Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 13834

Judi Bola, Sambil Nyanyi Berjudi

0

batampos.co.id – Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang menggerebek arena judi bola di G3 KTv Hotel Chittic Pelita, Minggu 4 Desember 2016 lalu sekitar pukul 00.30 WIB.

Dari penggerebekan tersebut, polisi mengamankan enam orang yang terdiri dari Effendy, Sufoyanto, Euis Ratna, Vevi Ayora, Mutiara, 16, dan Rekha Pratiwi. Mereka yang diamankan itu merupakan penanggung jawab lokasi dan kasir.

Selain mengamankan keenam orang tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa yang tunai Rp 600.000, 1 unit mesin ping pong, kartu pemasangan, dan voucher pemenang.

Kanit I Satreskrim Iptu Putra mengatakan penggerebekan judi bola ini bermula dari adanya laporan masyarakat. Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, kemudian Unit I Sat Reskrim Polresta Barelang melakukan penyelidikan.

Judi bola bukanlah judi dari pertandinga sepakbola. Sila simak keterangan polisi ini.

“Penyelidikan yang kami lakukan dengan berpura-pura sebagai tamu yang akan karaoke di KTv tersebut,” ujar Iptu Putra.

Dijelaskannya, setiap pemain bisa memasang taruhan dari dalam kamar karoke VIP. Sebab, di dalam kamar itu terdapat layar berukuran 14 inch yang terhubung ke ruangan pengundian bola. Untuk memasang taruhan, nantinya para pemain bisa memasang angka yang dipesan melalui pramusaji karaoke.

Dari kertas yang diberikan oleh pramusaji itu bertuliskan kuis karoke yang terdapat urutan angka mulai dari angka 1 hingga angka 24. Angka yang terdapat dalam kertas kuis karaoke tersebut, adalah nomor urut minuman yang akan dipesan. Nantinya, pemain melingkari angka yang dipilih. Setiap angka yang dipilih, bernilai sebesar Rp 20 ribu.

“Untuk mengelabui, pada kertas tersebut juga tedapat beragam menu minuman. Sehingga, jika dilihat secara kasat mata, pemain seakan tengah memesan minuman,” tutur Putra.

Setelah melingkari angka-angka yang telah selesai dipilih oleh si pemain, nantinya pemain akan memantau secara langsung angka yang keluar dari dua buah tabung bening.

“Bola itu ada tulisan angkanya. Setelah memesan, nantinya akan keluar satu bola yang bertuliskan angka. Jika angka kita yang keluar, maka nanti pramusajinya akan mengantarkan langsung uang menang itu kepada si pemain,” jelasnya.

Pada saat dilakukan penyelidikan itu, secara tidak sengaja angka yang telah dipilih Putra dan jajarannya keluar sebagai pemenang. Dari uang senilai Rp 20 ribu setiap angka itu, jika angka yang dipilih keluar uang yang dijadikan taruhan itu akan berlipat ganda menjadi Rp 400 ribu.

“Saat angka kami keluar itu langsung kami amankan pramusaji, penanggung jawab dan kasirnya,” tuturnya.

Lebih lanjut Putra mengatakan, keempat orang yang diamankan itu dikenakan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman 10 tahun penjara. Sementara, satu pelaku lainnya yang masih di bawah umur yang bertugas sebagai kasir, Mutiara, penahanannya ditangguhkan.

“Saat ini kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejari Batam untuk proses selanjutnya. Kasir dari arena judi itu kami tangguhkan karena masih di bawah umur. Dia masih berusia 16 tahun,” imbuhnya. (cr1)

Kassubag Rumah Tangga Pemkab Bintan Tabrak Mobil dan Dua Motor

0

batampos.co.id – Mobil Kijang Inova BP 1705 TR yang dikemudikan Kassubag Rumah Tangga Bagian Umum Pemkab Bintan, Mujiat menabrak Mobil Box BP 8039 BO serta dua pengendara motor Yamaha Vega BP 5038 BH dan Yamaha Mio BP 4560 BO di Jalan Indunsuri, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara (Binut), Kamis (19/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat insiden tersebut dua pengendara motor kritis sedangkan dua pengemudi mobil tidak mengalami luka parah.

