Sabtu, 7 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13867

Atasi Banjir, Pemko Akan Tata Drainase se-Kota Batam

0
Sebanyak 300 rumah terendam banjir akibat saluran air yang tidak berfungsi di Perumahan Kartini Raya 1, 2, dan Pondok Pratiwi, Sungai Harapan, Sekupang, Minggu (22/5) lalu. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Sebanyak 300 rumah terendam banjir akibat saluran air yang tidak berfungsi di Perumahan Kartini Raya 1, 2, dan Pondok Pratiwi, Sungai Harapan, Sekupang, Minggu (22/5) lalu. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam sepertinya mulai terbiasa dengan banjir yang kerap datang setiap kali hujan deras. Mirisnya, banjir itu bisa mencapai pingang orang dewasa. Penyebab banjir masih sama, yakni buruknya drainase dan tak adanya drainase induk untuk menampung air hujan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, tahun 2017 nanti pihaknya berencana memperbaiki seluruh drainase se-Kota Batam. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi pencegahan banjir yang kerap dirasakan sejumlah masyarakat.

“Mulai 2017, Kita akan buat drainase se-Kota Batam. Yang awalnya zigzag, nantinya kita bikin lurus,” kata Rudi kepada wartawan di Kantor Pemko Batam, kemarin (23/5).

Rudi mengakui, saat ini kondisi drainase di Kota Batam sangatlah tidak beraturan. Hal itu diakibatkan, drainase yang dibuat menyesuaikan dengan kepemilikan lahan, tanpa memperhatikan dampak kedepan.

“Saya akui Batam belum memiliki drainase induk. Kondisi drainase saja masih tak rapi karena dibuat sesuai dengan pemilik lahan. Karena itu tahun 2017 kita bikin rapi semua,’ tegas Rudi.

Dikatakan Rudi, ia sudah mengintruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk membuat Detail Engineering Design (DED) pembangunan drainase induk di Kota Batam. Sehingga seluruh drainase yang ada akan bermuara ke drainase induk untuk mengalirkan air ke laut.

“Tahun ini mudah-mudahan sudah selesai. Dan kita lanjut dengan penataan drainase se-Kota Batam,” imbuh Rudi.

Meski sudah punya wacana untuk mengatasi banjir, ia tak menampik jika pembangunan drainase terkendala lahan. Karena seluruh tanah sudah dikuasai pihak lain. Namun, ia meminta pemilik lahan ikut bertenggang rasa demi kesejahteraan bersama.

“Perencanaan kami siapkan. Lahan siapa yang terkena seperti dalam gambar, baru didudukkan Karena benda ini (lahan-red) sudah habis terjual. Makanya kumpulkan para pemilik,” sebut Rudi.

Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengakui bila banjir sudah menjadi permasalahan di Kota Batam. Hal itu terlihat dari jumlah titik banjir yang bertambah menjadi 16 kawasan. Lima kawasan diantaranya merupakan rawan banjir yang selalu menghantui warga. Seperti di Sungai Harapan, Marina, Sungai Pelungut, Buliang dan Duriangkang.

“Ketinggian banjir di lima lokasi itu mencapai sekitar satu meter, sehingga harus segera ditangani. Di Buliang sampai sebetis, itu sudah susut. Kata Lurah, sebelumnya sampai pinggang,” terang Amsakar.

Karena itu ia berharap adanya dukungan pemerintah pusat untuk mengucurkan anggaran penanganan banjir di Batam. Mengingat Anggaran daerah tak cukup untuk menanggung pembangunan drainase ini.

“Sudah beberapa kali bertemu Satker (Satuan Kerja/ Kuasa Pengguna Anggaran), kita butuh suport dari pusat. Bantu persoalan drainase, kalau hanya mengandalkan APBD tidak cukup,” pungkas Amsakar. (she)

Baca juga:

Drainase Induk Tak Ada, Batam Rawan Banjir

Drainase Induk Tak Ada, Batam Rawan Banjir

0
Sebanyak 300 rumah terendam banjir akibat saluran air yang tidak berfungsi di Perumahan Kartini Raya 1, 2, dan Pondok Pratiwi, Sungai Harapan, Sekupang, Minggu (22/5) lalu. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Sebanyak 300 rumah terendam banjir akibat saluran air yang tidak berfungsi di Perumahan Kartini Raya 1, 2, dan Pondok Pratiwi, Sungai Harapan, Sekupang, Minggu (22/5) lalu. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Meskipun sudah dituangkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Batam belum memiliki drainase induk. Akibatnya, pulau industri ini masih rawan banjir.

