Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13490

Bayar THR Lebih Cepat Lebih Baik

0

batampos.co.id – Forum Komunikasi Pekerja Lagoi (FKPL) siap memantau dan mengawasi kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja di Kawasan Pariwisata Lagoi.

Ketua FKPL Kasmirus Kopong Tadon, mengatakan sesuai dengan aturan Undang-undang dan imbauan Kepala DPMPTSPTK Bintan yang mengarahkan agar pembayaran THR dilaksanakan seawal mungkin, maka pihaknya juga akan memantau realisasi di lapangan dan laporan dari para pekerja.

“Kami sudah diskusikan ini (THR, red). Kami akan pantau mulai saat ini hingga 2 minggu sebelum Lebaran. Harapan kami perusahaan tidak telat bayar THR, lebih cepat lebih baik,” terangnya, Jumat (2/6).

Ia menegaskan terkait dengan pembayaran THR, tentunya tidak boleh dianggap sepele oleh perusahaan.

Karena dibayar lebih dini akan lebih baik. Begitu juga dengan karyawan yang bekerja belum genap waktunya setahun.

“Jadi tidak ada kata tidak membayar THR, karena belum genap bekerja setahun. Soal itu sudah ada mekanisme penghitungannya. Laksanakan saja dan kami monitor ini,” imbuhnya. (cr20)

Disdik Segera Tambah Bus Kecamatan

0
Terbatasnya transportasi umum, dan penyediaan bus sekolah dari pemerintah yang belum maksimal, banyak pelajar yang terpkasa  menumpang pikap menuju sekolah mereka. F. Choky/batampos.

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, segera akan menambah armada bus tambahan dari kecamatan untuk mengantisipasi over kapasitas yang terjadi terhadap pengoperasian bus sekolah yang ada di empat titik rute. Diantaranya, rute mengarah ke Kijang, Lagoi, Teluk Sebong, dan Berakit.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Tamsir. Over kapasitas yang terjadi terhadap pengoperasian bus sekolah yang ada di empat rute berkisar hampir mencapai 60 penumpang per unitnya.

“Kelebihan kapasitas memang terjadi. Ini berdasarkan pengakuan langsung dari sopir bus sekolah itu,” ujar Tamsir, Jumat (2/6).

Untuk itu, dirinya segera akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk melakukan peminjaman bus sementara yang dipakai untuk mengurangi kelebihan kapasitas yang terjadi.

“Segera kami akan lakukan pertemuan. Mungkin lebih diutamakan di kecamatan yang terdekat dengan empat rute tersebut,” tuturnya.

Tamsir mengakui 43 bus sekolah gratis yang sudah dioperasikan saat ini belum sepenuhnya bisa mengakomodir seluruh pelajar di Kabupaten Bintan.

Hal ini disebabkan karena jumlah bus yang tersedia masih terbilang minim, dan belum bisa menghandel secara keseluruhan untuk mengantar dan menjemput pelajar.

“Benar, 43 bus sekolah ini tidak cukup. Masih banyak pelajar yang belum bisa tercover sepenuhnya,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya bus sekolah ini hanya lebih dikhususkan bagi pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Itu pun, dari jumlah 30 SMP dan 17 SMA yang ada di Bintan, belum semuanya bisa merasakan fasilitas bus gratis ini,” sebutnya.

Untuk itu, kata Tamsir, pihaknya akan segera meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Kepri untuk bisa ikut membantu penambahan pengadaan bus sekolah. Khususnya bagi pelajar tingkat SMA yang kewenangannya sudah dialihkan ke Pemerintah Provinsi.

“Kalau mengharapkan dari anggaran APBD, tentu tidak akan mencukupi. Sebab masih banyak kebutuhan sekolah yang harus dipenuhi. Seperti penyediaan komputer, RKB dan lainnya. Tapi kami akan upayakan koordinasi dengan Pemprov untuk mencari solusinya,” imbuhnya. (cr20)

Kapal Milik Akeng Ditemukan

0

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lanal Dabo Singkep, akhirnya menemukan kapal tanpa nama milik Akeng, yang karam beberapa hari lalu. Kapal tersebut ditemukan dalam posisi tenggelam di sekitar perairan Tanjung Datok.

