E-Tilang Diberlakukan di Lingga
Peraih Nilai UN SMK Tertinggi di Kepri Ini Terancam Tak Bisa Kuliah Karena Biaya

batampos.co.id – Tario Rino Saragih, siswa jurusan Otomasi Industri SMKN I Batam yang mendapat predikat sebagai juara umum hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMK se-Kepri tahun ini, memang dikenal siswa berprestasi. Selama belajar di SMKN I Batam ia langganan juara umum di sekolah setiap ujian semester. Dia bahkan pernah mengharumkan nama bangsa dengan membawa pulang medali perak pada Festival Akademik yang digelar di Thailand dan Cina pada 2016.
Saat dihubungi Batam Pos sore kemarin, Tario cukup terkejut. Dia sempat tak percaya dengan informasi yang disampaikan bahwa namanya keluar sebagai juara umum se-Kepri tahun ini. ”Ah yang benar mas. Masa iya, banyak kok yang lebih pintar dari saya,” ujarnya, merendah.
Beberapa saat setelah dia memastikan informasi tersebut, Tario akhirnya percaya dan berulang kali mengucap syukur. ”Iya mas benaran saya juara. Syukurlah kalu gitu,” ujarnya dengan semangat.
Meskipun sempat kaget, Tario mengaku cukup yakin bahwa dia akan lulus dalam ujian yang baru dilewatnya itu. ”Karena waktu ujian kemarin, hanya dua mata pelajaran yang membuat saya ragu yakni bahasa Indonesia dan Kejuruan. Kalau Matematika dan Bahasa Inggris saya cukup yakin akan lulus dengan nilai yang baik,” ujarnya.
Keyakinannya itu berbuah hasil sebab nilai yang dapat cukup memuaskan. Menurut Humas SMKN I Batam Junaidi nilai yang diperoleh Tario cukup tinggi yakni 377,3. Bahkan tertinggi dari nilai SMA/MA di Kepri.
Tario membenarkan kalau ia kerap mewakili sekolah dan negara ke berbagai ajang lomba. Baik skala nasional maupun internasional. ”Pernah kirim ke Cina dan Thailand, juga pernah ikut olimpiade fisika tingkat kota tahun 2016 dan keluar sebagai juara dua,” ujarnya.
Tidak itu saja, dia juga pernah dikirim sebahai peserta LKS mewakili Kepri tingkat nasional di Malang tahun 2016 lalu.
”Kalau di sekolah saya memang sering juara umum hampir setiap semester. Semua itu saya capai atas didikan guru-guru saya. Kalau bukan karena mereka saya takan seperti ini,” ujarnya.
Meskipun menyandang sebagai juara umum se Kepri, Tario belum merasa tenang. Sebab impiannya untuk melanjutkan kuliah belum bisa dipastikan. ”Saya dari keluarga tak mampu. Pengen kuliah tapi belum tahu dimana karena masih cari beasiswa,” ujarnya. (she/ska/eja/rng)
Lima Pejabat Polres Tanjungpinang Dimutasi

batampos.co.id – Satu jabatan perwira menengah dan empat
Uzbekistan Jajaki Kerjasama Wisata dengan Indonesia

Sharapov Anvar Kurbanovich, Ketua Komite Pengembangan Pariwisata Uzbekistan menemui Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di kantornya di Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (2/5). Kunjungan Anvar merupakan rangkaian dari lawatannya ke beberapa negara sahabat di Asia Tenggara. Sebelum ke Indonesia, Anvar terlebih dahulu mengunjungi Malaysia.
Anvar dalam kunjungannya ke Kemenpar juga membawa serta pejabat dan pelaku pariwisata Uzbekistan. Antara lain Khakimov Alisher Sirojitdinovich (director of The Silk Road Office under the State Committee for Tourism Development and UNWTO ¡°Silk Road¡± project), Golisheva Elena Vyacheslavovna (director of The Republican Scientific-Educational Consulting Center of The State Committee for Tourism Development, serta Akmaljon Kosimov (head of Travel Company).
