Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 13636

Dirut BUMD Tanjungpinang Diperiksa Selama Dua Hari

0

batampos.co.id – Ditreskrimsus Polda Kepri kembali memeriksa Dirut BUMD Tanjungpinang Asep Nana Suryana pada Selasa (28/2). Pemeriksaan ini masih terkait dengan aliran dana pungli penyewaan kios di Pasar Bintancenter.

“Hari ini kami panggil lagi, karena pada Senin (27/2) lalu pemeriksaan masih belum selesai,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol, Budi Suryanto pada Batam Pos, Selasa (28/2).

Sebelumnya pada Senin (27/2), Asep datang untuk pertama kalinya memenuhi panggilan penyidik. Dimana ia diperiksa dari pukul 09.00 hingga 16.00. Pemeriksaan ini terkait dengan seputar aliran dana pungli Pasar Bintancenter.

Ditambahkan oleh Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Arif Budiman, pemeriksaan pada Selasa (28/2) disebabkan karena masih ada beberapa keterangan yang harus diminta dari Asep.

Saat ditanya apakah hari ini pemeriksaan selesai. Arif mengatakan belum bisa menentukan, selesai atau tidaknya pemeriksaan ini. Sebab tergantung dari penyidik. “Masih belum tau, apa materi keterangan rampung hari ini atau masih dilanjutkan besok,” tuturnya.

Sementara dari informasi yang beredar, disebutkan dana pungli ini mengalir ke karyawan BUMD lainnya. Bertahannya praktek pungli ini bertahun-tahun, disebutkan ada pihak-pihak BUMD lainnya kecipratan uang hasil pungli tersebut.

Dirut BUMD Asep Nan Suryana pada Senin (28/2) lalu, secara tak langsung membenarkan hal ini. Oleh sebab itu, Asep menyebutkan akan melakukan penyelidikan internal terkait aliran dana tersebut. “Akan kami lakukan,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan operasi tangkap tangan (OTT) pada 13 Februari lalu, Polda Kepri mengamankan koordinator BUMD Slamet di Pasar Bintancenter. Dari keterangan didapat para pedagang dan juga Slamet, Namun Slamet meminta uang melebihi aturan yang ada. Dimana permintaan uang itu pada kisaran Rp 7 juta hingga 15 juta.

Kelebihan dari uang yang disetorkan ke kas BUMD, diduga ambil oleh Slamet. Pada saat penangkapan Slamet pada 13 Februari lalu, polisi mengamankan uang Rp 28.716.900. (ska)

Polda Kepri Mengamankan Kegiatan PT Timah Di Karimun

0

batampos.co.id – Polda Kepri akan mengamankan salah satu obje vital nasional yang berada di Karimun yakni PT Timah. Sebagai BUMN yang mendapatkan konsesi areal pertambangan seluas 45 ribu haktare di Karimun. Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian merasa perlu ada pengamanan khusus untuk melindungi aset negara ini.

“MoU ini berlaku selama dua tahun,” kata Irjen Pol, Sam Budigusdian setelah penandatangan MoU di Hotel Radisson pada Selasa (28/2).

Ia menyebutkan pengamanan Objek Vital Nasional merupakan atensi Presiden RI. Pengamanan ini untuk menjaga aset negara dari segala ancaman, yang dapat menganggu stabilitas produktivitas. Tetap berproduksinya PT Timah, maka menjadi hal positif bagi negara.

“Pendapatan untuk negara lancar,” ucapnya.

Sam menyebutkan dengan adanya MoU ini, beberapa personel Polda Kepri akan ditempatkan di lingkungan PT Timah. Dan bila terjadi gangguang keamanan yang menyebabkan terhambatnya produktivitas PT Timah. Maka Polda Kepri dapat melakukan peningkatan kekuatan di PT Timah, untuk mengamankan perusahaan tersebut dari gerakan-gerakan ilegal.