”Ini (drainase induk) salah satu program yang belum dituntaskan BP Batam, padahal prioritas, ada dalam RTRW,” kata anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak, Senin (22/5).

Drainase induk harusnya sudah tuntas pada tahap pertama pembangunan Batam. Misalnya, drainase Simpang Kabil, sudah jelas muaranya. ”Bila mandek mudah untuk mengontrolnya, hal ini yang tak kita miliki,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kota Batam ini.

Pemerintah Kota Batam akan kesulitan untuk mengatasi hal ini. Karena, seluruh wilayah sudah tertutup pemukiman maupun industri. ”Selain sulit, memakan waktu dan anggaran yang cukup besar,” kata Jefri lagi.

Jefri menyarankan, Pemerintah Kota (Pemko) bersinergi dengan BP Batam. ”Bersama merampungkan permasalahan ini,” kata Jefri lagi.

Bila tidak segera diselesaikan, banjir akan menjadi permasalahan rutin. Beberapa wilayah seperti halnya di Kavling Mandiri, Kavling Seroja Kelurahan Seipelenggut, serta wilayah Aviari selalu menjadi langganan banjir. ”Karena berada di daerah rendah, keadaannya sudah parah,” tuturnya.

Pengamat tata kota Batam, Supriyanto mengatakan pemerintah harus segera membuat grand design untuk drainase di Batam. ”Drainase di Batam antara milik pemerintah dan milik developer perumahan tidak terkoneksi dengan baik,” ucapnya.

Grand design yang dimaksud Supriyanto ini adalah jaringan drainase yang terhubung dengan drainase utama yang bermuara ke laut. Jika dibuat seperti itu, maka pengendalian dampak banjir bisa diminimalisir.

“Masyarakat juga diimbau agar jangan membuang sampah sembarangan dan menutup drainase untuk kepentingannya. Itu juga yang membuat banjir,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam, Yumasnur mengatakan akan segera memperbaiki drainase.”Ya kita akan lakukan perlahan-lahan,” ucapnya singkat.

Direktur Humas dan Publikasi BP Batam, Purnomo Andi Antono tak berhasil dikonfirmasi. Beberapakali dihubungi melalui telpon pribadinya tak diangkat, pesan singkat (SMS) pun hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan jawaban. (hgt/leo)

Cuaca Buruk, Masyarakat Diminta Waspada

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Awan CB ( colomunimbus) kini sedang menyambangi Batam dan sekitarnya. Akibatnya hujan lebat, disertai angin kencang dan petir. Kondisi seperti ini berlangsung hingga Juni mendatang.

Dari pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Hang Nadim Batam, cuaca buruk akan terjadi di seluruh Batam khususnya dan Kepri umumnya.

“Kita ini tak ada musim, tipe cuaca di Batam atau Kepri ini dinamakan ekuatorial. Ada dua puncak hujan dalam setahun, Mei dan Juni. Lalu Desember dan Januari,” kata Kepala Stasiun BMKG Hang Nadim Batam, Philip Mustamu pada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Senin (23/5).

Mengenai cuaca buruk yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Philip mengatakan hal ini merupakan, siklus normal cuaca di Batam. Disebutkannya bahwa kondisi ini tak akan berlangsung lama. “Biasanya cuma 15 menit hingga 30 menit saja. Terjadi angin kencang, hujan dan petir. Lalu berpindah ke tempat lain,” ungkapnya.

“Hal ini akan berlangsung selama, Mei dan Juni,” lanjutnya.

Ia mengatakan kondisi ini, disebabkan adanya awan colomunimbus yang besar. Lalu sinar matahari yang cukup, sehingga terjadi beberapa kali hujan lebat disertai angin kencang. Kecepatan angin yang berhembus pada saat itu sekitar 30 hingga 50 kilometer per jam. “Bentar saja itu, setelah itu nanti normal kembali,” ucapnya.

Namun walaupun begitu, ia meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada. Pada setiap kemungkinan yang ada. Sebab cuaca sewaktu-waktu bisa berubah kapan saja. “Hati-hati saja,” ujarnya.

Sementara itu gelombang, kata Philip juga tak terlalu tinggi. Tapi pada saat kondisi angin kencang, gelombang juga bakal tinggi. Tapi sejauh ini, gelombang tingginya masih di ambang aman.

