Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13758

April Dapat Bantuan, 19.042 Warga Miskin Terverfikasi

0

batampos.co.id – Setelah menunggu kurang lebih tiga bulan, penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) sepertinya bisa bernafas lega. Pasalnya April nanti pemerintah akan mulai mendistribusikan kartu bantuan kepada sedikitnya 32.493 ribu masyarakat miskin.

Kepala Dinas Sosial dan Pemeberdayaan Masyarakat, Hasyimah mengakui penyaluran bantuan bisa dilakukan setelah proses verifikasi ulang selesai dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan arahan Kementerian Sosial yang tujuannya untuk memastikan jumlah pasti rumah tangga yang tepat sasaran dan pantas menerima bantuin

“Sudah 60 persen data yang sudah terverifikasi ulang,” kata Hasyimah, Rabu usai membuka sosialisasi penerima BNPT di Hotel King, Rabu (29/3/2017).

Dia menyebutkan dari data 64 kelurahan se Kota Batam, yang sudah menyelesaikan proses verifikasi ulang adalah 40 kelurahan dengan jumlah penerima mencapai 19.042 warga miskin.

“Dari hasil yang dilakukan jumlah penerima mengalami penurunan yang disebabkan meninggal, pindah, dan sudah ada yang mampu juga,” jelasnya.

Beberapa kelurahan yang telah melakukan verifikasi ulang diantaranya, Kelurahan Baloiindah dari 1051 turun menjadi 883 orang, Lubukbaja kota dari 290 menjadi 49 orang, Tanjunguma dari 1.220 menjadi 885 orang, Batuselicin dari 170 menjadi 109 orang, Pelita sebanyak 401 menjadi 154 orang.

“April ini data sudah dikirim ke Kementerian Sosial, sehingga kartu bisa segera didistribusikan dan mereka bisa menikmati bantuan Rp 110 ribu per bulannya,” kata dia.

Pencairan bantuan bisa dilakukan melalui agen Brilink milik BRI, Rumah Pangan Kita (RPK) milik Bulog, dan e-warong dari kemensos. “Kartu nanti akan didistribusikan oleh BRI, nanti mereka membantu penerima dalam mencairkan bantuan tersebut,” ujarnya.

Hasyimah menambahkan, saat ini terdapat sedikitnya 120 RPK, 20 e-warong, dan puluhan agen Brilink yang akan membantu pemerintah dalam menyalurkan bantuan berupa beras dan gula tersebut.

Sementara itu, Lurah Duriankang, Slamet mengatakan pihaknya telah menyelesaikan verifikasi selama satu minggu, dan hasilnya terjadi penurunan yag cukup. “Jumlah pastinya saya lupa, yang jelas ada penurunan karena ada yang pindah, dan sudah mampu,” katanya.(cr17)

Rokok Non Cukai akan Diberi Label Berbayar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan segera menerapkan label berbayar untuk mengontrol keberadaan rokok non cukai yang beredar di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Batam. Selain sebagai fungsi kontrol, kebijakan ini dinilai dapat memberikan pemasukan negara bukan pajak (PNBP) baru.

“Saat ini masih dalam pembahasan. Tujuannya sebagai instrumen pengontrol. Selain itu selama ini pemerintah tidak pernah menerima PNBP dari rokok non cukai. Ya itu juga legal karena ada undang-undangnya,” kata Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Tri Novianto Putra, Rabu (29/3/2017) di Gedung Marketing BP Batam.

Penerapan label berbayar pernah diterapkan pada minuman keras di Batam, namun tidak diterapkan lagi saat ini. Melihat peredaran rokok non cukai ilegal yang semakin tidak terkontrol, maka instrumen label berbayar dinilai penting.

Selain itu, BP Batam akan menerapkan sistem Traffick System Cukai untuk melacak keberadaan rokok non cukai di Batam. Begitu berada di kapal, maka rokoknya akan terlacak masuk ke sistem baik itu rokok yang berasal dari Batam maupun rokok dari luar Batam yang mendapat fasilitas non cukai.

“Pengawasan akan semakin intensif. Begitu rokok dibongkar akan masuk di sistem kita. Karena permasalahan utamanya adalah banyak rokok non cukai ilegal yang merembes ke Batam. Tak mudah mengawasinya,” ujar

Untuk membedakan rokok non cukai asal Batam dan rokok non cukai dari kawasan bebas diluar Batam sebenarnya sangat mudah. Pada rokok asal Batam terdapat label rokok bertuliskan Free Trade Zone (FTZ) Batam, sedangkan rokok dari luar Batam tidak memilikinya.