Sedangkan Arief dalam audiensi itu didampingi Asdep Hubungan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar Ani Insani dan Mary Marabubun selaku kepala Bidang Pemasaran Eropa Asdep Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika (ETTAA) Kemenpar. Praktis, pertemuan itu pun menjadi ajang untuk membahas potensi pariwisata.
“Saya mendapat perintah dari presiden terpilih Uzbekistan untuk menjalin kerja sama dengan negara sahabat. Indonesia kami anggap sebagai salah satu negara sahabat, dan Indonesia sangat mengagumkan bagi saya,” tutur Anvar.
Uzbekistan bahkan akan memudahkan warga negara Indonesia (WNI) yang akan berkunjung ke negeri di Asia Tengah yang pernah menjadi bagian Uni Soviet itu. Rencananya, Uzbekistan akan memberikan fasilitas bebas visa kunjungan (BVK) bagi WNI.
Selain itu, Uzbekistan juga menginginkan adanya penerbangan langsung dari ibu kotanya, Tashkent ke Bali.
Pihak Uzbekistan mengusulkan adanya paket umrah plus ke Uzbekistan yang kaya akan sejarah Islam.
Sedangkan Arief dalam kesempatan itu mengatakan, Uzbekistan tak perlu ragu menerapkan BVK. Sebab, kebijakan itu memang ampuh untuk menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara.
“BVK adalah kebijakan yang sangat efektif untuk meningkatkan kunjungan wisman. Indonesia mengalami pertumbuhan (kunjungan wisman, red) double digit karena kebijakan tersebut,” tuturnya.
Selain itu, Arief juga menegaskan komitmennya untuk mengawali tonggak kerja sama pariwisata Indonesia dengan Uzbekistan. Salah satunya mendorong travel agent di Indonesia membuat paket umrah plus ke Uzbekistam. “Kami akan memfasilitasi pertemuan dengan travel agent Indonesia,” ujarnya. (*)
Inilah 10 Besar Nilai UN SMK Tertinggi di Kepri Tahun 2017
batampos.co.id – Batam kembali meraih peringkat pertama hasil ujian nasional (UN) 2017 tingkat SMA, MA, dan SMK dengan nilai rata-rata 58,42. Di tempat kedua diraih Karimun dengan nilai rata-rata 51,00. Menyusul Tanjungpinang dengan nilai rata-rata 50,45.
Khusus untuk SMK, tahun ini peringkat nilai UN tertinggi se-Kepri diraih pelajar SMK Negeri 1 Batam bernama Tario Rhino Saragih dengan nilai 377,30.
Peringkat dua diraih Jefveny Kho 372,90 dari SMK Kartini Batam disusul Jeclyn dengan nilai 372,30 dari SMK Batam Bussines School Batam di posisi tiga kemudian Muhammad Alamulhuda dengan nilai 370,50 dari SMK Negeri 1 Batam di posisi empat.
Sementara posisi kelima diraih M. Rafli Firmansyah dengan nilai 367,70 dari SMK Negeri 1 Batam lalu posisi enam diraih Sartika Kusuma Wardani dengan nilai 368,20 dari SMK Multihigh School Batam.
Di posisi tujuh ada Evelyn Sun dengan nilai 366,50 dari SMK Kartini Batam disusul Fenny Shellim dengan nilai 363,90 dari SMK Negeri 1 Tanjungpinang di posisi delapan kemudian Hapipi Indriani dengan nilai 363,50 dari SMK Negeri 2 Batam di posisi sembilan kemudian
Nur Fitri Arpiani dengan nilai 363,20 dari SMK Negeri 2 Batam di posisi sepuluh. (spt)
Utus Dua Pejabat ke Belanda, BPAD Anggarkan Rp300 Juta
Label Family Friendly dan Kebersihan ialah Keharusan bagi Pelaku Kuliner

Bagi pengusaha kuliner Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong Anda untuk memasang label Family Friendly pada jajanan yang dijual.
Tujuannya agar sentra kuliner berlabel halal atau yang kini dikenal pula dengan istilah family friendly bisa memikat lebih banyak wisatawan.
