Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13475

Jembatan Ampera Palembang Jadi Map Game Point Blank, Wow….

0

Jembatan Ampera di Palembang, Sumatera Selatan, jadi lokasi peperangan (map) pada permainan (game) online Point Blank.

Pon Blank ialah salah satu game taktis perang terlaris di Korea Selatan, Thailand, Indonesia, dan Rusia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga merasa sangat bangga dengan hadirnya map Jembatan Ampera tersebut. Maklum, kehadiran Jembatan Ampera di game online ini sontak menarik perhatian dari penggemar game teknologi. Utamanya warga Palembang.

“Bangga tentunya, tidak banyak tempat yang bisa dijadikan map point blank untuk permainan ini,” ujar Irene, Minggu (14/5).

Irene mengatakan, permaianan game ini sangat terkenal di kalangan anak muda. Tidak hanya di Indonesia, tetapi dimainkan di berbagai penjuru dunia. “Bahkan game ini juga membuat lomba berskala internasioal. Ini menjadi promosi pariwisata gratis bagi kami dengan sistem digital yang sangat efektif,” ujarnya.

Jembatan Ampera yang memiliki panjang 1 kilometer dan lebar 22 meter, resmi diperkenalkan Point Blank pada 21 Maret silam. Menariknya, map ini mirip sekali dengan gambaran aslinya. Di bawahnya terdapat Sungai Musi. Di sisi lain, ada juga lalu lalang mobil di Jembatan Ampera.

“Di game ini Jembatan Ampera memiliki peta terpanjang dari peta-peta yang ada di game Point Blank. Lalu banyak pula jalan rahasia untuk menyusup benteng lawan. Sehingga semakin memacu adrenaline bagi para pemainnya,” katanya.

Robby Sunata Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumsel juga mengaku sudah tune in untuk mencuitkan hastag #banggamaindiampera ke dunia maya. Ia mengaku sangat senang sekali permainan point blank akhirnya punya peta Ampera, ini jadi kebanggaan mengingat kekuatan merek permainan daring point blank, ini bisa sangat membantu promosi pariwisata Sumatera Selatan bagi para penggemar permainan daring point blank.

“Kami sedang merancang kegiatan unggah bareng poster lomba Point Blank peta Ampera ini. Mungkin akan bertahap selama dua hari untuk memancing rasa ingin tahu dan mengendapkan kata kunci ‘PB maps Ampera’ ke benak pengguna medsos,” ujar Robby.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika map Ampera sangat seru dimainkan. Ada  banyak rintangan yang baru, terlebih jika dimainkan berbarengan.

“Kami bangga bisa memainkan sekaligus mempromosikan daerah kami ke pemain lain, dan kami selalu membuat room (tempat) perperangan Ampera,” ujar Robby.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik terobosan yang dilakukan game Point Blank tadi. Promosi semacam itu, dinilai bisa membantu meningkatkan pariwisata di daerah atau membantu mempromosikan Palembang dan Sumatera Selatan.

“Semoga game-nya makin ngehits, sehingga semakin banyak orang di berbagai penjuru dunia penasaran, berwisata virtual dan akhirnya datang ke Palembang sungguhan,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang menyebut games online seperti ini kalau sukses betul-betul bisa mengangkat branding destinasi.

Dengan permainan berbasis digital seperti itu, Arief menyebut Indonesia bisa cepat melambungkan Wonderful Indonesia. Dia ingat bagaimana monster Pokemon Go mengguncang anak anak muda di saentero jagat.

“Orang pada bawa HP, online dan mencari monster pokemon, lalu ditempatkan di mana-mana,” jelasnya.

“Saya setuju dengan adanya Point Blank ini. Bagus banget, destinasi pariwisata di Sumatera Selatan jadi ikut terangkat. Makin banyak tempat, makin bagus untuk mempromosikan Wonderful Indonesia,” kata Arief. (*)

Januari-Februari, Jumlah Wisman Turun 25,43 Persen

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Februari 2017 mencapai 128.788 kunjungan, mengalami penurunan sebesar 25,43 persen dibanding jumlah wisman pada bulan sebelumnya. Dimana jumlah wisman pada Januari 2017 sebanyak 172.698 kunjungan. Jika dibanding Februari 2016 lalu, kunjungan wisman Februari 2017 juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 22,13 persen.

