Pengendara sepeda motor menghindari jalan yang rusak di jalan Marina City, Tanjungpinggir, Sekupang, Minggu (16/10). Warga berharap jalan ini segera diperbaiki sebelum makan korban. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Keberadaan lubang di bawah jembatan penyeberangan Muka Kuning, Pabil dikeluhkan warga. Selain menyebabkan kemacetan karena harus berhenti dan memperlambat laju kendaraan, kondisi ini juga kerap menjadi faktor utama kecelakaan.
Seperti yang dialami, Ismet, warga Putri Hijau, merintih kesakitan, usai ban depan sepeda motor masuk lubang sehingga oleng dan laju sepeda motornya tidak terkendali.
“Saya tahu disini banyak lubang. Tapi tak tahu letak persisnya,” ujar Ismet.
Meskipun tidak mengalami luka yang cukup parah, ia mengaku keberadaan lubang-lubang itu sangat berbahaya. Apalagi ketika malam, disaat lampu penerangan kurang.
“Untung pas jatuh tak ada kendaraan di belakang yang laju,” ucapnya.
Ucok, warga sekitar mengaku sering terjadi kecalakaan tunggal di lokasi. Selain jalan yang tak rata, banyak lubang yang menyebabkan pengemudi motor jatuh.
“Kemarin ibu-ibuk bawa anak juga jatuh, lubangnya gak dalam tapi kalau pas ban motor yang masuk bisa jatuh,” ucap Ucok yang membuka tembel ban di lokasi.
Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, infrastruktur masih menjadi prioritas pembangunan di Kota Batam. Menurutnya, pemko terus menata dan memperbaiki infrastruktur kota. Salah satu upayanya yakni menjaga estetika jalan seperti memastikan tidak ada jalan lagi yang berlubang mulai tahun 2017 nanti.
Ia mengaku sudah menyiapkan berbagai langkah mengatasi jalan berlubang, “Meski itu jalan provinsi atau jalan kementerian pusat. Anggarkan. Bikin suratnya. Kalau dia tidak bisa kita lakukan penempelan saja,” kata Rudi.
Selain itu, langkah yang dilakukan yakni menyusun rancangan nota kesepakatan Pemprov Kepri dan Kemen PU. Bila jalan mereka rusak di Kota Batam akan diperbaiki daerah dulu. “Ada MoU, supaya nanti kalau ada jalan berlubang kita atasi duluan,” ucapnya. (rng)
batampos.co.id – Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika bakal mengumpulkan dan bertemu dengan para tokoh Islam yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam dan Kepri, terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Sabam, salah satu warga Batam.
Sabam sendiri telah diamankan polisi pada Minggu malam (18/12/2016) pukul 03.00 WIB.
“Diluar penyidikan, saya akan mengumpukan MUI, tokoh adat, masyarakat untuk mengajak agar jangan terprovokasi,” ujar Kapolres, Minggu (18/12/2016).
Kapolres meminta masyarakat mempercayakan proses hukum kasus dugaan penistaan agama ini ke penegak hukum.
Helmy juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhenti menebarkan kebencian atas nama apapun. Juga lebih berhati-hati dalam mengunggah status di media sosial.
“Kepada masyarakat, stop menebar kebencian atas nama apapun, menebar kebencian atas nama sara, dan hati-hati dalam penggunaan media sosial. Yang bisa mengganggu orang lebih baik tidak usah,” tegasnya. (cr1)
Anggota Reskrim Polresta Barelang mengamankan seseorang (tengah) yang diduga melakukan penistaan agama lewat media sosial, Minggu (18/12/2016) dini hari. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Sabam Parulian, terduga penista agama terkait statusnya di grup Facebook Wajah Batam yang menyebut kekalahan Timnas Indonesia di leg kedua Final Piala AFF 2016 kontra Thailand karena pemain Timnas salat sebelum bertanding, telah ditetapkan sebagai tersangka.
