Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13488

Tali Pusar Bayi Terimpit Batu

0
Petugas Identifikasi Polres Tanjungpinang mengevakuasi jenazah bayi yang ditemukan di Tepi Laut, Jumat (2/5), F Osias De/batampos.

batampos.co.id – Masyarakat Teluk Keriting, digegerkan penemuan mayat bayi yang diduga dibuang orang tuanya di tepi laut depan SMA Negeri 5, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Jumat (2/5) sekitar pukul 10.45 WIB. Bayi tersebut diduga hasil hubungan gelap.

Informasi yang dihimpun, mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan salah seorang warga yang sedang melintas di Jalan Agus Salim. Yang mana saat itu mayat bayi merah dengan tali pusar yang masih menempel terhimpit bebatuan tanpa mengenakan busana.

Pantauan di lapangan, masyarakat yang merasa iba dengan bayi yang tanpa busana pun menutup jenazah dengan kain sambil menunggu pihak Kepolisian datang. Penemuan jenazah itu pun menarik perhatian warga yang melintas. Warga pun berbondong-bondong menyaksikan jenazah yang terbaring dibibir pantai tersebut.

Salah seorang warga, Asri Mulyadi, mengatakan selain masih terdapat tali pusarnya. Saat ditemukan ari-ari bayi tersebut juga masih menempel.

“Saya datang tadi orang sudah ramai disitu. Pas lihat ternyata jenazah bayi,” ujarnya.

Sementara itu, Dokter Regina Frita Sari, yang juga datang ke lokasi, menuturkan jika dilihat secara kasat mata. Bentuk dan ukuran bayi tersebut diperkirakan berumur 30 hingga 32 minggu di kandungan. Bobotnya pun diperkirakan sekitar 800 sampai 900 gram.

“Itu saya lihat secara kasat mata ya. Tapi nanti di visum baru bisa diketahui secara pasti,” ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Yuhendri Yanuar mengatakan, jenazah tersebut ditemukan warga saat air laut sedang surut dengan posisi terlungkup.

“Dari subuh air laut surut. Jika dilihat dari situasi TKP kemungkinan dibuang saat subuh itu juga,” ujar Yuhe.

Sebab, sambung Yuhe, jika dibuang pada saat air pasang. Kemungkinan besar bentuk mayatnya berubah akibat dampak dari kena air laut.

“Jenazah dibawa ke Rumah Sakit dulu untuk dilakukan otopsi,” kata Yuhe.

Diterangkan Yuhe, pihaknya pun akan melakukan penyelidikan terlebih dulu untjk mengetahui siapa orang tua dari bayi malang tersebut.

“Kami lakukan penyelidikan dulu. Mudah-mudahan dapat terungkap siapa yang tega membuang bayi itu,” pungkas Yuhe.(ias)

 

Lis Akan Alokasikan Tiap Kecamatan Rp 15 Miliar

0

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan Pemko Tanjungpinang akan mengalokasikan dana sebesar Rp 15 miliar untuk setiap kecamatan. Dana itu akan dikucurkan melalui APBD 2018 mendatang kepada empat kecamatan se-Tanjungpinang.

“Sebanyak 281 usulan warga dari empat kecamatan sudah kita terima. Maka untuk merealisasikannya kami akan menganggarkan Rp 60 miliar di APBD tahun depan. Masing-masing kecamatan dapat Rp 15 miliar,” ujar Lis saat safari ramadan di Masjid Al Mukhlisin, Kampung Baru, Kamis (1/6) malam.

Dikatakan Lis, Pemko Tanjungpinang terus berupaya melaksanakan berbagai program yang langsung menyentuh kepada masyarakat. Mulai dari pelatihan-peltihan, memberikan bantuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga serta mendirikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Meskipun sudah disosialisasikan seluruh program dan penganggarannya, kata Lis masih banyak warga yang belum mengetahui informasi tersebut. Maka dia berharap warga proaktif untuk mencari tau informasi segala program maupun bantuan di kantor kelurahan dan kecamatan setempat.

“Kucuran dana Rp 15 miliar setiap kecamatan akan dibagikan kemasing-masing kelurahan. Jadi warga harus proaktif cari informasi kucuran dana itu untuk apa-apa saja,” bebernya.

Selain fokus terhadap perekonomian masyarakat, sambung Lis melalui kucuran dana kesetiap kecamatan itu mampu meningkatkan segala fasilitas umum yang dibutuhan masyarakat. Sehingga segala kebutuhan baik internal dan eksternalnya dapat terpenuhi.

