Rabu, 4 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13870

Pungut UWTO Lahan Buffer Zone, Pemko Sebut BP Batam Langgar Aturan

0
Kios liar di Simpang Frengki saat ditertibkan, Jumat (29/4) lalu. Pemerintah Kota Batam akan mengembalikan fungsi lahan tersebut sebagai ruang terbuka hijau. Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
Kios liar di Simpang Frengki saat ditertibkan, Jumat (29/4) lalu. Pemerintah Kota Batam akan mengembalikan fungsi lahan tersebut sebagai ruang terbuka hijau. Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Rencana Pemko Batam merobohkan sejumlah bangunan liar di kawasan Edukits Baloi sepertinya bakal menemui kendala. Sebab beberapa kios di area buffer zone itu berdiri atas izin Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andi Antono mengatakan, selain mengeluarkan izin alokasi lahan, BP Batam juga memungut Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) dari beberapa bangunan permanen di kawasan buffer zone. “Iya itu bayar UWTO, yang di depan Edukits,” kata Andi, Jumat (13/5).

Andi mengaku tidak tahu berapa total penerimaan UWTO dari kios liar tersebut. Tetapi nilai per meternya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni Rp 51.750 per meter persegi.

“Kalau semua luas yang dialokasikan itu, saya tidak tahu. Harus dapat data lengkap dari bagian lahan,” katanya.

Namun Andi enggan berkomentar soal izin yang diberikan kepada para pengusaha untuk mendirikan bangunan permanen di kawasan itu. Padahal jelas, kawasan tersebut merupakan row jalan atau kawasan hijau jalan raya.

“Saya tidak mau komenlah. Tetapi saya tegaskan, itu bayar UWTO,” katanya.

Tumbur M Sihaloho, anggota komisi I DPRD Kota Batam mengatakan mendirikan bangunan di buffer zone adalah sebuah pelanggaran. Apalagi jika bangunannya permanen.

“Kenapa seperti dilegalkan begitu ya. Jadi yang lain yang bangun kios di buffer zone yang sudah ditertibkan bagaimana. Jangan nanti ada kecemburuan,” katanya.

Ia berharap masalah pembayaran UWTO ini menjadi urusan dari BP Batam dan pemilik kios liar di depan Edukits. Tetapi penegakan harus tetap dilakukan. Sehingga tidak ada tebang pilih dalam penertiban kios atau bangunan yang berada di kawasan buffer zone.

“Kalau itu di kawasan terbuka hijau atau buffer zone, harus ditertibkan,” katanya.

Seperti diketahui, di kawasan buffer zone depan Edukits Baloi itu berdiri beberapa bangunan permanen dengan ukuran yang cukup besar. Umumnya, bangunan tersebut merupakan tempat usaha kuliner. Termasuk pusat jajanan dan oleh-oleh.

Menanggapi hal ini, Ketua Tim Terpadu Penengakan Perda Kota Batam, Syuzairi, mengaku tidak akan mundur. Dia menegaskan, bangunan liar yang ada di kawasan buffer zone Edukits tetap akan dirobohkan.

“Pasti kita tertibkan, bangunannya berada di row jalan,” tegas Syuzairi.

Namun dia mengaku heran dengan izin yang diberikan BP Batam itu. Apalagi, BP Batam memungut UWTO-nya. “BP Batam yang menyalahi aturan. Masa row jalan dialokasikan (untuk pengusaha),” kata Syuzairi.

Meski begitu, Syuzairi belum memastikan jadwal pembongkaran bangunan liar di buffer zone Edukits itu. Sebab, kata dia, saat ini tim masih fokus menertibkan bangunan liar yang mengganggu kepentingan umum.
*Pemilik Kios Pasrah

Sementara itu, sejumlah pemiliki kios di Simpang Basecamp Batuaji mengaku pasrah jika kios-kios mereka dirobohkan. Sebab seperti yang disampaikan Kepala Satpol PP Kota Batam, Hendri, kawasan tersebut menjadi target penertiban berikutnya.

“Kalau ditertibkan, kita nggak bisa menghentikan, ya pasrah saja,” ujar Neny, salah satu pemilik kios, Jumat (13/5).

Neny mengatakan, kios tersebut sudah ditempatinya selama kurang lebih satu tahun. Dia membelinya dengan harga Rp 43 juta. Dia mengaku tak tahu, jika keberadaannya menyalahi aturan karena di atas lahan hijau tebuka atau buffer zone.