Komandan Lantamal IV, Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, mengatakan kapal tersebut ditemukan dalam posisi tenggelam dengan haluan kapal timbul diatas permukaan air pada posisi 00 03′ 50″ S-104 24′ 47″ T. Sedangkan tiga orang ABK yakni Jumadi, Madi dan Nong hingga saat ini belum ditemukan.

“Untuk dugaan sementara kapal tersebut karam dihantam gelombang tinggu yang melanda perairan tersebut,” ujar Ribut, Jumat (2/5).

Dikatakan Ribut, pencarian terhadap kapal dan ABK itu dilakukan pihaknya berdasarkan laporan dari masyarakat dan nelayan setempat dengan mengerahkan kapal Patkamla Cempa menuju lokasi.

“Kapal saat ini sudah dibawa Menuju Pelabuhan Pulun. Kapal ditarik oleh Patkamla dibantu pompong nelayan,” kata Ribut.

Diterangkan Ribut, proses pencarian ketiga korban ABK hingga saat ini belum membuahkan hasil. Pihaknya pun masih melakukan pencarian. Namun, pencarian pun dilakukan secara perlahan karena cuaca disekitar lokasi sangat kurang bersahabat.

“Untuk mempercepat proses pencarian korban aksi tanggap Tim WFQR 4 Lanal Dabo Singkep meneruskan menginformasikan peristiwa kecelakaan tersebut kepada masyarakat nelayan sekitar perairan tersebut untuk membantu pencarian ketiga korban ABK yang masih hilang,” pungkasnya.(ias)

Satpol PP Razia Puluhan Pelajar

0
Petugas Satpol PP mendata pelajar yang ditemukan masih berada di warnet di malam hari, Kamis (1/6). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Satpol PP Bintan menjaring puluhan pelajar yang berkeliaran
di tempat-tempat publik di luar aturan jam malam pelajar, Kamis (1/6/) malam. Puluhan pelajar, itu antara lain ditemukan sedang bermain di biliard dan warnet.

Di lokasi, pelajar yang terjaring masih mengenakan kopiah. Saat ditemukan, petugas langsung meminta para pelajar turun ke lantai satu di salah satu tempat biliard di Tanjunguban, untuk didata.

Selain melakukan razia di tempat biliard, petugas berseragam hijau, itu juga menyisir sejumlah warnet di Tanjunguban dan Seri Kuala Lobam.

Hasilnya, banyak pelajar yang masih bermain di warnet, meski sudah di luar aturan jam malam. Razia yang dipimpin oleh Sekretaris Satpol PP Bintan, Samsul itu juga menemukan usaha warnet yang tidak mengantongi izin dari pemerintah
kecamatan setempat.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bintan, Ali Bazar mengatakan, setelah salat tarawih, pihaknya menyisir sejumlah tempat umum yang dinilai rawan mulai pelabuhan Tanjunguban, Pasar Baru di Tanjunguban dan Taman Kota di Kecamatan Seri Kuala Lobam.

Razia ini katanya, digelar berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Ketertiban Umum dan Perda Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Minuman Keras serta Perda Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Jam Malam Pelajar.

“Juga sesuai surat edaran bupati tentang ketentuan buka tutup tempat hiburan malam di bulan ramadan,” jelasnya.

Dari razia itu, ia mengatakan, telah terjaring sekitar 28 pelajar di 2 lokasi warnet. Pelajar sebatas didata dan diberikan pembinaan agar tidak mengulanginya.

Sedangkan pengusaha warnet, ia mengatakan, ada ditemukan pelanggaran izin. Pihaknya sebatas meminta pengusaha itu, untuk mengurus izin ke pihak kecamatan setempat. Jika masih belum memiliki izin, maka pihaknya akan tegas menutup tempat usaha tersebut.

