Selasa, 3 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13873

Tim Teknis Janji Perjuangkan UWTO Dihapus, HGB Jadi Hak Milik

0
Ketua RW 31 Kelurahan Belian Kecamata Batamkota, Pian Ansori memasang spanduk yang bertuliskan warga mendukung penghapusan Uang Wajib Tahunan (UWTO) yang dipasang di Perumahan BSI , Kamis (5/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Ketua RW 31 Kelurahan Belian Kecamata Batamkota, Pian Ansori memasang spanduk yang bertuliskan warga mendukung penghapusan Uang Wajib Tahunan (UWTO) yang dipasang di Perumahan BSI , Kamis (5/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Anggota Tim Teknis Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (DK PBPB) Batam, Wan Darussalam menjanjikan akan memperjuangkan penghapusan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) untuk wilayah di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Khususnya permukiman penduduk.

“Sesuai arahan Menko Perekonomian (Darmin Nasution) bahwa di luar KEK, khususnya kawasan permukiman tidak dipungut UWTO,” ujar Wan Darussalam yang ditunjuk jadi anggota Tim Teknis mewakili anggota DK PBPB Batam, Wali Kota Batam, Rudi, Jumat (6/5/2016).

Tak hanya menghapus UWTO bagi pemukiman, Wan juga mengatakan bakal turut menyuarakan agar status pemakaian lahan di Batam diubah. Jika sebelumnya masyarakat yang bermukim di suatu lahan hanya memegang status Hak Guna Bangunan (HGB), nantinya  diharapkan bakal berubah jadi hak milik.

“Penghapusan UWTO permukiman dan perubahan status HGB jadi hak milik, itu fokus kita nantinya,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batam tersebut.

Menurut Wan, peluang untuk memperjuangkan dua hal itu kian terbuka. Pasalnya, anggota Tim Teknis DK PBPB telah dibagi ke dalam empat kelompok. Yakni, sebut dia, kelompok Legal, Kelompok Lahan dan Tata Ruang, Kelompok Fiskal dan Kelompok Tata Kelola Pemerintahan.

“Kita masuk di Kelompok Lahan dan Tata Ruang serta Kelompok Tata Kelola Pemerintahan,” paparnya.

Tak hanya soal lahan, Wan juga menyebut ia mengemban tugas dari Wali Kota Batam agar turut berupaya menyelesaikan persoalan dualisme kewenangan yang terjadi antara BP dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam selama ini.

“Sehingga hubungan kerja itu jelas dan tegas, wewenangnya dalam bentuk apa, nanti diatur,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wan mengatakan Tim Teknis yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua DK PBPB Batam Nomor 68 Tahun 2016 itu telah memulai rapat pendahuluan di Jakarta pada Jumat (29/4/2016) pekan lalu. Pada rapat perdana itu, Wan juga mengungkap Tim Teknis baru sekadar konsolidasi lantaran baru dibentuk dan menyusun kerja tim.

“Tugas kita itu salah satunya membantu DK PBPB Batam dalam merumuskan kebijaksaan umum, membina, mengawasi dan mengoordinasikan BP Batam,” jelas Wan. (rna/bpos)

Baca Juga:
> Masyarakat Tagih Janji DK Hapuskan UWTO

> Penggalangan Tanda Tangan Hapus UWTO di Batam Dimulai
> Andai UWTO Dihapus Lahan tetap Dikelola BP Batam
> PBB Itu Pajak Kenikmatan, UWTO ialah Pengakuan Hak Menguasai Tanah
> Rudi Ngotot Minta UWTO Dihapus
> Nyat Kadir Ngotot UWTO Minta Dihapus
> Formulasi Pembayaran UWTO & PBB Ditata Ulang
> Hatanto: UWTO Tidak Akan Dihapus
> PBB Itu Pajak Kenikmatan, UWTO ialah Pengakuan Hak Menguasai Tanah
> UWTO Bakal Dihapus, Status Lahan Pemukiman Penduduk Menjadi Hak Milik
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

 

18 Rumah Warga Pulau Buluh Hancur Diterjang Puting Beliung

0
puting beliung. foto: istimewa
puting beliung. foto: istimewa

batampos.co.id – Sedikitnya 18 rumah warga di RT03/RW01 Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Batam, porak poranda diterjang angin puting beliung, Kamis siang (6/5/2016) lalu.

