Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 13969

Pengusaha Reklamasi di Batam Terancam Bui

0
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pemko Batam memasang pita segel PPNS pada alat berat di reklamasi Pulau Janda Berhias Sekupang Batam, Foto: istimewa
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pemko Batam memasang pita segel PPNS pada alat berat di reklamasi Pulau Janda Berhias Sekupang Batam, Foto: istimewa

batampos.co.id -Maraknya kasus reklamasi pantai di Batam yang menimbulkan kerusakan lingkungan membuat Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepri bergerak.

Saat ini, polisi telah menyelidiki adanya dugaan tindak pidana di proyek-proyek reklamasi yang ada di Batam.

Kesimpulan awal, polisi mengklaim ada potensi terjadinya tindak pidana yakni pelanggaran Undang-Undang Nomor 32 tentang lingkungan hidup dan UU 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Perusahaan reklamasi menurut Kasubdit IV Ardianto bisa saja melanggar UU nomor 32 jika merusak lingkungan. “Kalau ada gratifikasi dalam pengurusan dokumen, bisa juga terjerat UU Tipikor,” ujar Ardianto.

Selain dua UU diatas, Ardianto menyebut bisa saja perusahaan reklamasi bisa saja melakukan pelanggaran UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang wilayah pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dan UU Nomor 17 Tahun 2008 mengenai pelayaran.

Polisi sendiri menurut dia hingga saat ini masih sebatas memeriksa dan mengklarifikasi dokumen-dokumen izin milik 14 perusahaan reklamasi di Batam. “Sejauh ini, dokumen mereka lengkap,” ujarnya.

Polisi sendiri akan menjelaskan ke Tim 9 bentukan Pemko Batam terkait sejumlah UU yang dikemukan terkait aktifitas reklamasi di kota ini. “Nanti kami menjelaskan seluruh UU tersebut,” katanya. (ska)

Hujan Deras, Melcem Jadi Kolam Raksasa, Ratusan Rumah Terendam

0
Seorang warga Melcem, Batuampar berusaha menyelamatkan barang dari air yang masuk ke dalam rumah, Rabu (13/7/2016).  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Seorang warga Melcem, Batuampar berusaha menyelamatkan barang dari air yang masuk ke dalam rumah, Rabu (13/7/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id -Titik banjir saat hujan deras mengguyur Kota Batam terus bertambah. Semua dipicu pembangunan yang tak memperhatian sistem drainase yang terintegrasi.

Yang ada, drainase kecil, buntu, rusak, hingga air hujan meluber ke badan jalan dan perumahan yang topografinya lebih rendah.

BACA JUGA: Batam Diguyur Hujan Deras, Ini TItik Banjirnya

Namun, dari puluhan titik banjir, kawasan paling teruk ada di Batuampar, yakni Melcem. Setiap hujan deras turun, langsung banjir dengan tinggi sepinggang orang dewasa. Kawasan itu tak ubahnya kolam raksasa. Ratusan rumah terendam.

Rabu (13/7/2016) siang hingga sore, tampak warga Melcem sibuk menguras air dari dalam rumah mereka.

“Kondisi banjir ini sudah kami laporkan ke Pemko Batam, namun sampai saat ini tak ada solusi. Bahkan kami sudah mengadu ke Gubernur Kepri waktu Pak Sani masih hidup,” ujar Toko Masyarakat Melcem, Rahmat Munte.

Munte berharap Pemko Batam, Pemprov Kepri, dan BP Batam mau membantu masyarakat di Melcem agar terbebas dari banjir setiap hujan deras turun.

Ia juga prihatin dengan pembiaran aktivitas reklamasi dan pembangunan properti yang drainasenya tak terintegrasi satu sama lainnya, sehingga menimbulkan banjir.

Menurutnya, investasi penting, namun jangan sampai mengorbankan warga sekitar. “Banjirnya setinggi perut orang dewasa karena drainasenya jelek,” kata Munte lagi.

