Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 13789

Genjot Pariwisata, Kadin Siap Promosikan Batam ke Luar Negeri

0
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk. Foto: Rifki Setiawan Lubis/ Batam Pos

batampos.co.id – Kalangan pengusaha Batam yakin tahun 2017 akan menjadi momentum balik pertumbuhan ekonomi Batam. Asalkan sektor pariwisata digarap dengan baik untuk mengimbangi perlambatan ekonomi global.

“Program pemerintah harus menitikberatkan pada sektor pariwisata. Dimulai dengan pembenahan infrastruktur, penambahan transportasi publik, dan menciptakan badan pariwisata seperti Batam Tourism Board (BTB),” ungkap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk, kemarin (28/12).

Dunia maritim di Kepri khususnya di Batam sudah sepantasnya dikembangkan mengingat sektor industri pengolahan mendapatkan saingan berat dari kawasan industri yang ada di Malaysia dan Vietnam.

“Salah satu yang cocok dikembangkan adalah sektor pariwisata olahraga. Lokasi yang dekat dengan luar negeri dapat memberikan dampak yang cukup besar bagi pemasukan negara lewat sektor tersebut,” ungkapnya.

Saat ini banyak aset untuk dunia olahraga yang dibiarkan terbengkalai contohnya Stadion Tumenggung Abdul Jamal. Menurut Jadi, jika pemerintah tak sanggup memeliharanya karena ketiadaan biaya, mereka bisa mengajak pengusaha kerjasama untuk mengelolanya dan mengembangkannya.

“Dan untuk menambah masa menginap para turis, event-event bergengsi harus banyak digelar. Apalagi banyak resort yang sudah lama berkiprah di Batam. Mereka butuh dukungan pemerintah,” ujarnya.

Jadi yakin kedua instansi pemerintah yakni Pemerintah Kota (Pemko) dan Badan Pengusahaan (BP) Batam bisa bersinergi melakukannya, apalagi saat ini pemerintah pusat tengah membahas peraturan yang akan mengatur hubungan kerja dan wilayah kewenangan antara keduanya.

“Kami juga siap jika diminta untuk melakukan promosi keluar negeri untuk memperkenalkan keunggulan Batam,” tambahnya.

Jadi sangat optimis karena Pemko Batam telah memberikan sinyal positif bahwa pembangunan infrastruktur akan menjadi prioritas yakni pelebaran jalan dan pembangunan drainase untuk tanggulangi banjir.”Tujuannya untuk memberi kenyamanan,” jelasnya. (leo)

Ini Saran Pengusaha dan Perbankan Kemajuan Ekonomi Batam 2017

0
Kawasan Pariwisata Nongsa, Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kalangan pengusaha Batam bakal menjadikan 2017 menjadi momentum balik pertumbuhan ekonomi Batam. Asalkan sektor pariwisata digarap dengan baik untuk mengimbangi perlambatan ekonomi global.

“Program pemerintah harus menitikberatkan pada sektor pariwisata. Dimulai dengan pembenahan infrastruktur, penambahan transportasi publik, dan menciptakan badan pariwisata seperti Batam Tourism Board (BTB),” ungkap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk, Rabu (28/12/2016).

Dunia maritim di Kepri khususnya di Batam sudah sepantasnya dikembangkan mengingat sektor industri pengolahan mendapatkan saingan berat dari kawasan industri yang ada di Malaysia dan Vietnam.

“Salah satu yang cocok dikembangkan adalah sektor pariwisata olahraga. Lokasi yang dekat dengan luar negeri dapat memberikan dampak yang cukup besar bagi pemasukan negara lewat sektor tersebut,” ungkapnya.

Saat ini banyak aset untuk dunia olahraga yang dibiarkan terbengkalai contohnya Stadion Temenggung Abdul Jamal. Menurut Jadi, jika pemerintah tak sanggup memeliharanya karena ketiadaan biaya, mereka bisa mengajak pengusaha kerjasama untuk mengelolanya dan mengembangkannya.

“Dan untuk menambah masa menginap para turis, event-event bergengsi harus banyak digelar. Apalagi banyak resort yang sudah lama berkiprah di Batam. Mereka butuh dukungan pemerintah,” ujarnya.

