Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13487

Larangan Cuti Bersama Sebelum dan Sesudah Hari Raya

0
Pegawai di Pemkab Bintan mengikuti upacara peringatan hari lahirnya Pancasila, di halaman Kantor Bupati Bintan. F.Slamet/batampos.

batampos.co.id – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN & RB) RI telah menerbitkan surat edaran nomor B/21/M.KT.02/2017 ditujukan antara lain pada gubernur dan bupati/wali kota. Isinya, mengimbau agar tidak memberikan cuti tahunan sebelum dan sesudah cuti bersama Idul Fitri 1438 H kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Irma Annisa, mengakui saat ini sudah banyak pejabat yang mengajukan cuti, di luar cuti bersama Hari Raya Idulfitri. “Bahkan, ada yang merayu agar cutinya disetujui,” Kamis (1/6) usai upacara peringatan hari lahirnya Pancasila, di halaman kantor bupati bintan mengakuinya.

Apakah dari pejabat itu, ada yang dari kadis atau eselon II, Irma menjawab belum. Rata-rata dari eselon III dan IV. Tapi, pihak BKD tetap tidak menyetujui pengajuan cuti para pejabat tersebut.

“Kan sudah ada aturannya, kalau melanggar ada sanksinya,” katanya. “Sanksinya telah diatur, kalau melanggar laporannya ke pusat,” tambah Irma, tidak menjelaskan secara rinci sanksi bagi PNS yang melanggar.

Lamanya cuti bersama yang sudah diberikan pemerintah, menurutnya, sudah sangat lama. “Kalau tidak salah 10 hari, 9 hari, hari ke 10 nya masuk,” katanya.

Ia berharap, PNS di lingkungan Pemkab Bintan dapat mematuhi aturan KemenPAN RB tersebut, yang tujuannya untuk menjaga agar pelayanan publik tidak terganggu.
Namun demikian, jika PNS yang bersangkutan, ada perihal mendadak, misalnya anggota keluarganya meninggal dunia atau lainnya, pihaknya tetap memberikan izin cuti.

“Kalau yang itu pertimbangannya sudah kemanusiaan,” katanya mengakhiri, sambil melangkah masuk ke dalam mobilnya. (cr21)

Transportasi Online, Antara Regulasi, Aplikasi dan Kompetisi (3)

0
WakJek, layanan ojek online pertama di Batam saat konvoi, senin (18/7/2016). Foto: dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Internasional Batam, Suyono Saputro memiliki pandangan positif terhadap aplikasi online yang sekarang marak digunakan dalamproses berbisnis.

“Menurut saya ini bukan soal kompetisi, tapi bagaimana pebisnis beradaptasi dengan kemajuan teknologi,” ujarnya.

Teknologi memberikan kemudahan bagi konsumen menikmati layanan transportasi
“Kemajuan teknologi yang berdampak positif bagi konsumen harusnya dilindungi, bukan ‘disembelih’ kayak gini,” imbuhnya.

Ia mengajak kita untuk menimbang – nimbang manfaat posotof sejak ada transportasi berbasis aplikasi.

“Bayangkan multiplier effect sejak kehadiran gojek…”

Ia menilai keberadaan transportasi berbasis online berbanding terbalik dengan ojek pangkalan atau taksi gelap. “Bahkan dengan angkutan kota,” tegasnya. (ptt)

Transportasi Online, Antara Regulasi, Aplikasi dan Kompetisi (2)

0
Jpeg

batampos.co.id – Keberadaan angkutan jaringan (online) yang kian menjamur di Batam ini membuat Ketua Organda Kota Batam Hardi Samharun angkat bicara.

Tranportasi online terdiri dari 3 bagian, yang pertama ojek dan tidak diatur dalam UU, dan berfungsi sebagai tranprotasi alternatif, yang kedua Go Car angkutan pribadi yang berubah menjadi angkutan umum dan itu tidak boleh, dan harus punya izin, dan taxi.

Dia menyarankan taxi resmi yang punya izin bisa bekerjasama dengan aplikasi online, itu sangat bagus karena bisa menjadi penyambung konsumen mendapatkan transportasi. Masyarakat diberikan kemudahan dan lebih transparan karena seluruh data sopir ada.

“Jadi keamanan penumpang terjamin, seperti jika ada ketinggalan barang mereka sudah ada data nama sopir, nomor plat dan lainnya,” sebutnya.

Tapi jika digunakan angkutan plat hitam itu masalah karena tidak ada izin. Jika pemerintah mendorong harus punya izin angkutan sewa ini akan merugikan angkutan yang ada selama ini. Batam menurutnya sudah memiliki transprtasi umum yang cukup, jika diberikan lagi angkutan hitam menjadi sewa bisa mematikan taxi yang lama.

“Saat ini setidaknya terdapat 1.700 taxi yang beroperasi di Batam dan dikelola tujuh perusahaan atau koperasi,” ungkapnya.

