Bupati Aunur Rafiq saat melantik pengurus PMI Kecamatan Kundur, Sabtu (13/5) di Balai Sri Gading. F. PMI untuk batampos.
batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq telah melantik pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Kundur, Sabtu (13/5) di Balai Sri Gading. Kepada pengurus, Bupati berpesan agar pengurus yang dilantik untuk lebih meningkatkan pelayanan masyarakat dalam bidang kemanusiaan.
“PMI ini merupakan organisasi bersifat kemanusiaan. Jadi, selain meningkatkan pelayanan kemanusiaan juga harus dekat dengan masyarakat,” pesan Rafiq.
Pengurus PMI Kecamatan Kundur periode 2017-2022 yang dilantik sebanyak tujuh orang. Diharapkan dapat memegang peranan penting sebagai pelaksana kebijakan PMI di tingkat kecamatan hingga ke tingkat paling bawah.
“Untuk mencapai pelayanan ke tingkat bawah, tentu butuh kerja nyata kita semua. Mari bersama besarkan PMI Karimun sampai ke tingkat paling bawah,” sebut Rafiq.
Sementara Surawan selaku ketua PMI Kecamatan Kundur menyatakan, siap memberikan yang terbaik dalam pelayanan untuk masyarakat. Namun terlebih dahulu, dipersiapkan sekretariat PMI Kecamatan Kundur yang berdekatan dengan puskesmas.
“Seperti yang diharapkan Pak Bupati, kami (PMI Kundur, red) harus menyiapkan sekretariat terlebih dahulu. Sehingga seluruh aktivitas bisa berjalan sebagaimana diharapkan. Terutama dalam memberikan pelayanan masyarakat,” tegas Surawan.
Terpenting, lanjut Surawan, PMI Kecamatan Kundur siap menjalin kerjasama dan sinergisitas yang baik dengan seluruh instansi dan organisasi lainnya. Sehingga, tugas-tugas pelayanan untuk masyarakat dapat dilaksanakan secara terkoordinir, terarah dan terpadu.
“Semoga kita semua dapat menjalankan tugas, peran dan fungsi dengan hati yang ikhlas,” tukas Surawan.
Pelantikan pengurus PMI Kecamatan Kundur disejalankan dengan aktivitas donor darah yang diikuti seluruh lapisan masyarakat. Sebanyak 27 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan tersebut. (enl)
Sahid tergeletak di pinggir jalan setelah sesaat terjadi tabrakan. F.Wijaya Satria/batampos
batampos.co.id – Sahid Ahmadi, 54, tewas seketika setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan truk Dyna Ryno saat melaju di jalan Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, Sabtu (13/5) sekitar pukul 17.00 WIB. Sahid mengalami luka parah dibagian belakang kepala dan punggung serta sejumlah luka di bagian kaki.
Tabrakan tersebut diduga sangat keras melihat sepeda motor Supra X, BP 3281 TA, yang dikendarai Sahid mengalami kerusakan di bagian depan yang cukup parah. Lampu depan motor tersebut hancur serta lingkar ban motor nahas itu bengkok dan hampir terlipat ke sebelah kanan sehingga jauh dari bentuk aslinya.
Kejadian tersebut bermula saat Sahid Ahmadi melaju dari arah Dabo menuju Kuala Raya. Ketika Sahid tiba di jalan Batu Belah, Sahid menjumpai bus sekolah dengan arah yang sama dengannya. Bermaksud hendak mendahuli bus tersebut, Sahid berusaha untuk menyalip bus sekolah itu.
Namun belum sempat mendahului bus sekolah itu, ternyata di depan Sahid ada satu unit truk Dyna Ryno, E 8655 K, melaju dari arah berlawanan. Tak dapat terelakkan, Sahid akhirnya bertabrakan dengan truk yang dikendarai Achyar, 38, warga Paya Luas Barat, Singkep Barat tersebut.
Menurut Kasat Lantas Polres Lingga AKP Tasriadi, saat ingin mendahului bus sekolah yang ada di depan, Sahid tak dapat mengelakkan keberadaan truk dari arah berlawanan. “Dari olah tempat kejadian Sahid menabrak samping kanan truk Dyno tersebut,” kata Tasriadi kepada Batam Pos, Minggu (14/5) pagi.
