Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13556

Berkunjung ke Galleri Oxley Holding Limited Singapura

0

“Harganya Rp 600 juta per meter persegi. Ada 29 lantai. Semua habis terjual dalam waktu tujuh jam,” ujar Eugene Lim, Maketing Director Oxley Holding Limited tentang Oxley Tower di Singapura.

Eugene Lim memaparkan salah satu properti prestius Oxley Holding Limited itu, saat kami berada di Oxley Singapore Project Gallery di Clemenceau Avenue. Rombongan agen properti dari Batam yang mendengar itu nyaris bersamaan membundarkan bibirnya. Tanda kaget dan takjub.

Oxley Tower ini berada di 138 Robinson Road. Salah satu kawasan bisnis prestisius di Singapura. Oxley Tower yang bersanding dengan bangunan-bangunan pencakar langit lainnya di Robinson Road adalah gedung perkantoran, bisnis, dan pusat belanja. Tingginya 32 lantai. Sebanyak 29 lantai untuk perkantoran, restauran, gym, dan spa. Sementara tiga lantai untuk toko dan kafe.

“Oxley Tower ini sudah diserahterimakan April dan sudah ditempati,” ungkap Eugene Lim.

Selain Oxley Tower, Oxley Holding Limited punya sejumlah proyek properti lainnya di Singapura. Beberapa maketnya di pamerkan di Oxley Singapore Project Gallery. Ada The Rise @ Oxley, Flora View, dan The Flow. The Rise @ Oxley adalah residensial berupa apartemen dan unit komersil. Terdiri dari 120 unit apartemen di bagian atas, sedangkan dua level di bawah sebagai unit komersil berupa toko sewa. “Apartemen ini tersisa 53 unit,” ungkap Eugene Lim.

Sementara Flora View yang terdiri dari tiga blok bangunan sudah terjual 70 persen. Proyek yang berlokasi di 7 Ang Mo Kio Street 66 ini terdiri dari 90 unit residensial flat dan 28 unit komersil area berupa toko dan restoran. Sedangkan The Flow merupakan pusat perbelanjaan dan gaya hidup. Properti di 66 East Coast Road ini memiliki sebanyak 56 unit. Terdiri dari 34 unit toko, 10 unit restauran, 11 unit untuk klinik, dan satu foodcourt.

“Tersisa 10 unit saja. Harganya Rp 25 miliar (per unit),” ungkap dia.

Oxley Holding Limited memiliki 29 proyek properti di Singapura. Sebanyak 25 proyek sudah diserahterimakan. Proyek properti lainnya yang kami kunjungi adalah Novotel Singapore dan Ibis Singapore. Dua hotel di Steven Road ini memang dikelola dua hotel besar tersebut, tetapi propertinya milik Oxley. Proyek yang baru dimulai itu, nantinya bakal terdiri dari dua bangunan utama. Bangunan sebelah kanan dipakai Ibis Singapura dan bakal memiliki 300 kamar. Sementara bangunan bagian kanan digunakan Novotel Singapore. “Novotel nantinya memiliki 200-an unit kamar,” katanya.

Sebelum mengunjungi Oxley Singapore Project Gallery dan beberapa proyek Oxley lainnya, kami telah mengunjungi Oxley International Projec Gallery di Palais Renaissance, Orchard Road. Di sinilah proyek-proyek internasional Oxley di sejumlah negara dipamerkan. Tiga di antaranya, The Bridge dan The Peak, keduanya di Kamboja, dan Royal Wharf di London, Inggris.

Eugene menjelaskan, The Peak di Kamboja adalah apartemen dan hotel. Dua tower untuk hunian dan satu tower lainnya untuk perkantoran dan Hotel Shangrilla. Towernya setinggi 55 lantai dengan sentuhan warna tembaga. Lalu The Bridge bakalan menjadi kawasan hunian (apartemen) dan komersil. Dengan tinggi 45 lantai, empat tower bangunan ini akan digunakan untuk apartemen, penthouse, dan komersial unit. Bahkan di bagian bawa dilengkapi pusat perbelanjaan. The Bridge pun digadang-gadang bakal menjadi ikon kawasan prestisius di Phnom Penh, Kamboja.

“Proyek-proyek ini sudah terjual 90 persen,” ujar dia sembari menambahkan kedua properti ini berada di jantung kota Phnom Penh.