Selain itu, jika dikeluarkan izin angkutan hitam ini akan membuat pendapatan daerah menurun. Dia mencontohkan jika satu mobil jenis Avansa membayar pajak Rp 2 juta setiap tahunnya, maka dengan adanya izin tersebut mereka hanya dikenakan pajak 30 persen saja.

“Jadi mereka hanya bayar Rp 600 ribu saja,” sebut Hardi.

Dan mereka hanya dikenakan uji berkala dan itu gratis. Pihaknya mendorong pemerintah untuk berfikir dan mengkaji kembali izin ini.

“Pemerinah harus bijak,” ucapnya.

Organda Batam tidak menutup mata atas kemajuan dunia transportasi di Batam, karena tujuannya hanya satu membuat penumpang mendapatkan pelayanan yang cepat, dan baik, dan menambah penghasilan pengendara taxi itu sendiri.

“Alangkah baiknya mereka bekerjasama dengan kami yang telah ada di Batam, toh tujuannya tetap menyenangkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, cukup dari telepon genggam mereka mendapatkan pelayanan cepat, dan jelas,” tutupnya. (cr17)

Transportasi Online, Antara Regulasi, Aplikasi dan Kompetisi (1)

0
WakJek, layanan ojek online pertama di Batam saat konvoi, senin (18/7/2016). Foto: dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Hermanto ialah salah seorang pengojek jaringan (Go Jek) Batam. Pria 45 tahun ini mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan saat ini membuat dirinya beralih menjadi pengojek online.

“Lumayan bisa buat menopang kebutuhan keluarga,” kata dia saat ditemui Kamis (1/6).

Dia menerangkan untuk menjadi ojek pangkalan dia harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit.

“Kemarin ada kawan menawarkan mangkal di salah satu pelabuhan di Batam, tapi harus deposit dulu sebagai jaminan, dan jumlahnya tidak sedikit Rp 3-5 juta,” ujarnya.

Dia memilih bergabung dengan Gojek, dari pada ojek pangkalan. Keberadaan Gojek menurutnya membawa keuntungan tersendiri dan memudahkan pelanggan dalam mendapatkan jasa.

“Banyak dari pelanggan yang tidak mau kami berhenti,” sebutnya.

Hermanto mengaku juga tengah menunggu waktu berangkat ke Malaysia untuk bekerja. Kemaren kami telah wawancara di Harmoni One, mungkin setelah lebaran berangkat, namun menjelang itu keluarga tetap butuh makan, cari kerja saat ini sangat sulit,” bebernya.

Sementara itu, Area Manager Gojek di Batam, Daniel Sitohang yang dihubungi enggan menanggapi larangan yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Kota Batam.

“Maaf, saya tidak punya otoritas untuk mengeluarkan statement mengenai PT. Gojek Indonesia,” singkatnya.
(cr17)

TKI/TKW akan Mudik H-7 Lebaran

0

batampos.co.id – Perhatian, perhatian…. Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Khairil Mirza memperkirakan pada H-7 lebaran akan terjadi lonjakan arus dari Singapura dan Malaysia ke Batam. Kondisi itu selalu berulang disetiap tahunnya. Mereka ialah tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia atau pun Singapura yang ingin mudik ke daerah di tanah air.

“Para pekerja biasanya minggu ketiga puasa baru pulang. Sebagian besar mereka adalah pekerja dari Malaysia. Kalau dari Singapura biasanya Jumat baru ramai, ” katanya.

Dilanjukan Mirza , biasanya akan banyak TKI yang pulang dengan menggunakan surat perjalanan laksana paspor (SPLP). SPLP itu, ditebitkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia kepada TKI yang mengalami masalah paspor hilang atau rusak.

“SPLP itu diberikan kepada pekerja yang tidak memiliki masalah disana atau pekerja yang paspornya hilang, kemudian over stay disana. Jadi, kalau mau pulang, mereka pulangnya pakai SPLP itu,” tuturnya. (cr1)

Forum Solo Raya, Bersemangat Gaet Turis Asal Asia Tenggara

0

Forum Solo Raya akan membahas secara intensif pengembangan pariwisata Solo Raya.

Forum ini ialah keluaran dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Sinkronisasi Promosi Pariwisata Pasar Asia Tenggara (Asteng) di Sunan Hotel, Solo, Jawa Tengah, 31 Mei-1Juni 2017.

“Kami bersyukur pasca acara ini akan segera terbentuk Forum Solo Raya yang anggotanya terdiri dari anggota DPR, Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten, komunitas, serta pelaku pariwisata yang ada di Solo,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana yang juga diamini Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani.

Seperti diketahui, forum ini nantinya akan menyatukan visi dan misi serta pemahaman mitra tentang kegiatan promosi luar negeri terutama Asia Tenggara. “Segera forum ini akan dibentuk dan action,” tambah Rizki Handayani.