“Tahun depan juga ada perbaikan jalan berlobang, batu miring, dan lainnya. Jadi semua kebutuhan warga akan terpenuhi semua ditahun mendatang,” ungkapnya. (ary)

Ide Ojek Pangkalan; Rider GoJek Boleh Narik Asal Tak Gunakan Aplikasi

0

batampos.co.id – Puluhan rider Gojek berkeluh kesah kepada anggota DPRD Batam pada rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD Kota Batam, Jumat (2/6).

“Kami minta keadilan. Bagaimana bisa kerja kalau tidak diizinkan. Kami punya anak istri pak,” ujar Arif, rider Gojek.

Menurut dia, penghentian sementara yang dilakukan Dishub Pemko Batam bukan langkah yang tepat. Mengingat kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang aman dan nyaman. Selain itu, ojek online ini mampu menyerap lapangan pekerjaan yang jauh lebih besar.

“Ingat Pak, kami ini tak punya pekerjaan. Kalau dihentikan mau makan apa anak istri kami di rumah,” tuturnya.

Ketua komisi IV DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono mengaku permasalahan gojek ini akan dikomunikasikan lintas komisi. Khususnya Komisi I yang berhubungan dengan hukum dan payung hukum serta komisi III terkait jasa transportasi angkutan publik.

“Mereka (Gojek) mintanya bisa aktif lagi saja. Namun demikian, sebagai lembaga, kami akan rapatkan dulu dengan komisi terkait. Nanti kami jadwalkan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua asosiasi aliansi ojek pangkalan, Rahmani mengaku sudah delapan bulan ojek pangkalan menahan. Semenjak kehadiran ojek online, pendapatan mereka turun drastis.

“Jadi Anda senang (ojek online), kami yang menderita,” kata dia.

Dia tak mempermasalahkan rider Gojek menarik penumpang, asalkan tak memakai alat dan aplikasi perusahaan.

Ojek online saat RDP dengan DPRD Batam

“Kami sudah puluhan tahun mengojek. Kalau bilang preman, kamilah preman sebenarnya. Cuma kami masih bisa menahan,” tuturnya.

Dia mengaku, tak semua rider Gojek murni bekerja sebagai tukang ojek. Banyak yang bekerja sambilan. Selepas pulang kerja narik penumpang. Sedangkan ojek pangkalan, murni mengaharapkan kehidupan mereka sebagai tukang ojek.

“Banyak pekerja, lepas kerja masuk Gojek. Itu hak kami yang diambil, saking sepinya kami tetap menahan,” sambung Rahmani.

Dia mengaku tak mau ribut seperti kota-kota lain di Indonesia.

“Yang jelas kami kecewa dengan pemerintah,” sesalnya. (rng)

Kepala Ahmad seperti Terbelah, Ahmad Perlu Bantuan

0
Ahmad Bayi 10 Bulan yang menderita penyakit kelainan cairan otak digendung ibunya, (fajar online/jawapos grup)

batampos.co.id – Ahmad Romansyah, baru berusia 10 bulan. Kepalanya tidaklah bulat tapi seperti lambang hati/cinta.

Ahmad menderita hydrocephalus. Jenis penyakit ini diakibatkan gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal).

Cairan ini akan terus bertambah sehingga ventrikel di dalam otak membesar dan menekan struktur dan jaringan otak di sekitarnya.

Kini bayi Bulurokeng, kecamtan Biringkanaya, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan menjadi perbincangan warga.

Jika tidak segera ditangani, tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak pada bayi tersebut.

Karena penyakit itu, kepala Ahmad menjadi tidak seperti bayi pada umumnya yag bulat maupun agak lonjong. Tapi menyerupai lambang cinta, love.

Sebagaiman dilansir dari Fajar Online, Jumat (2/6), Kasus bayi itu terungkap saat Camat Biringkanaya, Andi Syahrum Makkuradde dan istrinya Siti Syahriati mengunjungi Ahmad Romansyah.

Andi berjanji menggalang dana untuk pengobatan Ahmad karena orang tuanya tergolong keuarga tidak mampu.

“Yang jelas bahwa selama dia berada di wilayah saya, akan saya bantu sesuai kemampuan saya,” kata Andi. (dms/JPG/Fajar)

Harga Jengkol Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram

0
ilustrasi

batampos.co.id – Harga daging sapi dan ayam potong serta bawang putih, naik. Itu berita lama.

Berita baru, dalam sepekan terakhir, harga jengkol pun ikut naik!

Para ibu rumah tangga mengaku heran mengapa harga jengkol saja bisa naik.

Kini harga jengkol menembus Rp 100 ribu per kilogram.