“Polisi akan selalu bekerja dengan profesional, modern dan terpercaya,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Timah (persero) Tbk Mochtar Riza Pahlevi menyambut baik MoU ini. Baginya keberadaan polisi dalam pengamanan PT Timah, sangat membantu kelancaran usaha BUMN itu. Kata Riza, PT Timah tak hanya semata-mata melakukan kegiatan pertambangan saja di Pulau Kundur, Karimun. Tapi mereka juga memiliki smelter, untuk meningkatkan kandungan logam yang ada hingga memenuhi standar bahan baku produk akhir.

“Sat ini PT Timah berproduksi sebanyak 30 ton seharinya,” tuturnya.

Riza menyebutkan pihaknya juga ikut serta dalam pengembangan Pulau Kundur. (ska)

Polisi Ringkus Spesialis Curanmor dan Ponsel

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Tanjungpinang Timur, berhasil meringkus Adji Tanjung, 46, pelaku pencurian motor Yamaha RX King dan ponsel keponakannya, serta Anton Gunawan, 20, pelaku pencurian ponsel merk Apple milik Cintya.

“Korban ini keponakan pelaku. Hilangnya di rumah korban di jalan Anggrek Merah, sekitar jam 3 pagi,” ujar Kapolsek Tanjungpinang Timur Efendri Ali, didampingi Kasubbag Humas Iptu Aryantono dikantornya, Selasa (28/2).

Efendri Ali mengatakan penangkapan terhadap Adji Tanjung berawal dari laporan polisi pada (27/12) 2015 lalu, oleh Ardiansyah selaku pemilik motor Yamaha RX King dan ponsel merk Oppo.

Dikatakan Efendri, dari pengakuan tersangka, ia nekat melakukan aksinya karena sakit hati terhadap korban yang tak pernah menghargainya.

“Dua bulan lebih kami lakukan penyelidikan. Tersangka kami tangkap di rumah korban setelah kami pancing untuk datang, pada (21/2) lalu. Parahnya, barang bukti berupa motor saat ditemukan sudah tidak utuh. Karena sudah dipreteli dan dibuang di kolam lele tersangka di batu 18 Bintan,” kata Efendri.

Sementara itu, untuk tersangka Anton, sambung Efendri dibekuk polisi lantaran mencuri satu unit ponsel merk Apple merk Chiata Nindia pada (13/2). Ia ditangkap saat berada di kawasan Rimba Jaya, dua jam setelah melakukan aksinya.

“Tersangka mencuri hape korban, yang saat itu berada di dashbor motor korban di parkiran Puskesmas Mekar Baru, kilometer delapan. Penangkapan kami lakukan setelah menerima laporan yang kemudian dilakukan penyelidikan,” terang Efendri.

Atas perbuatannya, tersangka Adji Tanjung dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sementara untuk tersangka Anton Gunawan, dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. (ias)

Polda Kepri Tingkatkan Mobilitas Personel

0
Sejumlah anggota Polisi lalulintas, Sabhara dan Brimob Polda Kepri saat mengikuti gelar pasukan operasi simpati seligi 2017 di Mapolda Kepri, Rabu (1/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri meningkatkan mobilitas jajaranya mulai dari Senin (28/20) lalu, hal ini merespon terjadi kejadian terorisme di Bandung. Mobilitas jajaran Polda Kepri salah satunya patroli yang lebih intensif.

“Beberapa aktifitas personel kami giatkan,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol, Sam Budigusdian pada Batam Pos, Selasa (28/2).

Namun walau begitu, Sam mengatakan pihak kepolisian akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di Kepri. Sehingga dapat berkativitas dengan baik, tanpa khawatir adanya ancaman yang merongrong keamanan di Kepri.

“Polisi selalu hadir ditengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Sam menjamin bahwa Kepri umumnya, dan Batam khususnya masih tetap aman. Tapi tak menutup kemungkinan dari ancaman terorisme. Karena bisa datang kapan saja, tanpa diduga. Oleh sebab itu, ia berharap juga dukungan dari masyarakat untuk ikut menjaga keamanan Kepri.