Wisman yang berkunjung ke Kepri masih didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura dengan persentase 45,61 persen dari total jumlah wisman secara keseluruhan. Selain itu bila dilihat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang juga mengalami penurunan 8,26 poin atau sebesar 42,45 persen bila dibanding TPK Januari 2017 yang sebesar 50,71 persen.

Lalu bagaimana dengan Batam. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Rahayudin menyebutkan, tak jauh berubah dari provinsi, jumlah kunjungan wisman ke Kota Batam juga mengalami penurunan. Bila di bulan Oktober 2016 lalu jumlahnya mencapai 106.953 orang, maka di bulan Nopember turun sekitar 6,20 persen atau hanya mencapai 114.020 orang.

“Secara riil jumlah wisman yang berkunjung menurun 7.067 orang, Rahayudin, beberapa waktu lalu.

Penurunan jumlah wisman ini disebabkan berkurangnya kunjungan wisman berkebangsaan Singapura sebanyak 2.672 orang, wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 2.039 orang, wisman Tiongkok sebanyak 757 orang, India 625 orang, wisman Philipina sebanyak 346 orang. Termasuk juga wisman yang ada di negara Eropa juga sebagian besar mengalami penurunan.

Konstribusi jumlah wisman ke Batam terhadap jumlah seluruh wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepri berkisar 75 persen.

“Batam juga didominasi wisman Singapura. Jumlahnya 61.735 orang atau sekitar 57,72 persen dari keseluruhan,” sebutnya.

Selanjutnya, tingkat penghunian kamar hotel berbintang (TPK) di Kota Batam selama Nopember 2016 ini hanya mencapai 54,88 persen. Jumlah ini naik 3,01 persen dibanding TPK pada bulan Oktober 2016 yang hanya mencapai 51,87 persen.

Turis Singapura tiba di Pelabuhan Internasional Sekupang, Sabtu (11/3). Di hari Sabtu dan Minggu turis luar negeri ramai mengunjungi Batam untuk liburan dan belanja. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Kenaikan TPK hotel berbintang Nopember 2016  ini terjadi pada semua kelas hotel berbintang yaitu hotel berbintang satu naik 4,96  poin,  hotel berbintang dua naik 0,35 poin, hotel berbintang tiga naik 5,93 poin dan kelas hotel berbintang empat dan lima naik 2,39 poin jika dibandingkan dengan TPK bulan Oktober 2016.

Ditambahkan Rahayudin, rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik pada hotel berbintang di Batam adalah 1,73 hari, lebih rendah 0,01 hari dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu pada Oktober 2016. Rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik tertinggi  dicapai  oleh hotel berbintang dua dengan lama menginap selama 1,97 hari.

Selanjutnya, TPK pada hotel berbintang di Batam juga mengalami penurunan. Bila TPK Januari 54,58 persen, maka TPK Februari 45,01. Kepala sesi statistik sosial BPS Batam, Doni mengatakan, penurunan ini dirasa cukup signifikan.

Menurut klasifikasi hotel, TPK tertinggi bulan Januari dicapai hotel bintang dua yang menyentuh angka 66,21 persen. TPK hotel bintang tiga 59,06 persen, bintang empat dan lima 55,47 persen, dan hotel bintang satu 454,58 persen.

Sedangkan di bulan Februari, berdasarkan data BPS, TPK tertinggi dicapai hotel bintang empat dan lima diangka 53,93 persen. Disusul bintang satu 42,76 persen, hotel bintang tiga 41,88 persen dan bintang dua hanya 33,68 persen.

“Dibanding Januari, TPK Februari hotel bintang dua turun dua kali lipat,” tuturnya. (rng)

Berbuka Puasa Sambil Beramal di Hotel Aston

0
Evi Novitasari menunjukkan menu untuk berbuka puasa di Verbena Restaurant. Sebanyak 44 jenis menu spesial dari seluruh nusantara akan tersaji di hotel Aston Tanjungpinang. F. Hotel aston Tanjungpinang untuk Batam Pos

batampos.co.id – Menyambut bulan suci ramadan 1438 Hijriah, Juni mendatang, Aston Tanjungpinang Hotel and Conference Center menghadirkan promo-promo menarik untuk meramaikan bulan penuh berkah. Rangkaian promo yang diberi nama “Blessing Ramadan Package” tersebut akan hadir selama ramadan.

“Kami berharap dapat menjadi bagian berharga, dimana seluruh tamu hotel Aston merasakan kemenangan ramadan bersama kami,” ujar Evi Novitasari, Asst. Public Relations Manager Hotel Aston Tanjungpinang, Minggu (14/5).

