Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 13894

9 Tokoh Batam Madani

0

batampos.co.id – Pemko Batam kembali memberikan Anugerah Batam Madani kepada sembilan tokoh yang dinilai berkontribusi besar dalam pembangunan Kota Batam sebagai Kota Madani. Penghargaan diserahkan dalam puncak acara peringatan HUT ke-178 Batam di Radisson Hotel Batam, Minggu (18/12) malam.

Kesembilan tokoh itu ialah

  1. Mantan wali kota Batam Ahmad Dahlan – tokoh sejarawan Melayu
  2. Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto – tokoh bidang sosial politik
  3. Agussahiman – tokoh birokrasi
  4. Haerul Shaleh – tokoh agama
  5. Beleus Hasibuan – tokoh masyarakat
  6. Ade P Nasution tokoh pendidikan
  7. Raja Muhammad Zen – tokoh adat
  8. Gusnawati – tokoh bidang sosial dan wanita
  9. Hamzah – tokoh pengusaha.

Mewakili para penerima penghargaan, Nuryanto mengajak semua pihak kembali menyatukan tekad membangun Batam menjadi Kota Madani. Yang tidak saja maju di bidang industri dan sektor ekonomi, tetapi juga di sektor pendidikan, keagamaan, seni, dan budaya.

“Marilah kita semua saling bergandengan tangan bersama-sama membangun kejayaan Batam,” kata pria yang akrab disapa Cak Nur ini.

Dalam kesempatan itu Cak Nur juga kembali mengingatkan seluruh pihak untuk mengesampingkan ego sektoral dalam membangun Batam. Sebab konflik kewenangan yang berlarut akan menghambat pembangunan di kota ini.

Kata dia, saat ini negara tetangga tengah berlomba menciptakan sejumlah daya tarik bagi para investor. Seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, bahkan Cina. Jika para pemangku kekuasaan di Batam tidak mau bergandengan tangan membangun kota ini, maka semua potensi yang ada di Batam akan hilang.

“Kalau kita terus berkonflik, negara lain akan memanfaatkannya,” katanya.

Sementara itu ketua panitia HUT 187 Batam, Jefridin, mengatakan berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka memperingati hari jadi Batam pada tahun 2016 ini. Di antaranya gotong royong di setiap kecamatan, ziarah ke makam zuriat Nong Isa serta lomba menulis surat untuk Wali Kota Batam yang digagas oleh Jurnalis Perempuan (Jupe) Kota Batam bekerjasama dengan Pemerintah Kota Batam.

Acara puncak peringatan HUT ke-187 Batam tadi malam cukup meriah dengan berbagai hiburan. Termasuk penampilan dari artis ibukota, Siti Liza. (cr15)

Panti Pijat Plus-plus di Batam masih Ada yang Buka

0
Foto.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Panti pijat plus-plus masih beroperasi di Batam.

Di kawasan belakang Pasar Pancur, Sei Beduk terdapat panti pijat yang dapat beroperasi dengan leluasa.

“Sudah lama bukanya, dan ada izinnya dari pemerintah setempat,” kata terapis  di sebuah Massage Tradisional, Sisi (35) kepada koran Batam Pos.

Dikatakan Wanita kelahiran Bengkulu itu, sebelumnya juga pernah ada panti pijat yang buka di depan Idaman Massage. Namun belakangan ditutup oleh pihak Kecamatan, lantaran tidak memiliki izin usaha.

“Kemarin ada satu lagi. Tapi sudah ditutup,” katanya.

Camat Seibeduk, Science Taufik Riyadi saat dikonfirmasi, mengaku belum mengetahui terkait dengan dibukanya usaha panti pijat di wilayahnya.

Dia membantah telah memberikan izin terhadap panti pijat tersebut, karena Kecamatan hanya mengeluarkan SKDU/domisili usaha.

“Kami tidak pernah kasih izin, tapi hanya domisili usaha saja,” terangnya. (cr20/iil/JPG)

Warga Singapura Akhiri Hidup di Batam

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Mydin, 44, seorang warga negara Singapura bunuh diri di Batam.

Mydin ditemukan tewas tergantung di tempat tinggalnya, di apartemen Imperium lantai 17 blok B nomor 11, Batam, Kepri.

Ia diduga sudah meninggal lebih dari tiga hari. Sebab, saat ditemukan kondisinya sudah dalam keadaan membusuk.

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota Iptu Ikhtiar Nazara menjelaskan, pada Rabu (14/12) lalu, Mydin sempat mengirimkan SMS kepada istrinya Daliawati sekitar pukul 23.30 WIB.

