batampos.co.id – Kepala Kantor Bea Cukai Tipe B Batam, Nugroho wahyu Widodo mengimbau agar investor menggunakan jasa tenaga ahli kepabeanan untuk memudahkan pengurusan izin dokumen lalu lintas barang di pelabuhan.
“Sangat diharapkan agar punya ahli kepabeanan sendiri,” ungkap Noeg, sapaan akrabnya pada Kamis (4/5).
Mengapa hal ini diperlukan. Noeg mengisahkan banyak pengusaha yang mengeluh kepada mereka karena barang impor mereka tak kunjung-kunjung keluar dari pelabuhan.
“Ada investor yang mengeluh barangnya tak keluar selama empat hari,” katanya.
Setelah ditelusuri permasalahannya, ternyata agen yang mengurus dokumen lalu lintas barang tersebut kabur meninggalkan tanggungjawabnya.
“Makanya harus punya ahli kepabeanan. Atau datang ke kantor bea cukai langsung untuk menanyakan prosedur lalu lintas barang,” ungkapnya.
Kehadiran ahli kepabeanan dianggap dapat memudahkan kegiatan investasi di Batam. Karena mereka sangat ahli untuk perizinan lalu lintas barang.
Sedangkan Ketua Asosiasi Tenaga Ahli Kepabeanan (ATAK) Batam, Sunaryo mengungkapkan keberadaan tenaga ahli kepabeanan sangat diperlukan mengingat zaman semakin menuntut kepastian.
“Kita hanya memberi keringanan bagi para pengusaha dan investor. Namun kontrol tetap di bea cukai,” ungkapnya.
Jika ada perusahaan yang membutuhkan tenaga ahli kepabeanan di Batam saat ini sangat mudah karena sudah ada asosiasinya yakni ATAK Batam.(leo)
batampos.co.id – Direncanakan malam ini, Jumat (5/5) Gubernur Kepri Nurdin Basirun akan membuka secara resmi STQ VII tingkat Kepri bertempat di Astaka Utama MTQ XXV Dataran Engku Putri Batam.
STQ yang akan berlangsung hingga 9 Mei ini bertujuan untuk menghasilkan Qari dan Qariah yang berprestasi untuk ditingkat Nasional maupun Internasional. Selain itu juga sebagai cara untuk membumikan Al-Qur’an dalam diri setiap individu masyarakat Kepri.
Peserta STQ berasal dari 7 kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Masing-masing daerah sudah mempersiapkan qori dan qoriah terbaik mereka dengan target tampil yang terbaik.
Acara yang dihelat setiap tahun ini akan dihadiri oleh seluruh pejabat-pejabat Kepri, Kementrian agama, FKPD se-Kepri, para hakim nasional, Hakim Internasional Said Agil Al-Munawarah, Ketua LAM se-Kepri , para Ulama dan penggiat Al-Quran serta masyarakat umum.
Penyelenggaraan STQ juga dirangkai dengan wisuda 1020 santri penghafal Al-Quran, malam ta’aruf, pelantikan dewan hakim, pembukaan bazar STQ VII. Bazar akan difokuskan dipelataran Engku Putri. Sedang Tilawah mengambil.lokasi di Astaka Utama, Gedung LAM Batam dan Asrama Haji. (ary)
Gubernur Kepri Nurdin Basirun menggendong salah seorang hafizah yang diwisuda, Kamis (4/5) di Panggung Astaka MTQ Nasional XXV Dataran Engku Putri Batam. F. Humas Pemprov Kepri untuk Batampos.
batampos.co.id – Sebanyak 1020 penghafal Al-Quran dari 7 Kabupaten/Kota di Kepri diwisuda oleh Gubernur, Kamis (4/5) bertempat di panggung Astaka MTQ Nasional XXV Dataran Engku Putri Batam.
Wisuda Hafizh Hafizah Qur’an tersebut untuk pertama kalinya dilaksanakan di tingkat Provinsi Kepri.
“Saya sangat haru dan kagum sekali menyaksikan lahirnya 1020 hafiz dan hafizah di Provinsi kita ini. Semoga negeri kita ini semakin diberkahi oleh Allah karena dipenuhi oleh penghafal-penghafal Al-Quran,” ungkap Nurdin.
