SMK Real Informatika Batam. Foto: suprizal tanjung/batampos
batampos.co.id – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Real Informatika di Komplek Permata Niaga Sukajadi dibobol malingh pada Minggu (9/10/2016) dini hari.
Maling berhasil membawa uang tunai sebesar Rp 5 juta, tiga laptop, satu kamera kecil, dan satu printer.
Pembobolan ini pertama kali diketahui Kepala Sekolah Sarmah yang terkejut setelah melihat beberapa ruangan di sekolah dalam kondisi berantakan.
Melihat kondisi beberapa ruangan yang berantakan, Sarmah pun kemudian melakukan pengecekan CCTv sekolah.
“Dari CCTv itu diketahui kejadiannya sekitar pukul 00.21 WIB. Pelakukanya berbadan kecil dan memakai sebo,” ungkap Sarmah, Senin (10/10/2016).
Selain merekam aksi yang dilakukan pelaku, dari CCTv yang berada di beberapa sudut sekolah juga merekam aksi pelaku yang masuk dengan menjebol atap lantai 3 dan keluar melalui ventilasi udara kamar mandi.
“Padahal di kawasan sekolah ini dijaga sama security. Saat ditanya sama security-nya mereka mengatakan tidak melihat ada yang masuk malam itu,” ujarnya.
Setelah melihat rekaman CCTv tersebut, Sarmah pun melaporkan kejadian ini ke Mapolresta Barelang untuk ditindak lanjuti.
“Kita sudah melaporkan kejadian ini semalam. Polisi juga langsung melakukan olah TKP setelah kita membuat laporan,” pungkasnya. (eggi)
Satpol PP bersama pihak kecamatan Sekupang, kelurahan dan BPM-PTSP membongkar peralatan parkir berbayar di Tiban Centre, Senin (10/10/2016). Foto: Aimi Shiuker/FB/WB
batampos.co.id – Satpol PP Kota Batam, pihak Kecamatan Sekupang, Kelurahan Tiban Indah, dan Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) kembali menertibkan portal parkir berbayar yang diterapkan oleh Central Park di Komplek Pertokoan dan Pasar Tibancenter.
Sebelumnya, sejumlah warga dan pedagang di komplek Tiban Center menolak pemasangan portal parkir ini karena kawasan Tibancenter merupakan kawasan terbuka yang menjadi akses umum bagi warga yang berada di sekitaran Tibancenter.
Mendengar penolakan dari warga tersebut, Kasubdit Perizinan Sosial Rudi Oktoviano mengatakan bahwa pihaknya telah membekukan izin dari pengoperasian portal parkir berbayar di Tibancenter pada minggu lalu.
“Untuk izinnya sudah kita bekukan minggu kemarin. Karena selama ini kita telah memberikan SP1, 2 dan 3,” ungkapnya, Senin (10/10/2016).
Menurut Rudi pada saat ini, izin yang dimiliki pihak Central Park yang berlaku hingga Desember 2017. Namun karena warga yang menolak parkir berbayar tersebut, pihak Central Park juga tidak bisa tetap ngotot memberlakukannya.
“Pihak Central Park tetap memaksakan pemasangan portal berbayar ini karena mereka mempunyai izin hingga 2017. Kalau tetap diterapkan dan warga menolak tidak bisa juga di berlakukan izinnya,” lanjutnya.
Beradasarkan pantauan, dalam penertiban yang dilakukan Satpol PP bersama pihak Kelurahan dan Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) mengangkat tiga unit pos parkir milik Central Park. (eggi)
Sejumlah Keluarga Warga Binaan bercengkerama dengan keluarganya di Rutan Tanjungpinang. Foto: Humas Rutan Tanjungpinang untuk Batam Pos
batampos.co.id – Sebanyak 378 orang mendatangi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Tanjungpinang, Minggu (9/10) pagi. Mereka memanfaatkan layanan kunjungan serentak dalam rangka HUT Dharma Karya Dhika Kemenkumham ke 71 tahun, untuk bertemu dengan keluarganya yang di tahan di Rutan.
