batampos.co.id – Muhammad Suryawan, 33, babak belur dihajar massa, karena ketahuan mencuri hape milik Syakirang, 29, warga Jalan Rumah Sakit, Gang Kepaya, Senin (24/4) sekitar pukul 19.30 WIB.
Informasi yang dihimpun, peristiwa pencurian tersebut berawal ketika pemilik hape tersebut tertidur pulas di rumahnya karena saat itu listrik sedang padam. Pelaku yang melihat ada kesempatan langsung masuk ke rumah korban melalui pintu depan, kemudian mencekik dan mengambil hape Nokia milik korban.
Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Yuhendri, membenarkan adanya penangkapan maling yang dilakukan oleh warga. Saat ini, pihaknya pun sudah melakukan penambahan terhadap yang bersangkutan.
“Iya ada, sudah kami tahan. Yang bersangkutan diamankan warga dan diserahkan ke kami,”ujar Yuhe, Selasa (25/4).
Dikatakan Yuhe, saat korban dicekik oleh pelaku. Korban pun sempat memberikan perlawanan dan berkelahi dengan pelaku. Namun, pelaku langsung melarikan diri dan dikejar korban sambil berteriak maling. Mendengar teriakan itu warga turut mengejar pelaku.
“Pelaku tertangkap setelah sempat terjadi kejar-kejaran sama warga di seputaran perkampungan itu,”kata Yuhe.
Saat ini, sambung Yuhe, pelaku sudah berada di dalam sel dan sedang menjalani pemeriksaan intensif atas perbuatannya tersebut.
“Pelaku kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” pungkas Yuhe.(ias)
Petugas mengamankan ABK Kapal Tanker di perairan Tanjung Uma, Batam. F.Lantamal IV untuk Batam Pos
batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang, berhasil menangkap dua Kapal Tanker MT Brama Ocean, berbendera Malabo GT 314 dan MT Orca, berbendera Fiji GT 127, yang kabur dari pengawasan APPM Agency, Maritim Malaysia di Tanjung Penyusop, Kota Tinggi, Malaysia.
Penangkapan terhadap kedua kapal tersebut berawal dari informasi yang dikirim APMM Malaysia, ke Lantamal IV. Kemudian Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, pun langsung memerintahkan jajarannya untuk melaksanakan pengumpulan data terhadap kemungkinan kedua kapal tersebut berlayar ke perairan Kepri.
Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, mengatakan kapal tersebut diamankan pihaknya di perairan Tanjunguma, Batam. Penangkapan sendiri setelah pihaknya, melakukan pengejaran beberapa wilayah perairan diantaranya di Batam, Bintan dan Karimun.
“Kapal tersebut diamankan, Minggu (23/4) lalu. Yang mana tim WFQR langsung dipimpin Asintel, langsung on board penyisiran. Kapal itu dapat di perairan Tanjunguma,” ujar Ribut, Selasa (25/4).
Dikatakan Ribut, saat menemukan kapal tersebut. Pihaknya, langsung melakukan pemeriksaan terkait kapal untuk memastikan sesuai data yang dikirim APMM Malaysia.
“Setelah dilakukan pemeriksaan. Sesuai data ada kecocokan. Untuk itu langsung diamankan,”kata Ribut.
Diterangkan Ribut, saat diamankan kapal tersebut sedang lego jangkar. Saat itu, tim hanya menemui satu orang di atas kapal MT Orca. Pengakuan pria berinisial M itu, total keseluruhan orang yang berada di dalam kapal sebanyak enam orang.
“Satu orang berada di kapal. Sedangkan lima orang lainnya sedang ke darat. Untuk menghilangkan jejak, kapal yang dibawa kabur ini di cat ulang oleh mereka. Bahkan, nama kapal di lambung kiri dan kanan dihilangkan untuk mengelabui petugas,”terang Ribut. Sedangkan kapal MT Brama Ocean, sambung Ribut, ditemukan pihaknya saat sedang sandar di sebelah kapal MT Orca. Di kapal tersebut ,terdapat empat orang yang terdiri dari satu Nakhoda, dan tiga ABK.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka membawa kabur kapal tersebut karena perintah pria berinisial A warga negara Indonesia,”ucapnya.
