Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13497

Jangan Lupa Bayar Zakat

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memberikan tanda tangan pada buku catatan Ramadan saat Safari Ramadan di Masjid Nurul Ikhwan Perum Griya Bestari Km 9, Tanjungpinang Kamis (8/6). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur  Kepri Nurdin Basirun mengingatkan umat muslim untuk segera menunaikan zakat. Dengan menyisihkan hartanya, insya Allah akan memberi manfaat bagi banyak kalangan yang wajib menerimanya.

“Ada hak anak yatim di sebagian harta kita,” kata Gubernur, di Dompak, Jumat (9/6).

Kepada jajaran aparatur di Pemprov Kepri, Gubernur menekankan untuk aktif dalam berzakat. Tidak hanya saat Ramadan, tapi setiap bulannya. Pihaknya memang terus mendorong agar para pegawai sadar dan taat berzakat.

Nurdin pun menekankam bahwa anak yatim harus menjadi perhatian bersama dan masyarakat yang kurang mampu juga harus terus dibina agar kedepannya Kepulauan Riau bisa sejahtera secara merata.

“Inti nya berbagi kebahagiaan, kita yang mampu maka sisihkan hak mereka di harta yang kita milliki, sejahtera mereka tentu sejahtera pula kita, di situlah letak dari berbagi kebahagiaan menuju kesejahteraan,” lanjut Nurdin.

Sebelumnya pada Safari Ramadan di Masjid Nurul Ikhwan Perum Griya Bestari Km. 9, Tanjungpinang pada Kamis (8/6) malam Nurdin mengajak masyarakat untuk senantiasa memanjatkan doa dalam melaksanakan kegiatan apapun di dalam kehidupan sehari-hari.

“Kekuatan doa sangat lah dahsyat, apapun yang kita kerjakan jika diiringi dengan doa maka hasilnya insyaAllah akan berkah dan diridhoi oleh Allah SWT,” ujar Nurdin.

Dengan doa tersebut maka Nurdin mengajak untuk seluruh masyarakat agar dapat berdoa untuk memajukan Kepulauan Riau, karna tindakan-tindakan saja tidaklah berarti jika tanpa diiringi dengan doa.

Tak bosan-bosannya Gubernur juga mengajak seluruh jamaah yang hadir di masjid untuk menjadikan Bulan Ramadan sebagai ajang untuk meningkatkan amal ibadah.

“Alhamdulillah kita masih diberi nikmat kesehatan maka manfaatkan lah nikmat yang diberikan tersebut untuk memupuk amal ibadah kita,” ujar Nurdin. (bni)

Aston Hotel Berbagi Takjil untuk Pengendara

0
Managemen Aston Tanjungpinang Hotel membagikan takjil untuk berbuka puasa kepada pengendara motor, kemarin. F.Choki/batampos.

batampos.co.id – Manfaatkan momen Ramadan 1438 H, Aston Tanjung Pinang Hotel membagikan ratusan takjil bagi pengendara yang melintasi ruas jalan Simpang Bintan Center, Kilometer 9, Jumat (9/6).

Manager Marketing Communication Aston Tanjung Pinang Hotel, Evi Novita Sari mengatakan kegiatan berbagi ini khusus dipusatkan bagi pengendara motor maupun mobil.

Tujuannya untuk memudahkan para pengendara agar bisa berbuka puasa saat adzan magrib berkumandang.

“lni perdana kami lakukan semata-mata untuk saling berbagi di bulan yang penuh rahmat ini,” ujar Evi usai membagikan takjil kepada pengendara.

Menurutnya momentum ramadan ini merupakan waktu yang tepat untuk bersilaturahmi dan menggelar kegiatan bhakti sosial.

“Kegiatan ini akan rutin kami lakukan di bulan Ramadan,” ucapnya.

Tak hanya membagikan takjil lanjutnya Aston Tanjung Pinang Hotel sebelumnya juga menggelar kegiatan berbuka puasa bersama dengan anak yatim piatu.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dari Aston Tanjung Pinang Hotel terhadap sesama masyarakat. Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat dan berkah untuk semuanya,” ungkapnya.