”Kegiatan ini serentak dilakukan di seluruh Rutan, Lapas dan Lembaga Pembinaan Khusus anak (LPKA) se Indonesia. Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Hukum dan HAM RI dan disiarkan secara langsung dengan menggunakan aplikasi zoom,” ujar kepala Rutan Kelas IA Tanjungpinang, Ronny Widiatmoko.
Dikatakan Ronny, selain layanan kunjungan serentak., kegiatan lainnya yakni pembekalan revolusi mental kepada Warga Binaan (WB) berupa ceramah wawasan kebangsaan yang diisi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan dipusatkan di Rutan Kelas I Cipinang.
”Tema peringatan hari Dharma Karya Dhika tahun ini yakni ”Sehari Bersama Mereka”. Untuk pembekalan Revolusi Mental, itu disiarkn secara langsung melalui teleconference ke seluruh Rutan dan Lapas,” kata Ronny.
Dijelaskan Ronny, pihaknya berharap dengan diberinya kesempatan warga binaan berkumpul dengan keluarganya tersebut, dapat dimanfaatkan untuk introspeksi diri, perbaikan diri agar kedepannya dapat lebih baik.
”Warga binaan adalah sumber daya manusia potensial, walaupun mereka tidak berada langsung ditengah-tengah masyarakat. Rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama tidak bisa dihalangi oleh tebal dan tingginya tembok penjara,” ucap Ronny.
Dalam kegiatan layanan kunjungan serentak, terang Ronny, pihaknya dibantu oleh 30 personil Polres Tanjungpinang. Penjagaan secara ketat sebagai antisipasi agar kegiatan ini berjalan dengan aman dan nyaman.
”Adapun warga binaan yang dikunjungi keluarganya sebanyak 151 orang. Sedangkan keluarga warga binaan yang memanfaatkan layanan kunjungan serentak ini sebanyaak 378 orang,” pungkasnya.(ias/bpos)
Tim Panin Dai-Ichi Life saat memberikan donasi sosial ke Panti Asuhan Ali Ibrahim di Jembatan 4, Desa Belongkeng, Kecamatan Galang, Minggu (9/10). foto:ist
batampos.co.id – Secara aktif, Panin Dai-ichi Life terus mengadakan aksi kepedulian sosial kepada masyarakat, sebagai bentuk kontribusi positif di berbagai wilayah di Indonesia. Kali ini, sekaligus bagian dari program HUT ke-42, dengan mengusung tema “Drive Positive Action to Help Others!” Panin Dai-ichi Life mengadakan kunjungan dan donasi sosial dalam format Corporate Social Responsibility (CSR) Roadshow di 5 kota besar di Indonesia.
Setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Samarinda, Surabaya dan Medan, aksi sosial ini dilakukan di Batam. Tepatnya, pada Minggu (9/10), tim Panin Dai Ichi Life memberikan donasi ke Panti Asuhan Ali Ibrahim yang terletak di Barelang Jembatan 4, Desa Belongkeng, Kecamatan Galang, Minggu (9/10). Donasi yang diberikan berupa kebutuhan pokok, di antaranya mie instan 30 kardus, 250 kg beras, bihun 10 kg, telur 5 papan, sabun mandi 20 buah, sabun cuci 20 kg, sarden 20 kaleng, kasur 2 buah, piring 20 buah, gelas 20, sejumlah uang tunai, kerupuk dan masih banyak lagi.
Donasi sosial berupa kebutuhan pokok tersebut diserahkan kepada pengurus Panti Asuhan Ali Ibrahim oleh perwakilan tim Panin Dai-ichi Life yakni President Agency Manager Panin Dai Ichi Life, Jelsy didampingi Regional Agency Director Sumatera 2 Panin Dai Ichi Life, Jonny dan disaksikan 15 agency Panin Dai Ichi Life.