Saat ini, kedua kapal tersebut telah diamankan di dermaga Yos Sudarso, Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna proses hukum lebih lanjut.
“Untuk Nakhoda dan ABK kedua kapal itu, masih kami lakukan pemeriksaan untuk proses lebih lanjut,”pungkasnya.(ias)
batampos.co.id – Dalam Pergub Kepri Nomor 21/2017 tentang Tarif PLN Batam ternyata berlaku tarif bersifat progresif. PLN Batam dan Dinas ESDM Kepri menyebutnya tarif sistem blok. Artinya, tarif yang dikenakan kepada konsumen tidak tetap, tetapi bisa naik jika sudah melewati skala batas pemakaian.
”Kita ingin tahu progresif tarif atau single tarif, kalau bukan progresif kenapa pakai sistem blok,” ucap Fachry Agusta dari Yayasan Lembaga Konsumen Batam.
Dia mengatakan, skema tarif ini justru ’jebakan Batman’ untuk masyarakat. Pasalnya, tarif yang dibagi jadi tiga blok tarif, 0-20 Kwh, 21-59 Kwh, 60-ke atas tersebut, pemberlakukannya berdasarkan blok tarif tertinggi yang dipakai masyarakat. Contohnya, jika masyarakat memakai lebih satu Kwh saja dari blok I, masyarakat harus membayar dengan hitungan sesuai blok II.
Maka dari itu, ia merekomendasikan agar kata ’seluruh pemakaian’ dalam Peraturan Gubernur (Pergub) 21 Tahun 2017 direvisi. ”Hilangkan saja kata itu, ini menjebak masyarakat, bayarnya nanti banyak jadinya,” sebut dia.
Menanggapi ini, perwakilan Dinas ESDM Kepri, Marzuki mengatakan mengacu pada bab lima Pergub 21, tarif listrik Batam reguler menggunakan istilah batas hemat. ”Ini dilakuan supaya penggunaan listrik efisien,” ucapnya.
Senada dengan hal ini, Head of Commercial PLN Batam, Solider Sinaga cara ini agar masyarakat lebih hemat dalam memakai listrik. ”Semakin banyak berarti dia mampu, makanya kita terapkan tarif yang seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu penetapan tarif baru listrik Batam yang menuai gejolak di masyarakat memunculkan desakan agar PLN Batam membuka laporan keuangan mereka agar klaim kerugian yang disampaikan selama ini bisa dibuktikan.
”Saya percaya PLN merugi karena sudah diaudit BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan). Audit BPKP menyebutkan ada kerugian. Dan itu dilampirkan dalam usulan kenaikan tarif,” kata Amjon.
Sekretaris Perusahaan PLN Batam Syamsul Bahri mengatakan, selain diaudit BPKP, PLN batam juga diaudit kantor auditor publik nomor 4 dunia, Price Waterhouse Cooper. ”Itu bukan klaim kami. Itu hasil audit auditor publik,” katanya. (cr13)
Penumpang pompong menggunakan jaket keselamatan (Life Jacket) saat hendak menyebrang ke Pulau Penyengat, Sabtu (27/8). Life Jacket wajib digunakan saat menggunakan transportasi laut untuk menjaga keselamatan penumpang selama berada dilaut. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengintruksikan kepada penambang pompong Pulau Penyengat untuk mewajibkan penumpangnya menggunakan life jacket. Sebab life jacket berperan penting dalam memberikan keselamatan nyawa penumpang ketika berada di laut.
“Penambang pompong wajib mengingatkan penumpangnya gunakan life jacket. Kami gak mau insiden pompong terbalik terulang kembali,” ujar Lis dihadapan peserta penyuluhan peningkatan Kemampuan SDM Perhubungan Laut, di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Tanjungpinang, Selasa (25/4).
Dari hasil tinjauannya, kata Lis pemakaian life jacket semakin berkurang. Tercatat dari 200 penumpang yang hilir mudik ke Pulau Penyengat setiap pekannya, hanya 40 persen saja berminat menggunakan life jacket. Selebihnya enggan menggunakan karena kondisi life jacket itu bau dan kotor.
Fenomena minimnya kesadaran keselamatan belayar ini, lanjut Lis tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena dapat membahayakan jiwa penumpang selama aktivitas penyebrangan antar pulau. Apalagi kondisi alam sulit diprediksi jadi utamakanlah keselamatan dibandingkan penampilan atau bergaya.