Apakah penerbangan terganggu akibat hal ini? Philip menyatakan bahwa tidak sampai mengganggu penerbangan. Sebab, begitu pihaknya memantau ada cuaca buruk, Philip segera memberitahukan kepada seluruh maskapai dan petugas di Bandara Hang Nadim. “Sejauh ini masih aman kok,” ujarnya. (ska)

Tidak Kuorum, DPRD Batam Tunda Rapat Paripurna Laporan Reses

0
Rapat paripurna DPRD Kota Batam ke-1 dalam agenda penyampaian laporan reses masa persidangan ke-2 tahun 2016 yang ditunda karena banyak Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan anggota DPRD yang tidak hadir. Foto: Rezza Herdiyanto/ Batam Pos
Rapat paripurna DPRD Kota Batam ke-1 dalam agenda penyampaian laporan reses masa persidangan ke-2 tahun 2016 yang ditunda karena banyak Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan anggota DPRD yang tidak hadir. Foto: Rezza Herdiyanto/ Batam Pos

batampos.co.id – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menunda rapat paripurna I masa persidangan III dengan agenda penyampaian laporan reses masa persidangan II tahun 2016, Senin (23/5).

Rapat ditunda karena banyak Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan anggota DPRD yang tidak hadir.

Hanya beberapa orang saja yang datang seperti Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Kehutanan, Suhartini, Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Jefridin dan Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga, Syaiful Bahri, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PMPK-UKM, dan Dinas Ketenagakerjaan hanya diwakili oleh kepala bidang dan kepala sesi.

Sedangkan wakil rakyat, dari sebanyak 50 anggota DPRD Batam yang hadir di rapat tersebut hanya berjumlah 27 orang saja.

”Sesuai ketentuan, rapat bisa terlaksana apabila setengah ditambah satu dari jumlah anggota DPRD hadir dalam rapat. Namun karena banyak SKPD yang tak hadir, rapat kita tunda,” ujar Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto.

Kritikan pedas disampaikan anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Firman Ucok Tambusai. Ia menuding, SKPD tidak siap dan perlu adanya tindakan tegas. (rng)

DAK Dipangkas, Pembangunan Fisik Berkurang

0
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akhirnya menemukan jalan keluar untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang mengurangi 10 persen dana alokasi khusus (DAK). Yang mana, setiap SKPD mendapat jatah pengurangan 10 persen anggaran untuk program fisik.

Wali Kota Batam, Rudi mengatakan dari rapat yang dilaksanakan bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pihaknya mengurangi 10 hingga 15 persen anggaran untuk pembangunan fisik.

”Hasilnya, mengurangi 10 persen program fisik pastinya, namun untuk antisipasi kita kurangi sampai 15 persen,” kata Rudi, Senin (23/5).

Menurut Rudi, pengurangan anggaran program pembangunan fisik itu berlaku untuk seluruh SKPD di Batam. Yang mana, mereka diwajibkan mendahulukan program yang memang penting untuk dilaksanakan tahun ini.

”Seluruh SKPD mendapat jatah, jadi kita bagi rata. Program yang dianggap urgent itulah yang dilaksanakan dulu,” tegas Rudi.

Disinggung mengenai jumlah anggaran yang akan dipangkas akibat kebijakan Mendagri, Rudi mengaku lupa. ”Saya lupa mengenai angka-angka itu. Yang pasti ada pengurangan,” kata Rudi. (she)

Raih Nilai SMK3 Tertinggi Se-Indonesia, ATB Dihadiahi Bendera dan Sertifikat Emas

0
Presiden Direktur ATB Benny Andrianto (kanan) saat menerima Penghargaan SMK3 dari Menteri Ketenagakerjaan RI Hanif Dhakiri, Rabu (18/5/2016) lalu. Foto: dok. ATB
Presiden Direktur ATB Benny Andrianto (kanan) saat menerima Penghargaan SMK3 dari Menteri Ketenagakerjaan RI Hanif Dhakiri, Rabu (18/5/2016) lalu. Foto: dok. ATB

batampos.co.id – Prestasi gemilang kembali ditorehkan PT Adhya Tirta Batam (ATB). Perusahaan air minum tercanggih di Indonesia tersebut mendapat Penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hanif Dhakiri, Rabu (18/5/2016) lalu di Hotel Bidakara, Jakarta.

