Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 13472

Polisi Tangkap Pencuri Puluhan Ponsel

0
Zultrisno alias Reno, tertunduk lesu dengan kaki dibalut perban ia dibawa ke Mapolresta saat akan ekpos, Rabu (10/5) . Pelaku diamankan petugas, karena mencuri puluhan unit ponsel di toko Brother Jaya, Lucky Plaza. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Zultrisno alias Reno, 31 terpaksa dilumpuhkan Unit Jatanras Polresta Barelang karena melawanan petugas saat hendak ditangkap, Selasa (9/5) dinihari.

Ia ditangkap petugas, karena mencuri puluhan unit ponsel di toko Brother Jaya, Lucky Plaza.

“Semua yang saya ambil ada dua puluh unit. Saya ditangkap polisi hari Selasa dinihari di rumah saya, di Tiban,” ujarnya.

Aksi pencurian Eno itu, dilakukannya pada malam hari saat semua toko ponsel di Lucky Plaza sudah dalam keadaan tutup. Untuk memasuki toko Brother Jaya tersebut, Eno masuk dari toko sebelahnya dengan cara menjebol atap plafon.

“Saya kerja di sebelah toko Brother Jaya itu sebagai tukang service hape. Saya masuknya sekitar jam sepuluh sampai jam sebelas malam,” tuturnya.

Setelah berhasil menggondol puluhan unit ponsel dengan berbagai merek itu, Eno langsung menjual ponsel itu kepada temannya seharga Rp. 15 juta. Diakui Reno, pada saat itu ia tidak mempunyai pilihan lain selain mencuri di toko sebelah tempat ia bekerja itu karena waktu yang sudah mepet.

“Mau pinjam sama orang tidak mungkin lagi. Karena hutang-hutang saya sudah banyak sama orang. Jadi terpaksa nyuri,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya saat dikonfirmasi menyatakan, kasus pencurian ponsel ini masih dilakaukan pengembangan untuk mengumpulkan barang bukti serta menangkap penadah ponsel curian tersebut.

“Barang bukti hape itu informasinya sudah tersebar di Surabaya dan Kalimantan. Saat ini masih kita kembangkan untuk mengumpulkan barang bukti dan penadahnya siapa,” katanya. (cr1)

Tri Suci Waisak

0

Sejumlah Pandita memandikan arca Budha pada perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2561 di Vihara Duta Maitreyawira, Seipanas Batam, Kamis (11/5).Perayaan Hari Raya Trisuci Waisak 2561 berlangsung khidmat dan lancar yang dihadiri riibuan umat Buddha. 

Foto: Cecep Mulyana

Lancar

0

Pasca penutupan arah dari Batamcenter-Sekupang arus kendaraan terlihat lancar saat melewati Simpang Jam Baloi, Kamis (11/5). Untuk sementara arah dari Batamcenter-Sekupang yang melewati Simpang Jam dialihkan karena proyek penyambungan jalan layang.

Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Provinsi Khusus Batam Belum Urgensi

