Tejo Baskoro alias Jake saat menjalani sidang tuntutan di PN Batam, Senin (11/7/2016). Foto: batampos
batampos.co.id – Tejo Baskoro alias Jake, terdakwa otak penyelundupan sabu yang dilakukan oleh dua terdakwa yang telah divonis sebelumnya (berkas terpisah) yakni Dewi dan Abel, dituntut pidana seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang Senin (11/7/2016) lalu di Pengadilan Negeri Batam.
JPU Martua yang membacakan tuntutan terhadapnya, menyatakan Tejo melanggarpasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
Keterlibatan terdakwa Tejo dalam penyelundupan sabu seberat 3.023 gram atau tiga kilogram lebih itu, dinilai sangat berani. Sebab, dirinya yang sudah menyandang status terpidana dan ditahan di Lapas kelas I Surabaya, ternyata tak membuatnya gentar. Ia masih mengendalikan penyelundupan sabu dari dalam tahanan.
“Terdakwa adalah otak dari penyelundupan sabu yang dilakukan Dewi dan Abel. Atas perintahnya, ia mengendalikan Dewi dan Abel untuk membawa sabu dari Batam ke Surabaya,” jelas JPU Martua.
Perbuatan terdakwa, kata Martua, yang juga residivis ini dinilai pantas untuk dikenakan hukuman maksimal.
Atas tuntutan yang telah dibacakan itu, Hakim Ketua taufik, didampingi Hakim Anggota Egi Novita dan Chandra, memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan (pledoi).
“Saya akan ajukan pembelaan secara tertulis yang mulia,” pinta terdakwa.
Sesuai permintaan itu, dijadwalkan pekan depan adalah sidang beragendakan pembelaan atas dakwaan terhadap terdakwa Tejo Baskoro alias Jake. (cr15)
Masyarakat yang hendak berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji, Senin (11/7/2016) menunggu giliran. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji diserbu ratusan pasien sejak Senin (11/7/2016) pagi.
Pasien yang datang pada hari pertama masuk kerja setelah menjalani libur lebaran itu umumnya adalah pasien rawat jalan. Kondisi ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya, dimana pasien rawat jalan tidak sebanyak itu.
Membeludaknya pasien rawat jalan itu karena sebagian pasien beranggapan bahwa klinik rawat jalan juga tutup selama libur Lebaran. Padahal klinik rawat jalan sudah dibuka sejak, Sabtu (9/7/2016) lalu.
“Nggak tahu kalau sudah buka dari hari Sabtu kemarin, pikirnya masih tutup, makanya baru hari ini saya ke sini,” ujar Ernawati, pasien di poliklinik THT, Senin (11/7).
Ernawati sendiri merupakan pasien yang mengalami gangguan pada telinga dan dia sudah rutin menjalani pengobatan di klinik THT RSUD, namun sepekan belakangan ini tidak bisa datang kontrol karena poliklinik rawat jalan tutup sejak tanggal 4-9 Juli. “Makanya baru hari ini saya kembali kontrol,” katanya.
Senada disampaikan oleh Robyn, pasien di poli syaraf. Dia terpaksa mengantre sejak pagi. “Cuma kontrol saja sih, bengkak leher dan pipi saya katanya ada kaitan sama syaraf. Sudah seminggu ini gejala penyakit ini, tapi kemarin-kemarin kan masih sibuk silaturrahmi dengan saudara dan kerabat jadi baru hari ini saya datang cek,” ujarnya.
Kedatangan pasien di klinik rawat jalan itu disambut baik oleh petugas medis di sana sebab seluruh petugas medis untuk semua klinik rawat jalan yang ada sudah aktif masuk kerja.
“Kalau aktif sudah dari tanggal 9 kemarin pak, hari ini memang agak banyak ya mungkin pasien pikir kami masih libur kemarin-kemarin,” ujar salah satu petugas medis di lantai II gedung rawat jalan RSUD Embung Fatimah.