Ramadan room package ini kata Evi, sangat membantu bagi anda yang ingin fokus beribadah tanpa bingung memikirkan menu sahur dan berbuka puasa karena dipaket menginap ini sudah termasuk makan sahur dan buka puasa untuk 2 orang.

Selain itu lanjut Evi, bagi anda yang bingung memikirkan dan membayangkan repotnya mengurus seisi rumah karena ditinggal mudik asisten rumah tangga, tentu ini solusi cerdas yang sangat efektif, efisien, dan menyenangkan.

“Tidak hanya akan terbebas dari tugas rumah, tetapi anak-anak dan keluarga juga akan happy dengan segudang fasilitas yang dimiliki hotel Aston Tanjungpinang. Hanya dengan Rp 688 ribu per room, anda sudah bisa menginap dan menikmati makan sahur (bisa digantikan dengan breakfast), tajil, dan berbuka puasa,” kata Evi berpromosi.

Dikatakan Evi, mengingat besarnya pahala saat melakukan beragam kegiatan di bulan ramadan, hotel Aston Tanjungpinang yang bertaraf Internasional ini mengajak tamu hoteluntuk berbuka puasa sekaligus beramal.

“Ada 44 jenis menu spesial dari berbagai pelosok nusantara yang kami sajikan di Verbena Restauran. Harga paket buka puasa ini hanya Rp 95 per pax,” ungkapnya.

Dengan harga tersebut lanjut Evi, anda sudah mendapatkan tajil dan buka puasa yang istimewa ala Aston Tanjungpinang Hotel. “Silakan berbuka puasa di Aston Tanjungpinang, uang yang anda bayarkan sudah termasuk donasi yang akan disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Dengan berbagai promo ramadan, hotel Aston berharap dapat menjadi bagian penting dalam moment penuh berkah dan kebahagiaan bagi semua yang merayakan bulan suci ramadan.

“Kami seluruh karyawan Aston Tanjungpinang Hotel mengucapkan, selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga bulan suci ini membawa banyak kemenangan batin bagi kita semua. Marhaban Ya Ramadan,” pungkasnya. (cca)

 

Delapan Negara Rayakan Tri Suci Waisak di Lagoi Bay

0
Master Zhong Yang memimpin doa keselamatan untuk Indonesia dalam perayaan Tri Suci Waisak 2561 BE di Plataran Plaza Lagoi Bay, Minggu (14/5). F. Harry Suryadi Putra.

batampos.co.id – PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) bersama Walubi Kepri menggelar perayaan Tri Suci Waisak 2561 BE di Plataran Plaza Lagoi Bay, Kawasan Pariwisata Lagoi, Kabupaten Bintan, Minggu (14/5).

Momen bersejarah ini dimeriahkan oleh seluruh umat Budha yang berasal dari delapan negara. Yaitu Indonesia, Taiwan, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Kamboja dan Myanmar.

Kegiatan yang mengusung tema “Memahami Kebhinekaan Dalam Kebersamaan” ini tak hanya sekedar menaja ritual keagamaan saja. Melainkan juga menampilkan berbagai kreasi seni dan budaya anak bangsa. Mulai dari penampilan musikalisasi dari Yayasan Buddha Dharma Kepri, tarian kreasi dari murid TK,SD, dan SMP serta perhelatan budaya lainnya.

Group General Manager (GGM) PT BRC, Abdul Wahab mengatakan perayaan Tri Suci Waisak yang digelar Walubi dan Yayasan Buddha Dharma Kepri di Lagoi Bay merupakan sebuah kebanggaan bagi PT BRC. Sebab kegiatan keagamaan ini sekaligus menjadi event religi tourism di Kabupaten Bintan.

“Sudah ketiga kalinya event ini digelar di Lagoi Bay. Dampaknya sangat mengagumkan karena tak hanya penduduk lokal saja yang hadir melainkan wisatawan dari negara lainnya juga ikutserta meramaikannya,” ujar Wahab.

Kedepannya, kata Wahab program perayaan hari kegamaan ini akan dikemas sedemikian menarik kedalam event religi torism. Dengan prodak wisata inilah akan menjadi daya tarik baru untuk menarik kunjungan wisatawan baik mancanegara dan lokal ke Kabupaten Bintan.

“Mulai dari perayaan keagamaan umat Buddha, Islam, Kristiani, Hindu, Konghucu dan lainnya akan dihadirkan disini. Harapannya dengan acara ini mampu menyumbang angka kunjungan wisatawan ke Bintan,” sebutnya.