Untuk menindaklanjuti kejadian ini, supir truk Dyno, Achyar bersama kerneknya Ricky Subagia, 18, dibawa ke Polres Lingga untuk dimintai keterangan. Selain itu, Tasriadi juga turut mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah TKP serta mencari keterangan saksi.
“Untuk saat ini seluruh barang bukti kami amankan guna keperluan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Tasriadi.
Seperti yang pernah diberitakan koran ini sebelumnya, pada awal bulan ini juga telah terjadi kecelakaan di Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep, Senin (1/5) pagi yang dialami Sururi. Akibat kejadian itu tulang engsel pinggul sebelah kanan Sururi lepas. Sehingga Sururi si pengendara motor tersebut dibawa ke Batam untuk menjalani pengobatan.
Kejadian tersebut juga sama, sepeda motor yang hendak mendahulu mobil didepannya namun akhirnya menabrak kendaraan yang datang dari arah berlawanan. (wsa)
batampos.co.id – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Kepri pada kuartal pertama tahun 2017 turun 0,94 persen dibanding kuartal yang sama pada tahun 2016.
Jika pada tahun 2016 kunjungan wisman berjumlah 475.840 kunjungan sedangkan tahun 2017 ini hanya 471.347 kunjungan. Sumbangsih terbesar pda kuartal pertama ini dari Batam yaitu sebanyak 352.097 kunjungan.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri Buralimar. “Sedikit menurun dibanding kuartal pertama tahun sebelumnya, tapi ada harapan kalau dilihat perbandingan tiap bulan ada kenaikan,” imbuhnya, Minggu (14/5) siang.
Buralimar mengatakan, keadaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama yakni belum banyaknya event pada awal tahun. Bahkan isu dalam negeri, turut memberi sumbangsih buruk bagi kedatangan wisman.
“Mudah-mudahan April dan Mei naik. Juni mungkin turun lagi karena puasa (Ramadhan), maka dari itu Juli dan seterusnya kita gelar beberapa even dan promosi,” ucap dia. Soal even, dia yakin banyak even yang digelar di Kepri, tak hanya oleh pemerintah namun juga oleh swasta.
Untuk diketahui, Kepri tahun ini menargetkan angka rasional kunjungan wisman sebanyak 2,2 juta wisman dari empat pintu masuk wisman di Kepri. Dengan rincian, Batam 1,7 juta wisman (lebih kecil dibanding target Pemko Batam 2 juta kunjungan), Bintan 500 ribu kunjungan, Karimun 500 ribu kunjungan serta Tanjungpinang 100 kunjungan.
Dia berharap, tidak hanya pemerintah, swasta atau pelaku pariwisata juga ambil bagian meraup kunjungan wisman. “Misal hotel, lakukan kegiatan datangkan wisman, ini juga bisa mereka lakukan,” ucapnya lagi.
Turis luar negeri berjalan menuju pelabuhan Boat Pancung, Sekupang, Sabtu (28/1). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Masih data BPS, turunnya kunjungan wisman turut berimplikasi pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri. Walau Maret, TPK mencapai rata-rata 47,34 persen atau naik 4,89 poin dibanding TPK Februari 2017 sebesar 42,45 persen. Namun dibanding Maret 2016 malah turun sebesar 2,05 persen, TPK bulan Maret 2016 yaitu sebesar 49,39 persen.
Bahkan, TPK Kepri pada Maret tersebut lebih kecil 7,35 persen dibanding dengan TPK hotel berbintang secara nasional, dimana rata-rata TPK Nasional mencapai 54,69 persen.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang pada bulan Maret 2017 adalah 1,91 hari, lebih rendah 0,48 persen dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu pada Februari 2017.
Buralimar mengaku potensi wisata Kepri cukup besar, mengembangkan potensi tersebut sejatinya secara kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Kepri cukup handal. Namun yang kini jadi kendala adalah pengembangan destinasi wisata yang butuh dana yang cukup besar.
“Pemerintah, dana yang begitu besar kita tidak bisa, kita butuh investor. Kekayaan laut dan pulau kita ini, sangat bagus untuk dikembangkan,” katanya.
Menurutnya, pengembangan destinasi ini perlu peningkatan aksesbilitas/prasarana, amenitas/sarana dan atraksi. “Tiga ini yang perlu kita kejar. Menarik investor, kita terus promosikan potensi wisata kita,” imbuhnya.
