Minggu, 12 April 2026
Beranda blog Halaman 13938

Kobarkan Motivasi, Rudi Ajak Generasi Muda Batam Jadi Pengusaha

0
Anggota DPD RI asal Provinsi Kepri, Haripinto Tanuwidjaja memukul gong tanda dibukanya acara seminar nasional Harmonas Batam yang disaksikan oleh Wali Kota Batam, Rudi, Pembina AMA Batam, Febriansyah, BPP AMA Pusat, Putu Putrayasa, Pimpinan RRI Batam, Suryadi AS, Ketua Panitia, Theo Gunawan, Ketua AMA Batam, Purba Asrar dan Andhi Kusuma. Foto: Anggie/ Batam Pos
Anggota DPD RI asal Provinsi Kepri, Haripinto Tanuwidjaja memukul gong tanda dibukanya acara seminar nasional Harmonas Batam yang disaksikan oleh Wali Kota Batam, Rudi, Pembina AMA Batam, Febriansyah, BPP AMA Pusat, Putu Putrayasa, Pimpinan RRI Batam, Suryadi AS, Ketua Panitia, Theo Gunawan, Ketua AMA Batam, Asrar Purba  dan Andhi Kusuma. Foto: Anggie/ Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Rudi meminta agar generasi muda Batam bisa bercita-cita menjadi pengusaha, bukan PNS. Hal ini sebagaimana dipaparkan Rudi dalam sambutannya membuka acara seminar motivasi memperingati hari motivasi nasional (Harmonas), yang digelar di upper room convention hall Nagoya Citywalk, Sabtu (20/8) lalu.

Acara yang diselenggarakan asosiasi manajemen Indonesia (AMA) Batam bersama Radio Republik Indonesia (RRI) Batam ini, mengangkat tema ‘motivasi diri untuk bangun negeri’. Harmonas yang telah dideklarasikan di Jakarta untuk diperingati setiap tanggal 12 Agustus, menginisiasi satu hari dimana motivasi di ‘gong’ kan.

Dalam acara itu, Rudi juga menyebutkan, agar menciptakan 26 ribu pengusaha di Batam guna memajukan pembangunan kota. “Satu pengusaha bisa mempekerjakan 50 orang saja, kata ‘pengangguran’ bisa terhapus di kota ini dan Batam disebut sebagai kota metropolitan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, cara ampuh menciptakan 26 ribu pengusaha itu adalah dengan motivasi. “Bercita-citalah jadi pengusaha, jangan jadi PNS,” tegas Rudi dihadapan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan, dan umum.

Ia mengimbau peserta agar mulai memotivasi diri sebagai orang yang ingin menjadi pengusaha. “Mau sukses? butuh motivasi. Bersama-sama kita bangun Batam yang menghasilkan banyak pengusaha untuk memberantas pengangguran,” pintanya.

Disamping itu, dua pembicara kondang turut didatangkan penyelenggara acara yakni, peraih MURI sebagai pemilik kampus termuda di Indonesia Putu Putrayasa yang juga pemilik harian Bernas Yogyakarta, serta ketua gerakan pemuda ESQ Nasional Andhi Kusuma.

Keduanya lebih memaparkan materi tentang kiat-kiat untuk mempercepat meraih sukses. Seperti yang dijelaskan Putu Putrayasa yang memberikan 18 tools personal branding menaikkan tarif Anda.

“Bikin prestasi, belajar menulis, tampil di Tv, talkshow di radio, jangan buat status galau di sosial media, perbesar kapasitas diri, bisa meningkatkan tarif Anda,” sebut Putu dalam penggalan materinya.

Jika tarif Anda meningkat, sambungnya, berarti secara pribadi Anda telah memotivasi diri menjadi orang yang lebih baik. “Sukses pun semakin mendekat,” ucap Putu.

