Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13511

PDAM : Persediaan Air Diupayakan Maksimal

0

batampos.co.id – Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik menjamin pelayanan air bersih selama bulan puasa nanti diupayakan maksimal. Karena ketersediaan air sangat memadai. Apalagi belakangan ini curah hujan bisa menambah debit air.

“Ketersediaan air sangat memadai, sehingga bisa kita optimalkan pelayanannya selama puasa nanti,” ujar Abdul Kholik menjawab pertanyaan Batam Pos, tadi malam.

Menurut Kholik kapasitas produksi di Waduk Sei Pulau mencapai tahap maksimal. Yakni 250 liter perdetik. Begitu juga dengan Waduk Sei Gesek, yakni 100 liter perdetik. Masih kata Kholik, pelayanan terganggu apabila terjadi pemadaman listrik atau perbaikan pipa.

“Memang tergantung pada kondisi cuaca juga. Tetapi yang jelas sekarang ini persediaanya sudah sangat maksimal,” papar Kholik.

Ditanya apakah kapasitan yang ada sudah bisa melayani kebutuhan air bersih di Tanjungpinang saat ini. Terkait hal itu, Kholil mengatakan kemampuan yang mereka miliki masih terbatas. Dijelaskannya, maksimal pelayanan saat ini, karena ketersediaan air yang cukup.

“Sekarang ini jumlah daftar tunggu bertambah. Tentu membutuhkan tambahan kekuatan juga kita. SWRO diharapkan segera fungsikan, sehingga bisa saling menutupi kekurangan untuk sementara ini,” tutup Kholik.(jpg)

Kapolres Hibau Pelaku Usaha Lengkapi CCTv

0
Salah satu CCTv yang dipasang di parkiran perkantoran daerah Batamcenter. Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampops.co.id – Menjelang masuknya Bulan Suci Ramadan, Kapolresta Barelang AKBP Hengki menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya. Ia meminta untuk ronda malam lebih ditingkatkan selama bulan Ramadan.

“Kepada pelaku usaha, saya meminta untuk memasang CCTv. Gunanya, jika CCTv itu dapat membantu polisi dalam mengungkap kejahatan,” ucapnya.

Selain antisipasi tindak kejahatan, Hengki juga akan meminta jajarannya untuk melakukan pengecekan di setiap pasar-pasar, dalam mengantisipasi kelonjakan harga bahan pokok (sembako) menjelang masuknya Bulan Ramadan atau sudah masuk bulan Ramadan.

“Kalau naiknya masih wajar itu tidak masalah. Tapi, jangan sampai kenaikan harga itu langsung tinggi,” katanya.

Menurut Hengki, melambungnya harga sembako itu karena adanya faktor kesengajaan dari distributor atau pedagang yang sengaja menimbun sembako. Akibat penimbunan itu, harga sembako nantinya akan semakin melonjak tinggi dan dimanfaatkan oleh distributor.

“Kalau ada kita temukan, nantinya akan jelas bahwa ada sanksinya. Kita akan tindak mereka yang melakukan praktik kotor itu,” tegasnya.

Hengki menambahkan, beberapa waktu kebelakangan memang diakuinya beberapa harga kebutuhan pokok di pasar mengalami kenaikan. Namun, kenaikan itu masih dianggapnya masih dalam tahap kewajaran karena faktor cuaca atau sebagainya.

“Kita ada tim yang akan selalu memantau harga-harga kebutuhan pokok itu. Seperti yang saya katakan tadi bahwa sanksinya ada. Kita akan langsung sikat jika ada ditemukan,” imbuhnya. (cr1)

Jelang Ramadan Harga Sayur Mayur Turun

0

batampos.co.id – Jelang bulan suci Ramadan sejumlah barang kebutuhan sayur mayur dan barang pokok lainnya di Pasar Dabo Singkep masih dalam kondisi stabil. Bahkan ada sejumlah sayur mayur, cabai tergolong turun harga.

“Syukurlah karena barang masuk melalui kapal Roro dari Tanjungjabung lebih murah. Sehingga kami juga dapat menjual lebih murah dari biasanya,” ujar Hj Kartini salah satu pedagang di pasar sayur Dabo Singkep, Minggu (21/5) pagi.

