Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 13817

Kapolda Kepri Naik Pangkat, Berbintang Dua

0
Kapolda Irjen Sam Budigusdian

batampos.co.id – Kapolda Kepri Sam Budigusdian akan menerima kenaikan pangkat dari Brigadir Jenderal menjadi Inspektur Jenderal seiring perubahan status Polda Kepri dari tipe B menjadi tipe A. Sam akan menyandang dua bintang di pundaknya, Upacara kenaikan pangkat akan digelar hari ini (20/12) di Mabes Polri.

“Pak Kapolda nanti pangkatnya bintang dua dan Wakapolda bintang satu,” ungkap Kabid Humas Polda Kepri, AKBP S Erlangga, kemarin (19/12).

Erlangga mengatakan, direncanakan upacara kenaikan pangkat ini akan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Demikian juga dengan peresmian kenaikan tipe Polda Kepri menjadi tipe A, dijadwalkan akan diresmikan langsung oleh Kapolri pada Januari tahun depan.

“Memang Pak Kapolri ingin meresmikan sendiri,” katanya.

Erlangga menambahkan, pada saat ini beberapa posisi di jajaran direktorat Polda Kepri telah berganti dengan yang berpangkat Kombes Senior. “Beberapa posisi dir (direktur) dan wadir (wakil direktur) sudah ada pergantian kemarin,” imbuhnya

Sebelumnya, Kapolda Kepri Brigjend Pol Sam Budigusdian mengatakan pihaknya terus berbenah menyusul kenaikan tipe Polda Kepri. Mulai dari pembangunan Rumah Sakit Bayangkara hingga pendirian Sekolah Polisi Negara (SPN).

Menurut dia, sudah selayaknya status Polda Kepri naik menjadi tipe A. Sebab beban kerja di Kepri memang cukup tinggi.

Nantinya, kata Kapolda, tipe Polda Kepri akan mirip dengan yang ada di Sumatera Utara. Kemungkinan juga akan adanya penambahan personel yang memadai dan mumpuni.

“Tentu ada,” ujarnya singkat.

Ia menegaskan poin penting penilaian naiknya tipe Polda Kepri berdasarkan pada kondisi wilayah hukum yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga. Lalu luasnya wilayah laut dibandingkan daratan, juga menjadi salah satu penilaian.

“Penduduk Kepri juga cukup heterogen,” ujarnya.

Seperti diketahui, selain Polda Kepri, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menaikkan status dua Polda lainnya. Yakni Polda Riau dan Polda Lampung.

“Kami usulkan Polda yang statusnya naik tipologinya yaitu polda kepulauan Riau, Polda Lampung, dan Polda Riau,” kata Tito yang didampingi Menteri Pendayaan Aparatur Negara (Men PAN) Asman Abnur, beberapa waktu lalu.

Dia menerangkan, dinaikannya ketiga polda tersebut dikarenakan teritorialnya berada di perbatasan, dan dilihat meningkatnya kerawanan kejahatan. “Kenaikan tipe juga dilihat dari kerawanan wilayah kerja,” jelasnya. (cr1)

Kolam Bekas Galian Telan Pelajar SMP di Batam

0
Warga mengevakuasi mayat Ajie Novri Pangestu Samosir yang tenggelam di bekas galian,Serkuit Capung, Seitemiang, Tanjungriau, Sekupang, Senin (19/12/2016). Foto: Kompol Ferry Aprizon untuk Batam Pos

batampos.co.id – Ajie Novri Pangestu Samosir, pelajar kelas IX SMP Negeri 35 Batuaji, Batam, Kepri, ditemukan tidak bernyawa di kolam bekas galian Capung, Seitemiang, Senin (19/12/2016) sekitar pukul 13.30 WIB.

Remaja 16 tahun ini ditemukan warga setelah menyelam di kolam bekas galian tersebut selama kurang lebih dua jam.

“Saat ditemukan tubuh korban berada di dasar kolam,” kata Kapolsek Sekupang, Kompol Ferry Aprizon, Seperti diberitakan di koran Batam Pos, Selasa (20/12/2016).