Di tempat terpisah, Camat Batuampar Leo Putra membenarkan kalau sejumlah wilayahnya selalu kebanjiran saat hujan turun deras.

Kondisi itu diperparah dengan banyaknya aktivitas pemotongan lahan dan reklamasi. Tumpahan tanah menutupi drainase yang memang sudah kecil sehingga tak bisa berfungsi.

“Sudah sering kami usulkan, Pemko pun turun melihat, setelah itu tak ada realisasi perbaikan drainase,” katanya. (kon1/eggi)

Hujan Deras, Jarak Pandang di Hang Nadim hanya 200 Meter, 3 Pesawat Dialihkan

0
Hujan deras mengguyur Batam, Rabu (13/7/2016) menyebabkan pendaratan maupun take off pesawat di Hang Nadim terganggu 25 menit. Foto: bandara.web.id
Hujan deras mengguyur Batam, Rabu (13/7/2016) menyebabkan pendaratan maupun take off pesawat di Hang Nadim terganggu 25 menit. Foto: bandara.web.id

batampos.co.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam, Rabu (13/7/2017) sejak pukul 10.00 WIB, tak hanya menimbulkan banjir di puluhan titik di Kota Batam, tapi juga membuat penerbangan dan pelayaran kapal di Batam tertunda.

Di Bandara Hang Nadim Batam contohnya, penerbangan di bandara Internasional ini sempat ditutup hampir setengah jam. Tepatnya 25 menit, mulai pukul 11.10 sampai dengan pukul 11.35 WIB.

BACA JUGA: Hujan Deras Guyur Batam, Ini Titik Banjirnya

Selama tutup, tiga pesawat dari beberapa rute yang hendak mendarat terpaksa dialihkan ke bandara lain untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

“Jarak pandang hanya 200 meter, sementara untuk pendaratan maupun take off, minimal jarak pandang 500 meter,” ujar Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso.

Tiga penerbangan yang dialihkan tersebut, yakni: Garuda dari Jakarta tujuan Batam (terpaksa mendarat di Tanjungpinang), Batik Air (mendarat di Pekanbaru), dan  Lion juga mendarat di Pekanbaru.

Namun, pendaratan di bandara terdekat itu hanya sementara. Begitu jarak pandang normal, ketika pesawat itu terbang kembali ke Batam dan mendarat mulus di Bandara Hang Nadim Batam.

Karena pendaratan maupun penerbangan sempat tertunda akibat cuaca buruk, sejumlah penerbangan di bandara lainnya yang sejatinya menggunakan pesawat yang mendarat di bandara terdekat tadi, menjadi delay. (eggi)

Kasat Narkoba: Yang Bisa Menyimpulkan Kematian Lurah Marwan ya Dokter

0

Mayatbatampos.co.id – Penyebab kematian Marwan, Lurah Sukajadi, Rabu (13/7/2016) masih menyisakan tanya.

Informasi yang berkembang Marwan tewas karena over dosis obat-obat tertentu yang ia konsumsi saat menikmati malam di salah satu tempat di kawasan Jodoh.

Baca Juga: Lurah Sukajadi Marwan Tewas Diduga Over Dosis Obat

Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Hery mengaku sudah mendapat kabar kematian Lurah Sukajadi itu. Namun ia belum bisa memastikan penyebab tewasnya lurah berusia 48 tahun itu.

“Dokter lah yang bisa menyimpulkan penyebab kematian korban,” kata Suhardi.

Sementara itu, kata Suhardi, pengakuan pihak keluarga, Marwan menderita penyakit jantung.

“Jadi banyak kemungkinan penyebab kematian korban. Kita belum bisa simpulkan,” tutup Suhardi.

Ya, Lurah Marwan dilarikan ke RSBK, Rabu (137/2016) pukul 03.00 dinihari oleh dua rekannya usai minum obat-obat tertentu di kawasan Jodoh karena mengeluh sesak nafas dan dadanya sakit.