“Semoga Ramadhan tahun ini bisa memberikan nilai-nilai positif bagi perusahaan, karyawan, dan masyarakat umum. Segala kebaikan serta amalan-amalan yang sudah dilakukan dapat terus diaplikasikan di bulan-bulan berikutnya,” imbuhnya. (cr20).

Dishub Minta 3 Ring Dipindahkan

0
Unit pengeboran Migas (ring) di perairan Bintan, Senin (1/5) lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri gencar mengawasi kapal-kapal yang lego jangkar sembarangan di Perairan Kepri. Hasilnya, 3 kapal rig yang lego jangkar di perairan Lobam Kabupaten Bintan, ditertibkan.

“Itu bukan wilayah anchor area, oleh karena itu 3 pekan yang lalu kami menyurati Kementerian Koordinator Kemaritiman,” kata Kadis Perhubungan, Zamhur Ismail kepada Batam Pos, di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Jumat (9/6).

Zamhur mengatakan, pada Rabu (7/6) lalu, pihaknya dipanggil ke Jakarta untuk menghadiri rapat pembahasan masalah posisi tiga kapal rig tersebut. Dalam rapat itu, diputuskan 3 kapal rig tersebut harus digeser ke wilayah lego jangkar.

“Dalam waktu dekat, ketiga kapal rig harus pindah ke perairan Pangkil, karena di sana wilayah anchor area,” tegasnya.

Menangapi hal ini, Kepala UPT Kanpel Syahbandar Tanjung Uban, Gunawan mengatakan, perusahaan yang mengoperasikan tiga kapal rig tersebut telah melakukan kewajibannya membayar PNBP. “Legal, mereka membayar,” katanya.

Diakuinya, saat itu bukan dirinya yang menetapkan tiga kapal rig tersebut harus lego jangkar di perairan Lobam. Karena, dia belum menjabat sebagai kepala syahbandar Tanjung Uban.

Hanya, sepengetahuan dirinya, terdapat kepentingan yang lebih besar yakni kelangsungan industri dan perusahaan di kawasan industri Lobam. “Ini soal aset dan tenaga kerja di sana,” katanya mengaku heran kenapa Kadishub Kepri tidak lebih dahulu berkoordinasi kepada pihaknya, tetapi langsung menyurati pusat. (cr21)

Bupati Minta Pemprov Segera Dirikan UPT di Anambas

0

batampos.co.id – Sejumlah kewenangan di Pemkab Anambas saat ini banyak diambil alih oleh Pemprov kepri, seperti misalnya bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pendidikan menengah atas dan bidang kelautan.

Untuk itulah Bupati Anambas Abdul Haris menegaskan, Pemkab Anambas membutuhkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibidang tersebut guna meningkatkan pelayanan dibidang tersebut. Untuk mengatasi hal ini pihaknya sudah mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang Kelautan, Pendidikan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Setelah berlakunya Undang-undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, ada beberapa kewenangan Pemerintah Kabupaten diambil alih oleh Pemerintah Provinsi. Untuk itu kami mengusulkan ke Pemprov Kepri segera membentuk UPT di Anambas,” ujar Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris, Jumat (9/6).

Wilayah Anambas, lanjut Haris, lebih luas lautannya dibandingkan daratannya. Masyarakat Anambas juga lebih banyak yang berprofesi sebagasi nelayan. Kaitannya dengan ESDM, Hari ingin berkoordinasi mengenai kelistrikan, karena masih banyak pulau yang belum tersentuh aliran listrik.

Dia berharap, usulan tersebut segera mendapat respon dari Pemprov Kepri demi meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat khususnya di Anambas. (sya)

Bagikan 120 Paket Sembako ke Kaum Duafa

0
Ketua Perpat Pesisir Kundur Novi Arman bersama pengurus dan warga usai penyerahan 120 paket sembako, Jumat (9/6) kemarin. F. Imam/batampos.

batampos.co.id – Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Pesisir, Kundur, menggelar bakti sosial membagikan 120 paket sembako untuk kaum dhuafa, Jumat (9/6) kemarin. Bantuan paket sembako sebagai bentuk kepedulian organisasi kepemudaan terhadap masyarakat kurang mampu di Kecamatan Kundur.