Dalam Bimtek yang dilakukan selama 2 hari itu, hadir pula Anggota DPR RI Komisi X Laila Istiana yang memberikan paparan mengenai potensi pengembangan pariwisata di Soloraya. Ia menjelaskan, penting promosi destinasi diberbagai media promosi termasuk sosial media, yang kini tengah digencarkan, menjadi faktor utama untuk mendatangkan wisatawan ke Solo.

“Yang terpenting dari upaya promosi adalah penyiapan destinasi. Jangan sampai wisatawan hanya belanja saja karena tidak tahu destinasi lain di Soloraya dan akses jalan harus diperbaiki. Jangan lupa pastikan untuk ajak wisatawan posting selama kunjungan di sosmed mereka masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, Laila menjelaskan, jika destinasi wisata di Solo sangat potensial mendatangkan wisatawan mancanegara. Pentingnya pemahaman steakeholder tentang kegiatan promosi pariwisata ke luar negeri menjadi salah satu key success factor.

“Potensi Solo Raya itu banyak sekali seperti kuliner, batik, wisata alam, Sangiran dan ada Dayu. Agar kita berjalan berirama tidak ada salahnya para pelaku wisata, stakeholder dikumpulkan untuk membahas promosi yang berkelanjutan, seperti acara hari ini dan rencana lahirnya Forum Solo Raya,”tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Karanganyar Titis Sri Jawoto mengatakan, pentingnya kegiatan familiarization trip untuk bisa mengundang secara langsung travel agent atau tour operator, untuk bisa menikmati destinasi alam, kuliner dan budaya, sehingga bisa membuat paket-paket menarik yang nantinya ditawarkan di negaranya.

“Saya harap, Kemenpar memfasilitasi event Famtrip antara Bangkok-Solo. Mari kita undang biro-biro perjalanan Thailand untuk membangun kerjasama yang saling menguntungkan dengan Soloraya yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata. Singkatnya, biro perjalanan Soloraya ini akan ‘dinikahkan’ dengan Biro Perjalanan Thailand, untuk menangkap peluang jangka pendek,” ujarnya.

Para pelaku usaha juga angkat bicara mengenai promosi potensi pariwisata di Solo Raya, salah satunya Paulus Mintarga Pemilik Museum Atsiri yang menilai budaya di Soloraya merupakan satu aset yang penting. Sehingga harus dikemas dengan promosi melalui slogan yang memiliki konten. Jangan sampai ada slogan tapi tak ada konten.

“Konten promosi Soloraya perlu mengangkat keanekaragaman produk daerah masing-masing, sekaligus pastikan pelaku industri pariwisata bersinergi dan diajak untuk berpikir lebih detail.” Ujar Paulus Mintarga.

Seirama dengan Paulus, Irfan Sutikno selaku pegiat Solo Creative City Network (SCCN), menjelaskan jika ingin pariwisata Soloraya berkembang, harus dilakukan langkah riil dalam penyiapan promosinya, serta perlu dispesifikasikan terutama dengan mengangkat keunikan dari Kota Solo.

“Jelajah nusantara sangat mungkin dilakukan dengan meniru jelajah Jogja-Solo-Semarang tujuannya memperkenalkan Joglosemar: The Wonderland of Java. Saya yakin, destinasi ini sangat layak kemas untuk menarik kunjungan wisatawan,” ujar Irfan.

Begitu juga dengan Alfonsus Aditya, salah satu peserta Bimtek yang sangat concern dengan Inovasi dan produk development dari triponyo.com membeberkan, terdapat dua hal yang perlu dikembangkan. Yang pertama, pariwisata Indonesia kekurangan inovasi, contohnya dengan inovasi menjual kekampungan Jawa. Kita tidak perlu malu dengan kampung Jawa.

“Kedua, Jangan seragamkan pariwisata secara homogen karena ujungnya tidak akan memiliki nilai jual. Mari kita adaptasi kondisi perbedaan ini, karena terlampau banyak hal menarik di Solo yang belum tergarap. Jika ada yg mengatakan hal “kampungan” tidak bias dijual, salah,! “Kampungan” itu memiliki nilai yang tinggi, Pariwisata bukan hanya sekali jalan, bagaimana menumbuhkan bisnis yang sustainable dan berimpact pada masyarakat,” jelas Adit.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, Jika Solo sudah memiliki 3A Atraksi Akses, dan Amenitas. Hotel, resto, cafe, mal, convention center, exhibition termasuk dalam amenitas, yang memang harus disiapkan untuk semua level.

“Jika ingin menggenjot wisman, maka akomodasi dan segala kelengkapannya harus disiapkan dengan baik juga, Kami sedang mendorong dibukanya penerbangan Bangkok-Solo. Jateng juga punya beberapa destinasi gunung berapi yang tidak ada di Thailand,” tukas Rizki.