Saat tiba di RSBK, Marwan masih sadar, namun kondisi badannya panas dingin. Pihak RSBK sempat memberikan pertolongan pertama, namun Marwan menolak diinfus.

Tak lama berselang, Marwan tak sadarkan diri dan sempat dibawa ke IGD. Namun sekitar pukul 05.00 subuh, Marwan meninggal dunia.

Jasad Marwan akhirnya dijemput keluarganya pukul 07.30 WIB. Jasadnya dimandikan dan disalatkan di rumah duka di Taman Raya, Batamcentre. Kemudian dimakamkan di TPU Nongsa.

Camat Batamkota, Ridwan membenarkan Lurah Marwan meninggal.  “Ini lagi dimakamkan di TPU Nongsa,” ujar Ridwan

Humas Pemko Batam Ardinata juga membenarkan kalau Lurah Marwan meninggal. “Benar, dia Lurah Sukajadi,” ujar Ardi.

Namun penyebab kematian sangLurah, Ardi mengaku tidak tahu. “Sudah dimakamkan di Nongsa,” ujar Ardi.

Ia meminta masyarakat yang mengenal Marwan jika ada salah dan khilaf mohon dimaafkan.

Ardi menilai, semasa hidupnya, Marwan sosok yang baik dan lurah yang berkinerja baik. (eggi)

Satuan Narkoba Polresta Barelang Musnahkan 2 Kg Sabu

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Satuan Narkoba Polresta Barelang memusnahkan 2.087 gram sabu dari total barang bukti 2.577 gram sabu di Sat Narkoba Polresta Barelang, Rabu (13/7/2016). Sisanya, 490 gram, disisihkan untuk uji laboratorium dan persidangan.

Barang bukti tersebut merupakan hasil operasi penangkapan terhadap dua orang tersangka berinisial Ibrahim (35) dan Masturam (44) pada pertengahan bulan puasa lalu di dua tempat yang berbeda.

Kasatres Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Hery Haryanto menjelaskan penangkapan pertama terjadi di Bandara Hang Nadim Batam, dengan tersangka Ibrahim oleh Bea dan Cukai Batam pada Sabtu (11/6/2016).

Dari tangan Ibrahim, polisi menyita barang bukti sabu seberat 1.014 yang disembunyikan di selangkangannya. Rencananya sabu tersebut akan dibawanya menuju Medan dengan menggunakan pesawat Lion Air JT144.

“Tersangka ditangkap oleh Bea dan Cukai Batam, kemudian di limpahkan penanganannya sama kita,” ungkapnya, Rabu (13/7/2016).

Setelah melakukan penangkapan terhadap Ibrahim, operasi kedua terjadi pada Rabu (13/7) di pelabuhan rakyat kawasan Nongsa. Dalam penangkapan ini, polisi berhasil mengamankan Masturam.

Dari tangan Masturam, polisi berhasil menyita barang bukti sabu seberat 1.563 gram. Adapun sabu tersebut baru saja dijemputnya di OPL.

“Saat mau dilakukan penangkapan pada saat itu, pelaku berusaha melakukan perlawanan. Pada saat itu, petugas langsung melakukan penembakan terhadap pelaku,” lanjut Suhardi. (eggi)

Enam Bulan, 62 Pengendara Tewas di Jalan Batam

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Kecelakaan lalu-lintas (Lakalantas) di Batam selama tahun 2016 tergolong tinggi. Hingga bulan Juli terhitung 62 pengendara tewas.

Kanit Laka-lantas Polresta Barelang, Iptu Arman mengatakan kecelakaan dan menimbulkan korban tewas itu mayoritas dialami pengendara sepeda motor.

“Banyak pengendara motor. Dan laka tunggal,” ujar Arman, kemarin.

