batampos.co.id – Bandara Hang Nadim Batam ditunjuk menjadi tempat landing alternatif Bandara Changi, Singapura. Akibat hal ini, Hang Nadim mendapatkan keuntungan dari biaya landing pesawat tujuan Changi yang mendarat di Hang Nadim akibat cuaca buruk atau padatnya lalulintas bandara di Singapura itu.
“Kita mendapat keuntungan dari landing dan parkir Fee itu setahunnya sekitar Rp 500 juta,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, kemarin.
Mengenai Hang Nadim jadi alternatif air port Bandara Changi ini, disebutkan Suwarso sudah lama. Oleh sebab itu beberapa kali Bandara Changi dilanda cuaca buruk dan pesawat tak bisa mendarat.
“Sering beberapa kali kan pesawat asing divert ke Hang Nadim,” ujar Suwarso.
Tak hanya Hang Nadim saja yang mendapat untung dari alternatif AirPort ini. Tapi Airnav juga mendapat keuntungan.
“Kalau gak salah mereka dapat sekitar Rp 3 miliar, kan lumayan menambah pendapatan,” ungkap Suwarso.
Salah satu rute penerbangan ke Changi yang menjadikan Hang Nadim sebagai alternatif AirPort adalah Hongkong ke Singapura.
Suwarso menjelaskan alternatif AirPort adalah sesuatu yang wajar dalam dunia penerbangan. Karena ada faktor-faktor tak terduga yang membuat pesawat tak mendarat di bandara tujuan.
“Penerbangan domestik juga memiliki alternatif AirPort. seperti Jakarta-Medan, disini (Hang Nadim,red) alternatifnya. Namun untuk domestik tak terlalu banyak biayanya, kalau luar (alternatif airport Changi,red) hitungannya Pake dollar,” tutur Suwarso. (ska)
batampos.co.id – Menurut prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Hang Nadim Batam, Kepri masih akan mengalami hujan sedang hingga lebat serta berawan, Sabtu (13/5).
“Untuk Batam, pagi hari kembali diguyur hujan disusul dengan cuaca berawan hingga malam hari,” ujar kepala seksi data dan informasi (Kasi Datin) BMKG Hang Nadim, Suratman, kemarin.
Keadaan tersebut melihat angin dari arah Selatan dengan kecepatan 20 kilometer per jam, dimana suhu mencapai 25 sampai 31 derajat Celsius. “Didukung dengan kelembapan udara yang cukup tinggi berkisar 65 sampai 95 persen, yang memicu pertumbuhan awan konvektif menjadi besar,” terangnya.
Dalam kondisi ini, pihak BMKG kembali mengingatkan untuk berwaspada menggunakan transportasi laut khususnya yang melewati perairan Natuna. “Arus laut cukup besar di wilayah tersebut,” sebut Suratman.
Bagi pengguna transportasi darat, imbauan agar menyediakan perlengkapan pelindung seperti payung dan mantel, sebelum melaksanakan aktifitas di area terbuka. (nji)
batampos.co.id – Pada saat memasuki jam sibuk, sepanjang jalan R Suprapto, Batuaji hingga jalan Ahmad Yani, Batamcenter dijadikan ngetem angkutan kota (angkot). Kondisi ini menjadi salah satu biang kemacetan, parahnya lagi di sepenjang jalan tersebut telah terpasang rambu dilarang parkir.
Wakasat Lantas Polresta Barelang AKP Toni Rido ketika dikonfirmasi Batam Pos, mengatakan pihaknya tidak mendiamkan keberadaan angkot yang ngetem hingga menyebabkan kemacetan tersebut. Mereka selalu kucing-kucingan dengan petugas, setiap kali petugas datang mereka kabur.
“Kami setiap pagi dari anggota pos dengan patwal telah menertibkan di situ. Setiap hari itu, selalu kami tertibkan mulai dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB pagi. Kemudian sorenya, dari pukul 15.00 WIB sampai 18.00 WIB,” katanya.