Nurdin juga meminta kepada Bupati/Walikota se-Kepri untuk memperhatikan dan memberikan apresiasi bagi para penghafal Al-Quran di daerah masing-masing.
Nurdin juga meminta agar seluruh Masjid-masjid di Kepri diisi oleh imam Masjid dari penghafal Al-Quran. Imam Masjid penghafal Al-Quran tersebut harus dijaga dan diperhatikan melalui moinsentif yang cukup untuk kehidupannya dari pemerintah setempat.
“Untuk para Imam Masjid Raya/Agung ambil Imam Masjidnya dari hafizh 30 juz . Sejahterakan mereka karena para hafiz ini tugasnya adalah menjaga kemurnian Al-Quran. Semoga kita selalu dilimpahi keberkahan oleh Allah karena membangun Kepri dengan pondasi agama,” pinta Nurdiwn.
Selain itu Nurdin juga menjanjikan beasiswa penuh bagi peraih Ujian Nasional tertinggi untuk kuliah di Fakultas Kedokteran di seluruh Universitas Negeri di Indonesia.
Direktur Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, DR. Imam Syafe’i juga mengungkapkan kekagumannya kepada Kepri yang melahirkan ribuan santri. Begitu pun dengan kegiatan keagamaan di Kepri.
“Kami sangat kagum dari Kementrian. Untuk itu kami sampaikan kabar gembira untuk Kepri. Bahwa Kementerian Agama RI pada Tanggal 13 Maret 2017 kemarin sudah menandatangani SK untuk pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Sultan Abdulrrahman Negeri di Kepri. Kami juga mendirikan pesantren-pesantren di daerah perbatasan. Dan Kepri diberikan kesempatan yang banyak untuk mendirikan pesantren tersebut
.Kami juga akan mengirim tenaga pendidik dan segala kebutuhan pesantren tersebut. Mudah-mudahan banyak Ulama besar lahir di Kepri. Banyak lahir pemimpin-pemimpin penghafal Al-Quran, ” ungkapnya.
Kementerian sambung Imam saat ini juga telah menjalin kerjasama dengan Universitas Islam ternama di Luar Negeri seperti Maroko, Turki dan Iran sebagai tempat melanjutkan ilmu para lulusan pesantren.
Kerjasama juga dilakukan terhadap Universitas Negeri favorit di seluruh Indonesia. Untuk bisa menampung para penghafal Al-Quran dan santri yang berprestasi. Selain masuk tanpa tes juga diberikan beasiswa selama pendidikan berlangsung.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, TS.Arif Fadillah selaku ketua pelaksana STQ dan Wisuda Hafizh Hafizah mengatakan acara wisuda santri dilakukan sebagai upaya pemberian motibasi kepada masyarakat Kepri agar kedepannya makin banyak hafizh dan hafizah yang lahir dari Kepri.
“Kita berharap para hafiz dan hafizah ini bisa memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan karakter bangsa menuju Kepri yang berakhlak mulia dan sejahtera yang sejalan dengan Revolusi Mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” ujar Arif.
Pada wisuda Hafiz Hafizah perdana ini untuk penghafal Al-Quran 30 juz diikuti 178 hafizh/hafizah, untuk 20 juz sebanyak 71 hafiz/hafizah, untuk 10 juz ada 196 hafizh/hafizah, dan untuk 5 juz ada 575 hafizh/hafizah dengan total 1020 hafizh/hafizah. Selain menerima sertifikat dan cendramata, para hafizh/hafizah juga menerima uang pembinaan dari Gubernur Kepri.
Di penghujung acara juga dilakukan uji coba kemampuan kepada Hafizh-Hafizah atas hafalan yang sudah mereka kuasai.
Uji coba kemampuan dipimpin oleh Direktur Quran Center Mahadi.
Penguji pertama oleh ketua Dewan Hakim Nasional Said Agil Al-Munawarah. Ustad Sofyan, Ustafz Syaiful. (bni)
Kementerian Koperasi dan UKM mendorong dunia usaha membuka kesempatan magang bagi pemuda.
Melalui kegiatan ini peserta akan mendapat pengalaman langsung sebagai seorang wirausahawan.