Dari 62 laka tewas tersebut, tercatat angka tertinggi laka tewas pada bulan Maret, yaitu 14 orang. Selanjutnya pada bulan Januari 13 orang, bulan Februari 10 orang, bulan April 12 orang, bulan Mei 6 orang, bulan Juni 6 orang serta bulan Juli 1 orang tewas.

“Bulan lalu (Juni) kecelakaan menurun dibanding tahun sebelumnya,” sambung Arman.

Menurut Dia, banyaknya laka tewas tersebut disebabkan kelalaian pengendara, khususnya sepeda motor. Seperti berkendara dalam kondisi ngantuk serta dipengaruhi minuman alkohol.

“Intinya human eror. Banyak juga bawa motor lagi mabuk,” terangnya.

Arman menjelaskan dengan tingginya angka kecelakaan tersebut, pihaknya terus melakukan sosialisasi. Selain itu, ia meminta kesadaran pengendara untuk lebih berhati-hati.

“Keamanan berkendara lebih ditingkatkan. Utamakan keselamatan. Kita juga sudah pasang spanduk agar pengendara lebih berhati-hati,” tuturnya.

Menurut Dia, selama hari lebaran, jalanan di Batam terbilang kondusif. Selama libur tersebut hanya terjadi satu laka tewas di kawasan Barelang. Kecelakaan antara Honda Revo BP 3726 GJ dengan kontainer B 9530 XA itu menyebabkan Zamzali tewas.

“Dibandingkan tahun lalu (lebaran), kecelakaan tahun ini menurun,” tutupnya. (opi/bpos)

Jalanan Licin, Mobil Terios Terjungkal di Tiban

0
Mobil Terios Silver kecelakaan di depan KFC Tiban, Rabu (13/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Mobil Terios Silver kecelakaan di depan KFC Tiban, Rabu (13/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Akibat jalanan licin setelah diguyur hujan, mobil minubus jenis Daihatsu Terios BP 1221 MR mengalami kecelakaan tunggal di depan KFC Tiban, Rabu (13/7/2016).

Salah seorang saksi mata yang ditemui di lokasi kejadian menuturkan mobil yang melaju dari arah Sekupang menuju Nagoya tersebut mengalami slip di bagian ban depan hingga akhirnya membentur trotoar dan sebuah pohon.

“Mobilnya mengalami slip, kemudian membentur trotoar dan sebuah pohon,” ungkapnya.

Akibat dari kejadian ini, kondisi mobil berwarna silver tersebut mengalami rusak parah di bagian bodi sebelah kanan akibat membentur pohon yang berada di pinggir jalan.

Setelah polisi datang, korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Sementara pengemudi mobil diamankan di Satuan Laka Lantas Polresta Barelang untuk dimintai keterangan, dan mobil terios tersebut turut diamankan.

“Ada tiga orang yang berada dalam mobil. Satu orang telah dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan sopirnya tidak apa-apa dan sudah diamankan,” ujar anggota sat lantas yang ditemui dilokasi kejadian. (eggi)

Satu Minggu, Jenazah Tanpa Identitas Masih di RSBP

0
Ilustrasi. Foto: fajar/jpg
Ilustrasi. Foto: fajar/jpg

batampos.co.id – Mayat seorang pria tanpa identitas di RSBP belum dimakamkan karena tidak ada keluarga yang mengambil. Pria yang diperkirakan berusia 54 tahun ini sebelumnya dibawa oleh seorang polisi ke RSBP, Selasa (5/7) sekitar pukul 02.00 WIB.

“Yang bawa polisi, infomasinya korban sekarat di Kampung Bule, Nagoya,” kata Humas RSBP, Wawan, Selasa (12/7).

Sempat mendapatkan perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP), Sekupang, pria tanpa identitas akhirnya meninggal dunia, Selasa (5/7) sekitar pukul 17.30 WIB. Jenazah langsung dibawa ke kamar jenazah untuk tindakan selanjutnya.

Pria yang memiliki ciri tinggi sekitar 162 centimeter, kulit sawo matang, rambut ikal ini asih berada di kamar jenazah RSBP, Sekupang.