“Jika ingin menggenjot wisman, maka akomodasi dan segala kelengkapannya harus disiapkan dengan baik juga, Kami sedang mendorong dibukanya penerbangan Bangkok-Solo. Jateng juga punya beberapa destinasi gunung berapi yang tidak ada di Thailand,” pungkasnya.

Dalam Bimtek kali ini, terang Pitana, untuk memberikan perspektif dan arah yang sama tentang program promosi Pariwisata Indonesia di wilayah Asia Tenggara yang melibatkan sinkronisasi dari berbagai lembaga yang ada di Jawa Tengah. Selain itu juga untuk memahami potensi destinasi-destinasi wisata di Jawa Tengah bagi pangsa pasar Asia Tenggara.

“Juga untuk memahami mekanisme promosi pariwisata Indonesia melalui sosial media, meningkatkan efektivitas partisipasi Dinas Pariwisata pada penyelenggaraan event di Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara dan memahami pengembangan destinasi dan atraksi yang layak jual di pasar Asia Tenggara,” terang Pitana.

Rizki Handayani menambahkan, materi Bimtek yang diberikan antara lain sinkronisasi antar lembaga dalam promosi pariwisata Indonesia di  wilayah Asia Tenggara, pemahaman destinasi dan atraksi yang layak jual di wilayah Asia Tenggara, dan optimalisasi program dan kebijakan Kemenpar melalui strategi PR-ing Biro Hukum dan Komunikasi Publik.

“Peserta mencapai 50 orang yang datang dari Instansi/Dinas pariwisata di Kabupaten Karanganyar dan Kota Surakarta pada Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pariwisata, asosiasi PHRI dan ASITA Provinsi Jawa Tengah dan industri pariwisata Jawa Tengah. Juga ada perwakilan dari beberapa komunitas,” papar Rizki. (*)

Kemenpar Ikut Kibarkan #JayalahPancasila

0
lokasi Ende, NTT. fiti: kemenpar

Semangat nasionalisme yang dibangun Kementerian Pariwisata, tetap mengarah pada spirit profesional, membangun kebanggaan dengan berjaya di pariwisata dunia.

“Kejayaan Pancasila itu harus dibangun melalui sukses di level dunia. Kita ini bangsa pemenang, dan pariwisata membuktikan menang di 22 negara dan 46 nomor yang dikalibrasi dengan global standart sejak 2016,” jelas Menteri Arief Yahya.

Tidak terkecuali di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sarat dengan sejarah lahirnya Pancasila. Momentum Hari Lahirnya Pancasila, 1 Juni 2017 ini tetap dirayakan di Ende, Flores, NTT dengan Pesona Parade Kebangsaan.

Arief Yahya sendiri sempat hadir 2015 lalu untuk mengikuti prosesi dan rangkaian perhelatan “Pesona Parade Kebangsaan” itu. Tahun ini Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan yang mewakili Menpar di  pesta budaya hingga upacara peringatan 1 Juni 2017 di Lapangan Pancasila, Ende, Flores NTT.

Upacara yang digelar dengan khidmat itu dipimpin langsung Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. “Dengan memperingati lahirnya Pancasila oleh Bung Karno di Ende ini, kita harus terus mempertahankan keberagaman, cita-cita mulia Bung Karno untuk Indonesia yang satu, harus terus dipertahankan oleh bangsa kita,”kata Presiden Joko Widodo dalam sambutannya yang dibacakan langsung oleh Menteri Eko.

Kemenpar pun ikut andil dalam mengkumandangkan #JayalahPancasila di acara tersebut. Pasalnya, Setelah penampilan para seniman dan Wayang Ajen di Puncak Danau Tiga Warna Kelimutu pada Rabu (31/5) pagi, acara berlanjut ke kegiatan parade seni dan budaya pada malam harinya di Lapangan Pancasila di pusat wilayah Kabupaten Ende.

Ribuan masyarakat berkumpul bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Bupati Ende Marsel Petu, Kemenpar yang diwakili Deputi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti, dan seluruh stake holder  di wilayah NTT. Mereka sangat antusias menyaksikan penampilan demi penampilan seni dan budaya di atas panggung utama yang ditampilkan seluruh komunitas dan kelompok seni budaya di Ende, NTT.

Setelah parade seni dan budaya, acara berlanjut ke Taman Inspirasi yang letaknya bersebelahan dengan Lapangan Pancasila. Di taman inilah dahulu, saat Soekarno diasingkan oleh Belanda ke Ende, tercetus pemikiran Pancasila yang kemudian menjadi dasar negara Indonesia.

Butir-butir Pancasila, oleh Soekarno, terinspirasi dari kehidupan masyarakat Ende yang majemuk namun dapat hidup berdampingan dengan damai.