Tak hanya merambah negara berkembang seperti Kamboja, Oxley juga melebarkan sayapnya hingga ke Inggris. Di salah satu kota terbesar di dunia, London, Oxley membangun kawasan hunian baru yang dinamai Royal Wharf. Di kawasan seluas 363 ribu meter persegi ini, Oxley membangun 3.400 unit apartemen dan townhouse. Lalu ada kawasan perkantoran dan bisnis. Sekitar 40 persen dari kawasan Royal Wharf ini berupa green area.

“Ini adalah proyek pertama kami di London (Inggris). Sebanyak 90 persen juga sudah terjual,” ungkap dia.

Menurut Eugene Lim, Oxley sudah dikenal dengan penjualan propertinya yang cepat. Salah satu contohnya ya Oxley Tower tadi. Meski harganya yang fantastis, pembeli sampai antre dan laris hanya dalam waktu tujuh jam. Melihat minat pembeli di Singapura dan berbagai negara, Oxley terus berekspansi.

Setelah Kamboja dan London, Oxley terus merambah bisnis properti di negara lain. Malaysia, Myanmar, Irlandia, dan Indonesia, tujuan berinvestasi berikutnya. Ini menunjukkan bisnis properti tak ada matinya bagi Oxley Holding Limited. Mereka terus melihat prospek yang bagus. Termasuk di Batam.

Dikutip dari laman apartmenoxley, beberapa waktu lalu, Executive Chaiman and CEO Oxley Holding Limited, Ching Chiat Kwong, mengatakan, Oxley hadir di Batam karena melihat Batam yang begitu prospektif di masa depan. Marketing Director Oxley Holding Limited, Eugene Lim juga yakin proyek di Batam ini akan terjual cepat seperti di Kamboja dan Singapura.

Saat ini Oxley Holding Limited dan PT Karya Indo Batam memang membangun Oxley Convention City di Batam. Proyek di Batam ini merupakan proyek pertama Oxley di Indonesia. Di atas lahan empat hektare, Oxley Holding Limited dan PT Karya Indo Batam akan membangun Oxley Convention City yang merupakan kawasan dengan konsep terintegrasi antara hunian, pusat perbelanjaan, perkantoran dan hotel. Terdiri dari lima tower.

“Akhir April akan kami luncurkan di Singapura dan awal Mei ground breaking,” ungkap Eugene Lim.

Oxley Convention City ini terletak di lokasi yang strategis di Jalan Raja Haji Fisabilillah. Tepatnya di simpang Gelael yang merupakan lintasan emas Batam. Disebut demikian karena posisinya di antara pusat bisnis di Jodoh-Nagoya dan Batam Centre.

Lokasi dan konsep inilah yang menjadi andalan Oxley Convention City untuk menjadi proyek prestisius di Batam. Seperti di Phon Pehn, Oxley Convention City ini akan memberikan kebanggaan bagi Batam dan akan menjadi ikon Batam.

Keunggulan-keunggulan itulah yang diyakini akan menarik minat pembeli. Terlebih standar pembangunan Oxley Convention City mengikuti standar yang telah diterapkan di Singapura. Bahkan standar keamanannya mengacu pada standar keamanan di Singapura yang sudah internasional. Pembangunannya melibatkan arsitektur berpengalaman dan teruji, yakni Surbana Jurong. Juga mengingat reputasi Oxley di beberapa negara lain. Jadi Oxley Convention City diyakini bakal laris manis.

Keyakinan itu ditunjukkan dengan rencana kenaikan harga. Eugene Lim mengungkapkan, setelah ground breaking, harga unit apartemen di Oxley Convetion Citiy akan naik. Eugene memberikan bocoran, kenaikan harganya bahkan sampai dua digit. Adapun target pembangunan selama 36 bulan. (uma)

Disnaker Gelar Pelatihan ke Pelaku IKM dan UKM

0

batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun menggelar pelatihan bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) di Karimun, Selasa (25/4)

”Ada 10 peserta dari pelaku IKM yang ada di Karimun. Mereka kita latih untuk bisa membuat alat produksi berbasis maritim, sehingga tidak perlu memesan dari luar dengan bahan baku pembuatan alat produksi banyak didapat di Karimun,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun Hazmi Yuliansyah.

Dengan demikian, diharapkan bagi pelaku UKM nantinya dapat meningkatkan penghasilan pendapatan selain usaha yang sudah ada. Serta bisa menjalin hubungan antara Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian sebagai pembina IKM dan Pemerintah Daerah dalam pengembangan usaha.