Setelah ditertibkan, angkot-angkot itu kembali ngetem di sepanjang jalan itu. Mereka seakan tidak memperdulikan arahan dari petugas akan adanya rambu-rambu dilarang parkir di kawasan yang termasuk padat kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Saat anggota sudah tidak ada di pos, setengah jam kemudian mereka kembali seperti itu lagi. Jadi kita sama mereka itu seperti kucing-kucingan,” katanya.
Toni menambahkan, penertiban di sepanjang jalan tersebut merupakan atensi langsung dari Kasat Lantas Polresta Barelang kepada anggota yang berjaga di pos polisi simpang Panbil. Kedepannya pihaknya akan menempatkan anggota untuk menertibkan kawasan itu agar angkot itu tidak sembarangan ngetem.
“Kami akan tempatkan petugas untuk menjaga dan mengawasi lokasi tersebut,” imbuhnya. (cr1)
Sejumlah anak bersemangat mengikuti lomba lari pantai yang diselengarakan ketua RW 08, Zailan Abas, bersama pemuda pemudi di Kampung Melayu, Nongsa, Rabu (17/8/2016). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
batampos.co.id – Sektor ekonomi berbasis pariwisata dapat menjadi andalan baru untuk menopang ekonomi Batam. Asalkan sektor ini digarap dengan baik untuk mengimbangi perlambatan ekonomi global.
“Program pemerintah harus menitikberatkan sektor pariwisata. Pertama harus ada pembenahan infrastruktur, penambahan transportasi publik dan menciptakan badan pariwisata seperti Batam Tourism Board (BTB),” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk dalam acara Batam Tourism Business Forum 2017 di Harris Hotel, Batamcentre, Jumat (12/5).
Pengembangan sektor pariwisata juga harus diintegrasikan dengan konsep informasi dan teknologi (IT) sehingga memunculkan kombinasi yang memadai untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi Batam.
Jadi menganggap Batam tidak bisa bergantung lagi dengan sektor industri berat untuk menopang ekonomi, karena rentan terpengaruh ekonomi global.”Kalau negara tujuan ekspor tengah lesu, maka produk yang dihasilkan industri akan menurun dan sudah pasti akan dilakukan pengurangan tenaga kerja,” tambahnya.
Salah satu contoh pariwisata yang harus dikembangkan adalah pariwisata olahraga.”Lokasi yang dekat dengan luar negeri dapat memberikan dampak cukup besar bagi pemasukan negara lewat sektor tersebut,” tambah Jadi.
Namun, ia tak memungkiri bahwa jalinan kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam sangat dibutuhkan. BP Batam sebagai pemilik Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dan Pemko Batam dengan Dinas Pariwisata sebagai penggagas event pariwisata di Batam.
“Kami juga siap jika diminta untuk melakukan promosi keluar negeri untuk memperkenalkan keunggulan Batam,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Asisten Deputi Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah dari Kementerian Pariwisata, Tazbir mengatakan Batam itu punya potensi pariwisata yang bagus untuk dikembangkan.
“Batam ini sangat dekat dengan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang bagus seperti Malaysia dan Singapura. Sehingga wisman yang datang punya daya beli kuat dan distribusinya pun merata sehingga Batam jadi prioritas,” jelas Tazbir.
Pemerintah sudah gelontorkan banyak dana untuk mempromosikan Batam keluar negeri.”Bentuknya melalui promosi, lewat iklan televisi, sudah ratusan miliar habis untuk ini karena nilai yang didapat dari pemberitaan di media sangat besar,” ujarnya.
Salah satu hal yang perlu diperbaiki untuk membenahi pariwisata di Batam adalah penambahan destinasi wisata baru.”Batam, produk pariwisatanya masih belum kuat sehingga lama tinggal wisman hanya sebentar,” katanya.
Tazbir berharap dengan berlangsungnya forum pariwisata yang bertemakan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi ini, maka akan ada investor yang berniat menanamkan modalnya di Batam di bidang pariwisata.