Jadi yakin kedua instansi pemerintah yakni Pemerintah Kota (Pemko) dan Badan Pengusahaan (BP) Batam bisa bersinergi melakukannya, apalagi saat ini pemerintah pusat tengah membahas peraturan yang akan mengatur hubungan kerja dan wilayah kewenangan antara keduanya.

“Kami juga siap jika diminta untuk melakukan promosi keluar negeri untuk memperkenalkan keunggulan Batam,” tambahnya.

Jadi sangat optimis karena Pemko Batam telah memberikan sinyal positif bahwa pembangunan infrastruktur akan menjadi prioritas yakni pelebaran jalan dan pembangunan drainase untuk tanggulangi banjir. “Tujuannya untuk memberi kenyamanan,” jelasnya.

Tahun 2016 yang telah berlalu menjadi pembelajaran penting karena sepanjang tahun tersebut sangat penuh dengan tantangan dimulai dengan pergantian secara mendadak jajaran pimpinan BP Batam, kemudian kisruh masalah pelayanan dan juga tarif lahan.

Dunia perbankan juga menyampaikan aspirasinya terkait optimisme menghadapi tahun depan. Vice President Area Head Batam/Kepri, Rully Setiawan mengungkapkan BP Batam dan Pemko Batam harus bersinergi pada tahun 2017.

Ia mengakui persaingan perbankan cukup ketat pada tahun 2016. Pasalnya kondisi ekonomi dan kepastian hukum belum jelas sehingga berupaya keras untuk bertahan.

“Tahun lalu banyak perusahaan dari Singapura yang menarik dananya keluar dari Batam. Bukan karena situasi perizinan,tapi karena kondisi ekonomi. Sehingga dana yang hilang diganti dengan dana yang lain” ujarnya.

Ia meminta agar proses perizinan harus berjalan dengan baik karena memiliki pengaruh besar terhadap situasi ekonomi Batam.

Pada September tahun 2016, Bank Mandiri mencatat terjadi penurunan dana pihak ketiga menjadi Rp 45,3 triliun. Kemudian total kredit menjadi 37,2 triliun. Menurut Ruli, terjadi penurunan 1,14 persen. “Penurunan tersebut karena perizinan,” jelasnya.

Untuk kredit Bank Mandiri, Rully mengungkapkan sektor yang mendominasi adalah proyek infrastruktur, perdagangan dan industri pengolahan. Ia kemudian memberi saran agar sektor pariwisata harus didukung dan diberikan insentif. (leo)

Awal Tahun 2017 Batam-Bintan Terancam Gelap, Wako Batam Panggil Direktur PLN Batam

0
Walikota Batam, Muhammad Rudi. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Rudi berencana memanggil Direktur Utama PLN Batam Dadan Kurniadipura. Ini terkait rencana mogok 480 karyawan PLN Batam jika tarif listrik tak kunjung disesuaikan hingga akhir tahun nanti.

“Kalau memang demikian, saya akan undang Kepala PLN,” ujar Rudi usai meninjau kondisi jalan di kawasan Jodoh – Nagoya, Rabu (28/12/2016).

Namun demikian, Rudi menilai, rencana aksi mogok itu tak masuk akal. Niat mogok para karyawan tidak sesuai dengan permasalahan yang ada.

Akan menjadi masuk akal apabila niat mogok itu dipicu permasalahan gaji. Apakah itu gaji tak naik atau gaji yang terlambat dibayarkan.

“Sama seperti pegawai saya. Kalau saya tak gaji mereka, mungkin mereka akan demo,” katanya.

Jika ternyata mogok itu benar karena gaji, Rudi akan meminta PLN Batam untuk membuka laporan keunganan mereka. Hingga terlihat apakah mereka merugi atau tidak.

“Kalau itu soal gaji, kami minta PLN transparan. Tapi kalau tidak, hubungan karyawan dengan kenaikan tarif itu tidak ada,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, 480 karyawan PLN Batam mengancam akan mogok kerja jika penyesuaian tarif tak direalisasikan hingga akhir tahun. Tak tanggung-tanggun, karyawan dari sistem pembangkit hingga pelayanan itu akan mogok kerja selama tiga hari berturut-turut. Dengan aksi itu, Pulau Batam dan Bintan terancam blackout.

