Selasa, 5 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13476

Tahun Ini Batam Jadi KEK

0
Dua orang warga Batam berfoto mengambil latar belakang Welcome To Batam yang terpampang di Bukit Clara Batamkota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam yang dijajikan Menko Perekonomian Darmin Nasution setahun lalu akan segera direalisasikan tahun ini. Tim Teknis Dewan Kawasan (DK) tengah berada di Batam mengumpulkan data dan masukan-masukan dari berbagai kalangan sebelum kebijakan KEK diterapkan.

“Sebagaimana arahan DK, transformasi Free Trade Zone (FTZ) menjadi KEK akan segera dilakukan. Makanya kami ingin mendengar masukan dari pengelola kawasan industri terlebih dahulu,” kata Ketua Tim Teknis DK sekaligus Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Lukita Dinarsyah Tuwo, Kamis (18/5) di Hotel Best Western Premier (BWP) Panbil, usai meninjau Kawasan Industri Panbil.

Masukan pertama yang ia peroleh adalah penurunan ekonomi terjadi karena masalah daya saing.

“Masalah ini terkait dengan biaya logistik, salah satunya dari sisi biaya pelabuhan,” ungkapnya. “Makanya dukungan terhadap sektor logistik di pelabuhan sangat dibutuhkan.”

Lukita menilai, masalah ini terjadi karena kelemahan dari kebijakan FTZ sendiri. Dimana ketika perusahaan industri mengekspor atau mengimpor barang ke dan dari luar negeri diberikan insentif berupa pembebasan pajak dan bea masuk. Sedangkan dari Batam ke domestik dan dari domestik ke Batam malah dikenakan pajak dan bea masuk.

“Tentu ini sangat menganggu saat negara tujuan ekspor mengalami dampak dari kelesuan ekonomi global. Permintaan ekspor menurun, perusahaan kehilangan order sehingga terpaksa memangkas karyawannya,” ujar Lukita.

Padahal, ada pasar potensial dalam negeri yang bisa digarap agar industri bisa bertahan. Namun, kebijakan yang mewajibkan membayar pajak saat membawa keluar barang dari wilayah FTZ batam ke kawasan lain di Indonesia membuat industri di Batam semakin kehilangan daya saing.

Begitupun sebaliknya, bahan baku industri dari domestik ke kawasan FTZ Batam juga dikenakan pajak dan bea masuk sehingga semakin lengkap penderitaan industri di Batam saat ini.

“Tapi perubahan kebijakan tersebut tengah digodok di Kementerian Keuangan untuk industri di Batam. Seharusnya baik itu keluar maupun ke dalam nilainya harus sebanding sehingga bisa kompetitif,” jelasnya. “Nah, saat jadi KEK nanti, sangat menjamin hal tersebut.”

Lukita menambahkan prubahan menuju arah KEK menguntungkan bagi semua pihak dalam memajukan Batam. Untuk industri yang ada saat ini, pemerintah menjamin investasinya tak akan dirugikan. “Namun jika masuk KEK, maka akan diberikan insentif lebih banyak lagi,” katanya.

Selain permasalahan insentif yang dikeluhkan pengusaha di kawasan industri, masalah serius yang juga menghambat pertumbuhan ekonomi Batam adalah dualisme pemerintahan di Batam.

Namun saat berubah status menjadi KEK nanti, Lukita menjamin kewenangan wilayah kerja antara Pemko Batam dan BP Batam semakin jelas. “Dualisme itu dijamin penyelesaiannya. BP Batam akan fokus industri dan Pemko diluarnya,” katanya lagi.

Namun yang mesti dilalui sebelum menuju KEK adalah masa transisi. “Kalau KEK ada enclave-enclave. Diluar enclave itu ada aset-aset milik BP Batam. Makanya perlu masa transisi,” ungkapnya.

Masalah dokumen Izin Peralihan Hak (IPH) juga menjadi fokus tim teknis DK. Baru-baru ini jadi perhatian. “BP dan Pemko harus bisa kerjasama terkait kejelasan mengenai pelayanan, khususnya IPH dan lainnya,” ujarnya.