Sebanyak 500an peserta yang hadir, terlihat antusias mengikuti seminar ini. Ketua panitia acara Theo Gunawan bersama Ketua AMA Batam Asrar Purba mengungkapkan, gerakan Harmonas bisa mengingatkan masyarakat bahwa sukses berawal dari motivasi. (cr15)

Orang Tua Kandung Al Terkesan Menghalangi Proses Pemeriksaan

0
Bunga, 12, korban penganiayaan oleh ibu tirinya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Bunga, 12, korban penganiayaan oleh ibu tirinya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Al, bocah 9 tahun yang menjadi korban penganiayaan dan trifficking hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Baca juga :

Kisah Pilu Bocah 9 Tahun, Dijual Rp 5 Juta, Disiksa Pembelinya

Namun, pemeriksaan polisi terkendala akibat kehadiran orangtua kandung Al bernama Mega.

Kanit Unit PPA Polresta Barelang, Iptu Herman Kelly mengatakan pihaknya belum menetapkan tersangka atas kasus ini. Sebab, korban enggan memberikan keterangan dalam pemeriksaan.

“Sejak ibunya di Batam, kita susah meminta keterangan anaknya (Al). Dia (Al) minta diperiksa kalau ada ibunya,” ujar Kelly, kemarin.

Kelly menjelaskan permintaan korban tersebut tak bisa dipenuhi. Sebab, Mega merupakan terlapor atau calon tersangka.

“Ibunya calon tersangka. Dan kita belum bisa menetapkan dia tersangka karena keterangan korban belum didapatkan,” katanya.

Dalam pemeriksaan awal, sambung Kelly, Mega membantah menjual putri sulungnya tersebut. Wanita itu berdalih menitipkan kepada Yanti dan menerima uang Rp 5 juta untuk biaya pulang kampung ke Lampung.

“Alasannya seperti itu (menitipkan). Sedangkan kita belum mendapatkan keterangan korban,” tutur Kelly.

Kelly menjelaskan selain meminta keterangan Al, polisi akan memeriksa orangtua angkat korban, Yanti. Saat ini Yanti sudah ditahan di Mapolsek Batuaji karena kasus penganiayaan terhadap korban.

“Keterangan orangtua angkatnya juga penting. Dan dalam waktu dekat akan kita lakukan pemeriksaan,” tutupnya. (opi)

Pemerintah Kelola Air Limbah, Bisa Digunakan Untuk Cuci Mobil dan Siram Tanaman

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Badan Dampak Pengendalian Lingkungan Daerah (Bapadalda) kota Batam, Dendi Purnomo mengatakan pengelolaan air limbah di kawasan Industri telah dilakukan Batamindo.

Baca juga :

Persediaan Air Bersih Kian Tipis, Diprediksi 5 Tahun Lagi Batam Alami Krisis Air

Setiap hari Batamindo mengelola sendiri 1000 meter kubik air limbah. Dan jika hal ini diikuti oleh kawasan industri serta pengusaha lainnya, diyakini usia air bersih di Batam akan semakin panjang. Sebab kosumsi air bersih di kawasan industri tinggi, 80 persen dari air bersih itu akan menjadi limbah.

“Sudah ada MOU antara Batammindo dan Pemko. Gerakan efesiensi lainnya akan dilakukan Panbil dan Kabil. Batamindo telah melakukan efisiensi dengan tepat” jelas Dendi.

Tak hanya itu, pemerintah juga tengah melakukan pengelolahaan limbah cair. Yang mana untuk Batam akan ada lima Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu.

Satu Ipal sudah dilaksanakan oleh BP di kawasan Bengkong, dengan 300 liter perdetik. Ipal di Bengkong diharapkan bisa memenuhi kebutuhan 15 persen populasi masyarakat Batamcenter dan Bengkong.

“Sementara tugas Pemko membangun dan mengelola 4 Ipal lagi. Rencananya Ipal ini akan berada di daerah Tanjungpiayu, Batubesar, Batuaji dan Sekupang,” sebut Dendi.

Dikatakan Dendi, satu Ipal itu menghabiskan anggaran Rp 300 miliar hingga Rp 400 miliar. Proyek itu sudah dikerjakan oleh BP Batam selama tiga tahun terakhir mulai dari pematangan lahan, pembangunan Ipal dan koneksi kerumah-rumah warga.

Yang artinya, telah ada koneksi air rumah tangga warga yang dikelola oleh Ipal di Bengkong. Air limbah yang telah diolah bisa digunakan untuk mencuci kendaraan, menyiram tanaman hingga kawasan industri.