“Mobil Kijang Inova itu dikemudikan sangat laju tapi oleng. Makanya nabrak mobil yang kami kemudikan lalu nabrak dua pengendara di belakang,” ujar supir mobil box, Irfan ,30, ketika dimintai keterangan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Diceritakannya, Mobil Kijang Inova warna putih itu dikemudikan dengan kecepatan tinggi dari arah Tanjunguban hendak ke Tanjungpinang. Sedangkan dirinya mengemudikan mobil box dari arah berlawanan. Setibanya di jalur tikungan tajam ia melihat jelas jika Mobil Kijang Inova yang dipacu laju oleh pengemudinya sudah oleng sehingga menabrak bagian tengah mobilnya.

Akibat tabrakan itu, Kata dia, mobil yang dikemudikannya langsung terbalik. Bahkan dua pengendara motor yang tepat berada di belakangnya juga ikut dihantam. Lalu dua pengendara motor itupun terseret hingga keluar badan jalan.

“Kalau saya tak alami luka parah. Tapi pengendara motor yang ditabrak lagi kritis dan masih di rawat di rumah sakit,” bebernya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Bintan, AKP Krisna Ramadhani membenarkan adanya insiden lakalantas yang terjadi di Tanjunguban. Lakalantas itu melibatkan dua mobil dan dua motor namun tidak ada korban nyawa dalam insiden tersebut.

“Korban sudah ditangani pihak medis RSUD Tanjunguban. Begitu juga kendaraan yang terlibat lakalantas sudah kita evakuasi dari TKP. Kasus ini masih dalam penyelidikannya,” ungkapnya. (ary)

Tahun 2016, Terjadi 1.450 Perceraian

0

batampos.co.id – Banyaknya Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang lalai akan instruksi bimbingan pra nikah, dianggap menjadi salah satu penyumbang tingginya angka perceraian pasutri di Kepri. Tahun 2016 angka perceraian di Kepulauan Riau mencapai 1.450 pasang atau 10 persen dari angka pernikahan.

“Sebenarnya bimbingan pra nikah itu dijalankan pada masa tunggu selama 10 hari, terhitung sejak pasangan mendaftarkan diri untuk dapat dinikahkan,” tutur Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Kepri, Marwin Jamal, kemarin.

Namun pada kenyataannya, di Kepri ini kerap kali pasutri melewati tahapan tersebut. Sehingga bekal materi yang dapat diimplementasikan pada perjalanan setelah menikah ini, tak memenuhi 10 hari sebagaimana yang diinstruksikan tersebut.

Menurut Marwin, tak sedikit pasangan yang memutuskan untuk mempersingkat bimbingan pra nikah. Sehingga ketika persyaratan telah terpenuhi, pasangan memaksakan diri untuk dapat segera dinikahkan.

“Banyak di daerah kita ini yang minta bimbingan kilat. Bahkan tak jarang hanya berlangsung setengah jam,” beber Marwin.

Dengan waktu yang sedemikian singkatnya, dipastikan Marwin, materi tidak dapat terserap sempurna. “Bagaimana bisa untuk seumur hidup hanya dinasihatkan selama setengah jam,” lanjutnya.

Dijelaskan Marwin bimbingan pra nikah yang berjalan selama 10 hari ini berisikan materi dari segala aspek kehidupan. Termasuk pula kesehatan, akhlak, pendidikan dan materi. Yang mana materi-materi pra nikah ini, menjadi faktor pemicu terjadinya konflik rumah tangga.

“Perceraian memang beragam alasannya, faktor ekonomi, persoalan kesehatan pasangan dan lain-lain,” ucapnya.

Kendati demikian, untuk menghadapi segala konflik tersebut, pasutri yang mengajukan perceraian pun sebenarnya tak lantas diterima begitu saja.

Marwin menerangkan ada banyak tahapan yang harus dilalui pasutri yang menginginkan perceraian. “Setidaknya pasangan dinasihati sampai tiga kali,” tuturnya.