Di luar berbagai persoalan yang membelit Batam itu, Lukita memuji program Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK). Sebab, kebijakan tersebut membuat kawasan industri yang sudah berdiri mampu membangun sekaligus mengurus perizinan secara paralel.

“Di luar dari itu, ada juga masalah UWTO. Namun itu bukan kendala utama. Masalah kepastian menjadi hal yang utama untuk dibenahi,” tuturnya.

Lukita menjelaskan untuk bisa menjadi KEK, ada empat kriteria lokasi yang menjadi ketentuan utama. Kepala Bagian Hukum dan Umum Sekretaris Dewan Nasional KEK, Paulus Riyanto mennyebutkan; Pertama, harus mendapat dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten. Kedua, harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan tidak berpotensi mengganggu kawasan lindung. Ketiga, terletak pada posisi yang dekat dengan jalur perdagangan internasional. Keempat, memiliki batas yang jelas.

“Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan KEK,” katanya.

Selain itu, dalam Pasal 3 Ayat 2 PP tersebut, sektor industri yang bisa dijadikan basis KEK adalah pengolahan ekspor, logistik, industri, pengembangan teknologi, pariwisata, energi, dan ekonomi lainnya.

Untuk tahap pertama, pengusulan pembentukan KEK dimulai dari kesiapan lahan. “Kemudian tujuan pengembangannya. Kesiapan dukungan infrastruktur dan mempunya calon investor,” katanya.

Sedangkan mengenai badan pengelola KEK, pemerintah pusat yang menentukannya ditinjau dari segi kesiapan infrastruktur kawasan, kesiapan SDM, kesiapan perangkat pengendali administrasi. (leo)

Besok, Bos Panbil Group Gelar Acara Adat Pernikahan Putri Bungsu

0
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Bos Panbil Group, Johanes Kennedy Aritonang, akan menggelar acara adat Tapanuli untuk pernikahan putri bungsunya, Maria Giovani Isalaura, di Kawasan Industri Panbil, Sabtu (20/5). Bukan acara adat biasa, gawe akbar ini sekaligus menjadi ajang promosi dan pameran budaya dan kerajinan khas Tapanuli Utara.

“Jadi ini kita buat beda. Bukan hanya sebatas acara adat. Tetapi harus mendukung UKM yang ada di Batam. Ada penenun ulos Batak selama acara berlangsung,” kata Johanes Kennedy saat mengikuti gladi bersih acara adat Tapanuli di Panbil, Kamis (18/5) malam.

Acara adat ini dipastikan akan semakin meriah dengan hadirnya sederet artis ibukota yang akan menghibur tamu undangan. Antara lain penyanyi solo Cakra Khan, Amigos, Fanda Hutagalung, dan sejumlah artis Batak lainnya yang tak kalah populer.

“Pentolan-pentolan (warga) Batak dari Jakarta dan Medan, mungkin akan hadir di sini,” katanya.

Martha S Napitupulu selaku penata acara kegiatan ini mengaku timnya akan menghadirkan budaya Batak secara utuh dalam acara adat tersebut. Dekorasi yang ditampilkan juga mencerminkan adat Batak. “Jadi acara diiringi gondang Batak. Bahkan dekorasinya juga gorga,” kata pemilik butik Martha Ulos ini.

Selain itu, pameran kerajinan tangan juga akan memanjakan mata tamu undangan yang ingin lebih tahu mengenai kerajinan tangan Batak Toba.

“Akan ada penenun, kerajinan ukir, dan cara mengukir juga bisa dipratikkan. Ada cara merajut sama menganyam tikar juga. Beberapa produk makanan tradisional juga akan dipamerkan, seperti kacang sihobuk,” katanya.

Ia mengapresiasi Johanes Kennedy, pengusaha sukses yang masih sangat peduli dengan nilai-nilai kedaerahan. Ia berharap pengusaha-pengusaha sukses dari Tapanuli bisa mengikuti Johanes Kennedy dalam memberikan perhatian kepada budaya dan kerajinan Batak Toba.