“Hal ini terjadi karena kuota di kawasan bebas lain seperi Bintan, Tanjungpinang dan Karimun berlebih. Sehingga merembes ke Batam yang banyak penduduknya,” tambah Novi, sapaan akrabnya. (leo)

ATB Bakal Ganti Pipa Distribusi Air di Kampung Bagaman

0
Petugas melakukan pemutusan sambungan ilegal di kawasan Kampung Bagaman, Rabu(29/3/2017)

Tim gabungan ATB bersama aparat kepolisian kembali menertibkan sambungan ilegal di kawasan perumahan liar di Kampung Bagaman, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Batam, Rabu (29/3/2017) pagi.

Uniknya, lokasi pemutusan sambungan tersebut tidak jauh dari kawasan yang pernah ditertibkan oleh tim pada beberapa hari sebelumnya.

“Sebelumnya kami melakukan penertiban di belakang sebuah kios di tempat itu juga, dan hari ini tim kembali menemukan sambungan ilegal (Tapping) dari pipa 2 inchi ke pipa pvc yang selanjutnya dialirkan ke permukiman di kawasan tersebut,”kata Tatot Parijanto, Superintendent Non Revenue Water (NRW) saat dijumpai tim di lokasi penertiban.

Tatot juga mengatakan semua sambungan ilegal tersebut rata-rata berada di bawah bangunan non permanen, sehingga agak menyulitkan tim untuk melakukan pembongkaran lantai bangunan yang sudah disemenisasi.

Meski demikian, tim secara langsung melakukan pemutusan dari pipa induk ke kawasan tersebut.

“Jika kami lihat dari banyaknya tapping di kawasan tersebut, kami menduga ada indikasi tapping lainnya yang disembunyikan di bawah bangunan kios dan rumah liar tadi,” terang Sadma Lastyanta, Manager NRW ketika meninjau tim melakukan pemutusan sambungan ilegal.

Untuk itu, tambah Sadma, pihaknya akan mengusulkan dilakukannya pemindahan jaringan pipa yang lama ke pipa baru. Sehingga aksi tapping tidak bisa dilakukan oleh oknum warga lainnya.

“Melihat banyaknya tapping disepanjang pipa tadi, saya akan mengusulkan untuk dilakukan pemutusan jaringan pipa yang lama yang sudah tertanam, dengan jaringan pipa baru. Sehingga aksi ilegal sudah tidak bisa lagi,” terang Sadma.

Sementara seorang warga yang sambungan airnya ditertibkan oleh petugas, mengaku bersalah atas sambungan ilegal tersebut dan meminta agar jangan sampai dicabut.

“Tolonglah Pak, kami mau pakai air apa lagi. Di sini susah dan mahal Pak kalau beli air dari tangki,” harapnya.

Sementara warga lainnya yang ditemui menuturkan, sambungan ilegal yang masuk ke dalam kiosnya tersebut sudah terjadi sejak dua tahun lalu.

Dimana saat melakukan instalasi jaringan warga dimintai uang sebesar Rp 2 juta. Namun, ada juga yang diminta bersamaan dengan pembayaran sewa kios mereka.

“Uang Rp 2 Juta tersebut untuk jangka waktu setahun. Tahun berikutnya akan diminta lagi,” terang warga tersebut

Untuk memberikan efek jera atas tindakan oknum warga tersebut, ATB pun akan melaporkan hal tersebut ke aparat kepolisian.

“Akan kita laporkan segera untuk ditindaklanjuti. Bagi ATB, pencurian air sudah sangat menganggu suplai ke pelanggan sekaligus tindakan pidana,” terang Tatot.

Aksi pencurian air tidak hanya merugikan PT Adhya Tirta Batam (ATB) saja, namun juga memberikan dampak turunnya suplai air ke pelanggan resmi ATB.

Mengingat aksi yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab tersebut membuat suplai air dari pipa ATB ke pelanggan menjadi kurang maksimal. (rilis)

1.512 GTT Kepri Lulus Verifikasi Administrasi, Mereka Ialah ….

0
Ilustrasi proses belajar mengajar di salah satu SMA. Foto: istimewa

batampos.co.id – Sebanyak 1.512 orang Guru Tidak Tetap (GTT) dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri dinyatakan lulus verifikasi administrasi.

1.512 orang GTT itu, terdiri dari 749 orang tenaga pendidik, 752 tenaga pendidikan, dan 11 orang terapis.

Mereka telah menerima Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

“Kami sudah melakukan seleksi terhadap 1.810 GTT yang berada di Kabupaten/Kota. Dari jumlah tersebut hanya Rp 1.512 yang memenuhi kriteria yang dibutuhkan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Arifin Nasir.