ATB merupakan satu-satunya perusahaan air minum di Indonesia yang mendapatkan penghargaan tersebut. Penghargaan SMK3 umumnya diraih oleh perusahaan manuafktur, industri, elektronik, dan telekomunikasi.

Secara keseluruhan, ada 1.600 perusahaan yang mendapatkan penghargaan SMK3, dan 12 diantaranya berlokasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Dari seluruh perusahaan di Indonesia yang meraih penghargaan SMK3, ATB mendapatkan nilai tertinggi dengan pencapaian 99 persen. Oleh karena itu, ATB mendapatkan ucapan selamat pertama dari Menteri Ketenagakerjaan pada saat penyerahan penghargaan,” ujar Presiden Direktur ATB Benny Andrianto.

Ia melanjutkan, penghargaan SMK3 bukan kali pertama di raih oleh ATB. Sebelumnya, perusahaan yang memiliki tagline Kepercayaan Anda di Setiap Tetesnya tersebut juga pernah mendapatkan penghargaan SMK3 pada tahun 2012 lalu. Saat itu penghargaan diserahkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.

“Tahun 2012 ATB mendapat Bendera Emas dengan pencapaian 95 persen.  Pencapaian tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 5 Tahun 1996. Tahun ini, ATB berhasil mendapatkan Bendera dan Sertifikat Emas berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3,” jelasnya.

Benny menambahkan, penerapan SMK3 diperlukan untuk mencegah kecelakaan kerja, mengurangi terjadinya penyakit akibat kerja serta menjamin setiap tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja mendapat perlindungan. Sehingga, dapat berdampak pada peningkatan produktivitas tenaga kerja dan perusahaan.

Selain terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, ATB juga terus berusaha untuk memenuhi beragam persyaratan yang ditentukan, baik persyaratan berskala nasional maupun internasional.

“Kami terus berupaya memberikan yang terbaik kepada pelanggan,” tegas Benny. (nur)

Tekan Harga Sembako, Pemko Batam Gelar Bazar Murah

0
Warga Lubukbaja mengantre membeli paket sembako pada bazar murah yang digelar Pemko Batam di belakang DC Mall, Senin (23/5). Ada 1.100 paket sembako murah yang dijual seharga Rp 50.000 per paket. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Warga Lubukbaja mengantre membeli paket sembako pada bazar murah yang digelar Pemko Batam di belakang DC Mall, Senin (23/5). Ada 1.100 paket sembako murah yang dijual seharga Rp 50.000 per paket. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak tiga ribu paket sembako murah mulai dijual dan dibagikan kepada warga tidak mampu yang tersebar di 12 kecamatan di Batam, kemarin pagi. Bazar sembako murah yang dilakukan Pemko Batam ini dimulai di Kecamatan Lubukbaja sebanyak 1.100 paket dan dilakukan secara bertahap hingga 4 Juni mendatang.

Dalam setiap paket sembako murah berisikan 5 kilogram beras, 2 kilogram gula pasir, dan 2 liter minyak goreng. Warga cukup membayar Rp 50 ribu dengan membawa surat keterangan miskin (SKM) dari kelurahan. Dalam hal ini, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 59.100 per paket atau dengan total subsidi sebesar Rp 1.773.000.000.

Kabag Perekonomian Setdako Batam, Nurminsyah mengatakan pasar murah tersebut bertujuan membantu perekonomian masyarakat yang kurang mampu. Ditambah untuk menekan harga sembako yang diprediksi mengalami kenaikan jelang bulan Ramadan.

”Biasanya jelang bulan Ramadan harga sembako naik. Di sini peran kita untuk menekan harga agar pedagang di pasar tidak menaikkan harga sembarangan,” ujar Nurminsyah di sela-sela pasar murah di belakang DC Mall, Lubukbaja kemarin (23/5).

Dia menambahkan dalam penjualan paket sembako tersebut disesuaikan dengan jumlah penduduk setiap kecamatan. Dari Kecamatan Lubukbaja, lalu bazar paket sembako murah akan dilakukan di Kecamatan Batuaji dengan 1.700 paket dan Kecamatan Bulang pada 25 Mei 2016 dengan 1.100 paket.

Kemudian Kecamatan Nongsa dengan 1.100 paket, Kecamatan Batuampar 1.100 paket, dan Kecamatan Bengkong pada 28 Mei dengan 1.100 paket. Selanjutnya Kecamatan Galang pada 30 Mei dengan 1.100 paket, Kecamatan Sekupang dengan 1.400 paket, dan Kecamatan Batamkota dengan 1.200 paket.

