Wali Kota Batam, Rudi SE meninjau jalan depan i Hotel yang rencananya akan dilebarkan sampai persimpangan Pelita, Selasa (10/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Walikota Batam, Rudi meninjau jalan di daerah Nagoya, tepatnya di depan I Hotel, Nagoya, Lubuk Baja, kemarin (10/5). Rencananya jalan tersebut akan mengalami penambahan lajur yang akan dikerjakan pada akhir Mei mendatang.
“Ini peninjauan kedua, nanti peninjauan terakhir dilakukan saat proses pengerjaan agar tidak keliru apa yang dimaukan,” ujarnya saat meninjau.
Peninjauan ini bertujuan untuk mengetahui apakah penambahan lajur ini akan mengubah kontur jalan atau tetap mengikuti yang telah ada.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam, Yumasnur yang mendampingi Rudi menjelaskan kepada media bahwa saat ini proses pelebaran jalan yang rencananya akan dimulai dari depan I Hotel sampai Simpang Telkom sedang memasuki tahap pelelangan.
Jalan yang dilebarkan tahun ini dibagi menjadi dua model. Pertama dari depan Grand i Hotel Nagoya sampai simpang SMA Kartini Seraya akan dijadikan tiga lajur kiri dan tiga lajur kanan. Dan kedua, dari Simpang SMA Kartini Seraya sampai Simpang Plasa Telkom Pelita menjadi dua lajur kiri dan dua lajur kanan. “Kondisi saat ini seluruh jalur tersebut baru memiliki satu lajur di tiap sisi,” ungkap Yumasnur
Yumasnur mengatakan tahun ini pemerintah menganggarkan Rp 12 miliar untuk penataan Jodoh-Nagoya. Pekerjaan yang dilakukan tak hanya lanjutan pelebaran jalan tapi juga pembuatan drainase, dan pengaspalan jalan yang dilebarkan tahun sebelumnya. Jalan yang diaspal sepanjang lebih dari 1 kilometer.
“Kita habiskan sampai batas row jalan. Kiri kanannya kita buka. Pemilik (bangunan di sekitarnya) sudah disosialisasikan, dikumpulkan juga, dan diberi surat,” kata Yumasnur. (leo)
batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri berhasil membekuk tujuh orang pelaku yang merupakan satu jaringan bandar narkoba jenis sabu, Rabu (11/5).
Adapun pelaku yang berhasil diamankan BNNP Kepri antara lain Helmi, Sudi, Emi, Edi, Yus, Ferry Alias Pengpeng, dan Gafar.
Dari delapan orang tersangka tersebut, BNNP Kepri berhasil mengamankan barang bukti sedikitnya 4 kilogram Sabu.
“Penangkapan ini berawal dari penangkapan terhadap pelaku Sudi dan Helmi di jalan Perumahan Citra Asri Trembesi,” ungkap Kepala Badan Narkortika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri Kombes Benny Setiawan.
Kemudian BNNP Kepri melakukan pengembangan terhadap Sudi dan Deni, dan akhirnya berhasil menangkap pelaku lainnya.
Berdasarkan hasil pengembangan terhadap tersangka, diketahui narkoba jenis sabu tersebut berasal dari Malaysia.
“Barangnya mereka dapatkan dari Malaysia. Kemudian disimpan dirumah Ferry,” lanjut Benny.
Saat ini para pelaku telah dibawa ke BNNP Kepri untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 113 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan minimal 20 tahun penjara.(eggi)
Peserta senam sehat bersama di mako Batalyon Infanteri (Yonif) 10/Marinir, Pulau Setokok, Galang, Batam. Selasa (10/5). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos.co.id – Persatuan Istri Prajurit TNI (Persit) Kartika Chandra Kirana, Istri anggota polisi (Bhayangkari) dan anggota PKK Kota Batam menggelar acara senam sehat bersama di mako Batalyon Infantri (Yonif) 10/Marinir, Pulau Setokok, Galang, Batam, Selasa (10/5) pagi. Rangkaian acara memperingati hari Kartini ini bertujuan untuk menjalin kebersamaan dan menjaga kekompakan antara sesama istri dari instansi-instansi pemerintah itu.