Harga itu nyaris mendekati harga daginh sapi yaitu Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram.

“Harga jengkol sekarang Rp 100 ribu. Pekan lalu juga sudah mulai tinggi Rp 80 ribu,” kata salah satu pedagang sayur di Pasar Depok Jaya, Andi, Jumat (2/6).

Salah satu ibu rumah tangga, Rahayu mengeluhkan berbagai kenaikan harga bahan pokok di bulan Ramadan meskipun pemerintah sudah berupaya mengendalikan harga. Harga bawang putih saja kini masih tinggi di harga Rp 48 ribu per kilogram.

“Apa-apa serbamahal. Masa beli jengkol saja seharga daging? Untung bulan puasa, lagi menghindari makan jengkol. Bisa tambah bau mulut,” katanya tertawa.

Para pedagang beralasan komoditi sayur jenis jengkol sedang susah di pasaran alias langka. Sehingga harga sayur yang berbau khas ini terus melonjak. Sejumlah penjual makanan warung nasi rames atau rumah makan Padang juga mengeluhkan mahalnya harga jengkol. (cr1/JPG)

Gubernur Tegur Pansel dan BKD

0
Firdaus. F.Yusnadi/batampos

batampos.co.id – Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKD-SDM) Pemprov Kepri, Firdaus mengatakan pihaknya mendapatkan teguran keras dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Bahkan Gubernur juga memberikan peringatan yang sama kepada Pantia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP).

“Bapak Gubernur sudah memberikan peringatan kepada kami dan Pansel JPTP. Peringatan ini adalah tindak lanjut dari rekomendasi yang dikeluarkan Aparatur Sipil Negara (KASN),” ujar Firdaus di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Kamis (1/6).

Kembali ditanya selesai melakukan pertemuan dengan Gubernur, Firdaus mengatakan pemanggilan dirinya kali ini tidak berkaitan dengan persoalan rekomendasi KASN. Disinggung apakah sudah ada rekomendasi terbaru yang dikeluarkan KASN setelah pertemuan Gubernur dengan pimpinan KASN belum lama ini di Jakarta.

“Sampai saat ini belum ada rekomendasi terbaru setelah pertemuan itu. Hari ini (kemarin,red) saya hanya melaporkan berbagai perkembangan terkait pelaksanaan kebijakan yang berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Pemprov Kepri,” papar Firdaus.

Disoal apakah akan adanya perombakan kabinet yang akan dilakukan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dalam waktu dekat ini. Mantan Kepala Biro Organisasi (Ortal) Pemprov Kepri tersebut mengaku tidak mengetahui hal itu. Bahkan dikatakannya, bukan kapasitas dirinya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Karena kewenangan melakukan perombakan kabinet adalah hak proregatif Gubernur.

“Jangan tanya saya kalau persoalan ini, karena itu kewenangan Gubernur. Yang jelas belum ada rekomendasi terbaru yang dikeluarkan KASN, setelah pertemuan beberapa waktu lalu,” tegas Firdaus.

Ditambahkannya, yang dipersoalkan adalah mengenai sistem penilaiannya. Menurut Firdaus KASN maupun Pansel punya cara masing-masing dalam membuat penilaian. Apalagi selama proses, Pansel juga terus berkoordinasi dengan KASN. “Kalau memang ada kesalahan yang terjadi, sepanjang masih bisa diperbaiki, tentu akan diperbaiki.

“Mudah-mudahan tidak ada persoalan-persoalan yang mengganjal kedepannya. Sehingga tata kelola pemerintahan Pemprov Kepri bisa terus berjalan dengan baik,” tutup Firdaus.(jpg)

Cegah Pungli Saat Penerimaan Siswa Baru

0
Perwakilan dari Polres Karimun, AKP Eriman saat memaparkan materi sosialisasi menghindari adanya pungli saat PSB. F. Tri Haryono/batampos.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq, meminta pihak sekolah menjalin koordinasi dengan penegak hukum, dan Pemkab Karimun melalui Dinas Pendidikan Karimun dalam penerimaan pelajar baru (PSB) ajaran 2017-2018 nanti. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi pelanggaran hukum atau tertangkap tangan oleh tim Sapu Bersih Pemungutan Liar (Saber Pungli) karena melakukan praktek pungli PSB.

”Melalui sosialisasi inilah, bagaimana batasan pungli serta bentuknya yang mana boleh dipungut dan yang tidak boleh dipungut dana kepada calon pelajar yang akan masuk sekolah,” ungkap Rafiq saat sosialisasi saber pungli bagi kepala sekolah di Gedung Nasional, Rabu (31/5) kemarin.