Saat ditanya bentuk dukungan masyarakat ? Sam menjawab bahwa dengan memberikan informasi sekecil apa pun terkait hal-hal mencurigakan.

“Itu sudah sangat membantu pihak kepolisian,” tuturnya.

Ia menghimbau masyarakat di Kepri agar bisa mengamankan lingkunganya dari tindakan terorisme. Ketua RT atau RW, diharapkan sebagai corong awal untuk mengamankan lingkunganya dari kegiatan terorisme. “Laporkan saja ke aparat terdekat,” pungkasnya. (ska)

Raja Salman Tiba, Berkah untuk Rental Mobil Mewah

0

batampos.co.id – Kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, ke Indonesia turut membawa berkah bagi sejumlah pengusaha jasa persewaan mobil mewah di Jakarta. Sebab anggota rombongan Raja Salman yang berjumlah 1.500 secara khusus menyewa mobil high class untuk transportasi selama tiga hari di ibukota.

Queen Rental, salah satunya. Sejak sebulan lalu, 10 mobil Alphard dan satu sedan Mercy milik rental tersebut di-booking untuk mengakomodir rombongan Raja Salman. +

”Di rental lain juga sudah banyak yang di-booking,” ujar pemilik Queen Rental, Dimas Arif Wibowo, Selasa (28/2).

Pengusaha mobil mewah di Ciputat, Tangerang Selatan itu mengatakan mayoritas kendaraan high class yang dicari adalah keluaran baru, 2014 ke atas. Menurutnya, vendor yang meng-handle transportasi Raja Salman membutuhkan ratusan mobil mewah.

”Beberapa minggu terakhir (di kalangan pengusaha rental mobil mewah) sudah ramai soal itu,” ungkapnya.

Meski disewa Raja Arab Saudi, Dimas mengaku tidak mematok harga tinggi untuk tarif sewa mobil. Biaya sewa Alphard, misalnya, tetap dipatok dengan tarif normal. Yakni, Rp 2,2 juta sehari. Sedangkan Mercy Rp 3,5 juta sehari. Tarif itu sudah termasuk upah sopir.

”Ada beberapa yang lepas kunci (tanpa sopir), tergantung kebijakan pemilik rental,” ungkapnya.

Menurut Dimas, penyewa mobil mewah miliknya bukan langsung dari otoritas Arab Saudi. Melainkan dari pihak pemerintah melalui pihak ketiga atau semacam vendor. Vendor tersebut yang menghubungi pengusaha-pengusaha rental mobil mewah.

Sebagain mobil mewah yang disewa rombongan Raja Salman terlihat sudah diparkir di halaman Gelora Bung Karno, Senayan. Total, ada 200 mobil jenis Alphard dan Mercy yang siap menjemput rombongan jumbo tamu dari jazirah Arab tersebut. Satu persatu kendaraan yang diberi tanda nomor di kaca depan itu dicek oleh petugas.

”Ada sebagian (mobil mewah) yang belum datang,” ujar Agus, salah seorang sopir.

Agus mengatakan, tidak ada ketentuan khusus bagi pengemudi mobil mewah yang terlibat dalam kunjungan besar Raja Salman. Panitia, kata dia, hanya meminta para sopir mengenakan pakaian batik rapi dan berperilaku sopan. Mereka pun tidak diwajibkan mahir berbahasa Arab. ”Ketentuannya ya bisa nyopir saja. Nggak usah (bisa) bahasa Arab,” ujar pria asal Tangerang Selatan ini.

Raja Salman dijadwalkan tiba di Jakarta pada Rabu (1/3) hari ini. Raja bersama rombongan akan berada di Jakarta hingga Jumat (3/3). Kemudian akan bertolak ke Bali untuk berlibur selama enam hari. Guna menjamin keamanan seluruh rombongan, TNI dan Polri membentuk Komando Gabungan Pengamanan (Kogabpam) VVIP.

