Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13359

Cuaca Batam Cenderung Berubah-Ubah

0
ilustrasi Foto: Bambang Irawan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Stasiun Meterorologi Hang Nadim memperkirakan dalam beberapa waktu ke depan cuaca di Batam cenderung berubah-ubah setiap saatnya. Sehingga masyarakat diminta selalu berhati-hati bila saat berkendara atau berada di luar rumah.

“Kadang panas, lalu tiba-tiba hujan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Philip Mustamu, Senin (1/5).

Kadang saat hujan lebat ini, disertai angin kencang dan petir. Dan hal ini yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Bila petir terjadi, sebaiknya warga Batam untuk tidak berada di luar rumah atau berada di lapangan. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Untuk besok, kata Philip diperkirakan akan terjadi hujan ringan hingga sedang. Potensi ini cukup besar, mengingat adanya perlambatan angin serta tingginya kelembapan udara di sekitar wilayah Batam. Dan hal ini mendukung terjadinya petumbuhan awan-awan commullus nimbus.

“Hujannya disertai petir juga,” tuturnya.

Namun walau begitu, Philip mengatakan kondisi ini masih kondusif untuk aktivitas moda trasnportasi laut, darat dan udara. Tapi ia menghimbau saat hujan lebat, akan terjadi penurunan jadara pandang, dan dilaut terjadi naiknya gelombang.

“Selalu waspada saja,” ucapnya. (ska)

Merangkak selama 5 Hari dapat Duit Rp 413 Juta

0
Tom Harrison mengenakan kostum gorila merangkak sejauh 42 kilometer akhir April lalu dalam London Maraton 2017. (Abc.net)

batampos.co.id – Tom Harrison, menghebohkan London Marathon. Ia mengenakan kostum gorila.

Tom start Minggu (24/4), finis Sabtu (29/4). 5 hari !

Mengapa begitu lama? Ternyata, Harrison tidak berlari. Dia menuntaskan maraton dengan cara berjalan layaknya gorila. Yakni, merangkak. Dengan cara itu, dalam sehari dia hanya bisa menempuh jarak sekitar 7,5 kilometer. Padahal, dia berlari, eh merangkak, selama 10–12 jam per hari.

”Kalau malam tiba, aku menginap di rumah teman-temanku. Esoknya jalan lagi,” kata Harrison, yang di bib-nya tertulis Mr Gorilla. Mengikuti maraton dengan cara seperti itu sangat berat. Lututnya terluka akibat tergesek aspal, dadanya sakit karena terus membungkuk. Apalagi dia memakai topeng gorila dan kostum berbulu tebal. Tentu sumuk.

”Tapi, aku terkesan dengan banyaknya bantuan yang diberikan orang. Mereka mengarahkan aku sehingga aku tidak menabrak lampu jalan atau pohon,” ujar polisi Metropolitan Area itu.

Harrison melakukannya sebagai bagian dari pengumpulan dana untuk organisasi gorila. Uang donasi digunakan untuk konservasi gorila di Afrika. Aksinya tidak sia-sia. Harrison mengumpulkan lebih dari GBP 24 ribu atau Rp 413,7 juta. Untung, dia mengumpulkan dana buat gorila. Bukan buaya. (adn/c6/na/sep/JPG)

Siswi SMAN 3 Batam Peraih Nilai UN Terbaik Kedua

0

batampos.co.id – Jassline Mutiara, 16,  siswa SMA 3 Batam tersebut tak percaya nilai hasil UN nya nomor 2 terbaik se Kepri.

Pemerintah Harus Mau Bekerjasama Mengatasi Banjir

0

batampos.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Khusus Real Estate Indonesia (REI) Batam meminta agar pemerintah mau bekerjasama dengan pengembang agar bisa menciptakan tata kota Batam yang baik. Hal ini untuk mengatasi banjir yang selalu menggenangi Batam ketika hujan terjadi.

“Sebenarnya wacana ini sudah lama kami minta agar pemerintah mau bekerjasama. Master plan drainase dan jalan itu tanggungjawab pemerintah,” ujar Ketua REI Batam, Achyar Arfan pada Senin (1/5).

Ia mengungkapkan selama ini pengembang hanya membangun diatas lahan yang dialokasikan pemerintah, dalam hal ini BP Batam.”Kami tak pernah diberikan perencanaan dan informasi dari pemerintah mengenai hal itu padahal itu tanggungjawab mereka,” tambah Achyar.

Contohnya pada tahun 2006, BP Batam mengalokasikan ratusan hektar lahan di wilayah Marina Tanjunguncang. Namun sayangnya baik BP Batam maupun Pemko Batam tidak merencanakan dengan baik mana batas lahan ataupun kemana buangannya.

“Sama sekali tak ada tanggapan. Lahannya tak ada perencanaan saluran. Sehingga merupakan proyek gagal,” tambahnya.

Karena kurangnya koordinasi dari pemerintah, makanya pengembang membangun properti dan fasilitas lainnya sesuai dengan perhitungan sendiri.