“Sama sekali tidak tahu,” ungkapnya.

Sedangkan warga Batuaji mengeluhkan banyaknya kios liar di sepanjang Jalan R Suprapto dan Brigjen Katamso. Di sana ada puluhan bahkan ratusan kios liar yang masih berdiri kokoh. Bahkan beberapa diantaranya adalah bangunan permanen yang dijadikan tempat bisnis.

Titik kios liar yang paling marak terlihat mulai dari Simpang Barelang, kawasan Merapi Subur hingga depan SP Plaza, Puskopkar hingga ke Simpang Basecamp dan di sepanjang jalan menuju Tanjunguncang.

Keberadaan kios dan bangunan liar yang paling dikeluhkan warga lainnya adalah kios dan bangunan liar di depan Ruko Citra Raya samping Telkom, Sagulung. Keberadaan kios dan bangunan liar yang dijadikan lokasi pujasera, kios, dan warung itu membuat jalanan di depan Pasar Melayu sering macet dan menjadi langganan banjir saat hujan.

“Memang lokasi ini rawan banjir dari dulu, tapi sekarang tambah parah lagi karena parit dari atas simpang Kaveling Lama sudah tertutup,” kata Robin salah seorang warga di kawasan Pasar Melayu, kemarin (13/5).

Begitu juga keberadaan kios dan bangunan liar di pingar jalan menuju kawasan Marina Batuaji juga menghambat proses pengerjaan fasilitas umum seperti drainase, penanaman pipa air, dan kabel lainnya.

Para pemilik kios dan bangunan liar sepertinya tak gentar dengan aktifitas penertiban yang dilakukan tim terpadu belakangan ini. Mereka bahkan menganggap wacana penertiban secara merata hanya gertak saja sehingga sebagian dari mereka tetap nekat menjual atau membangun kios liar yang baru di lahan penghijauan yang sama. “Di kota sana masih banyak kok, kenapa di sini tak boleh (bangun kios liar),” kata Jasmin salah satu warga pemilik kios liar di Batuaji.
(ian/hgt/eja/cr14)

Perawat RSOB-BP Batam Siap Tingkatkan Kompetensi

0

perawatrsobbatampos.co.id – Bersempena dengan Hari Perawat Internasional (International Nurse Day) 2016, perawat di lingkungan Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) – Badan Pengusahaan Batam, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan RSOB-BP Batam, Drs. Razali, saat apel pagi dan syukuran dalam rangka memperingati Hari Perawat Internasional 2016, di halaman RSOB-BP Batam, Sekupang, Batam, Kamis (12/5).

Razali dalam sambutannya, di hadapan para perawat RSOB-BP Batam, mengatakan, misi dari peringatan Hari Perawat Internasional ini adalah perawat RSOB-BP Batam mampu meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan melalui peningkatan ilmu yang dapat dilakukan secara terus menerus.

“Sehingga kita dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan dan diharapkan turut mampu memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif kepada klien yang membutuhkan informasi yang benar dan kompatable,” kata Razali dalam sambutannya.

Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan RSOB-BP Batam, Drs. Razali, juga mengingatkan para perawat, bahwa terkait dengan Undang-Undang 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan, Bab VI Pasal 37 berisi tentang kewajiban perawat. Sehingga dengan adanya Hari Perawat Internasional ke-42 ini diharapkan para tenaga keperawatan lebih dapat meningkatkan kinerja dan introspeksi diri.

Tema peringatan Hari Perawat Internasional di lingkungan RSOB-BP Batam pada tahun ini adalah “Perawat sebagai Agen Perubahan Untuk Meningkatkan Kemampuan Layanan Kesehatan”, di mana visinya layanan kesehatan dapat dinikmati semua lapisan masyarakat, tidak hanya kuratif, tetapi mulai dari preventif hingga rehabilitatif.

Sementara itu Ketua Panitia Peringatan Hari Perawat Internasional di lingkungan RSOB-BP Batam, Syafril, S.Kep., berpesan, dalam rangkaian acara ini agar para perawat RSOB-BP Batam dapat menjalin komunikasi yang lebih baik, meningkatkan kerja sama dan dapat instrospeksi serta berusaha meningkatkan citra diri perawat.