Helmy mengatakan Saban dikenakan undang-undang ITE pasal 28 yang menyebutkan, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Sabam diamankankan Minggu (18/12/2016) dini hari WIB, setelah polisi mendapat laporan dari warga yang tak terima dengan status Saban. (cr1)
Anggota Reskrim Polresta Barelang mengamankan seseorang (tengah) yang diduga melakukan penistaan agama lewat media sosial, Minggu (18/12/2016) dini hari. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Aparat Kepolisian Resor Barelang menangkap Sabam Parulian, terduga penista agama, di kawasan Sagulung, Minggu dinihari (18/12/2016) WIB.
Sebelumnya, pelaku dilaporkan oleh sejumlah masyarakat Batam atas dugaan penistaan agama. Pelaku membuat postingan di grup Facebook Wajah Batam yang intinya menyebut Timnas Indonesia kalah di final AFF 2016 karena salat.
“Makanya jangan sok sholat kau di thailand jadi kalah lu, kalau gak sholat pasti kau menang. Gara gara itu tuh.” Begitu bunyi postingan Sabam.
Sejak Sabtu malam para pengguna media sosial Facebook di Batam sudah heboh dengan postingan Sabam tersebut. Postingan itu dianggap provokatif dan dianggap menghina umat Islam.
Kepala Polresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika membenarkan penahanan Sabam setelah adanya laporan dari salah seorang warga yang merasa tidak terima dengan postingan provokatif itu.
“Iya, awalnya dari adanya pertandingan final piala AFF. Memang benar ada seseorang yang mungkin karena mengikuti pertandingan dan sebagai pendukung timnas, sehingga tadi malam Indonesia kalah, dan kecewa yang diungkapkan dengan pesan facebook,” ujar Helmy, Minggu (18/12/2016) siang.
Helmy menjelaskan, penyampaian nada provokatif itu disampaikan Sabam di salah satu grup media sosial Facebook yang bernama “Wajah Batam” yang jumlah followernya mencapai puluhan ribu orang.
“Isi postingannya menyinggung umat Islam, atas kejadian ini yang membaca kemudian bereaksi. Petugas langsung mengamakan yang bersangkutan untuk menghindari kericuhan,” tuturnya. (cr1)
Pegawai Negeri Sipil atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemko Batam. Foto: cecep mulyana/batampos
batampos.co.id – Sebanyak 31 pegawai negeri sipil (PNS) Pemko Batam mendaftarkan diri dilelang enam jabatan kepala dinas. Jabatan sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Batam paling diminati dari lima jabatan organisasi perangkat daerah (OPD) yang baru tersebut.
Sekretaris panitia lelang enam jabatan, M Syahir mengatakan hingga Jumat kemarin sudah tercatat 31 PNS Pemko Batam yang mendaftarkan diri. Yang mana pendaftaran akan berakhir pada hari ini (Senin (19/12)).
“Sudah ada 31 yang mendaftar. Hari Kamis itu ada belasan PNS yang mengirim data mereka,” kata Syahir usai menghadiri rapat paripurna istimewa di DPRD Batam, kemarin.
Menurut dia, dari enam jabatan yang dilelang oleh Pemko Batam. Jabatan yang paling diminati dan banyak pendaftar adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Batam.
“BPKAD paling banyak pendaftar, lebih dari enam orang. Siapa saja yang mendaftar saya lupa, datanya di kantor,” jelas Syahir.
Enam jabatan kepala dinas yang dilelang berada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam, Kepemudaan dan Olahraga Kota Batam, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Batam, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertamanan Kota Batam.
Diketahui syarat pendaftaran berstatus sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri atau Pemko Batam. PNS juga diharuskan memiliki pangkat atau golongan serendah-rendahnya Pembina IV/a, pernah atau sedang menduduki jabatan Eselon II atau eselon III, usia maksimal 58 tahun, dan memiliki latar belakang pendidikan S-1. (she)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal. Foto: Immanuel Sebayang/ Batam Pos
batampos.co.id – Harapan masyarakat Batam, terutama di wilayah hinterland untuk mendapatkan layanan Puskesmas namun berasa Rumah Sakit, masih jauh dari harapan.
Rupanya, hingga saat ini, tidak satupun dari 17 puskesmas di Batam yang terakreditasi, sehingga standar mutu pelayanan yang diharapkan menyerupai rumah sakit masih belum bisa dilakukan.
Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Kota Batam, Chandra Rizal.
“Memang belum ada, dari 17 puskesmas tersebut yang memiliki akreditasi,” kata dia, Minggu (18/12/2016)
Rencananya, tahun 2017 nanti Dinkes baru akan mengajukan lima puskesmas yang akan diakreditasi.
Namun sebelumnya, pihaknya juga harus melengkapi persyaratan puskesmas yang akan diakreditasi seperti, IPAL, SDM, dan sarana prasarana pendukung lainnya.
“Tentunya untuk mendapatkan akreditasi ada persyaratan yang harus dipenuhi. Kami berharap akreditasi nanti bisa menunjang bentuk pelayanan kepada masyarakat,” jelas Chandra.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ricky Indrakari mengatakan akreditasi sangat penting, karena bisa mempengaruhi mutu pelayanan terhadap kepuasan masyarakat dalam memperoleh pelayanan.
“Tengah kami bahas, dan kami berharap hal ini bisa masuk dalam APBD 2017 nanti,” kata dia saat dihubungi, kemarin.
Pihaknya mendorong pemerintah Kota Batam, dalam hal ini Dinkes untuk mengajukan puskesmas yang dinilai layak mendapatkan akreditasi.
“Kami akan verifikasi yang mana yang layak untuk dilakukan akreditasi terlebih dahulu. Namun begitu, puskesmas yang berada di wilayah hinterland atau jauh dari rumah sakit lainnya jadi prioritas utama,” jelas Riki.
Puskesmas yang telah memiliki akreditasi lanjutnya, akan memiliki manajemen layaknya rumah sakit pada umumnya. Baik dari sarana dan prasarana, obat maupun pelayanan.
“Kami inginnya lebih banyak masyarakat yang berobat ke puskesmas, dari pada ke swasta. Salah satu caranya adalah dengan perbaikan pelayanan,” imbuh politiski PKS tersebut. (cr17)
batampos.co.id – Muhammad Mydin, 44, warga negara Singapura ditemukan tewas gantung diri dikamar apartemennya di Imperium lantai 17 blok B nomor 11. Diduga, Mydin telah tewas lebih dari tiga hari karena saat ditemukan jasadnya sudah membusuk.
Kanit Reskrim Polsek Batam Kota Iptu Ikhtiar Nazara menjelaskan, pada Rabu (14/12/2016) lalu, Mydin sempat mengirimkan sms kepada istrinya Daliawati sekitar pukul 23.30 WIB. Dalam pesan singkat itu, ia mengatakan akan melakukan bunuh diri karena banyaknya masalah dan beban hidup.
“Kita bertemu istrinya tadi di TKP, dari keterangan istrinya, suaminya itu sempat mengirim sms kepadanya mau bunuh diri. Karena waktu itu sudah malam, istrinya kemudian mengabaikan sms itu dan menyuruhnya tidur,” ujarnya.
Setelah mendapatkan sms itu, dalam beberapa hari kemudian, Daliawati mencoba menghubungi Mydin melalui teleponnya, namun selalu gagal.
Daliawati bersama anaknya akhirnya memutuskan ke Batam dan mendatangi apartemen suaminya itu.
“Istrinya datang (Sabtu 18/12/2016, red) sekitar jam sebelasan. Kemudian mencium bau tidak sedap dari kamar yang dihuni oleh suaminya. Karena pintu kamar terkunci, ia meminta bantuan securiti dan maintenance apartemen,” lanjutnya.
Setelah pintu kamar berhasil dibuka, istrinya menemukan Mydin dalam posisi tergantung dengan menggunakan tali skipping yang dikatkannya ke plafon kamarnya.
“Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi dan sedang dilakukan penyelidikan,” imbuhnya. (cr1)
Dua tersangka penyelundupan sabu seberat 20 Kg berserta barang buktinya di Mapolda Kepri, Nongsa, Kamis (3/11/2016). Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
batampos.co.id – Polda dan BNNP Kepri telah berulang kali menangkap pengedar narkoba antar negara. Berbagai macam modus yang dilancarkan para pengedar ini. Kebanyakan jenis narkoba yang dikirim yakni Sabu dan Ekstasi.