Rumah-rumah yang rusak umumnya rumah yang berdiri di pesisir pantai yang separuhnya berada di atas air laut.  Tidak ada korban jiwa dalam insiden bencana alam itu, namun kerugian warga atas kerusakan rumah mereka mencapai ratusan juta rupiah.

Angin taung sebutan bagi warga pulau Buluh untuk angin puting beliung itu terjadi saat pemukiman mereka sedang diguyur hujan lebat. Warga yang sedang istrahat siang karena di luar rumah hujan deras mendadak panik ketika atap rumah warga yang berada di pesisir pantai berterbangan ke arah darat.

“Mulanya hujan dan petir biasa, tapi sekitar pukul 13.30 WIB, mendadak ada angin kencang dari arah pulau Bulang, atap rumah kami bagian belakang langsung terbang ke arah Masjid,” kata Lisa warga yang rumahnya rusak diterjang puting beliung.

Keluarga Lisa sempat kewalahan menyelamatkan diri saat atap rumah mereka diterbangkan angin, sebab Ramli (53) ayah  mereka sedang sakit. “Barang-barang semua basah karena hujan, sebab atap sudah tak ada. Kami sibuk angkat bapak karena bapak sakit,” kata Lisa.

Tidak saja keluarga Lisa, keluarga Laili  juga mengalami nasib yang sama. Rumah kelong mereka yang baru dibangun juga kembali ambruk akibat angin kencang itu.

“Kalau rumah saya bukan atap, kayu-kayu dalam bangunan banyak yang patah karena angin sangat kencang dan cepat. Angin dari arah pulau Bulang,” kata Laili.

Keluarga Laili bahkan nyaris terluka karena separuh bangunan rumah ke bagian laut ikut tubuh.

“Tapi Alhamdulilah, Allah masih lindungi kami sekeluarga. Kami cepat-cepat keluar sebelum rumah ini roboh,” kata Laili disela-sela kegiatanya membersihkan bangunan rumah yang sudah roboh itu, Jumat (6/5/2016).

Menurut Ketua RT03 Zulhaimi, total ada 18 rumah warga yang rusak diterjang angin puting beliung tersebut.

“Semuanya di RT saya. Yang rusak paling parah ada empat rumah,” kata Zulhaimi.

Empat rumah yang rusak parah itu itu milik keluarga Ramli, Nazir, Tukoi dan Thomas Tali. Kerusakan empat rumah itu tidak hanya bagian atap tapi juga bagian dalam rumah.

“Hampir ambruk semuanyalah kalau dibilang. Semua barang mereka rusak. Mereka saat ini harus mengungsi ke rumah saudara mereka karena rumah mereka tidak bisa ditempati lagi. Sudah bolong semua atapnya,” kata Zulhaimi.

Bencana alam yang memporak porandakan belasan rumah warga itu, sambung Zulhaimi sudah disampaikan ke pihak pemerintah dan pihak kepolisian. Namun sampai siang kemarin belum ada tindak lanjut terkait laporan tersebut.

“Pemerintah dan aparat terkait baru melihat sekilas pagi tadi. Untuk tindak lanjut belum ada,” kata Zulhaimi.

Jumat siang, sejumlah warga di sana tampak sedang bergotong royong membantu para korban untuk membereskan kembali rumah-rumah yang rusak.

“Warga hanya bisa membereskan isi rumah yang roboh itu. Kalau mau perbaikan lagi belum karena semua masih sibuk dan tidak sedikit rumah warga yang rusak,” kata Zulhaimi.