Sementara itu pihak manajemen RSUD belum bisa memberikan keterangan pasti terkait pelayanan pascalibur Lebaran itu. Humas RSUD Nuraini saat dikonfirmasi tidak berada di tempat dan nomor ponselnya juga tak aktif. “Ibu lagi keluar,” kata salah satu petugas keamanan di gedung manajemen RSUD.
Tidak saja RSUD, warga yang membutuhkan pelayanan dari kantor camat juga terlihat membludak di kantor Camat Batuaji. Hari pertama masuk kerja itu kantor Camat Batuaji diserbu puluhan warga.
Warga yang mendatangi kantor camat Batuaji umumnya untuk mengurus atau mengambil kartu tanda penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
“KTP saya sudah diurus sejak dua minggu lalu, sebenarnya minggu kemarin diambil tapi karena masih libur baru hari ini saya ke sini,” ujar Diana, salah seorang warga.
Kedatangan puluhan warga itu terpantau dilayani dengan baik oleh petugas di sana.
Camat Batuaji Rinaldi M Pane kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id) menuturkan, memang dihari pertama masuk kerja itu, semua staff dan pegawai di kantor camat tersebut semua sudah aktif bekerja.
“Ada 72 anggota dan semuanya sudah aktif masuk, jadi pelayanan di hari pertama sudah normal adanya,” ujar Rinaldi. (eja)
Warga memasang kursi kayu mencegah keluar masuk truk pengangkut tanah untuk reklamasi laut kawasan Harbour Bay Batam, Selasa (12/78/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
batampos.co.id – Warga Pantai Stres Kelurahan Sei-Jodoh Batuampar memblokir jalan dan menghadang truk pengangkut tanah untuk reklamasi kawasan Harbour Bay, Selasa (12/7/2016).
Aksi ini dilakukan karena warga kesal jalan di depan rumah mereka menjadi hancur akibat aktifitas lalu lalang truk pengangkut tanah tersebut.
Warga menuntut pihak Harbour Bay segera melakukan perbaikan jalan yang kondisinya sangat memperihatinkan itu.
Sebagai bentuk protes, warga menutup jalan dengan menggunakan kayu dan berdiri di tengah-tengah jalan mencegah mobil pengangkut tanah melintasi jalan untuk aktivitas reklamasi. Akibat aksi tersebut, beberapa mobil tertahan dan tidak dapat keluar.
Lurah Sei Jodoh, Imam Tohari yang dijumpai di lokasi menuturkan aksi ini bermula dari kegiatan penimbunan di kawasan Harbour Bay yang berdampak pada masyarakat dan jalanan rusak.
“Akibat jalan rusak ini, banyak masyarakat yang terjatuh. Makanya mereka meminta jalan ini segera diperbaiki,” ungkapnya.
Pantauan batampos.co.id di lapangan, aksi pemblokiran jalan yang dilakukan warga tersebut tetap diawasi polisi dan petugas Satpol PP kecamatan setempat.
Pihak Harbourbay sendiri merespon tuntutan warga. Mereka berjanji akan segera memperbaiki jalanan yang rusak akibat aktifitas truk pengangkut tanah.
“Dari pertemuan yang sudah dilakukan, kontraktor bersedia untuk memperbaiki jalan ini,” kata Imam. (eggi)
Sampah meluber di Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (11/7/2016). Banyak sampah yang tidak diangkut oleh DKP di berbagai titik yang mengakibatkan penumpukan dan bau menyengat. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id -Tumpukan sampah masih terlihat di beberapa TPS (tempat pemuangan sementara) di Batam. Bau busuk semakin menyengat karena sampah dipenuhi belatung. Bila dibiarkan mengancam kesehatan warga.
Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id), sampah masih menumouk di pinggir jalan menuju Perumahan Aster Raya, Bukit Sakinah, Mutiara Indah, dan Gurindam Raya di Kelurahan Buliang Batuaji. Tumpukannya bahkan sudah menutupi sebagian badan jalan. Belatung sudah banyak yang merayap ke jalan raya. Lalat juga semakin banyak.
“Kalau melintas dari sekitar tumpukan sampah ini harus sangat hati-hati. Setengan badan jalan sudah tertutup. Dan harus tutup hidung karena bau busuk,” kata Candra Bazalel, warga Perumahan Aster Raya.
Ia mengaku sudah melihat tumpukan sampah itu sejak seminggu lalu. Entah kenapa hingga saat ini tak kunjung diangkut.
Jarak tumpukan sampah dengan rumahnya hanya sekitar 300 meter. Sehingga bau busuk dari sampah sering tercium sampai dekat rumahnya. Lalat dari tumpukan sampah juga dikhawatirkan akan menebar penyakit untuk anak-anak di sekitar perumahan.
“Kalau sampahnya tak segera diangkut, akan semakin banyak lalat. Bisa menjadi sumber penyakit, terutama bagi anak-anak. Bisa diare,” katanya.
Beberapa waktu lalu, karena sampah yang sudah menggunung di sana, warga sempat membakar tumpukan sampah di sana. Sampah sempat berkurang, tetapi kini tumpukan sampah kembali menggunung. (ian)
Queen Garden Waterboom. Sumber Foto: tempatwisataseru.com
batampops.co.id – Jangan pernah melepas anak sendirian saat berada di pantai maupun di tempat wisata air seperti waterboom. Akibatnya bisa fatal, anak yang belum bisa berenang bisa tewas tenggelam.
Ya, itulah yang terjadi di Water Boom Queen Garden Bengkong, Minggu (10/9/2016) lalu. Habib Ahmad Syukri, bocah 9 tahun ini tenggelam di dalam kolam renang dengan ketinggian air 1,5 meter.
Informasi yang didapatkan, Habib mengunjungi tempat wisata tersebut bersama orangtuanya. Namun, saat bermain di tengah kolam, Habib terlihat tak sadarkan diri.
“Saya lihat orang sudah ramai. Anak itu diangkat oleh teman saya (petugas waterboom, red),” ujar Hasan Apandi, salah seorang karyawan Waterboom.
Menurut dia, saat kejadian, lokasi kolam sedang dipenuhi pengunjung. Beberapa orang anak terlihat bermain di tengah kolam.
“Kami (petugas) tetap mengawasi. Memang saat itu pengunjung ramai karena hari libur,” terangnya.
Sementara itu, Jemie Pranalidan, pengelola waterboom mengaku korban tewas akibat kelalaian orangtuanya. Saat itu, Habib bermain tanpa pengawasan orangtua.
“Diduga korban bermain tanpa pengawasan orangtuanya. Petugas kami melihat dan menolong anak ini sudah tak sadarkan diri,” terangnya.
Menurut Dia, pengelola waterboom telah mengeluarkan peringatan terhadap pengunjung anak-anak. Setiap anak-anak yang bermain di dalam kolam harus dalam pengawasan orangtua.
“Kita sudah pasang spanduk juga. Dan memberikan himbauan-himbauan kepada orangtua,” tuturnya.
Dia mengaku ke depannya akan lebih ketat dalam mengawasi anak-anak.
Khusus terhadap korban, sambung Jemie, pihaknya telah memberikan santunan.
“Kita sebagai pengelola tetap bertanggungjawab. Dan diberikan santunan kepada korban,” paparnya.
Sementara itu, Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto membenarkan kejadian ini. Dari keterangan orangtua korban, mereka hanya mengetahui anaknya tak sadarkan diri.