Ketua Perpat Pesisir Kundur Novi Arman menyampaikan, bantuan paket sembako bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri. Dengan harapan bantuan yang tidak seberapa nilainya dapat membantu meringankan beban warga dhuafa.

“Tolong jangan dilihat berapa harganya bantuan yang kami berikan, namun hargailah rasa kepedulian kami terhadap nasib kaum dhuafa. Bantuan yang kami bagikan sebagai bentuk kepedulian Perpat pesisir Kundur terhadap masyarakat kurang mampu mudah-mudahan bermanfaat,” jelas Novi.

Baksos pembagian sembako, lanjut Novi akan dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan ini tidak terlepas peran aktif seluruh pengurus dan anggota Perpat Pesisir Kundur. Selain itu juga dukungan serta bantuan dari donatur yang tidak mengikat sehingga kegiatan ini berlangsung sukses.

“Kami juga berharap pada tahun depan dapat melakukan kegiatan,” tutupnya. (ims)

Penikam Satpam Masjid Agung Belum Terlacak

0

batampos.co.id –  Sampai saat ini polisi belum dapat mengungkap siapa penikam satpam Masjid Agung karimun, Safari,42, hingga tewas.

Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih belum ada titik terang siapa pelaku pembunuhan ini. Walaupun sudah ada dua orang saksi yang memberikan keterangan. Pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut oleh tim Buser Polres Karimun.

”Belum ada titik terang, karena di TKP sendiri tidak terpasang CCTv. Sehingga, belum dapat terlacak siapa pelaku pembunuhan tersebut,” jelas Kapolres, usai buka bersama dengan awak media di Polres Karimun, Kamis (8/6).

Dalam pengungkapkan identifikasi pelaku, ia meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak sungkan-sungkan memberikan informasi kepada pihak kepolisian yang terdekat. Sehingga, bisa dikembangkan lebih lanjut supaya bisa dapat terungkap siapa pelaku pembunuhan yang telah menghabisi nyawa Safari.

”Saya tidak akan mengintervensi anggota. Biar mereka bekerja sesuai prosedur dan kemampuannya, apabila ada perkembangan pasti saya sampaikan ke publik,”  terang Agus.

Safari tewas setelah sempat dilarikan ke RSUD M Sani karena tikaman pisau oleh orang yang hendak mencuri kotak amal Masjid Agung. (tri)

Pemda Minta Pelni Tetap Melayani Selama Mudik Lebaran

0
Kapal Bukit Raya saat berlabuh di Pelabuhan Natuna. F. batampos

batampos.co.id – Meski arus mudik lebaran belum terlihat di Natuna, namun Pemerintah Daerah mengantisipasi lonjakan penumpang khususnya transportasi di jalur laut.

Kepala Bidang Perhubungan laut Dinas Perhubungan Pemkab Natuna Sapta Nugraha mengatakan, Pemerintah Daerah sudah menyurati PT Pelni agar tahun ini tidak mengalihkan rute kapal Bukit Raya yang biasa melayani rutenya ke Natuna.

Sebab sambung Sapta, dua tahun lalu KM Bukit Raya sudah mengalihkan rute pelayarannya. Sehingga untuk rute ke Natuna dikosongkan. Sehingga menyebabkan arus mudik lebaran jalur laut di Natuna menjadi terkendala.

“Sudah dua tahun ini KM Bukit Raya setiap arus balik lebaran, dialihkan rutenya. Tapi tahun ini kami sudah meminta kepada PT pelni supaya tetap melayani ke Natuna,” kata Sapta, Jumat (9/6).

Jadwal KM Bukit Raya disaat arus mudik lebaran diganti KM lawit, namun jadwalnya tidak tepat. Inilah yang menjadi persoalan bagi bagi masyarakat. Padahal jalur laut adalah tumpuan sebagian besar masyarkat di Natuna.

“Sejauh ini PT Pelni sudah menyetujui, tidak mengalihkan jadwal pelayaran KM Bukit Raya ke Natuna,” ujar Sapta.

Tidak hanya itu sambungnya, Pemerintah Daerah juga meminta kapal Perintis dapat sandar di pelabuhan Penagi untuk membantu menyebrangkan penumpang arus mudik lebaran. Saat ini kapal perintis masih merapat di pelabuhan Selat Lampa.

