Rabu, 4 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13872

D’Queen Gelar Bazar di Tanjungsengkuang untuk Santuni Kaum Dhufa dan Anak Yatim

0
Sanggar Senam D'Queen menggelar kegiatan amal melalui bazar di Pasar Melchem, Tanjungsengkuang, Batuampar. Minggu(8/5). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Sanggar Senam D’Queen menggelar kegiatan amal melalui bazar di Pasar Melchem, Tanjungsengkuang, Batuampar. Minggu(8/5). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Sanggar Senam D’Queen menggelar kegiatan amal melalui bazar di Pasar Melchem, Tanjungsengkuang, Batuampar. Minggu(8/5). Ketua Panitia Weny Otarina mengatakan ada 25 stand bazar makanan yang berdiri, dari hasil penjualan tersebut, nantinya akan disumbangkan kepada anak yatim piatu, kaum duafa serta orang tidak mampu di Batam. “Ini bagian dari acara sosial kami,” ujarnya kepada Batam pos, Minggu (8/5).

Acara yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tidak hanya mengadakan bazar makanan, pihak panitia juga mengadakan beberapa lomba seperti senam pagi dan lomba karaoke. Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan marching band dari SMPN 29 Batam. “Ada berbagai perlombaan yang kami adakan, peserta yang juara akan mendapatkan piala dan bingkisan dari sponsor,” Kata guru Bahasa Indonesia SMPN 41 Batam ini.

Sanggar Senam D’Queen yang berada di Ruko Tering Raya Blok B1 No 5, ini merupakan sanggar yang bergerak dibidang amal dan tempat wadah berbuat amal yang ada di Kota Batam. Mereka pun kerap mengumpulkan dana dengan menggelar kegiatan seperti tersebut. “Dari kegiatan amal ini, kita bisa saling berbagi kasih dengan panti asuhan dan kaum duafa. Dan semoga kegiatan ini bisa berlanjut untuk kemudian hari,” imbuhnya.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri artis Singapura Heny Hany. Jebolan dari D’Academy Asia ini menghibur masyarakat yang datang berpartisipasi. Sementara itu pemenang lomba senam kategori dimenangkan oleh peserta dari D’Queen sebagai juara 1. Untuk juara 2 dimenangkan oleh peserta dari Perumahan Tering Raya, serta juara 3 diraih oleh RW 21 setempat.

Selanjutnya senam kategori perorangan dimenangkan oleh Isal, dengan nilai 460. Sedangkan Juara 2 diraih oleh peserta Leni dengan nilai 450. Dan juara 3 diraih oleh Yanti, dengan perolehan nilai 452.

Selanjutnya untuk lomba bazar dimenangkan oleh RW 07 dengan jumlah nilai 160, juara 2 dimenangkan oleh RW 21 dengan jumlah nilai 150 dan juara 3 diraih oleh RW 18 dengan nilai 140.

Dan yang terakhir lomba Karaoke dimenangkan oleh Leni, dengan jumlah nilai 79, juara 2 atas nama Yuliana dengan jumlah nilai 78. Dan juara 3 diraih oleh Yus dengan perolehan nilai 77. (cr19)

Mega Studio Aerobic Ajak Ratusan Warga Senam Zumba

0
Mega Studio Aerobic menggelar senam Zumba di Coastarina Batam yang diikuti ratusan warga Batam, Minggu (8/5). Foto: Ist
Mega Studio Aerobic menggelar senam Zumba di Coastarina Batam yang diikuti ratusan warga Batam, Minggu (8/5). Foto: Ist

batampos.co.id – Ratusan warga mengikuti senam Zumba yang digelar Mega Studio Aerobic di panggung objek wisata Ocarina, Minggu (8/5).

Senam yang dimulai pukul 06.30 WIB, menghadirkan instruktur Zin Yuyu, Zin Dian, Zin Ana, dan Zin Andre. Selain itu juga menghadirkan beberapa pendamping instruktur atau dikenal Sewadow hingga membuat gerakan senam berlangsung non stop.
“Asik juga bikin badan segar mengikuti gerak senamnya. Gerakan mudah diikuti dan tambah semagat dengan alunan musiknya yang berganti-ganti,” ujar Kayla, warga Batamcentre yang mengikuti senam Zumba.