Warga yang terkena musibah puting beliung sangat berharap uluran tangan pemerintah agar rumah-rumah mereka kembali diperbaiki secapatnya.

“Ini bukan unsur kesengajaan, ini bencana alam, harapan kami adalah bantuan dari pemerintah kepada mereka yang terkena musibah ini,” tutur Zulhimi.

Sementara itu, Ramhan warga lainnya, menuturkan angin puting beliung yang menerjang pemukiman warga di pulau Buluh itu sempat menghanyutkan sebuah tongkang yang sedang lego jangkar di pearian dekat pulau Buluh.

Jangkar tongkang kosong tersebut putus dan tongkang sempat hanyut hingga ke pemukiman warga pulau Buluh dan nyaris membawa petaka yang lebih besar bagi pemukiman warga setempat.

“Sudah dekat ke rumah-rumah ini, tapi untung warga yang punya boat keluar menarik kembali Tongkang itu ke tengah laut. Sempat tak dihalangi habis semua rumah-rumah ini.  Ada sekitar 30 boat kami tarik Tongkang itu,” kata Ramli.

Ramli menyebutkan, angin taung yang melanda wilayah tersebut bukan kali pertama. Lokasi pulau Buluh bisa dikatakan langganan angin puting Beliung setiap tahunnya. Namun kerusakan yang paling parah baru kali ini.

“Setiap tahun memang ada tapi inilah yang paling parah. Tak tahu tanda-tanda apa ini,” kata Ramli.

Ramli dan warga sekitar berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk membantu warga yang terkena musibah serta memikirkan cara pencegahan atau peringatan sebelum musibah itu datang.

“Karena ini kampung Tua dan sejarah kota Batam juga,” tutur Ramli. (eja/bp)

Kecelakaan Maut di Depan Perumahan BCL

0
Korban tewas tergelatk di tengah jalan berlumuran darah. Foto: maria pauzi/facebook/WB
Korban tewas tergelatk di tengah jalan berlumuran darah. Foto: maria pauzi/facebook/WB

batampos.co.id – Kecelakaan mau terjadi di ruas jalan tak jauh dari perumahan dsan toko (Ruko) BCL, tak jauh dari perempatan Bandara Hang Nadim Batam, Jumat sore (6/5/2016) sekitar 30 menit yang lalu.

Pengendara sepeda motor BP ?248 HE bertabrakan dengan lori. Pengendara motor terlindas lori di bagian punggung dan langsung meninggal dunia di tempat kejadian.

Motor korban tewas yang ditabrak lori. Foto: maria pauzi/facebook/WB
Motor korban tewas yang ditabrak lori. Foto: maria pauzi/facebook/WB

Informasi kecelakaan ini disampaikan Maria Pauzi di dinding facebooknya yang ditautkan dengan facebook wajah batam.

“Bagi yang kenal mohon laporkan ke keluarganya,” tulis Maria.

Hingga foto kecelakaan itu diunggah, jenazah pria ini belum dievakuasi. Beberapa pengguna jalan yang melintas hanya memandanginya. (Nur)

Ibu Feby Maafkan Pembunuh Anaknya

0
Eko Agus Nugroho (kiri) petugas kebersihan UGM yang membunuh Feby Kurnia (kanan). Foto: jpgrup
Eko Agus Nugroho (kiri) petugas kebersihan UGM yang membunuh Feby Kurnia (kanan). Foto: jpgrup

batampos.co.id – Nurcahaya Ningsih (48), ibu Feby Kurnia Nuraisyah Siregar (19), mahasiswis Geofisika FMIPA UGM asal Batam yang menjadi korban pembunuhan di toilet lantai 5 Fakultas FMIPA UGM, mengaku sudah memaafkan pelaku.

Meski begitu, Ningsih berharap pelaku bisa mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

“Kalau dimaafkan, saya sudah memaafkan pelaku itu. Tapi untuk proses hukum, kami ingin tetap berjalan,” kata Ningsih, Jumat (6/5/2016).