“Bila penyesuaian tak direalisasikan hingga akhir tahun, 480 karyawan dari sistem pembangkit hingga pelayanan akan mogok kerja di awal tahun nanti,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serikat Pekerja PLN Batam, Bukti Panggabean. (ceu)

Revitalisasi Pelabuhan Punggur Sudah 93 Persen

0
Sejumlah pekerja tengah mengerjaak proyek pembangunan Pelabuhan Telaga Punggur, Selasa (27/12/2016). Pengerjaan proyek ini agak lambat dari batas waktu yang ditentukan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Revitalisasi Pelabuhan Punggur sudah 93 persen. Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan revitalisasi menyeluruh di berbagai sektor pelabuhan domestik. Salah satunya adalah penambahan luas bangunan serta penambahan fasilitas utama dan pendukung pelabuhan.

Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan pembangunan infrastruktur menjadi perhatian utama BP Batami sehingga dapat mengoptimalkan peluang-peluang secara nyata guna meningkatkan pelayanan dan infrastruktur yang memadai.

“Revitalisasi pelabuhan sudah mencapai 93 persen dan merupakan upaya pencapaian hasil dan target baru Batam. Kami ingin terus meningkatkan kualitas Batam agar menjadi kawasan berdaya saing di antara kawasan sejenis di kawasan Asia Pasifik,” katanya kemarin

Revitalisasi Pelabuhan Domestik Telaga Punggur sudah mulai dikerjakan sejak Mei 2015. Saat ini progresnya sudah mencapai 93 persen dengan pekerjaan di antaranya pemancangan akhir u pier dan abutment, halte, power house, plafond seam & grid, plafond pvc KM, pemasangan pendingin ruangan/ac dan armature lampu, alumunium cladding yang mengarah ke halte, dan lanjutan struktur ramp pada lokasi parkir pelabuhan.

Pelabuhan Domestik Telaga Punggur memiliki luas lahan seluas 2.2 hektar dengan luas bangunan 4.600 meter persegi. Dengan kondisi tersebut tentunya permasalahan yang kerap dihadapi oleh BP Batam dalam mengelola Pelabuhan Domestik Telaga Punggur adalah minimnya lahan parkir dan sirkulasi kendaraan yang tidak rapi, lay out ruang yang tidak optimal, usia bangunan, mahalnya perawatan dan rawannya keselamatan.

Pengembangan yang sedang dan telah dilakukan di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur meliputi transformasi bangunan menjadi tiga lantai dengan luas total bangunan menjadi 6.430 meter persegi dengan rincian sebagai berikut lantai satu dengan luas bangunan 992 meter persegi sebagai kedatangan, teras keberangkatan dan parkir inap.

Kemudian, lantai dua dengan luas bangunan 2944 meter persegi sebagai hall ticketing/check in, komersial dan ruang keberangkatan dengan 200 kursi.

Lalu lantai tiga seluas 2494 meter persegi sebagai hall ticketing, rental space/komersial, halte dengan luas 64 meter persegi. “Dan parkir kendaraan untuk 300 mobil dan 120 kendaraan roda dua,” imbuh Andi.

Revitalisasi tidak hanya dilakukan pada Pelabuhan Domestik Telaga Punggur melainkan juga pada Pelabuhan Domestik Sekupang.

Untuk fasilitas baru yang disediakan adalah ruang menyusui dan toilet bagi orang yang memiliki keterbatasan fisik (difable) juga sedang dilakukan pengerjaannya di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur dan Pelabuhan Domestik Sekupang. (leo)

Pekerjaan Jalan Nagoya Sudah 100 Persen, 2017 Ini Ruas Jalan yang Akan Dilebarkan

0
Wali Kota Batam dan jajarannya saat meninjau proyek pelebaran jalan di Nagoya dan Jodoh, Rabu (28/12/2016). Foto: batampos

batampos.co.id – Pekerjaan pelebaran jalan di kawasan Jodoh-Nagoya untuk anggaran 2016 ini telah rampung. Kesimpulan tersebut disampaikan Walikota Batam, Muhammad Rudi usai meninjau pelaksanaan pekerjaan, Rabu (28/12/2016).

“Kita cek sudah 100 persen. Besok uang sudah bisa dicairkan semua. Jumat, tanggal 30 sudah close semua. Terimakasih, apa yang kita targetkan, kita rencanakan, jalan semua,” kata Rudi usai meninjau pelebaran Jalan Teuku Umar tepatnya dari simpang Martabak Har hingga Hotel Virgo.