Panglima Kogabpam (Pangkogabpam) VVIP Letjen TNI Edy Rahmayadi menjelaskan, seluruh personel gabungan sudah bergerak sejak Selasa (28/2). Sejumlah lokasi seperti Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Istana Bogor, dan hotel tempat menginap raja bersama rombongan sudah dijaga ketat. ”Anda macam-macam ditangkap,” tegas Edy.

Sebagai tamu negara yang membawa rombongan dalam jumlah besar, Raja Salman menjadi prioritas pemerintah Indonesia. Pengamanan yang disiapkan luar biasa ketat. Edy mengungkapkan, komando yang dia pimpin menyusun tiga lapis pengamanan. Yakni ring satu, dua, dan tiga. ”Ring satu melekat kepada tamu VVIP,” ujar periwira tinggi TNI yang mejabat sebagai panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) tersebut.

Sementara itu, personel gabungan di ring dua bertugas mengamankan setiap gerakan dari dalam ke luar maupun sebaliknya. Khusus ring tiga, petugas gabungan menjaga bagian terluar. Mereka mengidentifikasi setiap orang yang hendak masuk ke wilayah pengamanan di ring dua. Itu berlaku di seluruh tempat Raja Salman dan rombongan berada. Edy memastikan, tidak sembarang orang bisa tembus wilayah pengamanan tersebut.

”Nggak bisa masuk kecuali orang-orang tertentu,” jelas dia. (syn/jpgrup)

Pelindo II Tak Kunjung Bangun Pelabuhan Kontainer di Tanjungsauh

0
Model pelabuhan yang direncanakan akan dibangun di Tanjungsauh, tapi entah kapan.

batampos.co.id – Tanjungsauh yang digadang-gadang menjadi pelabuhan transhipment kontainer berkapasitas 42 juta TEUs, hingga saat ini tak kunjung dibangun. Pelindo II yang berencana membangun sejak 2012 silam tak terlihat progresnya.

“Memang Tanjungsauh cocok jadi pelabuhan transhipment karena memiliki kedalaman 13 meter, tapi tak masuk wilayah kerja kami,” ujar Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, Senin (28/2).

Andi menjelaskan PP Nomor 46 tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, wilayah FTZ Batam hanya meliputi Pulau Batam dengan pulau-pulau yang dihubungkan enam jembatan Barelang (Batam Rempang Galang) yaitu Pulau Tonton, Setokok, Nipah, Rempang, Galang dan Galang Baru.

Meski PP tersebut kemudian direvisi menjadi PP 05/2011 dengan menambahkan Pulau Janda Berhias menjadi bagian FTZ Batam, namun kawasan Tanjung Sauh tetap tidak masuk FTZ.

Andi menegaskan urusan pembangunan pelabuhan ini menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Selain itu, untuk membuat pelabuhan Tanjungsauh menjadi pelabuhan transhipment harus mendapatkan persetujuan dari pelabuhan sekitarnya.

“Harus dilihat secara keseluruhan, apakah pelabuhan lain nanti setuju,” jelasnya.

Hal senada pernah dikatakan oleh Kepala BP Batam Hatanto Reksodiputro. Menurutnya, Tanjungsauh bukan kawasan FTZ dan KEK.

“Juga tidak masuk kawasan ekonomi khusus Batam. Jadi peraturannya belum ada,”ujar Hatanto.

Pelindo II memang pernah menjanjikan akan menjadikan  Tanjungsauh yang satu pulau dengan Ngenang di timur pelabuhan domestik Telaga Punggur itu, menjadi pelabuhan transhipment berkapsitas 42 TEUs  (Twenty Foot Equivalent Units).