Anggota Tim Percepatan Belanja dan Kuliner Kemenpar Tendi Naim mengatakan, menyediakan makanan Family Friendly bukan hanya demi memenuhi kebutuhan warga muslim. Sebab, mengonsumsi makanan sehat itu justru menjadi gaya hidup termasuk wisatawan mancanegara (wisman) yang notabene non-muslim.
“Seperti di Jepang, makanan family friendly sudah menjadi lifestyle,” ujarnya.
Tendi Naim, kreatir Restoran Bumbu Desa itu lantas mencontohkan Pasar Semawis di Semarang, Jawa Tengah. Pasar malam di kawasan pecinan Semarang itu dikenal menyajikan berbagai jajanan enak. Menpar Arief Yahya juga mengakui, kuliner Joglosemar –Jogja, Solo, Semarang itu beragam, kaya rasa dan punya karakter khas.
Menpar Arief mengingatkan, sebaiknya meskipun restoran itu sudah pasti family friendly, sertifikat itu tetap penting. Bagi wisatawan, label itu sangat penting.
Menurut Tendi, andai penjaja makanan di Pasar Semawis memajang label halal dalam ukuran besar agar mudah terlihat, maka pengunjung pun akan semakin yakin untuk membeli hidangan yang dijajakan.
“Hanya untuk memantapkan pengunjung ketika memilih tempat makan saja. Pengalaman saat di Pasar Semawis, saya bingung mau makan apa, karena tidak ada warung yang memasang label Family Friendly. Padahal saya pengin jajan di sana,” terang Tendi yang satu tim dengan Ketua Tim Vita Datau Messakh itu.
Hal lain yang juga patut diperhatikan di sentra kuliner adalah kebersihan. Menurutnya, pusat kuliner sangat rawan menjadi kumuh, terutama soal air.
“Jangan ada lagi ember buat mencuci piring. Semua harus sudah higienis, dengan instalasi air bersih yang baik,” ucapnya.
Di Semarang, salah satu sentra kuliner yang kondang selain Pasar Semawis adalah kawasan Kota Lama. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Semarang bahkan akan memoles kawasan Kota Lama yang belum tergarap menjadi sentra kuliner.
Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrasmara mengatakan, pihaknya bakal menjadikan Jalan Branjangan yang selama ini menjadi arena sabung ayam menjadi sentra kuliner layaknya Pasar Semawis. Untuk itu, Kadin Semarang telah menyusun konsep agar Kota Lama bisa lebih hidup.
Kadin sengaja memilih area kumuh antara Jalan Branjangan atau Jalan Sendowo untuk dirombak menjadi arena yang mampu menarik minat wisatawan. “Jadi kami sepakat untuk menghidupkan daerah yang belum hidup. Di tempat itu masih kumuh, gelap, dan belum tertata. Kami jadi tertantang untuk menggarapnya,” katanya.
Arnaz menjelaskan, ada sejumlah pekerjaan untuk memoles kawasan Jalan Branjangan menjadisentra kuliner. Antara lain lampu penerangan, perbaikan paving, membereskan drainase dan penanaman pohon.
Menurut dia, jika sentra kuliner yang digagas itu sukses maka bisa diterapkan di jalan-jalan lain di kawasan Kota Lama.
“Jika memungkinkan, sentra kuliner gagasan Kadin Semarang ini akan menjadi terusan bagi wisatawan yang berburu kuliner di Pasar Semawis,” cetusnya. (*)
CEO Message #26, Award: Be The Best!
CEO Message yang ke-26 kali ini adalah tentang award atau penghargaan. Saya ingatkan kembali bahwa CEO Message selalu kontekstual berkaitan dengan peristiwa yang terjadi sebelumnya. Kali ini berkaitan dengan award management atau pengelolaan award.
Pada CEO Message sebelumnya, saya membahas tentang naiknya daya saing pariwisata kita di level internasional. Tepatnya 6 April 2017 lalu, World Economic Forum (WEF) resmi mengumumkan laporan terbaru mengenai Travel and Tourism Competitive Index (TTCI) yang rutin dilakukan setiap 2 tahun. Syukur Alhamdulillah, Indonesia melesat 8 level ke peringkat 42, yang artinya daya saing pariwisata kita semakin diperhitungkan di level global.
