batampos.co.id – Keinginan Foxconn berinvestasi di Indonesia kini terwujud. Melalui anak usahanya, PT Infocus Consumer International (ICI), perusahaan elektronik raksasa asal Taiwan itu menanamkan modal usaha untuk memproduksi smartphone Sharp di PT Satnusa Persada Tbk, Batam.
“Kami berinvestasi di Indonesia lewat pabrik ICI di Batam. Saat ini untuk memproduksi ponsel sendiri,” ujar Country Director Foxconn Indonesia, Sukaca Purwokardjono, melalui siaran persnya, Rabu (7/6).
Di Batam, ICI menggelontorkan investasi sebesar Rp 50 miliar. Mereka memilih PT Satnusa Persada sebagai mitra usaha. PT Satnusa adalah perusahaan asli Batam yang sudah go public dan dikenal sebagai perakit smartphone Asus dan Xiaomi.
Ponsel Sharp yang diproduksi ICI di Batam akan dipasarkan di Tanah Air. Sharp sendiri telah menjadi bagian Foxconn setelah diakusisi pada Maret tahun lalu senilai Rp 46,5 triliun.
“Saat ini untuk kebutuhan di Indonesia saja. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk menyuplai negara tetangga, kan dekat dari Batam,” kata Sukaca.
Presiden Direktur PT Satnusa Persada, Abidin Hasibuan, mengatakan kepercayaan yang diberikan Foxconn kepada Satnusa menandakan Batam masih menarik bagi investor raksasa luar negeri untuk mengoperasikan usahanya. “Tentu ini butuh dukungan semua kalangan untuk menjaga Batam tetap aman dan kondusif agar investor tenang dan nyaman berada di sini,” katanya, Rabu (7/5).
Abidin berharap, setelah Foxconn akan masih banyak lagi perusahaan-perusahaan besar dunia masuk ke Batam, sehingga bisa menyediakan lapangan kerja.
“Kami mencoba untuk menarik investor dari Taiwan dan Cina supaya datang ke Batam,” ungkap Abidin.
Foxconn Technology Group adalah sebuah perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Taiwan. Mereka adalah perusahaan pembuat komponen elektronik terbesar di dunia, termasuk pencetakan papan sirkuit. (leo)
batampos.co.id – Majestic Fast Ferry Pte Ltd kembali meluncurkan armada baru yang diberi nama MV Majestic Dream, Kamis (8/6) hari ini. Kapal cepat ini menggabungkan fasilitas yang canggih dengan kenyamanan bagi para penumpang.
Kepala Promosi Majestic Fast Ferry Batam, Victor, mengatakan Kapal MV Majestic Dream merupakan hasil karya putra-putri bangsa melalui PT Cahaya Samudra Shipyard Batam.
“Seluruh tempat duduk mengunakan kulit asli untuk memanjakan penumpang dan wisatawan,” kata Victor.
Dia menjelaskan, MV Majestic Dream memiliki kapasitas 317 tempat duduk (seat) dan dilengkapi dengan dua ruang VIP dengan masing-masing 4 seat per. Ruangan ini khusus untuk para penumpang yang melakukan perjalanan bisnis.
Kapal MV Majestic Dream memiliki spesifikasi panjang 33 meter. Kapal ini juga dilengkapi dengan perlengkapan dan fitur canggih yang merupakan desain dari Australia.
“Kapal ini akan segera melayani ruta Batam-Singapura PP,” katanya.
Selain ingin meningkatkan layanan kepada konsumen, kehadiran kapal cepat yang mewah ini dimaksudkan untuk mendorong kunjungan wisatawan dari Singapura ke Batam. Ini sebagai bentuk dukungan Majestic Fast Ferry dalam mendukung pemerintah Kota Batam meningkatkan kunjungan wisatawan asing.
Victor menambahkan, peluncuran MV Majestic Dream merupakan salah satu rangkaian dari peluncuran armada baru yang telah diperkenalkan secara bertahap kepada publik. Sebelumnya pada tahun 2016 telah diluncurkan tiga kapal feri, antara lain Majestic 7, Majestic 8, dan Majestic 9 .
Kata Victor, Majestic Fast Ferry Pte Ltd merupakan operator feri penyeberangan penumpang Singapura-Batam, Singapore-Tanjungpinang, dan merupakan satu-satunya operator yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke dalam negeri.
