Kamis, 25 Juni 2026
Beranda blog Halaman 13668

Berbuka dengan Es Pisang Ijo, Gampang Kok Bikinnya…

0
Es Pisang Ijo ala Hotel Aston Marina (DERY RIDWANSYAH/JAWA POS)

Es Pisang Ijo. Menu ini paling cocok disantap di bulan Ramadan saat berbuka puasa.

Selain manis dan memberikan energi, es pisang ijo juga bisa menghapus rasa lapar dahaga setelah sehari penuh berpuasa. Pisang dan tepung yang merupakan bahan dasar membuat menu ini, memiliki kandungan karbohidrat yang baik sebagai penambah energi. Ada pula rasa manis dari susu kental manis dan sirupnya, membuat menu ini selalu diminati.

Chef Hotel Aston Marina, I Gusti Agung Made Kartika Arya Wiguna berbagi resep cara membuat menu yang sudah semakin jarang ditemukan di ibu kota Jakarta. Caranya mudah, bisa dibuat sendiri di rumah.

“Aslinya manis banget. Sudah dicampur gula biasa, lalu dicampur susu dan sirup. Kemudian pakai bubur sumsum. Paling cocok untuk berbuka puasa. Mirip cara membuatnya seperti kue pisang yang dikukus. Kalau tak ada pisang tanduk, bisa pakai pisang kepok,” kata Chef Arya kepada JawaPos.com.

Bahan-bahan:

  • Tepung beras 100 gram
  • Pisang Tanduk 2 buah
  • Santan 75 ml
  • Daun pandan 2 helai
  • Gula 50 gram
  • Pewarna makanan alami atau daun suji

 

Bahan bubur sumsum:

  • Air 180 ml
  • Tepung beras 150 gramGula secukupnya
  • Garam secukupnya

Bahan pelengkap :

  • Sirup champolay
  • Susu kental manis
  • Daun pandan
  • Es batu

Cara membuat :

Pertama kukus pisang hingga matang. Lalu lanjutkan dengan membuat bahan pewarna alami, terdiri dari campuran daun pandan dan suji di dalam blender. Saring airnya hingga bersih.

Siapkan wadah terpisah untuk membuat adonan kulit pisang ijonya. Tuang tepung terigu, tepung beras, pewarna alami dan santan kentaln. Aduk semua bahan sampai rata.

Tambahkan gula pasir kemudian aduk rata. Masukkan adonan kulit hijau ke dalam loyang kemudian kukus sampai matang. Keluarkan adonan dan aduk saat masih panas.

Pipihkan adonan kemudian ambil satu pisang yang sudah dipotong melintang. Lalu gulung dan bungkus dengan plastik atau daun pisang. Selanjutnya kukus kembali.

Setelah itu, fokus membuat bubur sumsumnya. Caranya, ambil santan kental lalu daun pandan segar yang sudah dicuci bersih secukupnya. Tambahkan tepung beras sebanyak 50 gram saja. Kemudian garam dan gula. Rebus hingga matang.

Tahap akhir, potong-potong pisang, campurkan dengan bubur sumsum, tambahkan sirup champolay atau bisa diganti dengan sirup merah rasa pisang ambon. Tambahkan susu kental manis dan es batu sesuai selera. Buka puasa jadi lebih segar. (cr1/JPG)

695 Nelayan Vietnam Dipulangkan

0

batampos.co.id – 695 nelayan  asal Vietnam yang diamankan dalam berbagai operasi pemberantasan kegiatan penangkapan ikan secara illegal (illegal fishing) dipulangkan ke negara asal mereka.

Pemulangan tersebut dilaksanakan di pangkalan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam di Jembatan II Barelang, Jumat (9/6) oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bekerjasama dengan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu), Direktorat Jenderal Imigrasi-Kementrian Hukum HAM, TNI Angkatan Laut dan Polri.

Direktur Jenderal PSDKP Eko Djalmo Asmadi menuturkan, nelayan yang direpatriasi tersebut merupakan nelayan Vietnam yang diamankan sejak tahun 2015 lalu. Mereka diamankan bersama sejumlah KIA oleh petugas gabungan baik dari pengawas perikanan KKP, TNI AL ataupun Polri dalam berbagai operasi yang diselenggaran untuk memberantas kegiatan illegal fishing di periaran Indonesia.