Kegiatan senam yang disponsori Mega Studio Aerobic ini, digelar ditempat terbuka untuk mengenalkan senam Zumba kepada masyarakat serta Fitness Mega Studio.

“Memang setiap minggu pagi ada senam di Ocarina. Selain mengajak senam orang dewasa, kami juga perkenalkan senam Zumba untuk anak anak. Sehingga semua umur bisa ikut senam kesehatan ini,” ujar Zin Yuyu didampingi Ita, pendamping instruktur. (ash)

Patok Lahan Dicabut, Warga Tanjungbuntung Nyaris Bentrok dengan Suruhan Bos Golden Prawn

0
Warga Tanjungbuntung saat di lokasi lahan. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Warga Tanjungbuntung saat di lokasi lahan. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Puluhan warga Tanjungbuntung nyaris terlibat bentrok dengan orang suruhan pemilik Golden Prawn, Tekpo atau Abi Golden Prawn. Adapun bentrokan ini dipicu oleh pencabutan patok lahan warga yang dilakukan oleh orang suruhan Abi.

Melihat orang suruhan Abi mencabut patok lahan yang terletak tepat di depan Polsek Bengkong, ketua forum komunikasi masyarakat Tanjungbuntung (FKMTB), Abu Fahmi tidak tinggal diam. Ia langsung mendatangi lokasi dan menghentikan pencabutan patok lahan tersebut.

“Saya dapat laporan dari masyarakat bahwa ada orang suruhan Abi mau mencabut patok lahan ini. Atas dasar apa mereka mau mencabut patokan lahan ini, apakah mereka mempunyai surat-surat,” ungkap Abu Fahmi ketika dijumpai di Mapolsek. Bengkong, Senin (9/5).

Lebih lanjut Abu menjelaskan status lahan seluas 30 hektar tersebut telah diduduki warga selama puluhan tahun. Selain itu, dari pihak BP Batam telah mengakui bahwasanya lahan itu dimiliki oleh warga.

“Kemarin pihak BP Batam telah mendatangi lokasi tersebut, dan mereka telah mengakui bahwa lahan itu memang dimiliki oleh warga sekitar,” lanjut Abu.

Demi menghindari bentrokan yang lebih besar antara kedua belah pihak, jajaran anggota Polsek Bengkong langsung mengamankan kedua belah pihak untuk di lakukan mediasi.

“Permasalahan ini mestinya harus kita selesaikan secara damai. Jadi tidak perlu dengan kekerasan,” ungkap Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto.

Dalam mediasi yang dilakukan oleh kedua pihak, polisi mengupayakan pemanggilan terhadap Abi. Namun, setelah ditunggu, Abi tidak kunjung datang pada pertemuan ini hingga mediasi berakhir.

Sementara itu, dalam mediasi Abu menunjukkan semua surat-surat terkait lahan ini. “Ini semua surat-surat terkait lahan ini saya bawakan,” tegas Abu.

Abu berharap agar pemerintah segera turun tangan secara langsung dalam menyelesaikan masalah ini. “Kalau ingin memiliki lahan, silahkan reklamasi laut bukan menyerobot lahan milik warga. Kita minta pemerintah ambil andil dalam masalah ini, agar warga tidak dirugikan,” pungkasnya. (eggi)

DPRD Batam Nilai DKP Tak Becus Urus Sampah

0
Tumpukkan sampah di jalan raya Laksamana Bintan, Seipanas, Batamcentre. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Tumpukkan sampah di jalan raya Laksamana Bintan, Seipanas, Batamcentre. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam menilai kinerja Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam sangat buruk. Selama libur tak ada pengangkutan, tumpukan sampah bukan hanya menggunung di perumahan, namun juga di jalan umum. “Wacananya seluruh Kecamatan mau dikelola DKP, kalau kayak gini cara kerjanya, Batam bisa jadi lautan sampah,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono.

Masih dibantu pihak ketiga saja sambung Djoko permasalahan sampah belum terentaskan. Setiap tahun, terutama hari raya dan hari libur selalu terulang. “Apalagi seluruhnya dikelola DKP,” katanya lagi.