0
batampos.co.id – Mantan Ketua DPR era Presiden Megawati, Akbar Tanjung menilai pembentukan Provinsi Khusus Batam belum urgensi. Pada penilaiannya, Batam dibangun di bawah kewenangan khusus dimiliki Otorita Batam (OB) atau Badan Pengusahaan (BP) Batam saat ini.
“Batam sudah berkembang pesat dari waktu ke waktu. Tentunya kemajuan Batam tidak lepas dari perlakukan khusus yakni Free Trade Zone (FTZ),” ujar Akbar Tandjung di Tanjungpinang, Rabu (10/5)
Menurut politisi senior Partai Golkar tersebut, melekatnya status FTZ di Batam tentunya adalah sesuatu yang khusus. Karena tidak semua daerah bisa mendapatkan perlakuan seperti itu. Malah kata Akbar, dengan adanya reaksi untuk membentuk Provinsi Khusus Batam bisa mengganggu visi dan misi Provinsi Kepri.
“Daripada membuang energi untuk sesuatu yang belum pasti, tentu ada baiknya fokus pada pembangunan daerah yang sudah disusun,” papar Akbar.
Pria yang sekarang ini duduk sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar itu menyebutkan, apa yang harus dilakukan sekarang ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dengan masuknya investasi-investasi baru. Masih kata Akbar, lambatnya pertembuhan ekonomi saat ini juga tidak lepas dari pengaruh pertumbuhan ekonomi nasional.
“Artinya, tidak harus menunggu menjadi Provinsi Khusus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam. Karena kuncinya tetap pada investasi, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan,” tutup Akbar Tandjung.
Sebelumnya, mengatasi lambannya pertumbuhan ekonomi di Pulau Batam, Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie mengusulkan menjadikan Batam, Rempang, dan Galang (Barelang) sebagai provinsi khusus ekonomi. Masih kata Habibie, untuk memajukan Batam tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada cita-cita awal, yakni menjadikan Batam sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi nasional.
Semua itu baru bisa dicapai jika semua pihak bersatu. Tidak ada lagi saling sikut kepentingan satu sama lain. “Ya, back to basic. Menjadikan Batam, Rempang, dan Galang sebagai provinsi khusus ekonomi, itu solusinya,” tegas mantan ketua Otorita Batam itu.
Otorita Batam kini berubah menjadi Badan Pengusahaan (BP) Batam.  “Kalau Provinsi Khusus Barelang berhasil, kita perluas jadi Barelang-Bin yaitu Barelang Bintan. Tapi, sekarang, fokus ke Provinsi Khusus Barelang saja dulu,” katanya.(jpg)

Imigrasi Batam Keluarkan Tiga Kebijakan, Cegah Antrian Paspor

0

batampos.co.id – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Teguh Prayitno mengeluarkan tiga kebijakan, untuk meminimalisir antrian paspor yang tiap hari selalu membludak.

Dari data didapat Batam Pos, dalam satu harinya Kantor Imigrasi Batam dalam seharinya menerbitkan 150 paspor. Sedangkan untuk permohonan paspor, dalam seharinya Imigrasi Batam melayani sekitar 300 paspor. Dan itupun pengambilan nomor antrian dibatasi mulai 07.30 hingga pukul 10.00 saja.

“Tingginya permintaan pembuatan paspor ini, saya meminta kepada petugas imigrasi untuk pulang lebih lama. Biasanya PNS pulang pukul 16.00, tapi petugas imigrasi pulang pukul 20.00,” kata Teguh Prayitno, Kamis (11/5).

Lebih lamanya jam kerja petugas imigrasi ini, juga seiring dengan bukanya pelayanan penerbitan paspor hingga malam. Teguh mengatakan bila tidak dilakukan hal ini, maka tak akan bisa menangani permintaan penerbitan paspor yang membludak tiap harinya.

“Hal ini adalah bukti komitmen kami dalam melayani masyarakat, bahwa kami disini bekerja sudah sangat maksimal dalam melayani masyarakat namun tetap saja ada keluhan dari masyarakat terutama masalah antrian,” ujarnya

Teguh mengatakan antrian sebetulnya adalah hal yang normal, bisa di lihat diluar negeri. Untuk mengatasi masalah antrian ini juga, ia merencanakan dalam waktu dekat, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam akan membuka Unit Layanan Paspor (ULP) yang khusus melayani permohonan Paspor RI saja.

“Tidak ada pelayanan lain. Kami terus berinovasi, sebab penyelesaian tidak dapat dilakukan secara instant karena perlu perencanaan yang matang serta anggaran,” tuturnya

Kepala  Bidang Lalu Lintas dan Status Keimigrasian, Feddy, mengatakan saat ini ULP sedang dalam proses pembangunan dan kesisteman. Ia menuturkan bila tidak ada halangan, tidak lebih dari 2 bulan dapat segera diresmikan untuk melayani masyarakat Batam.