“Kapasitasnya sangat beragam, tergantung buangan. Namun tak bisa untuk konsumsi dan mandi,” pungkas Dendi. (she)

Persediaan Air Bersih Kian Tipis, Diprediksi 5 Tahun Lagi Batam Alami Krisis Air

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Lima tahun kedepan Kota Batam diperkirakan mengalami krisis air. Sebab kini, daya dukung air bersih di Batam hanya untuk 1,7 juta jiwa.

Kepala Badan Dampak Pengendalian Lingkungan Daerah (Bapadalda) kota Batam, Dendi Purnomo mengatakan kuota air bersih di Batam sudah semakin menipis.

Karena itu pihaknya mengajak pengusaha di Batam untuk bisa lebih peduli terhadap pencemaran air.

“Kita mengajak pengusaha hotel, industri dan rumah sakit untuk peduli terhadap pencemaran air. Daya dukung air di Batam sudah sangat sedikit,” ujar Dendi usai menggelar sosialisasi dengan pengusaha yang juga dihadiri guru besar Profesor Candra di Lantai 4 Walikota Batam.

Pengusaha memiliki andil yang sangat besar untuk mengendalikan pencemaran dan pengunaan efesiensi air. Sebab, merekalah konsumen pengguna air bersih di Batam.

Persediaan air untuk masyarakat Batam 3800 liter perdetik dari tujuh waduk yang dikelola ATB. Yang sudah dikonsumsi 3400 liter perdetik, sehingga yang bersisa 400 liter perdetik.

“Kalau tak ada gerakan penghematan, menjaga kualitas air serta pengolahaan, maka dikhawatirkan akan ada masalah lima tahun kedepan,” terang Dendi lagi.(she)

 

BP Batam Bakal Tarik 7.000 Hektare Lahan Tidur

0
Imam Bachroni, Direktur Lahan BP Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Imam Bachroni, Direktur Lahan BP Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

batampos.co.id – BP Batam terus mengevaluasi kepemilikan sekaligus pengelolaan lahan-lahan di Batam. Tercatat, masih ada sekitar 7.418,80 hektare lahan tidur di Batam. Lahan tidur adalah lahan yang tak kunjung digunakan meski izin pengelolaan sudah ada di tangan.

“Lahan tidur itu apakah belum dibangun sama sekali, setengah dibangun, atau berhenti dibangun karena faktor ekonomi,” kata Direktur Lahan BP Batam, Imam Bachroni.

Evaluasi itu dilakukan untuk meningkatkan nilai dan manfaat lahan yang ada di Batam. Lahan-lahan tidur tidak akan memiliki manfaat bagi masyarakat. BP akan memanggil ulang si pemilik lahan untuk mempertanggung-jawabkan lahan yang telah dialokasikan kepadanya.

“Kalau tak segera digunakan ya dicabut (izinnya),” tuturnya.

BP Batam, kata Imam, kini tengah memperbaiki administrasi lahan. Terutama lahan-lahan yang telah mereka alokasikan. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh.

Lahan yang dialokasikan untuk pemukiman vertikal juga akan ikut dievaluasi. Menurut Imam, sudah sejak tahun 1990-an, BP Batam mengeluarkan alokasi untuk rumah susun.

“Sudah banyak yang dialokasikan tapi realisasinya belum,” katanya.

Imam menduga, pengembang cenderung membuat rumah tapak karena harga tanah yang murah, pada waktu itu. Padahal, BP Batam telah menyiapkan tarif UWTO yang spesifik untuk jenis rumah susun.

BP Batam terus mendukung keberadaan hunian vertikal. Dengan kondisi saat ini, menurut Imam, para pengembang harus mulai berpikir untuk membuat rumah susun. Sebab, harga tanah mulai tinggi.

“Dengan pembangunan ke atas itu, kami jadi lebih mudah mengaturnya. Kita itu butuh ruang terbuka hijau untuk refreshing masyarakat,” pungkasnya. (ceu)

Gaji Guru Honor Belum Kunjung Cair, Disdik Dianggap Lamban Ajukan Anggaran

0
Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari.  foto: yusuf hidayat / batam pos
Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari.
foto: yusuf hidayat / batam pos

batampos.co.id – Saat ini tercatat 576 guru honor belum menerima gaji, meskipun DPRD Batam sudah memberikan surat rekomendasi kepada Pemko Batam terkait pembayaran gaji guru honor SMA dan SMK Negeri di Batam.