“Gak ada yang mampu pastikan baik dan buruknya cuaca. Jadi antisipasilah hal yang tidak diinginkan dengan melengkapi alat keselamatan. Sehingga jika musibah melanda tak sampai menelan korban jiwa maupun korban nyawa,” bebernya.
Agar penumpang pompong berminat menggunakan life jacket, sambung Lis diminta para penambang lebih jeli memikirkannya. Seperti mencari formulasi wewangian ataupun sabun pembersih yang tepat sehingga life jacket terjamin kebersihannya. Sedangkan untuk ketersediaannya akan diadakan melalui APBD maupun kerjasama pihak terkait.
“Jasa Raharja dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri memberikan bantuan kepada penampang pompong. Seperti life jacket, lifebuoys, dan lampu navigasi sedangkan dari pemerintah akan diserahkan langsung kepada Dishub Tanjungpinang,” akunya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Tanjungpinang, Abu Mansur mengatakan kegiatan ini digelar agar penambang pompong, supir lori dan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Kota ini memahami pentingnya keselamatan kerja. Kemudian peserta juga dapat mengetahui teknik-teknik ketika memberikan pertolongan kepada orang lain atau penumpang.
“Penyuluhan ini sangat penting karena dapat menambah pengetahuan dan pemahaman dilingkup kerja masing-masing. Maka diminta para peserta bisa mengikutinya dengan serius,” katanya.
Selain penyuluhan, kata Abu peserta juga mendapatkan bantuan alat-alat keselamatan secara gratis. Diantaranya dari Jasa Rahaja dan BI Perwakilan Kepri berupa 25 unit life jacket, 25 unit lifebbuoys dan 25 unit lampu navigasi. Sedangkan dari APBD Tanjungpinang berupa seragam kerja untuk supir lori dan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).
“Peserta yang mengikuti acara ini sebanyak 70 orang. Namun yang menerima bantuan dari Jasa Rahaja dan BI Kepri hanya 25 orang. Sedangkan sisanya dibantu oleh APBD,” ungkapnya. (ary)
batampos.co.id – Meskipun Singapura kini menanamkan investasinya di berbagai daerah di Pulau Jawa, khususnya di Kendal, namun Batam masih tetap menjadi pilihan menarik. Banyak investor Singapura bersiap menanamkan modalnya dengan membuka usaha baru maupun memperluas usahan yang sudah ada.
”Iya, Kepri khususnya Batam masih tetap menarik bagi investor kami di Singapura,” ujar Vivian Balakrishnan, Menteri Luar Negeri Singapura, saat bertemu Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Graha Kepri, Selasa (25/4). Vivian didampingi Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar, Konsulat Singapura untuk Batam Gavin Chay, dan dirjen serta tujuh sektetaris Kementerian Luar Negeri Singapura.
Lalu mengapa banyak yang ragu? Vivian punya alasan mendasar. Menurutnya, meski Batam kawasan terbaik, namun banyak investor Singapura masih menunggu kepastian hukum yang menjamin keberlangsungan usaha mereka.
Vivian mengatakan sejumlah investor Singapura sangat tahu regulasi di Batam sering berubah-ubah. Bahkan, dua lembaga pemerintahan, yakni Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Batam tidak akur. Kondisi ini kian membuat investor ragu berinvestasi di Batam.
”Minat berinvestasi sangat tinggi, tapi kalau tidak ada kepastian hukum, siapa yang berani?” ujarnya.
Tak hanya itu, persoalan kecepatan layanan perizinan, keamanan wilayah, juga menjadi pertimbangan utama bagi investor Singapura untuk menanamkan modalnya di Batam dan wilayah lainnya di Kepri.
Menurutnya, Batam-Singapura saling membutuhkan, sehingga selayaknya ada jaminan kepastian hukum, keamanan, kecepatan layanan perizinan. Dengan begitu, keraguan investor bisa hilang.
”Makanya kami tanya langsung ke Pak Gubernur soal kepastian hukum, keamanan, dan kemudahan layanan perizinan itu,” kata Vivian.