Nantinya, para peserta diharapkan menjadi wirausaha muda yang mandiri atau menjadi mitra usaha di tempat mereka magang.
Asisten Deputi Peran Serta Masyarakat Kementerian Koperasi dan UKM, Hariyanto mengatakan program yang digagas pemerintah melalui Kemenkop UKM ini bertujuan untuk menularkan mental, jiwa, dan semangat berwirausaha kepada pemuda melalui pemberian pemahaman dan pengalaman praktik-praktik wirausaha pada dunia usaha khususnya UKM sehingga diharapkan dapat tercipta wirausaha muda yang memiliki kompetensi baik.
‘’Program magang dilaksanakan dengan dasar hukum UU Nomor 20 Tahun 2008 pasal 19 ayat 1 yakni dalam rangka memasyarakatkan dan membudayakan kewirausahaan, meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial, serta membentuk dan mengembangkan lembaga pendidikan dan pelatihan. Intinya, kegiatan ini untuk melakukan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, motivasi, dan kreativitas bisnis, dan penciptaan wirausaha baru,’’ ujar Hariyanto.
“Peserta yang berhak mengikuti program magang ialah peserta yang dijaring oleh panitia seleksi dengan kriteria diantaranya pria dan wanita berumur 17-30 tahun, minimum SMA sederajat, dan lolos seleksi serta bersedia mengikuti tata cara magang yang berlaku”, lanjut Hariyanto.
“Program magang yang berjalan berhasil merekrut sebanyak 100 peserta dan 20 UKM, yang mana setiap satu UKM menampung peserta magang sebanyak 5 orang,’’ ungkap Hariyanto.
Proses magang akan dilaksanakan selama 25 hari. Dimana para peserta akan dibagi dalam kelompok bidang spesifik (produksi UKM) dan manajemen usaha (pembukuan dan lain-lain), serta dilakukan secara intensif melalui proses monitoring. Sebelum mulai magang, para peserta, pendamping dan pemilik UKM diberi pembekalan terkait aktivitas magang dengan cara diberi buku panduan magang dan akan dibagi kelompok bagi setiap UKM yang menerima peserta magang.
“Peserta magang dijaring oleh Dinas Koperasi dan UKM yang nantinya akan merekomendasikan UKM yang berminat menjadi tempat magang, merekomendasikan peserta magang, serta melakukan monitoring pelaksanaan magang,” tandas Hariyanto.
Hariyanto mengatakan, selama proses magang, monitoring dan perekaman akan dilakukan setelah 14 hari berjalannya kegiatan. Pihak kementerian didampingi Dinas Koperasi dan UKM provinsi akan melakukan kunjungan langsung ke UKM pendamping untuk mengevaluasi proses magang yang sedang berjalan.
Dengan begitu, para peserta yang mengikuti program magang diharapkan dapat memahami dan menyelami dunia bisnis praktis, terutama kewirausahaan secara langsung.
“Peserta akan dibekali dengan pelatihan mulai dari proses produksi, kemasan, manajemen usaha hingga pemasaran,” jelasnya.
ilustrasi
Melalui pelatihan magang kali ini, para peserta diharapkan menjadi wirausaha muda yang mandiri yang dapat menjadi mitra usaha ditempat magangnya masing-masing.
”Manfaat melalui program ini peserta yang notabene baru belajar menjadi wirausaha akan mendapatkan informasi praktek kewirausahaan secara langsung. Mereka juga mendapatkan keterampilan yang berguna sebagai bahan pertimbangan rencana masa depan. Program ini diharapkan dapat memotivasi dan memberikan alternatif bagi pemuda apabila berminat membuka usaha,” ujar Hariyanto.
Selain itu, menurutnya, program magang juga mendatangkan manfaat bagi UKM mitra magang yakni menularkan pengetahuan dan metode kepada peserta dan diharapkan dapat mengembangkan usahanya secara teori atau keilmuan.
Di samping itu, dalam program itu ada interaksi dengan akademisi sehingga diharapkan akan memperkaya metode dan alat di dalam menjalankan usahanya.