Hal tersebut menurut Djoko bukti ketidakmampuan dinas yang dipimpin Sulaiman Nababan ini dalam melaksanakan tanggungjawabnya. Padahal anggaran yang dialokasikan sangat besar, selama lima tahun dialokasikan diatas Rp300 miliar. “Dana besar, tapi kinerjanya lemah dan tak terukur,” ungkap Djoko.

Swakelola yang dilakukan DKP di sembilan Kecamatan sangat buruk. Kalah dengan pihak swasta yang bekerja di tiga Kecamatan, yakni Batuampar, Bengkong, dan Lubukbaja. “DKP kedodoran, kinerjanya jauh dari harapan,” ungkapnya.

Retribusi sampah juga demikian, selama ini menurutnya selalu bermasalah. “Hingga kini tak pernah memenuhi target,” tutur politikus Partai golongan Karya (Golkar) ini.

Belum lagi pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, selalu menelan anggaran besar. Untuk menyewa alat berat kepada pihak ketiga saja tidak kurang dari Rp 5 Miliar digelontorkan pertahunnya. “Dana tersebut cukup untuk membeli dua alat berat, kalau kita punya, bisa lebih efisien,” ungkapnya.

Untuk itu, Djoko menyarankan, pengelolaan sampah diserahkan kepada pihak swasta. Agar hasilnya bisa lebih baik. “Serta lebih efisien dari sisi anggaran,” bebernya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Hendra Asman menyebutkan persoalan sampah di Batam tidak ada habisnya. Hingga kini pemerintah belum menemukan solusinya. “Setiap tahun pasti ada penumpukan,” ungkapnya.

Karena itu, Hendra mendorong pemerintah melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Seperti halnya di Surabaya, masyarakat diberdayakan, ikut andil dalam pengelolaan sampah. Membentuk bank sampah di setiap pemukiman warga. “Memang sudah ada, tapi belum berjalan dengan baik,” katanya lagi.

Pantuan di lapangan, penumpukan terjadi di sebagian besar perumahan di wilayah Batamcentre. Begitu pun di samping jalan umum, tumpukan sampah mengganggu pemandangan. “Bau dan banyak lalat,” kata Nur warga Perumahan Frensiana Garden, Batamcentre. Menurutnya, lalat yang berada di tumpukan sampah bahkan masuk ke rumah warga. “Kalau sampah tak diangkut, di rumah banyak lalat,” ungkapnya.

Ia khawatir, lalat menyebabkan penyakit.”Kami minta pemerintah serius bekerja, jangan hanya memungut iurannya saja,” tutupnya. (hgt)

Baca juga:

Selama Libur Panjang Banyak Sampah Tak Diangkut

Sampah Mulai Cemari Kawasan Objek Wisata Marina

Tak Diangkut, Sampah Menumpuk Lagi

Sampah di Kawasan Jodoh Meluber ke Jalan

Selama Libur Panjang Banyak Sampah Tak Diangkut

0
Tumpukan sampah di pinggir jalan raya Trans Barelang. Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos
Tumpukan sampah di pinggir jalan raya Trans Barelang. Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos

batampos.co.id – Empat hari libur, pengangkutan sampah oleh Dinas Kebersihan dan Pemakaman tersendat. Banyak tumpukan sampah yang tidak diangkut oleh petugas.

Di jalan raya menuju Dapur 12 Sagulung, di sekitar Kompleks Mandalai, tumpukan sampah menutup sebagian badan jalan. Demikian di jalan raya menuju Kavling Baru, tumpukan sampah juga ada di pinggir jalan.

“Ia sejak kemarin sudah tak diangkut. Biasanya ini diangkut terus,” ujar Hanna, warga Kavling Baru.

Tumpukan sampah juga terlihat di jalan raya menuju Perumahan Aster Raya Batuaji. Bin kontainer yang menjadi TPS di sana, tak sanggup menampung sampah.