Rangkaian kegiatan Hari Perawat Internasional di RSOB diisi berbagai kegiatan antara lain kegiatan sosial donor darah yang dilaksanakan pada Selasa (10/5), Upacara Nurse’s Day, Kamis (12/5), serta kegiatan lomba antara lain Dance Hand Hygiene untuk Karyawan RSOB pada Jumat (13/5), Lomba Hand Hygiene bagi pengunjung dan keluarga pasien pada Sabtu (14/5), RSOB Idol, Sabtu (14/5), dan Perayaan Kegiatan Nurse Day pembagian hadiah dan Game pada Minggu (15, 22/5) di Pantai Tanjung Pinggir, Sekupang, Batam. (rilis)

Istri Perwira Polresta Barelang Ditangkap Terkait Kasus Penipuan

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Satuan Reskrim Polresta Barelang telah melakukan penahanan terhadap Direktur PT Tunas Rhodeani Mulia (TRM) yang berinisial RE (35) atas tindak pidana penipuan penjualan rumah.

Dari informasi yang berhasil dihimpun batampos.co.id dari salah seorang sumber di Mapolresta Barelang, penangkapan terhadap RE sempat terjadi ketegangan. RE menolak untuk ditahan karena ia tidak merasa telah melakukan penipuan.

Kepada batampos.co.id, salah seorang sumber tersebut mengatakan RE merupakan istri dari salah satu perwira yang bertugas di KKP Polresta Barelang.

Adapun modus yang digunakan RE dalam melakukan penipuan terhadap calon korbannya adalah dengan cara menawarkan rumah dengan harga miring. RE juga meminta kepada korbannya untuk membayar uang pembelian rumah tersebut terlebih dahulu.

“Uangnya diminta duluan. Setelah uangnya di bayar, ternyata rumah tersebut tidak ada,” kata suber tersebut, Jumat (13/5).

Penangkapan terhadap RE berawal dari adanya delapan laporan tindak pidana penipuan yang masuk. “Saat laporan pertama masuk, pemanggilan sudah dilakukan, akan tetapi dia tidak datang. Setelah dilakukan pemanggilan ketiga, baru yang bersangkutan hadir,” katanya lagi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Barelang Kompol Memo Ardian membenarkan adanya penahanan terhadap salah satu istri anggota kepolisian yang bertugas di KKP Polres Barelang.

“Saat ini kita masih melakukan pengembangan terhadap kasusnya. Mau dia istri polisi atau orang biasa, akan tetap kita tindak jika sudah melakukan suatu tindak pidana,” ungkap Memo.(eggi)

Mabes Polri dan Kejari Batam, Ternyata Tangani Kasus Korupsi Alkes yang Berbeda

0
Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Batam, Muhammad Iqbal,  menunjukkan dokumen pengadaan alkes sebagai barang bukti. foto:eggy idriansyah
Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Batam, Muhammad Iqbal, menunjukkan dokumen pengadaan alkes sebagai barang bukti. foto:eggy idriansyah

batampos.co.id – Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Batam, Muhammad Iqbal, mengungkapkan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan yang ditangani oleh Kejari Batam berbeda dengan yang ditangani oleh Mabes Polri.

“Kasus ini beda dengan Mabes Polri. Bedanya berada di tahun. Mabes Polri menangani di tahun 2011, sedangkan kita di tahun 2014,” ungkapnya, Jumat (13/5).

Adapun kasus korupsi alat kesehatan yang ditangani oleh Kejari Batam ialah kasus pengadaan alat kesehatan yang bersumber dari dana APBN tahun 2014 dengan nilai Rp 19,6 miliar.

“Saat ini kita sudah melakukan penyidikan terhadap tindak pidana korupsi alat kesehatan, kedokteran dan KB di Rumah Sakit Embung Fatimah tahun anggaran 2014,” terangnya.

Adapun proses pengumpulan alat bukti dan beberapa pihak yang tersangkut dalam perkara ini. Iqbal menyatakan pihaknya melakukan proses yang cukup panjang.

“Kita ke Jakarta, Bekasi, Bandung dan Medan untuk mencari alat bukti. Untuk mencari perbuatan melawan hukum dan adanya kesalahan dari beberapa orang dalam perkara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Iqbal menyatakan sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa kerugian negara yang timbul atas tidak pidana korupsi ini.