Mundur sedikit ke belakang, di akhir tahun 2016 kemarin kita juga memborong 12 dari 16 penghargaan bergengsi pada pergelaran World Halal Tourism Award yang diselenggarakan di Abu Dhabi. Dua kemenangan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk memacu kinerja kita mencapai target 20 juta wisman pada tahun 2019 mendatang.
Award Management
Kita seringkali menyaksikan berbagai award yang diberikan kepada para pemenang kompetisi, atau diberikan sebagai penghargaan atas prestasi yang telah diraih oleh seseorang sebagai individu, tim, unit, perusahaan, maupun negara. Jenis award ini sangat banyak dan beragam, mulai dari level internasional sampai level terendah.
Pada level internasional, award yang paling bergengsi antara lain Nobel Prize (untuk pengetahuan yang diperluas, termasuk perdamaian), Oscar/Academy Award (film), Grammy Award (musik), Aga Khan (arsitektur), Pulitzer (jurnalistik), Emmy Award (televisi) dan lain-lain. Adapun award lebih spesifik yang terkait dengan pariwisata antara lain TTCI, UNWTO Award, ASEANTA Award, World Halal Tourism Award, dan lain-lain.
Mengapa award menjadi penting? Seperti yang sudah saya singgung di CEO Message yang lalu, award begitu penting bagi kita karena tiga alasan yang saya singkat 3C yakni: Confidence, Credibility, dan Calibration.
Confidence. Award akan menaikkan tingkat kepercayaan (confidence level) kita. Penghargaan pada dasarnya adalah sebuah legitimasi atau pengakuan. Bila kita mendapatkan penghargaan, maka self confidence kita akan naik. Banyak sekali orang yang menyatakan bahwa penghargaan ini meningkatkan self confidence. Dua orang yang saya kutip pendapatnya di sini adalah Jack Welch dan Tanri Abeng.
Saya sering mengutip kata-kata Jack Welch tentang Great Company:
“A company that aspires to true greatness furnishes its people with big challenges, which when met, fill the people with self-confidence that only come from Winning”. Apakah itu Great Company? Adalah perusahaan yang memberikan challenge seluruh people-nya dengan tantangan yang besar, yang ketika itu tercapai akan dapat meningkatkan self confidence seluruh karyawannya. Kemenangan-kemenangan tersebut akan meningkatkan self confidence kita dan membawa kita untuk yakin menuju kemenangan berikutnya.
Sedangkan Tanri Abeng menyebutkan, penghargaan juga bisa merupakan sebuah quick win, yang akan meningkatkan self confidence kita.
Credibility. Jika dikomunikasikan dengan baik, award yang kita peroleh dapat menjadi cara marketing yang paling efektif untuk image. Kita tidak perlu bersusah payah menyampaikan keunggulan yang kita miliki. Orang lainlah yang menyatakannya. Nigel Botterill – pemenang BT Entrepreneur Award – menyatakan “It provides instant credibility! People will remember long after the award is presented.”
Membentuk persepsi melalui positive referal seperti ini sangat efektif dan tentunya harus diikuti dengan kinerja kita yang baik pula.
Calibration. Sebuah penghargaan juga bermanfaat untuk menera apakah yang kita lakukan sudah benar sekaligus mengetahui posisi kita dibandingkan dengan yang lain. Menera berarti melakukan pengukuran apakah yang kita lakukan sudah ada dalam track yang benar atau tidak. Dan pengukuran ini menjadi penting, karena bila tak bisa mengukur, maka kita tidak bisa mengelola. If you cannot measure, you cannot manage.
Dalam hal melakukan penilaian, saya sering membuat kategori orang sebagai berikut:
Kelompok A, orang yang berhasil dan tahu mengapa dia berhasil. Kelompok B, orang yang gagal tetapi tahu mengapa dia gagal. Kelompok C, orang yang berhasil tetapi tidak tahu mengapa dia berhasil. Sedangkan kelompok D, orang yang gagal dan tidak tahu mengapa dia gagal. Ini adalah seburuk-buruknya orang.