”Pelatihan ini ada teori dan prakteknya, selama tiga hari dengan narasumber dua orang dari Kementerian Perindustrian Bandung. Yang akan memberikan materi bagaimana membuat alat produksi dengan mudah dan murah,” ungkapnya.

Sehingga, kata Hazmi lagi ketika sudah mahir pelaku IKM tersebut dalam membuat alat produksi bisa memesan produk tersebut ke IKM yang sudah dilatih. Artinya, tidak perlu memesan alat produksi ke luar daerah, karena sudah ada pembuatannya dan tidak kalau hasil produknya.

”Intinya kita ingin produk lokal bisa dibeli oleh pelaku-pelaku IKM yang ada di Karimun,” jelasnya.

Sementara narasumber yang memberikan materi dari Kementerian Perindustrian Nana Johana dan Disman memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Daerah Karimun yang memberikan kesempatan kepada para pelaku IKM untuk menambah ilmu dan keahlian baru. Supaya bisa meningkatkan produksi usaha maupun mengembangkan usaha baru yang didapat dari pelatihan.

”Sangat tepat sekali pelatihan ini. Menurut saya, daerah yang berbatasan langsung dengan negara harus bisa memanfaatkan membuat alat produksi yang berbasis kemaritiman. Seperti pembuatan kerupuk maupun yang lainnya, dari yang manual menjadi semi teknologi,” ucapnya. (tri)

Satu Pelaku Pembobol Toko Mas Perempuan Dibekuk di Batam

0
Kapolres Karimun, AKBP Armaini didampingi Kasat Reskrim, AKP Dwihatmoko menunjukkan barang bukti hasil pembobolan Toka Mas Naura dan satu tersangka wanita. F.Sandi/batampos.

batampos.co.id – Tim Buser Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Karimun berhasil mengamankan satu orang wanita yang terlibat dalam aksi pembobolan atau pencurian dengan pemberatan (Curat) di Toko Mas Nuara yang berlokasi di Pasar Puan Mainun, Kecamatan Karimun Kamis (13/4) dua pekan lalu.

”Hasil penyelidikan yang kami lakukan akhirnya mengetahui siapa saja pelaku yang terlibat dalam aksi Curat Toko Mas Naura di Pasar Puan Maimun beberapa waktu lalu. Jumlahnya lima orang, salah satunya wanita berinisial T yang sudah ditangkap pekan lalu di tempat tinggalnya di Bengkong, Batam. Dari tangan tersangka ditemukan barang bukti perhiasan dalam bentuk perak berbagai model. Seperti kalung, gelang, anting dan juga cincin diperkirakan nilainya Rp20 juta,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Armain, Selasa (25/4).

Untuk empat orang lagi, kata Kapolres, sudah lari meninggalkan batam dan diperkirakan seluruhnya berada di Pulau Jawa. Namun, keempat pelaku identitasnya sudah diketahui. Masing-masing berinisial Ab, Di, Ed dan Si. Bahkan, salah seorang DPO berinisial Ed merupakan abang kandung dari tersangka T. Untuk barang bukti dalam bentuk emas sudah dibawa keempat pelaku. Sedangkan dalam bentuk perak masih ditangan tersangka.

”Terungkapnya aksi Curat di Toko mas Naura yang menimbulkan kerugian Rp 430 juta berawal dari salah satu barang bukti yang ditinggalkan pelaku di dalam toko mas. Yakni, tabung gas elpiji brigh 12 kg. Dengan adanya tanda pada tabung gas, maka polisi langsung menuju ke tempat yang menjualnya. Dan, di tempat menjual juga ada CCTv dan setelah dilihat rekaman CCTv yang ada di tempat penjualan gas elpiji terlihat seorang perempuan yang membawa tabung gas yang dimaksud. Selain itu, rekaman CCTv di pasar juga dicocokan, ternyata benar salah satu pelaku adalah wanita,” paparnya.

Dikatakan Kapolres, jadi sebelum beraksi di Toko Mas Naura, tersangka T ditugasi mencari tempat tinggal di Pelipit, Kecamatan Karimun. Setelah itu, melakukan pengamatan selama dua hari terhadap toko mas tersebut. Karena, di dalam toko mas tidak ada CCTv dan berangkas untuk menyimpan barang berharga juga kecil. Setelah dapat tempat tinggal tersangka T pulang ke Batam dan datang bersama rombongan ke Tanjungbalai Karimun membawa tabung eksigen dan juga cutting torch atau alat pemotong besi menggunakan gas.