“Sampai saat ini kerugian negara kita masih lakukan koordinasi dan sharing ke ahli. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa ekpos berapa total kerugian negaranya,” pungkasnya.(eggi)

SIWO PWI Kepri akan Ikut 6 Cabor di Porwanas

0
 Ketua SIWO Kepri, Freddy saat mengikuti rapat kerja nasional bahas Porwanas. foto:ist/siwo kepri
Ketua SIWO Kepri, Freddy saat mengikuti rapat kerja nasional bahas Porwanas. foto:ist/siwo kepri

batampos.co.id – Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kepri masih menunggu para wartawan di Provinsi Kepri yang berminat untuk mengikuti enam cabang olahraga (cabor) dari pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Bandung Jawa Barat, 25-30 Juli 2016 mendatang. Nama-nama atlet sudah harus masuk ke database Panitia Porwanas Pusat pada tanggal 20 Mei 2016 mendatang.

Untuk itu, SIWO PWI Kepri masih menunggu para wartawan di Kepri yang berminat menjadi atlet di cabor atletik, biliar, bulu tangkis, catur, futsal dan tenis meja. “Kami masih menunggu teman-teman wartawan yang berminat untuk ikut dalam Porwanas di Bandung, setelah tanggal 20 Mei 2016 nanti sudah tidak ada lagi kesempatan,” ujar Ketua SIWO PWI Kepri, Freddy.

Untuk itu, SIWO PWI Kepri mempersilahkan kepada seluruh wartawan di Provinsi Kepri yang berminat mengikuti keenam cabor tersebut untuk segera mendaftar. “Jika peminatnya salah satu cabor banyak, akan dilakukan seleksi,” tambah Freddy.

Syarat bagi para calon atlet Porwanas adalah, berumur minimal 27 tahun dan tanpa batas umur maksimal dan sudah menjadi anggota PWI serta lulus UKW (Uji Kompetensi Wartawan). “Semua atlet harus anggota PWI dan sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW),” tambahnya. (suc/bpos)

PNS Penikmat PSK Online Tidak Penuhi Panggilan Polisi

0
Mucikari dan pelaku PSK online yang ditangkap Polisi dibilangan Nagoya diperiksa Polisi di ruangan Jatanras POlresta Barelang, Senin (25/4). F Dalil Harahap/Batam Pos
Mucikari dan pelaku PSK online yang ditangkap Polisi dibilangan Nagoya diperiksa Polisi di ruangan Jatanras POlresta Barelang, Senin (25/4). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemanggilan terhadap enam orang Pegawai Negri Sipil (PNS) yang diduga menjadi penikmat jasa Pekerja Seks Komersial (PSK) online belum menuai hasil. Pasalnya tak satupun PNS tersebut yang memenuhi panggilan, sehingga polisi masih terkendala kurangnya alat bukti terkait dugaan gratifikasi dalam kasus ini.

Pemanggilan terhadap enam orang pejabat pemerintahan ini dilakukan untuk pengembangan lebih lanjut apakah ada gratifikasi atau hanya sebagai penikmat jasa saja.

Hingga saat ini Satuan Reskrim Polresta Barelang masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus praktik prostitusi online yang diungkap di kawasan Jodoh, Senin (25/4) lalu sekitar pukul 01.00 WIB.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian mengatakan pihaknya telah menyiapkan surat pemanggilan terhadap enam orang pejabat pemerintahan tersebut. Namun hingga kini belum tampak satu orangpun pejabat pemerintahan yang muncul di Polresta Barelang.

“Tidak ada alat bukti yang cukup kuat. Keterangan Itu cuma dari pengakuannya mereka (PSK) saja,” Kata Kanit Reskrim unit I Polresta Barelang, Ipda Suanto Eka Putra, Jumat (13/5).

Seperti dalam berita sebelumnya, jajaran Unit Buser Polresta Barelang telah berhasil membongkar praktik prostitusi online yang berada di kawasan Jodoh, Senin (25/4) lalu sekitar pukul 01.00 WIB.

Adapun terbongkarnya paktik prostitusi online ini berawal dari temuan tim IT Polresta Barelang terkait adanya konten pornografi. Kemudian, jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang melakukan pengembangan sehingga berhasil melacak keberadaan dari Pekerja Seks Komersial (PSK) tersebut.

Saat ini Sat Reskrim Polresta Barelang telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka dalam kasus prostitusi online ini. Dari 4 orang tersebut diantaranya, Aslina (25) sebagai Operator Call Centre, Didin (27) sebagai Operator Centre, Gunawan (28) sebagai kasir dan Anam sebagai pemilik Massage. (eggi)

Buang-Buang Duit, Nurdin Minta Acara Seremonial Dikurangi

0
Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun berbincang dengan beberapa pimpinan SKPD Pemprov Kepri. foto:humas pemprov
Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun berbincang dengan beberapa pimpinan SKPD Pemprov Kepri. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun meminta semua jajarannya mengurangi kegiatan-kegiatan seremonial. Sebab selama ini menurutnya, acara seremonial hanya membuang anggaran dan tidak memberi dampak langsung kepada masyarakat.