Feddy optimis dengan adanya ULP ini sudah pasti akan memecah antrian, karena pemohon dapat memilih untuk mengajukan permohonan Paspor RI di Kantor Imigrasi atau di ULP.

Inovasi lain yang sedang direncanakan yaitu Layanan Antrian Paspor Online dengan aplikasi berbasis android dan Layanan Antrian Paspor via Aplikasi Whatsapp.

Kedua inovasi tersebut saat ini baru diuji coba di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan dan di Batam.

“Inovasi ini sedang dalam proses pengerjaan, yang pasti akan ada upaya penyelesaian,” tuturnya. (Ska)

Gubernur Tidak Bisa Dinonaktifkan

0
batampos.co.id – Anggota DPRD Kepri, Surya Makmur Nasution
mengatakan ombudsman tidak punya kapasitas untuk menonaktifkan seorang kepala daerah. Meskipun dalam proses open bidding ditemukan adanya indikasi maladministrasi.
“Kalaupun ditemukan adanya kesalahan, tentu tinggal diperbaiki. Artinya tidak sampai pada proses penonaktifan Gubernur,” ujar Surya Makmur menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (10/5) di Tanjungpinang.
Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, penonaktifan seorang gubernur hanya bisa dilakukan melalui hak angket di DPRD Kepri. Masih kata Surya, tindakan tersebut bisa dilakukan, apabila dua pertiga anggota DPRD Kepri menyetujui hal itu.
“Tidak ada dasarnya Ombudsman bisa membuat keputusan menonaktifkan Kepala Daerah. Persoalan yang terjadi sekarang ini, masih bisa diselesaikan. Apalagi permasalahannya adalah maladministrasi,” papar Surya.
Legislator Dapil Batam itu menambahkan, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang memang membidani persoalan ini sudah memberikan rekomendasi. Bahkan belum lama ini, Gubernur sudah berkoordinasi langsung dengan pihak KASN di Jakarta.
“Kita berharap persoalan ini cepat selesai, sehingga tidak menggangu rencana pembangunan yang sudah kita susun,” tutup Surya Makmur.
Komisioner Ombudsman, Laode Ida mengatakan apabila ditemukan adanya maladministrasi dalam proses open bidding atau lelang jabatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepri. Konsekuensi terberatnya adalah Gubernur Kepri, Nurdin basirun akan dinonaktifkan.
Dijelaskannya, konsekuensi yang harus diterima bukan saja batalnya proses open bidding beberapa waktu lalu. Tetapi sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah juga sudah menegaskan. Yakni kepala daerah harus melaksanakan keputusan yang dikeluarkan oleh Ombudsman. Apabila tidak dilaksanakan, Gubernur bisa dinonaktifkan sementara waktu.(jpg)

1/3 untuk Nasi, 1/3 Sayuran, 1/3 Lauk dan Buah

0

Pada acara prasmanan, sering dihidangkan dengan menu pilihan karbohidrat yang banyak seperti nasi, nasi goreng, kentang, mi goreng, bihun, kwetiau, pasta, dan lainnya.

Sebetulnya itu hanya pilihan menu saja, selebihnya kembali pada kesadaran dan kemampuan pengendalian diri. Makan dengam terlalu banyak porsi karbohidrat membuat tubuh kelebihan kalori. Hal itu memicu kadar gula darah dan penyakit diabetes bisa muncul.

“Jika belum kena diabetes, ikuti saja keseharian pola makan. Pilihan karbo yang wajib dibatasi,” tegas Pakar Kesehatan dan Doktor Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Yani Sofiani, Rabu (10/5).

Dia menjelaskan, karbohidrat paling baik untuk sarapan yaitu umbi-umbian dan sereal. Meskipun tidak dilarang juga kebiasaan masyarakat Indonesia yang tetap menghidangkan nasi untuk pilihan sarapan.