“Padahal kami sudah menyurati pemko untuk segera dibayarkan,” ujar Ketua DPRD Batam, Nuryanto, kemarin.

Menurutnya, apa yang diusulkan Komisi IV DPRD Batam terkait rekomendasi pembayaran gaji guru honor komite menggunakan dana insentif tidak masalah.

Diambilkan dulu, nanti pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) baru ditambah.

“Ini kan hanya masalah teknis saja. Di APBD-P kan sudah kita anggarkan,” ungkap Cak Nur.

Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Keuangan Pemko Batam, Malik saat dikonfirmasi Batam Pos (grup batampos.co.id) mengatakan, pihaknya sudah menerima rekomendasi dari DPRD secara tertulis.

Namun untuk pencairan belum dilaksanakan karena menunggu pengajuan dari SKPD terkait.

“Kalau sudah diajukan (Dinas Pendidikan-red), kita langsung bayarkan,” katanya singkat.

Ketua Komisi IV DPRD Batam, Riky Indrakari menilai, keterlambatan ada di Dinas Pendidikan (Disdik).

Padahal, sudah seharusnya Disdik mempersiapkan lebih awal dokumen administrasi Surat Perintah Membayar yang ditujukan ke Kabag Keuangan Pemko Batam.

“Harusnya tak menunggu turunnya surat rekomendasi DPRD Batam kepada Walikota untuk pembayaran honor guru P3K yang berasal dari SMAN/SMKN,” kritik politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Menurut Riky, pembayaran guru ini perlu diselesaikan secepat mungkin, mengingat akan mengganggu proses belajar dan mengajar siswa. Apalagi melihat gaji guru honor komite yang dianggarkan tersebut masih berada di bawah UMK Batam.

“Dana kan sudah ada, tinggal pencairan. Kenapa masih ditunggu-tunggu,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin yang dihubungi Batam Pos tidak mengangkat teleponnya.

Seperti diketahui, pengajuan rekomendasi yang diajukan DPRD Batam terkait pembayaran gaji guru honor komite di SMA dan SMK Negeri dan gaji 13 atau THR untuk Tenaga Harian Lepas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam.

Untuk gaji guru komite sendiri, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 7 miliar. Dana ini digunakan untuk membayar guru honorer terhitung sejak Juli hingga Desember 2016 nanti. (rng)

Sambutan untuk Pahlawan Olahraga Indonesia Membuat Taufik Hidayat Terkesan

0
Taufik Hidayat. (foto: skanaa)
Taufik Hidayat. (foto: skanaa)

batampos.co.id – Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, merasa terkesan dengan sambutan meriah yang diberikan untuk para pahlawan olahraga Indonesia sepulang dari Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Taufik mengatakan, memang sudah seharusnya atlet yang berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia di pentas internasional disambut seperti itu.

Semenjak tiba di Tanah Air, para atlet yang berjuang pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro memang mendapat apresiasi yang luar biasa. Mereka diarak keliling Jakarta oleh pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Bahkan, hari ini, Rabu (24/8), 28 atlet yang berjuang di Rio de Janeiro mendapat kesempatan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Sambutan meriah ini mendapat perhatian dari Taufik.

“Sangat layak. Seharusnya seperti ini. Penyambutan tiap kepulangan atlet dari Olimpiade itu berbeda-beda tiap tahunnya,” kata Taufik saat berbincang dengan JawaPos.com.

“Bisa saja Olimpaide 2020 nanti lebih meriah lagi dibanding ini.” imbuhnya.

Sebelum ke Istana Negara, atlet yang meraih medali diarak terlebih dahulu mengelilingi Jakarta. Mereka adalah Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Eko Yuli Irawan, dan Sri Wahyuni. (ies/JPG)

Ketidaksiapan Saat Menikah, Kasus Penelantaran Anak dan Istri Meningkat

0

sad-girl-istock-600x315batampos.co.id – Kasus penelantaran anak dan istri yang menjadi perhatian khusus Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang dinilai meningkat.