“Biasanya tiap hari sampah di sini selalu diangkut tiap hari. Tapi mungkin karena libur panjang, Tak diangkut,” kata Lina, warga Perumahan Aster Raya. (ian)

Baca juga:

Sampah Mulai Cemari Kawasan Objek Wisata Marina

Tak Diangkut, Sampah Menumpuk Lagi

Sampah di Kawasan Jodoh Meluber ke Jalan

3 Terpidana Mati dari Batam Sudah di Nusakambangan, Tak Ada Nama Yezhiekel

0
Mobil yang mengantarkan tiga terpidana mati asal Batam saat tiba di pelabuhan penyebrangan menuju Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (8/5/2016). Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Mobil yang mengantarkan tiga terpidana mati asal Batam saat tiba di pelabuhan penyebrangan menuju Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (8/5/2016). Foto: Arbi Anugrah/detikcom

batampos.co.id – Sebanyak 13 terpidana mati dari berbagai daerah di Indonesia akan menjalani eksekusi mati Jilid III di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dalam waktu dekat.

Tiga dari 13 orang tersebut berasal dari Batam. Mereka adalah Suryanto (53), Agus Hadi (53), dan Pudjo Lestari (42). Ketiganya divonis mati karena kasus narkoba.

Sementara, nama Yezhiekel yang selama ini disebut-sebut akan dieksekusi ternyata tak ada dalam daftar nama tersebut. Yezhiekel divonis mati karena kasus pembunuhan sadis.

Baca Juga: Mary Jane Tak Masuk Daftar Eksekusi Mati Jilid III, Ada Kaitannya dengan Pembabasan 10 Sandera?

Tiga orang terpidana mati yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Tembesi, Batam yang dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, sekitar pukul 19.14 WIB, Minggu (8/5/2016).

Detiknews melaporkan, tiga terpidana mati dari Batam itu dipindahkan menggunakan mobil Elf Transpas. Ketiga napi yang diangkut dalam kondisi terborgol itu diturunkan dari mobil dan berjalan menuju ke kapal Pengayoman III yang akan mengantar mereka ke Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan.

“Mereka napi pidana mati dari Lapas 2 Batam dipindah ke Nusakambangan,” kata Kalapas Batu, Abdul Aris dalam pesan singkatnya.

“Mereka dipindah dari Batam melalui Yogyakarta dan seharusnya sampai di Dermaga Wijayapura pukul 16.00 WIB, tapi terjebak macet dan sampai pukul 18.00 WIB baru sampai Simpang Empat Buntu,” jelasnya.

Di Pulau Nusakambangan, ketiga napi akan ditampung di Blok C Lapas Kelas I Batu, Nusakambangan untuk menjalani masa pengenalan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM Jateng Molyanto saat dihubungi wartawan membenarkan pemindahan ketiga napi kasus narkotika tersebut.

“Iya, Nusakambangan dapat kiriman 3 napi narkoba yang divonis mati hari ini,” ujarnya.

Anggota Brimob dan polisi dari polsek setempat ikut mengamankan proses pemindahan. Selain itu dua kapal patroli dari Satpolair juga ikut mengawal kapal Pengayoman III menyeberang ke dermaga Sodong Pulau Nusakambangan.

Sedangkan pengamanan menjelang eksekusi mati belum begitu tampak, aktivitas penjagaan masih terlihat normal meskipun beberapa anggota Brimob bersenjata sempat terlihat di sekitar Dermaga Wijayapura.
(arb/fdn/detiknews/nur)

Sampah Mulai Cemari Kawasan Objek Wisata Marina

0
Sampah juga nampak berserakan di pinggir jalan  kawasan Bengkong Nusantara. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Sampah juga nampak berserakan di pinggir jalan kawasan Bengkong Nusantara. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Warga dan pengguna jalan di jalan raya Marina, Sekupang benar-benar terganggu saat ini. Pasalnya sepanjang jalan utama itu dihiasi dengan tumpakan sampah yang mulai meluber ke badan jalan.

Ada belasan titik lokasi tumpukan sampah yang terlihat di pinggir jalan utama menuju kawasan wisata Marina itu. Bahkan tumpukan sampah di samping gedung Balai Kesehatan, Marina mulai mencemari pantai yang lokasi tak jauh dari pinggir jalan itu.

Umumnya tumpukan sampah yang berada di pinggir jalan itu merupakan sampah perumahan. Warga sengaja membuang sampah ke pinggir jalan sebab sampah di lokasi penampungan sampah sementara (TPS) perumahan sudah tak muat lagi menampung sampah. “Di TPS dalam perumahan sudah menggunung sampah, makanya warga mulai buang ke pinggir jalan ini,” kata Jonson salah satu warga di Marina.