“Mereka yang dipulangkan ini status hukumnya bukanlah tersangka (non yustisia). Mereka hanya sebagai saksi. Yang tersangka sesuai hukum tindak pidana perikanan hanya Nahkoda dan Kepala Kamar Mesin (KKM), kata Eko.

Selama ini mereka ditempatkan di penampungan sementara stasiun PSDKP Pontianak, satuan PSDKP Natuna, satuan PSDKP Tarempa, kantor Imigrasi kelas III Tarempa, Rumah Detensi Imigrasi Pontianak, Kantor Imigrasi Tanjungpinang, Pangkalan TN I AL Ranai dan Pangkalan TNI AL Tarempa.”Dari PSDKP-KKP total 366 orang, Imigrasi 113 orang dan TNI AL 216 orang. Total semua ada 695 orang,” tutur Eko.

Pemulangan nelayan vietnam tersebut sambung Eko merupakan tindak lanjut hasil koordinasi pemerintah Indonesia dengan Vietnam di Jakarta sebelumnya yang menyepakati bahwa seluruh nelayan Vietnam yang berstatus saksi harus dipulangkan.

“Ini salah satu implementasi kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara pemerintah kita dengan Vietnam,” tuturnya.

Repatriasi atau pemulangan diharapkan jadi pelajaran bagi nelayan Vietnam agar kedepannya bisa menghargai dan mentaati peraturan perudang-undangan di negaranya ataupun di negara lain.

Sebanyak 695 orang nelayan Vietnam dipulangkan dari pelabuhan PSDK Batam di Barelang tujuan Negara Vietnam menggunakan kapal penjaga pantai Vietnam, Jumat (9/6). Nelayan ini ditangkap karena mencuri ikan di perairan Batam dan Kepri. F. Dalil Harahap/Batam Pos

“Kami juga sudah sampaikan kepada pemerintahan Vietnam melalui kadubesnya agar mengingatkan para nelayan ini untuk mentaati aturan yang ada dan yang terlebih penting mereka tidak boleh lagi melakukan illegal fishing di periaran kita,” kata Eko.

Pemulangan 695 nelayan Vietnam tersebut juga merupakan pertimbangan lainnya seperti keterbatasan sarana dan prasarana tempat penampungan, keterbatasan jumlah petugas hingga aspek sosial budaya, keamanan dan keterbatasan biaya.

“Biaya untuk mereka cukup tinggi, jadi tak bisa juga kita lama-lama menahan mereka. Anggaran kita juga yang tergerus,” kata Eko.

Pemulangan nelayan Vietnam tersebut juga diantar langsung oleh Duta Besar Vietnam di Indonesia Hoang Anh Tuan. Para nelayan dijemput tiga kapal penjaga pantai Vietnam yakni kapal 8001, 8005 dan 4039.

Dalam sambutannya Hoang Anh Tuan memberikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang atas pemulangan nelayan mereka tersebut. Kedepannya Hoang Anh Tuan berharap hubungan baik tersebut tetap terjaga dengan baik.

“Kami juga akan berupaya keras untuk menjaga nelayan kami agar tidak masuk menangkap ikan di periaran Indonesia. Kita akan terus bekerja sama untuk hal ini,” ujarnya. (eja)

Ladies, Harga Sayur Naik

0
Warga sedang belanja di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (2/6). Harga sayur mayur mengalami kenaikan harga, salah satunya bayam. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ladies, harga sayur di pasar mulai naik. Sabar ya… pandai-pandai deh atur keuangan.

Kenaikan harga sayur mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Sayur Bayam misalkan kini mencapai Rp 18 ribu per kilogram. Padahal pekan lalau hanya Rp 8 ribu per kilogram.

Pantauan di sejumlah pasar basah semua jenis sayur umumnya mengalami kenaikan harga. Selain bayam, kacang panjang yang semula Rp 14 ribu kini naik jadi Rp 20 ribu perkilogram, buah timun semula Rp7 ribu naik jadi Rp 12 ribu.

“Rata-rata semua naik. Kol, sawi, tomat dan sayur-sayur lainnya juha naik. Kenaikan hampir dua kali lipat semua,” kata Ernita, pedagang sayur di Pasar Aviari, kemarin.

