Babi yang diternak warga di Dam Duriangkang yang diduga mencemari air Dam Duriangkang, Seibeduk, Minggu (22/1). F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam telah mulai mempersiapkan pembongkaran peternakan babi yang berada di sekitaran Dam Duriangkang. Persiapan ini dilakukan, direncanakannya akan keluar perintah bongkar pada Kamis (1/3) depan.
“Kami sedang dalam persiapan,” kata Direktur Pengamanan BP Batam, Budi Santoso pada Batam Pos, Senin (27/2).
Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan tim terpadu, untuk penertiban ini. Sebab dari pemetaan yang dilakukan BP Batam, terdapat 33 peternak babi. Dengan jumlah babi mencapai ribuan ekor. Penertiban ini membutuhkan personel yang cukup banyak.
“Kami akan rapat dengan tim terpadu, untuk membicarakan kapan kepastian untuk turun (setelah perintah bongkar turun,red),” ucapnya.
Selain itu, ia berharap dukungan dari semua pihak dalam penertiban ini.
Sementara itu Direktur Humas BP Batam, Purnomo Andiantono membenarkan pada Kamis (1/3) akan keluar surat perintah bongkar. Karena untuk surat peringatan ke 3 sudah dikeluarkan sudah cukup lama. Namun hingga batas akhir waktu SP 3, tak ada niat baik dari para peternak babi.
“SP 3nya berlaku hingga besok (28/2),” ujarnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, keberadaan 1800 ekor babi ini sangat meresahkan masyarakat. Apalagi bagi masyarakat muslim. Dimana diduga kotoran babi tersebut masuk ke dam duriangkang. Dari data BP Batam diketahui, 70 persen kebutuhan air bersih masyarakat Batam dipasok dari dam tersebut.
Keberadaan peternakan babi ini, tak hanya mencemari air. Tapi juga dapat mengurangi debit air di Dam Duriangkang. Selain menertibkan para peternak babi, BP Batam juga akan mensterilkan Dam Duriangkang dari segala aktivitas ilegal. Lalu menutup rapat akses masuk ke Dam Duriangkang. (ska)
Joko seorang pekerja agen gas di Perumahan Mitra Raya Batamcenter sedang menyusun tabung gas 5 Kg , Senin (27/2).Gas 5 kg yang diluncurkan oleh pertamina sudah didistribusikan di Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam kini sudah bisa mendapatkan tabung gas dengan berat 5,5 kilogram disejumlah pangkalan resmi. Uniknya, tabung-tabung gas ini hampir menyerupai tabung gas 12 kilo dengan warna warni menarik. Harga resmi dari agen ke outlet Rp 59 ribu, sedangkan ke konsumen Rp 65 ribu.
Pantauan Batam Pos, beberapa minimarket di kawasan Batamcenter terlihat sudah menyediakan tabung gas berisi 5,5 kilo. Namun harga yang ditawarkan berbeda dengan yang dijual di outlet resmi yakni Rp 64 ribu.
“Harganya Rp 64 ribu pertabung. Sudah ada sejak sebulan yang lalu. Peminat masih sedikit, kita juga hanya menyediakan isi ulang saja, tak dengan tabungnya,” kata kasir minimarket itu, kemarin.
Sales Executive LPG Pertamina Kepri, Kibar Kusumah mengatakan bright gas 5,5 kilo adalah bahan bakar yang tidak disubsidi oleh pemerintah. Karena itu, harga yang ditawarkan lebih mahal dibanding gas tabung melon yang disubsidi. Dimana, untuk isi ulang di agen resmi, harganya Rp 65 ribu pertabungnya.
“Untuk harga Rp 59 ribu pertabung dari agen. Kalau di outlet beda harga, karena outlet ada plus profit margin. Itu sudah termasuk diantar sampai rumah dan dipasangkan oleh petugas kami,” kata Kibar yang dihubungi, kemarin.
Menurut dia, bright gas 5,5 kilo sudah tersebar dibeberapa lokasi di Batam sejak awal Januari lalu. Untuk tahun 2017, estimasi bright gas 5,5 kilo yang akan disebar sebanyak 25 ribu. Dan saat ini, pertamina sudah menyiapkan 20 ribu tabung untuk Batam.
“Saat ini yang sudah tersebar 6 ribu tabung. Harga tabung dan isinya Rp 247 ribu dari agen ke konsumen, itu termasuk biaya antar,” terang Kibar.
