
batampos.co.id – Sebanyak 35 Closed Circuit Television (CCTv) di Badan Komunikasi dan Informatika Batam sudah mulai dilelang. Lelang sendiri dilakukan terpisah, dimana, pemasangan tiang listrik dan CCTv sudah mulai tahap pemasukan penawaran.
“Kami baru saja masukan penawaran. Dan sekaligus tahap pelelangan,” kata Kepala Badan Komunikasi dan Informatika Batam Salim, Rabu (4/5).
Dikatakan Salim, untuk sewa link sendiri segera menyusul. Pasalnya sesuai tahapan Komimfo, setelah tiang tegak dan listrik tersambung, perangkat CCTv dipasang. Disusul dengan pemasangan link karena pengerjaan CCTv memakan waktu tiga bulan.
Jadi lanjut dia, sembari lelang link, perangkat CCTv dan penyambungan link selesai terpasang. “Untuk penyambungan link memakan waktu sekitar 1,5 bulan. Kita mulai dari sekarang berarti CCTv sudah bisa dipakai 4,5 bulan ke depan,” tutur Salim.
Pengadaan CCTv senilai Rp 3,2 miliar ini rencananya bakal dipasang di 20 titik sentral. Diantaranya, Batamcentre, Nagoya, Nongsa, Batuaji, Sagulung, Sekupang dan Batamkota. Fokusnya daerah-daerah yang dianggap rawan kejahatan dan kamtibmas.
Salah satunya di jalan Gajah Mada tepatnya Southlink, Jalan dekat Mata Kucing dan Bukit Harimau. CCTv bisa mengawasi serta memantau kondisi Batam lebih detailnya. Kita akan pasang di lokasi yang dinilai rawan,” tuturnya.
Sementara di kawasan Batamcenter dipasang mulai dari Kantor Walikota Batam, DPRD Batam, simpang Bank Indonesia, Pelabuhan Internasional, serta Lapangan Engku Putri.
Diakui Salim, jenis kamera pengintai dipilih memiliki spesifikasi terbaik. Seperti kualitas gambar yang ditampilkan masuk kategori high definition.
“CCTv ini tak hanya menangkap gambar, juga suara dan mendeteksi gerak-gerik orang,” terangnya. (rng)