Kenaikan harga sayur tersebut sudah terjadi sejak sepekan belakangan ini. Meskipun tak semua naik harga serentak namun kenaikan yang cukup siginifikan tersebut membuat masyarakat resah. Masyarakat merasa semakin terbebani dengan mahalnya harga sayuran tersebut.

“Sayur kebutuhan pokok, jadi setiap hari harus beli. Kalau begini jelas sangat memberatkan,” kata Santi, seorang pengunjuang pasar basah Aviasi.

Warga berharap agar pemerintah turun mengawasi harga kebutuhan pokok tersebut. Sebab menurut para pedagang, kenaikan harga sayur itu bukan karena faktor gagal panen atau stok sayur berkurang tapi karena mendekati hari raya Idul Fitri.

“Biasalah mendekati hari raya pasti dinaikin harga. Pemerintah harus turun kalau sudah begini. Ini baru sayur belum barang kebutuhan pokok lainnya,” ujar Santi lagi.

Meskipun resah dengan kenaikan harga sayur tersebut, masyarakat masih sedikit legah sebab harga barang kebutuhan pokok lainnya masih normal. Cabai merah misalkan saat ini masih bertahan di angka Rp 32 ribu per kilogram, bawang putih yang semula tembus angka Rp 55 ribu kini turun jadi Rp 40 ribu per kilogram. (eja)

Sekolah Farmasi di Batam, belum Pasti

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) 8 Farmasi yang renacannya akan dibangun di Dapur 12, Sagulung belum jelas statusnya. Dinas Pendidikan Provinsi Kepri masih mempertimbangkan apakah sudah bisa menerima peserta didik baru atau belum pada tahun ajaran 2017/2018 nanti.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir saat dihubungi mengatakan, putusan pasti terkait kejelasan SMKN Farmasi itu baru bisa diumumkan pada Senin (13/6) mendatang.

“Masih kami pertimbangkan. Senin nanti kami baru bisa pastikan apakah sudah bisa terima siswa baru untuk tahun ajaran pertama atau belum,” katanya, Jumat (9/6) siang.

Saat ini pihaknya masih mempertimbangkan berbagai hal terkait rencana pembukaan unit sekolah baru tersebut. Mulai dari lokasi sekolah yang akan ditumpangi sampai dengan kelengkapan tenaga pengajar dan kepala sekolah.

“Antara jadi atau tidak masih dibilang fifty-fiftylah,” tuturnya.

Jikapun nanti ditetapkan akan membuka penerimaan peserta didik baru, pada tahun pertama tentu kata Arifin, jumlah siswa yang diterima juga akan dibatasi sebab akan menumpang belajar di gedung sekolah lain. Itu karena gedung sekolah SMKN 8 tersebut belum ada dan sedang dalam tahap pembangunan.

“Kalaupun jadi, tahun pertama memang masih dibatasi. Jumlahnya akan disesuaikan dengan keadaan,”jelas Arifin.

Wacana pembangunan gedung SMKN 8 sendiri masih dalam proses pelelangan. Lokasinya berada di Dapur 12, Sagulung. Peletakan batu pertama sudah dilakukan Gubernur Kepri Nurdin Basirun sejak Rabu (22/3) lalu.

Masyarakat Sagulung menyambut baik rencana pembangunan sekolah tersebut. Sebagai sekolah Farmasi satu-satunya di Kepri, SMKN 8 Batam tentu cukup diminati. Puluhan bahkan ratusan warga sudah menantikan kehadiran sekolah tersebut. Mereka mulai bertanya-tanya terkait peneriman peserta didik baru (PPDB) di sekolah tersbeut.

Warga di sekitar lokasi pembangunan sekolah misalkan, sudah menyiapkan berbagai perlengkapan pendaftaran agar anak mereka bisa masuk di sekolah tersebut.

“Tapi masalahnya belum ada informasi pasti kapan dan dimana kami harus daftar. Padahal sudah jauh-jauh hari saya persiapkan perlengkapan daftar buat anak perempuan saya,” kata Rafli, warga kaveling Melati yang lokasinya tak jauh dari lokasi pembangunan gedung SMKN 8 tersebut, kemarin.