Ketua Walubi Kepri, Hengky Suryawan mengatakan Kepri telah mendapatkan penghargaan kerukunan antar umat bergama ketiga nasional dari Kementerian Agama (Kemenag). Dengan prestasi itu membuktikan provinsi yang memiliki tujuh kabupaten/kota ini memiliki toleransi terhadap keagamaan yang sangat erat.

“Kami sangat senang dan bangga tinggal di Kepri. Karena antar umat beragama tidak ada saling gesekan melainkan saling memiliki toleransi dan harmonis,” katanya.

Umat Buddha, kata Hengky sangat menjunjung sinergitas dengan umat beragama lainnya. Maka, melalui perayaan Tri Suci Waisak inilah Walubi dan Yayasan Buddha Dharma menggelar berbagai acara bersama umat agama lainnya untuk mempererat hubungan silahturahmi.

Bahkan, lanjut Hengky awalnya di Kepri memiliki tujuh majelis keagamaan. Namun sekarang Kepri sudah memiliki 10 majelis keagamaan. Melalui perkembangan inilah akan membuat provinsi ini lebih memiliki warna warni disektor religi.

“Event ini akan kami buat lebih meriah lagi kedepannya. Bahkan umat Buddha dari seluruh belahan dunia akan kami hadirkan kesini untuk mensukseskannya,” bebernya.

Sementara itu Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan perayaan Tri Suci Waisak ini bukti dari keragamaan, kebersamaan dan keindahaan seluruh suku bangsa dan budaya di Indonesia. Sebab semua penduduk yang berbeda agama hadir untuk menyemarakkan acara ini.

“Bermacam-macam suku bangsa, budaya, agama ada dalam acara ini. Jadi ini membuktikan kerukunan antar umat terjalin sangat indah dan bagus,” ungkapnya.

Nurdin berharap kerukunan antar umat bergama di Kepri semakin erat lagi. Sehingga bisa menjadi modal utama dalam mempupuk persatuan dan kesatuan bagi kekuatan bangsa Indonesia.

Bahkan, kata Nurdin Kepri bisa menjadi wilayah garda terdepan karena memiliki solidaritas antar sesama yang tinggi di negara ini. Kemudian juga akan memiliki tingkat pembangunan yang lebih sejahtera.

“Inilah indahnya Indonesia. Terdiri beribu-ribu pulau, ragam suku bangsa dan budaya tetapi tetap satu jua. Inilah yang akan menjadi modal dasar kita untuk meningkatkan pembangunan daerah,” pungkasnya. (ary)

PMI Harus Dekat dengan Masyarakat

0
Bupati Aunur Rafiq saat melantik pengurus PMI Kecamatan Kundur, Sabtu (13/5) di Balai Sri Gading. F. PMI untuk batampos.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq telah melantik pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Kundur, Sabtu (13/5) di Balai Sri Gading. Kepada pengurus, Bupati berpesan agar pengurus yang dilantik untuk lebih meningkatkan pelayanan masyarakat dalam bidang kemanusiaan.

“PMI ini merupakan organisasi bersifat kemanusiaan. Jadi, selain meningkatkan pelayanan kemanusiaan juga harus dekat dengan masyarakat,” pesan Rafiq.

Pengurus PMI Kecamatan Kundur periode 2017-2022 yang dilantik sebanyak tujuh orang. Diharapkan dapat memegang peranan penting sebagai pelaksana kebijakan PMI di tingkat kecamatan hingga ke tingkat paling bawah.

“Untuk mencapai pelayanan ke tingkat bawah, tentu butuh kerja nyata kita semua. Mari bersama besarkan PMI Karimun sampai ke tingkat paling bawah,” sebut Rafiq.

Sementara Surawan selaku ketua PMI Kecamatan Kundur menyatakan, siap memberikan yang terbaik dalam pelayanan untuk masyarakat. Namun terlebih dahulu, dipersiapkan sekretariat PMI Kecamatan Kundur yang berdekatan dengan puskesmas.

“Seperti yang diharapkan Pak Bupati, kami (PMI Kundur, red) harus menyiapkan sekretariat terlebih dahulu. Sehingga seluruh aktivitas bisa berjalan sebagaimana diharapkan. Terutama dalam memberikan pelayanan masyarakat,” tegas Surawan.