Pencarian berlangsung kurang lebih dua jam ini dibantu oleh warga yang berada di sekitar tempat kejadian. Kolam buatan berukuruan 100 kali 50 meter ini, merupakan bekas galian dan rencananya akan dijadikan kolam ikan.

Menurut keterangan sahabat korban, Restu Perdia, sebelumnya korban bersama enam temannya sempat bermain di salah satu warnet yang berada di Perumahan Puskopkar, Batuaji, sebelum akhirnya memutuskan berenang di kolam tersebut.

“Setelah main, mereka menuju Capung untuk bermain, namun karena melihat kolam mereka memutuskan untuk berenang. Setelah satu jam berenang, korban tidak tampak, dan sahabatnya teriak minta tolong. Warga yang berada dekat kolam langsung membantu mencari korban,” jelas pria yang pernah menjabat Kasat Sabhara Polresta Barelang ini.

Setelah melakukan pencarian selama dua jam, akhirnya korban ditemukan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit BP Batam, Sekupang.

Sementara itu, ayah korban, Hasnan Samosir terlihat sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa putra keduanya tersebut. Sesekali terlihat dia mengusap-usap kepala korban yang tengah terbaring kaku di kamar jenazah. Raut kesedihan begitu terlihat ketika dia memandangi wajah putra kesayangannya itu.

Pantauan Batam Pos di lokasi kejadian, kolam berukuran 100 kali 50 meter itu, memiliki kedalaman enam meter dipenuhi air. Tidak ada pagar atau tulisan larangan berenang di sekitar kolam.

Salah seorang warga, Badrun mengatakan kolam bekas galian ini memang sering digunakan oleh anak-anak untuk berenang. “Sering dan banyak yang berenang juga, karena ga dipagari juga,” kata dia.

Dia juga tidak mengetahui pemilik lahan bekas galian tersebut. “Tidak tahu punya siapa,” sebutnya lagi.

Sebelumnya, kolam bekas galian juga menelan korban jiwa bocah berusia 10 tahun di kolam bekas galian di kawasan Simpang Nato, Sagulung, beberapa waktu lalu. (cr17/nas/JPG)

Berdiri di Tepi Drainase, Pemilik Kios Harus Bongkar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam, Yumasnur mengatakan akan segera melakukan perluasan drainase, salah satunya adalah drainase yang berada di sepanjang Pasar Tiban Center hingga Perumahan Mc Dermot, Tiban.

“Kondisi drainase mengalami penyempitan, tapi sekarang sudah kita lakukan pelebaran seluas dua meter,” kata dia, Minggu (18/12).

Untuk sisi kanan drainase sudah selesai, selanjutnya menunggu tahun depan untuk dibangun batu miring sebagai pembatas drainase dengan lahan yang berada di sebelahnya.

Dia menambahkan, pelebaran tidak hanya dilakukan di bagian kanan drainase, melainkan juga di bagian kiri drainase. Di kiri drainase akan dilakukan pelebaran sekitar satu meter.

“Kendalanya, banyak kios yang berdiri di tepi drainase, jadi kami harus tunggu pembongkaran dulu,” sebut pria yang akrab disapa Yu ini.

Sementara itu, lurah Tiban Indah, Yudi Suprapto mengatakan pemilik kios yang berada di tepi drainase sudah mulai membongkar kios mereka. Sebelumnya, lanjut dia pedagang sudah diberitahu mengenai pelebaran yang akan dilakukan oleh dinas PU.

“Sudah kami beritahu, dan mereka setuju. Bahkan beberapa diantara mereka sudah mulai membongkar kios secara sukarela. Karena ini demi kenyamanan warga juga, terutama saat turun hujan,” jelasnya.

Pantauan Batam Pos di lapangan, beberapa pemilik kios mulai merobohkan bangunan yang berda di tepi drainase. Bangunan permanen saat ini mulai rata dengan tanah.(cr17)

Setahun, Warga Batam Perlu 49 Ton Sayur

0
Warga Batam pecinta sayur. Foto: batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Husnaini mengatakan terjadi peningkatan permintaa terhadap kebutuhan sayuran di Kota Batam.

Data dari KP2K Kota Batam menyebutkan selama tahun 2015 jumlah kebutuhan masyarakat akan sayuran sebanyak 49 ton sedangkan produksi hanya 25 ton.