Menurut Rudi pembangunan infrastruktur ini tidak berhenti di situ saja. Pelebaran jalan yang ada sekarang akan ditindaklanjuti dengan program pembangunan di tahun berikutnya.

“Tahun depan kita tindaklanjut yang sudah jadi, lampu hias dan overlay (pengaspalan), menambah jalan yang ada di Nagoya,” kata dia.

Adapun jalan yang akan dibangun di 2017 mendatang antara lain pelebaran jalan dari Hotel Planet Holiday ke arah tanah longsor sampai Hotel The Hills. Kemudian dari Apartemen Harmoni ke arah simpang Baloi, simpang BNI hingga Simpang Jam, simpang Telkom Pelita sampai ke Irinco, serta dari Telkom ke arah underpass Pelita.

Selain itu juga ada rencana pelebaran drainase dari depan Hotel Nan Tongga ke arah laut di samping Hotel Pacific. Serta pelebaran jalan dari Simpang Frengki sampai ke underpass Pelita yang pelaksanaannya diajukan ke Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Kita juga berencana membuka lajur lambat dari Simpang Jam ke Sekupang. Karena di situ kalau ada kecelakaan bisa macet parah. Tapi kita harap ada bantuan dari pusat, karena jalurnya cukup panjang,” kata Rudi. (mta)

Listrik Batam-Bintan Bakal Terhenti Awal 2017, Gubernur Didesak Bertindak

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tak kunjung adanya kepastian tentang kenaikan Tarif Listrik Batam (TLB) memicu kemarahan karyawan PLN Batam. Mereka akan mogok massal awal Januari 2017 sehingga Batam-Bintan terancam gelap gulita tiga hari.

Ironisnya, Gubernur Kepri Nurdin Basirun juga masih belum bersedia untuk memenuhi permintaan audiensi yang disampaikan PLN Batam sejak 2 Desember 2016 lalu.

“Kita harapkan Gubernur segera bertindak untuk menyikapi persoalan ini. Ini persoalan serius,” ujar Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua, kepada Batam Pos di Tanjungpinang.

Legislator Dapil Tanjungpinang tersebut mengatakan, apabila pasokan listrik untuk Pulau Bintan (Bintan-Tanjungpinang) terputus, maka kondisi kelistrikan di Pulau Bintan akan terganggu. Karena kemamapuan pembangkita cadangan yang dimiliki PLN Area Tanjungpinang masih tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di Tanjungpinang.

“Sistem interkoneksi listrik Babin menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan listrik Pulau Bintan dalam jangka menengah,” papar Rudy.

Menurut Rudy, kondisi yang terjadi sekarang ini, menjadi alarm bagi PLN Area Tanjungpinang untuk waspada.

Masih kata Rudy, beberapa waktu lalu PLN Batam sudah meminta waktu Gubernur. Karena mereka ingin menjelaskan tentang kondisi mereka. Akan tetapi sampai saat ini, permintaan tersebut masih belum dipenuhi oleh Gubernur.

“Pembahasan rencana kenaikan TLB akan dilanjutkan pada 2017 nanti. Sebelum itu, tentu tidak ada salahnya kalau Gubernur memenuhi permintaan PLN Batam untuk berdiskusi,” tutup Rudy.

Sementara itu, GM PLN Arean Tanjungpinang, Armunanto berharap solusi terbaik dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan DPRD Provinsi Kepri. Sehingga persoalan yang ada segera teratasi.

Diakuinya, adanya interkoneksi listrik Babin menjadi andalan bagi PLN Area Tanjungpinang dalam memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Bintan.

“Kita berharap jangan sampai pasokan listrik dari Batam ke Pulau Bintan terhenti. Konsekuenai terburuknya adalah akan terjadi pemadaman bergilir lagi,” ujar Armunato tadi malam.

Lebih lanjut, Armunanto mengatakan, secara keseluruhan Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang sudah menggunakan sistem interkoneksi listrik Batam-Bintan (Babin). Meskipun demikian, pihaknya tetap akan mensiagakan pembangkit cadangan, apabila terjadi gangguan pada sistem interkoneksi.