Anggota Bhayangkari yang ikut dalam kegiatan senam sehat bersama itu terdiri Bhayangkari Polresta Barelang dan Bhayangkari Brimob Polda Kepri, sementara ibu-ibu anggota Persit Dharma Pertiwi terdiri dari istri anggota Marinir, Yonif Raider 134/Tuah Sakti Batam dan Kodim 0316/ Batam.
Selain ibu-ibu, acara ini juga melibatkan puluhan perwakilan anggota TNI dan Polisi dari masing-masing satuan yang disebutkan diatas. Acara senam sehat yang berlangsung meriah itu dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB dipimpin oleh dua instrukstur senam zumba.
Ketua Persit Dharma Pertiwi Yonif 10 Marinir, Ny Anjas Wicaksono Putro, selaku tuan rumah menuturkan, acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan ibu-ibu Persit Dharma Pertiwi dalam rangka memperingati hari Kartini untuk tetap menjaga kekompakan dengan anggota Bhayangkari dan ibu-ibu PKK Kota Batam.
“Ini bentuk silaturrahmi antara sesama istri TNI, Polri dan ibu PKK, jangan hanya bapak-bapaknya saja dong yang kompak, ibu-ibu juga harus, apalagi ini kan momennya wanita memperingati hari Kartini,” ujar Ny. Anjas, disela-sela acara senam tersebut.
Kegiatan yang difokuskan untuk kesehatan badan itu jelas Ny. Anjas, juga memberi makna yang lebih. Yang mana kekompakan antara sesama istri dari tiga instansi tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu para suami mereka dalam menjaga keamanan dan ketentraman negeri tercinta ini.
“Dibalik keberhasilan seorang pria tentu ada wanita hebat. Nah kalau wanita-wanita hebat ini tak kompak gimana dong para suami mau kerja dengan baik. Jadi maknanya sangat dalam untuk kegiatan ini,” kata Ny Anjas.
Hal senada disampaikan oleh ketua PKK Kota Batam Ny Marlin Agustin Rudi. Kegiatan senam bersama itu sangat baik dan harus menjadi agenda rutin ke depannya. “Saya senang, karena lihat ibu-ibu dari lintas instansi kompak seperti ini. Ini sangat bagus, karena bagaimanapun ibu-ibu memiliki peran yang penting untuk membantu suaminya masing-masing yang bertugas untuk negara,” kata Marlin.
Keberhasilan seorang pria sambung Marlin tidak terlepas dari dukungan sang istri, sehingga dengan adanya kekompakan antara sesama istri prajurit TNI, anggota Polisi dan pegawai Pemko Batam tentunya akan sangat mendukung kinerja para suami mereka untuk melayani dan mengayomi masyarakat.
Kegiatan senam bersama dengan istri Polri dan TNI itu diakui Marlin memang kegiatan yang pertama digelar dan dia berharap agar kedepannya terus dilakukan. “Harus jadi agenda rutin ini, tempatnya bisa bergilir dan tak harus berpatok pada senam saja, bisa juga kegiatan sosial lainnya,” ujar Marlin. (eja)
Sumarsih (kiri), Sri Sulikhah, Netti Marianna, Nuraini mewakili masyarakat kurang mampu meminta kejelasan mengenai Kartu Kesejahteraan Sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu di Batamcenter, Selasa (10/5). Foto: Rezza Herdiyanto/ Batam Pos
batampos.co.id – Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Kota Batam menyalurkan 22.132 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada masyarakat tidak mampu, Selasa (10/5).
KKS merupakan kartu yang diperuntukan bagi keluarga kurang mampu untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. ”Pendistribusian kartu melalui Pos Indonesia, selanjutnya diserahkan ke masing-masing kelurahan untuk dibagikan kepada warga yang telah terdaftar sebelumnya,” kata Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam, Raja Kamarulzaman di kantornya.
Untuk jumlah data penerima diambil berdasarkan data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2015. Pembagian KKS akan dilakukan secara bertahap. Sementara itu untuk besar bantuan masih belum diketahui.
Sementara itu, warga ruli samping Perumahan Eden Park, Batamcenter merasa kecewa lantaran tak mendapat Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), padahal sebelumnya mereka mendapat Kartu Perlindungan Sosial (KPS).