Dia juga menuturkan, sayur mayur yang berasal dari Padang, Sumatera Barat, selain barang lebih segar, harga yang mereka terima juga lebih murah. Sehingga dipasaran pedagang dapat menjual satu kilo cabai merah hanya Rp 40 ribu lebih murah hingga Rp 10 ribu dari harga sebelumnya yakni Rp 50 ribu per kilogram.

Begitu juga dengan harga holtikultura lainnya, walau tidak mengalami penurunan namun harga masih pada posisi seperti biasanya sebelum menyambut bulan Ramadhan. Harga sayur condong turun karena lebih murah dibanding dengan harga sebelumnya.

Tidak hanya harga pada sejumlah barang holtikultura, harga ayam potong juga masih dalam kondisi stabil atau masih pada harga sebelumnya. Setiap satu kilo ayam potong hanya dibandrol sebesar Rp 33 – 35 ribu.

“Bawang merah saat ini dibandrol sekitar Rp 25 – Rp 26 ribu perkilo. Cuma bawang putih saja yang naik sekarang harganya mencapai Rp 40 ribu,” kata pedagang lainnya di pasar yang sama.

Keberlangsungan transportasi kapal roro ternyata membawa dampak pada fluktuasi harga bahan pokok dan sayur mayur di Kabupaten Lingga. Pasalnya, terbukti pedagang pasar lebih menikmati barang yang akan mereka jual langsung diantar ke pasar, sedangkan harga lebih murah dengan kondisi barang masih segar dan baik pula.

Untuk itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga merasa sangat beruntung karena transportasi laut yakni kapal roro Tanjungjabung – Jago memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat. Selain itu juga dapat membuka akses lebar pada gerbang keluar masuk di Kabupaten Bunda Tanah Melayu. (wsa)

Kasus Pungli Pasar Dilimpahkan ke Kejari Tanjungpinang

0
Tersangka kasus Pungli Lapak Slamet (kanan) mengikuti rekonstruksi yang digelar Polda Kepri di Pasar bintan Centre Tanjungpinang, Kamis (6/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Tim jaksa penyidik Kejati Kepri, melimpahkan berkas kasus dugaan pungutan liar (Pungli) sewa lapak dan kios pasar Bintan Centre, dengan tersangka, Slamet, pegawai BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), ke Kejari Tanjungpinang, beberapa hari yang lalu.

Pelimpahan dilakukan setelah berkas tersangka yang merupakan koordinator Operasional Pasar Bintan Center, dinyatakan lengkap (P21) oleh tim Jaksa peneliti. Sedangkan berkas Direktur BUMD PT TMB Tanjungpinang, Asep Nana Suryana yang juga ditetapkan sebagai tersangka, masih ditangani oleh penyidik Polda Kepri karena belum lengkap.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Kepri, Wiwin Iskandar, mengatakan dengan telah dilimpahkannya berkas tersangka Slamet, ke Kejari Tanjungpinang. Maka, secepatnya yang bersangkutan akan menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang.

”Berkas sama tersangkanya sudah kami limpahkan ke Kejari. Saat ini masih menunggu kelengkapan administrasi lainnya untuk selanjutnya di sidangkan,”ujar Wiwin.

Dalam penanganan persidangan nantinya, kata Wiwin, Pihaknya telah menunjuk lima orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang terdiri Jaksa dari Kejati Kepri dan juga Kejari Tanjungpinang. ”Yang jelas kami sudah siap untuk pelaksanaan persidangan terhadap tersangka Slamet itu,”kata Wiwin.

Sedangkan untuk tersangka Asep, lanjut Wiwin, pihaknya masih mengembalikan berkasnya ke penyidik Polda Kepri untuk dilengkapi. ”Masih ada yang kurang. Jaksa peneliti sudah memberi petunjuk ke penyidik untuk dilengkapi,”ucap Wiwin.(ias)

Bintan Triathlon 2017, Mark Jansen Raih Juara 1

0

 

Sebanyak 1.300 peserta yang terdiri dari 37 negara mengikuti Bintan Triathlon 2017. F.batampos.

batampos.co.id – Mark Jansen atlet asal Australia, berhasil meraih kemenangan dalam perhelatan Bintan Triathlon 2017 yang digelar di Nirwana Gardens Lagoi, Sabtu (20/5). Mark Jansen berhasil meraih juara pertama dalam kategori Olimpic Distance dengan catatan waktu 2 jam 9 menit 38 detik.