Head of Marketing and Corporate Communications Panin Dai-ichi Life, Windra K. Bakrie, melalui siaran persnya mengatakan, aksi ini lahir dari kesadaran sosial Panin Dai-ichi Life untuk membantu sesama yang membutuhkan. Seluruh donasi yang diberikan hasil dari pengumpulan dana sosial hasil kontribusi karyawan dan tenaga pemasar Panin Dai-ichi Life di Indonesia.
“Salah satu program pengumpulan dana yang telah dilakukan adalah aksi jalan sehat bersama dimana dari setiap 1 kilometer yang ditempuh tiap peserta, Panin Dai-ichi Life akan menyumbang sebesar Rp10 ribu,” ujar Windra melalui siaran persnya.
Selanjutnya, program ini juga akan dijalankan di Semarang. Melalui rangkaian program CSR yang dilakukan, Panin Dai-ichi Life mengimplementasikan misi kemanusiaan melalui berbagai kegiatan sosial yang terfokus pada tiga pilar, yakni pendidikan (education), kesejahteraan (welfare) dan kesehatan (health). “Kegiatan yang telah dilakukan hari ini, merupakan salah satu aktivitas sosial yang berorientasi pada sektor kesejahteraan,” tambah Windra.
Windra mengatakan, Panin Dai-ichi Life terus tumbuh berkembang atas dukungan berbagai pihak termasuk masyarakat. Didukung oleh lebih dari 5.000 tenaga pemasar dari seluruh kanal distribusi yang ada, termasuk agency, bancassurance, credit life dan direct marketing, Panin Dai-ichi Life kian gesit untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis di berbagai wilayah potensial, termasuk Samarinda.
Panin Life adalah perusahaan asuransi jiwa terkemuka yang telah melayani masyarakat Indonesia selama lebih dari 40 tahun. Merupakan bagian dari Panin Group of Companies yang bergerak di industri jasa keuangan. Didukung jaringan pelayanan dan pemasaran melalui agen, karyawan, serta berbagai mitra bisnis di berbagai kota besar di Indonesia, Panin Life bertumbuh dengan kepercayaan nasabahnya melalui reputasi pelayanan yang sangat baik, terutama dalam pembayaran klaim yang cepat dan terpercaya.
Pada tahun 2013, Panin Life dan Dai-ichi Life memasuki suatu era baru untuk membentuk kerjasama joint-venture yang kuat dengan nama Panin Dai-ichi Life. Melalui rangkaian produk yang inovatif, Panin Dai-ichi Life menyediakan berbagai pilihan program proteksi yang disesuaikan bagi kebutuhan nasabah individu maupun korporat, terutama produk asuransi jiwa, investasi, dan Syariah. (uma/bpos)
batampos.co.id – Penutupan 21 titik panti pijat atau massage yang terindikasi melakukan praktik prostitusi di wilayah kecamatan Sagulung menuai reaksi dari masyarakat yang berdiam di wilayah kecamatan Batuaji. Penertiban itu dinilai tak merata sehingga masih banyak yang beroperasi hingga saat ini.
Masyarakat memintah agar panti pijat yang ada di wilayah tersebut juga ditertibkan sebab praktek operasional panti pijat di sana sama dengan panti pijat yang ditertibkan di kecamatan Sagulung. Sama-sama diduga menggelar praktek prostitusi terselubung.
“Percuma saja kalau yang ditertibkan hanya di Sagulung. Bukannya jauh kok lokasinya. Tutup di sana orang lari ke sini, habis berhadapan lokasinya,” kata Nur Hidayat, salah satu warga di ruko waheng center, Simpang Basecamp, Batuaji.
Di wilayah Batuaji terdapat puluhan titik lokasi massage yang memang masih abu-abu perizinannya. Mulai dari lokasi ruko Waheng Center Simpang Basecamp, kawasan Mitra Mall, daerah Tembesi Center, keberadaan panti pijat itu bahkan terus bertambah dari waktu-waktu.
Warga sekitar sudah berulang kali melakukan aksi protes namun tidak ada tindakan tegas dari pemerintah terkait.
Warga protes sebab operasional panti pijat tersebut diduga melakukan praktik prostitusi terselubung. Warga jadi kuatir jika anak-anak di sekitar lokasi panti pijat itu akan terpengaruh.