“Pemerintah itu yang punya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Jangan hanya peruntukannya yang diatur tapi juga hubungan antara lahan yang satu dengan lahan lainnya,” ungkapnya.

Sejumlah kendaraan berusaha menerobos genangan air yang meluap dijalan Raja Fisabililah Batamcenter. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Namun ia menyambut baik rencana BP Batam yang telah membuat ketentuan baru soal penerbitan dokumen Fatwa Planologi. Contohnya adalah kesepakatan untuk membuat grading siteplan bersama dengan BP Batam mengenai penataan lahan.

“Ini yang sudah kami inginkan sejak dahulu. Sehingga kami tak dikatakan egois lagi karena mau bangun sendiri, padahal tak ada arahan dari pemerintah,” jelasnya.

Sedangkan BP Batam lewat Kepala Biro Perencanaan Teknik, Tjahjo Prionggo mengatakan dokumen fatwa sangat penting karena merupakan pedoman membangun bagi pemohon alokasi lahan.

“Fatwa merupakan suatu peraturan untuk usaha dan investor tentang bagaimana cara penindakan bangunan,” katanya.

Ia mengatakan kedepannya antara pemohon alokasi lahan dan BP Batam akan berkoordinasi lagi supaya tidak ada lagi kesalahan dalam penataan lahan di Batam.

“Perbedaan tinggi antara dua lahan yang berbeda  bisa sebabkan longsor ketika membangun. Tapi dengan fatwa, kita bisa mengendalikannya,” pungkasnya.(leo)

DKP Minta Penempatan Pos PSDKP

0

batampos.co.id – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bintan, segera menyurati Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, untuk meminta penempatan pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di Kecamatan Tambelan.

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi tindakan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) yang kerap terjadi di Kecamatan Tambelan.

“Secepatnya kami akan surati KKP RI, karena masalah ini sudah sangat merisaukan nelayan disini (Tambelan, red),” jelas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bintan, Fachrimsyah, di Kampung Hilir, Kecamatan Tambelan, Minggu (30/4).

Fachrimsyah menjelaskan kegiatan penangkapan ikan ilegal ini tentunya menyalahi aturan dan memiliki dampak kerugian terhadap mata pencarian nelayan.

“Sambil menyurati KKP, kami sudah berkoordinasi dengan PSDKP Kalimantan, untuk bisa ikut membantu melakukan pengawasan di perairan laut Tambelan, karena mereka yang paling terdekat dan mempunyai pangkalan yang cukup besar,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya untuk mendukung pengawasan tersebut secara formal, tentunya Bupati Bintan, segera akan membuat permohonan secara tertulis kepada PSDKP Kalimantan, dan juga Batam yang dalam hal ini turut akan ikut membantu melakukan pengawasan.

“Secepatnya penyerahan permohonan ini akan kami lakukan. Mudah-mudahan dengan pengawasan ini dapat mencegah terjadinya tindakan pencurian ilegal yang terjadi,” harapannya. (cr20)

Inilah Peringkat 10 Besar Lulus UN SMA se-Kepri 2017

0
(ilustrasi)

batampos.co.id – Pelajar SMA Yos Sudarso tabun ini lulus ujian nasional dengan nilai tertinggi dari ribuan peserta UN tahun ini.

Pemilik nilai UN tertinggi tingkat SMA di Kepri itu adalah Sherry Anastasya. Nilai UN nya 375,50.

Dibawah Sherry ada Jassline Mutiara dari SMA Negeri 3 Batam dan Calmess Felia Halim dari SMA Mondial.

Keduanya punya nilai UN yang sama yakni 370.00.

Peringkat keempat miluk Windi Andini dari SMA Negeri 1 Batam dengan nilai 369,00. Disusul rekan sekolahnya Diandri Taqla Alnindya dengan nilai 368,50.

Diurut enam besar milik Kevin Marhan Cunis dari SMA Kartini dengan nilai 367.00.

Lalu urut 8 besar yang sama-sama punya nilai 365.00 yakni Devina Jumara dari SMA Negeri 3 Batam, Jupriadi dari SMA Yos Sudarso dan Tri Novia dari SMA Maitrea. (spt)

Duo Serigala Bergoyang, Duo Serigala Dikecam

0
Aksi panggung Duo Serigala yang disoal warga (Malut Post)

batampos.co.id – Penampilan grup dangdut, Duo Serigala dinilai tampil terlalu seronok alias vulgar.

Senin (1/5) lalu mereka tampil di Lapangan Salero, Kota Ternate, Maluku Utara.

Dari foto-foto yang beredar, Duo Serigala tampil diperkuat Pamela Safitri dan satu wanita lainnya. Namun tampaknya bukan Ovi Sovianti yang selama ini aktif bersama grup pemilik Goyang Dribble itu.

Di sana Duo Serigala terlihat memakai pakaian seksi berwarna merah di atas panggung. Pakaian yang terbuka itu memperlihatkan lekuk tubuh serta bagian paha dua wanita tersebut.

Bahkan dalam salah satu foto yang diunggah akun Instagram @lambenyinyir, bagian dada Pamela tampak sedikit terbuka. Hal tersebut langsung menuai kecaman dari netizen.