“Dengan terus memperkenalkan armada baru dan regenerasi, Majestic Fast Ferry Pte Ltd berharap dapat meningkatkan minat kunjungan wisatawan asing ke Indonesia,” kata Victor.
Victor menambahkan, untuk membeli tiket Majestic Fast Ferry sangat mudah. Selain di sejumlah agen travel yang telah bekerja sama, tiket juga tersedia di seluruh gerai Alfmart dan Indomart di Batam dan di seluruh Indonesia. (cr17)
batampos.co.id – Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar mengatakan penyerahan aset Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur yang baru setengahnya ke Pemerintah Kota (Pemko) Batam dikarenakan lahan sisanya akan digunakan BP Batam untuk membangun industri hijau.
“Jika Pemko belum memiliki rencana pengelolaannya, maka BP Batam akan segera membantu pengelolaan sampah industri hijau tersebut yang dapat mengubah sampah menjadi produk tak berbahaya bagi lingkungan,” jelasnya Rabu (7/6/2017).
Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk segera mengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telagapunggur. Namun Pemko Batam harus berani untuk menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) agar bisa mengelolanya secara optimal.
“Sebelumnya TPA Punggur sudah ditenderkan sebanyak tiga kali namun tak ada yang minat. Makanya Pemko harus berani keluar APBD untuk bisa maksimalkan TPA Punggur,” ujarnya lagi.
Dari 46,8 hektare luas TPA Punggur, hanya 26 hektare lahan yang diserahkan ke Pemko Batam. Sedangkan mengenai Mesjid Raya Batam, aset tersebut ternyata sudah memiliki tahapan perencanaan sehingga hanya setengahnya yang diberikan ke Pemko Batam. Namun kata Robert hal ini masih akan dirundingkan dengan Pemko Batam.
“Total Mesjid Raya seluas 9,1 hektare. Bangunannya seluas 2,3 hektare, 1,2 hektare area parkir, 1 hektare dialokasikan untuk rumah sakit haji Kementerian Agama, 0,67 hektare untuk stasiun LRT dan sisanya untuk Yaysana Islam Madani yang akan dibina oleh Walikota dan Kepala BP Batam,” jelas Robert.
Dan terakhir untuk aset Pasar Induk Jodoh, BP Batam mengatakan Pemko meminta lahan untuk pelantar dan parkir.”Dan hal ini masih akan dirundingkan lagi,” jelasnya.
Status terakhir BP Batam soal pengalihan aset, mereka akan menyerahkan 44 aset ke Pemko Batam, terdiri dari 31 rumah dinas di Sei Harapan dan 11 aset lainnya seperi TPA Punggur, Mesjid Raya Batam, Kantor Pemko Batam, Kantor DPRD Batam, Mesjid Baiturrahman Sekupang, TPU Sei Temiang, Pasar Induk Jodoh, TPU Nongsa, Puskesmas Sengkuang, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Alun-alun Engku Putri, Stadion Sei Harapan dan Taman Perkemahan Raja Ali Kelana. Berikut juga 669 kilometer ruas jalan.
“Kalau Pemko Batam mau perluas jalan sekarang sudah mudah,” imbuh Robert.
Sedangkan Pemko Batam lewat Wakil Walikota, Amsakar Achmad belum lama ini mengatakan tiga aset yang masih mengganjal karena penyerahan aset terlihat setengah hati. ” Untuk aset, setelah kami lihat surat resmi dari BP Batam, ada beberapa aset yang masih harus dikonfirmasi,” katanya.
Karena hal tersebut, Amsakar mengatrakan masih perlu melakukan diskusi dengan BP Batam soal hibah aset tahap pertama ini. “Pendekatan kami ke kepentingan publik, supaya aset ini bisa dimaksimalkan pemanfaatkannya,” pungkasnya.(leo)
Menaker M Hanif Dhakiri dan Walikota Batam Muhammad Rudi (dua dari kanan) melihat Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Sagulung, Jumat (14/10/2016). foto:dalil harahap/batampos
batampos.co.id – Kondisi bangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Kecamatan Sagulung kian memprihatinkan. Pantauan batampos.co.id, beberapa atap gedung sudah hampir roboh, bahkan warga yang ada disekitar menganggap bangunan ini seperti rumah hantu.
“Kondisinya memang menyeramkan. Malam hari gelap tak ada penerangan sama sekali, ” ujar Muslimin warga Perumahan Griya Panorama Permai, yang terletak di belakang gedung BLK, Rabu (7/6/2017).