Meski sudah tersebar, Kibar mengaku bright gas 5,5 kilo baru akan launcing pada bulan Maret untuk perkenalan produk kepada masyarakat. Namun, pihaknya kini telah bekerjasama dengan sejumlah minimarket dan juga pangkalan gas untuk penjualan.
“Kita juga ada program khusus untuk konsumen yang memiliki tabung 3 kilo. Mereka bisa mendapatkan tabung 5,5 kilo hanya dengan menukar tabung gas 3 kilo dan membayar Rp 59 ribu. Masing-masing konsumen bisa tukar dua tabung,” jelas Kibar. (she)
Kondisi hutan di Lingga yang masih alami tapi minim pengawasan. Foto: batampos.
batampos.co.id – Ketua Ormas Gerakan Masyarakat (Gema) Lingga, Zuhardi menilai sejauh ini penegak hukum tidak netral dan tak tebang pilih menangani kasus illegal logging di Kabupaten Lingga.
Bahkan, saat ini menurut pria yang disapa Juai ini, masyarakat tidak percaya dengan penegak hukum, meskipun ada yang ditetapkan sebagai tersangka illegal logging, biasanya yang ditangkap hanya rakyat kecil.
Karena fakta di lapangan ungkat Juai aktivitas illegal logging terus berlangsung. Hampir di semua wilayah di Kabupaten Lingga, mulai dari Lingga Timur, Lingga Utara, Mentuda kecamatan Lingga, pulau Gelombang, pulau Temiang kecamatan Senayang dan Dabo Singkep. Bahkan dari data yang dikumpulkan Gema Lingga, setiap pekan puluhan Ton kayu dibawa ke luar Kabupaten Lingga.
“Tapi yang kami lihat penindakan hanya kepada masyarakat kami. Yang ingin membuat kapal ditangkap dengan kayu yang hanya 1 atau 2 Ton. Sedangkan kayu hingga 30 Ton sekali jalan itu, tidak ditindak. Kami minta penegak hukum netral,” kata Juai, Senin (27/2) siang.
Informasi yang berkembang, beberapa hari terakhir Polres Lingga kembali mengamakan kayu milik masyarakat Dabo yang ingin membuat kapal. Padahal wilayah pesisir Lingga dikatakan Juai, kayu dan pekerjaan nelayan menjadi penopang hidup masyarakat. Untuk bisa melaut, nelayan membutuhkan kayu untuk membangun alat tangkap.
“Sayangnya hal ini selalu menjadi celah. Sementara yang besar-besar seolah tutup mata. Kami cuma Ormas, bukan penegak hukum yang boelh menindak. Tapi kami minta penegak hukum bekerja susuai tugasnya. Jangan lagi masyarakat kami yang selalu dijadikan tumbal,” beber Juai.
Sehubungan dengan keluahan masyarakat ini, Polres Lingga dan jajarannya serta pihak terkait belum dapat dihubungi. Sementara kewenangan kehutanan yang berpindah ke provinsi membuat pemerintah daerah tak mampu berbuat banyak. Tidak adanya polisi hutan membuat kegiatan illegal logging yang merambah hutan terbesar di provinsi Kepri ini semakin marak. (mhb)
batampos.co.id – Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengungkapkan alasan mengapa pihaknya tidak kunjung menjawab permohonan permintaan persil dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
“Sebenarnya Pemko Batam sudah menyampaikan rencana teknisnya. Namun lokasi yang diminta selalu sudah ada Penetapan Lokasi (PL) tertentu,” ujarnya, Senin (27/2).
Dengan kata lain, Pemko Batam selalu meminta titik persil di atas lahan yang telah dialokasikan.
“Iya kebetulan yang diminta sudah dialokasikan,” ujarnya.
Makanya pihak BP Batam saat ini berusaha mendorong untuk menertibkan lahan-lahan terlantar agar bisa dibangun atau dicabut supaya bisa digunakan untuk keperluan lain, termasuk memberikan permintaan persil untuk Pemko Batam.
“Dimohon Pemko Batam juga mendukung langkah penertiban ini,” tegasnya. (leo)
batampos.co.id – Sebanyak 211 siswa SDN 08 Batuaji, belum bisa menikmati fasilitas pendidikan yang ideal. Sebab sekolah yang sudah menumpang di SDN 02 Batuaji ini belum memiliki gedung sekolah sendiri. Baik perpustakaan, ruang unit kesehatan sekolah (UKS), toilet maupun ruangan lainnya.