“Bagaimana tak mesum orang di dalam. Yang datang laki-laki, yang pijat wanita pakaian minim terus pijatnya di dalam kamar,” ujar Yanti, salah seorang warga di dekat lokasi panti pijat dalam kawasan Mitra Mall, Batuaji.
Warga berharap agar ke depannya pemerintah tegas menertibkan keberadaan panti pijat tersebut.
Camat Batuaji Rinaldi M Pane belum lama ini mengatakan, memang belum ada instruksi penutupan apapun terkait keberadaan panti pijat di sana. Itu karena memang belum ada komplain dari masyarakat.
“Belum ada dari kami, karena memang tak ada keluhan dari Masyarakat,” kata Rinaldi.
Di wilayah Batuaji disebutkan Rinaldi memang ada sekitar 10 titik lokasi panti pijat dan semuanya berada di luar pemukiman warga sehingga dianggap tidak mengganggu ketenangan warga.
“Ada sekitar 10 titik, dan semuanya diawasi dengan baik. Surat edaran untuk panduan operasional sudah ada sama mereka (pengelola panti pijat) jadi masih aman-aman saja,” ujar Rinaldi.
Surat edaran tersebut jelas Rinaldi yang akan mengatur jadwal operasional panti pijat serta melarang adanya praktek prostitusi di dalam lokasi massage. “Kalau mereka langgar ya tetap ditindak,” kata Rinaldi. (eja)
Bahagianya penghuni Lapas Barelang diberi waktu 5 jam bertemu dengan anak dan istri mereka. Momen langka ini diberikan di hari Ulang Tahun Kemenkumham ke-71, Minggu (9/10/20167). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
batampos.co.id – Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) kelas II A Batam di Tembesi, terlihat ramai, Minggu (9/10/2016) kemarin. Ratusan pengunjung berjubel di depan gerbang Lapas ataupun Rutan sejak pukul 07.00 WIB.
Mereka adalah keluarga atau kerabat yang ingin bertemu dengan warga binaan yang berada di dalam Lapas dan Rutan.
Kemarin memang pembesuk dari luar diberi kebebasan untuk masuk ke dalam Lapas atau Rutan untuk bertemu dengan warga binaan selama lima jam. Itu karena Kementrian Hukum dan HAM RI secera serentak memberikan kesempatan kepada warga binaan baik di Lapas ataupun Rutan di seluruh Indonesia untuk bertemu dengan anggota keluarga dan kerabatnya dari luar dalam rangka peringatan peringatan hari Dharma Karyadhika atau hari ulang tahun Kemenkumham RI yang ke-71 di tahun 2016 ini.
Kegiatan ini juga memecahkan museum rekor dunia Indonesia (Muri) sebagai agenda besuk warga binaan di Lapas ataupun Rutan terbanyak dalam sehari yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.
Acara dengan thema “Sehari Bersama Mereka” itu juga dihadiri oleh Direktur Jendral Jendral (Dirjen) Imigrasi Ronny Frangky Sompie bersama jajarannya dan dibuka secara resmi oleh Mentri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly melalui siaran live streaming teleconference.
Usai acara pembukaan para pembesuk langsung bergerak masuk ke dalam Lapas dan Rutan satu persatu. Para pembesuk tetap mendapat pemeriksaan yang ketat sebelum masuk ke dalam kawasan Lapas ataupun Rutan.
Satu persatu barang bawaan pembesuk diperiksa dan pembesuk dilarang membawa barang-barang dilarang seperti ponsel, narkoba dan lain sebagainya.
Suasana haru dan gembiran jelas terpampang di wajah para warga binaan, saat sanak keluarga dan kerabat mereka masuk ke dalam lingkungan Lapas dan Rutan. Ada yang menangis, berpelukan, dan beragam reaksi sebagai bentuk kerinduan diluapkan para warga binaan kepada kerabat atau keluarga mereka yang datang.