Di dalam kawasan ini, terdapat lima gedung besar yakni gedung Serbaguna, gedung kantor, gedung pelatihan, gedung Mes, yang terdiri dari dua lantai, dan gedung kelas pelatihan. Masing-masing gedung ini benar-benar terlihat sudah tak terurus lagi.
“Terakhir dibersihkan sembilan bulan yang lalu, saat Menteri Aparatur Sipil Negara (Menpan RB) dan Hanif Dhakiri Menteri Ketenaga Kerjaan (Menaker) berkunjung,” katanya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya BP Batam, Purba Robert M Sianipar, tak menampik kondisi bangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Tanjunguncang yang kian memprihatinkan. Gedung ini terbengkalai lantaran tak mendapat perawatan.
Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Lantaran hingga saat ini masih terganjal status pembubaran Yayasan Karya Bangsa yang mengelola BLK dahulunya. Bahkan sebelum Robert dan enam pimpinan baru BP Batam datang ke Batam, upaya untuk pembubaran yayasan itu sudah beberapa kali dilakukan. “Benar, ada beberapa atap gedung yang nyaris roboh,” ujarnya.
Yayasan Karya Bangsa sendiri merupakan bentukan dari tiga instansi, yakni Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi saat itu, Pemko Batam dan Otorita Batam (kini BP Batam). Pengurusnya berjumlah 30 orang dan melibatkan pegawai dari tiga instansi tersebut.
“Sudah dikumpulkan badan pengurusnya untuk membubarkan yayasan, tapi beberapa kali rapat, pengurus yang hadir tak pernah memenuhi kuorum,” katanya. (cr19)
Pemprov Kepri akan menata kawasan pesisir Teluk Keriting yang merujuk pada pembangunan kawasan pantai terpadu dan difokuskan di pusat perkampungan seperti pewarnaan rumah penduduk dengan warna-warni. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id-Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR) Provinsi Kepri, Abu Bakar penataan kawasan pesisir Teluk Keriting, Tanjungpinang sangat penting untuk mempercantik wajah Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri.
“Di 2017 ini kita matangkan perencanaanya. Mudah-mudahan pembangunan fisiknya bisa kita lakukan pada 2018 mendatang,” ujar Abu Bakar, kemarin di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.
Mantan Pejabat Pemkab Karimun tersebut mengatakan, meskipun saat ini menuai pro dan kontra. Baginya itu merupakan sesuatu yang wajar. Apalagi dirinya yang merupakan putra asli Tanjungpinang yang dilahirkan di Teluk Keriting. Tentu sangat berkeinginan Teluk Keriting tampil lebih elegan.
“Kita harus bersama-sama menjadikan Teluk Keriting tampil elegan. Sehingga kedepan bisa menjadi magnet pariwisata,” paparnya.
Terpisah, Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga mengatakan wacana untuk pembangunan dan penataan kawasan Teluk Keriting oleh Pemprov Kepri adalah sebuah keberkahan bagi masyarakat setempat. Sebab, adanya terobosan itu nanti akan mempercatik wajah Teluk Keriting.
“Artinya bukan hanya wajah Teluk Keriting yang dipercantik, karena secara tidak langsung adalah tampilanTanjungpinang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepri,” ujar Ade Angga belum lama ini.
Politisi muda Partai Golkar tersebut juga mengatakan, baginya Teluk Keriting adalah laman bermain. Karena dirinya tumbuh dan besar di sana. Menurutnya, wacana yang digulirkan Pemprov Kepri bukannya reklamasi, tetapi pembangunan pelantar beton dan penataan kawasan.
“Memang ada beberapa titik yang bakal direklamasi, seperti di depan SMAN 5. Tetapi bukan kawasan pemukiman. Kita berharap rencana cepat terwujud, sehingga Tanjungpinang menjadi lebih maju dan lebih baik,” paparnya.(jpg)
batampos.co.id – Batam memang bukan daerah penghasil pertanian. Untuk itu, kini Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah menggalakkan gerakan menanam tanaman produktif di rumah-rumah warga.
“Satu rumah minimal lima polibag, tanamannya yang bernilai ekonomis,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Batam Mardanis, di kantor walikota.
Dalam kegiatan yang disebut Rumah Pangan Lestari ini, pihaknya berharap warga menanam tanaman seperti cabe merah, cabe rawit, tomat maupun tanaman lainnya. Menurutnya, gerakan ini merupakan bentuk turun tangan masyarakat menjawab persoaaln pangan di Batam.