“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Lokasi sudah di police line,” ujarnya singkat. (opi/eggi)
Wali Kota Batam Rudi memberikan penjelasan kepada petugas Dinas Kebersiahan Kota Batam di kantor Pemko Batam, Senin (11/7). Pertemuan anatar Pemko Batam dengan petugas DKP terkait tunjangan hari raya masalah penumpukan sampah. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam akhirnya menjawab tuntutan ratusan petugas kebersihan yang meminta pembayaran gaji ke-13 atau tunjangan hari raya (THR). Rudi berjanji akan membayarakannya namun dalam format berbeda.
Janji itu disampaikan Rudi saat mengumpulkan ratusan petugas kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) di aula Embung Fatimah Kantor Walikota Batam, Senin (11/7/2016) pagi.
Selain bersilaturahmi dan halal bihalal dalam suasana lebaran, Rudi juga memberikan penjelasan terkait tuntutan tunjangan hari raya petugas kebersihan yang disuarakan jelang lebaran.
“Kami upayakan bisa memenuhi permintaan bapak dan ibu sekalian,” kata Rudi.
Format berbeda yang dimaksud Rudi berupa kenaikan gaji beberapa bulan yang jika ditotal-total besarannya setara dengan gaji satu bulan atau setara dengan THR.
Format ini diambil karena aturan Mendagri meniadakan pembayaran gaji ke-13 selain kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Itu urusan saya nanti, yang pasti dalam waktu dekat, bisa jadi dalam satu bulan ini. Ada kenaikan gaji yang disesuaikan dengan satu bulan gaji,” sebut Rudi.
Lebih detail Rudi menyebutkan, penyesuaian gaji yang dimaksud, formatnya; nilai satu kali gaji dibagi dalam lima bulan berjalan dalam tahun anggaran 2016. Dimulai pada bulan Agustus mendatang.
Bahasa sederhananya, THR satu bulan gaji itu dibayarkan Pemko dicicil setiap bulan selama lima bulan dengan format penyesuaian gaji atau bisa juga disebut kenaikan gaji.
Kebijakan yang diambil Rudi itu disambut gembira para petugas kebersihan yang memadati ruangan di lantai 4 tersebut. Namun Rudi meminta dengan adanya penyesuaian tersebut para pekerja kebersihan untuk meningkatkan disiplin, kinerja sesuai dengan tugasnya.
“Hak kami berikan. Sekarang kewajiban bapak ibu terhadap Pemko Batam harus dilaksanakan,” pinta Rudi.
Rudi juga meminta agar Camat se-Kota Batam bisa mengontrol langsung ke lapangan dan menyusun jadwal pengangkutan sampah di daerahnya masing–masing sesuai dengan ketentuan.
Diharapkan dengan sistem yang akan dibangun tersebut permasalahan sampah di Kota Batam akan selesai.
Selain itu, tahun depan Wako akan menganggarkan pakaian dan sepatu baru bagi petugas kebersihan disamping dirinya juga akan mengkaji mengenai penggunaan plastik untuk berbelanja guna mengurangi volume sampah plastik yang semakin banyak
“Penggunaan plastik akan saya kaji kembali, ini upaya agar sampah berkurang,” Pungkas Rudi. (She)
Deretan kios liar masih menjamur dan tumbuh subur di kawasan Jodoh, Minggu (15/5/2016). Pemko Batam akan membongkar paksa didaerah Jodoh dan Nagoya target berikutnya. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam akan menggusur puluhan kios liar di kawasan Nagoya dan Jodoh. Penertiban dilakukan karena akan adanya pelebaran jalan sekaligus mengembalikan estetika Kota Batam.
“Kita terus membenahi tatanan Kota Batam. Disini nantinya akan ada pelebaran jalan. Jadi tak ada lagi kios- kios disini,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi usai meninjau lokasi kios liar yang akan dibongkar, Senin (11/7/2016) pagi.
Ia mengatakan sebelum penertiban, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada para pedagang kaki lima tersebut. Namun, meski sudah ada pemberitahuan ternyata masih ada pedagang yang tetap berjualan.