“Kita juga meminta pemilik warnet agar melarang pelajar bermain di warnet jika melanggar aturan jam malam,” katanya.

Malam itu, setelah didata dand diberikan pembinaan, pelajar langsung diarahkan pulang ke rumahnya masing-masing. “Kita surati juga wali kelas dan orangtuanya,” katanya. (cr21)

Dana Desa Rp 72 Miliar Disalurkan Bulan Ini

0

batampos.co.id – Angin segar bagi pemerintah desa di Bintan. Konsultasi Tim DPPKAD Bintan dengan Kementerian Desa dan Kementerian Keuangan RI, dana desa se Bintan sekitar Rp 72 miliar akan disalurkan pada bulan Juni ini.

Ini disampaikan Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bintan, Ronny Kartika kepada Batam Pos, usai menghadiri rapat koordinasi (rakor) pembinaan dan pengawasan dana desa tingkat provinsi Kepri bersama Tim Pembinaan Keuangan Desa Kabupaten Bintan di Kantor Bupati Bintan, Jumat (2/6).

Ronny menjelaskan, lambatnya penyaluran dana desa di Kabupaten Bintan sebenarnya masalah teknis. Kabupaten Bintan, merupakan kabupaten kota terakhir di Kepri yang menerima penyaluran dana desa tahap 1. Akan tetapi, secara aturan rentang waktu keterlambatan itu jelas diatur, yakni bulan April sampai Juli. Sehingga tidak melanggar.

Selain itu, revisi Permendes nomor 22 tahun 2016 menjadi Permendes nomor 4 tahun 2017 ini juga telah mempengaruhi porsi prioritas program desa. Yakni, 70 persen untuk infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat desa, sedangkan 30 persen diantaranya, digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Di sini juga (30 persen), untuk gaji dan tunjangan perangkat desa, termask rt rw, gaji dan tunjangan kades, perjalanan dinas, diklat, biaya rapat, juga beli pulsa dan listrik dan lainnya,” jelasnya.

Dari dana desa sebesar Rp 72 miliar itu, Ronny menyebutkan, Rp 31 miliar adalah Dana Desa (DD) dan Rp 41 miliar bersumber dari alokasi dana desa (add). Di mana, masing-masing desa menerima dana kisaran Rp 1,9 miliar hingga Rp 2,2 miliar.

“Terbesar ada di Desa Numbing, Rp 2,2 miliar, dan Desa Mantang Lama terendah di kisaran Rp 1,9 miliar,” jelasnya.

Lambatnya penyaluran dana desa, ini, disikapi positif oleh Ronny. Karena, pihaknya telah mempersiapkan desa desa di Bintan sebelum dana tersebut cair. Namun demikian, ada beberapa desa yang belum menyempurnakan APBDes.

“Yang pasti, dari segi struktur, APBDdes sudah clear. Sudah hampir semua, tinggal penyempurnaan seperti Desa Penaga, Desa Gunung Kijang, Desa Kukuh di Tambelan. Ada beberapa item yang perlu disempurnakan,” katanya.

Ronny mengakui, saat ini posisi kades banyak yang harus dipikirkan. Di satu sisi harus menyelesaikan SPJ, juga membuat kerangkat kegiatan sampai menyiapkan program unggulan yang perlu waktu. Maka dari itu, pihaknya sudah mengumpulkan para kades, untuk dibuatkan sistem informasi desa sehingga desa satu dan lainnya terkoneksi.
Sementara itu, Dirbinmas Polda Kepri, Kombes Pol Sunarwan Sumirat mengatakan, merespon dana desa yang belum disalurkan di Kabupaten Bintan maka pihaknya melakukan kunjungan untuk membantu mempersiapkan pihak desa, jika dana tersebut turun.