Rafli menambahkan, tidak sedikit warga yang berniat memasukan anaknya di sekolah tersebut. Beberapa tetangganya termasuk sejumlah kerabat yang tinggal di wilayah Batuaji mengaku sangat menantikan proses PPDB sekolah tersebut.

“Banyak yang ingin anaknya sekolah di situ. Karena satu-satunya SMKN Farmasi di Batam,” ujar Rafli. (eja)

Senin, Simpang Jam Bisa Dilalui Lagi

0
Pekerja menggesa pembangunan jemabatan layang di Simpang Jam, Baloi, Lubukbaja, Sabtu (10/6). Jembatan ini akan dibuka kembali Senin setelah penutupan selama 40 hari karena sudah tersambung jembatan tersebut. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Setelah ditutup sejak 10 Mei lalu, mulai Senin (12/6) arus lalu lintas dari arah Sekupang menuju Batam Center akan kembali lancar, setelah sebelumnya ditutup selama kurang lebih satu bulan.

Kepala Satuan Kerja (Satker) jalan layang Simpang Jam, Andre Sahatua Sirait mengatakan selain peninggian badan jalan, selama penutupan jalan pihaknya juga melakukan penyambungan antara badan jalan layang.

“Bagian atas sudah menyatu, dan peninggian jalan juga telah selesai kami kerjakan,” ujarnya, Jumat (9/6).

Andre menambahkan, proses peninggian jalan ini dilakukan karena keadaan jalan yang rendah. Pengerjaan jalan sebenarnya sudah rampung dilakukan minggu lalu, namun karena adanya pemasangan pipa milik PT Adhya Tirta Batam (ATB) pembukaan baru bisa dilakukan Senin depan.

Disinggung mengenai proses pengerjaan jalan layang ini, Andre menjelaskan sudah berjalan 68 persen. Saat ini pihaknya masih harus menyelesaikan struktur bangunan.

“Tahap penyambungan telah selesai, tapi kerjaan lain masih banyak hingga tahap finishing nanti,” ucapnya.

Proyek senilai Rp 180 miliar itu direncanakan akan selesai pada akhir November nanti. Selain fokus pada bangunan fisik, pihaknya juga harus mempersiapkan pemasangan lampu hiasan, dan pembuatan taman untuk memperindah jalan layang.

“Oktober kami sudah mulai pembuatan taman di sisi jalan layang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur mengatakan jembatan sepanjang 460 meter dan lebar 32,2 meter ini direncanakan akan selesai pada akhir November nanti. Pembangunan jalan layang ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi dalam mengurai kemacetan yang terjadi, terutama saat jam- jam sibuk.

“Senin ini sudah mulai dibuka,” ucap Yusmasnur.

Jalan layang pertama di Batam ini direncanakan akan selesai November mendatang. (cr17)

Tim Saber Pungli Pantau PPDB

0
ilustrasi
foto: iman wachyudi / batampos

batampos.co.id – Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Polresta Barelang akan memantau penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah unggulan. Pemantauan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya praktik pungli saat PPDB.

Kapolresta Barelang AKBP Hengki yang juga selaku ketua tim Saber Pungli Polresta Barelang menyatakan, sejauh ini tim Saber Pungli Polresta Barelang belum menemukan adanya praktik pungli dalam PPDB.

“Belum ada temuan bukan berarti kami tidak melakukan pemantauan. Pemantauan akan terus kami lakukan. Karena itu sudah menjadi tugas kami,” katanya.

Hengki melanjutkan, sekolah tidak bisa menerima anak didik baru jika kuota murid baru telah terpenuhi. Selain itu, pihak sekolah juga tidak bisa untuk memaksakan murid mereka untuk membeli buku kepada pihak sekolah.

“Jika harga buku itu lebih murah di luar, sekolah tidak bisa memaksakan murid untuk beli di sekolah. Perbedaan harga buku itu yang sering menimbulkan masalah,” katanya.