Seperti diketahui, putri bungsu Johanes Kennedy, Giovani Isalaura, akan menikah dengan kekasihnya, Jonny Yewsuanto, pada Jumat (19/5) hari ini. Acara pemberkatan pernikahan akan digelar di Gereja St Petrus Lubukbaja, Batam, dengan diiringi orkestra dan paduan suara.

Malam harinya, mulai pukul 19.00 WIB sampai 22.00 WIB, akan digelar resepsi bertempat di Hotel Best Western Panbil. Undangan yang disebar mencapai 2000 orang. Sahabat, relasi dan kolega Johanes Kennedy akan hadir dalam acara ini. (ian)

Ambil Dokumen Kapal, Oknum Jaksa Minta Rp 500 Juta

0

batampos.co.id – Pemilik Kapal Motor (KM) Kawal Bahari, Akau, mengaku dimintai uang oleh oknum Jaksa di Kejati Kepri, saat hendak mengambil dokumen kapalnya yang telah memiliki kekuatan hukum tetap atas kasus penyelundupan tangkapan tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang.

“Saya dimintai uang Rp 500 juta. Tapi saya tidak penuhi permintaan Jaksa berinisial DPT itu. Karena tidak ada kaitan dokumen kapal dengan uang sebanyak itu,” ujar Akau, kemarin.

Akau menilai yang diminta Jaksa tersebut diduga sebagai pelicin agar dokumen kapal miliknya tersebut dapat diambil.

“Kapal yang dokumennya tidak lengkap dilepas. Nah, sementara kami yang dokumen kapalnya lengkap dimintai uang. Kami tidak punya uang dipersulit, disini salah Jaksa atau salah siapa,” kata Akau.

Dikatakan Akau, dirinya dimintai uang sebanyak itu saat bertatap muka langsung dengan Jaksa tersebut belum lama ini. Ia pun langsung dengan tegas untuk tidak memenuhi permintaan Jaksa tersebut. “Satu rupiah pun tidak saya kasih uang,” katanya.

Diterangkan Akau, kedatangannya ke Kantor Kejati Kepri untuk meminta dokumen kapal miliknya karena proses hukum di Pengadilan Tinggi (PT) Riau, untuk terdakwa, Herjon, 48, selaku pengurus kapal dan Rusli, 46, Nakhoda Kapal, memutuskan barang bukti kapal dan dokumennya dikembalikan kepada pemiliknya.

“Ini akan saya tanyakan ke pak Kajati dulu. Apakah beliau tahu atau tidak permasalahan ini. Kalau tidak tahu akan ku ributkan,” ucapnya.

Kepala Kejati Kepri, Yunan Harjaka, yang dikonfirmasi terkait hal tersebut langsung membantah. Ia mengatakan tidak ada oknum Jaksa dijajarannya yang meminta uang kepada pemilik kapal KM Bahari.

“Sudah saya cek, langsung sama Jaksa yang disebutkan, tak ada itu minta uang. Saya juga sudah mengklarifikasi dengan pemilik kapal dan Jaksa yang bersangkutan,” ujar Yunan.

Sementara saat disinggung terkait sanksi yang akan diberikan jika ada Jaksa yang meminta sejumlah uang kepada orang yang mempunyai kepentingan dengan korps Kejaksaan. Yunan menyebutkan pihaknya tidak kenal dengan cara berandai-andai.

“Kejaksaan tidak kenal dengan misalkan atau berandai-andai,” ucap Yunan singkat. (ias)

Pencari Kerja Masih Ingin Bertahan di Batam

0
ilustrasi Foto:Rezza Herdiyanto Batam Pos

batampos.co.id – Batam masih menjadi surga bagi para pencari kerja (pencaker). Dan hal itu disadari oleh Faridah Hussain, perempuan lajang asal Lombok, NTB itu baru saja tiba di kota Batam enam hari lalu. Walau baru beberapa hari di Batam, perempuan 21 tahun itu sudah sibuk ke sana kemari untuk mengantarkan berkas lamaran kerja.