”Tahap ke dua dilakukan menjelang Natal. Dan pembagian dilakukan di pulau-pulau juga,” tuturnya.

Menurut Nurminsyah, jelang Ramadan, kenaikan harga sembako terjadi pada gula. Sementara harga beras diprediksi stabil dengan jumlah stok yang banyak. ”Beras menjelang puasa tidak akan naik. Oleh karena itu, operasi pasar dan bazar ini harus dilakukan,” tegasnya. (opi)

Tenang, Disperindag Pastikan Stok Sembako di Batam Aman Hingga Puasa

0
Karyawan Toko Acen di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji saat membungkus gula pasir, Selasa (17/5). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Karyawan Toko Acen di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji saat membungkus gula pasir, Selasa (17/5). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) Kota Batam telah memasok sejumlah bahan-bahan kebutuhan pokok (sembako). Disperindag pun menjamin stok bahan kebutuhan pokok aman hingga Ramadan.

Plt Kepala Disperindag-ESDM Kota Batam, Rudi Sakyakirti memastikan stok bahan pokok menjelang hingga berlangsungnya puasa tersedia di berbagai tempat di Batam. Dia juga memastikan hingga saat ini harga beberapa komoditas masih normal, seperti cabai, ayam, dan beras.

”Kami terus melakukan pengawasan secara berkala di pasar untuk memastikan stok kebutuhan pokok bagi masyarakat terpenuhi,” katanya kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Senin (23/5).

Selain itu, sambungnya, di samping melakukan pengawasan, pihaknya telah menerapkan beberapa kebijakan untuk menekan melonjaknya harga dan membantu masyarakat kurang mampu.

”Dua kebijakan tersebut, yakni menggelar pasar murah di berbagai tempat di Batam, serta melakukan operasi pasar bersama Bulog,” jelasnya.

Dia menyebutkan pasar murah digelar kemarin di wilayah Lubukbaja. Selanjutnya, pada 28 Mei mendatang kembali akan digelar di wilayah lainnya. Sedangkan untuk operasi pasar bersama Bulog Batam, yaitu menjual besar di bawah harga pasaran dengan Rp 7.900 per kilogram.
”Mengenai tempatnya, masih belum tahu. Tapi yang jelas seluruh Batam,” jelasnya.

Rudi menambahkan, untuk menekan gejolak harga di pasaran, pihaknya juga telah melakukan pengawasan terhadap para distributor yang ada di Batam. Tindakan ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penimbunan. Namun sejauh ini, lanjutnya, belum ditemukan adanya penimbunan. ”Tak ada,” ucapnya singkat.

Adapun pasokan bahan pokok masih didatangkan dari Jawa dan sebagian dari wilayah Sumatera. Sedangkan terkait rencana mendatangkan sejumlah kebutuhan pokok dari Jambi, sejauh ini rencana kerja sama itu masih dibahas.

”Bila kesepakatan terjadi dengan pihak Jambi, maka kemungkinan pasokan bahan pokok ke Batam tak akan tersendat,” ungkapnya.

Menurutnya, kerja sama dengan Jambi bisa jadi alternatif lain sebagai pemasok bahan kebutuhan ke Batam. ”Selama ini, setiap cuaca buruk selalu menjadi kendala ketika mendatangkan pasokan kebutuhan pokok dari Jawa,” ujarnya. (ska)

Bentrok Geng Motor Vegas dan Cunting di Marina, Dua Sepeda Motor Dibakar

0
Anggota Polsek Batuaji, Brigadir Feri S menunjukkan dua sepeda motor yang dibakar. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
Anggota Polsek Batuaji, Brigadir Feri S menunjukkan dua sepeda motor yang dibakar. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos.co.id – Dua kelompok geng motor terlibat bentrok di kawasan Marina, Sekupang, Minggu (22/5) malam sekitar pukul 17.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut, namun dua sepeda motor, Yamaha Vixion BP 5904 JO dan Yamaha Mio J BP 4194 GR milik salah satu kelompok geng motor dibakar.