“(Seremonial) yang aneh-aneh, yang lucu-lucu tak usah lagilah. Sudah tidak jaman lagi,” kata Nurdin saat memimpin rapat evaluasi penyerapan anggaran di Graha Kepri, Kamis (12/5).

Nurdin juga meminta agar 44 SKPD di Kepri mengurangi kegiatan pelatihan yang tidak terlalu penting. Pelatihan dinilainya lebih berorientasi ke dalam dibandingkan ke masyarakat.

“Pengembangan kemampuan pegawai penting. Tapi membuat masyarakat pintar, membangun jalan bagus untuk masyarakat juga penting. Jadi, saya minta agar bapak ibu bisa lebih selektif dan efisien di tengah defisit anggaran kita,” pinta Nurdin.

Menurut Nurdin, efisiensi anggaran ini sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo dalam penutupan Musrembangnas beberapa waktu lalu. Saat itu, Presiden meminta agar kebijakan anggaran tidak mengedepankan “bagi-bagi kue”. Jangan sampai pegawai orientasinya untuk keuntungan pribadi. Jika ini terjadi, maka yang terjadi adalah penyerapan anggaran besar, namun tidak dirasakan langsung masyarakat.

“Jangankan rasa, bau pembangunan saja tidak dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bapeda Kepri Naharuddin dalam pengantarnya mengatakan bahwa pemerintah provinsi Kepri akan fokus kepada pembangunan infrastruktur. Dengan baiknya infrastruktur, pemerintah akan lebih baik lagi.

“Sesuai dengan anggaran yang ada, orientasi pembangunan kita akan lebih dikedepankan kepada sektor infrastruktur dan pendidikan. Sehingga, masyarakat dapat lebih merasakan lagi,” kata Naharuddin.

Sedengkan serapan anggaran hingga triwulan pertama, Naharuddin mengklaim penyerapan sudah diatas target. Kondisi ini sesuai dengan harapan pemerintah pusat agar daerah dan kementerian segera melakukan kegiatan. (ian/bpos)

Kios Liar Jodoh dan Bengkong Masih Berdiri

0
Deretan kios liar yang lagi proses pembangunan di Bengkong Sadai dekat Kantor Camat Bengkong, Selasa (21/3). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Deretan kios liar yang lagi proses pembangunan di Bengkong Sadai dekat Kantor Camat Bengkong. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Kios liar di kawasan Jodoh dan Bengkong masih berdiri kokoh. Hingga saat ini kios liar di lokasi itu tetap ditempati pemiliknya.

“Ngapain kita harus tinggalkan (kios) ini. Kita sudah berjualan bertahun-tahun di sini,” ujar Rahman, pemilik kios di kawasan Jodoh, kemarin (12/5) siang.

Belasan kios di kawasan Jodoh ini tepat berada di belakang BCA. Rata-rata kios ini semi permanen dan disewa pemiliknya seharga Rp 1 juta perbulannya.

“Kami kan jualan, bukan kerja yang aneh-aneh,” tegas pemilik usaha warung makan ini.

Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id) belasan kios ini dibangun di hadapan ruko. Keberadaan kios tersebut terkesan menutup usaha di sekelilingnya.

“Kalau keinginan saya memang harus digusur itu kios. Kalau malam banyak preman juga di sana,” tegas seorang pemilik ruko yang enggan menyebutkan namanya.

Hal yang sama terlihat di kawasan Bengkong Laut. Sebanyak 10 kios permanen hingga saat ini belum ditertibkan. Bahkan, setengah diantara kios itu masih ditempati pemiliknya.

“Kalau digusur mau apa lagi. Lagian di sini menyewa,” ujar salah seorang pemilik kios.

Dia mengaku menyewa kios tersebut seharga Rp 2 juta selama enam bulan. “Masalah izin itu saya tidak paham juga. Yang jelas kita akan mengikuti aturan,” paparnya. (opi)

Tapanuli Center Dukung Tahlilan 40 Hari Berpulangnya Sani

0
HM Sani semasa hidup. Foto: Ist
HM Sani semasa hidup. Foto: Ist

batampos.co.id – Acara tahlilan 40 hari meninggalnya almarhum Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) HM Sani, yang akan digelar se-Kepri pada Selasa (17/5), pukul 19.30 WIB, oleh Gerakan Sejuta Melayu (GSM), juga mendapat dukungan dari organisasi Tapanuli Center.