“Saya harap ada investor yang dapat mengolah kawasan pariwisata baru yang menyajikan suasana alam dan suasana budaya. Orang Singapura sangat suka itu,” jelasnya.
Andika, Ketua ASITA Kepri yang hadir dalam forum diskusi ini mengatakan pihaknya membutuhkan realisasi dari rencana pemerintah terhadap perkembangan pariwisata di Batam.”Kita butuhkan realisasi bukan hanya pernyataan saja,” katanya.
Sebenarnya Batam cukup ramai dengan wisman, apalagi saat liburan panjang.”Ferry dan hotel selalu penuh pada saat liburan panjang,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah daerah harus pandai mensiasati minat wisman asing ke Batam.”Saat ini, orang Korea, India, Vietnam, Srilangka, Myanmar datang ke Batam,” jelasnya.
Hal ini terjadi karena pembebasan visa kunjungan yang dilakukan oleh pemerintah. “Berbeda dengan Orang Singapura yang datang pada hari sabtu atau hari Minggu, maka mereka datang dari Minggu hingga Jumat,” jelasnya.
Andika mengatakan kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menjaring target wisman sebaik mungkin.(leo)
batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyerahkan kunci kepada warga yang mendapat bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Pulau Karas, Selasa (9/5) lalu. Ada 50 RTLH yang direnovasi oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam di pulau yang masuk Kecamatan Galan itu.
Salah satunya, Alias. Dia tampak sumringah ketika menerima kunci replika berukuran besar dengan bahan dasar gabus untuk rumah barunya. Meski lokasi rumah tidak berubah, tapi bagi Alias ini seperti rumah baru. Karena kondisi rumah berganti total pasca renovasi. “Tadinya papan, sekarang semen semua,” kata bapak tiga orang anak ini.
Selain dari segi bahan dasar, luasan rumah juga mengalami perubahan. Menurut Alias, tempat tinggalnya kini sedikit lebih besar dari bangunan sebelumya. Bahkan lebih besar daripada luas yang ditentukan pemerintah pemberi program RTLH ini.
“Agak mending dari yang kemarin ukurannya. Ditentukan Dinas, 6×6. Dibuatnya 8×6. Alhamdulillah cukup bahannya,” kata dia.
Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini mengatakan bantuan yang diberikan Dinas Sosial bukan dalam bentuk uang tunai. Melainkan bahan bangunan seperti semen, seng, broti, pintu, dan jendela.
Rumah barunya ini ia bangun dengan bantuan masyarakat sekitar secara gotong royong. Waktu penyelesaian berkisar dua pekan.
Proses pembangunan dilakukan bertahap per ruangan. Sehingga tetap bisa ia dan keluarganya tempati selama renovasi berlangsung.
Menurut Alias, ada 6-7 rumah lagi yang mendapat bantuan serupa di Pulau Karas. Dan ada beberapa lainnya yang mendapat bantuan rehabilitasi sebagian, bukan bongkar habis seperti rumahnya. Berdasarkan informasi dari tokoh masyarakat Kelurahan Karas, total 50 RTLH yang menerima bantuan rehabilitasi.
Warga lain yang mendapat bantuan renovasi rumah adalah Ira. Ibu dua anak ini menempati rumah panggung di atas laut. Sehingga bahan bangunan yang ia terima berupa seng, papan triplek, broti, dan paku. Sama seperti Alias, rumah Ira juga dibongkar habis. Namun selama pengerjaan, ia tinggal di rumah mertua yang berada tepat di sebelah rumahnya. (mta)
batampos.co.id – Perkumpulan penikmat musik jazz Batam kembali menyelenggarakan Batam Jazz dan Fashion 2017 pada 13-14 Mei besok. Bertempat di Radison Hotel acara ini mendatangkan tamu special Sheila Majid untuk menghibur penikmat jazz di Batam, Singapura, dan Malaysia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Pebrialin mengatakan penyelenggaraan jazz ini bekerjasama dengan agen tour and travel di Singapura untuk acara Bajafash ini.