Makanya peranan kepala sekolah sangat penting dalam berkoordinasi batasan yang diperbolehkan untuk memungut dana saat penerimaan siswa baru. Sehingga, tidak salah mengartikan penetapan dana kepada wali murid untuk dipergunakan oleh pihak sekolah. Dengan demikian, penerimaan siswa baru benar-benar berjalan secara transparan.

”Yang jelas teknisnya bagaimana, apakah diperbolehkan memberikan sumbangan kepada sekolah. Ini sebagai contoh dan sebagainya,” paparnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim mengatakan, sosialisasi Pungli di sekolah dalam menghadapi penerimaan peserta didik baru yang diikuti kepala sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMA/Sederajat di gedung Nasional. Yang bertujuan, untuk memberikan pemahaman apa itu pungli, batasan mana saja yang tidak diperbolehkan Pungli di sekolah maupun oleh Disdik itu sendiri. Kemudian memberikan kepada sekolah agar kreatif dan inopatif demi pengembangan sekolah itu sendiri.

”Yang sudah berjalan adalah infaq Rp 1000. Dimana dana tersebut sudah terkumpul, dipergunakan untuk membangun fisik sekolah seperti rehap mushola dan sebagainya. Nah, apakah ini termasuk pungli atau tidak,” tanya Bakri.

Dengan narasumber dari Polres Karimun yang kebetulan masuk dalam salah satu tim Saber Pungli Karimun, berarti ada kejelasan mana saja yang termasuk Pungli. Sehingga, para kepala sekolah bisa menjadi acuan nantinya ketika sudah dibukanya penerimaan siswa baru usai lebaran nanti.

”Intinya, jangan ada salah presepsi terhadap sumbangan yang dipungut dari wali murid,” jelasnya.

Sementara narasumber dari Polres Karimun Kasatbimas AKP Eriman saat memberikan pemaparan berdirinya Saber Pungli dengan dasar hukum yang berlaku di Indonesia. Salah satunya, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Kemudian, Perpres nomor 87 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar dan keputusan Bupati Karimun nomor 598 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar Kabupaten Karimun. (tri)

Gudang Penyimpanan Kertas dan Dupa Terbakar

0

batampos.co.id – Warga di jalan Nusantara, Kecamatan Karimun dikejutkan dengan adanya asap tebal yang keluiar dari dalam bangunan beton berlantai lima yang di gang kecil jalan tersebut, Selasa (30/5) malam pukul 23.30 WIB.

Bangunan tersebut merupakan gudang untuk tempat penyimpanan kertas-kertas sembahyang dan juga berbagai jenis dupa. Tidak ada yang tinggal di dalam bangunan beton tersbeut. Sehingga, pada saat asap keluar melalui lobang angin dari lantai dua bangunan tersebut, warga dan petugas yang ingin masuk melakukan pemadaman mengalami kelusitan.

”Jalan di gang memang tidak dikunci. Tapi, pada saat mau mendekati gudang ada terali besi. Untuk membukanya tidak terlalu sulit. Tapi, pada saat sampai di pintu besi gudang butuh waktu lebih dari 20 menit untuk bisa membuka pintunya. Bahkan, sebelum pintu masuk berhasil dibuka, petugas pemadam kebakaran menggunakan tangga dari luar dan memecahkan jendela untuk menyemprotkan air,” ujar salah seorang warga, Edi Batam Pos

Pantauan di lapangan, meski kebakaran di gudang tidak terlalu besar dan hanya membakar pada bagian dalam bangunan, namun butuh waktu satu setengah jam untuk melakukan pemadaman dan sekaligus pendinginan di dalam bangunan. Hal ini disebabkan dalam bangunan tersebut penuh dengan kertas dan dupa. Sehingga, meski sudah disemprot menggunakan dengan air dari dua mobil pemadam kebakaran, namun masih tetap mengeluarkan asap. Akhirnya, selain disiram dengan air, petugas juga menyisihkan tumpukan kertas. Sehingga, dapat mengetahui dimana yang masih mengeluaakan asap. (san)

Penyerapan Anggaran Capai 35 Persen

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq. F. Tri Haryono/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun mengklaim bahwa APBD tahun ini sebesar Rp 1,1 triliun sudah diserap sampai dengan 35 persen. Baik dari sektor belanja langsung dan belanja tidak langsung (BL/BTL).

”Berdasarkan laporan, sampai saat ini serapan anggaran masih normal. Artinya, persentase jika dilihat dari Maret sampai dengan akhir bulan lalu sudah mencapai 35 persen. Persentase ini sebagian besar berasal dari kegiatan belanja tidak langsung masih normal. Dan, juga untuk kegiatan lainnya berjalan lancar,” ujar Bupati Karimun, Aunur, Kamis (1/6).