“Ini memang bukan kunjungan pertama dari istri dan anak saya ini. Tapi hari ini benar-benar istimewa karena saya bisa bersama mereka di sini hingga siang nanti. Biasanya kalau hari biasa saya cuma bisa bertemu paling lama 20 menit saja pak dengan mereka,” kata Andre, salah satu warga binaan Lapas Batam yang tersandung kasus narkoba.
Andre bersama ratuan warga binaan lainnya tampak sangat gembira dengan kesempatan tersebut. Sebab kunjung yang diberi kebebasan untuk bisa bersama keluarga hingga berjam-jam lamanya seperti itu sangat jarang terjadi.
“Pokoknya mantaplah kegiatan ini. Kami sangat senang sebab bisa lama bersama anak istri di dalam sini,” ujar Noldi, warga binaan lainnya.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh warga binaan untuk bisa makan siang bersama anggota keluarga layaknya di rumah.
“Kebetulan istri bawa makanan jadi kami makan bareng. Ini sesuatu yang luar biasa bagi kami di dalam sini,” kata Noldi.
Acara kunjungan bersama itu dibuka mulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB.
Ronny F Sompie kepada wartawan mengatakan, makna penting dari kegiatan tersebut bukan hanya pada ajang pertemuan antara warga binaan dan keluarganya saja, tapi adanya pembekalan wawasan negara yang dibawakan oleh pihak TNI.
“Memang tujuannya untuk memberikan kesempatan bagi kawan-kawan kita di dalam Lapas ataupun Rutan untuk bisa bersama keluarganya selama sehari, tapi jauh yang lebih bermakna dari kegiatan ini karena adanya pembekalan wawasan kebangsaan dari TNI,” kata Ronny.
Pembekalan yang disampaikan oleh Komandan Kodim 0316 Batam Letkol Inf. Andreas Nanang Dwi itu, bertujuan untuk memberikan wawasan kebangsaan bagi warga binaan, keluarga yang besuk serta petugas sipir di Rutan ataupun Lapas agar lebih mamaknai lagi arti hidup berbangsa yang baik.
“Pembelakalan ini tentunya untuk mendukung program revolusi mental dari pemerintah, agar kedepannya lebih baik lagi sekaligus memberikan semangat kepada kawan-kawan di sini,” kata Ronny.
Secara nasional pembekalan itu disampaikan oleh Komandan Sekso TNI Letnan Jendral TNI Agus Sutomo memawakili panglima TNI melalui siaran live streming.
“Tadi dari pusat juga sudah ada arahan dari Panglima TNI melalui pak Agus Sutomo, tapi untuk lebih tegas lagi, Dandim Batam juga menyampaikan hal serupa,” kata Ronny. (eja)
seorang wanita cantik menunjukkan e-KTP. Foto: jpnn
batampos.co.id – Warga Kota Batam mulai bingung karena pembuatan E-KTP tak kunjung selesai. Padahal saat perekaman, petugas Kecamatan menjanjikan E-KTP akan selesai dalam, tiga pekan.
“Hanya janji palsu. E-KTP saya tak kunjung selesai, padahal sudah satu bulan sejak perekaman. Atau karena saya warga biasa makanya dibikin lama,” kata Wati warga Bengkong, Minggu (9/10/2016) kepada Koran Batam Pos (grup batampos.co.id).
Menurut dia, harusnya seorang petugas punya komitmen untuk menepati janji kepada warga yang ingin memiliki E-KTP. Apalagi Walikota Batam pernah berjanji jika pembuatan E-KPT tak akan butuh waktu lama. Bahkan bisa diurus dalam hari yang sama.
“Emang kesana (ke Kecamatan) tak butuh waktu. Saya kerja dan tak bisa terus bolak balik seperti ini. Dan ini sudah yang ketiga kalinya saya kesini. Lalu apakabar dengan janji Walikota,” terangnya.
Ia juga menyayangkan alasan-alasan yang diberi petugas kepada warga yang ingin menjemput hasil perekaman. Seperti jaringan rusak hingga blanko kosong.