Ningsih menuturkan sejak kepergian putri sulungnya, ia sekeluarga telah menerima dengan ikhlas lahir batin atas apa yang terjadi terhadap putrinya.

“Kami sudah ikhlas atas kepergian Feby. Semua yang terjadi itu atas kehendak Allah,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Feby Kurnia Nuraisyah Siregar (19) dinyatakan hilang sejak Kamis, 28 April 2016. Terakhir kali Feby diketahui berangkat menuju kampusnya pada Rabu, 27 April 2016 sekitar pukul 07.00 WIB.

Namun, hingga Rabu malam Feby belum juga pulang ke kos. Karena khawatir, teman satu kos Feby yang juga sepupu Feby, Dianti Siregar mencoba menghubungi Feby via telvon. Namun, telvon Feby saat itu masuk tetapi tidak diangkat.

Hingga pada Kamis 28 April 2016 pagi tidak ada kabar juga dari Feby, membuat Dianti langsung melapor kepada pihak kepolisian.

Jenazah Feby sendiri baru ditemukan pada Senin, 2 Mei 2016 oleh petugas keamanan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mencium aroma tidak sedap dari dalam toilet wanita yang ada di lantai 5 kampus UGM tersebut. (eggi)

Baca juga:

> Tersangka Pembunuh Feby Mengakui Perbuatannya, Ia Minta Maaf pada Keluarga

> Hape Feby Kurnia Digadaikan Eko Rp 650 Ribu untuk Beli Susu Anak

> Polisi DIY Cari Tempat Eko Gadaikan Hape Feby Kurnia
> Keluarga Feby Tak Puas dengan Hasil Autopsi RSUP Dr Sardjito
> Dengan Derai Air Mata, Ayah Feby Cium Peti Jenazah Anaknya
> Jenazah Feby Tiba di TPU Taman Langgeng, Walikota Batam Turut Berduka
> Jenazah Feby Langsung Disalatkan dan Bersiap Dimakamkan
> Jenazah Feby Kurnia Tiba di Rumah Duka Disambut Derai Air Mata
> Jenazah Feby Kurnia Tiba di Batam, Dimakamkan di TPU Seipanas
> Direskrimum Polda DIY Benarkan Pembunuh Mahasiswi UGM Feby Kurnia Sudah Ditangkap
> Feby Kurnia Dicekik hingga Tewas, Bukan Dijerat Tali
> Pembunuh Mahasiswi UGM Asal Batam Feby Kurnia Ditangkap
> Selidiki Zat Beracun, Tim Forensik Uji Lab Sampel Tubuh Feby Kurnia
> Hasil Autopsi Feby Kurnia: Luka Seperti Jeratan Tali Ternyata Lipatan Leher
> Komunikasi Terakhir (Feby) dengan Ibunya
> Feby Kurnia Dalam Kenangan Batam Pos
> CCTV UGM Mati, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Feby Kurnia
> Saat di SMKN 1 Batam, Feby Kurnia Dijuluki Titisan Einstein
> Feby Kurnia: I’m fine here mam…
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

PKB Dukung Tahlilan 40 Hari Wafatnya Sani

0
PKB Kepri menyumbang Al-Quran untuk acara tahlilan almarhum HM Sani. foto:rezza herdiyanto/batampos
PKB Kepri menyumbang Al-Quran untuk acara tahlilan almarhum HM Sani. foto:rezza herdiyanto/batampos

batampos.co.id – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Kepri menyumbang Alquran untuk acara tahlilan almarhum HM Sani ke 40. Secara simbolis bantuan diberikan langsung Ketua DPW PKB Kepri Abdul Basyid Has, kepada Penggagas Gerakan Sejuta Melayu (GSM) Oktavio Bintana di Gedung Graha Pena, Kamis (5/5).