”Pada saat pembobolan terjadi, tersangka T ikut ke lapangan. Namun, yang melakukan pembobolan berangkas hanya dua orang. Sedangkan T bersama dua orang yang lain melakukan penjagaan di luar toko. Aksi kelima pelaku berlangsung mulus sebab dua hari melakukan pantauan dari sore sampai dengan malam hari. Sehingga, sudah mengetahui kapan bisa melakukan aksinya tanpa ketahuan sekuriti pasar,” ungkapnya. (san)

Jalan Antardesa Rusak Parah

0
Kondisi jalan antardesa rusak parah. F. Imam Soekarno/batampos.

batampos.co.id – Jalan Desa Lubuk Kecamatan Kundur sepanjang 200 meter mengalami rusak parah. Jalan tanah yang belum diaspal itu, hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

Warga Desa Lubuk cukup lama mengeluhkan kondisi jalan antardesa di Tanjungsari tersebut. Meskipun sudah sering diusulkan pengaspalan, namun sampai sekarang belum pernah terwujud. Apalagi sebatas diperbaiki agar jalan tetap dapat dilalui kendaraan.
Guna bisa dilewati kendaraan, warga terpaksa memasang pasir dalam karung di sepanjang jalan yang rusak tersebut. Warga minta agar pemerintah Karimun segera memperbaiki jalan yang rusak parah.

“Kami perkirakan, jalan yang rusak parah sepanjang 200 meter. Itu merupakan sisa dari pengaspalan jalan beberapa tahun lalu. Sebelumnya sudah ada penimbunan jalan karena lama dibiarkan sehingga kondisi jalan rusak kembali,” sebut Anto, 56 warga setempat, Selasa (25/4) kemarin.

Lebih lanjut dikatakan kondisi jalan yang rusak menyebabkan terganggungaya aktifitas warga. Selain jalan Tanjungsari Lubuk, jalan penghubung antar kecamatan juga rusak parah. Ironisnya sejauh ini belum pernah ada perbaikan yang dilakukan pemerintah Karimun. (ims)

Foraka untuk Pengembangan Kreativitas Pelajar

0
Para pelajar yang tergabung dalam Foraka lagi berdiskusi saat pembentukan. F.Tri Haryono/batampos.

batampos.co.id – Keberadaan Forum Anak Karimun (Foraka) yang baru saja memilih ketua dan kepengurusannya untuk periode 2017-2019 sebagai wadah pengembangan kreativitas para pelajar mulai tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat. Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, KB, PP dan PA Karimun Herita.

”Berdirinya Foraka ini sejak 2013 lalu. Dan sudah menciptakan pelajar yang berkualitas, hingga ada yang sudah sekolah di Cina dan beberapa daerah lainnya,” jelas wanita berjilbab ini, kemarin (25/4).

Tujuan pembentukan kepengurusan Foraka selain sebagai wadah pengembangan kreativitas pelajar juga untuk meningkatkan kreativitas pelajar, jugua untuk meningkatkan efektivitas pengembangan anak anak secara terkoordinasi, terencana dan berkeseinambungan.

Sebanyak 75 pelajar yang tergabung dalam Foraka, mereka belajar bagaimana menyatukan pendapat untuk menghasilkan suatu gagasan yang cermerlang sebagai masukkan kepada Kepala Daerah.

”Di sinilah, para pelajar dari berbagai karakter dan sifat satu dengan yang lainnya berbeda harus bisa disatukan dengan satu suara. Dan saya berharap bisa terbentuk Foraka hingga tingkat Desa/Kelurahan, agar bisa membantu pendampingan anak ketika ada kendala,” paparnya.

Sementara Ketua Foraka Muhammad Nur Hakim mengungkapkan, komitmennya untuk menjadikan kabupaten Karimun sebagai Kota Layak Anak (KLA). Supaya anak-anak Karimun bisa nyaman untuk beraktivitas di luar, dengan memberikan masukkan kepada Pemerintah Daerah dalam pembangunan fasilitas ruang terbuka untuk anak.
”Permainan tradisional sudah ditinggalkan oleh anak-anak zaman sekarang. Padahal permainan tradisional itu, sangat besar manfaatnya untuk mendidik karakter dalam kebersamaan,” ungkapnya. (tri)

Puluhan Miliar untuk Tunjangan Pejabat

0

batampos.co.id – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Tanjungpinang, Endri Sanopaka menyarankan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun melakukan evaluasi kembali atas kebijakannya dalam memberikan tambahan pendapatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kepri.