Tumpukan sampah di sepanjang jalan itu sudah ada sejak dua bulan belakangan ini. Itu karena petugas pengangkut sampah jarang mengangkut sampah yang ada di TPS perumahan. Bahkan beberapa TPS sengaja dibiarkan dengan tumpukan sampah rumah tangga sebab petugas kebersihan hanya mengambil sampah yang bisa dijual lagi. “Sengaja tumpukan di pinggir jalan ini biar pemerintah tahu, kalau sampah di dalam perumahan pun jarang diangkut,” ujar Jonson.

Akibat dari tumpukan sampah di pinggir jalan itu, warga dan pengguna jalan mulai mengeluhkan aroma tak sedap dari tumpukan sampah itu. “Apalagi musim hujan, jadi rusak pemandangan jalan sudah begitu bau busuk benar-benar mengganggu kalau lewat jalan ini,” ujar Uban salah satu pengguna jalan.

Kondisi tumpukan sampah yang paling memprihatinkan adalah di lokasi lahan lahan kosong samping gedung Balai Kesehatan Marina. Tumpukan sampah di pinggir jalan itu sudah terkontaminasi dengan air laut sebab sampah dibuang ke pesisir pantai dekat hutan bakau. Laut sekitar pun terancam tercemar jika pemerintah tak ambil tindakan “Ini kalau air pasang sampai ke tumpukan sampah itu,” kata Raimon pedagang kaki lima di Marina.

Warga berharap agar pemerintah secepatnya membereskan persoalan sampah itu, sebab keberadaan sampah tersebut akan berdampak pada kesehatan warga dan merusak lingkungan perairan sekitarnya. (eja)

Baca juga:

Tak Diangkut, Sampah Menumpuk Lagi

Sampah di Kawasan Jodoh Meluber ke Jalan

Tak Diangkut, Sampah Menumpuk Lagi

0
Warga melintas di depan tumpukan sampah dekat Ruko GMP Tanjungpiayu, Seibeduk, Minggu (8/5). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Warga melintas di depan tumpukan sampah dekat Ruko GMP Tanjungpiayu, Seibeduk, Minggu (8/5). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tepatnya di jalan depan komplek pertokoan Garden Ayu Permai menumpuk. Sampah tersebut belum diangkut petugas, Minggu (8/5).

Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id), tersedia dua bin kontainer di lokasi itu dan terisi penuh. Karena bin kontainer penuh, sampah-sampah juga menumpuk di luar bin.

Warga sekitar, Endik mengaku tak mengetahui pasti sejak kapan sampah itu tak diangkut, namun dia memperkirakan sejak liburan beberapa waktu lalu. Sampah yang menumpuk, kata pria 23 tahun ini, cukup menganggu baik warga maupun pengguna jalan. “Kapannya tak tahu, mungkin karena libur ini. Baunya itu yang menganggu,” ujarnya.

Dia berharap petugas dapat segera mengangkut sampah itu. “Diangkut saja. Jangan salahkan warga nanti tak buang di dalam bin kontainer, karena kan sudah penuh,”ucapnya.

Tak hanya di lokasi itu, sampah juga menumpuk di beberapa titik di ruas jalan S Parman. Sedikitnya dua titik tumpukkan sampah yakni antara Bidaayu pintu 3 dan pintu 3,5, titik lain yakni di Bidayu pintu satu.

Tak hanya di jalan maupun TPS, dalam perumahan pun demikian. Seperti yang terjadi di perumahan Griya Piayu Asri dan Perumahan Puri Agung II. “Belum ada nampak yang angkut, sudah beberapa hari ini,” kata warga perumahan Griya Piayu Asri Blok J Nomor 7, Solihin. (cr13)

Baca juga:

Sampah di Kawasan Jodoh Meluber ke Jalan

Sampah di Kawasan Jodoh Meluber ke Jalan

0
Tumpukan sampah kayu di kawasan Tos 3000 Jodoh. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Tumpukan sampah kayu di kawasan Tos 3000 Jodoh. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Libur panjang selama empat hari belakangan membuat sampah menumpuk di berbagai perumahan dan jalan di Batam. Termasuk di kawasan Jodoh. Sampah di lokasi ini meluber ke jalan hingga menyulitkan kendaraan melintas.