“Sudah ngantar ke PT Schneider, SIXX, Rapala dan Epcos,” kata Faridah saat ditemui di MPH Pujasera Batamindo, Kamis (18/5).

Meskipun lowongan sangat sepi serta ekonomi Batam yang sedang lesu, namun ia tetap yakin akan mendapatkan pekerjaan. Ia menceritakan, sebelumnya ia pernah bekerja di PT Sanipak di kawasan Batamindo Mukakuning selama dua tahun. Karena perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur itu tak memperpanjang kontraknya, ia memutuskan untuk pulang kampung. “Orangtua juga minta pulang saja, dan cari kerja di sana (Lombok,red),” tutur perempuan hitam manis ini.

Namun, karena pekerjaan juga cukup sulit di kampung dan juga tak betah lama-lama membebani orang tuanya, Rida sapaannya, memutuskan untuk kembali ke Batam. “Kali ini saya coba kembali, daya tarik Batam tak bisa dipungkiri. Gaji yang tinggi,” ucapnya.

Baginya tak masalah jauh dari orangtua dan kampung halaman. Asalkan bisa menghasilkan sedikit Rupiah, agar tak merepotkan orang tuanya.

“Ijazah SMK sudah menjadi modal besar bagi saya, tak akan menuntut lebih lagi,” ujarnya.

Pencaker lain, Diana juga mengaku sulitnya mendapatkan pekerjaan di Batam. “Susah dapat kerja sekarang,” ungkapnya.

Ia sendiri sudah lima bulan hadir di Batam. Dan selama lima  bulan tersebut ia sama sekali belum mendapatkan pekerjaan. “Pernah jadi marketing selama tiga hari, cuman keluar karena gajinya tak sesuai,” terang perempuan asal Lampung ini. (cr19)

Demi Berjudi di Jackpot, Pemulung Bobol Rumah Orang

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuampar mengamankan Alexander Simbolon, 31, di kawasan Jodoh, Selasa (9/5) lalu. Ia diringkus polisi setelah membobol rumah milik Zulkarnain yang berada di Komplek Jodoh Square Blok E nomor 62, Batuampar, Selasa (9/5/2017) lalu.

“Pelaku mengambil uang sebesar Rp 5 juta dari dalam lemari korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuampar, Iptu Ferry Supriadi, Kamis (18/5) siang.

Dijelaskan Ferry kejadian ini bermula dari korban yang baru keluar dari rumah hendak pergi ke pasar untuk membeli belanja kebutuhan sehari-hari. Sekitar pukul 08.30 WIB, korban yang pulang langsung merasa terkejut melihat pintu depan rumahnya dalam keadaan terbuka.

“Selanjutnya korban masuk ke kamar dan uang di dalam lemari telah hilang sebesar Rp. 5 juta dan membuat laporan ke Polsek,” katanya.

Setelah menerima laporan dari korban, kemudian dilakukan penyelidikan oleh jajaran Polsek Batuampar dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil olah TKP itu, didapati rekaman CCTv merekam aski Alexander.

“Dari informasi yang didapatkan dari masyarakat dan CCTv itu, pelaku kita amankan pada malamnya sekitar pukul 22.00 WIB di pasar Angkasa,” ucapnya.

Ferry menambahkan, pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dan diancam dengan hukuman penjara selama lima tahun.

Sementara itu, Alexander mengaku tidak berencana membobol rumah korban. Pada saat itu ia hanya mengaku kebetulan lewat di depan rumah korban, dan melihat korban yang keluar rumah untuk mengantarkan anaknya ke sekolah.

“Aku tidak pernah berencana. Aku khilaf aja pagi itu dan aku langsung masuk ke rumah liat dia keluar rumah,” katanya.