Dua barang haram ini paling sering dikirimkan dari Malaysia. Tapi baik sabu atau ekstasi ini, diduga tak dibuat di Malaysia. Namun negara jiran itu hanya tempat transit saja. Hal ini pernah diungkapkan oleh Kepala BNN Budi Waseso pada beberapa waktu lalu, saat berkunjung di Batam.
“Sabu di Indonesia, kebanyakan datang dari China,” kata Budi Waseso pada beberapa waktu lalu.
Barang haram dari China ini, disebutkan oleh Buwas memiliki puluhan bandar yang menyebarkannya ke seluruh wilayah di Indonesia.
“Malaysia hanya tempat transit saja,” tuturnya.
Masuknya narkoba ke Kepri tidak terlepas dari tingginya permintaan.
“Bisnis narkoba tak terlepas dari dua sisi demand dan supply. Coba kalau tak ada demand (permintaan,red), maka tak akan ada pasokan narkoba yang masuk,” ujarnya.
Dari data yang dikumpulkan koran Batam Pos, modus masuknya narkoba kebanyakan melibatkan Warga Negara Indonesia sebagai kurirnya. Sistem yang mereka gunakan tergolong cukup rapih. Selain itu mata rantai penyelidikan pihak berwenang selalu terputus pada kurir saja dan bandar di Indonesia.
Masuknya narkoba di Kepri, salah satunya dengan menitipkan barang haram tersebut melalui TKI yang pulang ke Indonesia. Diiming-imingi sejumlah uang, para TKI akhirnya mau membawa barang haram ini. Cara ini paling banyak ditegah pihak berwajib saat di Pelabuhan Internasional di Batam.
Para TKI sering dimanfaatkan oleh bandar narkoba. Tak hanya membawa narkoba melalui jalur resmi. Kadang TKI juga sering diminta membawa narkoba melalui jalur tak resmi. Jumlah narkoba dibawa TKI melalui jalur tak resmi, lebih banyak dibandingkan jalur resmi. Biasanya di jalur resmi narkoba dibawa dalam hitungan ratusan gram saja, jalur tak resmi narkoba dibawa TKI pada kisaran 1 hingga 4 kg.
Jalur tak resmi, selalu dimanfaatkan bandar membawa narkoba dalam jumlah besar. Panjangnya pantai di Kepri dimanfaatkan bandar internasional menyelundupkan narkoba.
Salah satu cara sering dipakai, dan susah diendus yakni transaksi narkoba di perairan Out Port Limit (OPL). Dari penangkapan yang dilakukan Polda dan BNNP Kepri, di perairan OPL ini sering terjadi transaksi narkoba dalam jumlah besar. Modusnya bandar dari Malaysia kirim sabu, dan bertemu dengan bandar dari Indonesia.
Sabu tersebut dipindahkan ke perahu milik bandar Indonesia. Terakhir kali Polda Kepri pada 1 November lalu, berhasil mengamankan sabu dari transaksi di perairan OPL. Barang bukti yang diamankan seberat 20.5 kg.
“Pura-pura sebagai nelayan kurir ini, ia berani bawa sabu karena diupah sebesar Rp 60 juta,” kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian pada beberapa waktu lalu.
Kabid Brantas BNNP Kepri Bubung Pramiadi pada beberapa waktu lalu mengatakan, setiap pengiriman narkoba selalu menggunakan kurir lebih dari satu. Hal ini untuk mengantisipasi langkah dari para penegak hukum. Bila satu kuris ditangkap, masih ada beberapa kurir lainnya yang membawa narkoba.
“Tak satu, tapi beberapa sekali dilepas,” ungkapnya pada koran Batam Pos, pada beberapa waktu lalu.
Mengenai penegakan hukum terhadap narkoba ini, Bubung mengatakan tak bisa hanya disandarkan pada Polisi atau BNN saja. Ia mengatakan perlu bantuan semua pihak,sehingga dapat mempersempit pergerakan peredaran narkoba. Hingga kini BNNP Kepri terus membuat satuan tugas di masyarakat. Satuan-satuan ini menjadi perpanjangan tangan dari BNNP Kepri mensosialisasikan narkoba.