“Ini untuk identitas warganya loh, tapi tak ada ketegasan. Petugas juga banyak alasan. Dijemput tepat waktu dibilang jaringan rusak, agak telat dibilang KTP-nya hilang,” terang Wati lagi.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kota Batam, Mardanis mengatakan jika keterlambatan hasil perekaman E-KTP karena habisnya blanko. Sebab, blanko yang diberikan pusat kepada daerah selalu dibatasi.
“Blanko kita habis, jadi memang yang melakukan perekaman sejak 5 Agustus belum bisa mendapatkan hasil cetaknya,” ujarnya.
Menurut dia, persediaan blanko diperkirakan akan normal kembali pada November mendatang. Sebab ia sudah meminta kepada petugas pusat agar mengirimkan lebih blanko untuk Kota Batam.
“Mudah-mudahan November sudah datang. Kita memang terus kekurangan blanko karena jumlah warga Batam sangat banyak. Ditambah ada yang mengurus double setelah statusnya berganti,” dalih Mardanis.
Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi tak menampik lambannya proses pembuatan E-KTP selama beberapa bulan terakhir. Ia beralasan lamanya proses pembuatan identitas penduduk karena sistem perekaman di pusat bermasalah.
“(Pembuatan KTP lamanya) dua bulan pun ada, tiga bulan juga ada. Memang kan semuanya dikendalikan pusat,” kata Rudi.
Menurut dia, pemerintah daerah hanya bertindak selaku operator yang mengoperasikan sistem perekaman e-KTP. Adapun, data dari warga yang direkam di kecamatan maupun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam akan langsung dikirimkan ke pusat melalui sistem online. Namun, jika sistem hingga ke pusat bermasalah, maka di tingkat daerah juga akan mengalami kendala yang sama.
“Kalau protes ya ke pusat, bukan ke kita. Ini juga tak soal jaringan, tapi jug blanko yang dibatasi pemerintah pusat. Pusat yang mengatur semuanya,” pungkas Rudi. (she/koran bp)
Warga binaan Lapas Barelang bercengkrama dengan anak-anaknya saat dibesuk oleh keluarganya di Lapas Barelang, Minggu (9/10). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos.co.id – Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) kelas II A Batam di Tembesi, terlihat ramai, Minggu (10/10) kemarin. Ratusan pengunjung berjubel di depan gerbang Lapas ataupun Rutan sejak pukul 07.00 WIB. Mereka adalah keluarga atau kerabat yang ingin bertemu dengan warga binaan yang berada di dalam Lapas dan Rutan.
Kemarin memang pembesuk dari luar diberi kebebasan untuk masuk ke dalam Lapas atau Rutan untuk bertemu dengan warga binaan selama lima jam. Itu karena Kementrian Hukum dan HAM RI secera serentak memberikan kesempatan kepada warga binaan baik di Lapas ataupun Rutan di seluruh Indonesia untuk bertemu dengan anggota keluarga dan kerabatnya dari luar dalam rangka peringatan hari Dharma Karyadhika atau hari ulang tahun Kemenkumham RI yang ke-71 di tahun 2016 ini.
Kegiatan ini juga memecahkan museum rekor dunia Indonesia (Muri) sebagai agenda besuk warga binaan di Lapas ataupun Rutan terbanyak dalam sehari yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.
Acara dengan thema “Sehari Bersama Mereka” itu juga dihadiri oleh Direktur Jendral Jendral (Dirjen) Imigrasi Ronny Frangky Sompie bersama jajarannya dan dibuka secara resmi oleh Mentri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly melalui siaran live streaming teleconference.
Usai acara pembukaan para pembesuk langsung bergerak masuk ke dalam Lapas dan Rutan satu persatu. Para pembesuk tetap mendapat pemeriksaan yang ketat sebelum masuk ke dalam kawasan Lapas ataupun Rutan. Satu persatu barang bawaan pembesuk diperiksa dan pembesuk dilarang membawa barang-barang dilarang seperti ponsel, narkoba dan lain sebagainya.