Dalam pesan singkat itu, ia mengatakan akan bunuh diri karena banyaknya masalah dalam hidupnya.

“Kami bertemu istrinya tadi di TKP, dari keterangan istrinya, suaminya itu sempat mengirim pesan kepadanya hendak bunuh diri. Karena waktu itu sudah malam, istrinya kemudian mengabaikan SMS itu dan nyuruh tidur,” ujarnya.

Setelah mendapatkan SMS itu, dalam beberapa hari kemudian, Daliawati mencoba menghubungi Mydin melalui telepon.

Namun tidak pernah tersambung, hingga akhirnya Daliawati bersama anaknya memutuskan ke Batam dan mendatangi apartemen suaminya itu.

“Istrinya datang hari ini tadi. Kemudian mencium bau tidak sedap dari kamar yang dihuni suaminya. Karena pintu kamar terkunci, ia meminta bantuan sama sekuriti dan maintenance apartemen,” lanjutnya.

Setelah pintu kamar berhasil dibuka, istrinya menemukan Mydin dalam posisi tergantung dengan menggunakan tali skipping yang dikaitkannya ke plafon kamarnya.

“Saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi dan sedang dilakukan penyelidikan,” imbuhnya.  (cr1/ray/jpnn)

Khidmat, Perayaan Natal Bersama Keluarag Besar BP Batam

0

batampos.co.id – Sabtu (17/12) sore di Ruang Balairungsari, Gedung Utama BP Batam, BP Batam merayakan natal bersama ratusan karyawan/i dan keluarga besar.

Perayaan kali ini mengusung tema Kerja Nyata untuk Perubahan, perayaan natal menyuntikkan semangat Pelayanan Prima, Profesionalisme, Inovasi, Integritas dan jiwa Entrepreneurship, untuk meningkatkan kinerja BP Batam.

Acara diawali dengan kebaktian oleh karyawan/i beserta anak dan keluarga dengan doa pembuka oleh Pdt. Nimrod P. Simanjuntak, S.Th dan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Frans Iwanda Sianipar, M.Th dari Kementerian Agama.

Perayaan natal turut dihadiri oleh Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro.

Dalam sambutannya ia mengatakan tema yang diambil sangatlah tepat untuk memberi semangat perubahan sesuai firman yang diambil bahwa “Tangan Orang Rajin Memegang Kekuasaan, Tetapi Kemalasan Mengakibatkan Kerja Paksa”.

Semangat dalam bekerja akan berdampak pada Pelayanan yang Prima, tumbuhnya jiwa Profesionalisme, Inovasi, Integritas dan jiwa Entrepreneurship untuk meningkatkan kinerja BP Batam.

Kehadiran Hatanto merupakan bentuk solidaritas dan rasa saling menghargai sesama umat beragama sebagaimana semua agama mengajarkan untuk saling mengasihi sesama umat.

Sementara itu ketua panitia natal tahun 2016 Ferry Wise Manullang mengatakan dalam perayaan natal tahun ini BP Batam melakukan sejumlah rangkaian kegiatan berbagi diantaranya Kerja bakti gotong royong HKBP Batam Centre, Berbagi dengan para napi dengan perayaan natal di lapas barelang, Bakti sosial dengan anak panti asuhan yang berasal dari Papua, dan penyerahan bingkisan natal kepada Yayasan Mentari Papua yang diserahkan Kepala BP Batam beserta Ibu Elliane Reksodipoetro saat perayaan natal berlangsung.

Kegiatan juga dihadiri oleh Anggota 3/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Eko Santoso Budianto beserta Ibu, Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Lainnya Purba Robert M Sianipar beserta Ibu dan diramaikan 349 kristiani karyawan/i BP Batam dan keluarga besar. ***

Warga Sei Beduk Tagih Janji Jalan Diperbaiki

0
Pengendara sepeda motor melintas di jalan alternatif yang dibangun Pemko Batam, jalan ini dinilai tak efektif. Warga berharap jalan Bukit Kemuning yang putus segera diperbaiki. Foto Adiansyah/Batam Pos

batampos.co.id – Hampir setahun, semenjak Minggu (3/1) lalu terputus, jalan Bukit Kemuning tak kunjung diperbaiki. Warga berharap jalan itu segera diperbaiki.

“Sejak putus, kami harus lewati jalan pintu III. Jalan itu (jalan pintu III, red) rusak juga,” keluh warga Mangsang, Burhan, Jumat (16/12).