Kepada seluruh masyarakat Kota Batam, Hengki berharap untuk kerjasama dalam menceah praktik pungli dalam PPDB. “Jika masyarakat menemukan pungli, segera lapor kepada kita,” tegasnya. (cr1)

H-16 Lebaran, TKI mulai Mudik via Hang Nadim Batam

0
Calon penumpang Pesawat memadati pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam. F Cecep Mulyana/batam Pos

batampos.co.id – Lebaran masih 16 hari lagi, tapi Bandara Internasional Hang Nadim sudah mulai dipadati penumpang. Dari pantauan Batam Pos, kebanyakan yang berdesak-desakan saat memasuki terminal para TKI asal Malaysia. Mereka ingin berlebaran di kampung halamannya masing-masing.

“Penumpang dari Batam dan sekitarnya (Kepri,red) masih sepi,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Sabtu (10/6/2017).

Namun melihat grafik penumpang yang berangkat dari Hang Nadim, sudah terlihat ada lonjakan. Pada Selasa (6/6) penumpang di Hang Nadim sebanyak 6.078 orang. Lalu Rabu (7/6) mulai terlihat ada kenaikan jumlah penumpang yakni sebanyak 6.998.

Sementara itu pada Kamis (8/6), terlihat sekali lonjakan penumpang. Dari data Hang Nadim tercatat orang yang keluar dari Batam sebanyak 9637 orang.

Melihat grafik ini, Suwarso mengatakan kebanyakan yang mudik tersebut adalah para TKI.

“Itu saudara-saudara kita yang bekerja di Malaysia, dan ingin menikmati Lebaran di kampungnya,” ucap Suwarso.

Para TKI ini masuk ke Batam dari Malaysia, dengan menggunakan jalur laut. Dan kebanyakan mereka selalu dalam satu rombongan besar. Dari Batam mereka akan terbang menuju ke beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB.

Salah seorang TKI yang ditemui Batam Pos di depan terminal keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim mengatakan sudah 2 tahun tidak pulang ke kampungnya.

“Tapi kali ini saya pulang, uangnya sudah cukup dan dapat izin dari bos,” ujar TKI asal Malaysia yang bernama Sudarmadji itu.

Ia mengatakan akan pulang ke Jawa Tengah. Ia mengungkapkan seminggu setelah Lebaran, akan kembali lagi ke Malaysia.

“Pasti balik lah Pak, kalau gak mau makan apa anak dan istri di kampung,” tuturnya. (ska)

Menjual Asian Games dan MotoGP 2018 pada Bali & Beyond Travel Fair 2017

0

Ajang Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) di Nusa Dua, 7-11 Juni 2017, dimanfaatkan untuk ‘jualan’ Asian Games 2018 dan MotoGP 2018 ke seluruh sellers dan buyers.

Pada saat acara Welcome Dinner & BBTF Opening Ceremony yang berlangsung di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Kamis Malam (8/6), Gubenur Sumsel H Alex Noerdin mendapat kesempatan khusus memaparkan potensi-potensi wisata. Termasuk berbagai pembangunan proyek-proyek besar di Sumsel. Acara ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta dan sejumlah pejabat bali lainnya.

“Sumsel tidak hanya memiliki kekayaan sumber alam, namun juga berbagai potensi wisata juga sudah ada sejak dulu. Bahkan, sejumlah wisatawan juga bisa menikmati berbagai macam wisata kuliner yang sudah terkenal hingga mancanegara,” ujar Alex yang hadir didampingi juga oleh sejumlah pejabat Sumsel, Asisten I H Akhmad Najib, Kadis Pariwisata Irene Camelyn Sinaga.

Diungkapkannya, saat ini Sumsel juga tengah gencar mempersiapkan Asian Games 20,  termasuk juga penyelenggaraan Moto GP 2018. Hal itu, dibuktikan dengan penampilan sejumlah video paparan pembangunan sejumlah proyek-proyek besar yang di Sumsel.
“Beberapa fasilitas yang ada di video tersebut, hampir keseluruhan sudah ada di Sumsel.

Hanya saja kita perlu melakukan up grade dan penambahan fasilitas serta pembangunan sarana pendukung untuk pelaksanaan Asian Games 2018. Dengan demikian, para tamu-tamu nanti akan semakin bersemangat untuk datang ke Palembang, Sumatera selatan,” tegas Alex yang disambut riuh tepuk tangan  peserta BBTF.