“Memang benar, aturan memperbolehkan adanya tambahan pendapatan bagi pejabat di daerah. Yakni dengan melihat kemampuan keuangan daerah,” ujar Endri Sanopaka, Selasa (25/4) di Tanjungpinang.

Menurut Endri, kondisi keuangan sekarang ini cendrung tidak stabil. Ditambah dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak menggembirakan. Tentu harus ada efesiensi-efesien yang harus dilakukan. Sehingga rencana pembangunan tidak terganggu.

“Kita lihat beberapa kali APBD Kepri didera defisit. Tetapi anggaran yang diefesiensi adalah anggaran pembangunan. Sebenarnya, kalau dikalkulasikan tunjangan yang diberikan cukup fantastis nilainya. Dari sektor ini bisa dilakukan penyesuai kembali,” paparnya.

Masih kata Endri, gubernur sebagai kepala daerah juga harus bijak dalam membuat kebijakan. Dijelaskannya, tunjangan yang diberikan adalah reward bagi sebuah prestasi. Akan tetapi, apa arti tunjangan kalau kinerja tidak menggembirakan. Idealnya, reward diberikan kalau hasil kerjanya melebih standar yang ditetapkan.

“Ini kebijakan yang sudah terlanjur ada. Sebenarnya remunerasi sudah mengarah pada kinerja pegawai. Terobosan ini lebih baik, daripada membuat kebijakan yang memanjakan,” tutup Endri Sanopaka.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua mengatakan puluhan miliar APBD Kepri dalam satu tahun anggaran hanya dihabiskan untuk membayar tunjangan pejabat. Atas dasar itu, Gubernur Kepri diharapkan melakukan peninjauan kembali atas Peraturan Gubernur (Pergub) tentang tambahan penghasilan bagi pejabat.

Menurut Rudy, Pergub ini menjadi celah, untuk mendapatkan APBD. Sehingga menjadi pundi-pundi pendapatan di luar gaji dan tunjangan yang jelas didapat oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).  Disebutkannya, tunjangan yang diberikan kepada pejabat adalah berupa tunjangan struktural, prestasi kerja, tunjangan kelanggan profesi, honor (Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan).

Selain itu ada juga tunjangan beban kerja. Akan tetapi tunjangan beban kerja hanya dinikmati sejumlah Organisasi Perangkat Daerah.(jpg)

Pemprov Tolak Revisi Pergub Disiplin

0
Seorang ASN melakukan absen dengan finger print di Kantor Gubkepri Dompak beberapa waktu lalu. Banyak ASN yang protes diterapkannya finger print ini. F.Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Arif Fadilah menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri sudah menyempurnakan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 6 Tahun 2017 tentang disiplin pegawai. Sehingga tidak perlu lagi untuk direvisi.

“Sudah kita sempurnakan dan menyesuaikan dengan aspirasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Saat ini sedang dilakukan proses sosialiasi ditingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri,” ujar Arif Fadilah menjawab pertanyaan media usai menghadiri sidang paripurna di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang, Rabu (25/4).

Masih kata Arif, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan penerapan Pergub itu nanti. Apalagi didalamnya sudah jelas mengenai petunjuk teknis (juknis) maupun petunjuk pelaksanaannya (juklak). Menurut Arif, adanya peraturan ini adalah untuk membentuk disiplin pegawai.

“Pak gubernur sangat menginginkan ASN di lingkungan Pemprov Kepri disiplin dan punya kinerja yang bagus. Pergub Disiplin ini juga untuk kebaikan kita bersama,” papar Arif. Ditanya kapan akan diberlakukan kembali Pergub tersebut. Mantan Sekda Karimun itu mengatakan tetap mengacu pada Surat Edaran (SE) sebelumnya. Karena masih dalam tahap penyempurnaan, maka akan diberlakukan kembali pada 1 Mei mendatang.

“Kita berharap, semua ASN dapat mendukung program kerja ini. Selain itu adalah memberikan yang terbaik, atas tanggungjawab yang diamanahkan,” tutup Arif.