Jika pasutri tak dapat menyelesaikan konflik rumahtangganya sendiri, maka pasutri akan dibantu oleh hakamnya. Yakni keluarga atau saudara lainnya dari masing-masing pihak. Jika pasutri masih belum merubah pendiriannya, maka pasutri akan kembali menerima nasihat untuk menyelesaikan konflik tersebut di BP4 kabupaten/kota. Jika belum membuahkan hasil perdamaian, maka pasutri menerima nasihat dari Pengadilan Agama. Yang mana merupakan lembaga terakhir yang akan memberikan nasihatnya untuk pasutri yang berencana untuk cerai ini.

“Tapi beda orang, beda hasilnya. Maka itu, tak ada salahnya untuk mengikuti bimbingan pra nikah sesuai yang ditetapkan. Untuk bekal selama hidup berpasangan,” pungkas Marwin. (aya)

 

Mayat Terapung Itu Susah Dikenali

0
Anggota Inafis Polresta Barelang bersama anggota Polsek Nongsa mengevakuasi mayat yang ditemukan dibibir pantai Mata Ikan Nongsa, Jumat (13/1). Mayat tanpa identitas tersebut ditemukan warga dengan kondisi sudah tidak utuh. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolsek Nongsa Kompol Muhammad Chaidir mengatakan, pihaknya menemukan dua sosok mayat terapung di Selat Singapura dan Teluk Mata Ikan. Dari penempuan itu tidak satupun dari mereka yang memiliki identitas atau kartu pengenal.

Dia menyebutkan, dalam penemuan mayat yang pertama terjadi pada hari Jumat (13/1) pukul 07.00 WIB. Mayat yang berjenis kelamin laki-laki itu pertama sekali ditemukan oleh warga Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau. Tepatnya di bibir pantai Teluk Mata Ikan.

Pada saat itu mayat sudah dalam kondisi tidak utuh. Bagian kepala mayat, tidak ditemukan di lokasi kejadian.

“Ciri-ciri mayat yang ditemukan, dia memakai celana jeans berwarna biru dan memakai ikat pinggang warna hitam,” ujar Kompol Muhammad Chaidir..

Penemuan kedua, di Selat Singapura, pada hari Selasa (17/1) sekitar pukul 16.55 WIB. Mayat itu ditemukan oleh Tim WFQR 4 Lanal Batam. Sedangkan kondisi mayatnya sudah tidak utuh, karena tubuh manusia berkelamin wanita itu tidak disertai kepala dan kaki.

Muhammad Chaidir menceritakan, paada penemuan mayat berjenis kelamin wanita itu berawal dari ruang kendali WFQR 4 mendapatkan informasi dari IFC Singapura, bahwa MT Genner 8 melihat mayat terapung di Selat Singapura.

Lantas Tim WFQR melakukan pencarian dan melihat adanya benda putih yang terapung di laut pada posisi koordinat 01′ 14.33 N, 104, 07,86 E, sekitar pukul 16.50 WIB.

“Setelah melakukan evakuasi terhadap mayat itu, kemudian diserahkan kepada kita karena posisi masih di bawah pemantauan Polsek Nongsa,” tuturnya.

Terakhir, sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas juga ditemukan di perairan Teluk Mata Ikan Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa pada hari Rabu (18/1) sekitar pukul 10.15 WIB.

Penemuan mayat ini ditemukan pertama sekali oleh nelayan yang sedang memancing di tepi laut Teluk Mata Ikan, Nongsa. Mayat tersebut dalam keadaan terapung sejauh kurang lebih 300 meter dari bibir pantai.

Lalu nelayan yang diketahui bernama Zali itu memberi informasi kepada Teguh. Teguh pun meminta bantuan warga untuk mengevakuasi mayat itu ke bibir pantai.

Adapun ciri-ciri mayat yang ditemukan itu menggunakan baju life jaket berwarna orange dan memakai celana pendek warna hijau. Kondisi mayat saat ditemukan juga sudah dalam keadaan membengkak.

