Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13550

Wujudkan Bintan Sehat, Mulai Tingkat Keluruhan Rutin Senam

0

batampos.co.id– Bupati Bintan Apri Sujadi, terus mendorong program hidup sehat demi menuju Bintan sehat. Salah satunya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk rutin mengikuti kegiatan senam sehat.

“Dalam rangka menuju Bintan Sehat, kami ingin pelaksanaan senam sehat di tingkat kelurahan bisa rutin dilakukan setiap minggu. Kalau bisa kegiatan ini dijadikan agenda khusus untuk masyarakat, agar aktivitas olahraga dapat hidup sehat ini bisa menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat,” jelas Apri, di dampingi Ketua PKK Bintan, Deby Apri Sujadi, saat mengikuti acara senam sehat dan donor darah di Kantor Kelurahan Teluk Lobam, Minggu (12/3) pagi.

Menurutnya selain mengutamakan pola hidup sehat, kegiatan tersebut juga mengajarkan kepada masyarakat untuk bisa memupuk rasa kebersamaan, serta menjaga selalu jalinan tali silaturahmi diantara sesama.

“Tentunya ini sangat penting, sebab nantinya apapun program kesejahteraan yang akan direncanakan di Kelurahan Teluk Lobam, ke depan jika masyarakat saling bekerja sama maka semua dapat berjalan sesuai dengan yang di inginkan,” ungkapnya.

Selain itu, politisi partai Demokrat ini menuturkan, pemkab Bintan juga akan fokus mendukung penuh terhadap perkembangan olahraga lainnya untuk mewujudkan Bintan sehat. Salah satunya dengan rencana penyediaan fasilitas pendukung olahraga, berupa pembangunan stadion dan gelanggang olahraga yang sudah dianggarkan di tahun 2017, yang akan dibangun di Kecamatan Seri Kuala Lobam.

“Semoga apa yang menjadi harapan masyarakat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan Bintan sehat dapat terpenuhi secara maksimal,” harapannya. (cr20)

250 Petugas Kebersihan Masuk BPJS

0
Bupati Karimun menyerahkan kartu BPJS kepada perwakilan petugas kebersihan. Foto : Sandi/batampos.

batampos.co.id – Untuk memberikan jaminan terhadap nasib tenaga kerja, seperti petugas kebersihan, Pemerintah Kabupaten Karimun bekerja sama dengan Bank Mandiri mendaftarkan 250 petugas kebersihan ke dalam BPJS Tenaga Kerja yang pada Sabtu (11/3) resmi telah diserahkan kartunya kepada petugas kebersihan. .

Jumlah petugas kebersihan di seluruh wilayah kabupaten ada 322 orang. Hanya saja, yang bisa didaftarkan ke BPJS hanya 250 orang. Sedangkan, sisanya 72 orang lagi tidak bisa diikutkan dalam program ini. Hal ini disebabkan batas usia maksimal untuk bisa mengikuti BPJS tenaga kerja di bawah 55 tahun.

”Namun, tidak berarti 72 orang lagi kita biarkan begitu saja, yang tidak bisa didaftarkan ke BPJS akan didaftarkan ke jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat (JPKM) yang sumber dananya dari APBD,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq kepada Batam Pos.

Terealisasinya BPJS tenaga kerja untuk ratusan petugas kebersihan karena adanya kerja sama dari Bank Mandiri yang menanggung pembayaran iuran BPJS selama 6 bulan yang dananya berasal dari corporate social responsibility (CSR). Namun, Bupati berharap setelah 6 bulan dapat dilanjutkan kembali iurannya.

”Apa yang dilakukan Bank Mandiri merupakan salah satu langkah positif yang patut di tiru. Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perbankan di Karimun ikut peduli dengan masyarakat yang ada ditempatnya, khususnya petugas kebersihan yang kita tahu setiap hari membersihkan jalanan. Setelah ini, saya berharap akan ada perusahaan lain yang ada di daerah kita melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

Dikatakannya, diharapkan pembayaran iuran BPJS ini tidak hanya selama enam bulan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap akan mengupayakan bagaimana caranya BPJS tenaga kerja untuk ratusan petugas kebersihan ini bisa dibayar iurannya sampai 12 bulan atau setahun. Artinya, setelah selesai 6 bulan sudah ada lagi dana yang digunakan untuk membayar iuran tersebut. (san)