Ditambahkannya, selama ini Alexander hanya bekerja sebagai pemulung. Hasil dari mulung itu, dinilainya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sehingga ia mencuri uang milik korban yang telah dikenalnya itu untuk memenuhi kebutuhannya.

“Hasil mulung dapat Rp 20 ribu sehari. Uang hasil nyuri kemarim aku belanjakan untuk kebutuhan harian. Sisanya Rp 3.515.000 untuk main Jackpot,” tuturnya. (cr1)

Mustajab Kini Dipenjarakan

0

batampos.co.id – Mustajab alias Mus, 41 diamankan jajaran Polsek Batuampar karena mencuri sepeda motor milik Sugeng diparkiran rumahnya yang berada di Ruli Bukit Senyum, Batuampar, Sabtu (13/5) lalu sekira pukul 06.00 WIB.

“Awal mulanya itu, pelapor yang baru bangun tidur melihat sepeda motornya sudah tidak ada lagi di parkiran rumahnya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuampar, Iptu Ferry Supriadi.

Merasa sepeda motornya telah dibawa kabur pencuri, Sugeng berusaha mencari sepeda motornya disekitaran Ruli Bukit Senyum. Namun usahanya itu tidak membuahkan hasil hingga ia mendatangi Polsek Batuampar untuk membuat laporan.

“Setelah dapat laporan itu, kita mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada yang menjual sepeda motor tanpa dilengkapi dokumen,” katanya.

Mendapatkan informasi dari masyarakat itu, kemudian anggota Opsnal yang dipimpin langsung oleh Ferry langsung bergerak menuju ke kawasan Batamcenter dan melakukan penyamaran untuk membeli sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan dokumen tersebut.

“Disana kita lakukan pemantauan dan pengintaian. Setelah itu, kita bertemu dengan pelaku dan sepeda motornya sama dengan yang dilapokan hilang oleh pemiliknya,” tuturnya.

Dari sana, Unit Opsnal langsung mengamankan Mustajab beserta barang bukti sepeda motor hasil curiannya ke Mapolsek Batuampar. Kepada penyidik, Mustajab memang mengakui bahwa sepeda motor yang hendak dijual itu merupakan hasil curian dari kawasan Ruli Bukit Senyum.

“Kepada pelaku, saat ini masih kita lakukan pengembangan, apakah ada lokasi pencurian lainnya. Kalau dari pengakuannya sampai sekarang baru sekali. Tapi kita percaya begitu saja,” imbuh Ferry. (cr1)

Harus Beri Pelayanan Kesehatan yang Prima

0

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengatakan bahwa kesehatan merupakan instrumen yang dibutuhkan manusia dalam kehidupannya, dan peran dokter juga sangat besar dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat maka hal tersebut harus diwujudkan dengan pelayanan yang prima.

Hal itu disampaikan Gubernur Nurdin saat menghadiri acara Pisah sambut Peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan II Tahun 2016 dengan Angkatan II Tahun 2017 diwilayah penugasan Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa (16/5) bertempat di Hotel Nagoya, Batam.

“75% kesembuhan pasien didapat dari dokter yang memberikan pelayanan prima dan murah senyum,” ujar Nurdin dalam sambutannya.

Tak lupa Gubernur memberikan selamat kepada 94 dokter yang telah menjalani program PIDI periode II 2016, diharapkan Gubernur dari pengabdian yang dilaksanakan di Kepri dapat tersalurkan dalam pengabdian di dunia kedokteran dimasa yang akan datang, dan untuk para dokter yang akan menjalankan program PIDI periode 2017 Nurdin berharap agar tetap semangat dan serius mengabdi.

“Tidak sulit untuk mengenal budaya di Kepri, masyarakat kita ramah semuanya, berbaur lah, jalin komunikasi yang baik di masyarakat, Insya Allah akan diterima dimasayarakat dan lebih memudahkan kita untuk mengabdi sebagai dokter di Kepri,” lanjut Nurdin.

Dalam pada itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan inti dari pelaksanaan program internsip adalah pengabdian. Silih berganti nya para dokter yang tiap tahun melaksanakan program internsip merupakan keharusan.