“Jadi mereka menjual paket nonton jazz ini, dan Sheila Majid menjadi magnet bagi mereka untuk datang,” kata Pebrialin.
Dari jumlah kuota penonton yang disediakan yakni 700 seat, 40 persen sudah dipesan oleh wisman dari Singapura dan Malaysia. “Ini membuktikan event yang kita gelar mendapat sambutan yang bagus dari mereka (wisman, red),” ujar mantan Kepala Dinas PMP-KUMK Kota Batam ini.
Metode seperti ini, lanjutnya bisa memberikan pemasukan yang cukup besar bagi Batam, tidak hanya peningkatan jumlah kunjungan, melainkan juga pelaku wisata seperti hotel, dan penyelenggara event bajafash sendiri.
“Pariwisata ini menyeluruh bisa seni, kebudayaan. Nah, ternyata musik menjadi salah satu daya tarik bagi wisman. Sebelumnya kita coba datangkan Wali dan dampaknya cukup bagus,” terangnya.
Sementara itu Ketua Panitia Bajafash, Dina mengungkapkan ada enam penampilan artis yang akan menghibur penikmat jazz di Batam, salah satunya artis Sheila Majid.
“Selain musik jazz, juga ada pagelaran busana karya desainer Batam dan Jakarta,” kata Dina.
Untuk saat ini tiket sudah habis terjual. Dari seat yang disediakan, 40 persen dipesan oleh wisman.
“Ini juga kerjasama dengan Kementerian Pariwisata, Provinsi, Pemko Batam, dan BP Batam juga. Intinya untuk mendukung sektor pariwisata Batam,” terangnya.(cr17)
Dirnarkoba Polda Kepri Kombes Helmy Santika (kiri) menunjukan barang bukti narkoba jenis sabu yang akan dimusnakan saat ekpos pemusnahhan narkoba dengan tiga tersangka di Mapolda Kepri, Jumat (12/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Polda Kepri memusnahkan sebanyak 419 gram sabu pada Jumat (12/5) lalu. Sabu tersebut didapat dari kasus tangkapan narkoba, yang diamankan pada April lalu.
“Pemusnahan ini dilakukan setelah mendapat surat ketetapan dari pengadilan,” kata Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Pol, Helmy Santika, Jumat (12/5).
Ia menjelaskan pada tangkapan pertama, pihaknya mengamankan sebanyak 401,3 gram sabu pada 13 April lalu . Kronologis penangkapan bermula dari diamankannya seorang bandar sabu kelas teri M alias MA. Dari penangkapan yang berasal dari informasi masyarakat ini, polisi berhasil mengamankan sebanyak 50,3 gram sabu.”Ada dua bungkus, satu beratnya 0,3 gram dan satu lagi 50 gram,” ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan, MA mengatakan mendapatkan sabu itu dari saudaranya M.
“M kami amankan di pinggir jalan Ruko Mc Dermot Jaya,Sekupang,” ucap Helmy.
Namun saat diamankan, M tak memiliki barang haram tersebut. Lalu polisi melakukan pemeriksaan awal, dari keterangan M, ia menyimpan sabu di rumahnya daerah Tiban. Polisi lalu menggiring M ke rumahnya. Di dalam rumah tersebut, ditemukan sabu seberat 351 gram.
“Dibungkus koran, ada ada plastik sebanyak empat lembar isinya sabu,” tutur Helmy.
Dijelaskan oleh Helmy, M ini adalah sudah pernah masuk penjara dengan kasus yang sama. Dimana ia masuk pada penjara pada 2009, lalu setelah keluar kembali ke kampungnya di Medan.
“Lalu balik ke Batam, malah berbuat hal yang sama lagi,” ujar Helmy.
Kasus penangkapan narkoba yang kedua yakni pada 14 April lalu. Pihak kepolisian mengamankan Md saat berada diatas kapal Dumai Express, yang bertolak ke Buton.
Dari tangan Md, Helmy mengatakan pihaknya mengamankan sebanyak 90 gram sabu.