“Produksi kita belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata dia.

Tingginya permintaan ini tidak sebanding dengan jumlah produksi sayuran yang dihasilkan petani di Batam. Karenanya, pemerintah harus mendatangkan sayuran dari luar pulau Batam seperti, Medan, dan Pulau Sumatera, Tanjungpinang.

Harga sayuran yang melambung disebabkan beberapa faktor diantara, mahalnya ongkos dari daerah asal, kondisi cuaca yang buruk, sehingga mempengaruhi produksi sayuran.

Pemerintah juga terus berusaha untuk menekan tingginya harga sayuran di Batam, salah satunya dengan membuka lahan pertanian di tiga pulau sekaligus. Tidak hanya sayuran tetapi juga untuk perikanan.

“Masih kami kaji, ke depan kami harapkan Batam bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan sayur,” harap perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Program KP2K ini. (cr17)

Lembaga Pemasyarakatan kelas II Batam Kelebihan Keban

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Jumlah narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Batam di Barelang kelebihan beban. Saat ini dihuni 1.450-an napi.

Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan (Binadik) Lapas Batam, Rommy mengatakan, “kapasitas napi disini sudah lebih 300 persen.”

Untuk mencegah ledakan warga binaan di dalam lapas itu, selain berharap agar aparat penegak hukum membasmi tuntas pelaku pengendar narkoba sebab mayoritas penghuni ialah terpidana kasus narkoba, juga berharap agar mereka yang memakai narkoba dipertimbangkan lagi terkait hukumnya.

“Kalau bisa di rehabilitasi saja atau buatlah lapas khusus narkoba agar semuanya jangan tertumpuk disini,” kata Rommy.

Kondisi lapas Batam saat ini sambung Rommy memang sudah tak seimbang lagi. Dalam satu kamar, napi yang harus dikurung lebih dari angka 20 orang. Padahal daya tampung ideal untuk satu kamar di blok penjara hanya 12 orang saja.

Ini menjadi keluhan serius warga binaan disana sebab kapasitas dalam satu ruangan yang mencapai diatas 20 an membuat mereka tak nyaman. Untuk tidur saja mereka harus bergantian.

“Kadang sampai ke toilet kalau mau tidur, memang sudah terlalu banyak,” ujar Akim salah seorang, Napi kepada Batam Pos belum lama ini. (eja)

60 Persen Penghuni Lapas Batam ialah Napi Kasus Narkoba

0
Ilustrasi Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id – Narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi penerus bangsa di negeri ini. Di kota Batam peredaran narkoba sepertinya tak terkendali lagi. Sebagian besar warga sudah terpengaruh dengan peredaran barang haram itu.

Ini dibuktikan dengan jumlah narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Batam di Barelang yang mana didominasi oleh napi kasus narkoba. Data terkahir yang diterima Batam Pos, dari 1.450 an napi yang ada di lapas, 60 persen diantaranya tersandung kasus narkoba dan parahnya lagi, dari 60 persen itu kebanyakan sebagai pemakai. Ini menunjukan bahwa warga yang terpengaruh dengan peredaran narkoba sudah cukup banyak.

“Ya memang kenyataan seperti itu. Yang pengedar atau bandar malah jarang dipenjara, ini yang dipenjara umumnya adalah pemakai,” ujar Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan (Binadik) Lapas Batam, Rommy.

Keberadaan napi kasus narkoba di lapas, merupakan cerminan kehidupan nyata warga di kota Batam saat ini, yang mana satu napi narkoba mewakili 1000 warga lain di Batam yang berlibat dengan narkoba namun belum tersentuh hukum.

“Kalau pengedar mungkin sedikit, tapi pemakai sudah cukup banyak. Contohnya bisa dilihat di sini. 60 persen umumnya semua karena kasus narkoba,” ujar Rommy. (eja)

Kapolda Kepri: Temuan Menyerupai Bom = Teror

0
Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian. Foto: Johanes/batampos

batampos.co.id – Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian mengatakan, benda yang ditemukan di Pasar Tibancenter (17/12/2016) lalu adalah wujud teror dari pelaku yang sengaja ingin menakut-nakuti warga.