“Kita beri waktu paling lama dua minggu agar bisa membongkar kiosnya sendiri, kalau tidak ya dibongkar paksa,” terang Rudi.
Menurut dia, para pedangang itu tidak dibiarkan pindah begitu saja. Sebab, pihaknya sudah menyiapkan sekitar 27 kios sementara untuk para pedangang yang sudah terdata di Kawasan Nagoya New Town.
Kios itu dikatakan sementara karena Rudi berencana memindahkan seluruh pedangan ke pasar Induk Jodoh. Itupun setelah pembangunan pasa Induk Jodoh selesai.
Rudi juga meminta agar seluruh pihak mendukung penataan Kota Batam hingga rapi. Sehingga bisa memberi kenyamanan untuk masyarakat, khususnya warga Kota Batam.
“Sudah ada kesepakatan mereka pindah, dan ini kita sudah siapkan tempat baru,” kata dia.
Sementara Tyas salah seorang pedagang mengaku ikhlas direlokasikan ke tempat yang baru. Ia sadar jika tempat yang digunakan untuk berusaha merupakan tanah negara.
Wanita tersebut bersama suaminya membongkar sendiri kios yang telah ditempati bertahun- tahun lalu.
“Sudah ada pemberitahuan. Kita juga diberi waktu untuk membongkar sendiri,” ujar Tyas. (She)
Operator Trans Batam, Vicai, menunjukkan kaca depan Trans Batam yang pecah dilempar batu oleh supir bus angkutan umum jenis anugrah di Batuaji, Minggu (10/7/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id -Intimidasi, penganiayaan pegawai, hingga pengrusakan bus Trans Batam oleh oknum-oknum sopir angkutan kota (angkot) membuat pengelola Bus Trans Batam mengeluarkan ultimatum.
Kepala UPTD Trans Batam Abdul Madian cukup menegaskan, jika terjadi lagi aksi serupa berikutnya, pihaknya tidak akan mau berdamai lagi.
“Cukup ini yang terakhir, kami tak akan mentolerir lagi. Tak ada kata damai lagi,” tegas Abdul Madian pada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Senin (11/7/2016).
Ia mengatakan selama ini, pihaknya sudah cukup bersabar dengan tingkah laku para sopir angkot yang semena-mena terhadap pegawai Trans Batam. “Perbuatan mereka sudah sungguh terlalu,” ujarnya.
Beberapa petugas Trans Batam, sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa temannya. Mereka mengungkapkan bahwa selama ini pegawai Trans Batam diminta untuk tidak membalas tindakan provokatif oknum sopir angkot.
“Kami ini hanya pegawai, hanya melaksanakan perintah,” kata salah satu pegawai Trans Batam yang tak ingin disebut namanya di Sekupang.
“Kalau marah jangan ke kami lah,” lanjutnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, satu unit bus Trans Batam BP 7929 EU koridor Tanjunguncang-Batamcenter yang dikendarai Sumardi kaca depannya pecah karena dilempar batu oleh Dedi, sopir angkot Anugerah biru BP 7011 GU di depan Perumnas Batuaji, Sabtu (9/7/2016) sekitar pukul 18.00 WIB.
Dedi mengaku kesal karena penumpang dari arah Batamcenter lebih memilih naik Trans Batam ketimbang angkotnya.
Kasus ini sempat sampaike polisi, namun dimediasi sehingga pihak Perum Damri akhirnya menyetuji ajakan damai dari pihak Dedi dengan syarat kerusakan kaca depan bus Trans Batam harus diganti oleh Dedi.
“Sudah berdamai mereka dan pihak pengrusak bersedia ganti kaca bus yang dilemparinya itu,” kata kanit Reskrim Polsek Batuaji AKP M Said.
Perusakan dan intimidasi terhadap pihak operator bus Trans Batam dari sopir angkot di Batam ini bukan kali yang pertama. Beberapa bulan belakangan ini sedikitnya sudah empat kali terjadi.