Dari dua kasus tersebut, Polda Kepri memusnahkan semuanya. Dimana terlebih dahulu, pihak kepolisian menyisihkan beberapa gram untuk kepentingan di persidangan dan pembuktian di Labfor. (ska)
Pantai Indah di Anambas menjadi lokasi Festival Padang Melang, Kamis (11/5). F. Faradilla/batampos.
batampos.co.id – Anambas tiba-tiba ramai. Semua orang berbondong-bondong kemari. Mengunjungi kabupaten indah di ujung utara Indonesia.
Jalanan dan pelabuhan di Anambas sudah riuh sejak pagi. Dari cara bicaranya bukan penduduk asli. Sebagian datang dari Batam, Tanjungpinang, dan beberapa lagi dari luar daerah. Turis di beberapa sudut juga terlihat hilir-mudik. Kamis (11/5) kemarin adalah hari pembukaan Festival Padang Melang 2017.
Sejatinya, festival ini bukan kali pertama dilaksanakan. Sudah pernah dibuat tiga tahun silam. Namun sejak itu terhenti. Banyak kendala sehingga tidak dapat dilanjutkan. Namun 2017 ini festival ini dibangunkan dari tidur panjangnya. Dihidupkan sekaligus kembali menjadi denyut nadi bagi pembangunan wisata di Kabupaten Anambas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Anambas, Sahtiar menyebut festival ini sebagai daya ledak atau pemicu bangkitnya geliat pariwisata di daerahnya. Sebab itu, Pemkab Anambas bersama Dinas Pariwisata Kepulauan Riau dan juga Kementerian Pariwisata bersinergi menyiapkan festival yang dibuka kemarin ini.
“Festival Padang Melang digelar untuk menjadi trigger. Datangnya tamu pada perhelatan ini menjadi salah satu sarana promosi verbal. Mereka akan berbicara keluar, memberikan informasi ada tempat di Anambas yang layak dikunjungi,” kata Sahtiar kepada Batam Pos.
Karena ingin mencuri kesan dari publik luas, Anambas pun bersolek. Diperindah jalannya. Dihiasi sejumlah areanya. Bazar-bazar produk lokal didirikan. Permainan rakyat digelar. Hiburan akan berlangsung hingga akhir pekan depan. Sahtiar percaya, segala pengalaman dan kesan yang didapatkan para pelancong selama berakhir pekan di Anambas bersempena Festival Padang Melang akan menjadi pengalaman tak terlupakan.
“Pengalaman itu yang kelak akan diceritakan oleh banyak orang ketika kembali ke daerahnya masing-masing, bahwasanya Anambas itu memukau,” kata Sahtiar.
Produk kesenian Anambas tentu adalah yang terdepan pada festival ini. Bayangkan saja, Tari Gubang sebagai kesenian asli Anambas akan disajikan sebagai hiburan utama pada malam pembuka. Tak kurang akan ada seribu penari memainkan kesenian menggunakan topeng ini.
“Seluruhnya itu pelajar Letung. Jadi sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali menunjukkan kesenian, juga sejalan dengan upaya melestarikan,” kata
Sri Atliza, Staf Dinas Pariwisata Anambas.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar sangat yakin agenda ini akan memikat banyak wisatawan. Maklum, agendanya digelar di pulau tropis terindah se-Asia versi CNN. Penilaiannya dilakukan dengan sangat detil. Dilakukan dengan melibatkan Herman Ho, managing editor Boath Asia 2012 dan Stuart McDonald yang merupakan pendiri dan editor travelfish.org.
Posisi Anambas berada di atas Koh Cang (Thailand), Langkawi (Malaysia), Teluk Halong (Vietnam), dan Similand Islands (Thailand). “Bahkan menurut Peter Michael Timmer, seorang berkebangsaan Amerika yang juga pemilik PT. Tembesu Development, Laguna Pulau Bawah adalah salah satu yang terbaik di dunia. Levelnya sekelas Bora-Bora di Tahiti. Kebetulan Peter sudah berpengalaman mengunjungi banyak Laguna di dunia,” ujar Buralimar.