“Setelah diperiksa, benda itu bukanlah bom tetapi dibuat menyerupai bom. Modusnya berarti teror,” ujarnya, Minggu (18/12/2016).

Ia menjelaskan, benda tersebut berisikan ponsel Blackberry tanpa mesin yang dilakban hitam, kemudian diselipkan kabel dan direkatkan ke sebuah batu bata.

“Lalu dibungkus dalam plastik berwarna biru,” terangnya.

Lanjut Sam, hal ini akan segera ditelusuri mengingat maksud dari teror pelaku. Pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk patroli demi meningkatkan keamanan.

“Saat ini kita fokus menyelidiki asal-usul benda tersebut melalui saksi dan penemuan lainnya,” ungkap Sam.

Tidak lupa ia menghimbau, agar masyarakat juga bisa ikut membantu dengan memberikan informasi akurat yang bisa mengarah untuk mengidentifikasi pelaku. (cr15)

Virtual Account Keluarga Permudah Pembayaran BPJS Kesehatan

0

Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan merupakan program yang berprinsip gotong royong. Prinsip tersebut direalisasikan dengan subsidi silang untuk pembayaran, serta peran dan partisipasi aktif seluruh pihak dalam mendukung program JKN-KIS ini.

Dengan prinsip tersebut diharapkan setiap anggota keluarga yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan rutin membayarkan iuran setiap bulan dan tidak hanya membayar iuran untuk anggota keluarga yang sakit atau membutuhkan pelayanan kesehatan.

Pemahaman tersebut akan mendorong tercapainya suistainibiltas program JKN dan menstabilkan dana untuk biaya pelayanan kesehatan, sehingga jaminan kesehatan masyarakat akan lebih terjamin.

Untuk mengoptimalkan prinsip gotong royong tersebut mulai 1 September 2016 kemarin diberlakukan virtual account (VA) keluarga bagi peserta JKN-KIS kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) atau lebih dikenal sebagai peserta mandiri. Demikian jelas Kepala BPJS Batam Tavip Hermansyah

Tavip Hermansyah

Dengan sistem tersebut peserta dapat dengan mudah melakukan pembayaran melalui sistem pembayaran 1 (satu) virtual account (VA) untuk keseluruhan anggota keluarga yang diberlakukan oleh BPJS Kesehatan.

Sistem tagihan iuran virtual account (VA) Keluarga adalah tagihan iuran yang bersifat kolektif untuk seluruh anggota keluarga atau menggabungkan masing-masing tagihan peserta sebagaimana yang terdaftar pada Kartu Keluarga (KK) dan atau yang sudah didaftarkan sebagai anggota keluarga.

Jumlah pembayaran iuran pada salah satu nomor peserta anggota keluarga di channel pembayaran iuran bersifat akumulatif atas seluruh total tagihan iuran keluarganya.

Perubahan sistem pembayaran ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam proses pembayaran iuran dan memastikan bahwa iuran anggota keluarganya tidak ada yang terlewat dibayarkan.

Mekanisme ini diterapkan dengan maksud untuk efektifitas dan efisiensi dalam pelaksanaan pembayaran iuran, intinya untuk kepentingan dan kemudahan bagi peserta. Dengan adanya sistem pembayaran 1 (satu) virtual account untuk 1 (satu) Kartu Keluarga ini maka tidak perlu lagi melakukan transaksi pembayaran berkali-kali sesuai jumlah anggota keluarga, cukup 1 kali transaksi saja melalui salah satu virtual account yang ada.

Hal ini dikarenakan peserta hanya cukup menunjukkan salah satu nomor peserta di channel pembayaran iuran untuk membayarkan seluruh anggota keluarganya.

Adapun keunggulan sistem pembayaran virtual account keluarga selain karena efektif dan efisien adalah lebih hemat karena bebas biaya administrasi dan berlaku di seluruh channel bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN.