Sejatinya Pemko Batam telah membuat jalan alternatif untuk warga, jalan ini melintas di samping komplek Bidadari Mangsang. Namun kondisi jalan tak layak, jika hujan jalan tersebut tak ada yang pakai karena terjal dan juga licin.

“Nggak hujan saja, perlu hati-hati karenakan masih tanah kalau nggak tersandung dan bisa jatuh kita,” ucap Burhan.

Warga Puri Agung IV, Riska berharap jalan Bukit Kemuning yang putus segera diperbaiki, agar warga Seibeduk yang biasa melintas di jalan itu tak lagi jauh-jauh melintas di jalan Pintu III.

“Sering macet juga kalau lewat pintu III itu, rusak jalannya dan banyak kendaraan,” keluhnya.

Harapan masyarakat sepertinya akan lama terealisasi, pasalnya Pemko Batam dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) baru akan mengusulkan anggaran tahun 2017 ini.

“Kapan pengerjaannya belum tahu. Pengusulan saja kan belum,” ucap Kepala Dinas PU, Yumasnur. (cr13)

 

Kepala BKKBN Janji Bantu Kebutuhan Kampung KB

0
foto: jonson / pos metro

batampos.co.id – Indonesia sedang mengalami masalah kependudukan di berbagai wilayah. Karena itu, BKKBN mengajak semua masyarakat untuk menjalankan program KB yang sudah dicanangkan oleh pemerintah.

“Sekarang bangsa kita sedang menghadapi masalah kependudukan, maka program KB ini harus dijalankan,” ujar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty.

Pesan itu ia sampaikan saat melakukan kunjungan ke kampung KB di kampung tua Dapur 12, kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Jumat (16/12) sore.

Kunjungan kepala BKKBN itu juga dihadiri oleh anggota Komisi X DPR RI, Siti Sarwindah, Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad dan undangan lainnya. Berbagai ucapan untuk melancarkan program kampung KB juga disampaikan di hadapan para warga.

Surya Chandra Surapaty menuturkan, dibentuknya Kampung Keluarga Berencana (KB) di kampung Tua Sagulung merupakan program dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Dengan ini, maka masyarakat di wilayah miskin, padat penduduk, daerah tertinggal, terpencil, dan wilayah nelayan di seluruh tanah air dapat merasakan program pembangunan Kampung KB secara langsung.

Untuk kedepannya, Surya sangat berharap agar masyarakat menjalankan program pemerintah ini demi meningkatkan  kualitas hidup. Sementara pembangunan Kampung KB merupakan tanggung jawab lintas sektoral, sehingga pembangunan kampung KB diharapkan berjalan dengan baik.

“Apapun yang diperlukan kampung KB, kami akan selalu membantunya,” ucapnya, seperti dikutip posmetro.

Dalam acara ini, Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad menyampaikan sangat mendukung program pemerintah pusat. Dia juga berharap supaya Kampung KB Dapur 12 dapat menjadi contoh dan referensi Kampung KB di tingkatkan nasional.

“Apa yang dicanangkan pemerintah kami siap menjalankan programnya. Pertemuan ini mudah-mudahan dapat memberikan arti dan makna khususnya Kampung Tua Dapur 12,” ujar Amsakar.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI, Siti Sarwindah mengatakan Kampung KB merupakan progam pemerintah nawacita. Karena itu, Siti mengajak semua masyarakat untuk menjalankan program KB

“Sekarang bangsa kita sedang menghadapi masalah kependudukan, maka program KB ini harus dijalankan. Dua anak cukup, laki-laki dan perempuan sama saja,” komennya.

Ahmad Karim, Ketua RW9 Kampung Tua Dapur 12 merasa sangat senang dengan adanya program ini. Ia mengatakan, berdirinya Kampung KB merupakan program pemerintah yang dicanangkan sejak 26 Mei2016 lalu.

Menurutnya, Pemko Batam sudah banyak memberikan bantuan sepeti pendirian posko, semenisasi jalan, mengalirkan air ATB dan berbagai banguan lainnya sudah di rasakan oleh warga Kampung Tua Dapur 12.

“Yah, yang pastinya warga Kampung Tua Dapur 12 selalu mendukung program pemerintah,” tutupnya.

Usai kegiatan,  Surya Chandra Surapati bersama Amsakar Ahmad dan tamu undangan lainnya langsung mengunjungi hasil karya tangan dan hasil tani dari warga kampung tua Dapur 12 Sagulung. Bahkan warga juga menawarkan supaya Surya dan Amsakar mencicipi hasil karya tangan warga pinggiran pulau.