“Tongkat estafet pasti terjadi, diharapkan pengabdian yang dilakukan para dokter akan terus meningkat dari tahun ketahun nya,” ujar Tjetjep.

Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) sendiri merupakan sarana pemahiran kompetensi dan pengabdian bagi para lulusan dokter yang lulus uji kompetensi. Program yang digulirkan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, asosiasi institusi pendidikan kedokteran, asosiasi rumah sakit pendidikan, organisasi profesi, dan Konsil Kedokteran Indonesia ini berlangsung selama satu tahun, 4 bulan di puskesmas dan 8 bulan di RS. Tanpa melalui tahap ini, para lulusan dokter tersebut tidak dapat berpraktik secara mandiri.

“PIDI adalah program yang perlu didukung karena memberi memberi manfaat tidak hanya kepada para dokter sebagai sarana pemahiran, tetapi juga kepada masyarakat daerah yang menerima akses pelayanan kesehatan serta menciptakan dokter yang mahir dan mandiri,” ujar Ketua Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) Pusat dr. Khoirul Nasution dalam sambutannya.

Program Internship sendiri sudah berlangsung sejak tahun 2010 hingga saat ini telah diikuti sebanyak 35.357 orang dokter dari 73 Fakultas Kedokteran di Indonesia. Dan untuk Kepri sendiri sudah berlangsung sejak Tahun 2014 dan telah diikuti sebanyak 635 orang yang disebar di 15 Rumah Sakit dan 15 Puskesmas Se-Kepri.

“Dan untuk periode II Tahun 2017 akan diikuti sebanyak 96 dokter yang akan disebar di 8 Rumah Sakit dan 8 Puskesmas Se-Kepri,” lanjut Khoirul.

Dokter Intership merupakan suatu program Pre-registration trainning sebelum mendapat Surat Tanda Registrasi (STR) dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) bagi dokter yang baru menyelesaikan masa pendidikan profesi berbasis kompetensi. Tujuannya untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan, secara terintegrasi, komprehensif, mandiri serta menggunakan pendekatan kedokteran keluarga dalam rangka pemahiran dan penyelarasan antara hasil pendidikan dengan praktik di lapangan. (bni)

Rp 22 Miliar APBD Kepri untuk Jalan Batam

0

batampos.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah banyak Jalan Provinsi di Kota Batam yang harus diperbaiki. Akan tetapi, karena kondisi keuangan yang terbatas peningkatan dan perbaikannya dilakukan secara bertahap. Lewat APBD Tahun Anggaran (TA) 2017.

“Dari penganggaran yang sudah dilakukan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepri, sedikitnya sekitar Rp 22 miliar untuk peningkatan dan pemeliharaan Provinsi yang ada di Kota Batam,” ujar Irwansyah menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (18/5) di Tanjungpinang.

Menurut legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Batam tersebut menjelaskan, jalan provinsi tentu tersebar di tujuh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri. Meskipun demikian, ditengah keterbatasan anggaran, pihaknya tetap berupaya untuk mengalokasikan untuk perbaikan dan peningkatan jalan.

“Jalan merupakan akses utama. Saat ini Dinas PUPR tengah membuat data base jalan-jalan nasional yang ada di Provinsi Kepri. Ini akan memudahkan dalam melakukan kontrol untuk perbaikan,” papar Irwansyah.

Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri menguraikan, adapun rencana kegiatan pembangunan maupun peningkatan jalan Provinsi di Batam sudah masuk kedalam Sistem Rencana Umum Pengadaan (Sirup). Adapun kegiatannya adalah kegiatan pemeliharaan rutin jalan pada ruas Jalan Provinsi di Kota Batam sebesar Rp 1.802.406.875.