Kemudian, kata Bupati, untuk belanja langsung memang membutuhkan waktu. Dan, dengan belanja langsung ini akan membuat penyerapan APBD itu lebih besar lagi. Karena, dalam bentuk proyek dan jumlahnya juga besar. Tapi, pelaksanaannya itu membutuhkan waktu, karena melalui proses. Mulai dari proses perencanaan dan kemudian masuk ke lelang elektronik.

”Proses perencanaan itu masing-masing untuk satu jenis proyek. Sehingga, memang membutuhkan waktu. Setelah selesai itu baru bisa dilaksanakan lelang proyek inti. Berdarakan laporan dari Dinas PU dua hari lalu, sudah mulai banyak paket atau proyek yang masuk ke unit layanan pemerintah (ULP) untuk dilelangkan secara online. Kita berharap, tahun ini semuanya dapat dilaksanakan tepat waktu dan berkualitas,” jelasnya.

Dikatakan Bupati, belanja langsung ini jika pekerjaan belum selesai berdasarkan persentase, maka dana dari pemerintah tidak bisa dikeluarkan. Sehingga, uang milik pemerintah yang ada di bank akan menumpuk. Akibatnya, perekonomian akan melambat. Tapi, mudah-mudahan dengan sudah mulai berjalannya proses lelang proyek pembangunan, penyerapan anggaran akan lebih besar dan perputaran uang di masyarakat bisa lebih banyak. (san)

Usai Tangkap Buaya di Seilangkai, Doni dan Erwin Jadi Pengangguran

0

batampos.co.id – Masih ingat dengan penangkapan buaya besar di sungai Seilangkai, Sagulung, Kamis (25/5) lalu?!

Doni Efendi, 31 dan Erwin, 42 dua pedagang keliling pulau yang berhasil menaklukan buaya raksasa tersebut kini tak bisa berdagang lagi. Pancung boat sebagai alat transportasi dan juga alat pengangkut barang dagangan mereka kini sudah rusak akibat diseret oleh buaya tersebut sejauh satu kilometer.

Kedua warga Seilangkai Sagulung itu kini jadi penganggur.”Tak bisa dagang lagi kami pak. Mesin (pancung) masih rusak. Kami sudah usaha perbaik tapi belum jadi,” ujar Doni, kepada Batam Pos, Kamis (1/6).

Doni ialah warga perumahan Putera Moro 2 blok D/7 sedangkan Erwin warga perumahan Puteri Hijau, Sagulung. Mereka biasanya berdagang keliling pulau dengan pancung tersebut. Doni menjual perlengkapan sandal dan sepatu sementara Erwin menjual sayur. Setiap hari keduanya keliling dari satu pulau ke pulau lain di sekitar perairan Sagulung.

Rusaknya alat transportasi air mereka itu kata Doni memang akibat aksi nekad keduanya yang berusaha menaklukan buaya dengan panjang mencapai lima meter itu. “Setelah berhasil dijerat (dengan tali jangkar), buaya itu mencoba kabur ke arah laut. Makanya kami sempat diseret sejauh satu kilometer ke arah hulu sungai,” kata Doni.

Saat ditarik buaya, Doni dan Erwin mencoba melawan dengan menggerakan mesin pancung boat mereka.

Doni

“Karena lama melawan dengan posisi gas tinggi, makanya mati mesin pancung kami itu. Tenaga buaya lebih kuat,” kata Doni.

Sejak saat itu, mesin pancung mereka tak lagi hidup sampai sekarang. Keduanya sudah berusaha perbaik, namun mesin tersebut belum juga jadi.

“Sekarang masih di bengkel. Kata orang bengkel rusak parah. Butuh banyak biaya,” ujar Doni.

Akibat kejadian itu keduanya tak bisa lagi berdagang keliling pulau. Keduanya hanya bisa tinggal diam di rumah semenjak mesin pancung mereka rusak.

“Nganggurlah kami sekarang. Gimana mau dagang, kalau tak ada mesin pancung,” kata Doni lagi.

Keduanya berharap agar pemerintah terkait bisa memperhatikan persoalan yang mereka hadapi itu. Sebab bagaimanapun kata Doni apa yang dilakukan mereka itu untuk kebaikan bersama.

“Kalau seandainya kami tak berani untuk tangkap buaya itu, bisa-bisa makan korban,” kata Doni.

Adakah Anda bisa membantunya?! (eja)

Play sound