“Kami menghimbau kepada seluruh warga Batam atau sekitarnya, apabila ada anggota keluarga atau warganya yang kehilangan, diharapkan segera mendatangi Polsek Nongsa atau Rumah Sakit Bhayangkara,” imbuhnya. (cr1/iil/JPG)

Walikota Batam Ingin Bangun Masjid Bernuansa Arab, Turki dan Melayu

0
Maket masjid agung Batuaji

batampos.co.id – Pembangunan Masjid Agung II masih berlanjut. Setelah tahun lalu Pemerintah Kota Batam membebaskan lahan dari 63 kepala keluarga (KK), tahun ini Pemko akan meratakan lahan tersebut. Pemerintah juga akan membuka lelang untuk konstruksinya.

“Tahun ini kami anggarkan Rp 26 miliar untuk lelang konstruksi dan meratakan lahan,” tutur Wali Kota Batam, Rudi, kemarin.

Masjid Agung II menempati lahan seluas 4,2 hektare di kawasan industri Tanjunguncang. Masjid itu direncanakan mampu menampung hingga 10 ribu jamaah.

Rudi mengatakan, ingin membuat masjid itu layaknya masjid Turki. Namun dengan tetap memasukkan ornamen melayu.

“Modelnya campuran Arab, Turki, dan Melayu,” ujarnya.

Ia mengaku tak memiliki pilihan arsitek tertentu. Arsitek itu sudah termasuk dalam lelang konstruksi tersebut.

“Saya sampaikan ingin begini, ingin begitu. Nanti, dia yang menerjemahkannya,” katanya lagi.

Masjid itu akan memiliki kubah besar berwarna biru langit. Rudi mengatakan, pilihan itu tidak ada kaitannya dengan partai yang mengusungnya. Ia memilih warna biru setelah melihat masjid berkubah biru di Turki.

“Saya lihat, yang di Turki bagus sekali,” tambahnya.

Pemko Batam akan memulai pembangunan pada tahun ini. Peletakan batu pertama akan dilaksanakan pada tanggal 23 Maret nanti.

“Saya ingin masjid ini dapat menjadi ikon pariwisata di Batam. Jadi semua orang bisa datang ke sana untuk menikmati keindahan bangunan itu,” tuturnya. (ceu)

Kapolda: Kampung Aceh Lebih Baik Jadi Kawasan Ekonomis

0
Mesin gelper yang diamankan polisi saat penggerebekan di Kampung Aceh, Rabu (10/8/2016) lalu. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian meminta kerjasama dan koordinasi intansi yang ada di Kepri, terkait dengan relokasi ruli Simpang Dam  Mukakuning atau sering disebut Kampung Aceh. Walau sudah beberapa kalipun digerebek kampung tersebut, namun tak menimbulkan efek jera. Masih tetap saja menjadi tempat bermulanya tindak kejahatan.

“Kami sudah sering melakukan patroli di daerah tersebut,” kata Irjen Pol Sam Budigusdian, kemarin.

Walau begitu masih ada beberapa hal, yang luput dari pengawasan kepolisian. Salah satunya tindak pidana penjualan sabu, yang berakhir dengan pembunuhan bandar oleh pembelinya.

“Kalau polisi sendiri taklah bisa,” ucapnya.

Ia mengatakan Kampung Aceh ini bukan hanya jadi permasalahan bagi kepolisian, namun bagi semua orang yang ada di Batam. Dan ia berharap ada tindakan yang benar-benar tegas, diterapkan oleh instansi yang terkait agar penduduk di Kampung Aceh ini bisa dipindahkan.

“Harus bersama,” ungkapnya.

Sam menyarankan Kampung Aceh lebih baik menjadi kawasan yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Batam. Dari pada menjadi tempat transaksi narkoba, oleh para pengedar.

“Lebih baik jadi kawasan ekonomis, sehingga bisa mensejahterakan masyarakat,” ucapnya. (ska)

Diduga Terima Suap Rp 20 Miliar, Transaksi di Singapura, Emirsyah Satar, Jadi Tersangka KPK

0

batampos.co.id – Mantan Dirut PT Garuda Indonesia ESA (Emirsyah Satar) ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Emir Diduga terlibat dalam kasus suap pengadaan mesin pesawat milik maskpai penerbangan Garuda Indonesia yang dibeli dari produsen mesin pesawat asal Inggris, Rolls Royce. Dia diduga menerima suap dari Rolls Royce melalui perantara Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd. SS (Soetikno Soedarjo) yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menjelaskan, dua hari belakangan penyidik KPK menggeledah lima lokasi di wilayah Jakarta Selatan. Yakni kediaman ESA di Grogol Utara, kediaman SS di Cilandak Barat, kantor SS di Wisma MRA, juga sebuah rumah di daerah Jati Padang dan kawasan Bintaro.