“Kebetulan kami sebagai tim pembina, sehingga melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kepala desa yang belum menerima anggaran,” katanya.

Dalam rakor itu, ia mengatakan, pihaknya mengikutsertakan bhabinkamtibmas sebagai mitra dan pendamping kepala desa di kabupaten Bintan dalam pengelolaan anggaran, sebesar Rp 72 miliar.

“Ini merupakan kebijakan nasional yang harus dilindungi, bagaimana meyakinkan dana dan pengelolaan anggaran transparan. Kita hanya mengawal jangan sampai dana desa yang digulirkan tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Saat ini, dikatakannya, pertumbuhan ekonomi Kepri sangat rendah. Karena itu, diharapkan dana desa menjadi stimulan ekonomi. “Dengan adanya program desa, sehingga masyarakat desa tidak lagi harus ke kota. (Ekonomi) Kepri pun bisa menanjak,” katanya. (cr21)

Apri: Jadikan Masjid Tempat Favorit

0
Bupati Bintan Apri Sujadi (kiri) memberi santunan operasional kepada mubaligh, guru ngaji, imam masjid saat Safari Ramadan di Perumahan Lobam Mas Asri, Desa Teluksasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kamis (2/6). F. Humas Pemkab Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi buka bersama di Masjid Baitul
Rahman, Perumahan Lobam Mas Asri, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri
Kuala Lobam, Kamis (2/6).

Dalam safarinya, Apri merasa senang karena banyak anak-anak yang ikut
meramaikan masjid. Ia juga mengajak umat muslim untuk terus meramaikan
masjid.

“Ada baiknya di bulan ramadan kali ini kita beramai-ramai memenuhi
masjid, agar setelah ramadan nanti, hal ini menjadi keberkahan
tersendiri ” ujarnya.

Apri juga menekankan kepada orangtua untuk menjaga, mendidik dan
membina anak-anak di tengah gempuran era globalisasi sekarang.

“Banyak sekali pengaruh terhadap karakter generasi muda kita,” katanya.

Untuk itu, menurutnya strategi yang relevan agar masjid bisa menjadi
tempat favorit anak-anak, adalah dengan membiasakan membawa anak-anak
ke masjid. Sehingga anak-anak tadi terbiasa memakmurkan masjid di masa
yang akan datang.

Dalam kesempatan itu, Apri Sujadi bersama wakilnya Dalmasri Syam dan
Sekdakab Bintan Adi Prihantara menyerahkan sejumlah bantuan
operasional Mubaligh, guru ngaji, imam mesjid, penjaga mesjid, fardu
kifayah, Operasional Masjid, serta zakat maal sebanyak 10 orang.
(cr21)

Adi : OPD Harus Tertib Melaporkan Penggunaan DAK

0

batampos.co.id – Plt Sekda Bintan, Adi Prihantara menekankan kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, agar selalu tertib administrasi dalam melaksanakan pelaporan realisasi capaian program dalam penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) setiap triwulannya.

Hal ini dilakukan, agar nantinya untuk transfer dana selanjutnya yang dikucurkan dari Pemerintah Pusat tidak mengalami kendala.

“Jika sampai terjadi maka dana transfer dari pusat akan di hentikan dan program yang sudah berjalan di daerah yang harus menalangi adalah daerah dengan menggunakan APBD Daerah,” terang Adi, usai mengelar rapat evaluasi Dana Alokasi Khusus (DAK) triwulan II Mei Tahun 2017, di ruang rapat I Kantor Bupati Bintan, Jumat (2/6).

Adapun Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat ke Kabupaten Bintan diantaranya, meliputi bidang kesehatan dan KB.

Seperti beberapa pengadaan alat kesehatan yang masih dalam proses pelaksanaan melalui e-katalog.

Dimana khusus DAK fisiknya telah terealisasi sebesar Rp 1.851.628.000, dengan realisasi penyerapan sebesar Rp 30.192.173, atau 1,63 persen. Dimana masih diperlukan percepatan penyerapan sebesar Rp 1.358.528.827 atau 73,37 persen.