Terpisah, SB salah satu ASN di lingkungan Pemprov mengaku, meskipun sempat dibatalkan penerapannya di bulan April ini. Akan tetapi tunjangan kerjanya tetap dipangkas. Bahkan sampai saat ini, apa yang menjadi haknya masih belum dikembalikan.

“Sebelum dibatalkan, tunjangan sudah dipotong duluan. Jujur kita berharap tunjangan tersebut segera dikembalikan,” ujar SB, kemarin.

Sebelumnya, Pejabat Eselon IV Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Sumantri Ardi meminta Gubernur Kepri, Nurdin Basirun melakukan revisi atas Peraturan Gubernur Nomor 06 Tahun 2017 tentang kedisiplinan pegawai. Menurutnya masih banyak aturan yang harus dirubah, karena merugikan.

“Didalam Undang-Undang (UU) Kepegawaian, setiap ASN berhak untuk mendapatkan gaji dan tunjangan. Artinya itu hak yang wajib dan tidak boleh diganggu gugat,” ujar Sumatri Ardi Menurut Sumatri, gaji dan tunjangan adalah bagian dan kesejahteraan pegawai. Ditegaskannya, apabila Pergub tersebut dipaksakan penerapannya, tanpa adanya revisi, jelas Pergub tersebut tidak berprikemanusiaan. Sehingga tidak bisa dibayangkan, apabila gaji honorer yang dipotong.

“Hal-hal seperti ini harusnya ada pengecualian. Jangan sampai, peraturan yang dibuat menimbulkan sumpah serapah kepada pimpinan,” jelas Sumantri Ardi.(jpg)

Curi Hape, Suryawan Dihajar Massa

0

batampos.co.id – Muhammad Suryawan, 33, babak belur dihajar massa, karena ketahuan mencuri hape milik Syakirang, 29, warga Jalan Rumah Sakit, Gang Kepaya, Senin (24/4) sekitar pukul 19.30 WIB.

Informasi yang dihimpun, peristiwa pencurian tersebut berawal ketika pemilik hape tersebut tertidur pulas di rumahnya karena saat itu listrik sedang padam. Pelaku yang melihat ada kesempatan langsung masuk ke rumah korban melalui pintu depan, kemudian mencekik dan mengambil hape Nokia milik korban.

Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Yuhendri, membenarkan adanya penangkapan maling yang dilakukan oleh warga. Saat ini, pihaknya pun sudah melakukan penambahan terhadap yang bersangkutan.

“Iya ada, sudah kami tahan. Yang bersangkutan diamankan warga dan diserahkan ke kami,”ujar Yuhe, Selasa (25/4).

Dikatakan Yuhe, saat korban dicekik oleh pelaku. Korban pun sempat memberikan perlawanan dan berkelahi dengan pelaku. Namun, pelaku langsung melarikan diri dan dikejar korban sambil berteriak maling. Mendengar teriakan itu warga turut mengejar pelaku.

“Pelaku tertangkap setelah sempat terjadi kejar-kejaran sama warga di seputaran perkampungan itu,”kata Yuhe.

Saat ini, sambung Yuhe, pelaku sudah berada di dalam sel dan sedang menjalani pemeriksaan intensif atas perbuatannya tersebut.

“Pelaku kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” pungkas Yuhe.(ias)

Tim WFQR Tangkap Dua Kapal Tanker

0
Petugas mengamankan ABK Kapal Tanker di perairan Tanjung Uma, Batam. F.Lantamal IV untuk Batam Pos

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang, berhasil menangkap dua Kapal Tanker MT Brama Ocean, berbendera Malabo GT 314 dan MT Orca, berbendera Fiji GT 127, yang kabur dari pengawasan APPM Agency, Maritim Malaysia di Tanjung Penyusop, Kota Tinggi, Malaysia.

Penangkapan terhadap kedua kapal tersebut berawal dari informasi yang dikirim APMM Malaysia, ke Lantamal IV. Kemudian Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, pun langsung memerintahkan jajarannya untuk melaksanakan pengumpulan data terhadap kemungkinan kedua kapal tersebut berlayar ke perairan Kepri.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, mengatakan kapal tersebut diamankan pihaknya di perairan Tanjunguma, Batam. Penangkapan sendiri setelah pihaknya, melakukan pengejaran beberapa wilayah perairan diantaranya di Batam, Bintan dan Karimun.

“Kapal tersebut diamankan, Minggu (23/4) lalu. Yang mana tim WFQR langsung dipimpin Asintel, langsung on board penyisiran. Kapal itu dapat di perairan Tanjunguma,” ujar Ribut, Selasa (25/4).