Acara malam renungan Bung Karno berlangsung khidmat. Dimulai dengan mengheningkan cipta, pembacaan doa, doa bersama, pembacaan beberapa kutipan ujaran atau kata mutiara Bung Karno, dan penyalaan lilin api secara bersama-sama, yang dimulai dari api yang satu dengan saling berbagi.

Hal tersebut menggambarkan pelita bangsa dibangun berdasarkan semangat gotong royong. Esthy Reko Astuti didampingi Wawan Gunawan dalam sambutannya mengatakan, Parade Pesona Kebangsaan menjadi atraksi utama dan geliat pariwisata di Flores. Menjadi brand dan citra khusus Ende, dibandingkan dengan kota lain di Indonesia.

“Parade Pesona Kebangsaan kini telah menjadi ikon dari kota dan masyarakat Ende, sesuai dengan amanat pak Menteri Pariwisata Arief Yahya, bahwa acara besar ini harus dilaksanakan secara konsisten dan pagelarannya harus terus meningkat kualitasnya bahkan harus berkelas dunia,” kata Esthy.

Parade Pesona Kebangsaan juga melengkapi daya tarik alam yang telah melegenda di Kabupaten Ende, seperti Danau Kelimutu, desa-desa adat serta alam tropis Flores.

“Daya tarik ini hendaknya disadari penuh dan dikemas secara profesional dengan standar global,” ujarnya.

Pemerintah, sebut Esthy, sebelumnya telah menetapkan Badan Otorita Terpadu Labuan Bajo, NTT, sebagai satu dari sepuluh destinasi prioritas. Strategi dan arah kebijakan telah digariskan dan kini giliran masyarakat dan para pemangku kepentingan yang perlu terlibat dan berperan.

“Kita harus menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi, menghidupkan kreativitas budaya sekaligus mempererat soliditas sosial,” kata sambutan Menpar Arief Yahya yang dibacakan langsung oleh Esthy.

Esthi berharap penyelenggaraan Parade Pesona Kebangsaan dapat diselengarakan secara berkelanjutan serta dikelola dengan lebih kreatif dan tentunya melibatkan partisipasi warga yang akhirnya dapat menjadi perayaan tahunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Ende dan Indonesia secara keseluruhan.

Pemerintah akan terus mendukung, terutama melalui tiga langkah prioritas. Yakni digitalisasi pemasaran, pembangunan homestay desa wisata dan aksesibilitas bandara, yang juga hendaknya menjadi panduan bagi pemda, swasta dan masyarakat.

“Sesuatu yang tidak terlalu sulit bagi Ende karena modal sosial dan infrastruktur telah terbentuk,” kata Menpar Arief Yahya lagi seperti diungkapkan oleh Esthy.

Parade Kapal juga berjalan sangat meriah. Betapa tidak, satu kapal besar milik TNI Angkatan Laut bersandar di Dermaga Ende yang mengangkut berbagai suku dan agama sambil memekikkan #JayalahPancasila.

Dengan iringan lagu Garuda Pancasila branding nasional milik Kemenpar #PesonaIndonesia bertebaran dan berkibar di puluhan kapal peserta lomba yang juga bagian dari rangkaian Parade Pesona Kebangsaan 2017.

Seperti diketahui, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar mendukung acara  puncak yang dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2017 di Lapangan Pancasila, Ende, Flores.

Kabupaten Ende menjadi saksi kehidupan Ir. Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia. Kentalnya nilai sejarah yang dialami Bapak Plokamator yang lahir pada 6 Juni 1901 dengan daerah ini diabadikan melalui event tahunan Parade Pesona Kebangsaan 2017 untuk napak tilas sejarah Bung Karno di Ende.

Tidak hanya soal Bung Karno, di Ende, destinasi wisatanya sangat banyak dan beragam. Selain Taman Renungan Bung Karno dan Rumah Pengasingan Bung Karno, Pesona Ende memiliki Kampung Adat Wolotopo, Danau Kelimutu (Danau Tiga Warna), Museum Tenun Ikat, Pantai Ria atau Pantai Ende, Kampung Adat Jopu, Pasar Tradisional Ende, Pantai Batu Biru, Air Terjun Murondao dan Museum Bahari Ende. (*)

Menpar Arief Ingin 10 % Lulusan Poltekpar Jadi Entreprenuer

0

“Saya minta 10% lulusan semua sekolah tinggi di bawah Kemenpar untuk dididik menjadi entrepreneur,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat ground breaking Politeknik Pariwisata Negeri (Poltekpar) Palembang, 31 Mei 2017.

“Jangan khawatir, saya akan dampingi kalian agar bisa bersaing dalam bisnis di bidang pariwisata! Saya akan buat incubator buat anak-anak yang serius mau merintis bisnis. Karena hanya dengan cara ini bisa menaikkan kesenahteraan pelaku industri pariwisata,” kata Arief Yahya.