Sebagai insan Kemenpar, dengan working spirit “Be The Best” saya yakin kita bisa menjadi kelompok A, “The A Team”, yakni orang yang selalu berhasil dan sukses, yang jika berhasil tahu mengapa dia bisa berhasil. Kalaupun misalnya terpaksa tidak bisa menjadi yang terbaik, kita harus tahu mengapa kita gagal.
Saya lebih menghargai “orang yang gagal tetapi tahu mengapa dia gagal ‘daripada’ orang yang berhasil tetapi tidak tahu mengapa dia berhasil”. Tetapi pasti saya paling menghargai “orang yang berhasil dan tahu mengapa dia berhasil” karena dia pasti telah berusaha memberikan yang terbaik yang bisa dilakukannya, “Be the Best”. Working spirit ini harus ditanamkan di dalam hati semua insan Kemenpar.
Seorang pemimpin seperti Jack Welch (CEO GE ketika itu) bahkan lebih keras lagi. Dia sangat menanamkan spirit untuk menjadi yang nomor satu. Atau jika terpaksa menjadi nomor dua “bolehlah”. Akan tetapi dia mempersilakan karyawan GE yang “berhasil tetapi tidak menggunakan cara-cara GE (GE Way – values dan spirit GE)” untuk keluar dari GE.
Melihat pentingnya arti sebuah award, tentunya harus dilakukan pengelolaan award (award management) dengan baik. Kita harus selektif dalam memilih award mana saja yang harus diraih. Dengan kata lain, kita harus memilih bukit-bukit manakah yang harus kita menangkan.
Memenangkan Award
Terkadang ada yang menanyakan apa gunanya kita mengejar award? Apakah hanya untuk memuaskan keinginan kita sendiri untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain? Jika ditanya dengan pertanyaan yang sulit seperti ini, kita bisa balik pertanyaannya. Apa salahnya jika kita memenangkan sebuah award? Apakah salah kita lulus dalam ujian dengan nilai yang terbaik? Apakah salah kita belajar untuk menghadapi ujian?
Dengan menjadi yang terbaik – termasuk di dalamnya memenangkan sebuah award – akan membuat kita atau institusi kita semakin dikenal dan membuka peluang untuk mendapatkan berbagai peluang dan kesempatan di masa mendatang. Orang akan cenderung memilih para pemenang untuk menjadi partner, supplier atau produsennya dibandingkan dengan para pecundang.
Karenanya, tidak ada yang salah dengan memenangkan award. Tentunya dengan cara-cara yang baik dan beretika. Karena ini adalah sebuah pengakuan atau legitimasi.
Bagaimana seharusnya pengelolaan award (award management) dilakukan? Kita dapat melakukannya dengan IFA (Imagine, Focus, Action).
Pertama, imagine. Bayangkan ketika kita atau perusahaan kita berhasil memenangkan sebuah kompetisi. Bayangkan award international maupun nasional mana yang harus kita menangkan. Kalau di tingkat nasional saja kita tidak bisa nomor satu, bagaimana mungkin kita bisa ke tingkat regional bahkan ke tingkat global?
Jika kita ingin pariwisata Indonesia menjadi yang terdepan di regional, maka bayangkan kita menjadi pemenang di level regional atau International. If you can imagine, you can get it. Bila kita bisa membayangkannya, maka kita akan dapat meraihnya. Ahli strategi perang asal China yang terkenal Sun Tzu mengatakan, kemenangan itu direncanakan. Karenanya, pemenang itu memenangkan peperangan sebelum berperang. Sedangkan pecundang baru merencanakan kemenangan ketika masuk dalam peperangan.
Kedua, focus. Pilihlah award mana yang harus kita menangkan, yang efek positifnya paling besar bagi Indonesia, yang likelihood-nya (kemungkinan dapatnya) paling besar, dan yang akan membuat kita menjadi percaya diri serta menambah keyakinan untuk memenangkan persaingan-persaingan berikutnya. Kita tidak mungkin memenangkan semua award sehingga harus dipilih yang dengan tepat. Saat ini misalnya, kita fokus mengejar peringkat TTCI dan World Halal Tourism Award.