Bidang perumahan dan pemukiman, atau bidang sanitasi sudah terealisasi sebesar Rp 1.458.752.000, dengan realisasi penyerapan sebesar Rp 30.000.000, atau 2,06 persen. Dan masih diperlukan percepatan sebesar Rp 1.064.064.000, atau 72,94 persen.

Bidang pasar, bidang kelautan dan perikanan DAK fisiknya telah terealisasi sebesar Rp 584.071.000, dengan realisasi penyerapan sebesar Rp 17.404.180, atau 2,98 persen. Dan masih diperlukan percepatan penyerapan sebesar Rp 420.649.070 atau 72,02 persen.

Sementara itu, lanjutnya untuk bidang pariwisata perencanaan fisiknya telah selesai dikerjakan dan saat ini dalam proses pelelangan.

“Bidang pertanian perencanaan fisiknya juga baru akan berakhir kontraknya tanggal 19 mei. Masih dalam persiapan pekerjaan fisik dilapangan. Dan khusus DAK pertanian transfer dilakukan secara sekaligus. Semuanya sudah dalam proses pelaksanaan melalui e-katalog,” terangnya

“Kami berharap semua jenis pekerjaan untuk tahun ini bisa selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, agar kedepan DAK yang diperuntukan untuk Kabupaten Bintan dapat mengalami penambahan dibandingkan tahun sebelumnya” imbuhnya. (cr20)

Inflasi di Tanjungpinang dan Batam 0,54 Persen

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau punya tugas baru di tujuh bulan sisa tahun ini. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar mengimbau kepada seluruh instansi di Pemprov Kepri berpartisipasi dalam pengendalian inflasi hingga akhir tahun.

Pasalnya, pada Mei 2017, gabungan inflasi di Tanjungpinang dan Batam sudah sebesar 0,54 persen. “Dan melihat itu, pemerintah daerah harus mampu menahan di bawah 0,43 persen hingga akhir tahun ini,” tegasnya, Jumat (2/6).

Hal ini dikarenakan, inflasi yang terjadi di Kepri hanya mencapai 4 persen. “Tentu berat. Apalagi sekarang sudah Juni. Pemda harus usaha keras menahan inflasi, utamanya menyambut lebaran ini,” sambung dia.

Dikarenakan menuju lebaran, hampir dapat dipastikan permintaan akan melonjak naik. Hal ini akan menjadi hal uang berbahaya jika tidak mencukupi suplai sehingga menyebabkan harga melambung. Apalagi jika mengacu bahwasanya inflasi di dua kota besar di Kepulauan Riau ini dipengaruhi komoditas makanan.

Berbagai kebutuhan pangan yang meningkat selama jelang hari raya ini diprediksi dapat berpengaruh hingga akhir tahun. Sebab itu, menjaga inflasi menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh Pemprov Kepri selama tujuh bulan ke depan. (aya)

Lis Janji Harga Kebutuhan Pokok Tetap Stabil

0

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah berjanji menjaga harga kebutuhan pokok di pasaran agar tetap stabil selama Ramadan sampai menjelang idul fitri. Kemudian juga memastikan aagar ketersediaan seluruh komoditas barang selalu ada dan mampu memenuhi permintaan warga.

“Kami terus berupaya keras mengendalikan stabilitas harga dan ketersediaan barang. Dipastikan semuanya aman selama ramadan sampai idul fitri,” ujar Lis di kantornya, Jumat (2/6).

Agar harga tetap stabil dan pasokan barang tetap terjaga, kata Lis Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) akan menggelar pasar murah diseluruh kecamatan. Mulai dari Kecamatan Tanjungpinang Barat, Bukit Bestari, Tanjungpinang Timur dan Tanjungpinang Kota.