Seorang warga, Netti Mariana mengaku menyesali keadaan tersebut. Sebab yang mendapatkan kartu itu justru warga mampu secara ekonomi.
”Mereka punya mobil, punya kos dimana-mana malah dapat. Kartu ini sebenarnya buat siapa?” kata Netti saat berkunjung ke Batam Pos beserta tiga rekannya, Selasa (10/5) siang.
Kekecewaan senada juga disampaikan warga lain, Nuraini, 42. Dia berpendapat seharusnya yang layak mendapat kartu itu adalah orang-orang tak mampu.
Untuk itu mereka berharap pemerintah dapat lebih teliti jika melakukan melakukan pendataan. ”Harusnya survei benar-benar. Kami minta pemerintah memperhatikan hal ini,” ujar warga lain, Sumarsih. (cr17/13)
batampos.co.id – Lahan seluas 10 hektare yang digunakan sebagai tempat pemakaman muslim di Tanjungpiayu, Seibeduk telah dialokasikan ke pengembang untuk dibangun perumahan. Yayasan Tempat Pemakaman Muslim Babul Akhirat sudah meminta kejelasan dengan berkirim surat ke Badan Pengusahaan (BP) Batam, namun tak gubris.
Ketua Pengelola Badan Wakaf Pemakaman Muslim Babul Akhirat, Seibeduk, M. Abdurrochman Sholeh mengatakan lahan wakaf yang terletak di wilayah Tanjungpiayu atau persisnya di belakang Perumahan Bukit Laguna Satu, telah diklaim oleh salah satu pengusaha pengembang perumahan. Bahkan, kata dia, lahan seluas 10 hektare tersebut sudah dialokasikan oleh BP Batam ke beberapa pengembang.
“Tiba-tiba salah satu perusahaan pengembang perumahan datang dan meminta kami untuk memindahkan pemakaman ke tempat lain,” ujar Abdurrochman kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Selasa (10/5).
Menurut pria yang biasa disapa Gusdur Batam itu, di tanah wakaf tersebut sudah ada sekitar seratus lebih makam warga Seibeduk. Untuk itu, Yayasan Tempat Pemakaman Muslim Babul Akhirat akan terus berjuang mempertahankan lahan tersebut untuk masyarakat, apalagi saat ini tempat pemakaman umum sudah tidak mampu lagi untuk menampung jenazah.
Dia mengatakan, jika pihak pengembang berkeras untuk memindahkan makam-makam tersebut, maka bisa memicu terjadinya bentrok fisik dengan masyarakat. ”Kemana lagi warga disini mencari tempat pemakaman? Di pemakaman Kampung Bagan Seibeduk, Seipanas, Seitemiang sudah tidak sanggup lagi menampung. Jadi mau dikemanakan lagi,” ungkapnya.
Menurut Abdurrochman, pada 1932 lahan tersebut dikuasai warga bernama Senen. Dia mendapatkan lahan tersebut dari istrinya bernama Siah. Sedangkan Siah sendiri memperolehnya dari leluhurnya, bahkan nenek moyong mereka pun sudah dimakamkan di lokasi tersebut.
”Pada tahun 1968 Pak Senen menjual lahan tersebut kepada Bapak Bahar Dahlan, lurah atau penghulu Pulau Temoyong pada saat itu,” jelasnya.
Namun pada tahun 2000, Bahar Dahlan meninggal dunia, kemudian lahan tersebut dimiliki anaknya selaku ahli waris, Nurhayati. Akan tetapi, pada tahun 2002 Nurhayati mewakafkan tanah tersebut kepada pengurus masjid se-Kelurahan Tanjungpiayu, yang sekarang sudah menjadi Kecamatan Seibeduk.
”Saat ini ada 117 masjid dan musala serta 60 majlis taklim yang turut berkontribusi terhadap lahan pemakaman muslim itu,” kata Abdurrochman.