“Nasi enggak apa-apa untuk sarapan. Boleh. Misalnya hanya ada nasi dan telur saja di dapur juga enggak apa-apa. Asalkan nasinya lebih sedikit, tapi porsi telurnya lebih banyak,” jelas Yani.

Sebab, karbohidrat merupakan zat yang lebih dulu dipecah di dalam tubuh. Jika jumlah karbo lebih banyak, maka karbo lebih dulu dipecah oleh tubuh. “Karena itu banyakin telurnya agar lebih banyak protein yang dipecah dulu jadi glukosa oleh tubuh,” paparnya.

Rumusnya adalah dengan membagi tiga bagian setiap piring saat makan. Di dalam tumpeng gizi seimbang ada 4 pilar, yaitu makan bervariasi, aktivitas fisik, menjaga kebersihan dan lingkungan, serta mempertahankan berat badan ideal.

Dalam piring makan bagilah piring menjadi 3 bagian, 1/3 untuk makanan pokok, 1/3 untuk sayuran, 1/3 di bagi dua untuk lauk dan buah. (cr1/JPG)

Karimun Pertahankan Juara STQ Provinsi Kepri

0
Wabup Karimun menyambut kedatangan piala bergilir STQ Provinsi Kepri di pelabuhan yang dibawa Asisten I M Tang. F.Humas Pemkab untuk batampos. 

batampos.co.id – Kabupaten Karimun kembali berhasil memboyong juara umum STQ VII Provinsi Kepri yang berakhir, Selasa (9/5) malam di Kota Batam. Dengan raihan nilai 55 poin, Karimun berhasil menyisihkan Kota Tanjungpinang di posisi kedua, dan tuan rumah Kota Batam di posisi ketiga.

Keberhasilan Kafilah Karimun mempertahankan juara umum STQ Kepri ini, merupakan kali keempat. Atas prestasi ini, Karimun berhak memiliki piala tetap STQ Provinsi Kepri.

“Syukur alhamdulillah, juara STQ Provinsi Kepri berhasil kita pertahankan. Mudah-mudahan, piala bergilir STQ Kepri kali ini, bisa bersanding dengan piala STQ yang sudah menjadi hak Kabupaten Karimun karena berhasil keluar sebagai juara umum tiga kali berturut-turut,” ungkap Koordinator Kafilah STQ

Kabupaten Karimun, H Azhar Hasyim saat memberikan sambutan di kediaman dinas bupati, Rabu (10/5) kemarin.
Sementara Bupati Karimun Aunur Rafiq mengucap syukur atas keberhasilan mempertahankan juara umum STQ Provinsi Kepri.

“Alhamdulillah, kita dapat kembali mempertahankan juara umum STQ Provinsi Kepri. Kemenangan ini, merupakan kemenangan masyarakat Kabupaten Karimun,” tegas Bupati bangga.

Rafiq meminta kepada seluruh kafilah untuk tidak berpuas diri dengan raihan yang dicapai. Sebaliknya menjadikan dorongan, dan motivasi untuk lebih baik di masa hadapan.

Tak lupa pula, Rafiq mengucap terimakasih disampaikan kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Karimun yang telah bertungkus lumus bekerja demi mencapai keberhasilan mempertahankan juara STQ. Usai pertemuan, piala STQ kemudian diarak keliling kota menggunakan mobil patroli milik Satpol PP. (enl)

Kementan Siap Bawa Investor ke Karimun

0

batampos.co.id – Kementerian Pertanian dalam waktu dekat bakal membawa investor yang bergerak disektor pangan ke Kabupaten Karimun. Mereka akan menjajaki pengembangan pangan yang berorientasi ekspor di Kabupaten Karimun.

Kehadiran investor disejalankan dengan permintaan Bupati Aunur Rafiq akan bantuan pengembangan pangan. Seperti penyediaan bibit cabai, jagung, bawang merah, dan nanas. Termasuk pengadaan alat mesin pertanian.