Masuk Bulan Ketiga, Syibilia Masih Dirawat di Puskesmas

0
Anggota DPRD Karimun Komisi I Rohani saat menjenguk Syibilia bayi temuan di Puskesmas Tanjungbatu, kemarin.

batampos.co.id – Bayi yang diberi nama Syibilia oleh bidan ini, masih menjalani perawatan di Puskesmas Tanjungbatu. 17 Maret nanti usianya genap tiga bulan sejak ditemukan 17 Desember 2016 lalu. Ironisnya, sampai sekarang belum ada kejelasan siapa orangtua asuh bayi tersebut.

Kinerja Dinas Sosial yang dianggap bertele-tele, membuat Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Karimun Hj. Rohani mengaku kecewa. Sebab, sudah banyak yang ingin menjadi orang tua asuh bayi tersebut, namun hingga kini nasib bayi malang itu masih terkatung-katung di Puskesmas Tanjungbatu.

“Jujur saya kecewa dengan sikap Dinas Sosial Kabupaten Karimun yang terkesan bertele-tele menangani bayi temuan tersebut. Masalah seperti inikan memang menjadi tugas dan tanggungjawab Dinas sosial, kenapa sudah tiga bulan nggak tuntas. Siapapun nantinya orang tua asuh, yang terpenting bayi segera mendapatkan kasih sayang tidak terkurung di puskemas,” kata Rohani, Sabtu (12/3) lalu.

Seharusnya, lanjut Rohani, Dinas Sosial bertindak cepat mengurusi masalah bayi yang ditemukan pertengahan Desember 2016 lalu. Bayi yang ditemukan merupakan anak negara, sehingga menjadi tugas dan tanggungjawab Dinas Sosial.

“Kami meminta ketegasan Dinas Sosial segera mengurus masalah administrasi. Sebab kasihan melihat nasib bayi yang membutuhkan kasih sayang, dan biaya perawatan untuk tumbuh kembang bayi tersebut,” paparnya.

Syerly, Bidan Puskesmas Tanjungbatu yang merawat Syibilia mengaku kasihan melihat nasib bayi tersebut. Terlebih usianya terus bertambah, dan kebutuhan pun semakin besar.
“Kebutuhan bayi selama ini hanya mengharapkan belas kasihan dari masyarakat, dan sumbangan pegawai puskesmas. Bayi Syibilia membutuhkan susu, pakian bayi, dan perlengkapan mandi,” paparnya. (ims)

 

Meresahkan Warga, Pemkab Kurangi Anjing Liar

0

batampos.co.id – Pemkab Anambas membasmi anjing liar yang ada di sekitar kota Tarempa dan sekitarnya. Pembasmian anjing liar ini dikarenakan beberapa faktor, diantaranya karena sudah meresahkan warga.

Sejumlah anjing liar tersebut seringkali mengacak-acak sampah yang ada di dalam bak sampah. Kaki depan anjing liar itu naik di bak sampah sehingga tak jarang bak sampah yang sudah berisi penuh, sering kali tumpah dan berserakan di jalan.

Bukan hanya itu, sebagian anjing itu juga galak, tak jarang anjing liar itu mengejar anak-anak maupun orang dewasa. Meski bukan untuk dimangsa, namun hal itu cukup menakutkan dan membuat trauma anak-anak.

“Keberadaan anjing liar itu menghawatirkan, kemarin kita dengar anjing itu mengejar anak sekolah, memang belum sempat menggigit tapi itu sudah merupakan ancaman yang membahayakan,” ungkap Sekertaris Dinas Perikanan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas Yusmadi kepada wartawan Minggu (12/3).

Dirinya sendiri tidak menargetkan berapa jumlah yang akan dimusnahkan namun paling tidak mengurangi keberadaan anjing liar itu. Apalagi saat ini sebentar lagi pemkab Anambas juga akan mengadakan acara Seleksi Tilawatil Quran, maka hal ini harus cepat dilakukan supaya kondisi di lapangan juga lebih nyaman.