”Sampai saat ini (kemarin) masih berlangsung penggeledahan di lokasi kelima di Bintaro,” ungkap pimpinan KPK yang akrab dipanggil Laode itu Kamis (19/1).

Menurut Laode, ESA menerima suap dalam bentuk uang dan barang. Suap dalam bentuk uang sebesar 1,2 juta euro dan US 180 ribu. Itu setara Rp 20 miliar. Sedangkan dalam bentuk barang, suap yang diterima ESA senilai US 2 juta.

”Tersebar di Singapura dan Indonesia,” ujarnya.

Suap tersebut diberikan setalah ESA sepakat bekerja sama dengan Rolls Royce untuk pembelian mesin pesawat untuk pengadaan pada kurun waktu 2005 sampai 2016.

Transaksi suap tidak dilakukan di Indonesia. Melainkan di Singapura. Setelah ESA dan Rolls Royce sepakat, suap diberikan melalui Connaught International Pte. Ltd yang berada di bawah kendali SS. Dari sana suap dialirkan ke rekening milik ESA di Singapura. Guna memastikan rekening tersebut terkunci, KPK melakukan sejumlah langkah pengamanan. Mereka dibantu oleh lembaga antikorupsi Singapura, Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB).

Lantaran suap turut melibatkan perusahaan penyuplai mesin pesawat asal Inggris, KPK juga bekerja sama dengan lembaga antikorupsi Inggris, Serious Fraud Office (SFO).

Laode menegaskan, suap yang melibatkan ESA dan SS merupakan perkara korupsi lintas negara atau transnasional. Karena itu, KPK menjalin komunikasi secara intens dengan CPIB juga SFO. Sehingga KPK mendapat akses data dan informasi yang dibutuhkan.

Selain itu, kerja sama dengan CPIB dan SFO juga dilakukan lantaran kuat dugaan praktik serupa terjadi di  luar Indonesia. Diduga praktik suap dilakukan juga kepada beberapa pejabat di Malaysia, Thailand, Tiongkok, dan Rusia. Dugaan itu menguatkan indikasi kasus transnasional besar. Sehingga lembaga antikorupsi di Inggris dan Singapura turut  terlibat.

”Saat ini kedua badan itu (CPIB dan SFO) tengah melakukan penyidikan kepada tersangka lain,” Terang Laode.

Atas kasus tersebut SFO menghukum Rolls Royce dengan denda 671 juta pound sterling. Sementara itu, KPK menyangkakan ESA melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Tipikor jucto pasal 55 ayat (1) ke-1 jucto pasal 64 KUHP.

Sebagai perantara suap, KPK menyangkakan SS dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 UU Tipikor jubcto pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan, besar kemungkinan ESA memilih mesin pesawat buatan Rolls Royce lantaran iming-iming suap.

”Pabrik mesin pesawat Rolls Royce kemungkinan menawarkan. Kalau beli mesin kami (Rolls Royce) ada sesuatunya,” terang Agus.

Dugaan itu muncul lantaran ada tiga pilihan mesin yang dapat digunakan untuk melengkapi badan dan rangka pesawat yang dibeli dari Airbus S.AS.

Menurut Agus pola itu sangat mungkin terjadi karena dari tiga mesin yang ada, ESA memilih mesin buatan Rolls Royce.

”Tapi, yang terjadi sesungguhnya nanti perlu pendalaman,” ungkap dia.

Untuk itu, KPK bakal mencari tahu mesin buatan Rolls Royce benar cocok untuk badan dan rangka pesawat yang dibeli dari Airbus S.A.S atau tidak. Pendalaman juga bakal dilakukan guna mencari tahu sebab lain ESA memilih mesin pesawat dari Rolls Royce.