Sementara itu, sebelumnya kegiatan BBTF 2017 ini diawali dengan BBTF Tourism Seminar yang berlangsung di Nusa Dua Hall 1, Kamis Sore dengan menghadirkan sejumlah narasumber yakni, Deputi Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, Representative of Swiss Contact Reudi Nutzi, Gubernur Sumsel yang diwakilkan Asisten Kesra Pemprov Sumsel H Akhmad Najib, dan Director of heritage Hospitality and public Affairs at john Hardy.

Dalam seminar tersebut, beberapa peserta juga tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai potensi dan persiapan Sumsel dalam melaksanakan Asian Games 2018 mendatang. Hal ini, mengingat akan diamanfaatkan sejumlah pelaku agen trvel untuk membawa sebanyak-banyaknya pengunjung wisatawan ke Sumsel.

Menanggapi sejumlah pertanyaan tersebut, Asisten Kesra Pemprov Sumsel H Akhmad Najib menjelaskan bahwa,  dalam setiap pembangunan yang ada di Sumsel tentu sudah dalam tahap perencanaan.

“Pertama tadi kita sampaikan di seminar yang pesertanya sangat banyak dari dalam maupun luar negeri. Kita sampaikan bahwa, Sumsel dengan objek tujuan wisata cukup banyak. Jadi bukan hanya berhubungan dengan wisata alam saja, tapi juga ada wisata religi, wisata kuliner, sejarah. Nah, tadi sudah kita paparkan kepada peserta seminar. Kita memperkenalkan destinasi-destinasi yang ada, selain memperkenalkan informnasi kepada mereka, pertama mereka bisa mengenal lebih dekat bahwa sumsel potensi destinasi pariwisatanya cuku besar, apalagi di 2018 kita akan melaksanakan Asian Games,” papar Najib saat ditemui usai pelaksanaan seminar.

Ditambahkannya, bahkan tadi ada pertanyaan juga setelah Asian Games apakah venue-venue itu tetap akan dimanfaatkan? Dirinya menjawab, venue di Sumsel sebelum maupun sesudah itu sudah ada perencanaan. Apalagi dengan strategi dari gubernur yaitu, pertama, melakukan kerjasama dengan federasi-federasi internasional, supaya dengan adanya even-even itu tidak terputus jadi venue-venue bisa dimanfaatkan dan bisa digunakan.

“Para peserta seminar ini sangat senang dan mereka bersemangat apalagi mendengar informasi destinasi-destinasi wisata yang kita sampaikan ini. Sehingga pelaku-pelaku agen wisata bisa memanfaatkan untuk mendatangkan wisatawan berkunjung ke Sumsel ke tempat berbagai wisata. Apalagui nanti sudah ditetapkan sebagai wisata sport turism,” jelasnya.

Bali Beyond Travel Fair (BBTF) sudah ke-4 kalinya digelar dan kembali menghadirkan ratusan peserta dari berbagai negara, serta  menjadi ajang pertemuan pembeli (buyers) dan penjual (sellers) dari luar negeri dan sejumlah daerah di Indonesia. Selain itu, acara yang terdiri dari sesi B2B dan B2C ini akan memiliki program yang sangat banyak, bahkan disebut-sebut sebagai program B2B travel & tourism yang paling komprehensif di Asia Tenggara.

Selama kegiatan berlangsung, sub Panitia Asian Games Sumsel juga mendapat kesempatan melakukan kegiatan promosi dan sosialisasi kepada para peserta dan pengunjung yang hadir selama kegiatan tersebut. Hal itu terlihat dengan adanya booth pariwisata Sumsel bersama dengan panitia Asian Games dengan mengusung kosep perahu dengan layar bekembang bergambar logo Asian Games. Selain itu juga terdapat sejumlah dekorasi yang menampilkan maskot asian Games Kaka, Atung dan Bin-bin.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti mengatakan, sudah sangat tepat Sumsel sebagai panitia Asian Games 2018 memanfaatkan even seperti BBTF. Apalagi Menpar Arief Yahya sudah menetapkan Sumsel sebagai pilot project Destinasi Wisata Olahraga atau sport tourism.

“Alasannya simple, Palembang punya destinasi wisata dan budaya yang sangat baik.