Memang, sebut Menteri Arief, 100% lulusan sekolah pariwisata itu terserap oleh pasar. Sudah terjamin bakal mendapatkan pekerjaan, seperti di hotel, restoran, cafe, travel agent, dan sebagainya. Ada 40% yang langsung ditawari pekerjaan ke luar negeri. Sisanya, 60% di dalam negeri.

Tetapi, lanjut Menpar Arief, gajinya tidak sebesar industri financial seperti perbankan, pertambangan minyak dan gas, properti atau di dunia telekomunikasi. Rata-rata GM hotel itu Rp 75 juta sampai Rp 100 juta per bulan atau Rp 1,2M setahun.

“Jauh jika dibandingkan Telco yang CEO-nya bisa Rp 10M sampai Rp 12M setahun. Karena itu harus dengan entrepreneur, angka itu bisa dikejar,” jelas Arief.

Tiga poin penting dalam sambutan Menpar Arief Yahya dihadapan mahasiswa Poltekpar, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Deputi Bidang Kelembagaan dan SDM Ahman Sya, Kadiapar Sumsel Irene Camelyn Sinaga, Ketua STP Bandung Anang Sutono, Ketua Poltekpar Palembang Komang, dan beberapa pejabat di Sumsel.

Pertama, dia berharap Poltekpar kelak menggunakan global standart. Kalau ingin menjadi global player, harus menggunakan global standart.

“Minimal MRA, Mutual Recognition Arrangement, atau standart regional ASEAN, dan tersertifikasi. Sehingga lulusan Poltekpar bisa bekerja di Singapore, Malaysia, Thailand, dan negara lainnya,” ujarnya.

Idealnya, lanjut Menpar Arief menggunakan standart TedQual Certification. Yakni Tourism Education Quality yang sudah diberi label UNWTO. United Nation World Tourism Organization.

Kedua, Poltekpar Palembang ini punya empat jurusan, yakni kuliner, divisi kamar, tata hidang dan pengelolaan event atau acara.

“Saya minta khusus Palembang ini ada Program Strudi Sport Event atau Sport Tourism, karena Sumsel sudah ditetapkan sebagai Provinsi Sport Tourism, sehingga punya laboratorium sebesar Jakabaring Sport Center 325 hektar ini,” kata Arief Yahya. Luasan itu setara dengan Nusa Dua Bali, 350 hektar.

Ketiga, Menpar Arief berharap lebih banyak mahasiswa yang merencanakan untuk menjadi entrepreneur. Saat ini, peminat calon mahasiswa pariwisata di bawah sekolah Kemenpar ini ada 21.000. Yang diterima kapasitasnya hanya 3.000. Berarti komposisinya sudah bagus, makin diminati, masih dipandang “menjanjikan” oleh publik.

“Saya sudah menghitung, kemarin jumlah lulusan STP Bandung sebagai contoh, ada 4000 mahasiswa, lalu diadakan job fair, pekerjaan yang kosong dan siap diisi, jumlahnya 15.000. Jadi jumlah job opportunity nya jauh lebih besar daripada lulusan mahasiswanya,” lanjut Arief Yahya.

“Jadi, kata dia, jika hanya ingin menjadi pegawai, jangan khawatir, Anda terserap 100%. Saya hanga ingin 10% nya bekerja sendiri sebagai entrepreneur,” kata Arief Yahya.

Gubernur Alex Noerdin menyebut 2018 Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games.

“Saya ingin anak-anak Poltekpar nantinya yang menjadi laison officer,” sebut Alex. (*)

“The Keepers” Sajian untuk Sang Penjaga Kebudayaan, Persembahan CNN

0

Cable News Network (CNN) International ternyata mengamati gencarnya promosi branding Wonderful Indonesia sehingga tertarik untuk menggali dan membagi informasi kepada penontonnya mengenai kekayaan budaya nusantara.

Lembaga broadcast yang terkenal dengan sajian berita-berita internasional itu memiliki program The Keepers yang mengangkat kekayaan tradisi Indonesia.

Dalam trailer yang terpajang di laman CNN, The Keepers mengajak pemirsanya melihat langsung orang-orang yang terus menjaga tradisi di Indonesia.

Trailer itu dibuka dengan Candi Prambanan yang memiliki  Sendratari Ramayana. Selanjutnya ada sosok yang melertarikan batik dan pembuatan topeng kayu.

Seri The Keepers-Celebrating Indonesia yang ditayangkan CNN International juga dimuat pada digital media asset di lembaga penyiaran milik Ted Turner itu. Produksinya tidak dibiayai oleh Kemenpar, namun merupakan hasil negosiasi perjanjian kerja sama dengan CNN International terkait placement iklan 30 detik Wonderful Indonesia di channels itu yang tayang sampai bulan Desember 2017.