“Sampai sekarang, sekolah kami belum ada gedung sendiri. ” ujar Bagian Tatausaha SDN 08 Batuaji, Deri Andira Pradini, Senin (27/2).
Sekolah yang berdiri tiga tahun lalu ini memimjam tiga ruang kelas yang dimiliki SDN 02. Dua lokal dijadikan kelas dan satunya lagi dijadikan majelis guru. Deri menyebutkan, untuk kelas 1 ada 52 siswa, kelas 2 ada 72 siswa sementara kelas 3 ada 87 siswa.
Karena ruangan yang sangat terbatas, siswa-siswa tersebut pun harus berbagi shift. “Kelas satu 1a, 1b masuk pagi, kelas 2a, 2b masuk sekitar jam 10 pagi sedangkan kelas 3a dan 3b masuk siang hingga sore,” sebut Deri.
Selain harus berbagi ruangan, siswa juga kerap berdesak-desakan karena jumlah mereka melebihi rasio masksimal. “Ada yang sampai 40 orang perkelas,” terangnya.
Meskipun saat ini proses belajar mengajar berjalan lancar, namun tahun ajaran baru, sekolah mereka akan alami kesulitan. Sebab akan ada penambahan kelas dan jumlah siswa baru.
“Menganggu karena akan ada kelas empat nantinya,” ucapnya.
Hingga saat ini, pihak sekolah belum menerima info terkait pembangunan sekolah. Mereka masih menunggu info dari Dinas Pendidikan Kota Batam. “Belum ada info pembangunan sekolah,” katanya.
Ia pun berharap, pembangunan sekolah mereka cepat terealisasikan. Agar segala proses belajar mengajar bisa berjalan semestinya, seperti sekolah-sekolah lainnya.
“Kalau ada gedung Alhamdulillah,” tutupnya. (cr19)
Siswi SMPN 11 Batuaji, Tasya Anggraini, 13, mengerjakan soal mata pelajaran saat simulasi UNBK di SMKN 1 Batuaji, Senin (27/2). F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Ratusan siswa SMPN 3 Batam gelar simulasi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 1 Batam, Senin (27/2). Kegugupan begitu tergambar saat simulasi baru saja dimulai, siswa yang baru pertama kali melaksanakan UNBK terlihat kebingunan untuk memulai simulasi.
“Awalnya cukup canggung karena baru pertama kali,” kata salah seorang peserta Guntur.
Dia mengatakan hari ini simulasi untuk mata ujian matematika, dan berlangsung selama empat hari.
“Tadi dibimbing sama guru dari cara login, cara pengerjaan, hingga selesai,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMPN 3 Batam, Wiwi Darwiyanti mengatakan tahun ini merupakan tahun pertama bagi siswa SMPN3 menggelar UNBK.
“Iya ini yang pertama, sebelumnya kami masih menggunakan kertas,” kata Wiwi.
Sebanyak 422 siswa akan mengikuti UNBK yang rencananya akan dilaksanakan serentak 2-8 Mei mendatang. Pelaksanaan simulasi akan digelar selama empat hari, hari pertama Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Ingris dan IPA.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 M. Chaidir mengatakan tahun ini ada satu sekolah yang ikut bergabung untuk UNBK SMAN 1 Batam.
“Sebagai sekolah terdekat kami membantu meminjamkan ruangan dan fasilitas untuk SMPN 3 UNBK. Inikan fasilitas negara jadi sah- sah saja,” kata Chaidir.
Untuk penyelenggaraan simulasi sedikitnya ada empat ruangan yang disediakan yaitu ruangan multimedia, ruangan komputer, ruangan bahasa, dan ruang kelas yang diatur dan difungsikan untuk UNBK dengan total komputer 150 unit komputer.
“Simulasi menyesuaikan jumlah peralatan yang ada, jadi ada tiga gelombang ujian,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengaku kekurangan sarana prasarana membuat sebagian sekolah harus menumpang pada sekolah yang sudah melaksanakan UNBK di tahun sebelumnya.