“Kita tak menargetkan harus berapa ekor yang sudah mati tapi target kita mengurangi anjing liar yang berkeliaran, waktu kita untuk
membasmi anjing itu hingga Minggu (12/3) sebelum pelaknsanaan STK dimulai,” ungkapnya lagi.

Dirinya menambahkan, jika untuk pemusnahan ini hanya dikhususkan di Tarempa kecamatan Siantan dulu karena akan adanya acara STK, kemungkinan setelah acara selesai baru akan dilaksanakan pemusnahan di kecamatan lain. “Kita hanya fokus dulu di kecamatan Siantan, kecamatan lainnya nanti menyusul,” jelasnya.

Dewi, salah satu warga Tarempa mengakui jika anjing-anjing liar yang ada di Tarempa memang meresahkan karena seringkali berkeliaran di pemukiman warga. Dirinya juga membenarkan jika anjing liar itu sering mengacak-acak tempat sampah. “Anjing liar itu sering bongkar tempat sampah, meraka cari sisa-sisa nasi atau sisa ikan,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, yang membuat menjengkelkan itu ketika anjing itu sering kencing dan buang air sembarangan disekitar rumahnya. “Kalau makan sisa makanan dan bongkar-bongkar tempat sampah masih lumayan, yang paling tak suka kalau berak sembarangan,” tukasnya. (sya)

Ini Empat Penyebab Gangguan Jiwa di Pinang

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang, Rustam mengatakan selama 2016 sampai 2017 tercatat sebanyak 200 warga Kota Tanjungpinang telah mengalami gangguan jiwa. Dari hasil penanganan tenaga medis, ditemukan ada empat faktor penyebab berkembangnya penyakit tersebut dikalangan masyarakat.

“Ada empat faktor yaitu karena gagal menjalankan bisnis, hubungan asmara, tidak harmonisnya hubungan keluarga, dan dampak dari penggunaan narkoba,” ujar Rustam, kemarin.

Dari total yang menderita gangguan jiwa, kata Rustam, sebesar 30 persen disebabkan gagal menjalankan bisnis. Kemudian 25 persen disebabkan dari dampaknya penggunaan narkoba dan 20 persen disebabkan hubungan asmara. Sedangkan yang diakibatkan tidak harmonisnya hubungan keluarga hanya menyumbang 15 persen.

Mereka semua, lanjut Rustam, masih dalam penanganan tenaga medis. Namun penanganan yang diberikan hanya dari rumah ke rumah saja. Sebab Provinsi Kepri belum memiliki Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

“10 persennya lagi disumbangkan oleh faktor lainnya. Seperti utang piutang, pekerjaan, dan kekerasan. Kami sudah mengerahkan tenaga medis untuk menangani mereka,” bebernya.

Meskipun penanganannya hanya mengandalkan tenaga medis kerumah masing-masing pasien, sambung Rustam, hasilnya sangat membanggakan. Sebab sekitar 5 persen penderita gangguan jiwa dapat disembuhkan secara total. Bahkan mereka sudah bisa bersosialisasi dengan masyarakat umum.

“Sudah ada beberapa orang yang sembuh total. Bahkan mereka sudah kembali normal dan menjalankan aktivitas hidupnya seperti orang lain,” ungkapnya.

Diberitaakan sebelumnya, Dinkes Kota Tanjungpinang mencatat ada sekitar 200 lebih warga Tanjungpinang yang mengalami gangguan jiwa. Dari total itu, 90 persen kondisinya tidak terlalu parah atau hanya mengalami guncangan batin.

Penderita gangguan jiwa terpaksa ditangani tenaga medis dirumahnya masing-masing. Namun penanganan medis yang diberikan tetap secara intensif. Bahkan agar mereka bisa segera terobati, Dinkes menggandeng dr Saiful (dokter spesialis) yang menangani penyakit tersebut. Kemudian juga meminta bantuan ke Dinkes Pemprov Kepri untuk mengerahkan beberapa dokter spesialis lagi.

“Mereka semua sudah kami tangani dengan baik. Diharapkan dalam waktu dekat ini dokter spesialis dari Kepri bisa segera dikerahkan untuk tangani 200 penderita gangguan jiwa tersebut,” ujar Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam ketika dikonfirmasi, Rabu (8/3). (ary)

Kenzie Tewas Tertabrak Mobil Mundur di Parkiran

0

batampos.co.id – Kenzie Vistara Nugroho Putra, 2, tewas secara tragis.