Arifin menjelaskan, proses ini adalah tindak-lanjut dari peralihan kewenangan terkait pendidikan SMA/SMK Kabupaten/Kota ke Provinsi Kepri.

Dari total guru yang lulus sambungnya, terdiri dari 129 orang berpendidikan Strata Satu (S1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) atau non pendidikan dan tidak punya Akta IV, kelompok ini masuk dalam kelompok C.

Sedangkan kelompok B lanjut Arifin, sebanyak 136 orang terdiri dari guru berpendidikan S1, tetapi tidak punya Akta IV atau serifikat mengajar sesuai keahlian.

“Sisanya masuk dalam kelompok A. Yakni mereka yang memiliki Akte IV dan sesuai jurusan pendidikan,” jelasnya.

“Mereka yang tidak lulus verifikasi, dan sudah mengajar sejak Januari, Februari Maret. Honornya akan tetap dibayar oleh Pemerintah Provinsi Kepri,” tambahnya.

Selanjutnya kata Arifin, gaji honor mereka akan diserahkan pada sekolah masing-masing, untuk diputuskan apakah masih akan diberdayakan atau tidak.

Kepri lanjutnya, masih terbatas SDM dibidang pendidikan. Mereka yang sudah mengabdi tentu motivasi untuk memberikan yang terbaik dan harus diapresiasi.

Hasil pengumumannya dapat dilihat di Harian Batam Pos terbit besok, Kamis (30/3). (cca)

Enam Pembobol Kaca Mobil dan Rumah Diringkus

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batamkota mengungkap kasus pembobolan rumah dan pecah kaca dalam kurun waktu seminggu terakhir. Dari dua kasus tersebut, polisi mengamankan enam orang tersangka.

Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian menjelaskan dalam kasus pembobolan rumah, Polsek Batamkota mengamankan satu orang tersangka. Ia adalah Yustinus Waruwu, 34, warga ruli Simpangdam, Seibeduk.

“Aksi pecah kaca ini diketahui pada Jumat tanggal 24 Maret oleh korbannya. Pada saat itu, korban baru pulang ke rumahnya dari keluar kota dan melihat seluruh isi rumah dalam keadaan berantakan,” ujar Sam.

Mendapati rumahnya dalam keadaan berantakan dan uang sebesar 1.500 dolar Singapura miliknya hilang, kemudian korban melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Batamkota dan dilakukan penyelidikan.

“Pada hari Selasa, tanggal 28 Maret sekira pukul 15.00 WIB, didapatkan informasi bahwa pelaku ingin menukarkan uang dolar itu ke salah satu money changer di Nagoya,” ujarnya.

Setelah menerima laporan itu, Unit Opsnal langsung menuju ke money change tersebut dan menangkap pelaku beserta barang bukti berupa uang 1.500 dolar Singapura yang belum sempat ditukarkan.

“Dari pengakuan tersangka, ia sudah dua kali melakukan pembobolan rumah bersama dengan rekannya bernama Aheng. Aheng ini merupakan residivis yang baru keluar dari penjara. Sementara tersangka yang kita amankan ini merupakan mantan anggota TNI yang dikeluarkan karena disersi,” katanya.

Selain mengungkap kasus, pembobolan rumah, Polsek Batamkota juga telah mengungkap kasus pecah kaca. Dari kasus pecah kaca ini, polisi mengamankan lima orang tersangka. Mereka adalah Ahmad Akwan, 30, Hegi Pahlawan, 29, Novi Aprizali, 44, Anwar Abdilah 40 dan April Lisanti, 36.

“Saat ini laporan polisi yang ada itu sebanyak tiga TKP. Sementara, dari pengakuan pelaku mereka telah beraksi di 12 TKP. Lokasi mainnya itu diantaranya, di depan Kantor IDI, di kantor Dinas Pendidikan Sekupang dan Ruko Taman Sukajadi,” ujar Sam.

Sam Melanjutkan, dari penangkapan ini polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil jenis Avanza, satu unit ponsel, ransel, satu unit pisau dan satu buah besi yang diruncingkan.

“Mobil itu merupakan mobil sewaan untuk melancarkan aksinya. Sasaran mereka itu adalah mobil berhenti di sepanjang jalan. Dimungkinkan, mereka menilai di dalam mobil itu ada barang berharga yang dapat mereka ambil,” katanya.