Atlet berkulit putih ini mampu mengalahkan peserta lainnya pada etape berenang sejauh 1,5 kilometer. Dilanjutkan dengan bersepeda sejauh 40 Kilometer. Dan diakhiri dengan berlari sejauh 10 Kilometer.

Selain Jansen, raihan juara dua berhasil dimenangkan David Watson atlet asal Inggris dengan torehan waktu 2 jam 11 menit 12 detik. Serta juara tiga berhasil direbut Scott Leadbetter atlet asal Inggris, dengan catatan waktu 2 jam 3 menit 28 detik.

Sedangkan untuk kategori wanita, berhasil dimenangkan Jennifer Zenker atlet asal Jerman, dengan waktu 2 jam 13 menit 31 detik. Disusul juara dua direbut Victoria Hill atlet asal Inggris dengan waktu 2 jam 24 menit 35 detik.

Dan diposisi ketiga ditempati Rosanna Bille dengan catatan waktu 2 jam 31 menit 45 detik. Selain kategori Olimpic Distance, perhelatan yang sudah 13 kalinya digelar di Kabupaten Bintan, ini juga membuka kelas Sprint Distance, serta kategori Kids.

Perhelatan yang diikuti sebanyak 1.300 peserta yang terdiri dari 37 negara ini dibuka langsung oleh Bupati Bintan Apri Sujadi.

“Kegiatan ini menjadi salah satu ajang promosi pariwisata kita kepada dunia internasional,” kata Apri, Sabtu (20/5).

Kegiatan yang digelar selama dua hari ini juga diikuti pembalap F1 Rio Haryanto, yang siap menjajal kemampuan dalam lomba lari.

“Saya siap berlaga di ajang Internasional ini, ” ujar Rio.

Menurutnya kegiatan Bintan Triathlon ini tidak hanya menghadirkan keseruan layaknya kompetisi pada umumnya. Namun juga menghadirkan kisah menarik, dimana peserta bisa menikmati keindahan wisata alam yang dimiliki Bintan.

“Meskipun ini baru perdana saya ikuti ajang ini. Tapi saya akan merasa puas sekali. Sebab Bintan ini gak kalah seru indahnya dengan Bali. Mudah-mudahan ini bisa terus dikembangkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pameran Pasar Asia Tenggara Kementrian Pariwisata Republik Indonesia Dusep Mulya menuturkan Bintan merupakan destinasi sport tourism yang memang sangat dikenal dengan even olahraga Internasional yang cukup menantang.

Dalam hal ini lanjutnya Kementrian Pariwisata, tentunya akan terus memberikan dukungan penuh untuk penyelenggaraan event pariwisata. Khususnya di Kepri.

Apalagi jika dilihat dari lokasinya yang strategis dan sangat berdekatan dengan dua negara besar di Asia, yakni Singapore dan Malaysia. Tentunya ini akan menjadi keunggulan yang dimiliki untuk bisa menarik banyak wisatawan berkunjung ke Kepri.

“Perhatian dari pak Menteri untuk Kepri ini sangat besar. Kami selalu siap membantu untuk mempromosikan setiap even Internasional yang digelar di Kepri,” ungkapnya.

Iya berharap dengan digelarnya event pariwisata berskala Internasional di Bintan, ini mudah-mudahan bisa mendongkrak kunjungan wisman ke Indonesia melalui Bintan. (cr20)

Ada Perawatan IPA Sei Harapan, Beberapa Wilayah di Batam Alami Gangguan Suplai Air

0

batampos.co.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) secara berkala melakukan perawatan dan penggantian pipa transmisi di area Instalasi Pengolahan Air (IPA). IPA Sei Harapan salah satunya.

Yang akan dilakukan penggantian pipa header di area IPA.

“Pekerjaan penggantian pipa header akan di lakukan di IPA Sei Harapan. Pipanya memang sudah waktunya di ganti, mengingat secara teknis kondisi pipa yang sudah tidak handal lagi. Selama pekerjaan, IPA akan shutdown sementara waktu,” ujar Muflikhin Project Manager ATB, Jumat (19/5/2017).