“Ini hasil karya kami Pak, silahkan dicicipi,” kata seorang warga. (jho/JPG)

Batam belum Patuh pada Standar Pelayanan Publik

0
lustrasi. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tingkat kepatuhan kota Batam terhadap standar pelayanan publik masih perlu ditingkatkan. Ombudsman RI menempatkan Batam dalam zona kuning.

“Kuning itu artinya sedang tapi tidak bagus,” kata Ketua Ombudsman Kepulauan Riau, Yusron Roni, di sela-sela acara Sosialisasi Pelayanan Publik, Sahabat Ombudsman, dan Saber Pungli di Hotel The Hills, Jumat (16/12).

Batam mendapatkan nilai 53,14. Nilai ini naik dari tahun lalu yang sebesar 50,50. Batam menjadi satu dari 31 kota lainnya di Indonesia yang berada di zona kuning. Namun demikian, kepatuhan Batam masih lebih baik dari Tanjungpinang. Ibukota Kepulauan Riau itu masuk dalam zona merah dengan nilai 47,30. Namun demikian, nilai ini naik dari nilainya di tahun lalu yang hanya sebesar 20,50.

Sementara itu di tingkat provinsi, kepatuhan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga masuk dalam zona kuning. Nilainya sebesar 66,11. Nilai itu turun dari tahun lalu yang sebesar 71,88.

“Saya kemarin bertemu dengan Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Hotel Borobudur Jakarta. Saya sampaikan hasil itu dan dia mengatakan, tahun 2017 nanti, ia ingin Kepri masuk zona hijau,” ujar Yusron.

Yusron mengatakan, survey yang dilakukan Ombudsman RI tahun ini berbeda dari tahun lalu. Tahun ini, survey dilakukan secara tangible atau berdasarkan kenyataan. Selain itu, juga dilakukan secara menyeluruh, tidak lagi berlangsung per unit.

“Entah itu wc, antrean, pengaduan, ataupun tempat penyimpanan atau gudangnya. Semuanya dilihat,” katanya.

Yusron memberi contoh pada gudang. Keberadaan gudang, menurutnya, sangat penting. Bagi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, misalnya, gudang penting untuk menyimpan data-data penduduk. Ia harus aman dari air, api, dan pencuri.

“Seperti halnya rumah sakit itu butuh IPAL (instalasi pengelolaan air limbah),” ujarnya.

Selain itu, Yusron juga menyoroti perlunya standar operasional dalam sebuah instansi pelayan publik. SOP itu wajib terpampang di dinding. Sehingga, masyarakat dapat jelas melihatnya.

Ini juga berhubungan erat dengan adanya pungutan liar. Dengan adanya SOP tersebut, pungli dapat terlihat jelas. Sebab, di sana tertera tarif-tarif pelayanan.

“Tapi intinya, pungli itu kuncinya ada di mental petugas dan masyarakat yang bersikap kritis atas hak-hak yang dia dapat,” tuturnya lagi.

Yusron menyoroti pada layanan pengaduan di sebuah instansi. Bukan hanya berupa kotak pengaduan. Tetapi juga karyawan khusus yang melayani pengaduan.

Layanan pengaduan itu juga harus dipantau. Apakah karyawan itu bekerja dengan baik, memberikan solusi atau tidak, serta menyimpan data-data pengaduan tersebut.

Selain itu, petugas frontline juga harus memiliki integritas. Instansi tidak boleh asal menerima karyawan. Sekalipun hanya bertugas di bagian depan, ia harus memiliki integritas.

“Senyum, sapa, salam, orangnya jujur, dan tidak ada budaya titip uang,” katanya.  (ceu)

3 Sektor Usaha Sepakat Naikkan UMS Batam

0
Pekerja galangan kapal.
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Para peternak babi, pengusaha offshore, dan pengusaha galangan kapal sepakat menaikkan upah karyawannya di tahun 2017 nanti. Mereka telah menandatangani kesepakatan dengan serikat buruh.

“Rata-rata mau menaikkan UMS (upah minimum sektoral) sebesar 5 persen,” kata Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kepulauan Riau, Syaiful Badri Sofyan, dalam konferensi pers di Hotel Harmoni One, Jumat (16/12).

Total ada sembilan sektor yang hendak disasar. Pengusaha dari tujuh sektor sudah menyetujui, tiga sektor sudah menandatangani kesepakatan, dan dua lainnya sedang dalam pendekatan.