Sekretaris Yayasan Tempat Pemakaman Muslim Babul Akhirat, Aliyahya mengatakan atas permasalahan ini pihaknya sudah melayangkan surat kepada BP Batam sebanyak dua kali. Namun, hingga kini belum ada tanggapan. Surat tersebut berisi permohonan lahan dan surat audiensi membicarakan tentang permasalahan tanah makam ini. ”Kalau tidak ada respon, kami akan datangi BP Batam,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Seibeduk, Sains Taufik Riyadi mengatakan tempat pemakaman tersebut memang sangat dibutuhkan masyarakat Batam, khususnya warga di Seibeduk. Sebab, tempat pemakaman seperti di Kampung Bagan saat ini kondisinya sudah penuh. ”Kami sangat mendukung lahan itu dijadikan pemakaman. Prosesnya kita serahkan kepada pihak berwenang,” tutup Sains.
Terpisah, Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono saat dikonfirmasi belum bisa menjawab terkait masalah pengalokasian lahan pemakaman ke pengembang di Tanjungpiayu itu. Dia mengatakan akan lebih dulu menanyakannya ke bagian lahan BP, karena mereka yang lebih tahu. ”Saya teruskan ke bagian lahan ya,” ujar Andi menjawab pesan singkat yang kirim Batam Pos. (cr14)
Ratusan pelamar wanita memadati Pujasera Batamindo untuk mendapatkan kesempatan bekerja dalam seleksi administrasi calon operator PT Sumitomo Wiring System Batam, Mukakuning, Selasa (10/5). Kali ini, PT Sumitomo membuka lowongan sebanyak 150 yang terdiri dari 50 pria dan 100 wanita untuk bagian operator produksi. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
batampos.co.id – Ratusan pencari kerja (pencaker) kembali menyerbu Pujasera Multi Purpose Hall Batamindo, tempat penerimaan lamaran pekerjaan bagi operator produksi khusus perempuan yang dibuka PT Sumitomo Wiring System, Selasa (10/5) pukul 13.30 WIB.
Kali ini, tak sedikit pencaker merasa kecewa, lantaran ditolak karena tak memenuhi persyaratan. Seperti yang dialami pencaker asal Medan, Tyas. Perempuan 19 tahun itu memiliki tinggi yang tak sesuai dengan syarat yang ditetapkan perusahaan.
”Tinggi aku 154 centimeter, batasnya kan 155 centimeter. Satu centi saja tak lolos,” kata wanita yang baru saja tamat SMA di Medan, Sumatera Utara ini.
Tahun lahir juga menjadi syarat dalam penerimaan kali ini, batasan maksimal tahun lahir 1993 atau umur 23 tahun. Pencaker lain, Novita Sari Siahaan, harus bersabar lantaran tahun lahir berdasarkan KTP adalah 1992 walaupun berdasarkan ijazah dia lahir tahun 1993. ”KTP saya salah sebenarnya, yang benar itu ijazah,” ucap Novita.
Sementara itu, Human Resources Manager PT Sumitomo Wiring System, Anna Rachmawati mengatakan pihaknya langsung mengecek kelengkapan dokumen saat itu juga. Misalnya, tinggi minimal 155 centimeter, KTP Asli juga ijazah asli dan lainnya. ”Kalau kurang tak bisa,” jelas Anna.
Lebih lanjut dia mengatakan kali ini pihaknya akan merekrut 150 pekerja baru yang akan ditempatkan di operator produksi dengan rincian untuk perempuan sebanyak 100 orang, sementara laki-laki sebanyak 50 orang.
”Terima surat lamaran yang perempuan hari ini (kemarin), laki-lakinya besok (hari ini) pukul 08.30 WIB. Kita sengaja pisahin, biasanya laki-laki ini rawan juga,” tambahnya. (cr13)
Kembar menangis histeris melihat jenazah pamannya Marusaha Silitonga di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Selasa (10/5). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Marusaha Silitonga ditemukan tewas di pinggir Jalan Pangeran Diponegoro, Seitemiang atau persisnya di Simpang Tobing Batuaji, Senin (9/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Pria 25 tahun ini diduga korban tabrak lari, sebab saat ditemukan warga sudah tergeletak dan tak bernyawa bersama satu sepeda motor yang sudah ringsek berat.
Penemuan mayat pria yang belakangan diketahui warga Perumahan Taman Laguna Regency Blok D2/6, Batuaji itu, langsung disampaikan ke polisi. Polisi unit laka lantas langsung turun olah TKP dan membawa korban ke kamar jenazah RSUD Embung Fatimah Batam di Batuaji.