Ada 12 digital video yang masing-masing berdurasi 30 detik. Ke-12 video itu dirilis dalam dua bagian yang masing-masing enam video.

The Keepers yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia itu telah tayang perdana pada  Rabu (31/5) pukul 16.30 WIB dan pukul 23.30 WIB. Program itu juga dapat disaksikan diseluruh dunia khususnya di Hong Kong, Beijing, Kuala Lumpur, Manila, Singapore dan Taipei pada Sabtu (3/6) pukul 09.00 WIB dan 18.30 WIB, serta Minggu (4/6) pukul 12.30 WIB.

Lantas, apa yang diangkat CNN dalam tayangan berdurasi 30 menit itu? Yang pertama adalah dalang wayang atau the puppet master.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia juga mendapat pengaruh Buddha dan Hindu selama berabad-abad. Aspek ketiga agama itulah yang bisa dilihat dalam pertunjukan wayang kulit.

Dalam pergelarang wayang kulit ada legenda Islam, epos Hindu, hingga cerita lokal. Secara tradisional, dalang dalam pertunjukan wayang  adalah laki-laki.

Namun baru-baru ini, sejumlah gadis muda telah memilih menjadi dalang. Bahkan ada yang menjadi favorit penonton di Jawa.

Selanjutnya adalah batik. Di Indonesia ada sosok yang sangat lekat dengan batik, yakni mendiang Iwan Tirta.

Desainer kondang itu melambungkan batik dengan rancangan yang rumit. Dia memiliki merek Iwan Tirta Private Collection yang sangat populer.

Salah satu puncak prestasi Iwan Tirta adalah ketika batik kreasinya dikenakan para kepala negara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 1994 di Bogor. Pada pertemuan internasional itu pula tokoh kaliber dunia seperti Presiden AS Bill Clinton, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad hingga pemimpin generasi ketiga Repiblik Rakyat Tiongkok (RRT) Jiang Zemin kompak berbatik.

Sepeninggal Iwan Tirta pada 2010, ada Era Soekamto. Dia membawahi sekitar 800 pengrajin yang memproduksi batik tulis. Di segmen itu pula CNN The Keepers melihat Era Soekamto membuat orang tertarik untuk mempelajari kerajinan teliti ini.

Selanjutnya, dari batik bergeser ke sambal. Bagi sebagian besar orang Indonesia, sambal menjadi suatu keharusan.

Namun, resep untuk saus panas khas Indonesia itu memang bervariasi karena tergantung wilayahnya. Bisa manis, asin atau asam. Tapi selalu pedas!

Festival Makanan Ubud mencoba mengangkat profil makanan Indonesia di panggung dunia. Tahun ini akan termasuk sambal cook-off. CNN bertemu dengan koki Jon Priadi dan Janet DeNeefe untuk menyederhanakan sambal lezat dan beragam masakan Indonesia.

Kemudian ada Sendratari Ramayana, yang menurut Menpar Arief Yahya merupakan panggung yang keren dengan back ground Candi Prambanan yang bagus. Candi itu tampak bagus, karena lighting yang membuat lekukan candi itu terlihat detail. Ramayana merupakan sebuah puisi Hindu kuno yang mengilhami seni di Asia, mulai dari lukisan hingga menari.

Candi Prambanan Yogyakarta memiliki ukiran yang menceritakan kisah terkenal itu. Sutradara Sendratari Ramayana di Prambanan pun menjelaskan karakter dalam epos itu sebelum melakukan pertunjukan yang indah di panggung terbuka.

Mau tahu lebih detail? “Silakan saksikan The Keepers – Celebrating Indonesia hanya di CNN,” promo Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI di Jakarta. (*)

Indonesian Islamic Art, Tempat Belajar Sejarah sambil Wisata

0

Ke Lamongan? Jangan lupa mampir ke Indonesian Islamic Art Museum atau Museum Islam.

Museum yang berada di Wisata Bahari Lamongan (WBL) Jl Paciran, Lamongan, Jawa Timur ini berisi sejarah kebesaran Islam di seluruh dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengacungi jempol ide membangun museum Islam itu. “Pas untuk masyarakat di Bulan Ramadan ini,” kata Menteri Arief Yahya, yang concern di wisata religi selama bulan suci ini.

Pengembang Indonesian Islamic Art Museum, Reno Halsamer mengatakan, museum yang dibuka mulai 28 Desember 2016 ini sangat perlu dan penting. Sebab, di Indonesia belum ada yang menjelaskan secara runtut dari awal terkait sejarah Islam.

“Museum ini menjadi penting, karena pengunjung setelah masuk ke museum menjadi lebih tahu, menjadi tahu tentang sejarah the glory of Islam. Museum Islam ini terdiri dari tiga zona utama, yaitu zona audio visual, zona galeri peninggalan kerajaan Islam dunia dan zona diorama,” jelas Reno, Kamis (1/6).