Sedangkan melalui PPOB, hanya dikenakan 1 (satu) kali biaya administrasi untuk transaksi pembayaran iuran seluruh anggota keluarga yaitu Rp 2.500,00 per transaksi pembayaran. *

Terduga Penista Agama Asal Batam Minta Maaf

0
Anggota Reskrim Polresta Barelang mengamankan seseorang (tengah) yang diduga melakukan penistaan agama lewat media sosial, Minggu (18/12/2016) dini hari. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Terduga kasus penistaan agama asal Batam, Sabam Parulian akhirnya meminta maaf atas status yang ia buat dan ia share di grup Facebook Wajah Batam, yang menyinggung umat  Islam.

BACA: Terduga Penista Agama Asal Batam Diamankan Polisi

Status yang intinya menyebut kekalahan Timnas Indonesia di leg kedua final Piala AFF 2016 atas Thailand dikarenakan pemain Timnas melakukan salat sebelum bertanding.

Akibat statusnya yang menyinggung umat Islam itu, Sabam kemudian dilaporkan ke polisi. Dia pun diciduk di kediamannya di kawasan Sagulung, Minggu (18/12/2016) dini hari WIB.

Setelah melalui pemeriksaan, Sabam ditetapkan tersangka oleh penyidik di Polresta Barelang.

Baca Juga: Terduga Penista Agama Asal Batam Ditetapkan Tersangka

Saat menjalani pemeriksaan itu, Sabam akhirnya menyatakan menyesal dan meminta maaf kepada umat Islam atas statusnya di Facebook tersebut.

“Atas persoalan ini, yang bersangkutan mengaku khilaf dan minta maaf,” kata Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika, Minggu siang (18/12/2016).

Meski telah meminta maaf, Sabam tetap diproses hukum. Sabam dinilai melanggar undang-undang ITE pasal 28 yang menyebutkan; setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Diluar penyidikan, saya akan mengumpukan MUI, tokoh adat, masyarakat untuk mengajak agar jangan terprovokasi,” kata Helmy.

BACA: Minta Masyarakat Tak Terprovokasi, Kapolres Barelang Temui MUI

Ia juga menghimbau  seluruh masyarakat untuk berhenti menebarkan kebencian atas nama apapun.

“Kepada masyarakat, stop menebar kebencian atas nama apapun, menebar kebencian atas nama sara, dan hati-hati dalam penggunaan media sosial. Yang bisa mengganggu orang lebih baik tidak usah,” pintanya. (cr1)

 

DPRD Batam Dorong Pemko Bentuk Tim Percepatan Translok

0

batampos.co.id – DPRD Kota Batam mendorong, agar segera dibentuknya Tim percepatan Transmigrasi Lokal (Translok) Petani Pemerintahan Kota (Pemko) Batam.

Pasalnya, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Walikota dan Wakil Walikota Batam, tahun 2018, dicanangkan dibentuk kawasan translok petani.

Tidak tanggung-tanggung, tiga pulau di hinterland Batam, tepatnya di seberang pulau Punggur, Batubesar, Nongsa dijadikan lokasi cadangan bagi para petani translok.

“Kami melihat Pemko sudah mengusulkan tiga pulau dan para petani pun menyambut baik wacana ini. Untuk itu kita (DPRD) meminta agar dibentuk tim percepatan translok,” ujar Sukaryo, anggota Komisi I DPRD Batam, Minggu (18/12).

Sebagai wakil rakyat ia menilai perlu ada percepatan ini. Sehingga di awal tahun 2017 pemko sudah mecantumkan apa saja dan berapa kegiatan. Sehingga di tahun 2018, semua persiapan menuju program translok 2018 ini bisa terwujud.

“Saat kami reses kemarin, respon petani sangat luar biasa. Mereka sangat siap untuk segera di translokan,” terangnya.

Apalagi, kata Sukaryo, hal ini termasuk bentuk upaya jaminan pemerintah daerah terhadap warganya yang memang bekerja sebagai petani.

“Kami berharap konsepnya terpadu, supaya ke depan bisa menjadi daerah agribisnis dan wisata,” kata dia.

Sehingga, selain menyediakan stok kebutuhan di Batam, translok petani ini juga menjadi alternatif wisata baik bagi wisatawan lokal maupun turis mancanegara.

“Harusnya sudah ada persiapan-persiapan yang mengarah ke sana. Makanya kita dorong untuk membentuk tim percepatan dari pemko,” pungkasnya. (rng)