Karena itu, kami berharap dukungan seperti ini akan menyemangati panitia dan tentunya peserta yang memang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan buyers dari luar negeri. Kami tentu berharap, Palembang bisa mencuat di skala internasional,” ujar Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Eddy Susilo.

Event ini diyakini bakal berdampak bagi industri pariwisata dan mempromosikan Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 bersama DKI Jakarta.

“Tentu even BBTF ini akan ikut membantu sosialisasi penyelenggaraan Asian Games,” ujarnya. (*)

Bandara Tanjung Pandan Bakal Berstatus BLU

0
foto: republika.co.id

Pembangunan Bandara HAS Hanadjoedin di Tanjung Pandan, Belitung, Provinsi Bangka Belitung tidak lagi dimasukkan dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, nantinya pembangunan bandara yang bertujuan untuk mendukung dunia pariwisata di Bangka Belitung, dialihkan ke Angkasa Pura (AP II).

“Memang bandara Belitung itu dikeluarkan dari PSN. Namun rencana kami adalah ditransfer ke AP II dan itu mohon maaf kepada pemerintah dulu. Itu akan jauh lebih baik, karena BUMN akan lebih cepat dalam mengembangkan airport itu secara profesional,” ujar Arief Yahya.

Itu disampaikannya usai mengikuti rapat evakuasi PSN dan program prioritas pemerintah di Bangka Belitung, di kantor kepresidenan Jakarta, lalu. Bahkan, mantan dirut PT Telkom itu sudah berkomunikasi dengan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo untuk cepat menyelesaikan masalah teknisnya.

Sebab, menurut dia, AP II sudah mengalokasikan anggaran Rp 300 miliar untuk bandara tersebut. Tetapi belum bisa dijalankan karena statusnya masih Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah Kementerian Perhubungan.

“Kalau UPT gak boleh kerja sama dengan orang lain, statusnya harus BLU, badan layanan umum. Tadi saya sudah berbicara dengan Wamenkeu agar dipercepat bandara Belitung menjadi BLU. Setelah itu kerja sama dengan AP II bisa dilaksanakan,” jelas Arief Yahya yang asli Banyuwangi itu.

Dia juga memuji cepatnya pembangunan KEK Tanjung Kelayang di Belitung seluas 324 hektare, karena paling cepat. Sebab, setelah ditetapkan statusnya pada 2016 lalu, groundbreaking langsung dilakukan. Itu adalah KEK atau Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata tercepat sepanjang sejarah pengajuan di Indonesia.

“Saya groundbreaking akhir tahun lalu untuk bangun infrastruktur dasar dan kawasan. Besok tanda tangan untuk bangun dua hotel. satu hotel Sheraton dengan investasi Rp 400 miliar, kedua MoU Sofitel, dan ketiga ada investor China Harbour senilai satu miliar dolar Amerika,” tambahnya.

Belitung yang popular karena Laskar Pelangi itu sudah ditetapkan sebagai satu dari 10 Bali Baru, atai 10 Destinasi Pariwisata Top Prioritas. “Karena itu, bandaranya pun harus di up grade menjadi bandara yang berstatus internasional. Dan itu sudah dimulai oleh Kemenhub, bahkan sudah diuji coba CIQP-nya, Custom, Immigration, Quarantine, dan Port-nya.

Ke-10 Destinasi Prioritas itu antara lain Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jateng, Bromo Tengger Semeru Jatim, Mandalika Lombok, Labuan Bajo Komodo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. (*)

Pembukaan Pesta Kesenian Bali 2017 Disiarkan Langsung oleh Bali Go Live

0

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginginkan Pesta Kesenian Bali 2017 yang akan dilaksanakan 10 Juni 2017 hingga 8 Juli 2017 menjadi even kebudayan yang dikenal dunia. Instruksi itu diterjemahkan Menteri Pariwisata Arief Yahya dengan getakan Go Digital. Dinas Pariwisata Provinsi Bali juga mempopulerkan #PKB2017 melalui Bali Go Live.

“Kami berkolaborasi dengan Bali Go Live untuk menjawab tantangan digital marketing untuk PKB 2017. Bali Go Live sudah bertemu dengan kami dan mereka bersedia memviralkan kegiatan PKB 2017 lewat platform digital populer baik website sendiri live streaming, juga didukung informasi terkini yang diunggah secara regular via media sosial seperti YouTube, Facebook, Twitter, Instagram, Thumblr, dan Linkedin,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Yuniartha Putra saat menghadiri Bali Beyond Travel Fair 2017 di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (9/6).