“Sampai segitunya orang nyari duit ya min @lambenyinyir,” tulis @shakila_aline.

“Parah banget sih ampun @lambenyinyir,” komentar @cicih.ogy.

“Aduh muntah tuh kelihatan. Malu ngga ya?,” ucap @xmahkenzo.

Hingga saat ini, pihak Duo Serigala belum angkat bicara terkait kecaman penampilan di Ternate tersebut. (ded/JPG)

Zulaikha, Juara 2 pada MTQ Internasional di Iran

0

Nama Indonesia kembali harum di kancah internasional. Dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) internasional ke-34 Republik Islam Iran, Zulaikha asal Provinsi Kepri meraih juara 2 golongan tilawah pelajar putri.

Gedung SPC Tak Akan Dihibahkan, Sewa Saja

0
foto: suprizal tanjung / batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam (Pemko) Batam mengirim rombongan ke Pekenabaru Provinsi Riau membicarakan kemungkinan peralihan aset Sumatera Promotion Centre (SPC), Jumat (28/4) lalu. Namun sayang, opsi peralihan belum disetuji oleh Pemerintah Provinsi Riau.

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengatakan, pihak Provinsi Riau mengajukan sistem sewa dan pinjam pakai. Mendapat respon tersebut, Pemko Batam tak ingin patah arang. “Kita akan negosiasi lagi. Kalau harus sewa menyewa seperti jeruk makan jeruk,” kata Amsakar, Senin (1/5).

Dalam kesempatan tersebut Pemko Batam mengutus Sekda Kota Batam Jefriddin, Kepala Bappeda Wan Darussalam, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Gustian Riau, juga Kepala Bagian Hukum Pemko Batam Demi Hasfinul.

Dia berharap, dalam waktu dekat peralihan aset diamini pemerintah provinsi Riau. Targetnya, sebelum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) diajukan dan dibahas.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur mengungkapkan operasionalisasi Mall Pelayanan Publik Batam, tinggal menunggu keputusan terkait gedung.

“Sekarang lagi finalisasi, tinggal masalah gedung saja,” ucap Asman di Nongsa Batam, Minggu (23/4).

Asman mengaku tidak mempersoalkan siapa yang kelak mengelola mall tersebut, hal yang penting adalah pelayanan perizinan untuk masyarakat dapat dilakukan dengan mudah.

“Yang penting masyarakat mudah urus izin , itu saja,” imbuhnya.

Di mall tersebut, Asman menyebutkan seluruh perizinan bergabung, baik samsat, pajak, imigrasi, pertanahan hingga  urusan pernikahan. “Semuanya nyatu dalam satu gedung,” terangnya.

Dia menambahkan, tidak hanya Batam yang akan jadi tempat penerapan sentra perizinan tersebut, dua kota lain yakni Surabaya dan Jakarta.

“Ini jadi ciri khas, perizinan itu tidak susah, perizinan itu gampang,” pungkasnya.  (cr13)

Data Tidak Valid, Banyak Warga Tak Dapat Raskin

0

batampos.co.id – Kepala Desa Batu Berdaun Zainal menyayangkan data warga penerima raskin di desanya tidak sesuai dengan kondisi terakhir masyarakatnya. Dari 115 warga yang telah didata desa hanya sebanyak 91 warga saja yang mendapat jatah raskin di desa tersebut.

“Apalagi data 91 itu bukan data terbaru. Itu data lama, ada yang sudah pindah dan sebagainya,” ujar Zainal ketika dimintai keterangan, Minggu (30/4) pagi.

Zainal menambahkan, data 91 warga penerima raskin di Desa Batu Berdaun tidak sesuai dengan kondisi terbaru yang ada di lapangan. Sedangkan data 115 warga yang masuk dalam kategori penerima raskin sebenarnya telah masuk dalam validasi Kantor Desa dan sesuai dengan kondisi terakhir sekaligus sesuai survei lapangan yang dilakukan desa.

Artinya ada 24 warga yang membutuhkan tidak dapat bantuan raskin. Selain memang hak mereka untuk mendapat jatah raskin, mereka juga masih sebagai warga Desa Batu Berdaun yang berhak menerima jatah raskin tersebut.

Untuk itu, Zainal mengaku bingun dengan kondisi data yang yang diberikan Dinas Sosial. Selain jumlah yang kurang, data tersebut juga bersumber dari hasil survei beberapa tahun yang lalu. Sehingga Zainal mengharapkan adanya upaya perubahan data agar sesuai dengan kondisi lapangan yang sebenarnya.

“Jika ada koordinasi yang baik antara desa dan dinas bersangkutan, tentu tidak akan terjadi kesalahan data ini,” ujar Zainal.

Data menjadi salah satu alasan terjadinya kesalahan pemberian raskin atau bantuan sosial lainnya. Seharusnya data yang ada melalui survei dan tinjauan lapangan sebelum dijadikan acuan. Karena kondisi perekonomian yang saat ini semakin terpuruk, menjadikan masyarakat sangat membutuhkan bantuan. (wsa)