Bocah yang lagi lucu-lucunya itu meninggal setelah tertabrak mobilmilik Harsono, 39.

Balita asal Desa Kacangan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, itu terlepas dari pengawasan orangtua di areal parkir Kediri Town Square (Ketos) Minggu, (12/3).

Kenzie meninggal saat dirawat di RS Bhayangkara Kota Kediri.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, kecelakaan tersebut terjadi pukul 09.30 saat Ketos belum buka. Pagi itu Kenzie datang ke pusat perbelanjaan tersebut bersama orangtua dan kakaknya dengan mobil Isuzu Panther bernopol AG 1XX8 VM. Karena belum buka, ayah Kenzie memarkirkan mobilnya di depan Ketos menghadap ke selatan, tepatnya di depan pintu masuk.

Mobil itu terparkir di sebelah Toyota Fortuner bernopol AG X JS milik Harsono. Ya, Harsono pagi itu sudah darang terlebih dahulu.

“Karena Ketos belum buka, pengemudi Fortuner pun meninggalkan tempat parkir,” terang Anang, 31, petugas parkir Ketos.

Menurut Anang, Harsono langsung memacul mobil tersebut keluar dari barisan parkir, berbelok kiri ke menuju ke arah keluar. Nahasnya, di saat bersamaan, Kenzie keluar dari mobilnya dan berlari ke arah pintu masuk mal. Brakkkk… tubuh bocah imut itu tertabrak mobil Fortuner yang begitu besar.

Bahkan yang bikin miris, sebagian tubuhnya terlindas mobil tersebut.

Melihat peristiwa mengerikan itu, Anang langsung memberikan pertolongan.

“Langsung saya angkat ke mobil Fortuner untuk dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Sesampainya di UGD RS Bhayangkara, korban mendapatkan perawatan. Tapi nasib berkata lain. Sekitar 30 menit kemudian, Kenzie dinyatakan meninggal dunia.

Awalnya, kasus kecelakaan tersebut ditangani anggota Unit Laka Satlantas Polres Kediri Kota. Namun, karena TKP kecelakaan tidak terjadi di jalan raya, yaitu di areal parkiran Ketos, kasus itu akhirnya dilimpahkan ke Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kediri Kota.

“Kasus ini tidak kami tangani, ditangani reskrim langsung,” terang Kanitlaka Lantas Polres Kediri Kota Iptu Arif Efendi.

Mendapatkan informasi tersebut, tim identifikasi dari Reskrim Polresta Kediri langsung datang ke areal parkir Ketos untuk melakukan olah TKP. Kendaraan Harsono juga telah diamankan di Mapolres Kediri Kota sebagai barang bukti. Hingga kemarin siang, Harsono menjalani pemeriksaan di ruang pidana umum (pidum) satreskrim.

Harsono terancam dijerat pasal 359 KUHP tentang kealpaan atau kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya seseorang. “Kasus ini masih dalam penyelidikan kami,” tegas Anwar. (fiz/c24/end)

Kala Gigi Nyeri Tak Bisa Langsung Cabut Gigi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Saat nyeri menyerang gigi, cabut gigi bukanlah solusi.

Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia Dewi Fatma Suniarti menjelaskan saat gigi terasa nyeri, jika ada infeksi dan harus dicabut, maka harus diobati terlebih dahulu.

Lalu infeksi harus diatasi terlebih dahulu, baru kemudian pasien diberi obat.

“Ya betul, kalau ada infeksi kita cabut maka obat tak akan bekerja, karena itu diagnosa harus tepat. Kalau diagnosanya indikasi cabut, tetapi infeksinya harus ditangani dulu karena obat anastesinya tak akan bekerja. Kedua, terjadi penyebaran infeksi lebih luas. Atasi dulu infeksi baru diberi obat,” kata Dewi, Minggu (12/3).

Dewi menegaskan tak semua sakit gigi disebabkan infeksi. Jika tak infeksi, maka tak perlu diberi obat. Lakukan saja tindakan lokal pada gigi.