Atas perbuatannya, keenam orang tersangka yang saat ini telah mendekam di Polsek Batamkota tersebut dikenakan dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal selama tujuh tahun penjara. (cr1)

Tahun Ini Cuma Warga Hinterland Dapat RTLH

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menfokuskan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2017 untuk masyarakat hinterland. Ada 100 rumah yang akan direhabilitasi dan tersebar di Kecamatan Galang, Bulang dan Belakangpadang.

“Untuk pulau semua. Belakangpadang ada 35 rumah, di Bulang 30 rumah  dan Galang itu ada 35 rumah,” papar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Batam, Hasyimah, Rabu (29/3/2017).

Dia menyebutkan, satu rumah akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 22 Juta, artinya Pemko Batam mengucurkan anggaran sebesar Rp 2,2 miliar. Agar tidak disalhgunakan, bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang namun disalurkan dalam bentuk barang.

“Kami akan verifikasi juga, betul tak yang terima orang susah,” katanya.

Selain bantuan berupa bahan keperluan rehabilitasi rumah. Pemko juga mengelontorkan biaya upah rehabilitasi perrumah sebesar Rp 3 juta. NAmun, uang tersebut tidak diberikan ke penrima manfaat melainkan ke pihak yang ditunjuk kelurahan untuk mengerjakan rumah tersebut.

“Tim yang dibuat kelurahan. Misalnya tukang, pemerintah (kelurahan) yang tentukan,” ucapnya.

Menurutnya, sejak digulirkan tahun 2011, Pemko telah menyalurkan bantuan untuk 3000 lebih rumah di seluruh Batam. “Tersebar se Batam,” katanya.

Selain RTLH yang bersumber pada Anggaran Pendapatan Daerah (APBD), pihaknya juga terus mengupayakan mendapat kucuran pusat. Musrenbang tahun ini saja, Pemko Batam mengajukan 200 rumah yang akan direhab di Kementrian Sosial (Kemensos) RI.

“Kalaupun disetuji, kita minta dulu. Nanti buat di pulau juga, seperti pulau Gara,” tutupnya. (cr13)

Saab Supports Indonesian Scholarships at Swedish Defence University

0

batampos.co.id – Defence and security company Saab has continued its commitment  to academic partnership and professional development in Indonesia with the award of 20 scholarships to the Indonesian Armed Forces (TNI) and Indonesia’s defence industry.

As a part of a continuing effort to build educational bridges between Sweden and Indonesia, Saab is maintaining its commitment to knowledge transfer by awarding 20 scholarships for the executive course at postgraduate level in ‘Technology Forecasting and Long-Term Defence Planning’. The course is hosted by the Swedish Defence University, together with Saab, and provided to students drawn from the Indonesian Armed Forces (TNI) and national defence industry.

A commencement ceremony and signature of a letter of agreement was hosted by TNI at its headquarters in Cilangkap, Jakarta, on 29 March 2017. This latest scholarship award is part of a wider Saab programme to provide 50 scholarship places for Indonesia.

“We are proud to present our scholarship to 20 professionals from the Indonesian Armed Forces, and the local defence industry. We have implemented academic and industrial cooperation with governments and industry all over the world. This is a way to show our commitment to the transfer of technology and sharing of knowledge with Indonesia, especially in the defence and security domain. At the end of this programme we hope the scholars can apply their experience in an Indonesian context,“ says Anders Dahl, Head of Saab Indonesia.

This executive course ends in August in Indonesia with a closing ceremony hosted by the Indonesian Armed Forces. ***

Widia Dua Tahun Aktif Jual dan Pakai Sabu

0

batampos.co.id – Widia Susanty diseret ke meja hijau di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (29/3/2017). Wanita bergaya lelaki (tomboy) ini didakwa dalam perkara narkotika golongan I jenis sabu.

Dari dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Arie Prasetyo menjelaskan, terdakwa memiliki sembilan paket sabu dengan berat total 3,48 gram. “Sabu itu didapat terdakwa dari Adi (DPO) seharga Rp 500 ribu,” ujar Arie dihadapan majelis hakim yang dipimpin Zulkifli, siang tadi.

Dilanjut dengan sidang beragendakan pemeriksaan saksi, memaparkan kronologi penangkapan terdakwa yang terjadi di kos-kosan komplek Nagoya Square, Januari lalu. “Sesuai laporan masyarakat, kami langsung menuju kamar kos terdakwa dan saat penggeledahan ditemukan barang bukti sabu sebanyak 9 paket,” terang dua saksi penangkap dari Polresta Barelang.