Pasar murah itu, lanjut Lis menjual berbagai jenis komoditas barang atau sembako. Diantaranya gula putih, minyak goreng, beras, tepung terigu, sirup, susu kental manis kemasan kaleng, dan telur ayam.

“Harganya dijamin lebih murah dari pasaran. Karena pemerintah telah mensubisidinya sebesar 30 persen,” bebernya.

Selain pasar murah dari Pemko Tanjungpinang, sambung Lis akan hadir juga sembako murah dari berbagi perusahaan yang bergerak dibawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bahkan kedua badan usaha itu akan mengagendakan pemberian sembako gratis untuk masyarakat kurang mampu di Kota Tanjungpinang.

“Semoga dengan cara ini bisa antisipasi agar harga tidak melonjak. Apabila pun naik, diharapkan dalam batas kewajaran,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Tanjungpinang, Riono mengatakan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tanjungpinang akan berupaya keras untuk menekan inflasi daerah di tahun ini. Salah satunya menstabilitaskan harga serta menjaga ketersediaan kebutuhan pokok.

“Kita akan usahakan seluruh komoditas pokok tidak naik. Sehingga masyarakat tak diberatkan dalam membeli kebutuhannya,” katanya.

Penekanan harga, kata Riono akan dilakukan melalui partisipasi BUMD dan BUMN di Tanjungpinang. Kedua badan usaha itu akan menjual berbagai kebutuhan pokok lebih murah atau dibawah harga pasaran.

Dalam waktu dekat ini, lanjut Riono PT Tanjungpinang Makmur Bersama (BUMD-red) akan menjual daging sapi segar dengan harga murah. Kemudian Bulog (BUMN-red) juga akan menjual beras, gula dan daging sapi beku atau es dibawah harga pasaran.

“Mudah-mudahan menjelang hari raya ini kita bisa menikmati komoditas kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ungkapnya. (ary)

Merusak Segel, Pemda Natuna Polisikan Pengusaha Hiburan

0

batampos.co.id – AW, seorang pengusaha tempat hiburan di Ranai dilaporkan
ke polisi oleh Pemkab Natuna karena merusak segel larangan beroperasi yang dipasang ditempat karaoke di Kampung Jemengan.

Laporan polisi ini dibenarkan Sekda Natuna Wan Siswandi. Menurutnya
Pemkab telah menyegel tempat hiburan malam salah satunya
tempat karaoke yang tidak memiliki izin dan ditolak masyarakat
setempat.

“Memang ada pengusaha karaoke dilaporkan ke polisi. Karena merusak
segel tempat karaoke yang kami pasang saat penertiban,” kata Siswandi
kemarin.

Dirusaknya segel larangan beroperasi tempat karoke tersebut diketahui
setelah Satuan Polisi Pamong Praja secara rutin melakukan operasi
Pekat di wilayah Ranai dan sekitarnya. Dan menertibka tempat hiburan
malam yang beroperasi tanpa izin Pemerintah Daerah.

“Satpol PP sekarang rutin melakukan razia Pekat, tujuannya penertiban
tempat hiburan malam yang bandel. Dan satu pengusaha karoke itu
sepertinya sengaja tidak mengindahkan peraturan daerah, ya tentu ada
konsekuensinya sampai merusak segel Pemerintah Daerah,” ujar Siswandi.

Dilaporkannya seorang pemilik karoke tersebut dibenarkan Kasat Reskrim
Polres Natuna AKP M Komarudin, pihakya sudah memproses laporan
Pemerintah Daerah dan akan melengkapi berkas untuk diserahkan ke
Kejaksaan.

“Berkasnya sudah masuk tahap P21, pemilik karoke akan dipanggil lagi
beserta saksi-saksi,” ujar Komarudin kemarin.

Seperti diketahui, Pemda Natuna saat ini masih terus melakukan
penertiban keberadaan tempat hiburan malam yang tidak mengantongi
izin. Seiring tumbuh jamurnya tempat hiburan malam di Ranai yang tidak
terawasi Pemerintah Daerah. (arn)