Secara tegas, Agus menyatakan, bahwa suap yang melibatkan ESA dan SS tidak ada kaitannya dengan PT Garuda Indonesia. Karena itu, salah satu perusahaan BUMN tersebut bakal dibebaskan dari tuntutan korupsi.

Sikap tersebut diambil KPK lantaran suap hanya menguntungkan ESA, SS, dan Rolls Royce.

”Gratifikasi tidak dinikmati oleh perusahaan (PT Garuda Indonesia), gratifikasi dinikmati oleh individu,” jelasnya.

Berkaitan dengan keterlibatan pihak lain dalam belanja mesin pesawat tersebut, KPK berjanji akan mendalami kemungkinan itu. Namun, mereka tidak bisa menuntut Rolls Royce sebagaimana CPIB telah menghukum perusahaan tersebut.

UU di Indonesia belum bisa menjembatani itu. Yang pasti, KPK akan memeriksa semua pihak yang keterangganya dibutuhkan untuk menuntaskan kasus tersebut. Tidak terkecuali pihak Rolls Royce dan Airbus S.A.S. (dee/wir/jpgrup)

Tips Tingkatkan Partisipasi Politik, Tak Ada Seks Jika Tak Daftar sebagai Pemilih

0

SEORANG anggota parlemen Kenya meminta para istri jangan mau berhubungan seks dengan suami sampai mereka mendaftar untuk pemilihan umum 8 Agustus mendatang.

Misho Mboko -yang mewakili daerah pemilihan kota pantai Mombasa- mengatakan langkah itu merupakan strategi terbaik untuk meningkatkan perolehan suara kubu oposisi.

“Para perempuan, ini adalah strategi yang sebaiknya Anda terapkan. Jangan beri mereka seks sampai mereka (suami) menunjukkan kartu pemilih,” saran Mboko.

Pendaftaran pemilih untuk pemungutan suara pada 8 Agustus mendatang akan berakhir pada 17 Februari.

Mboko menambahkan, seks merupakan senjata yang ampuh dan akan mendorong para pria yang masih enggan untuk segera mendaftarkan diri sebagai pemilih.

Seruan boikot seks dengan suami bukan yang pertama kalinya ditempuh di Kenya. Tahun 2009 lalu, para pegiat perempuan melancarkan mogok seks selama sepekan untuk menekan agar Presiden Mwai Kibaki dan Perdana Menteri Raila Odinga serta para pendukung masing-masing menempuh rekonsiliasi atas permusuhan sengitnya. (BBC/jpgrup)

Jelang Imlek Nelayan Tajur Biru Bangun Kelong Dingkis

0
Salah satu alat tangkap tradisonal warga pesisir nelayan Lingga yang ramah lingkungan. Foto : batampos

batampos.co.id – Menjelang perayaan hari raya Tahun Baru Imlek atau Hari Raya Tahun Baru Cina 2568, nelayan desa Tajur Biru kecamatan Senayang siapkan bangunan kelong ikan dingkis. Ikan laut yang menjadi primadona saat perayaan hari raya tersebut menjadi salah satu penghasilan besar warga nelayan pesisir kabupaten Lingga saat perayaan Imlek.

Salah seorang nelayan desa Tajur Biru, Kamil mengatakan sejauh ini sejumlah nelayan mulai menyiapkan pembangunan kelong atau perangkap ikan. Cara ini dinilai lebih efektif dan membuat harga pasaran dingkis lebih baik.

“Ikan dingkis hasil kelong harganya lebih bagus karena daging ikanya tidak rusak dibandingkan tangkapan dengan jaring. Sekarang banyak nelayan yang mulai siapkan kelong. Tangkapan juga lebih banyak. Harganya juga lebih baik,” kata Kamil kepada wartawan Batam Pos, Rabu (18/1) siang.

Perkilogram ikan dingkis yang ditangkap menggunakan kelong harganya terang kamil mencapai Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu perkilogram. Sedangkan ikan dingkis menggunakan jaring harganya hanya Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu perkilogram.

Untuk mendapat hasil yang baik dengan kualitas tinggi lanjut kamil, waktu tangkap ikan juga harus tepat. Yakni mulai 1 hari bulan hingga 4 hari bulan hitungan tahun baru Imlek.