Terpenting, lanjut Surawan, PMI Kecamatan Kundur siap menjalin kerjasama dan sinergisitas yang baik dengan seluruh instansi dan organisasi lainnya. Sehingga, tugas-tugas pelayanan untuk masyarakat dapat dilaksanakan secara terkoordinir, terarah dan terpadu.

“Semoga kita semua dapat menjalankan tugas, peran dan fungsi dengan hati yang ikhlas,” tukas Surawan.

Pelantikan pengurus PMI Kecamatan Kundur disejalankan dengan aktivitas donor darah yang diikuti seluruh lapisan masyarakat. Sebanyak 27 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan tersebut. (enl)

Sahid Tewas Ditempat Setelah Tabrakan dengan Truk

0
Sahid tergeletak di pinggir jalan setelah sesaat terjadi tabrakan. F.Wijaya Satria/batampos

batampos.co.id – Sahid Ahmadi, 54, tewas seketika setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan truk Dyna Ryno saat melaju di jalan Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, Sabtu (13/5) sekitar pukul 17.00 WIB. Sahid mengalami luka parah dibagian belakang kepala dan punggung serta sejumlah luka di bagian kaki.

Tabrakan tersebut diduga sangat keras melihat sepeda motor Supra X, BP 3281 TA, yang dikendarai Sahid mengalami kerusakan di bagian depan yang cukup parah. Lampu depan motor tersebut hancur serta lingkar ban motor nahas itu bengkok dan hampir terlipat ke sebelah kanan sehingga jauh dari bentuk aslinya.

Kejadian tersebut bermula saat Sahid Ahmadi melaju dari arah Dabo menuju Kuala Raya. Ketika Sahid tiba di jalan Batu Belah, Sahid menjumpai bus sekolah dengan arah yang sama dengannya. Bermaksud hendak mendahuli bus tersebut, Sahid berusaha untuk menyalip bus sekolah itu.

Namun belum sempat mendahului bus sekolah itu, ternyata di depan Sahid ada satu unit truk Dyna Ryno, E 8655 K, melaju dari arah berlawanan. Tak dapat terelakkan, Sahid akhirnya bertabrakan dengan truk yang dikendarai Achyar, 38, warga Paya Luas Barat, Singkep Barat tersebut.

Menurut Kasat Lantas Polres Lingga AKP Tasriadi, saat ingin mendahului bus sekolah yang ada di depan, Sahid tak dapat mengelakkan keberadaan truk dari arah berlawanan. “Dari olah tempat kejadian Sahid menabrak samping kanan truk Dyno tersebut,” kata Tasriadi kepada Batam Pos, Minggu (14/5) pagi.

Untuk menindaklanjuti kejadian ini, supir truk Dyno, Achyar bersama kerneknya Ricky Subagia, 18, dibawa ke Polres Lingga untuk dimintai keterangan. Selain itu, Tasriadi juga turut mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah TKP serta mencari keterangan saksi.

“Untuk saat ini seluruh barang bukti kami amankan guna keperluan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Tasriadi.

Seperti yang pernah diberitakan koran ini sebelumnya, pada awal bulan ini juga telah terjadi kecelakaan di Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep, Senin (1/5) pagi yang dialami Sururi. Akibat kejadian itu tulang engsel pinggul sebelah kanan Sururi lepas. Sehingga Sururi si pengendara motor tersebut dibawa ke Batam untuk menjalani pengobatan.

Kejadian tersebut juga sama, sepeda motor yang hendak mendahulu mobil didepannya namun akhirnya menabrak kendaraan yang datang dari arah berlawanan. (wsa)

Kuartal I 2017, Kunjugan Turis ke Batam Rendah

0

batampos.co.id – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Kepri pada kuartal pertama tahun 2017 turun 0,94 persen dibanding kuartal yang sama pada tahun 2016.

Jika pada tahun 2016 kunjungan wisman berjumlah 475.840 kunjungan sedangkan tahun 2017 ini hanya 471.347 kunjungan. Sumbangsih terbesar pda kuartal pertama ini dari Batam yaitu  sebanyak 352.097 kunjungan.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri Buralimar. “Sedikit menurun dibanding kuartal pertama tahun sebelumnya, tapi ada harapan kalau dilihat perbandingan tiap bulan ada kenaikan,” imbuhnya, Minggu (14/5) siang.

Buralimar mengatakan, keadaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama yakni belum banyaknya event pada awal tahun. Bahkan isu dalam negeri, turut memberi sumbangsih buruk bagi kedatangan wisman.