Masih kata Irwansyah, selain itu ada juga pembangunan lanjutan jalan jalur kedua Muka Kuning – Tanjung Piayu Kota Batam, senilai Rp 9.500.000.000. Berikutnya adalah pembangunan jalan jalur kedua Simpang Kalista-Simpang Franky (Jl.Laksamana Bintan) Kota Batam sebesar Rp 1.900.000.000

Kemudian kata Irwansyah, rencana peningkatan Jalan Provinsi Simpang Franky-Simpang Underpass Pelita Kota Batam dengan pagu Rp 1.900.000.000. Mantan Anggota DPRD Batam tersebut juga mengatakan, peningkatan jalan selanjutny adalah Jalan Provinsi Simpang Marina City-Simpang Basecamp Kota Batam Rp 1.917.000.000

“Di luar itu ada juga peningkatan Jalan S. Parman Sei Beduk (lanjutan) Rp 1.800.000.000. Peningkatan Jalan Simpang KDA-Batamcenter Kota Batam Rp 2.250.000.000 dan peningkatan Jalan Bagan-Punggur Kota Batam Rp 1.850.000.000,” papar Irwansyah

Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Kepri itu menambahkan, sebelum dilaksananakan pembangunan fisik, lewat APBD 2017 ini, Dinas PU juga membuat perencanaan teknis untuk peningkatan jalan jalur kedua Muka Kuning-Tanjungpiayu sebesar Rp 200 juta.

“Ada juga perencanaan teknis peningkatan jalan provinsi simpang marina city-simpang Basecamp Rp 50 juta. Perencanaan Teknis Peningkatan Jalan S. Parman Sei Beduk Rp 50.000.000. Artinya semua diupayakan dalam satu tahun anggaran,” tutup Irwansyah.(jpg)

April, Ekspor Kepri Turun 24,39 Persen

0

batampos.co.id – Perkembangan nilai ekspor di Provinsi Kepri pada April lalu mengalami penurunan sebesar 24,39 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Panusunan Siregar menjelaskan penurunan nilai ekspor bulan keempat tahun ini disebabkan turunnya nilai ekspor komoditi non migas dan migas.

“Ekspor migas pada April 2017 hanya 218,48 juta USD atau turun 33,44 persen dibanding Maret lalu. Sedangkan Ekspor non-migas April 2016 hanya 654,81 juta USD atau turun 20,80 persen dibanding bulan sebelumnya,” sebut Panusunan, kemarin.

Ada pun nilai ekspor ini merupakan sumbangan dari pintu masuk Pelabuhan Batu Ampar sebesar 69,43 juta Dollar AS, disusul Pelabuhan Tarempa 273,96 juta Dollar AS, Pelabuhan Belakang Padang sebesar 316,97 juta Dollar AS, Pelabuhan Kabil Panau sebesar 155,73 juta Dollar AS, dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun meraih catatan paling besar dengan raihan 583,19 juta Dollar AS.

Ada pun Singapura masih menjadi negara tujuan utama aktivitas ekspor Provinsi Kepri. Pada April 2017 kemarin, tercatat nilai total ekspor ke Singapura mencapai 438,27 juta Dollar AS. Ekspor ke Singapura ini mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya sebesar 24,61 persen.

Sementara negara kedua tujuan utama ekspor Kepri bukan negara jiran lainnya yang berdekatan. “Tapi ke Tiongkok. Nilai totalnya mencapai 72,46 juta Dollar AS atau turun sebesar 41,07 persen dari total ekspor Maret 2017,” kata Panusunan.

Selebihnya, negara utama tujuan ekspor Kepri adalah Malaysia, Amerika Serikat, India, Spanyol, Fed Rusia, Perancis, Meksiko, dan Jepang. Keseuluruhan nilai ekspor pada April 2017 ke 10 negara tersebut berjumlah 873,30 juta Dollar AS. (aya)

Kemenpar Ajak 18 Buyers Fam Trip ke Yogyakarta

0
ilustrasi

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memfasilitasi 18 buyers dari Asia Tenggara (Singapura, Malaysia, dan Vietnam) dan 2 jurnalis mengikuti fam trip dalam Jogja Travel Mart 2017 (JTM 2017).