Pekerjaan penggantian pipa header yang di lakukan oleh perusahaan air bersih swasta terbaik di Indonesia tersebut merupakan hal yang sangat.

Dimana pipa header termasuk jaringan pipa pangkal (pipa area hulu) pada jaringan transmisi. Melalui pipa header, air yang sudah siap di produksi dapat di alirkan ke pelanggan.

“Penggantian pipa header bertujuan untuk mengurangi resiko shutdown (off) pada IPA. Apabila pipa header rusak seperti bocor atau terganggu efeknya IPA akan shutdown. Termasuk secara teknis pipa yang sudah tidak maksimal lagi, perlu mendapatkan perawatan atau penggantian,” jelas Muflikhin lagi.

Sementara itu, Enriqo Moreno, Manager Corporate Communication ATB menambahkan, pekerjaan pemasangan pipa header akan dilakukan pada Selasa (23/5) mulai pukul 21.00 sampai selesai.

Tentunya selama pekerjaan berlangsung, IPA Sei Harapan akan berhenti beroperasi. Dengan pekerjaan ini IPA Sei Harapan yang mensuplai wilayah pelanggan mulai dari Tiban hingga Sekupang dan sekitarnya akan terdampak sementara.

“Antisipasi Shutdown IPA Sei Harapan, kami himbau kepada pelanggan di kawasan Tiban dan sekitarnya untuk bisa menampung air seperlunya, IPA Sei harapan akan Shutdown sementara waktu selama pekerjaan berlangsung,” jelas Enriqo.

Meski pekerjaan penggantian pipa akan diupayakan secepat mungkin di selesaikan, ia menegaskan pekerjaan tersebut akan berdampak pada gangguan suplai air kepada pelanggan.

Hampir seluruh wilayah Tiban dan sekitarnya yang mendapatkan suplai air dari IPA Sei Harapan akan mengalami gangguan suplai sementara.

“Wilayah-wilayah yang akan berdampak meliputi wilayah Delta Villa, Green Boulevard, Tiban Koperasi, Tiban Diamond, Tiban Palm, Taman Irene, Panorama, Tiban Housing, Tiban Permai. Termasuk wilayah Kav Tiban 2 & 3, Masyeba Permai, Tiban Pajak, Pesona, kav Rabayu, Kav Mentarau, Tg Sakinah, Nirwana, Tiban Mas 2, Tiban Point, Cipta Land, Tiban Makmur, Tiban Airis, Graha Tirta Indah, Riau Bertuah 1&2 , Melati Raya, Persero View Riau,Kav Tiban 4,” ujar Enriqo.

Ia melanjutkan, proses normalisasi usai pekerjaan tersebut akan berbeda pada setiap wilayah. Semakin dekat dan rendah lokasi pelanggan dari IPA, semakin cepat normalisasi suplai air. Oleh karena itu, agar pelanggan hilir lebih cepat menikmati air bersih, pelanggan hulu diharapkan dapat lebih bertoleransi.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang akan dialami pelanggan. Pekerjaan ini harus kami lakukan agar kontinuitas suplai air kepada pelanggan tetap berlangsung. Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi terkait dampak dari pekerjaan tersebut, dapat menelepon ke Call Centre ATB melalui nomor 0778-467111,” tutupnya. (rilis)

Pertalite Batam, Kepri dan Riau Termahal se Indonesia

0
Petugas mengisi BBM Jenis Pertalite di SPBU Sukarno Hatta Tanjungpinang, Senin (15/5), F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Berbeda dengan daerah lain di Indonesia yang harga jual  Pertalite-nya rata-rata Rp 7.500 dan Rp 7.700 perliter. Harga pertalite di Batam justru lebih mahal yakni Rp 7.900 perliter (data di website resmi pertamina), harga ini sama dengan harga pertalite secara umum yang diterapkan di Provinsi Kepri dan di Provinsi Riau.

Area Manager Communication & Relations Sumbagut, Fitri Erika mengatakan perbedaan harga tersebut sangat berkaitan dengan penerapan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Menurutnya, pertamina dalam menjalankan tugasnya patuh terhadap aturan baik yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun aturan di daerah.

“Harga pertalite dan pertamax sangat berpengaruh terhadap komponen PBBKB,” kata Fitri.