“Untuk listrik Pulau Bintan, Tanjungpinang khususnya sudah masuk sistem interkoneksi. Kita berharap ini menjadi penerang bagi pembangunan Tanjungpinang kedepan,” paparnya.

Armunato juga menjelaskan, blackout terjadi sebelum interkoneksi lebih disebabkan oleh ketidaksinkronan proteksi antara Pembangkit Tenaga Mesin Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG). Karena ketiganya dihubungkan dengan jaringan penghubung express feeder yang panjang.

“Sehingga apabila terjadi gangguan pada pembangkit dan atau jaringan penghubung tersebut maka listrik bisa padam total, solusi dari itu semua adalah beroperasinya interkoneksi 150 kilo volt (kv) Babin,” jelasnya.

Menurut Armunanto, dengan beroperasinya interkoneksi 150 kv dan gardu induk, maka semua arus listrik yang ke masyarakat langsung dari gardu induk. Sehingga sistem lama, yakni sistem isolated pembangkit dan express feeder yang sering menyebabkan blackout (padam total) sudah tidak digunakan lagi. Pihaknya juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan listrik terbaik kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan tidak terjadi pemadaman secara total lagi. Kita berharap pembangunan di Pulau Bintan terus berkembang, dengan adanya infrastruktur listrik yang representatif,” jelasnya lagi.

Ditambahkan Armunanto, langkah antisipasi jika terjadi gangguan pembangkit Batam dan interkoneksi Babin , tentunya pembangkit-pembangkit lama yang ada di Pulau Bintan akan dioperasikan. Baik itu PLTD, PLTU, dan PLTMG yang ada di Tokojo, Kijang, dan Dompak, Tanjungpinang. Sehingga pemadaman listrik dapat dihindari.

“Untuk merevitalisasi jaringan di Pulau Bintan, PLN Area Tanjung Pinang akan melakukan revitalisasi/rehabilitasi jaringan secara bertahap, hal ini kami lakukan agar pendistribusian  listrik ke masyarakat menjadi lebih handal,” tutup Armunanto. (jpg)

Angka Kriminalitas di Batam Turun, 1.516 Kasus Belum Selesai

0
Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika (tengah) didampingi Wakapolresta, Kasat, dan seluruh Kapolsek diwilayah Polresta Barelang memberikan keterangan laporan angka kriminalitas akhir tahun di Mapolresta Barelang, Rabu (28/12/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika mengungkapkan angka kriminalitas di Batam sepanjang tahun 2016 mengalami penurunan hingga mencapai 20 persen.

“Sepanjang tahun ini, tidak ada gangguan nyata yang dapat menguras tenaga dan pikiran kita,” ujarnya.

Dari data yang tercatat, gangguan terhadap Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Batam selama tahun 2016 tercatat sebanyak 3.564 kasus atau turun dari tahun 2015 yang mencapai 4.501 kasus.

“Penyeselesaian perkara, dari tahun 2015 dan dibandingkan tahun 2016 mengalami peningkatan dari tahun 2015. Dari 4.501 kasus di tahun 2015, 2387 yang selesai, sementara, dari 3.564 kasus di tahun 2016, kasus yang selesai sebanyak 2.084 kasus,” katanya.

Jika dikalkulasikan jumlah total angka kriminalitas tersebut, dalam setiap dua jam, empat menit dan lima detik, telah terjadi satu aksi kriminalitas di Kota Batam. Adapun penghitungan ini berdasarkan jumlah hari dalam satu tahun dikali 24 jam, dan dibagi semua kasus yang masuk di kepolisian.

“Kasus yang masuk di kepolisian itu kasusnya macam-macam, ada kasus penipuan, penyerobotan lahan, kemalingan dan lain-lain,” tuturnya.

Sementara itu, untuk kasus terkait kasus kejahatan jalanan seperti Curas, Curat dan Curanmor mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015. Ditahun 2016 tercatat sebanyak 600 kasus dibandingkan tahun 2015 sebanyak 955 kasus.

“Kasus atensi masyarakat seperti curanmor mengalami penurunan sebanyak 50 persen dibaningkan pada tahun lalu,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk kasus pembunuhan dan penganiayaan berat yang menyebabkan korban tewas mengalami peningkatan dari tahun 2015 lalu. Di tahun 2016 ini, Polresta Barelang telah mencatat sebanyak 22 kasus, yang mana dari jumlah itu 17 kasus diantaranya telah diselesaikan.