Kegiatan yang digelar di Yogyakarta 15-19 Mei 2017 ini telah lampui jumlah target buyers dan sellers

“Jogja Travel Mart 2017 yang semula mentargetkan 75 Seller hingga akhir penutupan pendaftaran telah melebihi target menjadi 88 Seller. Dan Buyer yang semula ditargetkan dapat dihadiri 120 Buyers hingga akhir masa pendaftaran melebihi target menjadi 144 Buyers,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana yang didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Rizki Handayani, Rabu (17/5).

Mengambil tema “Jogja The Unforgettable Journey”, acara yang digelar ke delapan kalinya ini untuk memberikan opportunities bisnis bagi Seller maupun Buyer. Event ini diikuti oleh agen-agen perjalanan, hotel, restoran, objek wisata dan stakeholder lainnya yang sudah terkemuka di Yogyakarta dan sekitar Jawa Tengah.

“Jogja Travel Mart merupakan satu-satunya ajang travel mart Internasional yang diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan upaya kolaboratif antara Dinas Pariwisata Provinsi DIY, ASITA, VITO dan PHRI, menghubungkan para pembeli internasional dengan penjual produk pariwisata di Yogyakarta,” jelas Pitana.

Rizki menambahkan, JTM selama ini telah berhasil mengundang 843 Buyers (327 Domestic Buyers dan 507 International Buyers) dari berbagai negara dan 528 Sellers dari area Yogyakarta dan sekitarnya. Program JTM 2017 meliputi Welcome Dinner yang akan diadakan pada tanggal 15 Mei 2017 di area Bangsal Kepatihan, B2B (Business To Business) networking meeting yang akan diadakan pada tanggal 16 Mei 2017, berbagai kegiatan social functions, serta educational trip untuk para Buyers.

“Untuk tahun ini akan menggunakan metode round robbin, yang mana konsep B2B Networking Meeting yang akan dilakukan adalah dengan dipertemukannya para Buyers dan Sellers melalui metode bertatap muka singkat untuk saling memperkenalkan produk dan jasa masing-masing,” ungkap Rizki.

Rizki melanjutkan, apabila merasa memiliki kecocokan, maka mereka diberikan kesempatan untuk menggali lebih dalam kemungkinan kerja samanya melalui kegiatan-kegiatan informal yang difasilitasi, misalnya melalui networking lunch di lokasi Table Top maupun networking dinner di Sahid Rich Hotel.

Di hari berikutnya, lanjut dia, para Hosted Buyers akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan educational trip dengan memilih antara berkunjung ke Candi Borobudur atau melakukan cave tubing di Gua Pindul, yang bertujuan selain mengenalkan highlight dari pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya, juga untuk memperkenalkan obyek wisata lainnya.

“Dan di akhir acara akan ditutup oleh Closing Dinner yang akan diadakan pada tanggal 17 Mei 2017 di Hyatt Regency Hotel. Acara ini juga menjadi sarana informasi awal kepada para pelaku pariwisata dan terutama memberikan informasi dini kepada para Buyers mengenai rencana New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang direncanakan dapat beroperasi pada tahun 2020,” papar Rizki.

Peserta selain berpartisipasi dalam travex JTM 2017, juga akan mengikuti post tour. Obyek wisata yang akan dikunjungi antara lain Candi Ratu Boko, Candi Borobudur, Desa Wisata Wanurejo, Lava Tour Merapi, Museum Merapi, dan pertunjukan sendratari Ramayana (Candi Prambanan).

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meminta kepada seluruh timnya untuk bisa memberikan pelayanan terbaik, penjelasan terbaik, pemilihan destinasi yang tepat dengan pasar, mengetahui karakter dan kebiasaan Wisman dengan cermat.
“Berikan mereka keberhasilan sentuhan yang terasa di saat datang ke Indonesia. Biarkan mereka merasakan kehangatan dan keindahan Indonesia saat melaksanakan fam trip,” kata Menpar Arief Yahya. (*)