“Sarana kami masih kurang, jadi kami telah menyurati beberapa sekolah untuk membantu meminjamkan ruangan untuk sekolah terdekat
“Misalnya SMPN 3 menumpang di SMAN 1 Batam,” kata Muslim.
Tahun ini menurutnya terdapat 22 sekolah yang melaksanakan UNBK dengan total siswa mencapai 3.152 siswa dari keseluruhan 11 ribu siswa yang melaksanakan UN 2017.
“Semoga pelaksanaan berjalan dengan lancar mulai dari simulasi, tryout hingga UN nanti,” tutupnya.
Di lain tempat 369 siswa SMP 11 Batuaji mengikuti simulasi ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan menumpang di SMKN 1 Batam, Senin (27/2).
Wakil Kepala Sekolah SMP 11 Batuaji, Nyamini mengatakan ratusan anak didiknya kini mengikuti simulasi UNBK di sekolah lain dikarenakan keterbatasan fasilitas ruangan dan komputer.
“Komputer dan ruangan kami kurang hanya bisa menampung 250 siswa. Sedangkan jumlah siswa kami lebih dari itu,” ujar Nyamini kepada Batam Pos kemarin.
Untuk penyelenggaraan UNBK, SMP 11 Batuaji menggunakan tujuh ruangan yang dimiliki SMKN 1 Batam dengan jumlah 150 unit komputer. Mata pelajaran yang diujikan yakni matematika dan bahasa inggris.
Dia mengatakan UNBK yang dilaksakan sekolahnya merupakan yang pertama kali. Simulasi yang digelar selama dua hari ini, dilakukan untuk mengenalkan kepada siswa secara dini mengenai tata cara pelaksanaan ujian menggunakan komputer.
“Ini hanya persiapan saja, agar hari H nya nanti, siswa tidak ada yang kaget dan canggung lagi saat ujian nanti,” katanya.
Walau menumpang di sekolah lain, dipastikan siswanya tidak mengalami kendala saat menjalankan simulasi. Antuasias siswa mengikuti UNBK cukup tinggi, hal tersebut dapat dilihat dari siswa yang datang lebih awal dari jadwal UNBK.
Sementara itu, Tasya Anggraini, peserta UNBK SMP 11 Batuaji mengaku tidak mengalami kesulitas saat menjalankan simulasi. Ia sendiri sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari.
“Sudah belajar jauh-jauh hari. Meskipun pertamanya agak canggung, tapi akhirnya bisa juga,” terang perempuan 15 tahun ini. (cr19/cr17)
Beberapa contoh pilihan warna dan motif jam tangan terbaru dari Charriol Forever.
batampos.co.id – Charriol adalah sebuah brand prestisius dari Swiss untuk jam tangan mewah, fine jewelry, serta aksesori. Termasuk parfum, kacamata dan barang-barang yang terbuat dari kulit. Charriol didirikan tahun 1983 oleh pengusaha asal Perancis, Philippe Charriol.
“Untuk jam tangan Charriol meluncurkan koleksi Forever. Dengan warna baru dan cantik, jam tangan ini layak menggambarkan suasana hati pemiliknya,” kata Wholesale Manager PT Jamasia Infinite Luxury, Ursula Sitorus dalam siaran tertulisnya.
Dengan tiga ciri khas, yakni Refined, Glamour dan Baroque. Charriol yang sejak dulu mempunyai ciri khas dengan desain cablenya. Jam tangan wanita ini dihadirkan dalam corak dan warna yang bergaya. Unsur warna bronze, prune, burgundy, smoky blue dan steel.
Motif lattice dan bangle strap dengan twisted cable khas Charriol yang lebih ramping hadir pada koleksi Forever ini. Tentu saja dengan interpretasi yang lebih lembut.
“Gaya ini dihadirkan agar penggunanya bisa menyesuaikan dengan pergelangan tangan sesuai dengan bracelet dan jewelry-watch,” ujarnya.
Ada total 14 model dalam koleksi Forever, semua diciptakan dengan tiga ciri khas yang menciptakan tiga suasana hati yang berbeda. “Dalam Pure Luxury, menampilkan gaya minimalis dengan menampilkan kilauan mother of pearl pada dial. Selain itu, jam tangan ini dihiasi dengan zirconia putih yang berkilauan sebagai penunjuk jamnya,” terang Ursula.