“Mudah-mudahan April dan Mei naik. Juni mungkin turun lagi karena puasa (Ramadhan), maka dari itu Juli dan seterusnya kita gelar beberapa even dan promosi,” ucap dia. Soal even, dia yakin banyak even yang digelar di Kepri, tak hanya oleh pemerintah namun juga oleh swasta.

Untuk diketahui, Kepri tahun ini menargetkan angka rasional kunjungan wisman sebanyak 2,2 juta wisman dari empat pintu masuk wisman di Kepri. Dengan rincian, Batam 1,7 juta wisman (lebih kecil dibanding target Pemko Batam 2 juta kunjungan), Bintan 500 ribu kunjungan, Karimun 500 ribu kunjungan serta Tanjungpinang 100 kunjungan.

Dia berharap, tidak hanya pemerintah, swasta atau pelaku pariwisata juga ambil bagian meraup kunjungan wisman. “Misal hotel, lakukan kegiatan datangkan wisman, ini juga bisa mereka lakukan,” ucapnya lagi.

Turis luar negeri berjalan menuju pelabuhan Boat Pancung, Sekupang, Sabtu (28/1). F. Dalil Harahap/Batam Pos

Masih data BPS, turunnya kunjungan wisman turut berimplikasi pada Tingkat  Penghunian  Kamar  (TPK)  hotel  berbintang  di  Kepri. Walau Maret, TPK mencapai rata-rata 47,34 persen atau naik 4,89 poin dibanding TPK Februari 2017 sebesar 42,45 persen. Namun dibanding Maret 2016 malah turun sebesar 2,05 persen, TPK bulan Maret 2016 yaitu sebesar 49,39 persen.

Bahkan, TPK Kepri pada Maret tersebut lebih kecil 7,35 persen  dibanding  dengan  TPK  hotel  berbintang  secara  nasional,  dimana  rata-rata  TPK Nasional mencapai 54,69 persen.

Rata-rata   lama   menginap   tamu   asing  dan   Indonesia   pada   hotel   berbintang   pada  bulan Maret 2017 adalah 1,91 hari, lebih rendah 0,48 persen  dibanding dengan rata-rata  lama  menginap  tamu pada Februari 2017.

Buralimar mengaku potensi wisata Kepri cukup besar, mengembangkan potensi tersebut sejatinya secara kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Kepri cukup handal. Namun yang kini jadi kendala adalah pengembangan destinasi wisata yang butuh dana yang cukup besar.

“Pemerintah, dana yang begitu besar kita tidak bisa, kita butuh investor. Kekayaan laut dan pulau kita ini, sangat bagus untuk dikembangkan,” katanya.

Menurutnya, pengembangan destinasi ini perlu peningkatan aksesbilitas/prasarana, amenitas/sarana dan atraksi. “Tiga ini yang perlu kita kejar. Menarik investor, kita terus promosikan potensi wisata kita,” imbuhnya.

Dia berharap semua pihak juga bahu membahu dalam mengembangkan pariwisata, baik akademisi, pemerintah baik pusat maupun daerah, juga media yang punya peranan sangat penting. “Kini kita sedang galakkan pemebntukan komunitas ‘generasi pesona indonesia’ juga,” terangnya.

Dia berpendapat, potensi besar dari sektor pariwisata sayang untuk tidak dikembangkan. Pasalnya sektor pariwisata menyumbang angka yang lumayan pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri. Tahun 2016  sektor ini menyumbang 2,32 persen dari total PDRB Kepri. Tahun ini, Dispar Kepri menargetkan 2,4 atau 2,5 persen. “Naiknya pertahun sedikit, tapi ingat kenaikannya konsisten tiap tahun,” sebutnya, bangga.

Bahkan khusus Batam, sektor pariwisata cukup gemuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pernah diberitakan, umbangsih Pendapatan Asli Daerah sektor Pariwisata selalu menjanjikan. Tiap tahun, sektor ini menyumbang pendapatan yang menggiurkan.

“Cukup menjanjikan dari tahun ke tahun. Makanya walikota (Walikota Batam Rudi) target banyak dari sektor ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Pebrialin, belum lama ini.

Dia memaparkan,  tahun 2014 saja dari total PAD sebesar Rp 605 miliar, sektor pariwisata menyumbang Rp 127 miliar. Rincinya, dari hotel Rp 64,1 miliar, restoran Rp 32,4 miliar, sementara hiburan Rp 13,5 miliar.