Gubernur sendiri mengakui keluhan investor Singapura yang disampaikan melalui Menlu negara tersebut. Namun Nurdin menegaskan, berbagai upaya terus dilakukan pihaknya untuk menarik investor ke Kepri, khususnya dari Singapura. Hasilnya, ada kemajuan ke arah yang lebih baik, meski belum bisa memuaskan semua kalangan.
Nurdin juga menegaskan ia dan jajaran pemerintah kabupaten/kota di Kepri akan terus berupaya memperbaiki pelayanan. Termasuk bekerjasama dengan berbagai kalangan untuk meningkatkan rasa aman bagi investor.
Terkait hubungan Pemko dan BP Batam yang tak harmonis, Nurdin mengaku sudah menyampaikan ke Presiden Joko Widodo dan sudah menjadi bahasan serius Presiden. Ia optimis, Presiden akan membuat hubungan BP dan Pemko Batam menjadi lebih baik lagi.
Selain itu, pemerintah pusat juga sudah memberikan sinyal untuk membuka kawasan Rempang-Galang sebagai kawasan investasi baru. Investor yang selama ini kesulitan mendapatkan
”Beberapa aturannya sedang disusun oleh pusat. Sementara untuk situasi keamanan sendiri, sejauh ini sangat kondusif,” bebernya.
Dalam pertemuan singkat itu, Nurdin turut menawarkan daerah lain kepada Menlu Vivian untuk berinvestasi. Bintan, Karimun, dan Lingga dengan wilayah yang cukup luas. Kemudian Natuna dan Anambas dengan pesona alamnya yang memikat. Cocok untuk pengembangan kawasan pariwisata.
”Yang jelas di wilayah tersebut tak sesusah di Batam. Kalau ada yang menghambat, temui saya. Saya langsung urus,” tegas Nurdin.
Usai menemui Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Vivian juga menemui Wali Kota Batam di Hotel Best Western Premier Panbil. Tujuannya sama, yakni ingin meminta kepastian hukum sekaligus meminta penjelasan soal hubungan Pemko dan BP Batam yang cenderung tak harmonis.
Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar juga membenarkan pertemuan awal Pemerintah Singapura dengan Kepri untuk menyampaikan keluhan para investor Singapura yang berencana berinvestasi di Batam. Keluhan itu juga bakal disampaikan pada President Joko Widodo yang berencana kembali melawat ke Singapura September nanti.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi usai pertemuan mengatakan, Menlu Singapura menanyakan kondisi Batam. Vivian juga menanyakan kepastian hukum bagi investor dan termasuk hubungan Pemko dan BP Batam yang belum diselesaikan. ”Dia tidak ngomong dualisme tapi kepastian hukum. Kita yakinkan bahwa Pak Jokowi serius menangani hal ini,” kata Rudi.
Menurut Rudi, kepastian hukum ini sangat penting. Apalagi investor Singapura menjadi yang terbesar menanamkan modalnya di Batam.
Duta Besar Singapura untuk Indonesia, sambung Rudi, juga menyampaikan, bahwa sudah banyak perusahaan Singapura yang ada di Batam pindah ke Kendal, namun Rudi meminta tidak ada lagi yang pindah karena Batam akan terus berbenah.
”Singapura dekat Batam dan investasi di Batam sudah sampai 20-30 tahun, kenapa harus pindah. Fasilitas kan sama dengan yang ada di sini,” lanjut Rudi.
Hanya saja di sana kepastian hukumnya jelas. Apalagi Batam usianya sudah mencapai 40 tahun. Sementara untuk mengubah regulasi membutuhkan waktu. ”Makanya saya tegaskan, Batam akan mengarah ke sana. Kepastian hukum akan sama dengan Kendal,” tuturnya.
Selain dua hal ini, Menlu Singapura berjanji bakal membantu menyampaikan ke Presiden Jokowi. Mereka tak ingin investor terganggu, karena investasi di Batam sangat besar. Dan hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Jokowi kepada perdana menteri Singapura dua tahun lalu.
”Kalau dari bahasanya mereka mau regulasi cepat selesai. Permintaan mereka itu sama dengan tujuan kita yakni regulasi satu garis, sehingga ketika ada orang berinvestasi tidak berbelit-belit seperti saat ini,” bebernya.