Janji itu dilotarkan para petinggi Pelindo II 2012 silam. Bahkan, saat itu petinggi Pelindo II menyebukan pihaknya menggandeng investor asal China Merchants Holding untuk mengembangkan Pelabuhan Tanjungsauh dengan investasi sebesar Rp 20 triliun.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, yang saat itu dijabat Richard Lino Joost, mengatakan selain proyek di Batam, PT Pelindo II juga membangun Terminal Kalibaru di Pelabuhan Tanjungpriok, dengan investasi sebesar Rp 22,6 triliun,  dan Pelabuhan Sorong senilai Rp 10 triliun.

Lino menyatakan bahwa peletakan batu pertama di Batam port dapat dilakukan pada tahun 2013, sehingga pada tahun 2015 atau 2016 pelabuhan akan mulai beroperasi.  Namun hingga Februari 2017 tak ada tanda-tanda pembangunan.

Andi menambahkan jangankan Tanjungsuah, pelabuhan Batuampar saja juga tak kunjung direnovasi. Banyak yang mengatakan alasan utamanya adalah adanya pipa-pipa gas di bawah laut dibawah pelabuhan tersebut.

Staf Ahli Deputi III BP Batam, Nasrul Amri Latif mengatakan bahwa jika ingin merenovasi atau memperdalam Pelabuhan Batuampar, pihaknya tinggal meminta pengelola pipa gas untuk menggeser pipanya lebih dalam.

“Tinggal diminta untuk menggeser pipanya saja semakin dalam,” katanya. (leo)

Wine Nonalkohol, Ah Masa Iya……

0

batampos.co.id – Minuman fermentasi anggur atau wine kini tersedia nonalkohol atau yang populer disebut wine halal hadir sebagai alternatif.

Wine halal dibuat sebagaimana wine ataupun sampanye. Kadar alkohol yang timbul pada wine berkaitan dengan lamanya waktu fermentasi, lebih dari tiga tahun. Wine dapat diproduksi tanpa alkohol bila difermentasi hanya setahun.

’’Jadi, yang disaring sari-sari buahnya saja,’’ ujar Pranya Paramitta, area manager PT Global Nara Sadhana, distributor wine.

Waktu fermentasi yang lebih cepat membuat wine memiliki tanggal kedaluwarsa. Wine tanpa alkohol dapat disimpan sekitar tiga tahun. Hal itu berbanding terbalik dengan wine pada umumnya yang disimpan hingga puluhan tahun untuk dinikmati.

Wine berlabel Espora Zero Alcohol tersebut diproduksi pada 2012. Wine nonalkohol produksi Spanyol itu mendapatkan sertifikat halal pada Desember 2015. Awalnya, wine diproduksi karena banyaknya permintaan dari Dubai, Uni Emirat Arab. Setelah itu, wine nonalkohol makin populer hingga merambah Asia Tenggara.

Wine halal masuk ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2014. Kemudian, wine halal mulai diperkenalkan di Indonesia pada November 2016 dalam pameran SIAL InterFOOD di Jakarta. ’’Wine ini diperkirakan masuk dan didistribusikan ke tanah air pada Maret 2017,’’ jelasnya.

Wine jenis ini memungkinkan dinikmati vegetarian dan orang sensitif terhadap alkohol. Selain itu, wine nonalkohol rendah gula. Sebab, anggur sebagai bahan baku wine dipetik saat masih muda. Makin matang anggur, kadar gulanya makin banyak.

Secara tekstur, wine nonalkohol memang tidak sepekat wine pada umumnya. Teksturnya sangat ringan dengan aroma yang tidak menyengat. Tingkat kepekatan atau kandungan gula pada segelas wine bisa diukur dengan memutar gelas sebelum disesap. Jika cairan cepat turun setelah diputar, kadar gula dan tingkat kepekatannya sangat rendah. Rumus sebaliknya berlaku untuk wine dengan kepekatan tinggi.

