“Jika mengacu pada persentase tersebut, bisa ada tiga koalisi. Karena PDI Perjuangan sudah tidak perlu koalisi lagi. Golkar cukup berkoaliasi dengan satu partai, begitu juga dengan Hanura. Karena sama-sama empat kursi,” jelas Robby.

Ditambahkannya, diluar itu ada tiga partai yang mendapatkan tiga kursi. Yakni Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Sementara yang meraih dua kursi ada Partai Persatuan Pembangunan (PPP), PKPI, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

“Artinya kalau PDI Perjuangan membangunan koaliasi dengan satu partai. Bisa jadi ada tida kandidat yang bakal bersaing pada Pilwako nanti,” tutup pria kelahiran Pulau Tembelan tersebut.(jpg)

Tiga Desa Dijadikan Kawasan Peternakan Sapi

0

batampos.co.id – Dinas Pertanian dan Peternakan akan mendata kembali, bantuan ternak sapi yang sudah disalurkan di tahun 2015 lalu. Dan akan digulirkan kepada peternak yang belum mendapat bantuna.

“Kami akan mensosialisasikan program alokasi dana Desa (ADD) untuk pemberdayaan masyarakat desa dan bekerjasama dengan Pemerintah Desa untuk kembangkan peternakan sapi,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pemkab Natuna Tengku Fauzan Tambusai, Kamis (4/5).

Kerjasama ini sambungnya, membuat pengembangan peternakan terpadu yang terintegrasi. Mengingat peternakan sapi memiliki potensi populasi yang besar, tetapi dikelola dengan manajemen peternakan yang baik.

Peran Pemerintah Desa katanya, dapat saling mengawasi pengembangan peternakan sapi di kawasan terpadu. Baik peternak yang sudah dibantu pemerintah dan warga yang belum dibantu. Sementara pemerintah dapat membantu pengadaan sapi, pakan, obat-obatan dan dokter hewan, hingga mengatasi persoalan limbah peternakan.

Program ini katanya, dilakukan percobaan di tiga desa, yakni Desa Cemaga Utara, Desa Gunung Putri dan Desa Sedarat Baru.

“Peternakan sapi teritegrasi ini akan diterapkan di tiga Desa dulu yang dinilai sudah potensial populasinya, kemudian lanjut ke desa lain,” ujar Fauzan. (arn)

Dua Pekan, Mantang Gelap Gulita

0
Operator PLN sedang memperbaiki mesin pembangkit listrik di Gardu PLN Mantang. F.Harry/batampos.

batampos.co.id – Ribuan warga di Kecamatan Mantang terpaksa hidup bergelap-gelapan selama dua pekan. Sebab tiga mesin yang disiagakan PLN mengalami rusak berat. Sehingga lampu teplok (lampu berbahan minyak tanah, red) menjadi alternatif bagi 765 Kepala Keluarga (KK) untuk mendapatkan penerangan di malam hari.

“Sudah dua minggu kecamatan ini gelap gulita. Mulai dari pertengah sampai akhir April. Makanya kami terpaksa menggunakan lampu teplok untuk mendapatkan penerangan,” ujar Warga Mantang Lama, Ahmad Makruf ketika diwawancarai, Kamis (4/5).

Masalah kelistrikan ini, kata Makruf telah mengundang amarah warga Kecamatan Mantang. Bahkan warga sempat mengancam akan berdemonstrasi di Gardu PLN yang berada di Desa Mantang Lama. Namun atas kesepakatan bersama, perwakilan masing-masing desa mendatangi PLN Rayon Kijang untuk mendapatkan solusinya.

Mirisnya, lanjut Makruf PLN hanya mampu memperbaiki satu dari tiga mesin yang disiagakan. Itupun tidak bisa dinikmati seperti biasanya melainkan masing-masing desa mendapat jatah lima jam per hari. Diantaranya Desa Mantang Lama lima jam, Desa Mantang Besar lima jam dan Desa Mantang Baru lima jam.

“Mulai saat ini kami begiliran menikmati listrik. Selebihnya masih gunakan lampu teplok. Intinya masih gelap-gelapanlah dari tengah malam sampai pagi,” bebernya.

Wakil Ketua Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Bintan, Mansur Solor mengatakan pelayanan yang diberikan PLN sangat buruk. Sebab dari sekian banyak mesin yang disediakan hanya satu yang bisa dioperasikan. Sehingga pemadaman bergilir diberlakukan di kecamatan tersebut.

“Sebenarnya ada empat mesin. Tiga mesin disiagakan PLN dan satu lagi dari Pemkab Bintan. Namun hanya satu yang dioperasikan itupun dengan menggunakan onderdil bekas,” cetusnya.

Satu mesin yang dioperasikan, kata Makruf merupakan hasil kombinasi onderdil bekas yang diambil dari mesin lain yang tak dipakai. Diantaranya mesin bekas di Pulau Pangkil dan Pulau Penyengat. Mesin itulah yang sekarang menjadi andalan untuk menerangi kecamatan ini.

Mansur berharap Pemkab Bintan bisa berperan aktif untuk menyelesaikan masalah ini. Sampaikanlah aspirasi warga Kecamatan Mantang terkait kelistrikan langsung kepada pihak PLN. Sebab jika warga yang mendatangi PLN solusinya tak kunjung didapatkan.