Syaiful mengatakan, pihaknya tengah mengusahakan kenaikan UMS. Mereka berdiskusi dengan para pengusaha. Ini sesuai dengan amanat PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan, bahwa UMS merupakan hasil kesepakatan antara asosiasi pengusaha dan serikat pekerja.

“Masalahnya, tidak semua sektor itu ada asosiasi pengusahanya. Beruntung, Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) berniat mewakilinya,” kata Ketua Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, M Natsir.

Pria yang akrab disapa Anas itu mengatakan, ada dua sektor yang belum memiliki asosiasi pengusaha. Keduanya, yakni, sektor garmen dan elektronik.

“Kami besok (hari ini, Sabtu (17/12), red) akan bertemu dengan pengusaha garmen,” tuturnya.

Wakil Ketua DPC KSPSI Batam, Daniel, mengatakan, serikat pekerja dan serikat buruh tengah mengusahakan adanya kenaikan angka UMS. Mereka akan menggunakan cara yang berbeda di tahun lalu. Sebab, tahun lalu, mereka kalah ketika para pengusaha mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Kalau kami menggunakan cara yang sama, hasilnya pasti akan sama. Makanya, kali ini kami menempuh cara yang lain,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah memfasilitasi pertemuan antara pengusaha dan serikat buruh. Sehingga kesepakatan angka UMS akan terwujud.

“Kami harap UMS itu dapat diterapkan mulai Januari nanti,” timpal Ketua DPC Lomenik SBSI Batam, Masmur Siahaan. (ceu)

Pertamina Tambah 47.040 Tabung LPG 3 Kg di Batam

0
Seorang pekerja sedang menurunkan gas saat pendistribusian ke salah satu agen di kawasan Batam Kota. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Untuk memenuhi peningkatan konsumsi LPG 3 kilogram di Batam, Pertamina menambah 47.040 tabung periode 16-24 Desember. Hal ini dilakukan mengingat tingginya konsumsi LPG 3 kg setelah berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Dengan adanya tambahan 47.040 tabung, berarti naik 16 persen dari angka normalnya,” kata Area Manager Communication and Relations Pertamina MOR I Sumbagut, Fitri Erika.

Sebelumnya Pertamina juga telah menambah 1.742 tabung per hari pada Desember ini. Sementara pada bulan Nopember penyaluran dilakukan sebanyak 34.720 tabung per hari dan mengalami peningkatan pada Desember menjadi 36.462 tabung per hari.

Pertamina mengharapkan dengan adanya penambahan pasokan LPG 3 kg di Kota Batam dapat memenuhi kebutuhan sektor rumah tangga. Di Batam saat ini pelayanan LPG 3 kg melalui 11 agen dan 1.632 pangkalan resmi.

“Kami menghimbau agar masyarakat melakukan pembelian LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina yang telah dilengkapi dengan identitas resmi serta harga jual mengacu HET yang ditetapkan pemda setempat, jika ada informasi dan keluhan terhadap layanan maupun produk dapat menghubungi Contact Pertamina 1500000,” jelas Erika. (uma)

Bawa Sabu ke Rumah, Tertangkap di Rumah

0

batampos.co.id – Dedi Iskandar, menjadi terdakwa perkara narkotika jenis sabu seberat 13 gram. Dengan barang bukti tersebut, terdakwa divonis tujuh tahun dan enam bulan penjara, saat jalani persidangan putusan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (15/12).

Majelis Hakim yang dipimpin Syahrial itu, juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

“Perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” kata Syahrial.

Putusan yang lebih ringan enam bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Yogi, dinyatakan terima oleh terdakwa serta JPU.

Dijelaskan JPU Yogi seusai persidangan, terdakwa sengaja membeli sabu kepada Blek (DPO) seharga Rp 7 juta, dengan maksud untuk dijual kembali. Dari harga itu, terdakwa mendapat sabu seberat 13 gram.

Terdakwa sudah menjadi pantauan anggota Satnarkoba Polresta Barelang, sesuai laporan masyarakat di sekitar rumah terdakwa di ruli Simpang Dam Mukakuning.

“Warga resah akibat terdakwa sering melakukan transaksi narkotika di sekitar rumahnya itu,” ungkap Yogi.

Hingga saat terdakwa tiba dirumahnya dengan membawa sabu yang didapat dari Blek, anggota Satnarkoba langsung melakukan penggerebekan.

“Barang bukti ditemukan dalam tas terdakwa yang sudah berbentuk paket sebanyak 13 paket,” sebutnya. (cr15)