Dia berharap semua pihak juga bahu membahu dalam mengembangkan pariwisata, baik akademisi, pemerintah baik pusat maupun daerah, juga media yang punya peranan sangat penting. “Kini kita sedang galakkan pemebntukan komunitas ‘generasi pesona indonesia’ juga,” terangnya.
Dia berpendapat, potensi besar dari sektor pariwisata sayang untuk tidak dikembangkan. Pasalnya sektor pariwisata menyumbang angka yang lumayan pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri. Tahun 2016 sektor ini menyumbang 2,32 persen dari total PDRB Kepri. Tahun ini, Dispar Kepri menargetkan 2,4 atau 2,5 persen. “Naiknya pertahun sedikit, tapi ingat kenaikannya konsisten tiap tahun,” sebutnya, bangga.
Bahkan khusus Batam, sektor pariwisata cukup gemuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pernah diberitakan, umbangsih Pendapatan Asli Daerah sektor Pariwisata selalu menjanjikan. Tiap tahun, sektor ini menyumbang pendapatan yang menggiurkan.
“Cukup menjanjikan dari tahun ke tahun. Makanya walikota (Walikota Batam Rudi) target banyak dari sektor ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Pebrialin, belum lama ini.
Dia memaparkan, tahun 2014 saja dari total PAD sebesar Rp 605 miliar, sektor pariwisata menyumbang Rp 127 miliar. Rincinya, dari hotel Rp 64,1 miliar, restoran Rp 32,4 miliar, sementara hiburan Rp 13,5 miliar.
Sejumlah turis berjalan menikmat fisiltas pendestrian di Dataran Engku Putri Batamcenter, Kamis (13/4). Penataan yang dilakukan Pemko Batam sangat memberikan dampak yang positif bagi kemajuan sektor parawisata Kota Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Tahun 2015, dari total PAD sebesar Rp 824,7 miliar, sumbangsih sektor pariwisata sebesar Rp 144 miliar. Adapun rinciannya, hotel Rp 81,8 miliar, dari restoran Rp 45,7 miliar serta hiburan Rp 17,06 miliar.
“Persentase sumbangsih tahun 2015 itu, 17,56 persen,” ucapnya.
Dia mengaku belum tahu pasti sumbangsih sektor pariwisata tahun 2016. Namun berdasar pada data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Batam yakni, hotel sebesar Rp 88,302 miliar, restoran Rp 51,594 miliar serta hiburan sekitar Rp 19 miliar lebih.
Karena sumbangsih PAD yang ‘gemuk’ dari sektor pariwisata inilah, Walikota Batam Rudi bahkan menitipkan tahun 2017 ini Disbudpar meraup PAD yang banyak. Disbudpar bahkan diminta untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang kemudian berimbas ke PAD. “Mereka tidur di (hotel) Batam, kita dapat duit. Makan di Batam dapat duit juga kita,” ucap Rudi.
Maka dari itu, menjemput potensi baik ini pihaknya terus membenahi dan mepercntik kota. “Jalan kami perlebar, pasang lampu supaya bagus. Wisatawan nyaman ke Batam,” kata mantan polisi ini. (cr13)
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengagendakan sosialisasi Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) pekan ini kepada pihak pengembang Batam. Untuk diketahui, Perwako terkait SKRK sudah diteken Walikota Batam Muhammad Rudi awal Mei, lalu.
“Jika tidak Rabu, Kamis-lah sosialisasi ke REI (Real Estate Indonesia) Batam,” kata Kepala Dinas Cipta Karya Suhar, Minggu (14/5).
Menurutnya, kini perwako tersebut telah dikirim ke DPRD Batam. Setelah dari DPRD, dipastikan KRK akan langsung diterapkan.
“Etisnya memang kami harus kirim ke dewan (DPRD) supaya mereka tahu, setelah itu kami terapkan,” ucap dia.
Terkait, dokumen Fatwa Planologi masih dikeluarkan BP Batam, Suhar mengatakan tidak masalah. Namun dia menegaskan, syarat IMB adalah KRK dan ketentuan tersebut sesuai aturan yang berlaku.
“Kecuali undang-undangnya berubah, kan ini masalahnya. IMB ya KRK,” tegasnya.
Dia mengungkapkan, pada dasarnya baik KRK maupun Fatwaplanalogi punya tujuan yang sama yakni sebagai syarat pendirian bangunan agar tidak tabrakan dengan rencana pembangunan. Namun perbedaan yang mendasar yakni, KRK mengatur hal yang umum tentang bangunan serta korelasinya dengan rencana pembangunan kota. Sementara fatwaplanalogi mengatur hingga rencana detail pemilik bangunan, dan ini tidak benar.