“Alhamdulillah, Pak Menteri Pertanian mengapresiasi permintaan kita dengan langsung memerintahkan Sekjennya untuk segera dibantu. Tidak hanya bibit pangan, tapi juga alat mesin pertanian,” ungkap Aunur Rafiq, Rabu (10/9) kemarin.

Yang menggembirakan, lanjut Rafiq, Kementan pun bakal membawa sejumlah investor ke Bumi Berazam. Selain menindaklanjuti keinginan Pemerintah Karimun sekaligus melaksanakan pengembangan pangan berorentasi ekspor.

“Pemerintah pusat tidak ingin terjadi kesalahpahaman dalam penyaluran bibit-bibit pangan tadi. Oleh karenanya, mereka akan turun langsung dengan membawa investor,” tegas Rafiq.

Pulau Kundur, Karimun, dan Buru, adalah yang bakal dikembangkan sebagai kawasan pengembangan pangan berorientasi ekspor. Dan Pemerintah Karimun bakal menyiapkan lahan untuk pertanian jagung seluas 500 hektare, dan bawang merah 300 hektare.

“Ya, Pulau Kundur, Karimun, dan Buru bakal kita jadikan sebagai lumbung pangan berorientasi ekspor bagi wilayah perbatasan. Semoga pemerintah pusat mengabulkan permintaan kita, dan Kundur menjadi wilayah lumbung pangan berorientasi ekspor,” sebut Rafiq. (enl)

10 Ribu Gas Siap Didistribusikan 

0
batampos.co.id – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disperindagkop Kabupaten Bintan, Setia Kurniawan mengatakan penyaluran tabung Bright gas 5,5 Kg yang resmi diluncurkan Pertamina beberapa waktu lalu, kini sudah mulai berjalan di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.
Berdasarkan data yang dimiliki ada sebanyak 10 ribu tabung gas yang siap di distribusikan di masing-masing pangkalan yang ada di Kabupaten Bintan, dan Tanjungpinang.
“Tahap awal ini pertamina menyediakan 10 ribu tabung yang siap disebar untuk dua wilayah. Dan sudah berada di SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji) Tanjunguban,” jelas Setia, Rabu (10/5).
Ia mengatakan untuk penyebaran tabung gas non subsidi ini masih dalam proses sosialisasi, dan belum dilakukan secara keseluruhan.
“Sudah ada yang disebarkan, tapi paling banyak di Tanjungpinang. Sebab ini masih disosialisasikan lagi. Namanya juga gas non subsidi, otomatis harganya tidak sama murahnya dengan gas yang disubsidi. Jadi tergantung dari pangkalan apakah mau ngambil atau tidak,” kata Setia.
Untuk harga, lanjutnya gas berwarna pink ini dibandrol dengan harga berkisar Rp 70 ribu, pertabungnya.
“Harganya lumayan besar. Sesuai lah dari sisi kualitasnya yang lebih menjamin keamanan, serta kemasannya juga lebih menarik,” ungkapnya.
Setia menjelaskan meskipun penyaluran Bright gas ini mulai berjalan, namun hal ini tidak berpengaruh terhadap gas subsidi ukuran 3 kg, sebab masing-masing gas ini memiliki peruntukkan yang berbeda.
“Gas yang disubsidi pemerintah tetap tidak berubah, masih tetap berjalan normal seperti biasanya. Sedangkan gas 5,5 kg ini lebih ditargetkan untuk kelas menengah ke atas, karena memiliki harga yang standar tanpa pengurangan seperti yang disubsidi,” ujarnya.
“Mudah-mudahan setelah di sosialiasasikan nanti, penyaluran gas ini bisa berjalan lancar. Apabila jumlah kurang, tentunya akan ada penambahan. Tergantung dari pengajuan yang dibutuhkan,” jelas Setia. (cr20)