Buah anggur yang digunakan untuk menghasilkan wine berasal dari kebun-kebun di La Mancha, Spanyol. ’

’Wine ini diciptakan sebagai alternatif, tidak menyingkirkan wine beralkohol yang sudah memiliki penikmatnya,’’ tuturnya saat ditemui dalam sebuah acara diskusi kemarin (20/2).

Wine nonalkohol, lanjut dia, tersedia dalam berbagai tipe. Yakni, red wine, white wine, dan sparkling wine. Yang membedakan adalah bahan dasarnya. Red wine dibuat menggunakan fermentasi anggur merah. White wine memanfaatkan anggur putih. Sparkling dibuat memakai anggur putih yang ditambah soda.

Wine nonalkohol dijual dengan harga relatif lebih murah, sekitar Rp 150 ribu per botol untuk isi 750 ml. Bandingkan dengan wine beralkohol yang dijual dengan harga sekitar Rp 400 ribu pada ukuran yang sama. (esa/c14/nda/sep/JPG)

Tampil Over Size yang Nyaman dan Elegan

0

batampos.co.id – Tampil kekinian menjadi keharusan bagi beberapa orang.

Rizki Desy Wulansari, Best Talent Miss Floral 2016 itu mengenakan atasan bermodel sayap kelelawar yang kembali ramai digunakan perempuan muda.

”Baju dengan model seperti ini kalau dilihat terkesan oversize,” ujar Rizdes, sapaan akrabnya.

”Justru, itu jadi style yang cukup unik,” imbuh finalis Cak Yuk Gresik 2015 tersebut.

Apalagi dengan pilihan warna peach segar, penampilan semakin terlihat muda.

Pemilik tinggi 165 sentimeter itu kembali menggunakan celana polos dengan style yang unyu. Bawahan putih berupa celana berbahan wolfis tersebut punya tambahan sayap di sisi kanan dan kiri. Tambahan itu bisa disematkan ke atas sehingga menjadi layer.

”Kalau tidak mau, bisa dilepas kok,” ucapnya.

Atasan dan bawahan polos memudahkan perempuan berhijab. Sebab, mereka bisa lebih bebas memilih hijab warna maupun full motif.

”Aku pakai pasmina dari Dian Pelangi,” terangnya.

Pasmina dengan kombinasi warna cerah seperti oranye dan kuning itu dibentuk menjadi arabian style. Disitulah letak keunikannya.

Rizdes membuat gaya hijab tersebut dengan membentuknya menjadi semacam ciput terlebih dulu. Jadi, hijab harus rapat membalut wajah. Tidak ada bagian runcing di atas wajah. Sisa pasmina dinaikkan dan dibalut memutar mengikuti bentuk wajah.

”Ini gaya hijab ala orang Arab yang lebih natural. Karena tidak ada usaha untuk menutupi kekurangan wajah,” paparnya.

Dengan hijab arabian style itu, bidang wajah menjadi lebih terlihat. Rizdes mengungkapkan, gaya hijab yang sedang ngetren di media sosial tersebut tepat digunakan untuk mereka yang berwajah lonjong dan oval.

”Juga mereka yang tidak malu mengeksplor bagian wajah,” imbuhnya. (hay/c21/ai/sep/JPG)

Pendirian Rumah Tahfidz Gandeng UICCI & Ponpes Tahfids Sulaimaniyah

0

batampos.co.id – Rencana Pemkab Bintan mendirikan rumah tahfidz yang rencananya akan di bangun di Kecamatan Bintan timur akan segera terealisasi. Pasalnya pemerintah akan menggandeng yayasan United Islamic Culture Center of Indonesia (UICCI) & Ponpes Tahfidz Sulaimaniyah yang memang fokus kepada Tahfizul Quran.

Kerjasama yang akan dilakukan yayasan UICCI bersama Pemkab Bintan ini, pemerintah menyediakan sarana dan prasarana, dan UICCI akan menyediakan segala macam kebutuhan yang akan mereka gunakan untuk proses belajar mengajar. Mulai dari ustad hingga biaya operasional.