“Kami berharap melalui program magang dapat terjadi peningkatan kapasitas dan kredibilitas, serta memperluas jaringan usaha UKM,” katanya.
Khusus awal tahun ini, program magang diberikan kepada 500 peserta yang telah lolos seleksi. Peserta akan ditempatkan pada 100 UKM pendamping. Kegiatan ini di laksanakan di 5 (lima) Provinsi yakni Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Utara.
Jawa Timur
Program Magang Kemenkop dan UKM ditahun 2017 ini diawali dengan dilaksanakannya pembukaan kegiatan di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang bersinergi dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan dibuka langsung ketuanya, I Gusti Ayu Bintang Darmawati di pendopo Krido Manunggal Tuban di Jl. Gub. RM. Suryo, Tuban.
Magang diikuti oleh 100 orang peserta dan 20 UKM pendamping. Peserta akan mendapat pelatihan selama 25 hari, mulai Senin (6/3/2017) sampai Jumat, (7/4/2017). Program magang ini akan resmi ditutup Minggu, (9/4/2017).
Bali
Sedangkan di Provinsi Bali, program dibuka langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga di Hotel Aston Denpasar, Selasa, (21/3/2017).
Peserta yang mengikuti program sebanyak 100 pemuda dan 20 UKM Pendamping yang berasal dari Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar.Program Magang akan dilaksanakan mulai Senin, (27/3/2017) sampai Jumat, (28/4/2017) dan ditutup Kamis, (4/5/2017).
Jawa Tengah
Khusus di Provinsi Jawa Tengah pembukaan magang dilaksanakan pada Rabu, (26/4/2017) di Semarang. Pelaksanaan kegiatannya mulai dilakukan, Kamis, (27/4/2017) sampai Senin (5/5/2017) dan ditutup Sabtu, (10/6/2017). Peserta magang berasal dari 5 kabupaten dengan peserta masing-masing 20 orang dan 5 orang dari UKM di setiap kabupatennya. Kelima kabupaten tersebut ialah Temanggung, Wonosobo, Karanganyar, Wonogiri dan Purworejo.
Yogyakarta
Sementara, Kabupaten Kulonprogo dipilih mewakili Provinsi DI Yogyakarta. Pembukaan Program Magang dibuka Sekretariat Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Nutyanto di Hotel King, Jumat (28/4/2017).
“Tujuan utama kegiatan magang ini bagi peserta selain mendapat teori tentang kewirausahaan dan kiat dan strategi didalam kelas, tetapi peserta magang dapat terjun langsung melihat para pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan usahanya,” ujar Rully.
Kegiatan diikuti oleh 100 peserta magang dan 20 UKM Pendamping yang dimulai Selasa, (2/5/2017) sampai Rabu (7/6/2017). Program ini akan ditutup Minggu, (11/6/2017).
Kalimantan Utara
Pembukaan program magang di Provinsi Kalimantan Utara akan dilakukan pada Rabu (17/5/2017). Kegiatan diikuti oleh 100 peserta pada 20 UKM pedamping. Peserta magang ini berasal dari Malino dan Tarakan. Pelaksanaan program magang dimulai, Senin (22/5/2017) sampai Jumat, (30/6/2017) dan ditutup pada Rabu, (5/7/2017).(Adv)
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Arifin Nasir memberikan keterangan tentang hasil Ujian Nasional SMA/MA dan SMK se-Provinsi Kepri di Hotel PIH Batamcenter, Rabu (3/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Arifin Nasir mengatakan Komputer penunjang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA sederajat kini masih minim. Untuk itu, bertahap hingga 2019 mendatang pemprov Kepri akan menambah 10 ribu unit komputer. Jumlah pengadaan ini akan menyerap anggaran hingga Rp 50 miliar.
“Ini sifatnya stimulus sembari kita usahakan bantuan dari pusat juga,” ucap dia, Rabu (3/5) malam.
Dia merinci, 10 ribu unit tersebut pengadaanya mulai tahun 2017 ini sebanyak 1000 unit (fokus penyebarannya di Natuna Anambas dan Lingga), selanjutnya pada tahun 2018 sebanyak 4000 unit sementara tahun 2019 akan ditambah 5000 unit komputer.