Suasana haru dan gembiran jelas terpampang di wajah para warga binaan, saat sanak keluarga dan kerabat mereka masuk ke dalam lingkungan Lapas dan Rutan. Ada yang menangis, berpelukan dan beragam reaksi sebagai bentuk kerinduan diluapkan para warga binaan kepada kerabat atau keluarga mereka yang datang.
“Ini memang bukan kunjungan pertama dari istri dan anak saya ini. Tapi hari ini benar-benar istimewa karena saya bisa bersama mereka di sini hingga siang nanti. Biasanya kalau hari biasa saya cuman bisa bertemu paling lama 20 menit saja pak dengan mereka,” kata Andre, salah satu warga binaan Lapas Batam yang tersandung kasus narkoba.
Andre bersama ratuan warga binaan lainnya tampak sangat gembira dengan kesempatan tersebut. Sebab waktu kunjungan yang diberi untuk bisa bersama keluarga hingga berjam-jam lamanya seperti itu sangat jarang terjadi.
“Pokoknya mantablah kegiatan ini. Kami sangat senang sebab bisa lama bersama anak istri di dalam sini,” ujar Noldi, warga binaan lainnya.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh warga binaan untuk bisa makan siang bersama anggota keluarga layaknya di rumah. “Kebetulan istri bawa makanan jadi kami makan bareng. Ini sesuatu yang luar biasa bagi kami di dalam sini,” kata Noldi.
Acara kunjungan bersama itu dibuka mulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB.
Ronny F Sompie kepada wartawan mengatakan, makna penting dari kegiatan tersebut bukan hanya pada ajang pertemuan antara warga binaan dan keluarganya saja, tapi adanya pembekalan wawasan negara yang dibawakan oleh pihak TNI.
“Memang tujuannya untuk memberikan kesempatan bagi kawan-kawan kita di dalam Lapas ataupun Rutan untuk bisa bersama keluarganya selama sehari, tapi jauh yang lebih bermakna dari kegiatan ini karena adanya pembekalan wawasan kebangsaan dari TNI,” kata Ronny.
Pembekalan yang disampaikan oleh Komandan Kodim 0316 Batam Letkol Inf. Andreas Nanang Dwi itu, bertujuan untuk memberikan wawasan kebangsaan bagi warga binaan, keluarga yang besuk serta petugas sipir di Rutan ataupun Lapas agar lebih mamaknai lagi arti hidup berbangsa yang baik.
“Pembekalan ini tentunya untuk mendukung program revolusi mental dari pemerintah, agar kedepannya lebih baik lagi sekaligus memberikan semangat kepada kawan-kawan di sini,” kata Ronny.
Secara nasional pembekalan itu disampaikan oleh Komandan Sekso TNI Letnan Jendral TNI Agus Sutomo memawakili panglima TNI melalui siaran live streming.
“Tadi dari pusat juga sudah ada arahan dari Panglima TNI melalui pak Agus Sutomo, tapi untuk lebih tegas lagi, Dandim Batam juga menyampaikan hal serupa,” kata Ronny. (eja)
Salimah korban perampokan ditemani suami dan dijenguk tetangganya karena menderita luka di kapala akibat hantaman kayu pelaku yang juga tetangganya sendiri, Minggu (9/10/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Hamiah, pelaku perampokan di Baloi Harapan 2 Blok A, Bengkong sudah lama merencanakan aksinya untuk merampok emas milik Salimah. Bahkan, pelaku sudah 3 kali tepergok hendak memasuki rumah korban.
“Waktu kepergok, alasannya banyak. Tapi dia bawa broti,” ujar Salimah dengan luka perban di bagian kepala.
Menurut Salimah, pelaku sudah lama mengintai dan mengetahui situasi rumahnya. Sebab, pelaku masuk saat pintu belakang rumah yang tak terkunci.
“Pintu itu waktu subuh selalu terbuka. Karena bapak pergi salat,” katanya.
Informasi yang didapatkan, Hamiah terlilit hutang oleh rentenir. Bahkan, ia diduga sudah merampok 3 rumah tetangga lainnya.