“Jika setiap rumah ada hasilnya, bayangkangkan besar sumbangsihnya,”ucapnya.
Untuk diketahui, tahun ini pihaknya hanya mengadakan 3 ribu bibit. Sebaramn bibit tersebut juga masih dilakukan terbatas di Sungai Harapan Sekupang.
“Kalau mau intervesi pasar salah satunya memang begini (gerakan pangan). Kita juga siapkan penyuluh untuk asyarakat yang siap turun,”katanya.
Menurutnya, ke depan guna mensukseskan kegiatan ini pihaknya akan menambah bibit. Untuk kegiatan tahun 2018, pihaknya ingin tambah sekitar 100 ribu bibit.
“Jika 10 ribu perbibit, kalikan saja 100 ribu, itulah besar yang kita butuhkan,”ucapnya. (cr13)
batampos.co.id – Pemilik tempat hiburan malam Memory Karaoke bernama Soei Lan alias Alan dan Depi Pebriani alias Mami Shany dituntut jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Batam dengan tuntutan 4 tahun penjara. Keduanya diduga telah mempekerjakan sejumlah wanita untuk melayani syahwat pria hidung belang dan melanggar tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Keduanya dituntut di hadapan hakim PN Batam, Rabu (7/6/2017).
Jaksa penuntut umum (JPU) Andi Akbar menuntut masing-masing terdakwa dengan pidana penjara empat tahun dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. “Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur pasal 2 UU nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.” ujar Andi.
Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis Agus Rusianto itu, bahwa Memory Karaoke milik terdakwa Alan didirikan untuk mencari keuntungan dengan mempekerjakan beberapa wanita sebagai pelayan pria hidung belang.
Atas informasi dari masyarakat sekitar, pihak Polda Kepri memantau lokasi dan menyamar sebagai pengguna jasa sex Memory. Saksi penyamar mengungkapkan, terdakwa Depi yang disebut sebagai Mami, menetapkan tarif Rp 500 ribu untuk short time dalam waktu satu jam, dan jika long time bertarif Rp 1 juta.
Setelah wanita dipilih, tamu dibawa menuju kamar yang disediakan. Terlihat lantai satu layaknya ruang karaoke, sedangkan lantai dua hingga berikutnya adalah kamar-kamar untuk short time maupun long time.
Kedua terdakwa yang didampingi penasehat hukum Barnad Nababan dan kawan-kawan, meminta untuk menyampaikan pembelaan secara tertulis. “Beri kami waktu satu minggu untuk menyiapkan pembelaan yang mulia,” pinta Barnad.
Persidangan Soei Lan alias Alan dan Depi Pebriani alias Mami Shany kembali digelar pekan depan, yang beragendakan pembelaan dari terdakwa. (nji)
Bupati Bintan Hapri Sujadi, bersama presenter program acara traveling My Trip My Adventure (MTMA) Richard Kyle dan Rikas Harsa membawa lampu cangkok, di Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir, Selasa (6/6) malam. F.Humas pemkab Bintan untuk Batam Pos.
batampos.co.id – Bupati Bintan H Apri Sujadi bersama Ketua PKK Kabupaten Bintan Hj Deby Apri Sujadi mengajak presenter program acara traveling My Trip My Adventure (MTMA) Richard Kyle dan Rikas Harsa ke Desa Air Glubi Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Selasa (6/6) malam.
Di sana, Apri memperkenalkan tradisi dan budaya pemasangan lampu cangkok selama di bulan Ramadan, di desa tersebut, yang sudah menjadi objek destinasi wisata.
“Di sini berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia. Karena, masyarakat Bintan masih menjaga tradisi dan budaya memasang lampu cangkok sempena bulan Ramadan,” kata Apri.
Tradisi dan budaya ini, lanjut Apri, akan terus didukung dan dilestarikan Pemkab Bintan sebagai bagian dari jati diri masyarakat Melayu Kabupaten Bintan.
Ditambahkannya, tradisi menyalakan lampu cangkok atau lampu pelita sudah dilakukan sejak masa lalu, dan diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat Melayu. Dan, biasanya lampu cangkok diletakkan di sekitar masjid, di penjuru jalan, halaman rumah, juga teras-teras rumah warga.
Oleh karena itu, Pemkab Bintan menggelar acara lampu cangkok, yang puncaknya digelar pada malam 27 Ramadan bertepatan menyambut malam Lailatul Qadar hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri. (cr21)