“Tahun 2017 ini anggarannya Rp 5,4 miliar, tahun depan sekitar Rp 20 miliar. Pada tahun 2019 yang 5000 unit sekitar 25 miliar,” papar dia.
Dia meyakini seiring penambahan komputer tersebut, sekitar 60 hingga 70 persen SMA sederajat se Kepri sudah berbasis komputer. Pada awalnya, bantuan ini diprioritaskan dulu untuk sekolah negeri. “Saya berani katakan, paling SMK kita sekitar 40 persen baru memiliki komputer, kalau SMA 30 persen,” ucapnya.
Dia mengklaim, rencana ini juga turut diamini oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Tidak hanya itu, DPRD Kepri pada prinsipnya sepakat karena ini merupakan program pengembangan mutu dan kemudahan akses siswa. Apalagi, bebrapa waktu lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy meminta daerah mengadakan komputer penunjang UNBK sebanyak-banyaknya.
“Gubernur setuju, beliau merasa risau banyak sekolah berbasis kertas. Anggota dewan bahkan mereka senang meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.
Namun dia mensyaratkan, bantuan pemerintah tersebut harus dijemput dengan usaha bupati maupun walikota. Dengan cara, kepala daerah atau dinas terkait di kota kabupaten melakukan pendekatan dengan Telkom maupun PLN agar komputer juga didukung jaringan yang mumpuni. “Jangan ada komputer tapi jaringan tak memadai,”ucapnya.
Selain pengadaan komputer, dia mengaku Pemprov juga menyiapkan terobosan pengadaan satu sekolah satu tower untuk menjamin jaringan saat UNBK di sekolah. “Misalnya 100 juta satu tower, itu tidak besar. Tidak salahnya kita anggarkan 2 atau tiga miliar untuk tower, kecil ini untuk dana pendidikan. Kita harus berani majukan pendidikan dengan anggaran 20 persen itu, asalkan jelas untuk meningkatkan mutu,”paparnya.
Dia mengklaim, rencana ini tengah dibicarakan dengan pihak Kemendikbud RI. “Kita tidak boleh terlena tunggu jaringan, kalau kita begitu anak kita nanti akan tertinggal terus,”pungkasnya. (cr13)
Dia tampak sering gelisah. Terutama di dua tahun terakhir masa kepresidenannya. Jenderal TNI Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono berpikir dan terus berpikir. Terutama mengenai masa depan Indonesia. Lebih khusus lagi mengenai nasib kesinambungan kepemimpinan nasional.
Dalam bahasa blak-blakan saya: Siapa presiden setelah dia? Mampukah si pengganti melanjutkan capaian kemajuan yang dia peroleh selama dua periode kepresidenannya? Bisakah sistem demokrasi saat ini menghasilkan pemimpin yang menjamin kemajuan negara? Dan seterusnya.
Di alam demokrasi seperti ini, siapa yang lebih disukai akan lebih memungkinkan dipilih daripada siapa yang lebih mampu. Ini karena suara seorang penjambret bus kota sama nilainya dengan suara seorang profesor atau doktor.
Kegelisahan SBY itu, menurut pengamatan saya, dilatarbelakangi beberapa hal. Mungkin pengamatan saya ini tidak tepat. Jawaban yang paling tepat tentu akan datang dari SBY sendiri. Misalnya, bila suatu saat nanti Presiden SBY menulis memoar dan jangan lupa mengupas soal ini. Namun, karena saat itu saya termasuk salah satu menteri kabinetnya yang di pos yang secara ekonomi cukup penting, rasanya pengamatan saya ini tidak akan terlalu meleset.
Pertama, SBY tampak gelisah karena sampai saat itu belum muncul nama calon penggantinya yang lebih mampu dari dia. Bahkan setara pun tidak.
Di antara nama yang beredar luas di masyarakat saat itu barulah sebatas orang yang memenuhi kriteria disukai. Dia populer. Dan memang orangnya sederhana. Tetapi, saat itu dia belum memiliki track record yang hebat. Terutama untuk satu beban tugas berat secara nasional.