“Kasus pembunuhan dan penganiayaan berat pada tahun ini ada peningkatan dari tahun 2015 yang tercatat sebanyak 16 kasus dan berhasil diungkap 13 kasus. Sementara di tahun 2016, terjadi sebanyak 22 kasus dan berhasil diungkap sebanyak 17 kasus,” jelasnya.

Dalam upaya menekan angka kriminalitas di Batam, ada beberapa kegiatan rutin yang dilakukan Polresta Barelang. Diantaranya upaya preemtif atau penangkalan, upaya Preventif atau upaya pencegahan dan upaya refresif atau upaya penindakan.

“Upaya penangkalan itu meliputi ngobrol bareng, jam polisi police go to school, sambang bahabin dan sebagainya. Kemudian upaya pencegahan meliputi patroli skala besar, giat cipkon rutin, commander wish, warung sabhara dan dan lainnya, dan upaya refresif meliputi tangkap tangan, gakkum lantas dan upaya paksa kepolisian,” Jelas Helmy. (cr1)

Kasatpol PP Batam Nonaktif Bakal Dijemput Paksa Polisi

0
Kasat Pol PP Kota Batam nonaktif, Hendri. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang telah melakukan pemanggilan terhadap Kepala Satpol PP nonaktif, Hendri atas kasus dugaan suap dalam penerimaan 825 anggota Satpol PP.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian mengatakan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap Hendri sebanyak dua kali. Namun, panggilan dari penyidik diabaikan oleh yang bersangkutan.

“Hendri sudah kita Panggil sebanyak dua kali sebagai saksi, namun yang bersangkutan belum memenuhi panggilan penyidik,” ujarnya.

Untuk selanjutnya, Memo akan memerintahkan kepada anggotanya untuk melakukan upaya pemanggilan secara paksa terhadap Hendri.

“Selanjutnya akan ada perintah membawa untuk dimintai keterangan sebagai saksi,” katanya.

Namun, Memo belum bisa menetapkan Hendri sebagai tersangka dalam kasus yang menguak setelah adanya laporan dari enam orang anggota Satpol PP ini. Sebab, hingga Rabu (28/12/2016) pihaknya belum memiliki cukup bukti.

“Untuk ditetapkan sebagai tersangka belum mempunyai cukup alat bukti. Saat ini, kita baru mempunyai satu alat bukti, yakni keterangan dari S (Syamsudin, red),” tuturnya.

Dalam berita sebelumnya, salah seorang PNS yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap ini. Ia adalah, Syamsudin yang merupakan salah seorang pegawai Satpol PP golongan III A.

Adapun peran Syamsudin sendiri dalam kasus ini, ia bertugas sebagai penerima uang secara langsung dari para calon honorer Satpol PP. Setelah menerima uang itu, Syamsudin menyetorkan uang itu lagi kepada Syahrial selaku LSM.

Mendapatkan keterangan dari Syamsudin itu, jajaran Sat Reskrim telah beberapa kali melakukan pemanggilan terhadap Syahrial. Namun, hingga Rabu kemarin, yang bersangkutan belum memenuhi panggilan penyidik, dikarenakan masih berhalangan.

“Pemanggilan sudah dilakukan beberapa kali, tetapi yang bersangkutan masih dalam kondisi sakit. Dalam pemeriksaan saksi harus dalam keadaan sehat,” imbuh Memo. (cr1)

Rakernas Hidayatullah Dibuka Guberbnur Kepri, Ini Targetnya

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersalaman dengan peserta Rakernas di Hidayatulloh usai membuka rekernas, Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (28/12/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Guberbur Kepri Nurdin Basirun membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah yang diselenggarakan di Kampus Peradaban Hidayatullah 2 Tanjunguncang, Rabu (28/12/2016).

Dalam rakernas yang mengusung tema ‘Optimalisasi Gerakan Mainstream Menuju Sukses Gerakan Tarbiyah dan Dakwah’ ini Nurdin menyampaikan terimakasih kepada Hidayatullah karena mempercayakan Kepri sebagai tuan rumah untuk kegiatan tersebut.