“Kita mendukung acara yang diselenggarakan GSM,” kata Aabdul Basyid ditemani jajaran pengurus DPW PKB Kepri.

Pihaknya menginstuksikan Koordinator Wilayah (Korwil) dan Kooordinatror Daerah (Korda) Nusantara mengaji PKB se-Kepri untuk mendoakan mendiang HM Sani. “Dalam acara nusantara mengaji, juga turut mendoakan mendiang,” kata Abdul Basyid.

Penggagas GSM Oktavio Bintana, mengatakan, persiapan tahlilan serentak di kabupeten/kota sudah matang. Panitia di sebagian besar kabupten dan kota sudah dibentuk.

GSM, sambung Vio, mendapatkan dukungan kepala daerah dan sebagian besar masyarakat. “Tinggal Kabupeten Lingga yang belum kita bentuk (kepanitiaan, red),” kata pria yang akrab disapa Vio ini.

Acara tahlilan serentak di kabuten dan kota di Kepri mendoakan almarhuhum HM Sani. “Sekaligus mendoakan Kepri, agar tetap aman dan tentram,” tutupnya. (hgt/bpos)

Galang Forum RT dan RW, Warga Tolak Bayar UWTO

0
Ketua RW 31 Kelurahan Belian Kecamata Batamkota, Pian Ansori memasang spanduk yang bertuliskan warga mendukung penghapusan Uang Wajib Tahunan (UWTO) yang dipasang  di Perumahan BSI , Kamis (5/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Ketua RW 31 Kelurahan Belian Kecamata Batamkota, Pian Ansori memasang spanduk yang bertuliskan warga mendukung penghapusan Uang Wajib Tahunan (UWTO) yang dipasang di Perumahan BSI , Kamis (5/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebagian besar masyarakat di Kota Batam menginginkan penghapusan Uang Wajib Tahunan Otorita Batam (UWTO). Iuran yang sudah dipungut Badan Pengusahaan (BP) Batam selama puluhan tahun itu memberatkan masyarakat.

“Apalagi perekonomian sedang lesu, perusahaan pada tutup, pekerja banyak yang dipecat,” kata Ketua RW 31 Kelurahan Belian, Kecamatan Batamkota, Pian Ansori, Kamis (5/5).

Pian mengatakan, masyarakat cukup membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).”Jangan dibebani lagi dengan pungutan BP Batam,” katanya lagi.

Warga beserta perangkat RT yang berada di bawahnya sambung Pian mendukung penghapusan UWTO. Bahkan warganya di perumahan BSI berinisiatif membuat spanduk yang dipasang di depan gerbang perumahan.

Bukan hanya UWTO, sarganya sambung Pian juga meminta penggantian status lahan, dari dari Hak Guna Bangunan menjadi hak milik.”Sampai ada regulasi yang jelas, kita takan membayar UWTO,” ancamnya.

Pihaknya akan menggalang dukungan melalui Forum RT RW. Selain masayarakat, Pian berharap Pemerintah juga ikut memperjuangkan keinginan masyarakat tersebut. “Kita akan buat surat melalui Kecamatan,” bebernya.

Terpisah, Nur Warga Perumahan Frensiana Garden mengatakan, Wali Kota Batam yang masuk dalam struktur Dewan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (DK) Batam diharapkan bisa merealisasikan penghapusan UWTO. “Percuma saja masuk struktur DK, kalau tak bisa memperjuangkan keinginan masyarakat,” katanya.

Wanita dua anak ini menambahkan, sebelum unsur pimpinan BP Batam dilantik, DK menjanjikan penghapusan UWTO. Tidak boleh tumpang tindih pembayaran. “Kita tagih janjinya, jangan hanya cuap-cuap saja,” ungkapnya lagi.