“Antisipasi lonjakan penumpang, Perintis juga merapat di pelabuhan Penagi. Kami siapkan pemandu rambu, karena rambu lautnya masih rusakm” ujar Sapta.

Antisipasi lonjakan penumpang arus mudik sebut Sapta, Pemerintah Daerah juga masih melobi pihak swasta agar membuka layanan feri cepat dari Tanjungpinang ke Natuna.

“Tapi sekarang masih proses lobi. Pihak swasta masih menghitung biaya operasional. Feri cepat untuk antisipasi melonjaknya penumpang mudik ujar Sapta.(arn)

Ngesti : Data Warga Miskin Harus Valid

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menegaskan, agar pendataan warga miskin di Natuna harus dilakukan dengan teliti. Tidak ada lagi data tumpang tindih.

Menurut Ngesti, saat ini masing-masing lembaga Pemerintah memiliki data. Baik badan statistik (BPS) maupun di dinas sosial, dinas kesehatan dan dinas pendidikan. Data yang dimiliki masing intansi harus sama dan valid.

“Harus valid, karena menyangkut penyaluran bantuan sosial,” sebut Ngesti saat tinjau pemukiman warga di kawasan pasar tradisional Ranai kemarin.

Dikatakannya, beberapa intansi Pemerintah memiliki andil mengambil keputusan dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat agar tepat sasaran. Diantaranya kartu sehat, kartu pintar dan kartu keluarga sejahtera.

Menurutnya, pendataannya warga miskin di Natuna harus dilaksanakan bersinergi. Tidak ada perbedaan antara data dari BPS dengan dinas teknis.

“Sekaran ini kami ketahui, data warga miskin di Natuna masih simpang siur. Tentu jadi menjadi tugas berat pemerintah daerah agar data warga miskin di Natuna lebih valid,” ujar Ngesti.

Tidak hanya itu, indikator pendataan di lapangan harus jelas. Misalnya kategori miskin yang diatur Pemerintah. Dan warga yang layak dibantu sepenuhnya Pemerintah. Agar tidak menjadi bahan perdebatan dikalangan masyarakat.

Di Natuna sambung Ngesti, terdapat warga yang rumahnya tidak layak, tetapi mereka memiliki segalanya seperti kendaraan roda dua, televisi, kulkas bahkan mesin cuci pun ada. Namun kesehariannya, mereka sehariannya sebagai buruh lepas yang terkadang gak cukup untuk membeli kebutuhan rumah tangga.

“Kondisi seperti ini bukan hal yang aneh di Natuna. Maka ini menjadi tugas berat pemerintah agar saat menyalurkan bantuan tidak terjadi kecemburuan sosial,” sebut Ngesti.(arn)

Bayi Tanpa Batok Kepala Lahir di RSUD Dabo

0
Bayi tanpa batok kepala lahir selamat di RSUD Dabo Singkep, Kamis (8/6). f Dok keluarga bayi

batampos.co.id – Seorang bayi perempuan lahir tanpa batok kepala di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep dengan selamat, Kamis (8/6) malam. Bayi yang lahir dengan berat 3 kilo gram dalam kondisi lemah, sehingga pihak RSUD terus melakukan observasi di ruang anak.

Menurut dokter anak Indra Jaya yang menangani bayi malang tersebut, kasus seperti ini baru pertama kali ditangani RSUD Dabo Singkep dan bayi dapat lahir selamat. Walau hingga saat ini bayi terus menjalani perawatan yang intens.

“Kondisi bayi yang lahir tanpa batok kepala ini juga disebut anencephaly. Biasa kondisi tubuh normal cuma tidak memiliki batok kepala,” ujar dr Indra Jaya ketika ditemui di RSUD Dabo Singkep, Jumat (9/6) pagi.

Kondisi seperti ini, lanjut Indra, biasanya saat dalam kandungan bayi kekurangan Asam folat. Namun hal ini juga dapat terjadi jika ada tindakan lain seperti upaya menggugurkan atau semacamnya terhadap bayi saat dalam kandungan.