Informasi yang dihimpun di lapangan, bentrokan tersebut diduga dipicu dendam antara remaja dua kelompok geng motor yang bertikai. Kelompok remaja yang membakar dua sepeda motor itu diketahui dari geng motor Vegas yang sering nongkrong di kawasan Marina, Sekupang, sedangkan kelompok satunya dari kampung Cunting, Tanjunguncang.

Bentrokan terjadi saat kelompok remaja bermotor dari kampung Cunting yang berjumlah sekitar enam orang mendatangi kelompok remaja bermotor Vegas yang tengah nongkrong di lahan kosong pinggir jalan di Marina, Sekupang.

Kedatangan kelompok dari Cunting itu ingin menanyakan persoalan lama, dimana pernah berselisih paham dengan kelompok Vegas. ”Kami datang mau tanya baik-baik. Katanya mereka dendam dan mau mencari anak-anak kami (Cunting), termasuk saya sendiri,” ujar Warman, salah satu anggota Cunting di Mapolsek Batuaji, kemarin, (23/5).

Namun, kehadiran kelompok Cunting itu membuat geng motor Vegas naik pitam karena dianggap menantang. Kelompok Vegas lalu menyerang kelompok Cunting dengan senjata tajam jenis parang. ”Mereka rupanya bawa pedang, makanya kami kabur meninggalkan dua motor kami di sana (lokasi kejadian),” kata Warman.

Melihat lawannya kabur, kelompok remaja Vegas pun meluapkan kemarahan mereka dengan merusak dan membakar dua sepeda motor yang ditinggalkan Warman dan kawan-kawannya. ”Kami tak bisa mendekat karena mereka bawa pedang. Kami hanya bisa lihat saat motor kami dibakar,” cerita Warman.

Tidak terima dengan kejadian itu, Warman bersama rekannya Natus dan Yosdin, warga Kampung Cunting RT 02 RW 03, Tanjunguncang, Batuaji itu mengadu ke Polsek Batuaji atas tindakan pembakaran dua sepeda motor mereka.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu M Said yang menerima laporan tersebut langsung mengerahkan anggotanya untuk melakukan pencarian terhadap kelompok remaja yang membakar sepeda motor pengadu tersebut. (eja)

Setelah Fadilah dan RD Ditahan Kasus Alkes, Menyusul Pejabat Pemko Batam

0
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos

batampos.co.id – Kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di RSUD Embung Fatimah Batam terus menggelinding.

Setelah menahan Direktur Utama RSUD Embung Fatimah Fadilah Mallarangeng dan Direktur Alexa Mandiri Utama (AMU) berinisial RD, Kejari Batam memberi isyarat kuat kalau tersangka berikutnya yang akan menyusul adalah Pejabat Pemko Batam.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam Muhammad Iqbal membenarkan pihaknya masih memburu calon tersangka lain dalam kasus ini. Sebab kepada jaksa RD menyebut ada beberapa pihak yang diduga terlibat dalam kasus pengadaan Alkes RSUD Batam. Namun lagi-lagi Iqbal enggan menyebut siapa saja pihak-pihak yang disebut RD.

“Belum bisa kita sebut. Sebab kita masih melakukan evaluasi. Hasil keterangan tersangka nantinya akan kita kembangkan, apakah ada pihak lain yang terlibat. Untuk keterlibatan penjabat Pemko (Batam) lainnya juga sedang kita kembangkan,” beber Iqbal lagi.

Sekilas Iqbal menyebutkan jika modus yang dilakukan RD dan tersangka lainnya, Fadillah RD Malarangan, adalah saling berkomunikasi. Yang intinya, mereka bekerjasama untuk mengeruk keuntungan pribadi dari proyek pengadaan Alkes RSUD senilai Rp 19,6 miliar itu.

“Untuk modus lainnya akan terungkap di persidangan. Saya belum bisa sampaikan,” kata Iqbal.

Sementara untuk kerugian negara juga masih belum didapat. Sebab pihaknya masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Nanti kalau sudah selesai, kami tinggal ekspos dengan BPKP,” kata Iqbal.

Iqbal menambahkan, para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1), jo pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2) dan ayat (3) UU nomor 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001, jo pasal 55 ayat (1) ke-1. (she/cr15)

Baca Juga:
> Buron Tersangka Korupsi Alat Kesehatan RSUD Batam Menyerahkan Diri
> Selain Fadilah, Mabes Polri Bidik Tersangka Baru Korupsi Alkes RSUD Batam
> Calon Tersangka Baru Korupsi Alkes RSUD Mengarah ke Pejabat Batam