Ia juga meminta unsur pimpinan BP Batam yang baru turut memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak. Jangan hanya kepentingan sekelompok orang, serta keinginan pusat semata.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak mengatakan, aturan menganai UWTO tidak jelas. BP Batam tak memiliki landasan hukum untuk memungut iuran tersebut. Setelah Otorita Batam (OB) berganti menjadi Badan Pengusahaan (BP) Batam, idealnya UWTO juga dihentikan.

“Sampai kini saya bertanya-tanya acuan hukumnya. Namanya saja uang tahunan Otorita, sedangkan otorita sudah tak ada lagi,” beber Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batam ini.

Selain itu, pernyataan Pimpinan BP Batam yang baru, untuk memungut UWTO tak sinkron dengan pernyatan (DK) Batam. “Ketua DK yang menyampaikan langsung, takkan ada dua pungutan. Salah satu janjinya menghapuskan UWTO,” kata Jefri.

Jefri menyampaikan, hal tersebut dijanjikan DK, karena keberadaannya memberatkan masyarakat yang juga dibebani PBB. Namun janji yang menjadi harapan masyarakat itu dihapus oleh BP Batam. “Jelas masyarakat kecewa,” harapnya.

Beberapa waktu lalu, Wali Kota Batam selaku anggota DK Batam mendapatkan informasi jika aset BP Batam akan diserahkan. BP Hanya fokus mengurus investasi serta pariwisata. “Itupun dibantahnya. Jadi siapa yang benar, DK atau BP Batam,” kata Jefri.

Hal tersebut menandakan ketidak harmonisan serta kesinergian kedua lembaga. “Hal kecil ini saja gak sejalan, apalagi yang lainnya,” tutur Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam lainya, Dandis Rajagukguk menyampaikan, BP Batam harusnya tak mengelola jalan-jalan kecil. Fokus saja terhadap persoalan investasi dan pariwisata. (hgt)

Baca juga:

> REI Batam: Penghapusan UWTO Tingkatkan Penjualan Properti

> DPRD Batam: UWTO Beratkan Masyarakat

> Masyarakat Tagih Janji DK Hapuskan UWTO

> Penggalangan Tanda Tangan Hapus UWTO di Batam Dimulai
> Andai UWTO Dihapus Lahan tetap Dikelola BP Batam
> PBB Itu Pajak Kenikmatan, UWTO ialah Pengakuan Hak Menguasai Tanah
> Rudi Ngotot Minta UWTO Dihapus
> Nyat Kadir Ngotot UWTO Minta Dihapus
> Formulasi Pembayaran UWTO & PBB Ditata Ulang
> Hatanto: UWTO Tidak Akan Dihapus
> PBB Itu Pajak Kenikmatan, UWTO ialah Pengakuan Hak Menguasai Tanah
> UWTO Bakal Dihapus, Status Lahan Pemukiman Penduduk Menjadi Hak Milik
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

Libur, Ribuan Wisatawan Serbu Batam

0
Wisatawan dan warga Batam berfoto dengan latar belakang Jembatan Barelang saat menikmati liburan. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Wisatawan dan warga Batam berfoto dengan latar belakang Jembatan Barelang saat menikmati liburan. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Memasuki hari pertama libur, ribuan wisatawan luar Pulau Batam padati Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS). Pelancong ini berencana akan menghabiskan waktu libur mereka di Batam dan Singapura.

“Saya di Batam transit saja, besok mau jalan-jalan ke Singapure bawa anak liburan,” kata Rudi penumpang kapal asal Tanjungbalai Karimun, Kamis (5/5).

Kepala Syahbandar Pelabuhan Sekupang, Komaruddin mengatakan liburan hari pertama ini terjadi peningkatan penumpang hingga 30 persen. “1000 lebih lah yang masuk, tapi jumlah pastinya besoklah,” kata dia.

Pihaknya juga memastikan tidak ada masalah saat keberangkatan termasuk cuaca dan kelebihan penumpang.

“Saat ini cuaca masih aman, kita terus berkoordinasi dengan kapten kapal dan pihak pelabuhan di daerah lain seperti Tanjungbatu,” jelasnya.