“Ada tiga rumah yang sudah di rampok. Sampai dia (pelaku) berantam dengan tetangga itu,” terang Salimah.
Salimah berharap pihak kepolisian memberikan efek jera kepada pelaku dengan hukuman yang tinggi. “Jangan dibiarkan bebas. Suami dan anaknya (pelaku) datang ke rumah minta maaf. Saya minta dia (pelaku) dihukum,” pungkasnya.
Sementara Samad, suami korban mengaku tak menyangka dengan aksi Hamiah. Sebab, selama ini pelaku kerap bergaul dengan para tetangga.
“Saya kaget dipanggil oleh tetangga di mesjid. Istri sudah terluka dan rumah berlumuran darah,” tuturnya. Dia juga berharap polisi memberikan hukuman maksimal kepada pelaku. (opi)
Salimah korban perampokan ditemani suami yang mengalami luka dikepala masih terbaring istirahat dirumahnnya di Bengkong, Minggu (9/10/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Teriakan Salimah mengagetkan tetangganya di Baloi Harapan 2 Blok A, Bengkong pada Minggu (9/10/2016) pagi, sekitar pukul 04.45 WIB. Wanita 53 tahun dianiaya perampok hingga kepalanya mengalami pendarahan.
Perampok merupakan tetangga korban bernama Hamiah. Istri mantan ketua RT tersebut yang sengaja merampok dan mengincar kalung seberat 20 gram yang dikenakan Salimah.
Diceritakan Salimah, perampokan itu terjadi saat ia tengah sendirian di rumah dan tertidur di kamar. Sementara sang suami, Samad menuju masjid untuk salat, sedangkan anak dan cucunya berada di lantai II rumah.
“Saya sendiri di rumah (lantai I). Karena seperti biasa bapak pergi salat. Dan pintu belakang memang terbuka,” ujar Salimah yang ditemui di kediamannya di Baloi Harapan 2 Blok A nomor 101, Bengkong.
Hamiah diketahui masuk melewati pintu belakang rumah. Kemudian masuk ke kamar belakang yang kosong dan menggasak tas anak korban berisikan uang tunai Rp 850 ribu.
“Itu (kamar belakang), kamar anak saya (Yuliana). Memang kamarnya kosong. Karena hanya kami di sini (lantai I),” tuturnya.
Usai menggasak uang tunai, pelaku menuju kamar Salimah yang berada di depan. Pelaku kemudian melayangkan broti ke arah Salimah yang tengah tertidur.
“Kepala saya langsung di pukul empat kali. Rambut saya dijambak juga. Saat itu lampu padam, saya tak bisa mengenali wajahnya (pelaku),” terang Salimah.
Tak hanya menganiaya Salimah, pelaku yang mengenakan kerudung kemudian merampas kalung yang dikenakannya. Namun, Salimah mempertahankan kalungnya dan mencekik pelaku hingga ke luar kamar.
“Lampu di luar masih menyala. Saya lihat wajahnya dan langsung meneriaki nama Mak Diah (pelaku),” terangnya.
Menurut Salimah, warga yang mendengar teriakannya tersebut berbondong mendatangi rumahnya. Pelaku kemudian bersembunyi di balik pintu kamar.
Bahkan, pelaku mengaku kepada sejumlah warga mendatangi rumah tersebut untuk memberikan pertolongan terhadap korban.
“Saya langsung bilang dia (Hamiah) pelakunya. Saya masih sadar walaupun bercucuran darah,” katanya lagi.
Salimah mengaku ia sudah 5 tahun mengenali pelaku. Bahkan, setiap harinya ia bersama pelaku kerap nongkrong di warung.
“Kenal sangat lama. Setiap hari ketemu dan sama dengan ibu-ibu lainnya nongkrong,” paparnya.
Sementara itu, Kapolsek Bengkong, AKP Buala Harefa membenarkan adanya perampokan tersebut. Ia mengaku sudah mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa kalung emas dan broti.
“Pelaku ditangkap warga dan sudah kita amankan. Pelaku merupakan tetangga korban,” paparnya. (opi/koran bp)