Terhitung, dalam sebulan rata-rata unit PPA menerima 4 laporan kasus penelantaran anak dan istri.

Kanit Unit PPA Polresta Barelang, Iptu Herman Kelly mengatakan laporan tersebut didominasi para istri yang tak mendapatkan nafkah.

“Bulan ini meningkat. Rata-rata suaminya tidak pulang dan istri tidak mendapatkan nafkah. Sementara anaknya terlantar,” ujar Kelly di Mapolresta Barelang.

Dia menjelaskan penyebab utama kasus ini yakni, faktor ekonomi. Selain itu faktor ke tidak cocokan dan keterlibatan orang ke tiga.

“Ekonomi sekarang susah, dan alasan suami tidak mampu memenuhi kebutuhan istri,” terangnya.

Menurutnya, kasus ini nantinya bisa berujung kepada perceraian. Namun, pihaknya lebih mengedepankan sisi perundingan ke dua belah pihak.

“Yang kita inginkan itu rujuk. Karwna sekarang angka perceraian itu meningkat,” tuturnya.

Dia menghimbau kepada Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memberikan pemahaman terhadap para calon penganting. Sehingga nantinya dalam rumah tangga tidak terjadi keributan maupun perceraian.

“Sosialisasi KUA sangat penting. Seperti penjelasan agama. Itu semua sangat penting,” tutupnya. (opi)

Gemar Nonton Video Porno, Ayah Ini Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun

0
Anggota Polsek Batuaji menggiring Ibrahim pelaku cabul anak tirinya ditangkap jajaran POlsek Batuaji, Selasa (23/8). F Dalil Harahap/Batam Pos
Anggota Polsek Batuaji menggiring Ibrahim pelaku cabul anak tirinya ditangkap jajaran POlsek Batuaji, Selasa (23/8). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Mk seorang pelaku judi dadu di wilayah Batuaji terpaksa mendekam di sel tahanan Mapolsek Batuaji sejak Kamis (13/8) malam lalu.

Pria 43 itu ditangkap polisi bukan karena kasus judi yang dilakukannya tapi karena mencabuli, Mb bocah perempuan 10 tahun yang tak lain adalah anak tirinya.

Tak tanggung-tanggung ayah dua anak ini sudah melakukan perbuatan tak senonoh sejak Mb berusia enam tahun.

Aksi bejat Mk baru terkuak pada Kamis pagi lalu, saat Mb mengeluhkan rasa sakit pada bagian kemaluannya kepada Is ibu kandungnya.

“Ibunya tak terima saat anak ini bilang kalau dia sering dicabulin oleh Mk,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji AKP M Said, kemarin (23/8).

Is yang mengetahui aksi bejat suami keduanya itu langsung mengadu ke Polsek Batuaji. Menerima laporan tersebut polisi langsung bergerak mencari dan menangkap Mk di hari yang sama.

“Pagi terima laporan, malamnya kami tangkap Mk ini di daerah perumahan Pemda (Batuaji),” ujar Said.

Saat ditangkap polisi, Mk tampak pasrah dan mengakui semua perbuatan bejatnya itu. Dia bahkan mengaku kalau sudah berulang kali menggauli Mb sejak Mb berusia enam tahun.

“Dari kelas satu SD sampai sekarang pak. Kebanyakan hanya raba-raba saja,” ujar Mk di Mapolsek Batuaji.

Mb merupakan anak tiri perempuan dari Mk. Mk menikahi Is ibu Mb setelah ayah kandung Mb resmi bercerai dengan Is. Hasil perkawinannya dengan Is, Mk sendiri juga sudah dikarunia dua orang anak putra dan putri namun aksi bejat itu hanya dilakukan kepada Mb saja.

Aksi pencabulan itu pertama kali dilakukan Mk sekitar empat tahun yang lalu saat Is sedang kerja.

“Isteri saya kerja malam terus dan awalnya (mencubuli korban) karena saya mabuk dan nonton film porno di rumah,” ujar Mk.