“Bahkan jika nanti para murid-murid rumah tahfidz sudah menamatkan proses belajar mengajar dengan baik, mereka akan berkesempatan mendapatkan beasiswa penuh belajar di Turki,” ungkap Farhat Bas, selaku utusan dari (UICCI) Jakarta saat menggelar pertemuan bersama Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam, di ruang rapat BAPPEDA Bintan, Selasa (28/2).

Dia menuturkan proses belajar yang diterapkan nantinya juga menggunakan standar yang sudah diakui dan sudah teruji, untuk menghafal Al-Quran 30 Juz.

“Cukup satu tahun para murid sudah bisa menghafal, dan itu sudah teruji dan telah kita lakukan sejak berdirinya yayasan UICCI” katanya.

Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam, menyambut baik atas rencana kerjasama yang akan dilakukan Pemkab Bintan bersama yayasan United Islamic Culture Center Of Indonesia (UICCI) & Ponpes Tahfidz Sulaimaniyah.

“Bak gayung bersambut. Apa yang datang sesuai dengan apa yang dibutuhkan, maka kami akan gesah terus pendirian rumah tahfids ini,” tegasnya.

Pemkab Bintan, kata Dalmasri memiliki niat penuh untuk membangun sedini mungkin pendidikan agama kepada masyarakat. Khususnya anak-anak menjadi Tahfids. Rencana itu telah dituangkan dalam rencana kerja tahun 2017 dan akan berjalan pada tahun ini dengan membangun sarana dan prasarananya.

“Membangun sarana tidak sulit, ada anggaran selesai, tapi untuk mengisi sarana itu harus benar-benar ditangani dengan serius” ungkapnya.

Maka dari itu, sambungnya untuk proses penerimaan siswa yang akan masuk ke rumah tahfids harus dilakukan secara selektif, karena rencana mendidiknya juga bukan selesai sampai tamat, namun setelah tamat mereka akan berkesempatan mendapat beasiswa belajar di negara Turki.

“Pemkab bintan juga akan terus meningkatkan standar pendidikan di bidang agama untuk masyarakat Kabupaten Bintan, agar apa yang menjadi visi pemerintah kabupaten bintan dapat terwujud menjadikan kabupaten bintan yang madani,” tutupnya (cr20)

Aspal Jalan Kelarik ke Teluk Buton Dilanjutkan

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Kota Pemkab Natuna Eka Kurniansyah mengatakan, pembangunan jalan lintas Kecamatan di Kelarik menuju Teluk Buton dilanjutkan tahun ini.

Pengerjaan jalan tersebut tahun ini adalah peningkatan kualitas dan perbaikan yang bersumber dari APBN sebesar Rp 27 miliar. Diantara pembangunan jalan hotmix.

“Tahun jalan lintas Kecamatan ini dilanjutkan dari APBN. Ada peningkatan kualitasnya dan perbaikan. Tetapi tidak ada lagi program buka jalan baru,” ujar Eka kemarin.

Dikatakan Eka, jalan lintas kecamatan ini sudah berstatus jalan nasional. Sehingga menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat untuk menyelesaikan pembangunan yang belum rampung.

Tidak hanya itu, jalan lintas Kecamatan Bunguran Batubi menuji Kecamatan Bunguran Utara hingga saat juga belum rampung. Jalan tersebut kondisinya sangat parah, jika kondisi musim hujan.

Sejauh ini Pemerintah Daerah hanya bisa memperbaiki akses untuk sementara. Namun hanya bisa bertahan beberàpa waktu, agar warga bisa lewat.

Tidak hanya itu, jembatan yang rusak sebagai penghubung jalan nasional juga menjadi tanggung jawab Pusat. Seperti jembatan di Desa Tanjung.

“Jembatan ýang rusak kalau status jalan nasional juga tanggung jawab Pemerintah Pusat memperbaikinya,” ujar Eka.(arn)