Saksi mengatakan, antara terdakwa dan Adi (DPO) sudah berhubungan lama dalam transaksi narkotika. “terdakwa mengaku sudah dua tahun belakangan aktif dalam jual-beli sabu ini,” sebut saksi.

Keterangan kedua saksi itu dibenarkan terdakwa, saat sidang yang langsung diteruskan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Mulai dari isi dakwaan, pernyataan saksi, hingga pertanyaan yang dilontarkan ke terdakwa, tak satupun dibantah olehnya.

Widia yang sebelumnya pekerja lepas dalam editing foto ini mengaku suka menyabu. “Saya beli untuk saya pakai sendiri. Kadang teman minta, saya kasih, kalau mau beli juga saya jual,” ucap terdakwa.

Usai melewati tiga agenda sidang sekaligus, terdakwa kemudian dijadwalkan kembali jalani sidang yang beragendakan tuntutan, pekan depan. (nji)

ATB Bisa Saja Kelola Air Bersih di Batam Setelah Konsesi Berakhir

0

batampos.co.id – Masa konsesi PT Adhya Tirta Batam (ATB) untuk pengelolaan air Batam akan berakhir tahun 2020. Badan Pengusahaan (BP) Batam berencana untuk melelang pengelolaan air kepada umum dan ATB masih berpeluang untuk ikut. Namun sebelum pelaksanaannya, BP Batam akan meminta pihak independen untuk mengaudit aset yang berkaitan dengan pengelolaan air di Batam.

“Ada kemungkinan 2 tahun sebelum berakhir, kami akan meminta pihak independen melakukan audit terhadap aset-aset BP Batam yang berkaitan dengan pengelolaan air,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono,” siang tadi, Rabu (29/3/2017).

Seluruh aset ATB saat ini diperkirakan telah mencapai Rp 1 triliun dan akan kembali ke BP Batam di akhir konsesi. Aset-aset tersebut antara lain pipa-pipa, jaringan pipa baru, Water Treatment Plant (WTP) dan sarana lainnya.

“BP Batam tak bisa sepenuhnya mengelola air karena tupoksinya adalah mempercepat investasi di Batam,” tambah Andi.

Sehingga sistem pengelolaan air tetap seperti awal yakni kontrol tetap di BP Batam dan pengelolaan air beserta distribusinya dipercayakan kepada pihak swasta yang akan berperan seperti sebuah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Menurut Andi, ATB sudah bekerja dengan sangat baik dengan tingkat distribusi air mencapai 98 persen dan tingkat kebocoran di bawah 15 persen. “Memang pada awalnya pengelola air akan merugi nantinya. ATB saja merugi selama 8 tahun terlebih dahulu,” ungkapnya.

Di tempat yang berbeda, Corporate Communication Manager ATB, Enrique Moreno mengungkapkan ATB pasti akan ikut lelang tersebut.

“Ya pastilah ikut lagi. ATB sudah menunjukkan performa terbaik. Sehingga kami dalam posisi lebih percaya diri lagi karena sudah mengelola air di Batam selama 20 tahun,” katanya. (leo)

PDIP, PAN dan PKS Ganti Pimpinan Fraksi

0

batampos.co.id – Tiga fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam melakukan pergantian pimpinan. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menempatkan Tumbur M Sihaloho menjadi ketua menggantikan Rekaveny.

Wakil Ketua DPRD Batam, Zainal Abidin membacakan surat keputusan dari DPC PDIP Batam yang isinya antara lain menyatakan keputusan PDIP atas perubahan struktur ketua yang terhitung sejak surat ini dikeluarkan.

“Untuk posisi wakil ketua digantikan Ganda Tiur, sekretaris Budi Mardianto dan anggota Udin P Sihaloho, Nuryanto, Dandis Rajaguguk dan Sugito,” kata Zainal, kemarin.

Pada rapat paripurna sebelumnya, dua fraksi yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sosial (PKS) melakukan pergantian pimpinan. Untuk posisi ketua fraksi, Safari Ramadhan dipercaya menggantikan Yudi Kurnain.

Wakil ketua fraksi dipegang oleh Firman Ucok Tambusai, sedangkan sekretaris Edward Brando.

Sementara fraksi PKS, dipercaya pada Mukriyadi, menggantikan ketua sebelumnya Sukaryo. Sukaryo sendiri sekarang menjadi wakil ketua fraksi. Sekretaris dipegang oleh Rohaizat, sedangkan anggota fraksi sendiri, Riky Indrakari.

Sukaryo sendiri juga terpilih menjadi ketua badan peraturan daerah (baperda) DPRD Kota Batam menggantikan ketua sebelumnya Idawaty Nursanti. (rng)