Deretan rumah yang berada di kawasan Bengkong, Minggu (14/5). Pekan ini, Pemerintah Kota Batam sosialisasi Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) ke pengembang Batam, SKRK akan mengganti dokumen Fatwa Planologi yang kini dikeluarkan BP Batam. foto: cecep mulyana / batam pos
“Maaf, pada fatwa planalogi sampai atur ke dapur orang, padahal pengusaha punya rencana sendiri bagian dalamnya. Kalau kita (KRK) hanya mengatur tujuan umum, tapi kalau dilanggar (pemabngunan kota) ya tidak akan kita keluarkan,” terangnya.
Lanjut dia, ketentuan terkait KRK ini berlaku di seluruh kota di Indonesia.
“Di kota manapun, KRK tak bisa atur rencana orang, namun bukan berarti kita tak bisa atur rencana mereka, berefek tak ke kita,” paparnya. (cr13)
batampos.co.id – Walikota Batam Muhammad Rudi tantang pemangku kebijakan termasuk DPRD Batam sama-sama berkomitmen menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan Batam.
“Saya minta ke kita semua, siapa saja, harus komit bahwa APBD itu diperuntukkan untuk kepentingan rakyat dan demi pembangunan Batam, jabarkan sendiri saja,” kata Rudi, Minggu (14/5) pagi.
Hal ini disampaikan mantan polisi tersebut seiring puluhan catatan masih lemahnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada lingkungan Pemko Batam. Catatan ini disampaikan saat sidang paripurna tentang Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) walikota batam tahun 2016 yang digelar di DPRD Batam, Jumat (12/5).
Menurut Rudi, sebagai lembaga yang punya fungsi kepengawasan tidak ada salahnya DPRD Batam menilai kinerja OPD Pemko Batam masih lemah, sepanjang kritikan tersebut membangun dan punya dasar.
“(DPRD) menilai sah-sah saja. Pemko, kalau tidak betul kami betulkan, yang tidak pas kami pas-kan,” ujarnya.
Namun yang perlu diperhatikan juga, sebut Rudi, yakni penyesuaian anggaran untuk pelaksanaan program OPD.
“Anggaran berapa, belanja berapa. Kita minta kita komitlah, APBD itu untuk kepentingan rakyat dan memabngun Batam,” kata Rudi kembali.
Dengan demikian, dia yakin kinerja OPD Pemko Batam seiring waktu akan semakin lebih baik.
“Sepakat tidak itu, kalau sepakat saya yakin tak akan ada yang lemah lagi, OPD saya pasti akan sempurna,” ujar pria yang juga pernah menjabat wakil walikota Batam ini.
Diberitakan sebelumnya, DPRD Kota Batam melalui pansus LKPj dan dibacakan anggota pansus Jefri Simanjuntak memberikan puluhan catatan strategis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Batam tahun anggaran 2016. Salah satunya, DPRD menilai kinerja OPD Pemko Batam masih lemah dan jauh dari harapan. Banyaknya keluhan yang diterima DPRD saat reses atau rapat dengar pendapat umum membuktikan kinerja fisik OPD belum mengena dan tepat sasaran. (cr13)
Lalulintas di Kota Batam. foto: cecep mulyana / batampos
batampos.co.id – Kesadaran masyarakat Kota Batam dalam tertib berlalu lintas, masih dinilai kurang. Hal itu ditandai banyaknya pelanggaran yang terjadi di jalan raya, terutama yang enggan menggunakan helm maupun kelengkapan kendaraan bermotor seperti kaca spion. Selama lima hari terakhir, jajaran Sat Lantas Polresta Barelang telah mencatat sebanyak 249 pelanggaran.
Wakasat Lantas Polresta Barelang AKP Toni Rido mengaku bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Tidak hanya sosialisasi, tetapi juga dilakukan operasi tanpa adanya penindakan (tilang). Namun, upaya yang dilakukan tetap saja tidak memberikan perubahan berarti bagi masyarakat ketika berkendara.
“Jumlah pelanggaran selama Operasi Patuh 2017 ini telah tercatat sebanyak 249 pelanggaran. Atau jika dikalkulasikan rata-rata 50 pelanggaran perharinya. Jumlah ini masih tergolong tinggi,” katanya, Minggu (14/5) siang.