Menurut Rudi, sistem apa saja yang dibuat hari ini, sama saja. Namun siapa yang mimpin harus berani. ”Kalau ada investasi masuk tangkap dulu, dokumen diselesaikan belakangan. Kalau saya akan demikian supaya orang berani masuk,” pungkas Rudi.
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan juga berkesempatan bertemu dengan pengusaha di Hotel Best Western Premier Panbil. Hadir dalam pertemuan itu CEO Citramas Group Kris Wiluan, Direktur PT Sat Nusapersada Tbk Abidin Hasibuan, dan Pimpinan Panbil Group, Johanes Kennedy Aritonang.
”Mereka (Singapura) melihat begitu banyak kesempatan kerjasama. Apalagi letak Singapura dengan Batam dekat, ” ucap Kris Wiluan.
Menurutnya, agenda pertemuan dengan pengusaha lebih terarah pada pembicaraan bagaimana meningkatkan kerjasama investasi antara Singapura dan Indonesia, khususnya Batam.
”Intinya bagaimana meningkatkan kerjasama yang lebih baik lagi, antara Batam dengan Singapura, antara Kepri dan Singapura,” ujarnya.
Kini, lanjut dia banyak negara Eropa maupun dari Cina ingin berinvestasi ke Indonesia. ”Singapura bisa memfasilitasi bersama-sama dengan Indonesia agar berinvestasi di Indonesia, khususnya Batam,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Panbil Group, Johanes Kennedy mengatakan pihaknya menyampaikan harapan agar wisatawan Singapura sering mengunjungi Batam. ”Kita ingin wisatawan Singapura banyak ke Batam, supaya ada limpahan. Di sana cukup besar, kita ingin sebagian datang ke Batam,” kata Johanes. (cr13/ rng)
Petugas mengevakuasi jenazah Rengki, F Osias De/batampos.
batampos.co.id – Diduga depresi, Rengky Bonaveba Agus, 39, nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam rumahnya di Jalan Transito, Gang Sukajaya IV, nomor 53, RT 04, RW 08, Kelurahan Melayu Kota Piring, Selasa (25/4) sore.
Informasi yang dihimpun, mayat korban ditemukan pertama kali oleh keponakannya, Ramadani, 25, yang hendak bertamu, sekitar pukul 15.30 WIB. Keponakannya itu, pun terkejut dan langsung memberitahukan pada tetangga dan keluarganya.
Salah seorang keluarga korban, Humaidi, 54, mengatakan sebelum ditemukan tewas gantung diri. Dirinya dan korban sempat makan siang bersama. Dirinya pun tidak pernah melihat korban bertingkah aneh.
“Dia tinggal disini baru enam bulan, sebelumnya dia di Palembang. Mungkin dia depresi setelah orang tuanya meninggal belum lama ini,”ujar Humaidi.
Dikatakan Humaidi, korban selama ini ikut bekerja dengan dirinya sebagai buruh bangunan di perumahan di Batu Sembilan. Saat ditemukan, korban tergantung diantara ruang tengah dan dapur dengan menggunakan tali nilon.
“Anak saya melihat pamannya gantung diri pun langsung histeris. Warga pun kaget dan langsung berdatangan,”kata Humaidi.
Terpisah, Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Efendri Ali, mengatakan pihaknya belum mengetahui penyebab pastinya hingga korban nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
“Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan ada tanda kekerasan. Meski begitu, korban tetap dibawa kerumah sakit terlebih dulu,” ujar Efendri Ali.
Dikatakan Efendri, berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya. mayat korbn pertama kali ditemukan oleh keponakannya yang datang untuk bertamu. Namun, saat itu keponakannya itu terkejut melihat pamannya tergantung di tiang abstrak dapur dan ruang tengah.
“Kami dapat laporan itu sekitar pukul 15.30 WIB. Kamipun langsung melakukan olah TKP. Saat kami sampai korban masih dalam posisi tergantung,”pungkasnya.(ias)
batampos.co.id – Wakil Bupati Lingga, M. Nizar menekankan ke seluruh ASN Kabupaten Lingga, agar dapat lebih meningkatkan pelayanan yang baik ke masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya sebagai pemimpin upacara memperingati Hari Otonomi Daerah (otoda) di lapangan Kantor Bupati Lingga, Selasa (25/4).