Kedua, Presiden SBY merasa selama kepemimpinannya, Indonesia mengalami kemajuan yang sangat besar. Dalam kurun yang panjang. Selama dua periode kepemimpinannya. Terutama di bidang ekonomi, stabilitas, dan kesejahteraan.
Di zamannyalah Indonesia berhasil masuk kelompok negara G-20. Besaran ekonomi Indonesia masuk 16 besar dunia. Pendapatan per kapitanya mencapai 4.500 dolar. Dan seterusnya.
Tentu masih banyak alasan lainnya. Kalau mau, saya bisa membuat daftar sampai 10 alasan. Tapi, dua itulah yang saya catat yang paling utama.
Kegelisahan mengenai siapa yang bakal meneruskannya itu didasari pada logika berpikir SBY yang kuat. Presiden SBY sering mengemukakan logika begini: ’’Dalam sistem demokrasi seperti ini, orang yang mampu belum tentu terpilih dan orang yang terpilih belum tentu mampu’’.
Kalau sampai itu yang terjadi, maka negara yang jadi korban. Demokrasi sebagai alat memajukan negara hanya berhenti sampai di alat. Tapi, SBY sangat komit pada demokrasi. Meskipun ada logika ’’yang mampu belum tentu terpilih dan yang terpilih belum tentu mampu’’, demokrasi tidak boleh dibunuh. Sebaliknya harus juga diupayakan jangan sampai muncul ketidakpercayaan pada demokrasi akibat ’’yang mampu tidak terpilih, yang terpilih tidak mampu’’.
Masih ada waktu, waktu itu. Presiden SBY terus mengamati perkembangan di masyarakat dengan harap-harap cemas. Akankah akhirnya muncul bakal calon yang dinilai mampu dan punya kans untuk terpilih?
Diikutinya situasi politik dari waktu ke waktu. Ternyata, belum juga muncul nama yang memasuki kriteria ’’mampu dan bisa terpilih’’. Yang beredar saat itu masih terus saja ’’populer tapi belum tentu mampu’’.
Kalau sampai Indonesia jatuh ke tangan ’’populer tapi belum tentu mampu’’, Presiden SBY seperti harus ikut bertanggung jawab. Terutama kalau kelak, setelah dia lengser, Indonesia mengalami kemunduran. Bisa ada penilaian bahwa dia kurang negarawan. Tidak berpikir strategis untuk masa depan bangsanya.
Dari pikiran merasa ikut bertanggung jawab itulah rupanya muncul idenya yang brilian: Mencari orang yang mampu biarpun orang itu belum populer. Dasar berpikirnya: Untuk bisa populer masih bisa dibuat. Tapi untuk bisa ’’mampu’’ tidak bisa mendadak mampu. Sebagian besar orang memang akan bisa mampu. Tapi, proses untuk menjadi mampu itu ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Negara sedapat mungkin tidak menjadi taruhan tempat meningkatkan kemampuan seseorang.
SBY termasuk yang berpendapat harus ada mekanisme tertentu untuk membuat orang yang mampu menjadi populer. Dan akhirnya bisa terpilih. Banyak orang mampu yang sengaja tidak ingin populer. Menjadi populer punya risikonya sendiri: bisa menjadi sasaran angin topan. (*/bersambung)
batampos.co.id – Menjamin kebutuhan dan menekan inflasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Batam diminta untuk kembali urus sembako. Ini diharapkan, seiring programa pengendalian inflasi Tim Pengedali Inflasi Daerah (TPID). Sekretaris Daerah Batam Jefridin mengatakan walau diawal BUMD BAtam gagal urus sembako, kali ini diyakini kegagalan serupa tidak akan kembali terjadi.
“Peran BUMD terkait ini (sembako) harus nampak. Dulu memang trauma, karena kalah saing dengan pengusaha yang bermodal. Lain dulu lain sekarang kita akan arahkan lagi mereka ke sembako,” ucap dJefridin, beberapa waktu lalu.
Menyikapi ini, Direktur Utama BUMD Batam Hari Basuki mengaku siap menunggu arahan Pemko Batam, termasuk melibatkan diri dalam operasi pasar untuk menstabilkan harga. “Kami tingga nunggu arahan Pemko Batam saja. Tidak seperti dulu (bersaing dengan perusahaan besar), apalagi sekarang ada penetapan batas harga atau HET,” kata Hari.