Yang paling penting dalam fokus ini adalah “utamakan yang utama”. Karena, jika ingin dapat semuanya, kita tidak akan dapat semuanya. Karenanya setelah dilakukan pemilihan, maka kita perlu mengalokasikan sumber daya yang diperlukan untuk memenangkannya. Kita juga harus menunjuk winning team.
Ketiga, action. Segera pelajari kriteria penilaiannya dan sampaikan sisi-sisi terbaik yang kita miliki yang membuat kita berbeda dengan lainnya. Kita akan mudah mengerjakan sebuah soal ujian jika kita paham dan telah mengerjakannya. Apalagi jika kita bisa belajar dan mengerjakan kisi-kisi yang disampaikan oleh pengujinya. Hampir dipastikan kita akan selalu menjadi juara.
Jika mendapatkan sebuah award, komunikasikan pula dengan baik sehingga memberikan efek yang besar pada country image kita. Ketika Kemenpar mendapatkan award, tentu saja akan memberikan efek kepada seluruh jajaran, berdampak pada munculnya kebanggaan, dan meningkatkan self confidence. Dan pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan spirit kerja kepada seluruh jajaran Kemenpar, bahkan kepada seluruh bangsa Indonesia.
Award di Kemenpar
Salah satu tugas pemimpin adalah memberikan penghargaan kepada pasukannya yang telah mencapai hasil atau prestasi yang membanggakan. Penghargaan dengan kriteria yang jelas, proses penilaian yang kredibel, dan kompetisi yang ketat dari para pesertanya akan membuat penghargaan tersebut menjadi prestisius. Dan bagi yang mendapatkannya akan memperoleh kebanggaan serta rasa percaya diri yang besar untuk mencapai keberhasilan-keberhasilan.
Untuk memacu kinerja dari setiap unit perlu suatu cara agar semua unit bekerja dengan kapasitas maksimum (all out). Untuk itu, cara yang paling efektif adalah dengan melombakannya. Pada dasarnya setiap manusia tidak mau mengalah satu sama lain. Dan jika kita bisa mengarahkannya untuk hal-hal yang baik, sifat ini bisa membuat kita selalu memiliki semangat tinggi dalam memenangkan kompetisi.
Karenanya, buatlah award di Kemenpar yang bisa menumbuhkan semangat untuk selalu memberikan yang terbaik, “Be the Best”. Contoh award yang sedang kita lakukan adalah WIN Way Champions, sebagai tolok ukur peningkatan budaya kinerja di Kemenpar. Saya berharap akan lahir award-award di Kemenpar yang akan mampu menumbuhkan semangat (spirit) untuk selalu menjadi yang terbaik.
Salam Pesona Indonesia!!!
Oleh DR. Ir. Arief Yahya, M.Sc.
Menteri Pariwisata RI
Ayo, Ikuti Eco Run 5K Mapur Island 2017
Eco Run 5K Mapur Island akan digelar 13-14 Mei 2017, mendatang. Ini bukan sembarang lari. Ini lari yang dipadukan dengan petualangan alam, menyusuri hutan.
Selain lari melintasi hutan liar dan pantai berjarak lima kilometer, peserta akan diajak mengeksplore keindahan Pulau Mapur, Kepulauan Riau (Kepri).
Kegiatan yang dihelat Komunitas konservasi laut ini menitikberatkan pada wisata pantai, hutan dan wisata budaya dan seni. Nantinya peserta akan menikmati snorkeling Taman Kima, pelepasan tukik (anak penyu), transplantasi (penanaman) terumbu karang, tour Kampung, dan kesenian tradisional Melayu.
Tidak hanya itu, peserta nantinya juga akan menginap di rumah warga yang dijadikan “homestay”. Pada malam harinya, akan diadakan api unggun dan barbeque di pinggir pantai sambil menyaksikan kesenian tradisional Melayu.
Ketua panitia pelaksana Andrinal mengatakan, Eco Run Mapur ini, peserta cukup membayar biaya registrasi Rp 500 ribu, melalui website http://ecorunmapur.com. Total hadiah yang disediakan panitia sebesar Rp 30 juta.