“Harus semua pihak turun mencegah peredaran narkoba,” pungkasnya. (ska)
batampos.co.id – Penyesuaian tarif listrik batam (TLB) yang diajukan PLN Batam awal tahun 2016 lalu hingga saat ini belum ada titik temu. Komisi II dan III DPRD Provinsi Kepri masih menimbang keinginan anak perusahaan PT PLN Persero ini.
“Hingga detik ini, usulan kenaikan belum disetujui,” kata Sekretaris Perusahan PLN Batam, Samsul Bahri dalam acara diskusi bedah tarif listrik di Hotel GGI, belum lama ini.
Samsul mengatakan, penyesuaian tarif diajukan bright PLN Batam akibat adanya perubahan makro ekonomi. Turunnya harga tukar rupiah, inflasi, hingga naiknya bahan baku primer seperti solar, gas, serta batu bara.
Akibatnya, modal yang harus dikeluarkan untuk penyediaan listrik meningkat secara signifikan.
“Hal ini berpengaruh terhadap BPP (biaya pokok produksi) penyediaan listrik,” kata pria kelahiran Nongsa ini. Dimana BPP dihitung mulai dari pembelian bahan baku primer hingga pendistribusian listrik ke pelanggan.
Menurut mantan Pegawai UPT Listrik BP Batam ini, ketika menyusun TLB di bulan Juli 2014 lalu, BPP bright PLN Batam sudah mencapai Rp1.218 rupiah per-kWh. “Kurs saat itu masih Rp9 ribuan,” kata Samsul.
Akibat perubahan makro ekonomi, Juli 2016 BPP bright PLN Batam meningkat menjadi 1.329 rupiah per-kWh. Sedangkan harga jual listrik golongan rumah tangga 1.300 Volt Amphere (VA) dan 2.200 VA masih dijual kurang lebih Rp 940 rupiah per-kWh.
Sebelumnya, PLN Batam menutupi kerugian harga jual listrik rumah tangga dari golongan industri. “Dulu bisa bertahan karena kita (PLN) lakukan subsidi silang,” ungkapnya.
Kini, hal tersebut sulit dilakukan, karena persentase pelanggan rumah tangga terus menanjak dari 32 persen menjadi 37 persen. Sebaliknya, sektor industri terus menurun, dari 32 persen menjadi 25 persen. “Tak kuat lagi (menahan beban), yang menggendong semakin kecil sedangkan yang digendong makin besar,” katanya.
Hal tersebut secara otomatis mengganggu keandalan listrik di batam. Selain itu, PLN Batam kesulitan mengembangkan jaringan listrik di wilayah yang belum teraliri listrik. “Masih banyak saudara kita yang belum menikmati listrik,” ungkapnya.
Contohnya di daerah Sijantung, sekitar Jembatan Lima Barelang. “Terakhir kita lakukan pengembangan di Sembulang, ada sekitar 113 KK (kepala keluarga) yang sudah dialiri listrik,” ungkapnya.
Atas dasar itulah, PLN Batam mengajukan penyesuaian tarif, agar PLN bisa melakukan investasi. Sehingga masyarakat yang belum teraliri listrik bisa segera menikmati keandalan listrik bright PLN Batam. “PLN tak mau listrik yang tak handal, karena itu harus investasi,” katanya lagi.
Namun, sebagai operator PLN Batam hanya bisa mengajukan dan memberitahukan kondisi kelistrikan bright PLN Batam. Kini, keandalan sistem kelistrikan bright PLN Batam yang sudah mengaliri listrik hingga ke pulau Bintan berada di tangan DPRD dan Gubernur Provinsi Kepri.
“Kami hanya mengajukan,” tuturnya.
Tarif yang diajukan sambung Samsul, hanya menyasar golongan rumah tangga 1.300 VA dan 2.200 VA Rp1.352 per kWh. Harga yang diusulkan itu masih di bawah tarif dasar listrik (TDL) nasional Rp1.459 rupiah per-kWh .
“Saudara kita di Belakangpadang dan Tanjungpinang yang sudah merasakan (tarif Rp1.459 per-kWH) ini,” katanya.