Toni juga menggambarkan pentingnya bagi pengendara sepeda motor agar memakai helm dan melengkapi kelengkapan kendaraan mereka, selain menaati aturan lalu lintas, tentunya dengan memakai helm dan melengkapi kendaraan mereka dapat menyelamatkan diri ketika terjadinya kecelakaan di jalan raya.
“Selama lima hari ini, telah tercatat kecelakaan lalu lintas sebanyak lima kasus. Dari lima kasus itu, dua orang meninggal dunia, dan tujuh orang mengalami luka ringan. Dari lima kasus kecelakaan itu, kerugian materilnya sebesar Rp. 33 juta,” jelasnya.
Toni menambahkan, jajaran Sat Lantas akan melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas untuk menekan jumlah angka kecelakaan lalu lintas. Penindakan ini akan dilakukan setiap hari sampai dengan Operasi Seligi 2017 berakhir tanggal 22 Mei 2017 mendatang. Dalam operasi seligi 2017 ini, polisi lebih mengedepankan upaya penindakan.
“Kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat pengguna jalan agar melengkapi kelengkapan administrasi maupun kendaraan. Cek kondisi kendaraan, serta patuhi aturan tata tertib dalam berlalu lintas,” ucapnya. (cr1)
batampos.co.id – Masyarakat Kepri khusunya Batam yang akan beraktifitas di laut diharapkan lebih berhati-hati. Sebab hari ini (Senin,(15/5)) diprediksi arus di laut sangat kuat karena ada belokan angin.
Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasi Datin) BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Suratman, belokan angin menyebabkan terjadinya perlambatan kecepatan angin. Sehingga berpotensi memupuk massa udara dan membentuk banyaknya awan.
“Nilai kelembapan udara cukup tinggi mendukung proses pertumbuhan awan,” katanya, Minggu (14/5).
Pertumbuhan awan menjadi potensi untuk terjadinya hujan ringan di Batam. Hujan tersebut juga disertai petir dan angin kencang.
“Kondisi ini masih kondusif untuk aktifitas darat dan udara,” terang Suratman.
Namun, untuk masyarakat yang beraktifitas di laut (transportasi laut) diharapkan lebih berhati-hati. Karena arus laut diyakini lebih kuat.
“Kami himbau masyarakat yang beraktifitas di laut lebih berhati-hati,” pesan Suratman. (she)
Johan, karyawan Hotel Novotel melayani pemebli saat bazaar menyambut ramadhan di lobi hotel, Batuampar, Sabtu (13/5). F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Dalam menyambut bulan suci ramdhan Novotel Batam menggelar “bazar menjelang ramadhan” di Hotel Novotel, Batuampar, Sabtu (13/5).
Tenang, Anda masih puny akesmepatan untuk datang pada Sabtu (20/5/2017) mendatang mulai pukul 15.00-21.00 WIB.
Disana, para tamu tak hanya disuguhi makanan, namun dapat membeli baju-baju muslim.
General Manager Novotel Batam, Tantiaini Hidayati mengatakan pada bazar tersebut pihaknya menyajikan puluhan jenis jajanan ringan khas bulan suci ramadhan. Dengan harapan masyarakat bisa menikmati makanan khas bulan puasa meski masih belum bulan ramadhan.
“Acara ini kita gelar dua kali pada Hari Sabtu, 13 Mei 2017 dan Sabtu, 20 Mei 2017,” kata Tanti, kemarin.
Dikatakannya, di kegiatan tersebut pihaknya juga mengundang BPOM untuk memberi penyuluhan tentang bagaimana mengantisipasi makanan yang sudah habis masa kardaluasanya. Pihaknya juga mengajak Komunitas Bukalapak Batam untuk berbagi ilmu “Belajar Ngelapak” kepada para pengunjung yang hadir. Bazzar ini juga dimeriahkan oleh Azzura Models Muslimah Batam yang akan menampilkan baju-baju muslim.
“Untuk meramaikan acara ini, kami menghadirkan Komunitas Kuliner Batam untuk bersama-sama menawarkan sajian makanan menjelang bulan Ramadhan,” terang Tanti.
Tak hanya itu, selama bulan suci ramadhan pihaknya juga menawarkan buffet untuk berbuka puasa. Dimana setiap tahunnya Novotel tertus memberi pelayanan terbaik untuk para tamu, termasuk dalam menu berbuka puasa.