“Eco Run Mapur ini memprioritaskan konsep menikmati keindahan alam dan konservasi laut. Karena lokasinya berjarak 20 mil dari pulau Bintan, peserta dijemput dengan kapal speed boat di dermaga/pelabuhan Dinas Pariwisata Bintan Teluk Bakau,” jelas Andrinal, Selasa (2/5).
Meskipun pendaftaran akan ditutup satu hari sebelum pelaksanaan, sebaiknya buruan mendaftar, karena panitia hanya menargetkan jumlah peserta 200 orang. Bagi calon peserta yang akan mendaftarkan diri harus melakukan pembayaran dengan cara transfer dan menyimpan bukti pembayaran, untuk pengambilan racepack.
Andrinal mengungkapkan, Eco Run Mapur juga akan diikuti peserta dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Selain itu, dirinya mengaku sudah ada minat dari warga di beberapa negara eropa yang tertarik mengikuti Eco Run Mapur.
“Sudah ada beberapa yang menyampaikan minatnya melalui email, mereka dari luar negeri. Sampai saat ini panitia bersama Karang Taruna Desa Mapur membersihkan lokasi trekking. Start mulai dari pantai, lalu masuk ke hutan dan finish kembali di pantai,” terang Andrinal.
Andrinal menambahkan, ajang lari ini akan dilaksanakan tahunan dalam upaya promosi dengan tujuan mengenalkan Pulau Mapur sebagai destinasi wisata melalui sebuah olahraga dengan mengusung tema konservasi dan pelestarian lingkungan.
“Yang jadi prioritas mengedepankan konsep menikmati keindahan alam. Ajang ini merupakan event olahraga lari di trekking alam dengan mengutamakan aspek kelestarian alam dan lingkungan,” tukas Andrinal.
Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya (Menpar) Arief Yahya, kegiatan yang berlokasi di crossborder itu penting. Terutama untuk menggaet wisatawan dari area perbatasan, yang terbukti di 2016 cukup sukses. Karena itu pihaknya terus modifikasi dan lanjutkan di banyak crossborder di tanah air. Dari Aruk, Kab Sambas, Kalbar yang berbatasan dengan Malaysia, Atambua NTT yang berdekatan dengan Timor Leste, Merauke dan Irian Jaya, Papua yang berimpitan dengan Papua Nugini.
“Bintan, Batam, Anambas, Tj Balai Karimun juga terus dicarikan program yang cocok untuk mendownload wisatawan mancanegara. Di mana-mana, crossborder itu bisa menjadi generator baru untuk menembus Wisman. Di Prancis, Spanyol, Belanda, dan banyak Negara Eropa sudah menempuh cara ini, menaikkan wisman dari crossborder,” jelas Menpar Arief Yahya.
“Yang sudah sukses, harus terus dioptimalisasi agar lebih konkret menghasilkan wisman dan wisnus. Bagi pelaku bisnis, ini menarik. Mereka pasti sudah mulai berhitung untuk membangun amenitas seperti hotel, resort atau akomodasi, lalu membuat atraksi seperti theme park, seni pertunjukan, dan lainnya. Tujuannya agar Wisman lebih lama tinggal,” lanjut Menpar Arief Yahya. (*)
GenPI Aceh Siap Teriakkan Penas Petani-Nelayan XV 2017 ke Jagat Maya
Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Aceh yang tak mau tertinggal dari prestasi GenPi Jateng. Setelah sukses membuat trending topic Sail Sabang, GenPi Aceh langsung pasang kuda-kuda untuk memboosting Penas Petani-Nelayan XV 2017. Hashtag ‘memikat’ ikut disiapkan untuk mendrive isu tadi menjadi trending topic baru.
Meski bersaing, tetapi antar-GenPI pun saling mensupport dengan hastag yang sedang diposting. Inilah, adu kreativitas, adu kepintaran mendesain sebuah pesan yang bisa menjadi materi promosi dan perlu diketahui public.
Untuk urusan promosi via dunia maya, GenPi Aceh memang tak kalah kreatif dari GenPi Jateng. Kibaran trending topic launching GenPI Jateng, Semarang Great Sale (SemarGres) 2017, #LiveInBejalendan #GenPiSukaKuliner langsung diimbangi dengan melesatnya #sailsabang2017 sebagai trending topic.