Meskipun hari pertama libur belum banyak penumpang yang bepergian ke luar Batam, pihaknya tetap menyediakan tiga kapal cadangan.

Peningkatan volume wisatawan juga terjadi di Pelabuhan Internasional Sekupang. Ratusan wisatawan asing sudah mulai terlihat ramai sejak pukul 10.00 WIB. “Internasional kita meningkat hingga 50 persen,” ujar Komaruddin.

Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id) di lapangan, puluhan bus sudah antri menunggu wisatawan dari Singapura. “Hari ini kita ada tiga trip jemputan,” ujar Doni salah seorang sopir travel yang sedang menunggu tamu. (cr17)

13 Terpidana Mati akan Dieksekusi, 3 dari Batam

0
Ilustrasi eksekusi mati. Foto: istimewa
Ilustrasi eksekusi mati. Foto: istimewa

batampos.co.id – Polda Jawa Tengah kini bersiaga untuk melaksanakan eksekusi mati jilid III terhadap 13 terpidana mati dari berbagai daerah di Indonesia yang pelaksanaanya disatukan di Nusakambangan. Dari 13 nama itu, diperkirakan 3 dari Batam.

Baca Juga: Tahun Ini 3 dari 11 Terpidana Mati dari Batam Dieksekusi

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Aloysius Liliek Darmanto membenarkan ada 13 terpidana mati. Namun, ia merahasiakan nama-namanya dan daerah asalnya.

”Jumlahnya ada 13 orang,” katanya seperti diberitakan Radar Semarang (grup batampos.co.id), Jumat (6/5/2016). “Itu sama dengan jumlah orang yang kena luka tembak teror di Magelang lalu, 13 orang.”

Soal regu tembak, Polda yang kini dipimpin Irjen Condro Kirono itu sudah menyiapkan regu tembak untuk membantu kejaksaan mengeksekusi putusan. Polda Jateng bahkan sudah menyiapkan regu tembak dari Brigade Mobil (Brimob).

Soal lokasi persis eksekusi, Aloysius mengatakan, sama dengan lokasi eksekusi tahap pertama dan kedua, yakni Lapangan Limus Buntu Nusakambangan.

”Rencananya sama seperti eksekusi mati jilid pertama dan jilid dua,” tuturnya.

Apakah ada nama Mary Jane Veloso dalam daftar terpidana mati yang akan dieksekusi? Liliek enggan menjelaskan. Dia beralasan masih menunggu informasi dari Kejaksaan Agung.

”Kami belum dapat informasi dari Kejagung, termasuk soal Mary Jane. Tinggal tunggu aba-aba dari Kejaksaan Agung,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Biro Operasi Polda Jateng, Kombes Pol Tatang mengaku belum menerima surat dari Kejaksaan Agung terkait rencana eksekusi mati tersebut. ”Belum ada komunikasi yang intens,” katanya.

Meski demikian, Tatang mengaku telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya memastikan kondisi lapangan tembak Limus Buntu di Nusakambangan, seperti halnya eksekusi tahap I dan II.

”Kemarin Pak Kapolda baru (Irjen Pol Condro Kirono) sudah melihat situasi dan lokasi di sana (Nusakambangan). Kalau ada instruksi, ya kita siap,” ujarnya.

Sementara itu, untuk terpidana mati dari Batam, ada 11 orang. Tiga diantaranya sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Artinya sudah bisa dieksekusi karena upaya hukumnya sudah habis.

Kepala Kejari Batam Mohammad Mikroj pada 7 April 2016 lalu mengatakan, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Kejagung apakah terpidana mati di Batam akan ada yang diesekusi tahun ini.

Dikatakan Mikroj, Kejari Batam nantinya akan mengikuti jadwal yang telah ditentukan Kejagung. Apabila ada terpidana mati di Batam yang dieksekusi tahun ini, pihaknya akan segera menyiapkan.