Sementara itu, Sabtu (29/4) tim Pemko dari Disperindag bersama BUMD Batam mengunjungi Jambi. Zarefriadi BUMD Disertakan dalam kunjungan tersebut agar BUMD dapat melakukan konsolidasi terkait upaya menjaga stabilitas harga komoditas di pasaran Batam.
“BUMD bisa mengambil perannya terlebih jelang Ramadan tahun ini,” kata Zarefriadi, Minggu (30/5). (cr13)
batampos.co.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam Zarefriadi mengatakan stok bahan pokok jelang Ramadan tercukupi hingga 4,5 bulan ke depan.
“Kami sudah melakukan pemantauan ke beberapa gudang untuk melihat persediaannya. Kita cek, ternyata memang cukup,” kata Zaref, Kamis (4/5).
Dari pantauan tersebut, tidak ada penumpukan yang tidak wajar pada distributor. Yang ada adalah ‘penumpukan’ untuk memenuhi kebutuhan 4,5 bulan ke depan.
“Yang pasti penumpukkannya karena persiapan kebutuhan itu,” terangnya.
Ke depan pihaknya terus lakukan pengawasan, bahkan dalam hal ini pihaknya telah bekerjasama dengan kepolisian. Jika ada distributor nakal, sudah pasti akan ditindak. “Kita sudah komunikasi dengan polisi juga bersama -sama mengawasi. Tingkat pusat sudah dikoordinasikan dengan baik, di daerah pun sudah dilakukan,” ucapnya.
Dia meminta langkah pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah dan aparat merupakan tindakan menakut-nakuti pedagang atau membuat pedagang repot. Justru hal ini dilakukan agar distribusi berjalan aman. “Dan juga kami ingin masyarakat terlayani dengan cukup,” katanya.
Untuk itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus menjaga situasi stabilnya harga bahan pokok. Terlebih sejak pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi untuk tiga komoditi. Gula pasir yakni Rp 12.500 per kilogram, daging beku Rp 80 ribu per kilogram, sementara minyak goreng kemasan sederhana Rp 11 ribu per liter. HET untuk tiga komoditi ini akan berlaku hingga tanggal 10 September 2017.
“Jangan sampai seperti yang sudah-sudah, harga pada naik semua,” ucapnya. (cr13)
Petugas Bea Cukai saat mengikuti upacara pembukaan operasi Laut Bea Cukai Wilayah Barat Indonesia Jaring Sriwijaya di Pelabuhan Batuampar, Kamis (4/5).Operasi Patroli Laut secara resmi dibuka Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Dirjen Bea dan Cukai (BC) Kementrian Keuangan, Harry Mulya. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia sejak Kamis (4/5) menggelar Operasi Jaring Sriwijaya 2017 untuk mengantisipasi tindak pidana penyeludupan, serta dalam rangka meningkatkan pengawasan di Bidang Kepabeanan dan Cukai.
Operasi Jaring Sriwijaya 2017 dimulai dan secara resmi dibuka oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Dirjen Bea dan Cukai (BC) Kementrian Keuangan, Harry Mulya di Pelabuhan Batuampar. Operasi ini rencananya akan dilaksanakan dalam tiga tahap sampai akhir Tahun 2017.
“Dalam rangka menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia, DJBC telah mengambil langkah-langkah strategis khususnya dalam pengawasan laut melalui kegiatan patrooli laut bea dan cukai,” ujarnya.
Dijelaskan Harry, pada tahun 2017 ini DJBC menyelenggarakan kegiatan patroli laut dengan berbagai skema, yaitu di wilayah barat Indonesia dengan sandi Operasi Patroli Laut Jaring Sriwijaya dan di wilayah timur Indonesia dengan sandi Operasi Patroli Laut Jaring Wallacea yang dimulai pada tanggal 10 Mei 2017.
“Jika tahun 2016 kemarin, sandinya Operasi Gerhana, sementara di tahun ini Operasi Sriwijaya. Disamping itu, DJBC menyelenggarakan operasi laut dalam konteks kerja sama bilateral dengan Kastam Diraja Malaysia serta Patkor Optima,” tuturnya.