Dia memaparkan, berdasarkan peraturan presiden nomor 191 tahun 2014, PBBKB untuk jenis bahan bakar seperti premium maupun solar dikenakan 5 persen.

Sementara bahan bakar non subsidi seperti pertalite dan pertamax mengacu pada PBBKB yang ditetapkan daerah dan tertuang dalam peraturan daerah.

“Perda Kepri nomor 8 tahun 2012 menetapkan PBBKB 10 persen. Begitu juga di Riau 10 persen, dalam perda nomor 4 tahun 2015,” terangnya.

Menurutnya, hal ini berbeda dengan daerah lain yang menetapkan PBBKB lebih rendah dari dua daerah tersebut. Maka bukan hal yang tak mungkin harga pertalitenya pun lebih murah.

“Berbeda dengan wilayah Sumatera Utara atau Sumatera Barat yang menerapkan PBBKB 5 persen,” tutup dia. (cr13)

DPRD Batam, Pertamina jangan Arogan

0

Ilustrasi dokumen jpnn

batampos.co.id – Kebijakan Pertamina untuk pengurangan kuota premium, menuai kontra dari banyak pihak. Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, mengakui bahwa kebijakan ini dirasa konyol, karena tidak ada sosialisasi yang disampaikan ke masyarakat.

Menurutnya, kebijakan yang dibuat bakal berdampak pada kemampuan daya beli masyarakat. Jika tiba-tiba dihapus, hal ini ditakutkan bakal menyebabkan keributan di lingkup konsumen.

“Sekarang yang ditanyakan, apakah masyarakat mampu kalau langsung dihilangkan? Ini seperti menggunakan kekuasaan untuk membuat kebijakan,” kata Nuryanto, kemarin.

Bahkan, dalam waktu yang dekat pihaknya akan meminta klarifikasi dari pertamina, dan diundang dalam pembahasan akan masalah ini.

“Kita akan disposisikan dengan Komisi I dulu. Yang jelas, Pertamina jangan arogan dalam membuat kebijakan,” ungkapnya.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging mengaku belum mengetahui adanya pengurangan kuota premium. Menurutnya bila ini sudah dilakukan Pertamina jelas akan merugikan masyarakat. Mengingat situasi ekonomi Batam saat ini.

” Apa ditiadakan atau dibatasi kita belum tahu. Kita akan panggil disperindag untuk mempertanyakan,” tuturnya.

Sementara Yuli, pengawas SPBU Jodoh, mengatakan bahwa pada tahun lalu, SPBU Jodoh mendapat jatah sebanyak 20 KL perhari. Namun berselang waktu, terjadi pengurangan yang signifikan, dan sekarang hanya mendapat jatah antara 10KL sampai 8KL saja.

“Dulu 20 KL, terus 16 KL, terus 10 KL, sekarang antara 8 sampai 10KL,” katanya.

Untuk peminat Premium, ia mengaku sudah tak begitu banyak. Banyak konsumen BBM, yang sudah beralih ke Pertalite. “Dulu yang 5 hari habis, sekarang sehari sudah isi ulang. Kalau jatah Premium, kita setiap hari masih dapat. Ini lagi nunggu antrian di Pertamina,” tuturnya. (rng)

 

Target Retribusi Parkir Batam Sulit Tercapai

0
Seorang petugas parkir yang beroperasi di BCS Mall, Lubukbaja, Selasa (31/1). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Target retribusi pajak tepi jalan sebesar Rp 30 miliar pada akhir 2017 ini bakal sulit tercapai. Pasalnya, pajak berlangganan yang menjadi pedongkrak PAD sektor pajak tersebut belum terealisasi sampai saat ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Yusfa Hendri mengaku kecil kemungkinan parkir berlangganan bisa diterapkan tahun ini. Apalagi mengingat ranperda yang menjadi payung hukum parkir masih dibahas di DPRD Kota Batam.

“Kita lihat saja nanti. Pansus DPRD meminta perpanjangan waktu pembahasan,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, estimasi awal pendapatan dari retribusi parkir Kota Batam ditargetkan sebesar Rp30 miliar, dengan perhitungan bisa menerapkan parkir berlangganan, namun dalam kenyataannya hal tersebut tidak bisa direalisasikan.