Awal mencabuli korban, Mk mengaku hanya sebatas meraba-raba saja. Namun seiring berjalannya waktu serta situasi rumah yang aman di malam hari karena sang istri selalu masuk kerja malam, Mk pun semakin dekat dengan melakukan hubungan intim dengan korban.

Aksi bejat ayah tiri itu baru terungkap setelah Mb berani mengadu ke ibu kandungnya belum lama ini.

“Istri saya kerja malam terus, jadi saya tak punya kesempatan untuk begituan. Saya khilaf pak dan saya siap dihukum atas perbuatan saya ini,” ujar Mk.

Atas perbuatannya itu Mk dijerat pasal 81 ayah 3 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan minimal 5 tahun penjara.

Kasus pencabulan terhadap anak tiri tersebut mendapat pengawalan dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri.

Komisioner KPPAD Ery Syahrial mengaku sudah mengetahui kejadian itu dan pihaknya akan terus mengawasi proses hukum terhadap pelaku serta memulihkan kondisi priskologis korban.

“Semua akan kami awasi. Proses hukum dan perlindungan anak sebagai korban akan kami kawal sampai tuntas,” ujar Ery. (eja)

Kondisi Semakin Bagus, Rahma-Rahmi Dipindah ke Ruang Perawatan Bayi

0
Nur Rahma Fairuz Maknuniyyah (kiri) dan Nur Rahmi Fahira Nahlannisa (kanan) berfoto bersama di ranjang perawatan Ruang Peristi di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB). Ini ruang yang sama yang mereka gunakan sebelum dipisahkan. Keduanya dipindahkan dari ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) setelah dokter menyatakan kondisi keduanya stabil.
Nur Rahma Fairuz Maknuniyyah (kiri) dan Nur Rahmi Fahira Nahlannisa (kanan) berfoto bersama di ranjang perawatan Ruang Peristi di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB). Ini ruang yang sama yang mereka gunakan sebelum dipisahkan. f.ist

batampos.co.id – Dua bayi kembar siam Nur Rahma Fairuz Maknuniyyah dan Nur Rahmi Fahira Nahlannisa telah dipindahkan dari ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) ke ruang perawatan Peristi di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB).

Ini ruang yang sama yang mereka gunakan sebelum dipisahkan.

“Alhamdulillah kondisi kedua bayi sehat. Sudah lepas semua alat medisnya,” ujar Anggota Humas Tim Kembar Siam Kepulauan Riau, Cyntia Latuma, Selasa (23/8).

Keduanya dirawat di ruang perawatan Peristi sejak Sabtu (20/8). Mereka ditempatkan dalam satu ranjang yang sama dengan hanya dipisahkan bantal-guling. Mereka tidur dan bermain bersama di sana.

Cyntia mengatakan, kedua bayi pasangan Junaidi Bakri Ratulolly dan Warmin Bahruddin itu menunjukkan kontak komunikasi yang bagus. Rahmi sering tampak memegang tangan Rahma, kembarannya yang lebih tua.

“Mereka saling pandang gitu, lucu,” katanya.

Kondisi kesehatan Rahmi terpantau stabil. Berat badannya kini 5,3 kilogram. Tim dokter hanya tinggal memantau luka operasinya saja.

Sementara Rahma, bayi yang memiliki kelainan jantung bawaan, menunjukkan kondisi yang semakin bagus. Tim dokter masih memonitor denyut nadi dan saturasi oksigennya. Berat badannya tercatat 3,5 kilogram.

“Untuk saat ini, secara keseluruhan kondisi Rahma bagus,” ujar wanita yang akrab disapa Tya itu lagi.

Nur Rahma – Nur Rahmi merupakan bayi kembar pertama yang dipisahkan di Batam. Operasi dilakukan di RSAB, Minggu (14/8) lalu, oleh tim dokter gabungan Kepulauan Riau dan RSUD dr Soetomo Surabaya.

Meski sudah dipindah ke ruang perawatan, kondisi keduanya masih terus dipantau. Dokter juga masih membatasi kunjungan untuk keduanya.

“Sampai saat ini baru kedua orang tuanya saja yang diperbolehkan menjenguk,” katanya. (ceu)