Ia mengatakan kerja sama ini merupakan langkah penting dalam pengembangan citra pariwisata Bali. Karena PKB ini dinilai event yang sangat menarik minat wisatawan datang ke Bali. Pemerintah Provinsi Bali mentargetkan sevanyak 200 ribu Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang hadir ke acara PKB 2017.

“Program tersebut selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang juga bagian dari kebutuhan pasar. Pariwisata harus senantiasa beradaptasi dengan teknologi. Dengan kerja sama ini, akan lebih efektif dalam mempromosikan Bali dengan lebih baik,” kata Agung.

Ditemui di booth Bali Go Live, Direktur Bali Go Live, Paulus Herry Arianto mengatakan, langkah tersebut ditempuh untuk meningkatkan metode pengembangan pasar kepariwisataan dan bisnis wisata di Pulau Dewata menuju peringkat yang menyesuaikan dengan kecanggihan di era digital.

Paulus menjelaskan, Bali Go Live tidak sekadar mempromosikan Bali, namun jiga turut mendorong anak-anak muda Pulau Dewata untuk lebih bangga pada filosofi dan budaya Bali.

“Bali Go Live adalah saluran video yang terkoneksi dengan Youtube, Facebook, Twitter, Instagram dan sosial media lainnya. Misi kami adalah menjadi ensiklopedia digital semua hal mengenai Bali dan memperkuat Bali sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia,” katanya.

Paulus menambahkan, khusus even PKB 2017 nanti, pihaknya akan berusaha menyajikan konten-konten menarik dan sebagian akan ditayangkan live streaming. Dengan berkembangnya teknologi seperti saat ini, lanjutnya, maka terdapat ruang terbuka lebar bagi pelaku bisnis wisata untuk mempromosikan PKB dalam menjual paket-paket wisata khusus melihat PKB 2017.

Ia menuturkan, saat membuat video tentang PLB nanti, filosofinya disampaikan dengan cara “fun” (santai), namun tetap informatif. “Semuanya akan disajikan secara santai dan fun namun tetap informatif. Karena konsep seperti inilah yang paling banyak ditonton dan dibagikan lewat sosial media,” tukas Paulus.

Hal ini tentunya saja seiring dengan semangat Kemenpar yang selalu merangkai acara dengan mengusung Go Digital. Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan bahwa mempromosikan destinasi pariwisata bukanlah perkara mudah. Namun, hadirnya teknologi digital dapat mempermudah dan mempercepat proses promosi tersebut.

Hadirnya teknologi juga berperan dalam mengubah format promosi pariwisata. Menurut pria asli Banyuwangi itu, saat ini wisatawan sangat tertarik dengan konten promosi wisata yang berbentuk video. Didukung dengan kanal seperti YouTube, Instagram, Vimeo, dan Vine, konten video tentang pariwisata bisa berkembang dan disaksikan dengan banyak orang dari seluruh penjuru dunia.

“Tapi ingat, kontennya jangan terlalu panjang durasinya. Calon wisatawan tidak suka melihat video yang durasinya terlalu panjang. Satu hingga tiga menit sudah cukup, yang penting kena,” ujar Arief.

Selain itu, ternyata banyak wisatawan yang suka dengan konten dalam bentuk gambar. Media seperti Twitter, Facebook, dan Instagram tentunya banyak bermain peran dalam hal ini. Gambar yang berkualitas disertai dengan caption yang menarik akan semakin menambah rasa penasaran bagi para wisatawan. Terakhir adalah konten promosi dalam bentuk tulisan. Baik itu review dari para blogger atau promosi lainnya. Salah satu yang penting untuk dipahami adalah kekuatan hashtag. Hashtag yang tepat dan dikelola secara terus menerus dapat membangkitkan konten secara viral.

“Anak muda yang tiap hari hadir secara digital wajib hukumnya dalam mempromosikan konten pariwisata daerah yang ia tinggali. Mainkan pariwisata di sosial media,” pungkas mantan Dirut Telkom itu. (*)