Pada peringatan Hari Otoda ini, tema yang diambil, dengan semangat otoda, kita tingkatkan kinerja pelayanan publik melalui e-Goverment.
Tema tersebut mengandung empat makna yang harus direalisasikan oleh ASN di seluruh Indonesia. Pertama yakni pelaksanaan otoda harus mampu meningkatkan kinerja pelayanan publik sesuai dengan kepentingan masyarakat.
Berikutnya, upaya peningkatan kinerja pelayanan publik harus dikelola berbasis teknologi informasi dan komunikasi atau electric goverment, agar masyarakat dapat memperoleh informasi dengan mudah, cepat dan tepat tentang prosedur pelayanan publik yang disediakan pemerintah daerah.
Ketiga yakni ketepatan penyediaan pelayanan publik berbasis electric goverment membutuhkan kemampuan dan integritas yang tinggi dari setiap aparatur pemerintah daerah.
Terakhir, upaya peningkatan kinerja pelayanan publik berbasis electric goverment, akan dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang baik dan aparatur pemerintah daerah yang bersih. (wsa)
batampos.co.id – Naik tarif listrik Batam tidak hanya memunculkan protes warga. Di Kelurahan Seilangkai, Sagulung bahkan warga meminta surat keterangan tidak mampu membayar tagihan listrik dari kelurahan.
”Mau tidak mau saya harus keluarkan, apakah berlaku atau tidak itu urusan nanti,” kata Lurah Seilangkai, Chandra.
Menurut Chandra, kenaikan tarif listrik Batam sangat berdampak pada masyarakat kelas bawah. Apalagi kondisi sekarang ekonomi yang sedang lesu. Hampir setiap hari ia menerima keluhan terkait masalah ini di kelurahan berpenduduk 40 ribu jiwa itu. ”Di Sagulung dan Batuaji banyak yang dulu kerja di galangan kapal, kini galangan kapal tutup. Mereka sangat terdampak terkait ini,” terangnya.
Bahkan, menurut dia, ada masyarakat yang menyampaikan agar tarif tidak naik sekaligus, namun dibuat bertahap per tahun. ”Kalau proyek pemerintah bisa multiyears, kenapa tarif listrik tidak?” katanya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi RT dan RW (FKTW) Kota Batam Yusuf meminta penetapan tarif listrik yang mencapai 45 persen ditinjau kembali. Dia mengaku RT RW tahu betul keluhan dan keadaan masyarakat.
”Kami RT RW curahan hati masyarakat paling bawah, tolong tinjau kenaikan tarif ini,” harap Yusuf. Ia juga mengaku hampir setiap hari menerima keluhan warga ihwal naiknya tarif listrik ini. ”Selalu ada yang datang menyampaikan masalah ini. Intinya mereka keberatan dengan kenaikan ini.” katanya.
Ia berharap jika memang ada kenaikan, harusnya pihak terkait dapat menjelaskan secara detail alasan kenapa tarif listrik harus naik. ”Supaya kami bisa juga jelaskan ke masyarakat,” katanya. (cr13)
batampos.co.id – Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Tanjungpinang, beserta anggota Polsek Gunung Kijang, masih melakukan pencarian terhadap jenazah Rio Ardianto 24, warga Kampung Sidomulyo, Tanjungpinang, yang terjatuh dari kelong dan tenggelam di perairan Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Minggu (23/4) lalu.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Abdul Hamid mengatakan pencarian masih terus dilakukan dengan menurunkan satu tim rescue (penyelamat) tim SAR yang berjumlah delapan orang.
“Jenazah belum ditemukan. Kami masih lakukan pencarian terus dihari yang ketiga ini,” ungkap Abdul, di Pantai Trikora, Selasa (25/4).
Fokus pencarian lanjutnya masih dilakukan diseputaran lokasi yang berdekatan dengan tempat kejadian perkara (TKP), dengan menggunakan perahu karet.
Abdul mengakui dalam pencarian ini, tim masih mengalami berbagai kesulitan yang dihadapi yang disebabkan tingginya gelombang pasang laut di perairan Trikora, serta cuaca buruk yang kerap terjadi di Bintan.
“Kami terus berusaha mencari. Mudah-mudahan bisa segera ditemukan,” ungkapnya. Diketahui korban ini dikabarkan terjatuh pada saat sedang memancing bersama dengan abang kandungnya, disalah satu Kelong yang ada di Pantai Trikora, sekitar pukul 19.30 WIB.