Dua pengakuan dari CNN dan Peter Michael Timmer itu memang sangat beralasan. Pertama, coastal zone atau wisata bentang pantai Anambas sangat oke. Anambas memiliki banyak pulau dengan hamparan pasir putih yang indah. Kedua, under water atau wisata bawah laut yang menjadi obyek wisata selam atau diving dan snorkeling yang keren. Semua sudah kelas dunia. Bump Head Fish, Napoleon, beberapa jenis Manta, dan Whale Shark, ada di sana.
Dengan sejumlah fakta tadi, Buralimar mengaku sangat percaya diri bisa memukau ribuan wisatawan untuk menyaksikan Festival Padang Melang 2017. Apalagi, lokasi Anambas sangat strategis. Lokasinya yang menjorok ke utara arah Laut Cina Selatan, sangat dekat dengan Pahang dan Terengganu di Malaysia. Jika dibuat direct flight, Anambas juga dekat dengan Ho Chi Minh-Vietnam, Bangkok-Thailand, Kamboja, Laos, dan kota-kota di Semenanjung Malaysia. “Targetnya lima ribu wisatawan,” ucap Buralimar.
Buralimar menyatakan, hajatan festival ini tidak sekadar bertujuan menambah kunjungan wisatawan belaka. Namun, punya imbas positif di bidang lain yang berlangsunh berkepanjangan.
“Harapan kami lebih daripada itu. Anambas dengan segenap pesona alamnya diharapkan juga bisa menjadi pintu gerbang investasi kepariwisataan,” katanya.
Hal itu tentu diyakininya akan sangat mendukung iklim kepariwisataan Anambas dan Kepri secara luas. Pasalnya, kata Buralimar, selama ini seringkali pembangunan kepariwisataan itu terkendala pada akses dan fasilitas serta keterbatasan bantuan yang bisa diberikan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Karena itu yang dibutuhkan dan bisa dilakukan adalah dengan menggandeng pihak ketiga guna menanamkan modalnya di sejumlah destinasi wisata yang ada di Kepri. Semisal pembangunan resort, restoran, dan fasilitas bermain. Selebihnya, kata Buralimar, pemerintah bisa membantu membangun pelabuhan agar akses terbuka juga lebih menggencarkan promosi ke depannya.
“Itu harapan kami melalui gelaran Festival Padang Melang di Anambas. Karena sekarang sudah saatnya mata dunia menoleh ke Anambas,” tegasnya. (aya)
batampos.co.id – Jajaran Sat Reskim Polresta Barelang telah menahan dua karyawan PT. Kurnia Cahaya Samudra, TP, 39 dan YP, 24. Mereka diamankan polisi karena telah menggelapkan Sparepart kapal Tug Boat dengan nama Tiga Berlian.
Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polresta Barelang Iptu Marganda Pandapotan mengatakan, awal mulanya kedua karyawan PT. Kurnia Cahaya Samudra ini diperintahkan untuk menjaga kapal yang sedang bersandar di dermaga Pelabuhan Pertamina Kabil, Nongsa.
“Penangkapan ini berawal dari adanya laporan dari Sofyan, selaku direktur perusahaan (PT. Kurnia Cahaya Samudra). Laporan itu terkait atas dugaan penggelapan. Kejadian ini baru diketahui pihak perusahaan sejak tanggal 10 Mei,” katanya.
Setelah mendapati laporan, Kamis (11/5) siang, kemudian dimintai keterang dari pelapor Sofyan. Setelah selesai dimintai keterangan, penyidik Unit Tipiter melakukan penyelidikan dan melengkapi seluruh administrasi. Setelah semua lengkap, selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap Teguh.
“Kita langsung mengamankan pelaku pada malam tadi (Kamis malam). Setelah kita periksa, Teguh memang mengakui jika telah menggelapkan Sperepart kapal Tug Boat Tiga Berlian bersama Yotam. Kemudian kita amankan Yotam,” katanya.
