Sekretaris Kota Tanjungpinang, Riono. foto:yusnadi/batampos
batampos.co.id – Sekretaris Kota (Seko) Tanjungpinang, Riono berharap, Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat berperan dalam penentuan harga pasar. Langkah awal yang perlu dilakukan untk mencapai itu, yaitu dengan menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang menjadi penyeimbang harga pasaran. Dengan cara memasok dan menjual sejumlah bahan kebutuhan pokok secara mandiri di Kota Tanjungpinang.
“Saya berharap harga yang ditetapkan BUMD yang menjadi patokan,” ujar Riono, Minggu (10/7).
Dikatakan Riono, BUMD telah melakukan gebrakan di bulan Ramadan 1437 H lalu, yaitu dengan mendatangkan komoditas cabai merah dari Provinsi Yogyakarta. Selanjutnya, cabai tersebut dijual dengan harga di bawah harga pasar saat itu. Hasilnya, terjadi penurunan harga cabai merah di Kota Tanjungpinang. Selain itu, menjelang perayaan hari besar Idul Fitri, BUMD menjual daging sapi segar, dengan harga yang juga di bawah harga pasar.
“BUMD jual Rp 135 ribu. Dan pada saat itu harga daging di pasar Rp 160 ribu. Bisa saja jika BUMD tidak menjual daging, harga di pasar mencapai Rp 180 ribu,” ujarnya.
Upaya yang dilakukan BUMD untuk menekan lonjakan harga kebutuhan, dikatakan Riono tidak hanya pada saat Ramadan dan Idul Fitri. Melainkan di hari-hari lain yang setiap tahunnya berpotensi mengalami lonjakan harga.
Riono tidak memungkiri, ketika BUMD menjual kebutuhan dengan harga di bawah harga pasar, sejumlah pedagang dan pengusaha mengeluhkan tindakan tersebut. Tapi, kata Riono, tindakan penekanan harga harus dilakukan, untuk memberi kemudahan bagi masyarakat Tanjungpinang.
“Karena Ini berhubungan dengan hajat hidup orang banyak, maka Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah meminta BUMD berperan,” ujarnya.
Riono menyadari, Pemko Tanjungpinang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, dan harus melalui berbagai tahapan, supaya harga yang ditetapkan BUMD dapat menjadi patokan pasar. Mengingat, selama ini penetapan harga berdasarkan mekanisme pasar. “Pelan-pelanlah kita menuju kesana,” ujarnya.
Pemerintah memang tidak bisa menetapkan harga kebutuhan. Tapi Pemerintah bisa mengontrol dan mengimbanginya. Melalui BUMD, Riono berharap, rencana tersebut dapat berjalan. “Kalau tidak dikontrol bisa melambung sangat tinggi,” ujarnya. (Lra/bpos)
Ribuan pencari kerja berdesak-desakan di depan pintu masuk PT Sumitomo Batam yang membuka lowongan kerja beberapa waktu lalu. Sumber Foto: kaskus.co.id
batampos.co.id – Ada harapan baru bagi para pencari kerja yang membanjiri Batam, tahun ini. Sebab tahun ini diperkirakan akan terbuka lowongan pekerjaan yang lebih besar seiring meningkatnya realisiasi investasi, baik asing maupun dalam negeri.
Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat, realisasi investasi asing di Batam sampai dengan Mei 2016 meningkat dibanding tahun lalu. Tahun ini ada 62 proyek dengan nilai investasi mencapai 392 juta Dolar Amerika.
“Jumlah ini jauh meningkat dibanding tahun lalu dimana hanya terdapat sebanyak 47 proyek dengan nilai investasi mencapai 204 juta Dolar Amerika,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono belum lama ini.
Realisasi investasi ini mencakup delapan besar industri yakni industri alat angkutan dan transportasi, industri kimia dasar, industri makanan, konstruksi, industri logam dasar, dan industri mesin, dan industri elektronik.