Informasi yang didapat, jenazah korban pertama kali ditemukan seorang warga yang sedang melintas di jalan tersebut. Warga tak mengetahui pasti kronologis kejadian, sebab saat kecelakaan terjadi tak ada saksi mata yang melihat. ”Yang pasti dia korban tabrak lari, cuma kronologisnya tak tahu karena tak ada saksi yang melihat kecelakaan itu,” kata Marlon, warga Simpang Tobing.
Korban diduga kuat ditabrak kendaraan roda empat. Sebab melihat kerusakan sepeda motor korban cukup parah dan di tubuh korban banyak luka memar.
Petugas medis di RUSD menuturkan, saat diantar ke RSUD korban memang sudah meninggal dunia, sehingga langsung ditempatkan di kamar jenazah. ”Lukanya tak terlalu parah, cuman gores saja di dada. Tapi yang fatal itu di kepala belakang ada benjolan seperti benturan keras. Dadanya juga memar, mungkin itu yang membuatnya meninggal,” sebutnya.
Sementara itu, Ramaida keluarga korban mengaku belum mengetahui pasti penyebab tewasnya Marusaha. ”Informasi dari polisi katanya korban tabrak lari,” kata Ramaida.
Ramaida menyebutkan Marusaha merupakan karyawan salah satu koperasi di Batuaji. Dia tinggal sendirian di Batam dan baru dua bulan berada di Batam. ”Kami tinggal di Belakangpadang, makanya kami tak tahu pasti kejadian dan motor apa yang dipakainya saat itu. Karena selama ini dia pakai sepeda motor milik koperasi,” jelas Ramaida. (eja)
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, drg Fadilla Ratna Dumilla Mallarangan saat tiba di Kejari Batam untuk pemeriksaan tahap II serta penyerahan berkas yang sudah dinyatakan lengkap (P21). Foto: Anggie/ Batam Pos
batampos.co.id – Kasi Pidsus Kejari Batam, Muhammad Iqbal mengatakan setelah Bareskrim Mabes Polri melimpahkan ke Kejagung dan diteruskan ke Kejari Batam, tersangka Fadilla langsung dititipkan ke Rutan Batam, dan selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang untuk disidangkan.
Dia mengatakan, kehadirannya di kantor Kejari untuk pemeriksaan tahap II serta penyerahan berkas yang sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejagung. Sesuai berkas yang diterima, lanjutnya, ada 50 nama yang tertera sebagai saksi.
”Perkara Fadilla saat ini merupakan perkara yang ditangani Mabes Polri, sedangkan perkara dugaan korupsi yang sedang ditangani Kejari Batam masih dalam proses tahap akhir,” tegas Iqbal.
Fadilla yang diperiksa lebih dari empat jam tersebut, berjalan terburu-buru saat keluar dari ruang Pidsus yang didampingi Kasi Pidsus dan pihak lainnya yang berkaitan dalam penanganan perkara tersangka. Ia terus menekur tanpa merespon tanya dari pewarta yang telah menunggu. Sapaan ‘Bunda’ yang akrab ditujukan kepada Fadilla, hanya dibalas dengan sedikit senyuman dan sesekali ia menutupi wajahnya.
Sementara itu, Bayu selaku kuasa hukum Fadilla menuturkan pemindahan kliennya ke Rutan Batam merupakan kelanjutan proses hukum terkait tuduhan atas dugaan korupsi Alkes Pemko Batam tahun 2011 lalu. Bayu membenarkan bahwa sebelum dimasukkan ke Rutan Batam, kliennya terlebih dahulu diperiksa di Kejaksaan Negari Batam.
”Saya juga sempat lihat berkasnya tadi (kemarin) dan ternyata belum P21, perlu tambahan,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Rutan Kelas II Batam, Irhamuddin membenarkan telah menerima tahanan titipan kejaksaan tersebut. ”Iya sudah kami terima. Dia (Fadilla) ditempatkan di ruang tahanan wanita,” kata Irhamuddin, sore kemarin (10/5).
Di Rutan Batam, sambungnya, Fadilla akan ditempatkan bersama 36 tahanan wanita lainnya dan diberlakukan secara umum seperti tahanan wanita lainnya.