Dengan sentuhan gold-etched numerals semakin membuat jam ini terlihat sangat glamor dan membuat efek tampilan semakin playfull. “Desain ketiga adalah yang paling luar biasa, yakni dial mother of pearl dengan motif flower,” ucapnya.
Hal ini menciptakan tekstur permadani yang rumit sesuai dengan trend floral yang banyak terlihat di panggung catwalk musim dingin tahun ini.
Brand jam tangan dari Swiss ini juga menyediakan ukuran 32 mm. Membuat jam ini sangat eye-catching saat bersanding dengan bangle senada dari koleksi perhiasan Forever. “Membuatnya semakin elegan dengan koleksi handbag Forever,” tutup Ursula. (cr18)
batampos.co.id – Kehadiran jaringan internet cepat 4G di Indonesia disambut baik oleh para konsumen. Bahkan pelaku Industri ponsel pintar pun tidak tinggal diam, mereka langsung menghadirkan jajaran ponsel pintar 4G dengan harga murah.
“Beragam merek seperti Lenovo, Asus dan Infinix dibandrol dengan harga satu jutaan, ini harga yang murah,” ujar Karyawati Toko GH Shop Nagoya Hill, Titin, Senin (27/2).
Titin mengatakan, untuk ponsel pintar Lenovo Vibe C bisa didapatkan dengan harga Rp 1.299 juta, sementara Asus Zenfone GO dibandrol dengan harga Rp 1.699 juta dan Infinix Hot 3 Max dijual dengan harga Rp 1.599 juta. “Ketiga ponsel ini sudah dilengkapi dengan jaringan 4G,” ungkapnya.
Ia menuturkan, selain dipersenjatai dengan jaringan yang sama, ponsel ini juga memiliki fitut-fitur yang canggih. Pada ponsel Lenovo Vibe C dipersenjatai dengan Ram berkapasitas 2GB dan memori internal 16GB, sedangkan Asus Zenfone GO Ram 2 GB dengan penyimpanan internal 16 GB dan Infinix Hot 3 Max Ram berkapasitas 2GB dengan memori internal 16 GB. “Untuk tampilan, Infinix hadir dengan layar lebih lebar, yakni 5,5 inci,” ungkap Titin.
Sementara itu, untuk kamera Infinix Hot 3 Max ini dibekali dengan kamera belakang 13 megapiksel dan kamera depan 5 megapiksel, sedangkan Asus Zenfone GO dibekali dengan kamera belakang 8 megapiksel dan kamera depan 2 megapiksel. “Kamera belakang Lenovo Vibe C 5 megapiksel dan kamera depan 2 megapiksel,” paparnya.
Titin menuturkan, banyak ponsel pintar yang dibandrol dengan harga satu jutaan ini, membuat banyaknya pilihan untuk masyarakat menengah ke bawah. “Dengan harga yang sama dan spesifikasi yang berbeda masyarakat harus pandai memilih sesuai kebutuhannya,” tutupnya.
Pengguna ponsel pintar dengan hara yang murah, Dahlia mengatakan lebih menyukai ponsel yang berlayar lebih besar, alasannya layar yang besar lebih puas ketika menonton film diwaktu sengang. “Jaringan juga sudah bagus 4G kok,” ujarnya
Selain itu, ketahanan dari ponsel satujuataan juga lebih bagus dari ponsel android lainnya. “Baterai juga lebih tahan lama,” tutupnya. (cr14)
batampos.co.id – PT Sentral Motorindo Perkasa, Sentral Kawasaki Seipanas, Komplek Bintang Mas Blok C Nomor 1 Batamcenter, memperkenalkan dua varian warna terbaru dari sepeda motor trail, yakni tipe KLX 150 BF SE Ama Yellow (kuning) dan D-Tracker 150 SE New Orange.
“Tampilan motor ini hadir dengan warna lebih cerah dan menarik,” ujar Sales Counter Sentral Kawasaki Seipanas, Yudi, Senin (27/2).
Dia mengatakan, tampilan KLX 150 BF SE Ama Yellow bagian suspensi depan mengaplikasikan upside down berwarna kuning keemasan. Juga pelindung suspensi berwarna kuning dengan tulisan KLX melintang secara vertikal. Sementra pada suspensi D-Tracker 150 SE New orange juga mengaplikasikan upside down berwarna kuning keemasan, namun pada pelindung suspensi terlihat standar hitam. “Kedua motor ini memiliki perpaduan corak warna putih dan hitam,” ungkap Yudi.