Menurut dia, kalaupun ada terpidana yang akan dieksekusi tahun ini, pastinya dilakukan bukan di Batam, melainkan di Lapas Nusakambangan.

“Disatukan karena anggaran untuk eksekusi cukup besar,” ujarnya.

Lagian lanjut Mikroj, beberapa terpidana mati di Batam masih memiliki upaya hukum. “Sebagian dari mereka masih tahap kasasi,” ujar Mikroj lagi.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tembesi, Batam, Farhan Hidayat merincikan saat ini ada 11 narapidana yang divonis mati. Dari 11 terpidana mati itu 6 orang kasus narkoba, 5 orang kasus pembunuhan sadis.

Yang menempuh upaya Peninjuan Kembali (PK) kasus pembunuhan ada tiga napi diantaranya berinisial RF dan RS. Sedangkan kasus narkoba berinisial PL, AH dan SU.

“Kalau terpidana mati He, Ro, dan Yh, kasasi mereka ditolak Mahkamah Agung (MA),” ujarnya.

Menurutnya, eksekutor bukanlah dari lapas melainkan kejaksaan. “Dimana dan kapannya, sifatnya rahasia, kejaksaan yang memutuskan itu,” pungkasnya. (mha/aro/ce1/jpg/ara/jpnn/she/nur)

Tunjuk Pulau Tunjuk

0

batampos.co.id –   Tertarik ke Pulau Tunjuk? Anda bisa melalui pelabuah rakyat di Jembatan 2. Bisa pulau melalui pelabuhan rakyat Punggur.

Tak Ada Hasil, Tim Yustisi Sampah Malah Bebani Anggaran

0
Tumpukan sampah di Jalan Laksamana Bintan, Seipanas, Batamcentre. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Tumpukan sampah di Jalan Laksamana Bintan, Seipanas, Batamcentre. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam mempertanyakan kinerja tim yustisi penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2013 tentang pengelolaan sampah. Hingga kini, masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan di tepi jalan umum.

”Tidak ada pengawasan, apalagi tindakan. Kalau hanya membebani anggaran buat apa,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono, Rabu (5/5).

Menurut Djoko, hampir di setiap Kecamatan ada tumpukan sampah, baik di perumahan maupun jalanan umum. ”Sudah sistem pengangkutan buruk, penegakan juga tidak ada,” katanya lagi.

Padahal Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) sudah di-back up pihak ketiga, bahkan dibantu Kecamatan. Namun permasalahan sampah seakan tidak ada habisnya.

”Anggaran besar, tapi tidak ada hasil,” ungkapnya lagi. Menurut Djoko, pengelolaan sampah di Batam Kalah dengan Kota Surabaya. ”Anggarannya hampir sama, tapi hasilnya sangat memuasakan,” ungkap Djoko.

Anggota Komisi III lainnya, Muhammad Yunus Muda mengatakan anggaran pengangkutan sampah di Kota Surabaya Rp130 miliar per tahun. Sedangkan anggaran Kota Batam Rp110 miliar per tahun.

”Bedanya tidak terlalu jauh, bahkan besaran kita.Karena mereka (Surabaya) mengurus 3 juta penduduk, sedangkan Batam hanya 1,3 juta saja,” tuturnya.

Kota Surabaya lanjutnya, masih memberikan kesempatan pihak ketiga untuk mengelola sampah. Sekitar 60 persen yang diswakelolakan, sisanya diberikan kepada pihak ketiga. “Ada pembandingan,” tuturnya.

Surabaya juga berhasil mengelola taman-taman kotanya, jauh dibandingkan Batam. ”Padahal anggarannya tidak terpaut jauh,” tutup Djoko.

Terkait permsalahan ini Kepala DKP Kota Batam, Sulaiman Nababan tak berhasil dikonfirmasi. Beberapakali dihubungi melalui ponselnya takkan diangkat, pesan singkat (SMS) hingga berita ini diturunkan tak mendapatkan balasan. (hgt)