“Tapi kalau sakit hanya karena ganjel makanan atau tambalan itu tak perlu dikasih obat, lakukan sesuatu di lokal pada mulut. Pembersihan karang gigi, tambalannya tingginya diperbaiki sendinya, atau hanya karena ada tajam karena gigi palsu,” jelas Dewi.

Saat ini dokter lebih sibuk memberi obat. Padahal semestinya tindakan lokal di rongga mulut harus diatasi dulu baru kemudian dilanjutkan dengan tindakan medis.

“Bengkak oke saya kasih obat, obat kumur, analgesik lalu antibiotik. Tetapi infeksi di dalamnya tak diatasi. Lokalnya mesti dibersihkan, kalau ada lubang dibersihkan dulu lubangnya. Baru dikasih obat kalau masih sakit,” ungkapnya. (cr1/JPG)

Bilamana Tambal Gigi secara Permanen

0
ilustrasi

batampos.co.id – Punya pengalaman sakit gigi? Atau pernah tambal gigi? Lalu kapan saat tepat gigi seseorang harus ditambal permanen?

Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia Dewi Fatma Suniarti menjelaskan jika gigi tersebut masih bisa ditambal sementara, maka masih bisa dilakukan. Akan tetapi jika lubangnya terlalu dalam dan pasien mengeluh giginya sakit, maka harus melewati serangkaian perawatan sebelum ditambal permanen.

“Tidak bisa ditambal langsung. Karena pasien harus adaptasi. Kalau lubangnya dalam ada dua kemungkinan, apakah dia kena saraf gigi atau belum. Kalau dia sudah kena saraf gigi tak bisa ditambal langsung, dia harus perawatan dulu,” kata Dewi, Sabtu (11/3/2017).

Pertama, perlu dilakukan perawatan tambalan sementara dengan perawatan endodontik. Hal ini bertujuan supaya saluran akarnya steril. Baru nanti pada kunjungan berikutnya bisa ditambal.

“Jadi kalau lubang sudah dalam, dan jaringan yang kena sudah luas biasanya tak bisa langsung ditambal permanen. Sementara untuk adaptasi, apakah dia sakit waktu ditambal sementara atau tidak. Kalau sakit maka tak bisa dilakukan tambal tetap. Tapi harus dirawat dulu,” katanya.

Artinya ruang saraf gigi sudah mati dan jaringan infeksi harus dibersihkan dulu. Baru dilakukan tambal permanen.

“Kalau enggak ditambal, maka proses patologis berjalan terus. Infeksi akan berjalan terus di jaringan di bawah gigi. Jaringan luas, jaringan tulang, lunak, maka terapinya akan lebih sulit lagi,” ungkapnya. (cr1/JPG)

Sukendar, Bocah Usia 14 tahun, Urus Bapaknya yang Lumpuh

0
Bocah 14 Tahun Rawat Bapak yang Lumpuh Seorang Diri (Radar Banyumas/JawaPos.com)

batampos.co.id – Sukendar, bocah berusia 14 tahun harusnya sekolah di SMP. Tapi, bocah itu sudah putus sekolah sejak dia duduk di bangku kelas 4 SD. Sukendar mesti merawat bapaknya yang bernama Rasim. Keduanya tinggal dalam gubuk reyot di Grumbul Dukuh Pucung Desa Karangbawang, Ajibarang, Brebes.

Rasim mengalami lumpuh. Enam tahun lalu dia pernah diperiksa dokter dan disarankan dirawat di rumah sakit. Hasil pemeriksaan, Rasim terkena gangguan syaraf pada tulang yang tidak bisa menekuk.

“Tapi uang darimana untuk dirawat di rumah sakit,” katanya.

Kini, setiap hari Rasim dirawat oleh Sukendar. Rasim menceritakan, sang istri terpaksa merantau ke luar kota untuk mencari nafkah. Istrinya memang masih mengirimi uang. Namun, Rasim mengaku jumlahnya jauh dari kata cukup untuk kebutuhan setiap hari.

“Sukendar punya kakak. Tapi, kakaknya juga menderita sakit syaraf dan nyaris lumpuh. Anak pertama saya itu dirawat seorang ustad di Karanglewas,” kata dia. Tak ayal, beban hidup banyak ditanggung Sukendar.