Pantauan koran Batam Pos, sampah-sampah tersebut ditumpuk menggunakan keranjang di sepanjang jalan. Banyak diantara keranjang itu berserakan ke jalan. “Sudah tiga hari ini tak diangkut. Biasanya ada diangkut,” ujar Riki, salah seorang pedagang.

Dia mengaku kecewa dengan kinerja petugas Dinas Kebersihan dan Pemakaman (DKP). Seharusnya petugas tersebut tetap bekerja dan menjaga kebersihan serta kenyamanan pengunjung di kawasan itu. “Kalau beginikan pengunjung jadi malas belanja. Baunya sudah ke luar,” keluh pedagang pakaian second tersebut.

Menurutnya, sampah itu sudah berserakan diselokan. Sehingga menimbulkan lalat. “Kemarin kami (pedagang) sendiri yang membersihkan ke dalam selokan,” paparnya.

Hal senada disampaikan, Arif, pedagang lainnya. Dia mengaku tumpukan sampah ditambah curah hujan membuat bau busuk yang menyengat. “Saya sendiri setiap hari di sini tak tahan baunya,” keluhnya.

Dia berharap petugas yang berwenang bisa bertanggung jawab dengan mengangkut dan membersihkan kawasan tersebut. “Kalau bisa secepatnya diangkut. Kami tidak bisa apa-apa dan tidak mungkin seluruh sampah ini dibakar,” pungkasnya. (opi)

BMG TPQ Nongsa Wisuda 486 Santri

0
Ratusan santri TPQ se-Kecamatan Nongsa mengikuti wisuda TPQ di lapangan Citramas, Nongsa, Minggu (8/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Ratusan santri TPQ se-Kecamatan Nongsa mengikuti wisuda TPQ di lapangan Citramas, Nongsa, Minggu (8/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 486 santri dan santriwati Taman Pendidikan Quran (TPQ) se-Kelurahan Batubesar dan Sambau menjalani prosesi wisuda di Lapangan Citramas, Minggu (8/5). Ini tanda mereka telah melalui masa mengaji selama enam tahun.

”Semua yang ada di sini kelas VI SD dan mau masuk ke SMP,” kata Ketua Panitia Wisuda Santri ke-X Tingkat Kecamatan Nongsa, Mahmudi.

Para santri itu telah mengikuti munaqosah atau ujian akhir, Minggu (3/4) lalu. Mereka yang lulus akan mendapatkan sertifikat. Sertifikat itu syarat wajib mendaftar ke jenjang SMP.

Namun, bukan berarti yang tidak lulus munaqosah tidak dapat mendaftar ke SMP. Mahmudi mengatakan, Badan Musyawarah Guru (BMG) TPQ akan mengeluarkan surat keterangan tidak lulus. Surat keterangan itu dapat pula digunakan sebagai syarat mendaftar.

”Nanti setelah mereka masuk SMP, mereka akan melanjutkan mengaji lagi,” kata pria yang menjabat Sekretaris BMG TPQ Kecamatan Nongsa itu lagi.

Prosesi wisuda ini berlangsung setiap tahun. Tahun ini, jumlah total santri yang menjalani wisuda mencapai 1.012. Keterbatasan tempat memaksa BMG TPQ Kecamatan Nongsa menggelar dua kali wisuda.

Wisuda pertama digelar Minggu (1/5) lalu. Wisuda itu diikuti 526 santri dari TPQ yang berlokasi di Kelurahan Kabil dan Ngenang. Wisuda kedua, sisanya. ”Mungkin tahun depan, kami akan melakukan satu kali wisuda saja,” ujarnya.

Mengaji, selain sebagai syarat mendaftar ke jenjang pendidikan selanjutnya, juga memiliki manfaat lain. Ia akan meningkatkan moral dan membentengi jiwa dan iman para anak dari hal-hal negatif. ”Karena moral itu berkaitan dengan segalanya,” katanya. (ceu)