Kendati demikian, ia mengaku masih tetap berusaha semaksimal mungkin agar target pendapatan pada tahun angaran 2017 bisa tercapai.

“Belum bisa kita pastikan. Apakah nanti pakai pola lain, kita belum bisa pastikan,” tuturnya.

Sebelumnya, guna mengejar target yang terbilang cukup besar tersebut, dishub melakukan evaluasi dengan menambah jumlah titik parkir. Dari sebelumnya ada 202 titik parkir, sekarang menjadi 555 titik parkir. tersebar di Batam.

Sementara itu, berdasarkan hasil laporan kinerja Dishub pada triwulan pertama pendapatan retribusi parkir baru berada diangka Rp 935 juta atau baru 3,3 persen dari target sebesar Rp 30 miliar.

Anggota DPRD Batam Uba Ingan Sigalingging mengaku pesimis jika target parkir bisa tercapai di akhir tahun. Dan bahkan ia mengaku dibanding periode yang sama tahun lalu, target pendapatan malah bisa mencapai angka Rp 1 miliar.

“Ini yang kita sayangkan. Target sangat jauh dari harapan,” tuturnya.

Ia menilai, dishub harus aktif meminta kerjasama parkir berlangganan dengan Polda Kepri. “Kalau memang gagal. Kita minta lagi, apakah ada syarat yang kurang atau bagaimana. Daerah lain bisa kenapa Batam tak bisa,” tegas Uba. (rng)

Walikota Batam Bicara tentang KEK, bila Itu Terjadi Ia Minta Kewenangan untuk….

0
Walikota Batam, Muhammad Rudi. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Jika pemerintah resmi menetapkan status Batam jadi KEK, Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta urusan menyangkut masyarakat termasuk tentang lahan harus dikelola Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Yang diluar KEK semua ke kami, termasuk lahan harus ke kami,” ucap Rudi kepada Batam Pos usai menghadiri acara Dharmasanti Waisak Batam di Pasifik Hotel, Minggu (21/5).

Menurutnya, keinginan tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya terkait lahan selama ini tidak dikelola Pemko Batam. Walau demikian, dia mengaku persoalan tersebut tak membuat pihaknya tidak melakukan pembangunan dan melayani masyarakat.

“Pelayanan ke masyarakat selama ini sudah jalan, hanya lahan yang hari ini tak jalan,” katanya.

Sementara itu, segala urusan yang berkaitan kawasan dalam KEK, Rudi mengaku siap menyerahkan ke pihaknya yang kelak yang akan mengelola KEK atau Badan Pengusahaan (BP) Batam. Komitmen penyerahan tersebut telah dia sampaikan ke pemerintah pusat.

“Saya sudah komit ke menko (perekonomian), dia tanya kalau jadi KEK anda (saya) siap serahkan kekuasaan. Saya bilang bikin sekarangpun saya tandatangan,” katanya.

Dia berharap keputusan terkait tumpang tindih kewenangan di Batam cepat terealisasi. Untuk itu, dia melapor ke Menko Perekonomian Darmin Nasution juga Presiden Joko Widodo tentang ekonomi Batam yang tengah lesu.

“Apa kondisi ini harus bertahan terus, tidakkan kasihan rakyat menjerit. Apa tindakan menko (setelah dilapor) saya tak bisa dahului beliau, tapi saya minta tindakan lebih cepat,” harapnya.

Dia mengatakan sembari menunggu transisi menuju KEK, hal yang kini perlu diperbaiki dengan segera adalah perizinan. Agar ekonomi tetap stabil, ia meminta tak boleh ada perizinan yang mandek di semua lembaga pemerintah di Batam.

“Misal, transisi enam bulan jangan tunggu enam bulan baru yang lain jalan. Layanan di mana saja, saya tak sebut organiknya (instansi), seperti IPH itu tak boleh mandek,” ucap dia.

Dia pun mengaku tak gusar jika komposisi KEK kelak banyak, asal pihak yang ditunjuk mengelola KEK mampu. Menurutnya, semakin banyak industri menggairahkan ekonomi Batam.

“Semakin banyak KEK, semakin jalan industri, semakin suka saya. Kalau ini jalan uang kita berputar, rakyat bisa kerja. Yang penting jelas kewenangannya,” pungkasnya. (cr13)