Kejadian yang sempat heboh adalah aksi penyandraan sopir dan juru tiketing bus Trans Batam di daerah Seibinti, Sagulung dua bulan yang lalu. Aksi penyendaraan itu karena masalah yang sama pihak sopir angkot khususnya Bimbar dan sejenisnya merasa kalah bersaing dengan bus Trans Batam.
“Ini sudah kali ke empat, pemerintah kota Batam harus bisa ambil tindakan tegas. Kami bekerja untuk melayani masyarakat, tapi kenapa terus dapat tekanan dan gangguan seperti ini,” ujar staf operasional perum Damri Batam, Surung Togi Pakpahan. (ska)
batampos.co.id – Idris, warga ruli Tanjunguma babak belur dihajar warga di kawasan Cahaya Garden, Bengkong, Minggu (10/7/2016) siang. Pria 39 tahun ini tertangkap tangan menjambret Suharti.
Ironisnya, aksi nekat Idris tersebut dilakukannya saat mengendarai sepeda motor bersama istrinya, Ns, dan dua anaknya.
Diceritakan Suharti, ia dijambret saat melintas di kawasan Pasar Cahaya Garden mengendarai sepeda motor Honda Supra X. Diwaktu bersamaan pelaku memepet motornya, dan merampas dompet yang digantung di stang motor.
“Tasnya langsung diambil. Lalu saya teriak dan dia (pelaku) dikejar warga,” ujar Suharti di Mapolsek Bengkong.
Dia menjelaskan pelaku sempat mendapatkan dompet yang berisikan uang Rp 700 ribu tersebut. Namun, warga yang mengetahui aksi Idris mengejar dan mengepung pelaku.
“Untung saya tidak jatuh, karna bawa motor dengan anak juga. Tak jauh pelaku berhasil ditangkap,” terang wanita 42 tahun ini.
Sementara itu, Ns, istri Idris tampak menyesali perbuatan suaminya. Wanita 32 tahun tersebut mengaku tak mengetahui rencana Idris untuk menjambret.
“Saya tak tau kalau abang (Idris) menjambret. Taunya pas abang bawa motor ngebut dan dikejar masa,” tutur Nursanti dengan berlinang air mata.
Dia mengaku suaminya tersebut nekat menjambret karena tak memiliki uang untuk biaya sekolah anak. Ditambah uang kontrakan sebesar Rp 400 ribu yang harus dibayar.
“Kami baru pindah dan ngontrak di Tanjunguma. Uang tidak ada,” tutur ibu tiga anak ini.
Sementara Idris hanya tertunduk saat dimintai keterangan. Pria yang berprofesi sebagai pemulung ini tampak menyesali perbuatannya.
Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto membenarkan adanya kejadian ini. Pelaku beserta istrinya diamankan di Mapolsek Bengkong.
“Pelaku sudah kita amankan dan sedang kita minta keterangan,” ujar Hendrianto singkat. (opi)
Operator Trans Batam, Vicai, menunjukkan kaca depan Trans Batam yang pecah dilempar batu oleh supir bus angkutan umum jenis anugrah di Batuaji, Minggu (10/7/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Operasional bus Trans Batam di Batam kembali mendapat gangguan dan intimidasi dari oknum sopir angkot di Batuaji.
Satu unit bus Trans Batam BP 7929 EU koridor Tanjunguncang-Batamcenter yang dikendarai Sumardi mengalami pecah kaca karena dilempari oleh Dedi, sopir angkot Anugerah biru BP 7011 GU di depan Perumnas Batuaji, Sabtu (9/7/2016) sekitar pukul 18.00 WIB.
Dedi mengaku kesal karena penumpang dari arah Batamcenter lebih memilih naik Trans Batam ketimbang angkotnya.