Dikatakan Ribut, saat menemukan kapal tersebut. Pihaknya, langsung melakukan pemeriksaan terkait kapal untuk memastikan sesuai data yang dikirim APMM Malaysia.

“Setelah dilakukan pemeriksaan. Sesuai data ada kecocokan. Untuk itu langsung diamankan,”kata Ribut.

Diterangkan Ribut, saat diamankan kapal tersebut sedang lego jangkar. Saat itu, tim hanya menemui satu orang di atas kapal MT Orca. Pengakuan pria berinisial M itu, total keseluruhan orang yang berada di dalam kapal sebanyak enam orang.

“Satu orang berada di kapal. Sedangkan lima orang lainnya sedang ke darat. Untuk menghilangkan jejak, kapal yang dibawa kabur ini di cat ulang oleh mereka. Bahkan, nama kapal di lambung kiri dan kanan dihilangkan untuk mengelabui petugas,”terang Ribut. Sedangkan kapal MT Brama Ocean, sambung Ribut, ditemukan pihaknya saat sedang sandar di sebelah kapal MT Orca. Di kapal tersebut ,terdapat empat orang yang terdiri dari satu Nakhoda, dan tiga ABK.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka membawa kabur kapal tersebut karena perintah pria berinisial A warga negara Indonesia,”ucapnya.

Saat ini, kedua kapal tersebut telah diamankan di dermaga Yos Sudarso, Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna proses hukum lebih lanjut.

“Untuk Nakhoda dan ABK kedua kapal itu, masih kami lakukan pemeriksaan untuk proses lebih lanjut,”pungkasnya.(ias)

Tarif Listrik di Batam Pakai Sistem Blok

0

batampos.co.id – Dalam Pergub Kepri Nomor 21/2017 tentang Tarif PLN Batam ternyata berlaku tarif bersifat progresif. PLN Batam dan Dinas ESDM Kepri menyebutnya tarif sistem blok.  Artinya, tarif yang dikenakan kepada konsumen tidak tetap, tetapi bisa naik jika sudah melewati skala batas pemakaian.

”Kita ingin tahu progresif tarif atau single tarif, kalau bukan progresif kenapa pakai sistem blok,” ucap Fachry Agusta dari Yayasan Lembaga Konsumen Batam.

Dia mengatakan, skema tarif ini justru ’jebakan Batman’ untuk masyarakat. Pasalnya, tarif yang dibagi jadi tiga blok tarif, 0-20 Kwh, 21-59 Kwh, 60-ke atas tersebut, pemberlakukannya berdasarkan blok tarif tertinggi yang dipakai masyarakat. Contohnya, jika masyarakat memakai lebih satu Kwh saja dari blok I, masyarakat harus membayar dengan hitungan sesuai blok II.

Maka dari itu, ia merekomendasikan agar kata ’seluruh pemakaian’ dalam Peraturan Gubernur (Pergub) 21 Tahun 2017 direvisi. ”Hilangkan saja kata itu, ini menjebak masyarakat, bayarnya nanti banyak jadinya,” sebut dia.

Menanggapi ini, perwakilan Dinas ESDM Kepri, Marzuki mengatakan mengacu pada bab lima Pergub 21, tarif listrik Batam reguler menggunakan istilah batas hemat. ”Ini dilakuan supaya penggunaan listrik efisien,” ucapnya.

Senada dengan hal ini, Head of Commercial PLN Batam, Solider Sinaga cara ini agar masyarakat lebih hemat dalam memakai listrik. ”Semakin banyak berarti dia mampu, makanya kita terapkan tarif yang seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu penetapan tarif baru listrik Batam yang menuai gejolak di masyarakat memunculkan desakan agar PLN Batam membuka laporan keuangan mereka agar klaim kerugian yang disampaikan selama ini bisa dibuktikan.

”Saya percaya PLN merugi karena sudah diaudit BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan). Audit BPKP menyebutkan ada kerugian. Dan itu dilampirkan dalam usulan kenaikan tarif,” kata Amjon.
Sekretaris Perusahaan PLN Batam Syamsul Bahri mengatakan, selain diaudit BPKP, PLN batam juga diaudit kantor auditor publik nomor 4 dunia, Price Waterhouse Cooper. ”Itu bukan klaim kami. Itu hasil audit auditor publik,” katanya.  (cr13)