Jika dilihat berdasarkan jumlah negara, ada empat negara yang menyumbangkan investasi paling besar di Batam, yakni Singapura, Malaysia , Jerman, dan Australia.”Ini berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) tahun ini,” tutup Andi.
Melihat perkembangan ini, banyak pengusaha optimis Batam akan semakin baik lagi. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Oka Simatupang mengatakan iklim investasi terus membaik.
“Hal ini juga terlihat dari perusahaan-perusahaan di beberapa kawasan industri yang buka lowongan pekerjaan, seperti PT Sumitomo di Batamindo,” ujarnya.
Selain PT Sumitomo yang selalu membuka lapangan pekerjaan tiap tahunnya, PT Ghimli Indonesia di Tunas dan PT SMOE di Kabil, begitu juga dengan Epson, Flextronics, Dynacast, Teckwah dan lainnya juga rutin buka lapangan pekerjaan.
Dari Januari sampai Mei 2016, diperkirakan sudah terserap lebih kurang 2000 tenaga kerja. Angka tersebut sangat membantu mengurangi pengangguran di Batam
Di kawasan industri Batamindo, pengelolanya mempermudah para tenant disana dengan membuka pusat informasi lowongan pekerjaan. Setiap hari ada sekitar 900 lowongan yang buka, namun pencari kerja selalu membludak sampai mencapai 3000 orang tiap harinya.
“Kita berharap Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terus memperluas usahanya di Batam sehingga tercipta banyak lowongan pekerjaan,” katanya lagi.
Namun hal ini juga harus didukung oleh otoritas setempat dengan memberi kemudahan dalam berinvestasi. “Pemerintah pusat terus meluncurkan paket ekonominya, maka pemerintah daerah harus mendukung pusat,” katanya.
Sementara pengamat kebijakan publik Batam, Muhammad Zaenuddin, mengatakan tingginya angka pendatang ini perlu diwaspadai. Pemerintah, kata dia, harus menyiapkan segala antisipasi, khususnya mencegah terjadinya peningkatan angka pengangguran.
“Dalam ekonomi, selalu ada konsep urban dan rural. Penduduk dari desa pasti akan datang ke kota untuk mencari kehidupan lebih baik,” ujar Zaenuddin, belum lama ini.
Proses migrasi itu adalah alamiah dan tidak ada sesuatu yang dapat mencegah hal tersebut, bahkan Perdaduk bukan cara yang baik karena akan menimbulkan polemik besar nantinya.
Salah satu cara terbaik untuk mengatasi lonjakan penduduk menurut Zaenuddin adalah pemerintah pusat harus menyiapkan kebijakan baru terkait lapangan pekerjaan dan percepatan pembangunan infrastruktur.
“Selama ini Batam dipandang maju oleh pendatang, sehingga banyak yang kesini,” imbuh Zaenuddin.
Jika pembangunan dilakukan secara merata dan lapangan kerja tersedia dalam jumlah banyak, maka para pendatang tak akan tertarik ke Batam dan pasti akan menetap di kampung halamannya. (leo/koran bp)
Saat ini menurutnya, dari jumlah data penduduk yang terdaftar di Dinas Kependudukan Kota Batam sebanyak 1,2 juta jiwa, hampir 25 persen merupakan warga kurang mampu atau miskin.
“Seperempat dari yang terdata, jadi kalau tidak punya keahlian jangan nekat ke sini (Batam, red),” tegas Rudi.
Jumlah tersebut, kata Rudi, diperkirakan akan bertambah, seiring masih adanya sekitar 200 ribu jiwa penduduk Batam yang belum terdata. Dengan datangnya orang baru pastinya akan menambah jumlah pengangguran di Batam.
“Yang sekarang saja kita masih banyak yang mencari kerja, ditambah lagi yang baru masuk ini, mau bersaing seperti apa kalau tidak punya keahlian,” terang mantan Wakil Walikota Batam ini.