”Tidak ada yang istimewa, namanya tahanan ya sama. Jadi tidak ada tempat khusus,” ujarnya.
Untuk tahap awal ini sesuai aturan yang ada, pihak rutan akan menahan Fadilla selama 20 hari ke depan. ”Selanjutnya kita lihat dari proses hukumnya, dan kalau belum jelas Kejaksaan bisa minta perpanjang,” kata Irhamuddin. (cr15)
batampos.co.id – Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian kembali merombak jajarannya. Melalui surat telegram rahasia bernomor 294/V/2016, beberapa perwira menengah, pertama yang diganti.
“Terjadi beberapa alih tugas Pamen dan Pama serta Bintara di Polda Kepri,” kata Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono, kemarin.
Ia menjelaskan AKBP Ardiyanto Kabagdalops Roops Polda Kepri diangkat sebagai Kasubdit IV Ditreskrimsus Poda Kepri. Sementara itu posisi yang ditinggalkan Ardiyanto akan digantikan oleh Kompol Tolopan Tambak Simanjutak yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Sim Subditregindet Ditlantas Polda Kepri.
Posisi lowong di Kasubdit II Ditreskrimum, diisi oleh AKBP Yos Guntur yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit IV Ditreskrimsus.
Sementara itu di Direktorat Lalu Lintas terjadi “tukar guling” jabatan. AKBP Roby Karya Adi akan menjabat sebagai Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Kepri. Posisi yang ditinggalkan oleh Roby, akan digantikan oleh AKBP Dharmeshwara Hadi Kuncoro yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Kepri.
Lalu Kapolsek Batam Kota, Kompol Arif Budi Purnomo diangkat menjadi Kasuditlemneg Ditpamovit Polda Kepri. Posisinya akan digantikan oleh Kompol Arwin, sebelumnya sebagai Kasubbidpenmas Bidhumas Polda Kepri.
Posisi yang ditinggalkan oleh Arwin, akan dipangku oleh Kompol Arozatulo Telembanua. (ska/bpos)
Direktur RSUD Embung Fatimah, Fadilla Ratna Dumilla Mallarangan saat tiba di Rutan Barelang, Tembesi, Selasa (10/5). Foto: Ist
batampos.co.id – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, drg Fadilla Ratna Dumilla Mallarangan yang menjadi tersangka kasus korupsi alat kesehatan (alkes) tahun 2011, resmi dilimpahkan Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Selasa (10/5). Kemarin Fadilla langsung dititipkan ke Rutan Batam di Tembesi.
Fadilla yang selama ini ditahan di Ruang Tahanan Bareskrim Mabes Polri diantar oleh pihak Kejari Batam menggunakan dua unit mobil pribadi. Fadillah yang mengenakan baju lengan panjang biru tua bermotif batik bagian depan dipadu celana kain panjang tiba di Rutan Batam sekira pukul 15.15 WIB.
Saat turun dari mobil, Fadilla dikawal ketat oleh petugas dari Kejaksaan dan langsung buru-buru masuk ke dalam rutan dengan menenteng tas di lengan kanan dan tangan kirinya menenteng sebuah kaca mata hitam. Sejumlah pertanyaan yang dilontarkan wartawan hanya dibalas dengan senyuman oleh Fadilla.
Informasi yang disampaikan oleh petugas yang mengantar Fadilla memang baru saja tiba di Batam dari Jakarta melalui pesawat udara. Sebelum dibawa ke Rutan, Fadilla sempat dibawa ke Kejaksaan di Batamcenter. ”Tadi (kemarin pagi) ke Kejaksaan dulu baru ke sini (rutan). Dia tahanan titipan Jaksa,” kata salah petugas itu.
Fadilla dikembalikan ke Kejari Batam untuk menjalankan proses persidangan lanjut atas kasus dugaan korupsi yang membelitnya.
Sementara itu, pihak RSUD Embung Fatimah mengaku belum tahu terkait kembalinya sang direktur. Pihak rumah sakit baru tahu setelah wartawan mencoba mengkonfirmasi sore kemarin.
”Aduh belum tahu kami. Baru dari kalian (wartawan) saya tahu. Saya belum bisa bicara apapun terkait hal itu,” kata Humas RSUD Embung Fatimah Batam, Nuraini. (eja)