Diakui juga oleh kedua pelaku, mereka telah menggelapkan spare part Tug Boat Tiga Berlian itu sejak pertengahan bulan Januari 2017 lalu. Barang-barang Sparepart yang berhasil mereka gelapkan itu kemudian dijual kepada salah seorang pengepul besi bekas.
“Dari pengembangan kita, diketahui adanya pertolongan jahat atau penadah barang ini. Dia adalah Gunarjo Simanjuntak yang turut kita amankan,” ujarnya.
Marganda mengatakan, dari keterangan Sofyan kepada polisi, akibat perbuatan dua karyawannya itu, perusahaan mengalami kerugian sebesar RP. 300 juta. Sementara, dari hasil penjualan Sparepart itu kepada pengepul besi tua, kedua tersangka mendapatkan uang sebesar Rp. 8 juta.
“Ada 37 macam panel yang mereka jual ke pembeli besi tua. Terhadap teguh dan Yotam, kita kenakan atas pasal 374 tentang penggelapan dengan ancaman 5 tahun. Sementara Gunarjo, kita kenakan 480 tentang penadah dengan ancaman 4 tahun,” imbuhnya.
Sementara itu, TP mengaku terpaksa menggelapkan Sparepart kapal Tug Boat tersebut dan menjualnya kepada pembeli besi tua. Pasalnya, gaji yang diberikan oleh perusahaan kepadanya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Gaji saya selama ini Rp. 2.040.000. Jadi untuk makan tidak cukup. Selain itu, gaji terimanya tidak nentu kapan waktunya,” akunya.
Diakuinya juga, Sparepart kapal yang diambilnya itu tidak sekaligus dibawanya keluar. Ia hanya membawa barang itu semampunya saja. Selain itu, ia juga berpikir Sparepart bekas itu sudah tidak digunakan lagi oleh perusahaan karena sudah tidak bisa terpakai.
“Salah saya disitu, tidak bilang-bilang sama perusahaan. Saya mikirnya barang itu juga akan dijadikan sampah dan dibuang. Jadi dari pada dibuang, saya ambil untuk dijual lagi,” imbuhnya. (cr1)
Bandara Sipil Ranai Natuna, Sabtu (13/5) resmi diperasikan. F Aulia Rahman/batampos.
batampos.co.id – Terminal bandara sipil Ranai Natuna, akhirnya akan dioperasikan, Sabtu (13/5). Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti.
Pihak Lanud Raden Sadjad sudah siap melepas pengeoperasian bandara ini kepada Satuan kerja bandara Kementerian Perhubungan.
“Sabtu ini penerbangan perdananya dibuka. Ini memang sedikit mendadak, karena masih ada kekurangan pasal-pasal dalam MoU,” kata Ngesti, Kamis (11/5).
Sebenarnya kata Ngesti, masih terdapat pasal-pasal dalam MoU pengoperasian bandara sipil ini antara TNI AU dan Pemerintah Daerah. Namun kekurangan dapat dilengkapi menyusul bersama Kementerian Perhubungan. Karena terminal bandara yang dibangun dari APBD tersebut sudah dihibahkan kepada Dirjen Udara.
“Pengoperasian perdana ini, akan ada pengalungan bagi penumpang perdana yang disambut di terminal,” kata Ngesti.
Seperti diketahui terminal bandara sipil yang berada di kawasan militer TNI AU ini sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 6 Oktober tahun 2016 lalu. Namun dengan berbagai faktor, bandara sipil baru sekarag terdapat kejelasan akan dioperasikan.
Beroperasinya bandara sipil ini kata Ngesti, adalah harapan bersama. Ini merupakan gerbang Utara membuka akses ke Natuna. Tentu bandara sipil juga dapat menambah jumlah maskpai dan rutenya. Saat ini hanya dilayani dua maskapai dengan satu rute Batam-Natuna sebaliknya.
“Semua fasilitas bandara sudah dilengkapi, jadi tidak ada masalah nanti,” sebut Ngesti.(arn)