Dan setelah itu, anak-anak muda kreatif Aceh yang hobi berseluncur di dunia maya itu membidik Penas Petani-Nelayan XV 2017. Targetnya, mendorong Penas Petani-Nelayan XV 2017 naik menjadi trending topic dan menjadi perbincangan netizen di dunia maya.
“Pada Sabtu, 29 April, kami sudah mengadakan kopi darat media sosial bersama pegiat lintas komunitas dan netizen di Aceh. Ada sekitar 50-an netizen Aceh yang ikut serta. Semua langsung berembuk, sharing info dan pengalaman di Keude Kupi Aceh Lambhuk,” terang Koordinator GenPI Aceh Makmur Dimila yang didampingi Wakil Koordinator GenPI Aceh Aulia Fitri, Selasa (2/5).
Sama seperti GenPi Jateng, GenPi Aceh juga selalu mencari tema-tema unik dan kekinian. Yang diincar sangat clear dan jelas! GenPi Aceh ingin membuat netizen penasaran dan mencari tahu info seputar cuitan yang akan diviralkan di dunia maya. “Selain tema unik, kami akan membuat pemilihan tagar yang umum sehingga bisa digunakan seluruh GenPi yang ada di Indonesia,” ucap pria penyuka kopi khas Indonesia itu.
Pemilihan tagar memang jadi kunci utamanya. Lewat tagar itu, cuitan yang diposting anak-anak GenPi bisa didorong menjadi trending. Karenanya, dalam melakukan aksinya nanti, anak-anak GenPi Aceh juga akan menginformasikan ke teman-teman GenPi lain untuk ikut berpartisipasi menggunakan tagar tersebut untuk di repost sehingga bisa menjadi pembicaraan banyak orang di medsos.
“Ini sudah kami bahas bersama perwakilan dari Humas Setda Aceh dan Ketua Tim Publikasi Pekan Nasional (Penas) Petani – Nelayan XV 2017. Jadi nanti mulai dari akun fanpage dan website, retweeters, original tweets, most popular, highest impact, hingga top photografer, semua kompak mempromosikan Pekan Nasional (Penas) Petani – Nelayan XV 2017,” ucapnya.
Stafsus Menpar Bidang Komunikasi, Don Kardono gembira dengan aktivitas GenPI yang semakin meluas di media social.
“Hampir setiap hari di semua channel media social semakin penuh dengan foto, video, grafis, slide show, tentang pariwisata. Perbincangan seputar destinasi, events, festival, dan semua kebijakan kepariwisataan semakin seru dan menarik,” kata Don.
Inisiatif GenPi Aceh itu juga ditanggapi Menpar Arief Yahya. Menurutnya, GenPI Aceh bisa menjadi contoh konkret peran C (community) dalam Pentahelix yang melibatkan Academician, Business, Community, Government, Media (ABCGM). Nah, GenPI ini adalah komunitas yang sifat keanggotaannya volunteer.
“Ini sangat kreatif. Kota-kota yang punya GenPI men-support aktivitas pariwisata di kotanya masing-masing. Sukses! Salam Pesona Indonesia!” ujar Menpar Arief Yahya.
Untuk menembus 20 juta wisman di 2019, kata dia, tidak bisa dengan cara-cara biasa. Tidak cukup dengan modal marketing dan pengembangan destinasi yang linear. Membutuhkan sesuatu yang baru, yang belum dimiliki oleh manapun, itulah yang dibutuhkan pariwisata saat ini.
“Salah satunya lewat digital,” ucap peraih Men’s Obsession 2015 dan 2016 ini.
Era digital itu, kata dia, tidak bisa dilawan. Sebuah keniscayaan, yang cepat atau lambat akan terjadi. Karena itu, cara yang paling cerdas adalah menjemput masa depan dengan digital marketing. Mengkampanyekan setiap event via dunia maya.
“Sekali lagi, teknologi tidak bisa dilawan, kreativitas tidak bisa dibendung, digital tidak bisa ditunda. Dalam persaingan ke depan, yang cepat dan sigap akan mengalahkan yang besar dan lambat,” kata dia. (*)