Lebih lanjut Harry mengatakan, pada Patkor Operasi Patroli Bea Cukai Jaring Sriwijaya 2017 ini Bea Cukai mengikutsertakan 17 kapal, yakni unsur kapal patroli berupa Fast Patrol Boat (FPB) ukuran 60 meter, 38 meter, dan 28 meter. Selain itu ada juga kapal VSV, dan speed boat.
“Kita juga melibatkan sebanyak 250 personil dalam setiap operasi,” katanya.
Adapun 17 unit kapal itu akan beroperasi di lima sektor, yaitu dimulai dari Perairan Aceh sampai Belawan, Tanjung Balai Asahan sampai Tanjung Sibnaboy, Tanjung Parit hingga Batam, Tanjung Pinang sampai perairan Sumatra Bagian Selatan, dan sektor laut Natuna hingga wilayah Perairan Kalimantan bagian barat.
“Sasarannya adalah penyelundupan dan tindak pidana lainnya yang diamanahkan kepada DJBC sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian yang turut hadir dalam pembukaan Operasi Jari Sriwijaya ini menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Bea Cukai dalam upaya pencegahan tindak pidana penyelundupan maupun tindak pidana lainnya di wilayah laut.
“Saya kira (kegiatan) ini harus didukung. Kami dari Kepolisian Daerah Kepulauan Riau akan memback up kegiatan ini. Wilayah barat merupakan wilayah yang paling rentan akan tindak pidana penyelundupan.Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan penerimaan negara melalui cukai,” katanya.
Sam melanjutkan, modus penyelundupan barang-barang terlarang terutama narkoba semakin berkembang. Para pelaku tidak lagi menyimpan barang haram tersebut di dalam tas maupun di simpan di dalam tubuh. Sam mengatakan, modus terbaru penyelundupan narkoba dengan cara di tenggelamkan kemudian di tarik dengan kapal nelayan.
“Modusnya sekarang ini ialah dengan cara menenggelamkan narkoba itu, kemudian di tarik sama kapal nelayan sampai ke perbatasan. Setelah sampai di perbatasan, nanti akan dilanjutkan dengan di tarik oleh kapal dari sini (Batam),” ucapnya. (cr1)
batampos.co.id – Terdakwa Noprizal alias Ata disidang dengan agenda putusan, di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (4/5). Ketua majelis hakim Syahrial, menetapkan hukuman pidana 18 tahun penjara terhadapnya, sesuai pasal 340 KUHP tentang pembunuhan.
“Terdakwa telah dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain,” ujar Syahrial, kemarin.
Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa Yogi Nugraha. Dimana, sebelumnya jaksa menuntut terdakwa dengan pidana 20 tahun penjara. Atas putusan majelis hakim itu, terdakwa menyatakan terima.
Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa mengencani seorang wanita bernama Rizal Lena alias Ayuk. Kurang lebih setahun pacaran, terdakwa baru mengetahui pacarnya bekerja sebagai PSK. Ia pun dilanda cemburu, dan berniat ingin menghabisi nyawa sang pacar.
Di waktu yang direncanakan, terdakwa menemui korban di Hotel Istana, Nagoya, November 2016 lalu. Ia sudah membawa pisau dapur dari rumahnya untuk membunuh korban. Seketika bertemu, terdakwa dan korban sempat berhubungan badan lebih dulu.
Namun emosinya kembali memuncak kala korban menegaskan pekerjaannya sebagai cewek malam (PSK). Terdakwa tanpa ragu mengeluarkan pisau dan menikam dada sebelah kiri korban, lalu paha kiri korban.
“Kemudian dia (korban) saya seret ke kamar mandi dan kepalanya ke bentur pipa hingga tak sadarkan diri,” ungkap terdakwa saat sidang pemeriksaannya beberapa pekan lalu.
Terdakwa bergegas untuk menghilangkan jejak dengan melepas celana jeans yang dikenakannya karena terkena darah. Keluar dari kamar 303, terdakwa mengenakan celana pendek dan membawa dua buah ponsel milik korban. Ia pun bersembunyi di rumah hingga tertangkap beberapa setelah terjadinya pembunuhan. (nji)