Walau kondisi bayi bergerak aktif, sambung Indra, biasanya bayi penderita anencephaly melakukan gerakan yang tidak normal atau gerkan seperti layaknya bayi lain yang berkondisi normal. Selain itu, Indra juga mengatakan jarang sekali bayi berkondisi tanpa batok kepala dapat bertahan.

“Intinya kami hanya dapat terus melakukanan perawatan yang intens terhadap bayi,” ujar Indra.

Sementara itu, ibu yang melahirkan bayi anencephaly tersebut harus mengalami perawatan lebih lanjut karena saat melahirkan mengalami pendarahan yang banyak dan membutuhkan tambahan darah sebanyak tujuh kantong. Ibu bayi tersebut juga harus menjalani operasi karena mengalami luka robek yang cukup besar.

Menurut Tw, kerabat dari ibu yang melahirkanan bayi tersebut mengatakan, sebenarnya bayi tersebut akan diangkat sebagai anak oleh Tw. Namun karena kondisi seperti itu, Tw mengaku tidak sanggup mengurus bayi tersebut dan berencana akan mengembalikan kepada orang tuanya.

“Sebenarnya sebelum lahir saya sudah menyampaikan kepada bapak dari bayi itu untuk membatalkan proses pengangkatan anak setelah mengetahui kondisi bayi setelah di USG di RSUD Dabo Singkep,” ujar Tw.

Untuk selanjutnya Tw akan memulangkan ibu bayi tersebut ke Tanjungpinang setelah berkondisi stabil. Ibu bayi tersebut berdomisili di Tanjungpinang dan saat ini berada di Dabo Singkep untuk melahirkan anak yang akan diadopsi oleh Tw tersebut. (wsa)

Pipa 2 Inchi ATB Pecah

0
Kondisi jaringan pipa ATB yang rusak akibat terkena alat berat saat pekerjaan Drainase. Foto ATB

Pipa ukuran 2 inchi sepanjang 100 meter milik PT Adhya Tirta Batam (ATB) di Perumahan Citra Laguna Transbarelang, Batam, rusak dan pecah, Jumat (9/6/2017) pagi.

Pipa itu terkena alat berat dalam proyek drainase yang ada tengah dilakukan.

Akibatnya suplai air ke beberapa kawasan di sekitar perumahan tersebut menjadi terganggu hingga terhenti total.

“Galian tersebut rusak dan pecah setelah terkena alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang tengah menggali tanah dan langsung menyentuh pipa air ATB,” kata Budi Pansa, Supervisor Distribusi ATB.

Budi juga mengatakan, pecahnya pipa jaringan air ATB tersebut, sangat berdampak pada beberapa wilayah perumahan yang ada disekitar lokasi kejadian. Diantaranya Perumahan Laguna Center, Perumahan Citra Laguna 1 dan 2.

“Untuk saat ini, suplai air ke perumahan tersebut langsung terhenti dan menunggu perbaikan. Mengingat jika dialirkan air juga tidak sampai ke pelanggan. Bahkan terbuang percuma airnya,” jelas Budi lagi.

Saat ini, pihaknya belum bisa melakukan perbaikan mengingat petugas dari Dinas PU masih terus melakukan pekerjaan drainase.

Sehingga tidak bisa dilakukan secara bersamaan, karena harus melakukan pengecekan jaringan air milik ATB kembali. Akan tetapi, tim distribusi akan secepatnya melakukan perbaikan.

Sementara itu, Public & Media Relation ATB , Wijanarko Iksa mengatakan kerusakan jaringan pipa tersebut lebih disebabkan tidak adanya koordinasi kontraktor Dinas Pekerjaan Umum kepada pihak ATB, sehingga terjadi kerusakan jaringan pipa di sekitar pelanggan.

Iksa pun berharap kedepannya ada koordinasi lebih baik lagi. Karena banyak proyek drainase yang mengakibatkan pipa ATB pecah atau putus.

“Kedepannya kita berharap koordinasi dapat lebih intens, agar hal serupa tidak terulang lagi. Kita sangat mendukung program pemerintah, namun kita juga harus tetap memperhatikan dan memberikan pelayanan publik agar tidak terganggu,” kata Iksa. (rilis)