Salah seorang petugas RSBP, Udin menuturkan jenazah sudah berada diruang pendingin selama satu minggu, hingga saat ini belum ada satupun keluarga, maupun teman korban yang datang.

“Tidak ada, kita tunggu dari Dinas terkait untuk pengurusan jenazah ini,” ujar pri yang akrab disapa pak de ini.

Lanjutnya, ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Ini karena murni karena sakit,” tutupnya. (cr17/bpos)

Buang Sampah Sembarangan, 7 Warga Batam akan Disidang

0
Pembuang sampah sembarangan saat menjalani sidang di PN Batam, Jumat (27/5/2016). Foto: icank/posmetro/RPG
Pembuang sampah sembarangan saat menjalani sidang di PN Batam, Jumat (27/5/2016). Foto: icank/posmetro/RPG

batampos.co.id – Tujuh warga Batam yang tertangkap tangan sedang membuang sampah dan membakar sampah sembarangan siap disidangkan, Jumat (22/7) nanti. Ini merupakan kali keempat sidang yang digelar dalam penegakkan Peraturan Daerah terkait sampah.

“Tujuh orang ini merupakan hasil sidak selama bulan ramadan kemarin,” kata Kepala Bidang Program, Aisrin, Selasa (12/7).

Selama menegakkan Perda sampah, Tim Yustisi sudah berhasil menangkap 22 orang pelanggar. Kebanyakan kasus masih sekitar kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan membakar sampah.

Sidang pertama penegakkan Perda sampah dimulai tanggal 3 Mei sebanyak tiga orang, 11 Mei sebanyak 11 orang, 10 Juni tujuh orang, dan 22 Juni nanti sebanyak tujuh orang.

Tim Yustisi yang baru dibentuk selama dua bulan ini menurutnya memang belum efektif, terbukti saat ini masih banyak sampah yang berserakan disepanjang jalan.

“Memang belu efektif, kami juga masih berusaha,” sebutnya.

Meskipun demikian, tim yang terdiri dari berbagai instansi ini diharapkan kedepan bisa bekerja lebih optimal lagi. Kedepan dia menargetkan 20 kali operasi dalam satu bulan.

Saat ini Tim Yustisi masih bekerja secara persuasif atau menyampaikan dan memberikan pendidikan terkait larangan membuang sampah disembarang tempat.

“Kita coba edukasi dulu, tapi tergantung pelanggarannya juga, jika berat akan langsung kami tindak,” tukasnya.(cr17/bpos)

Stop Bullying saat MOS

0
MOS
MOS

batampos.co.id – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPAD) Provinsi Kepri berharap pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah dilaksanakan dengan mengedepankan azaz ‘Ramah Anak’.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru.”Aturan baru sudah ada. Isinya melarang adanya pelonco maupun kekerasan,” kata Komisioner KPPAD Kepri, Erry Syahrial, kemarin.

Tak hanya itu, menurutnya aturan itu juga mengantur tatacara pakaian bagi siswa baru. Jika tidak memiliki nilai edukasi tak diperbolehkan untuk diterapkan.

“Dulu kan ada pakai karung, kuncir rambut pakai pita. Sekarang yang tak ada unsur pendidikan, tak diberlakukan lagi,” tutur Erry.

Dia mengatakan pihak sekolah harus proaktif mengawasi pelaksanaan kegiatan awal siswa baru yang dulu lazim disebut Masa Orientasi Siswa (MOS) itu sehingga hal-hal yang tak diinginkan tak terjadi. “Kita maunya MOS ini ramah anak, apa yang dibutuhkan murid baru, itulah yang akan disampaikan,” tambahnya.

Jika ke depan terjadi pelanggran dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah, pihaknya bersedia menerima aduan masyarakat. “Bisa langsung sampaikan ke kami. KIta juga memantau lansung dilapangan,” pungkasnya. (cr13/bpos)