Sejumlah turis berjalan menikmat fisiltas pendestrian di Dataran Engku Putri Batamcenter, Kamis (13/4). Penataan yang dilakukan Pemko Batam sangat memberikan dampak yang positif bagi kemajuan sektor parawisata Kota Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Tahun 2015, dari total PAD sebesar Rp 824,7 miliar, sumbangsih sektor pariwisata sebesar Rp 144 miliar. Adapun rinciannya, hotel Rp 81,8 miliar,  dari restoran Rp 45,7 miliar serta hiburan Rp 17,06 miliar.

“Persentase sumbangsih tahun 2015 itu,  17,56 persen,” ucapnya.

Dia mengaku belum tahu pasti sumbangsih sektor pariwisata tahun 2016. Namun berdasar pada data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Batam yakni, hotel sebesar Rp 88,302 miliar, restoran Rp 51,594 miliar serta hiburan sekitar Rp 19 miliar lebih.

Karena sumbangsih PAD yang ‘gemuk’ dari sektor pariwisata inilah, Walikota Batam Rudi bahkan menitipkan tahun 2017 ini Disbudpar meraup PAD yang banyak. Disbudpar bahkan diminta untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang kemudian berimbas ke PAD. “Mereka tidur di (hotel) Batam, kita dapat duit. Makan di Batam dapat duit juga kita,” ucap Rudi.

Maka dari itu, menjemput potensi baik ini pihaknya terus membenahi dan mepercntik kota. “Jalan kami perlebar, pasang lampu supaya bagus. Wisatawan nyaman ke  Batam,” kata mantan polisi ini. (cr13)

Pekan ini, Pemko Batam Sosialisai KRK ke Pengembang

0

batampos.co.id –  Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengagendakan sosialisasi Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) pekan ini kepada pihak pengembang Batam. Untuk diketahui, Perwako terkait SKRK sudah diteken Walikota Batam Muhammad Rudi awal Mei, lalu.

“Jika tidak Rabu, Kamis-lah sosialisasi ke REI (Real Estate Indonesia) Batam,” kata Kepala Dinas Cipta Karya Suhar, Minggu (14/5).

Menurutnya, kini perwako tersebut telah dikirim ke DPRD Batam. Setelah dari DPRD, dipastikan KRK akan langsung diterapkan.

“Etisnya memang kami harus kirim ke dewan (DPRD) supaya mereka tahu, setelah itu kami terapkan,” ucap dia.

Terkait, dokumen Fatwa Planologi masih dikeluarkan BP Batam, Suhar mengatakan tidak masalah. Namun dia menegaskan, syarat IMB adalah KRK dan ketentuan tersebut sesuai aturan yang berlaku.

“Kecuali undang-undangnya berubah, kan ini masalahnya. IMB ya KRK,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, pada dasarnya baik KRK maupun Fatwaplanalogi punya tujuan yang sama yakni sebagai syarat pendirian bangunan agar tidak tabrakan dengan rencana pembangunan. Namun perbedaan yang mendasar yakni, KRK mengatur hal yang umum tentang bangunan serta korelasinya dengan rencana pembangunan kota. Sementara fatwaplanalogi mengatur hingga rencana detail pemilik bangunan, dan ini tidak benar.

Deretan rumah yang berada di kawasan Bengkong, Minggu (14/5). Pekan ini, Pemerintah Kota Batam sosialisasi Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) ke pengembang Batam, SKRK akan mengganti dokumen Fatwa Planologi yang kini dikeluarkan BP Batam.
foto: cecep mulyana / batam pos

“Maaf, pada fatwa planalogi sampai atur ke dapur orang, padahal pengusaha punya rencana sendiri bagian dalamnya. Kalau kita (KRK) hanya mengatur tujuan umum, tapi kalau dilanggar (pemabngunan kota) ya tidak akan kita keluarkan,” terangnya.

Lanjut dia, ketentuan terkait KRK ini berlaku di seluruh kota di Indonesia.

“Di kota manapun, KRK tak bisa atur rencana orang, namun bukan berarti kita tak bisa atur rencana mereka, berefek tak ke kita,” paparnya. (cr13)

Walikota Batam: APBD Untuk Rakyat dan Pembangunan Batam

0

batampos.co.id – Walikota Batam Muhammad Rudi tantang pemangku kebijakan termasuk DPRD Batam sama-sama berkomitmen menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan Batam.