“Saya menginginkan pembangunan di Kepri ini berdasarkan keagamaan, dan tentunya saya berharap Hidayatullah mampu memberikan kontribusi pada pemerintah daerah untuk membangun pendidikan di Kepri, khusus bidang keagamaan,” ujar Nurdin kepada ratusan peserta dan tamu undangan.

Nurdin berharap dengan Rakernas ini, para tokoh agama dapat menyumbangkan pemikiran yang bagus untuk kemajuan Kepri maupun organisasi yang telah hadir 17 tahun ini.

“Semoga tokoh-tokoh agama yang turut hadir dikegiatan ini mampu menyumbang pemikiran-pemikiran yang bagus untuk program kerja Hidayatullah kedepannya,” katanya.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ustaz Nashirul Haq mengatakan dalam rakernas kali ini, Hidayatullah akan menyoroti peningkatan kualitas kader, kualitas anggota, pendidikan serta layanan dakwah.

Hidayatullah sendiri eksis di lembaga pendidikan, mulai tingkat sekolah dasar (SD) sampai perguruan tinggi, baik dalam bentuk pesantren, sekolah umum, yayasan-yayasan sosial, penerbitan, hingga unit-unit bisnis mikro kecil-menengah

“Sampai saat ini Hidayatullah telah membuka 300 pesantren dari setiap kabupaten kota,” katanya.

Indikator keberhasilan sebuah organisasi, sambung Nashirul, diukur sejauh mana organisasi tersebut mampu menyukseskan gerakan di bidang pendidikan dan dakwah. Baik pendidikannya formal maupun non formal, dan Hidayatullah sendiri bisa dibilang telah berhasil.

“Alhamdulillah lembaga pendidikan Hidayatullah bisa bersaing dengan sekolah negeri serta unggulan lainnya yang selama ini menjadi idola dan pilihan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ustaz Nashirul Haq. Foto: Dali Harahap/batampos

Selain konsisten bergerak serta berjuang di bidang pendidikan dan dakwah, Hidayatullah juga terjun ke berbagai kegiatan sosial ekonomi. Seperti aksi kemanusiaan, penyantunan duafa, anak yatim piatu yang terlantar.

Sedangkan untuk pengembangan ekonomi Hidayatullah memiliki usaha minimarket yang tersebar di setiap kampus Hidayatullah, sehingga ekonomi masyarakat bisa diberdayakan.

“Harapan untuk rakernas kali ini, semua pengurus Hidayatullah di seluruh Indonesia memiliki semangat dan tekad yang kuat untuk menyukseskan gerakan pendidikan khususnya peningkatan layanan dakwah,” jelasnya.

Rakernas ini dihadiri 150 orang Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah Hidayatullah dari 34 provinsi di Indonesia. (cr19)

2016 ISPA Hantui Warga Sagulung, 3.505 Orang Terserang

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Tercatat hingga November 2016, sebanyak 3.505 warga Sagulung, terserang penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ispa). Data ini diperoleh dari Puskesmas Seilekop, Sagulung.

“Tahun ini lebih didominasi penyakit ispa dan sering diderita warga di sini,” jelas Kepala Puskesmas Seilekop, dr Erizal Syafri, Rabu (28/12/2016).

Dia mengatakan penyakit gangguan pernapasan ini umumnya di sebabkan karena faktor cuaca yang tidak menentu dan suka berubah, serta juga dipengaruhi kondisi lingkungan yang kotor, sehingga sirkulasi udara yang masuk tidak sehat dan mengakibatkan daya tahan tubuh semakin melemah.

“Penyakit ini sangat mudah menyerang siapa pun. Tidak mengenal usia, baik itu anak-anak, dewasa, dan juga lansia,” terangnya.

Lebih lanjut Erizal menuturkan untuk pencegahan penyakit ini bisa dilakukan dengan menjaga pola makan yang teratur agar daya tahan tubuh dapat terjaga dengan baik, serta menjaga kondisi lingkungan sekitar terus tetap bersih, sehingga sirkulasi udara yang dihirup setiap harinya sehat.

“Semuanya memang harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Mau sehat ya harus bersih, dan harus mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi,” imbuhnya.

Dia berharap kesadaran masyarakat untuk hidup sehat bisa terbangun kedepannya, sehingga warga tidak akan mudah terserang penyakit.

“Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Mari hidup sehat dimulai dari sekarang,” ajaknya.  (cr20)