Kasus tersebut sempat sampai ke pihak kepolisian Batuaji sebelum akhirnya berdamai dan Dedi diwajibkan mengganti kaca depan bus Trans Batam yang dilemparinya itu.
Informasi yang didapat, sebelum terjadi aksi pecah kaca bus Trans Batam itu, Dedi terlebih dahulu terlibat perkelahian dengan Vicai, juru tiketing Bus Trans Batam dirusak Dedi. Perkelahian itu terjadi di halte simpang Panbil menuju Seibeduk.
Perkelahian itu buntut dari kekesalan Dedi yang sudah dua kali menunggu penumpang di halte simpang Kara dan halte depan Kepri Mall selalu dipotong oleh Trans Batam. Semua penumpang yang menanti angkot di dua halte itu lebih memilih naik Trans Batam ketimbang naik angkot Dedi. Dedipun kesal dan mencegat Trans Batam tersebut di depan Stadion Tumenggung.
“Dari Kepri Mall sampai ke Tumenggung, dia (Dedi) lari zig zag mobilnya dan rem mendadak di depan kami. Semua penumpang di bus histeris karena ulahnya itu,” kata Vicai.
Aksi zig zag Dedi tersebut tak diterima Vicai. Vicai mempertanyakan sikap tak sportif Dedi itu di halte simpang Panbil, sehingga berujung pada perkelahian. “Saya tanya baik-baik dia malah memukul saya. Alis mata saya robek pak. Ya saya balaslah,” kata Vicai.
Merasa kalah dalam perkelahian itu, Dedi lantas kabur duluan ke arah Batuaji. “Karena masih banyak penumpang Batuaji ya kami juga kembali jalan,” ujar Vicai.
Sesampai di depan Perumnas Sagulung, sambung Vicai, mendadak Dedi muncul dari lokasi pembatas jalur dua arah dengan memegang sebuah batu yang cukup besar. Dedi yang mungkin masih kesal lantas melempari kaca depan bus Trans Batam dengan batu yang dipegangnya itu.
“Dua tangan dia pegang batu itu, untung kacanya tak jebol. Sempat jebol bisa kena sopir kami,” ujar Vicai.
Kejadian itu tak diterima oleh pihak Damri selaku operator bus Trans Batam dan langsung melapor ke Mapolsek Batuaji.
Menerima laporan itu, polisi lantas menjemput Dedi bersama angkotnya ke Mapolsek Batuaji.
Setelah melalui proses mediasi, pihak Perum Damri akhirnya menyetuji ajakan damai dari pihak Dedi dengan syarat bahwa kerusakan kaca depan bus Trans Batam harus diganti oleh Dedi.
“Sudah berdamai mereka dan pihak pengrusak bersedia ganti kaca bus yang dilemparinya itu,” kata kanit Reskrim Polsek Batuaji AKP M Said.
Perusakan dan intimidasi terhadap pihak operator bus Trans Batam dari sopir angkot di Batam ini bukan kali yang pertama. Beberapa bulan belakangan ini sedikitnya sudah empat kali terjadi.
Kejadian yang sempat heboh adalah aksi penyandraan sopir dan juru tiketing bus Trans Batam di daerah Seibinti, Sagulung dua bulan yang lalu. Aksi penyendaraan itu karena masalah yang sama pihak sopir angkot khususnya Bimbar dan sejenisnya merasa kalah bersaing dengan bus Trans Batam.
“Ini sudah kali ke empat, pemerintah kota Batam harus bisa ambil tindakan tegas. Kami bekerja untuk melayani masyarakat, tapi kenapa terus dapat tekanan dan gangguan seperti ini,” ujar staf operasional perum Damri Batam, Surung Togi Pakpahan.
Kedepannya pihak Perum Damri berharap agar pengawasan dari pemko Batam terhadap operasional seluruh angkot di kota Batam lebih maksimal lagi agar hal-hal yang tak diinginkan seperti ini tidak terjadi lagi. (eja)