Reno memaparkan, di zona audio visual, pengunjung disuguhkan pemutaran film pendek berdurasi 15 tentang sejarah peradaban Islam dunia mulai dari gambaran jazirah Arab di masa lalu, kedatangan Nabi Muhammad SAW, masa kekhalifahan, hingga penyebaran Islam ke penjuru dunia.

“Di zona galeri peninggalan kerajaan Islam, yang dibagi ke dalam tujuh galeri utama, museum Islam menyuguhkan koleksi benda-benda bersejarah dari berbagai penjuru dunia,” ungkap Reno.

Koleksi benda-benda bersejarah mulai dari galeri peninggalan kerajaan Ottoman Turki, Mughal India, Dinasti China, Samudra Pasai Sumatera, Aceh, Mataram Islam dan rekam jejak Wali Songo di Pulau Jawa.

“Di zona dua masuk ‘the glory of Islam’. Di sana kita menceritakan bagaimana perjalanan muslim itu sendiri menjadi sangat besar masuk ke Eropa Timur, salah satu kerajaan yang kita ambil adalah kerajaan Ottoman Turki, Ottoman salah satu kerajaan Islam terbesar karena lebih dari 600 tahun menguasai beberapa tempat, ini bisa menjadi sebuah contoh perkembangan Islam,” terang Reno.

Museum ini juga menyajikan artefak-artefak dari berbagai kerajaan yang ada di luar negeri. Seperti Ottoman Turki, Mughal India (Taj Mahal) dan masa kedinastian China. Seperti pedang Zulfikar Shamsir, baju perang Turki atau baju zirah, manuskrip Al-qur’an dan masih banyak lainnya.

Ada pula ratusan koleksi keramik dari dinasti Tang, Song, Yuan, Qing dan kerajaan Champa hingga beberapa kain gujarat dari India. Tidak ketinggalan, di zona ini juga menyajikan benda-benda bersejarah dari kerajaan Islam Indonesia.

“Pada zona yang terakhir, zona Diorama atau biasanya disebut dengan area photo spot, terdapat berbagai miniatur tiga dimensi. Seperti Masjid dan Kapal Cheng Ho, Masjid Agung Banten, Toko Persia dan gambaran perdagangan di masa penyebaran Islam di Indonesia,” sebutnya.

Untuk bisa menambah pengetahuan tentang sejarah peradaban Islam di Museum Islam ini, pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 10.000 saat hari biasa (Senin-Kamis) dan Rp 15.000 untuk weekend (Jumat-Minggu) sebagai biaya tiket masuk Museum Islam ini.

“Kita punya ratusan koleksi, koleksi dari luar negeri juga ada. Kelebihan lain dari Indonesian Islamic Art Museum ini menjadi satu-satunya museum di Indonesia yang sudah berbasis teknologi informasi modern Augmented Reality (AR),” tambah Reno.

Dengan mendownload aplikasi AR Indonesian Islamic Art di Playstore, pengunjung bisa menscan gambar-gambar yang ada di museum yang nantinya akan tampil dalam bentuk tiga dimensi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga memuji langkah Museum Islam yang menggunakan sentuhan teknologi. Upayanya dinilai mampu menghadirkan nuansa pariwisata berbasis digital. Menteri Arief mengatakan, digitalisasi arsip sejarah Islam yang ada di museum ini membuat nyaman para pengunjung yang datang untuk menginternalisasi nilai sejarah. Menurutnya, cara ini dapat memberikan informasi peristiwa sejarah Islam yang lebih mendetail.

“Sangat unik, Indonesian Islamic Art Museum berani melakukan terobosan ini, bagus,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Situasi kepariwisataan semacam ini, menurut Arief, tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kepemimpinan yang kuat dan komitmen tinggi dalam pengelolaan dan usaha memperkenalkan wilayah.

Dalam rangka mendorong tingkat kunjungan ke tempat wisata Museum Islam ini, Menpar Arief Yahya mengusulkan agar kabupaten Lamongan meningkatkan networking sebagai media promosi. Ia meyakini, jika networking diperkuat, maka Lamongan akan dikenal sebagai pusat informasi sejarah Islam Indonesia.

“Saran saya, networking harus diperkuat untuk memperkenalkan ini semua, agar Lamongan benar-benar dikenal, secara faktual sudah kita lihat toh, ini harus diketahui,” ucap Menpar Arief Yahya.

Secara institusi, Menteri Arief mengaku siap membantu promosi pariwisata di Lamongan melalui jajaran kementerian yang dia pimpin, mengingat secara geografis, Lamongan merupakan daerah strategis yang mudah untuk dipromosikan.

“Kami siap membantu agar sektor pariwisata di Lamongan terus menggeliat, komitmen bupatinya luar biasa, harus dicontoh saya kira,” pungkas Arief Yahya.

Play sound