Ketua Tapanuli Center, Sahat Tambunan mengatakan juga tak ketinggalan untuk mendukung program GSM yang akan menggelar tahlilan dan doa bersam serentak. Menurtnya dukungan itu harus dilakukan agar apa yang sudah direncanakan akan berjalan dengan baik dan sukses.

“Melalui kegiatan tersebut, almarhun mendapat tempat yang baik disisi yang kuasa dan kita yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Sahat, Kamis (12/5).

Sahat mengatakan, melalui kegiatan tersebut kita dapat mengenang jasa baik almarhum yang telah mengabdi kepada masyarakat Kepri. “Di Jakarta dalam keadaan sakit, beliau masih tetap memikirkan Kepri,” ungkapnya.

Lanjut Sahat, itu merupakan suatu semangat yang dibangun untuk Kepri, tanggungjawab almarhum yang harus kita apresiasi dan kita banggakan.

Tentunnya seluruh anggota Tapanuli Center yang ada, juga ikut melaksankan kegiatan tersebut. Pada hari yang sama nantinya anggota Tapanuli Center juga membuat tahlilan dan doa bersam di Cafe Bola Botnia. “Ayah menjadi panutan, karena warga Tapanuli merantau ke Batam untuk bersama-bersama memajukan Kepri,” bebernya.

Sahat menggimbau kepada warga Tapanuli agar dapat hadir dan melakukan kegiatan yang sama se Kepri.

Penggagas Gerakan Sejuta Melayu (GSM) Kepri, Oktavio Bintana berterima kasih atas dukungan yang diberikan kepada GSM pada pelaksanaan 40 hari mendiang Gubernur HM Sani.

“Mari kita berikan penghargaan atas pengabdian almarhum yang telah mengabdi untuk Kepri selama ini,” ungkap Oktavio.

Sebelumnya dukungan juga pernah disampaikan oleh beberapa organisasi dan lembaga di Kota Batam, seperti Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam Kota, Kekerabatan Keluarga Besar Melayu (KKBM) Kota Batam, Perpat Kota Batam, Himpunan Anak Negeri Jaga Martabat (Hangjebat) Batam Kota, Ketua Kekerbatan Keluarga Besar Melayu (KKBM) Kota Tanjungpinang dan Tapanuli Center. (cr14/bpos)

Belajar Jurnalistik, Siswa SMA Integral Hidayatullah Kunjungi Batam Pos

0
Wakil Pimpinan Redaksi Batam, Pos Priya Ribut Sentosa memberikan penjelasan kepada siswa-siswi SMA Integral Hidayatulah Batam saat berkunjung ke kantor Redaksi Batam Pos, Kamis (12/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Wakil Pimpinan Redaksi Batam, Pos Priya Ribut Sentosa memberikan penjelasan kepada siswa-siswi SMA Integral Hidayatulah Batam saat berkunjung ke kantor Redaksi Batam Pos, Kamis (12/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – SMA Integral Hidayatullah Batam yang beralamat di Jalan Letjen Soeprapto, Batuaji mengunjungi redaksi Batam Pos, Kamis (12/5). Dalam kunjungannya ini, rombongan SMA disambut Wakil Pemimpin Redaksi Batam Pos, Priya Ribut Santosa.

Rombongan yang terdiri dari 50 murid kelas 10 dan 11, serta lima guru itu terlihat antusias dengan penjelasan yang diberikan. Tujuan diadakannya kunjungan itu adalah untuk mengetahui proses pembuatan berita. ”Ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan anak-anak.” ujar guru SMA Integral Hidayatullah, Khusnul Khotimah.

Hal yang sama juga diungkapkan guru lainnya, Riska. Ia mengatakan anak-anak bisa belajar menyampaikan berita dan informasi kepada masyarakat dengan baik dan benar. ”Semoga salah satu anak didik kita bisa menjadi jurnalis,” harap guru Bahasa Indonesia ini.

Salah satu murid, Siti Nuraslina mengatakan senang dengan kunjungannya yang pertama kali ke Batam Pos. ”Banyak manfaat yang saya dapat,” katanya. (cr16)