Setelah dihitung dan dibedah, jika tarif yang diajukan Rp 1.352 diberlakukan, bisa menutupi biaya operasional yang terus membengkak. Sehingga keandalan listrik bisa terus dijaga dengan baik.
Dalam kesempatan itu Samsul menambahkan, PLN Batam bukan satu-satunya perusahaan yang memegang Izin Usaha Pembangkit Tenaga Listrik (IUPTL) di Batam. “Namun PLN Batam ingin menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat, dan ingin membangun,” ungkapnya.
Sistem kelistrikan di Batam yang sebelumnya di kelola PLN Persero diserahkan ke anak perusahaannya PLN Batam 3 Januari tahun 2000 silam.
“Hal ini dilakukan untuk menjawab pertumbuhan industri dan penduduk batam. Kalau dikelola persero, segala sesuatu harus minta izin pusat,” ungkapnya.
Seperti di Tanjungpinang, bagaimanapun masyarakatnya berunjuk rasa, cabang perusahaan PLN Persero yang ada di sana tak bisa mengambil keputusan.
“Harus meminta persetujuan pusat,” bebernya.
Berbeda dengan PLN Batam yang bisa mengabil kebijakan sendiri, tanpa birokrasi yang panjang dan campur tangan pusat. (hgt)
batampos.co.id – Perkumpulan Teo chew Kota Batam berbagi kasih dengan Sekolah Dasar St Ignasius Loyola di Sungai Raya, Galang pada Jumat (16/12) lalu. Berbagai bahan pokok diberikan perkumpulan ini di Asrama Santa Teresia. “Ada sebanyak 111 anak yang mondok disana,” kata Panitia Baksos Perkumpulan Teo Chew Batam, Yati pada koran Batam Pos, kemarin.
Bantuan yang diberikan oleh perkumpulan ini ke anak-anak tersebut yakni 1 ton beras, 70 kg gula pasir, 50 kg minyak goreng, 20 pcs bantal, 15 dus mie instan, 5 dus susu, 3 dus roti jagung, 1 dus sabun, 2 dus susu kental manis, 5 dus sirup.
“Selain itu kami beli 2 unit kipas angin yg besar, 2 jeriken shampo, 1 jeriken super pel, 1 jeriken sabun cuci piring, obat2an, deterjen, odol, sikat gigi,” ungkap Yati.
Tak hanya memberikan bantuan sembako saja. Yati mengatakan pihak Teo Chew juga memberikan santunan berupa uang tunai sebanyak Rp 9.65 juta. “Selain itu juga beberapa baju bekas yang layak pakai,” tuturnya.
Bakti sosial ini kata Yati didukung penuh oleh Ketua Perkumpulan Teo Chew. “Ketua sangat mensuport kami,” ucapnya.
Ia mengatakan bahwa anak-anak yang berada di asrama Santa Teresia sangat membutuhkan bantuan. Sebab mereka kebanyakan dari keluarga yang kurang mampu.
“Orangtua anak-anak ini membayar SPP tak penuh, pihak asrama sangat merasa terbantu dengan adanya baksos yang kami adakan ini,” ungkap Yati.
Baksos yang diadakan perkumpulan Teo Chew ini dilakukan satu kali dalam setahun saja. Yati menganggap bantuan yang mereka berikan tak lah terlalu mencukupi kebutuhan anak-anak disana. Ia berharap ada pihak-pihak lain yang tergugah hatinya, untuk memberikan ke sekolah yang sudah berdiri selama belasan tahun ini.
Yati sebagai perwakilan dari perkumpulan Teo Chew mengucapkan terimakasih kepada semua donatur atas segala bantuannya. “Kiranya tuhan akan memberkati dengan berkat yang melimpah atas bisnis usaha bapak ibu semua,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan pada saat sambutan Ketua Teo Chew diwakili oleh Fresdy Sanjaya.
“Ketua berhalangan untuk hadir,” ucapnya.
Sementara itu Suster Agnes pengurus asrama Santa Teresia sangat senang adanya bantuan dari perkumpulan Teo Chew. Ia berharap dengan bantuan ini, dapat membuat siswa-siswi lebih rajin belajar. “Semoga mereka jadi anak yang berbakti,” ungkapnya. (ska)