“Berdasarkan pengakuan abngnya yang disampaikan orang tuanya kemarin, Rio itu terpeleset, sehingga terjatuh. Sempat dicari tapi tak kelihatan lagi,” jelas Yusran Munir, Kepala Desa Malang Rapat, di Pantai Trikora, Selasa (25/4).
Yusran menuturkan dari pengakuan orang tuanya, Rio ada mengidap penyakit ayan yang dideritanya sejak masih duduk dibangku SMP. “Namun belum bisa dipastikan apakah penyebab jatuh itu karena penyakit yang dideritanya atau tidak. Sebab orang tuanya bilang anaknya sudah lama sembuh,” sebutnya.
Yusran menambahkan saat ini upaya pencarian masih terus dilakukan, dengan melibatkan seluruh pihak, mulai dari kepolisian, tim Sar Tanjungpinang, perangkat desa, dan masyarakat setempat. “Mudah-mudahan bisa ditemukan secepatnya. Kasihan lihat orangtuanya yang terus berharap bisa segera menemukan puteranya itu,” imbuhnya. (cr20)
Sidang terdakwa Ruslan dalam perkara narkotika beragendakan pemeriksaan saksi di PN Batam, Selasa (25/4/2017). Foto:Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos
batampos.co.id – Perkara narkotika yang menjerat Ruslan bin Jais berlanjut ke sidang beragendakan pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (25/4/2017). Terdakwa membantah sebagai pemilik ekstasi 49.930 butir.
Jaksa penuntut umum (JPU) Yogi Nugraha menghadirkan empat saksi penangkap dari Polresta Barelang. Keempatnya menjelaskan kronologi penangkapan terdakwa di Pantai Stres Batuampar, Desember 2016 lalu.
Saksi mengatakan, pihaknya mendapat informasi akan terjadi transaksi narkotika di tempat tersebut. “Kami langsung menuju TKP dan melihat terdakwa sesuai ciri-ciri yang dimaksud,” ujar saksi dihadapan majelis hakim yang dipimpin Endi.
Tampak terdakwa menenteng dua kantong plastik yang setelah diperiksa berisikan puluhan ribu ekstasi. Tepatnya, 49.930 butir ekstasi dengan berat 17.096 gram. “Barang bukti tersebut merupakan titipan Mohan (DPO) di Malaysia yang diberikan ke terdakwa melalui orang suruhan Mohan,” lanjut saksi lainnya.
Para saksi juga memaparkan terdakwa dijanjikan upah RM 1.000 atau sekira Rp 3 juta, jika barang titipan itu dijemput pembeli. “Terdakwa belum tahu kemana ekstasi itu akan diserahkan. Menunggu arahan dari Mohan,” terang saksi.
Dari keterangan saksi-saksi itu, terdakwa membantahnya. Ia mengatakan, saat itu dalam kondisi mabuk dan berjalan di pinggiran Pantai Stres. “Tangan saya kosong, tidak ada membawa suatu benda apapun,” jelasnya.
Terdakwa menambahkan, ia didatangi para saksi lalu dibawa ke tempat yang tak jauh dari posisinya berdiri saat itu. “Di sana ada dua kantong plastik, mereka suruh saya pegang dan saya langsung difoto,” papar terdakwa.
Sambungnya lagi, ia diminta untuk mengaku bahwa barang tersebut adalah miliknya. Bahkan terdakwa sempat ditutupi matanya dengan lakban agar tidak tahu kemana ia dibawa.
“Saya hanya dengar suara mereka yang berbicara lewat telepon bahwa kami sudah dekat ke Tanjungriau. Kemudian saya disuruh turun dari mobil, dan tak lama kami berangkat lagi menuju Polresta Barelang,” ungkap terdakwa.
Pengakuan terdakwa itu sontak mengundang perhatian pengunjung. Namun para saksi menyebutkan keterangan terdakwa itu tidak benar. “Dia berbohong yang mulia,” ucap saksi.
Usai mendengar keterangan saksi dan tanggapan terdakwa, majelis hakim kembali menjadwalkan persidangan Ruslan bin Jais pekan depan. (nji)