“Saya minta ke kita semua, siapa saja, harus komit bahwa APBD itu diperuntukkan untuk kepentingan rakyat dan demi pembangunan Batam, jabarkan sendiri saja,” kata Rudi, Minggu (14/5) pagi.

Hal ini disampaikan mantan polisi tersebut seiring puluhan catatan masih lemahnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada lingkungan Pemko Batam. Catatan ini disampaikan saat sidang paripurna tentang Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) walikota batam tahun 2016 yang digelar di DPRD Batam, Jumat (12/5).

Menurut Rudi, sebagai lembaga yang punya fungsi kepengawasan tidak ada salahnya DPRD Batam menilai kinerja OPD Pemko Batam masih lemah, sepanjang kritikan tersebut membangun dan punya dasar.

“(DPRD) menilai sah-sah saja. Pemko, kalau tidak betul kami betulkan, yang tidak pas kami pas-kan,” ujarnya.

Namun yang perlu diperhatikan juga, sebut Rudi, yakni penyesuaian anggaran untuk pelaksanaan program OPD.

“Anggaran berapa, belanja berapa. Kita minta kita komitlah, APBD itu untuk kepentingan rakyat dan memabngun Batam,” kata Rudi kembali.

Dengan demikian, dia yakin kinerja OPD Pemko Batam seiring waktu akan semakin lebih baik.

“Sepakat tidak itu, kalau sepakat saya yakin tak akan ada yang lemah lagi, OPD saya pasti akan sempurna,” ujar pria yang juga pernah menjabat wakil walikota Batam ini.

Diberitakan sebelumnya, DPRD Kota Batam melalui pansus LKPj dan dibacakan anggota pansus Jefri Simanjuntak memberikan puluhan catatan strategis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Batam tahun anggaran 2016. Salah satunya, DPRD menilai kinerja OPD Pemko Batam masih lemah dan jauh dari harapan. Banyaknya keluhan yang diterima DPRD saat reses atau rapat dengar pendapat umum membuktikan kinerja fisik OPD belum mengena dan tepat sasaran. (cr13)

Kesadaran Masyarakat Dalam Berlalu Lintas Masih Kurang

0
Lalulintas di Kota Batam.
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Kesadaran masyarakat Kota Batam dalam tertib berlalu lintas, masih dinilai kurang. Hal itu ditandai banyaknya pelanggaran yang terjadi di jalan raya, terutama yang enggan menggunakan helm maupun kelengkapan kendaraan bermotor seperti kaca spion. Selama lima hari terakhir, jajaran Sat Lantas Polresta Barelang telah mencatat sebanyak 249 pelanggaran.

Wakasat Lantas Polresta Barelang AKP Toni Rido mengaku bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Tidak hanya sosialisasi, tetapi juga dilakukan operasi tanpa adanya penindakan (tilang). Namun, upaya yang dilakukan tetap saja tidak memberikan perubahan berarti bagi masyarakat ketika berkendara.

“Jumlah pelanggaran selama Operasi Patuh 2017 ini telah tercatat sebanyak 249 pelanggaran. Atau jika dikalkulasikan rata-rata 50 pelanggaran perharinya. Jumlah ini masih tergolong tinggi,” katanya, Minggu (14/5) siang.

Toni juga menggambarkan pentingnya bagi pengendara sepeda motor agar memakai helm dan melengkapi kelengkapan kendaraan mereka, selain menaati aturan lalu lintas, tentunya dengan memakai helm dan melengkapi kendaraan mereka dapat menyelamatkan diri ketika terjadinya kecelakaan di jalan raya.

“Selama lima hari ini, telah tercatat kecelakaan lalu lintas sebanyak lima kasus. Dari lima kasus itu, dua orang meninggal dunia, dan tujuh orang mengalami luka ringan. Dari lima kasus kecelakaan itu, kerugian materilnya sebesar Rp. 33 juta,” jelasnya.

Toni menambahkan, jajaran Sat Lantas akan melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas untuk menekan jumlah angka kecelakaan lalu lintas. Penindakan ini akan dilakukan setiap hari sampai dengan Operasi Seligi 2017 berakhir tanggal 22 Mei 2017 mendatang. Dalam operasi seligi 2017 ini, polisi lebih mengedepankan upaya penindakan.

“Kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat pengguna jalan agar melengkapi kelengkapan administrasi maupun kendaraan. Cek kondisi kendaraan, serta patuhi aturan tata tertib dalam berlalu lintas,” ucapnya. (cr1)