“Kalau tiga mesin itu bisa dioperasikan pastinya tak ada lagi masalah kelistrikan. Tapi sayangnya hanya satu mesin yang hidup, jadi terpaka bergilirlah menikmatinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Kijang, David ketika ingin dikonfirmasi mengenai masalah ini ponselnya tidak aktif.(ary)

Harga Sawi Minyak Rp 18 Ribu Sekilo

0

batampos.co.id – Harga sayur sawi melambung tinggi di Pasar Tradisional Kawal, Kecamatan Gunung Kijang. Ini dikarenakan stok sawi mengalami kekosongan, sehingga mengakibatkan harga sawi naik tinggi.

“Harga sawi lagi mahal. Barangnya (sawi, red) sikit,” ujar Parti 38, salah satu pedagang, Kamis (4/5).

Parti menuturkan kenaikan harga ini terjadi untuk semua jenis sayur sawi diantaranya, sawi minyak dari harga Rp 8 ribu per kilo, naik menjadi Rp 18 ribu per kilo, sawi hijau dari harga Rp 8 ribu per kilo, naik menjadi Rp 16 ribu per kilo, sawi keriting dari harga Rp 8 ribu per kilo, naik menjadi Rp 16 ribu per kilo, sawi manis dari harga Rp 8 ribu per kilo, naik menjadi Rp 17 ribu per kilo, dan sawi pahit dari harga Rp 8 ribu, naik menjadi Rp 18 ribu, per kilo.

“Sudah sebulan ini naiknya. Namun bertahap,” katanya.

Menurutnya faktor utama kekosongan ini disebabkan karena banyaknya petani yang tidak menanam sayuran sawi, diakibatkan karena ketersediaan pupuk subsidi yang terbatas, dan juga harga pupuk yang juga mahal.

“Kami biasanya ambil barang (sawi, red) dari Kecamatan Toapaya. Tapi kemarin dibilang mereka barangnya kosong, sikit yang tanam, pupuk mahal,” ungkap Parti.

Selain itu, kata Parti, cuaca buruk juga mempengaruhi kekosongan stok sawi, sebab beberapa hari ini di Kabupaten Bintan, sering hujan deras, sehingga mengganggu reproduksi tanaman sayur di Kecamatan Toapaya.

“Tak hanya faktor pupuk, hujan deras juga jadi masalah kekosongan sawi, karena banyak yang gagal panen, akibat hujan deras sebulan ini,” sebutnya.

Ia berharap Pemkab Bintan, bisa segera mencari solusi untuk mengatasi kenaikan harga ini.

“Mudah-mudahan pemerintah daerah bisa segera menyelesaikan ini. Terutama terkait dengan penyediaan pupuk, agar harga bisa normal lagi. Karena dampaknya sangat terasa, pembeli makin sepi,” imbuhnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pedagang lainnya, yakni Mia 27. Ia mengaku kenaikan harga sayur sawi ini tentu berdampak terdap sepinya pembeli.

“Ini saja sudah mahal, sepi pembeli lagi. Gimana nanti mau puasa, pastinya akan naik lagi harganya,” ungkapnya.

Mia berharap Pemkab Bintan, bisa segera mencari solusi untuk mengatasi kenaikan harga ini. Terlepas apapun faktornya, tentu harus tetap diawasi, sehingga tidak memberatkan pembeli maupun pejual.

“Semoga lah bisa dicarikan solusinya. Apalagi ini sudah mau dekat puasa, kami takutnya harga ini yang nantinya akan semakin mahal, kasihan pembeli,” imbuhnya. (cr20)

Prosesi Lilin Majelis Buddhayana Kepri

0

 

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi lilin menyambut Hari Waisak di Pusdiklat Buddha Amithaba Tanjungpinang, Rabu (3/5) malam. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Menuju kehidupan yang lebih baik jadi idaman setiap manusia. Diperlukan damai dan harmoni untuk menyikapi segala tingkatan lini kehidupan. Perayaan Tri Waisak menjadi titik-tolak mengajak seluruh umat Buddha agar lebih memahami empat kondisi alamiah.

“Ada kelahiran, penuaan, sakit, dan kematian. Spirit ini yang menjadi landasan bagi latihan rohani untuk mentransformasi mental dengan damai dan harmoni,” kata Hendra Lim, Pandhita Majelis Buddhayana Indonesia (MDI) Provinsi Kepri.

Rabu (3/5) kemarin, di Pusdiklat Buddha Amitabha Tanjungpinang, digelar Puja Bakti Waisak Bersama dan Prosesi Lilin (Chuan Deng). Penuh khidmat prosesi perayaan itu berlangsung. Tak kurang, ada 300 pemeluk agama Buddha yang berkumpul dan merapal puja dan doa untuk kehidupan yang lebih baik.

Semua berbaur baik laki-laki, perempuan, tua dan muda berjalan mengitari ruangan ibadah sambil membawa lilin. Ritual tersebut bermakna sebagai penerangan bagi seluruh umat manusia di muka bumi menyambut lahirnya sang Sidharta Buddha Gautama.

Hendra menjelaskan, lilin adalah simbol dari sebuah kebaikan. Suatu hal kecil yang mampu memberikan manfaat kepada banyak orang. Spirit memberi manfaat kepada alam dan manusia lain ini yang diserap dalam perayaan kemarin.

“Walaupun membakar diri, lilin memberikan terang kepada banyak orang,” terang Hendra Lim. (aya)