“Kami selalu mengadakan Buffet Buka Puasa yang ramai, baik dari corporate ataupun dari individual untuk berbuka puasa bersama di Novotel Batam,” imbuh Tanti.
Adapun harga paket yang ditawarkan untuk “Buffet Buka Puasa” Rp 110.000/net. Harga itu sudah termasuk pajak pemerintah dan service.
“Harga khusus untuk setiap pemesanan 10 orang akan membayar hanya 9 orang. Menu yang tersedia akan berubah setiap harinya, sesuai dengan jadwal menu yang sudah disiapkan,” pungkasnya. (she)
batampos.co.id – Satu dari dua bus pariwisata yang membawa rombongan warga Perumnas Griya Pratama, Sagulung, mengalami kecelakaan di jalan masuk menuju pantai Melayu, Setokok, Kecematan Galang, Minggu, (14/5), sekitar pukul 10.00 WIB.
Kecelakaan itu menyebabkan 30 penumpang panic, bahkan 20 orang lainnya terluka dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Embung Fatimah (RSUD) Batuaji.
Anggota Polsek Galang, Iptu Sumihar saat berada di Rumah sakit RSUD Embung Fatimah, mengatakan kecelakaan itu terjadi saat dua bus berjalan beriringan mengunjungi kawasan wisata Pantai Melayu Pulau Setokok Kecematan Galang dan hendak berwisata. Namun, saat bus berada di jalan turunan di jalan masuk ke Pantai Melayu, rem bus yang dikendarai Erik dan bernopol BP 7549 DU itu tak berfungsi.
“Dugaan sementara karena rem bus blong,” ujar Iptu Sumihar.
Indra, 40, penumpang bus yang selamat mengaku dirinya kaget dan masih syok atas peristiwa tersebut.
“Kejadian sangat cepat, kendaraan langsung meluncur cepat dan tiba-tiba berhenti di pohon kelapa,” ujarnya
sumber: facebook Rajanis Pakchik
Indra mengaku, saat kejadian kendaraan banyak yang terparkir di parkiran Pantai Melayu. Diduga karena menghindari jatuh banyak korban, sopir akhirnya banting setir kekiri dan menabrak pohon kelapa.
“Kalau tidak banting stir ke kiri bisa menabrak kendaraan yang terparkir di sebelah kanan. Kalau lurus menabrak gedung. Untung sopirnya banting stir ke kiri” ujar Indra dengan luka gores di tangan.
Pantauan Batam Pos, hingga pukul 12.00 WIB, keluarga korban yang mendengar kejadian naas itu, berdatangan. (cr19)
Walikota Batam Muhamad Rudi didampingi Panitia Kru Batam TV dan Rumah Rumah Sakit KPJ Johor menyerahkan sepde hadiah lucky draw pada acara Gowes Sehat Dataran Engkuputri Batamcenter, Minggu (14/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Gowes sehat Batam TV bersama Rumah Sakit KPJ Johor digelar di ruas jalan Engkuputri, Minggu (14/5) pagi. Tidak hanya gowes, acara senam sehat bersama dan doorprize turut memeriahkan acara tersebut.
“Peserta semuanya, hampir 2 ribu orang,” kata General Manager Batam TV, Andra S Kelana.
Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan Loyalty Card Member RS KPJ. Dengan mendapatkan kartu tersebut pasien asal Indonesia, terkhusus Batam, dapat berbagai kemudahan.
“Kami berharap agar comunity Batam dapat terus hidup dalam keadaan sehat, 90 persen pasien kami from Indonesia dari Batam,” kata Marketing Executive KPJ Johor Mohd Nur Sarif, memberikan alasan kenapa kartu tersebut diluncurkan.
Dia mengatakn, tidak sulit untuk mendapatkan karu tersebut. Cukup dengan mendaftar pada agen KPJ Johor yang ada di Batam. “Tak ada syarat khusus, daftar saja,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang turut hadir membuka acara sepeda, mengapresiasi gowes dan senam dalam acara tersebut. Dia berharap acara olahraga atau olah fisik serupa akan terus ada.
“Lebih bagus cegah daripada mengobati. Kalau bisa banyak-banyak saja kegiatan olah fisik seperti ini. Banyak-banyak keluar keringat demam hilanglah, minimal itu,” katanya. (cr13)