“Untuk dapat ikan segar, bagus dan bertelur mulai dari 1 hari bulan sampai 4 hari bulan. Waktunya kita hanya 4 hari. Setelah itu, ikan yang bertelur akan melepas telur-telurnya. Setelah ditangkap langsung dikirim keluar. Rata-rata ke pasar Singapura,” terangnya.

Dalam waktu 4 hari, tangkapan ikan dingkis nelayan terang Kamil bisa mencapai 400 Kilogram hingga 1 Ton.

“Tahun kemarin, harga paling tinggi perkilo bisa mencapai Rp 90 ribu. Kalau ada pembeli luar biasanya beli borongan dengan harga Rp 70 ribu. Dingkis ada tiga ukuran. Kecil, sedang dan besar. Harganya juga berfariasi mulai dari Rp 10 ribu yang kecil, sedang Rp 30 ribuan dan besar mencapai Rp 60 ribuan sampai Rp 90 ribu,” bebernya.

Perayaan Imlek terang Kamil sedikit banyak membantu ekonomi nelyan pesisir kabupaten Lingga. Hasil laut yang melimpah menjadi penopang ekonomi warga nelayan. “Hasil nelayan cukuplah. Cuma kita nelayan kecil, gali lubang tutup lubang juga,” jelas Kamil lagi.

Selain nelayan desa Tajur Biru sambung Kamil, desa Mensanak dan desa Pulau Duyung kecamatan Senayang juga menjadi lokasi nelayan memanen hasil laut berupa ikan dingkis tersebut. (mhb)

Polda Kepri Kirim 100 Brimob Amankan Pilkada Aceh

0
Brimob.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Polda Kepri mengirimkan sebanyak 100 orang personel Brimob untuk back up Polda Aceh dalam pengamanan Pilkada di daerah itu yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.  Dalam upacara pengecekan kesiapan keberangkatan Brimob pada Rabu (18/1), Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian menyampaikan beberapa amanatnya.

“Tumpuan harapan rakyat dalam penyelenggaraan Pikada yang aman, tertib dan damai dipercayakan kepada Polri, jagalah harapan itu. Agar pesat demokrasi berjalan sukses,” katanya pada apel Rabu (18/1) pagi itu di Mapolda Kepri.

Ia menekankan pada 100 personel brimob ini, kondisi damai pada Pilkada Aceh tak hanya dibebankan pada anggota kepolisian saja. Para personel ini diminta berkoordinasi dan bekerjasama dengan elemen masyarakat yang ada di Aceh. Selain itu, Sam meminta anggota Brimob tak hanya menjalani fungsi keamanan saja.

“Tapi juga harus sebagai pemersatu berbagai elemen masyarakat di sana (Aceh,red),” tuturnya.

Satu hal yang penting dan perlu diingat juga oleh seratus anggota Brimob adalah netralitas. Pengamanan tidak memihak pihak yang bersaing di Pilkada, tapi murni menjaga suasana yang tertib pesta demokrasi rakyat tersebut. “Keberhasilan dalam melaksanakan tugas, bila tercipta kondisi yang kondusif selama pilkada 2017 di Aceh,” ujarnya.

Sam menyampaikan juga beberapa pesan pada personel yang akan berangkat ini yakni meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada tuhan. Melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, dan selalau menggunakan cara persuasif dalam setiap tindakan.”Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan guna membangun kepercayaan publik,” ucap Sam.

Ia meminta juga para personel Brimob segera menyesuaikan diri serta beradaptasi dengan lingkungan baru. Dan diminta juga menghargai adat istiadat masyarakat setempat. Para personel juga selalu menjaga sikap, prilaku selama  bertugas. Serta hindari  perbuatan   yang  dapat merusak   citra   Polri. Senantiasa menjaga fisik, stamina dan kesehatan.

“Pegang teguh disiplin dan SOP yang ada,” tuturnya.

Sam berharap para anggota yang akan berangkat memegang   teguh   prinsip   Brimob,  “sekali   melangkah pantang menyerah, sekali tampil harus berhasil, jiwa ragaku demi kemanusiaan”. (ska)