Setiap hari Sukendar menyiapkan makanan, mencuci, mencari kayu bakar, dan juga memasak.

Sukendar pula yang menyuapi dan memandikan bapaknya. Yang bikin miris lagi, gejala sakit yang diderita Rasim juga dialami oleh Sukendar. Saat beraktivitas untuk jongkok, Sukendar selalu kepayahan. Kedua kakinya seakan tidak bisa menekuk.

Sementara itu, Sukendar mengaku, dia sesungguhnya ingin bersekolah seperti anak seusianya. Tapi, impian sederhana itu seakan tetap impian tak kunjung nyata. Sukendar sulit sekolah karena tak ada biaya, dan juga mesti merawat ayahnya.

Ketua RT setempat Sahud mengatakan, kondisi warganya itu memang memprihatinkan. Dia menambahkan, tetangga Rasim sering ikut memberi bantuan makanan.

“Tapi ya hanya sebatas itu bisanya” kata dia. (gus/dis/yuz/JPG)

Polisi Tangkap Pembobol Warung

0
RT, 20, salah satu dari dua pelaku curanmor digiring petugas di Polsek Bukit Bestari, Sabtu (11/3), F Osias De / batampos

batampos.co.id – RT, 20, dan DAN, 19, pelaku pencurian sepeda motor dan pencurian di dua warung kaki lima ditangkap jajaran Polsek Bukit Bestari, Sabtu (11/3) pagi.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita barang bukti sepeda motor dan isi warung yang dicuri.

Kapolsek Bukit Bestari, Kompol Arbaridi Jumhur, melalui Kanit Reskrim, Ipda Raja Vindo mengatakan penangkapan terhadap tersangka dilakukan pihaknya berdasarkan informasi masyarakat dan adanya laporan polisi yang diterima kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

“Kedua pelaku kami tangkap di gubuk dekat Jalan Kuantan. Saat kami amankan, mereka sedang mempreteli motor Yamaha Vega R BP 4027 FI yang dicuri pelaku dekat Perumnas Seijang, beberapa jam sebelum tertangkap,” ujar Vindo.

Dikatakan Vindo, dari hasil pengembangan terhadap pelaku. Keduanya mengaku juga melakukan pencurian di warung kaki lima di depan RSUP Ahmad Thabib dan Jalan Raja Haji Fisabilillah di Batu Delapan. Hal ini, karena selain menemukan motor yang dicuri. Pihaknya juga menemukan dua tas yang berisi hasil kejahatan mereka.

“Ada Susu sachet, beberapa bungkus rokok, minuman ringan. Selain itu kami juga menemukan senjata tajam jenis sangkur, linggis yang digunakan untuk menjalankan aksinya,”kata Vindo.

Diterangkan Vindo, dalam menjalankan aksinya mencuri motor. Modus yang digunakan pelaku yakni mengincar motor yang terparkir dan melakukan aksinya ditengah malam saat target atau korbannya istirahat.

“Pengakuannya baru sekali ini mencuri motor. Kami juga belum tahu apakah motor ini mau dijual mereka atau di pakai sendiri. Kami akan membuat pelaku jujur untuk mengetahui apakah motor itu untuk dijual kembali atau dipakai sendiri,” terang Vindo.

Sementara itu, saat ditanya siapa pemilik gubuk yang dijadikan pelaku untuk mempreteli motor curian tersebut. Vindo menerangkan gubuk tersebut milik rekan pelaku bernama Anton. Namun, Anton tidak mengetahui kegiatan kedua pelaku itu.

“Pelaku bilang temannya itu (Anton) tidak mengetahui perbuatan mereka ini. Karena waktu kedua pelaku ke gubuk itu Anton sudah tidur. Kemudian mereka juga numpang tidur. Nah, mereka bangun rekannya itu juga sudah tidak ada di gubuk untuk bekerja sebagai buruh,” ucap Vindo.

Akibat perbuatannya, jelas Vindo, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan yang mana ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

“Mereka saat ini mendekam di sel tahanan Polsek Bukit Bestari, untuk mempertanggungjawabkannya perbuatannya. Mereka juga masih kami lakukan pemeriksaan intensif dalam rangka pengembangan,”pungkasnya. (ias)