Kawasaki KLX 150 BF SE Yellow menggunakan mensi tipe 4 langkah, Sohc 2 klep berkapasitas 144 cc, sementara D-Tracker 150 SE (New), menggunakan tipe mesin 4 langkah, Sohc, 2 katup berkapasitas 144 cc. “Kedua motor ini tentunya memiliki ketangguhan disegala medan,” papar Yudi.
Lebih lanjut dia mengatakan, KLX 150 BF SE Ama Yellow memiliki dimensi panjang 2.070 mm, lebar 825 mm dan tinggi 1.155 mm, dan untuk D-Tracker 150 SE panjang 1.900 mm, lebar 770 mm dan tinggi 1.060 mm. “Tampilannya sangat gagah,” imbuhnya.
Mengenai harga motor kawasaki KLX 150 BF SE Ama Yellow dibandrol dengan harga Rp 37.800 juta. Sedangkan untuk D-Tracker 150 SE (New) orange ditawarkan dengan harga Rp 37 juta. “Motor ini tersedia disetiap Showroom kawasaki di Batam. Kedua tipe ini baru saja datang dua hari ke Batam,” tutupnya. (cr14)
Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Peppy Candra saat meninjau pedagang di Pasar KUD beberapa waktu lalu. Foto: dok Fb Peppy.
batampos.co.id – Ketua Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang, Mimi Bety mengatakan sebanyak 70 persen pedagang di Pasar KUD Tanjungpinang menyewa lapak dan kios dari pihak kedua. Sedangkan 30 persennya menyewa langsung dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Kejadian seperti ini harus ditindak cepat. Sebab penyewaan diluar BUMD akan merugikan daerah,” ujar Bety usai inspeksi mendadak (sidak) di Pasar KUD Tanjungpinang, Senin (27/2).
Kondisi pengelolaan Pasar KUD, kata Bety, sangat amburadul. Sebab tak hanya sekedar penyewaan lapak dan kios saja yang diambil alih pihak kedua. Tetapi fungsi lapak dan kiospun juga ikut dipolitisir. Awalnya difungsikan untuk menjajahkan ikan dicampur dengan dagangan sayuran.
Kemudian, lanjut Bety, para pedagang yang menempati kios ada yang menjual barang ilegal. Khususnya rokok tanpa cukai yang dijual bebas. Padahal rokok tersebut hanya diperbolehkan dijual di kawasan Free Trade Zone (FTZ).
“Sistem pengelolaan dan penjualan dipasar semakin rusak parah. Maka kami akan panggil Dewan Kawasan (DK) dan BUMD untuk membahas masalah ini,” bebernya.
Hal senada dikatakan Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Peppy Candra. Dia mengaku miris melihat pengelolaan dan penjualan di Pasar KUD. Menurut Peppy, jika sistem yang diterapkan di pasar tersebut tidak segera dirubah maka pedagang kecil dan masyarakat akan menjadi korban.
“Pihak kedua membebankan biaya sewa lebih tinggi dibandingkan BUMD. Kalau begini terus, bukan daerah saja yang dirugikan tapi pedagang dibuat sengsara,” cetusnya.
Sementara itu, Tim Optimalisasi dan Penertiban Pasar BUMD Kota Tanjungpinang, Sugino mengaku sudah pernah melakuan penertiban lapak dan kios di Pasar KUD dan Pasar Bintan Center Batu 9. Bahkan sudah mengimbau para pedagang agar tidak menyewakan lapak atau kios ke orang lain.
“Sudah kami lakukan semuanya. Tapi masih saja ada yang bermain, baik pedagang maupun internal BUMD,” akunya.
BUMD, kata Sugiono, akan membenahi sistem penyewaan dan penjualan di seluruh pasar yang dikelolanya. Kedepannya segala permasalahan tidak diselesaikan di luar melainkan wajib di kantor BUMD Tanjungpinang
Tujuannya untuk menghindari transaksi tersembunyi antara pedagang dengan pedagang maupun pedagang dengan karyawan BUMD dilapangan.
“Kami akan data semuanya. Jadi kedepannya tak ada lagi pedagang sewa lapak dan kios dengan pedagang lain. Tapi harus melalui BUMD,” ungkapnya. (ary)