“Oleh karena itu, yang mudik jangan pula mengiming-imingi mereka yang baru ini untuk datang ke Batam, saat ini kita sudah sangat padat penduduk, cari kerja masih kesusahan, angka pengangguran juga tidak sedikit,” sebut dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam, Mardanis mengakui setelah lebaran memang ada peningkatan jumlah penduduk yang masuk ke Batam, hal ini dikarenakan banyak usia produktif baru menyelesaikan pendidikan mereka.
“Jadi mereka datang untuk mencari pekerjaan ke Batam, rata-rata perpindahan penduduk ini didominasi tamatan SMA,” kata dia.
Berdasarkan data dari surat pindah datang yang masuk ke Disduk, setiap tahunnya hampir 60 ribu penduduk baru di Batam. Sedangkan yang pindah keluar tidak mencapai sepertiganya.
“Satu hari ada 120-150 surat pindah yang masuk,” jelas mantan Camat Sekupang ini.
Pemerintah Kota Batam tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghalangi masuknya pendatang ke Batam, selain melakukan pendataan.
“Perlu kajian untuk memberlakukan Perdaduk,” katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Zarefriadi mengakui penurunan jumlah lapangan pekerjaan. Bahkan masalah ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. “Sudah lama. Bukan baru-baru ini saja,” kata Zaref, beberapa waktu lalu.
Dampak ekonomi yang terus melemah, diduga menjadi salah satu penyebab banyaknya perusahaan hengkang. Ditambah lagi banyak yang datang tanpa keahlian khusus, sebagaimana yang dibutuhkan oleh perusahaan yang membuat pencari kerja terus meningkat.
Pantauan di Pelabuhan Domestik Sekupang, hingga H+3 lalu jumlah pendatang sudang mencapai 10 ribu lebih. Sementara saat arus mudik lalu tercatat ada sekitar 43 ribu penumpang yang meninggalkan Batam melalui pelabuhan ini.
Peningkatan penumpang juga terlihat di pintu kedatangan Bandara Hang Nadim Batam. Minggu (10/7/2016) lalu, tercatat ada 10.600 penumpang yang datang dari berbagai daerah. Diperkirakan, arus balik melalui bandara ini masih akan terjadi dalam sepekan ke depan. (koran batampos)
Arus balik dari berbagai daerah memadati Pelabuhan Domestik Sekupang, Minggu (10/7). Hari ini adalah puncak arus balik setelah lebaran. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Batam tetap jadi primadona bagi para pencari kerja. Pada musim arus balik Lebaran tahun ini, diperkirakan ada belasan ribu pendatang yang akan mencari peruntungan di kota industri ini.
Randi Saputra, salah satu pendatang baru saat tiba di pelabuhan feri Domestik Sekupang (PDS), Batam, Minggu (10/7/2016) pagi mengatakan ia memutuskan datang ke Batam untuk mencari pekerjaan.
“Iya, saya baru sampai dari Dumai,” kata dia sembari menikmati makanan di kantin PDS.
Bagi Randi, ini kali kedua ia menginjakkan kaki di Batam. Tahun lalu, tepatnya pada bulan Maret 2015, dia pernah ke Batam untuk menyelasaikan tugas praktik dari sekolahnya. Kini dia kembali ke kota ini setelah lulus sekolah.
“Saya ingin bekerja di sini,” ujar lulusan SMK jurusan IT ini.
Selain bekerja, dia berencana akan melanjutkan pendidikan di Batam. “Di sini (Batam, red) bisa bekerja sambil kuliah. Jadi mandiri tidak harus menyusahkan orangtua di kampung,” ucap lelaki kelahiran 1995 ini.
Diakuinya, keberadaan dia di Batam sekarang ini juga tak lepas dari dorongan saudaranya yang lebih dulu menginjakkan kaki di Batam.
“Kakak saya di sini kuliah dan bekerja, jadi saya termotivasi dari dia juga sebenarnya,”
Untuk pekerjaan, lanjut dia sudah ada tempat. Semua perlengkapan seperti ijazah sudah dipersiapkannya.
“Kakak saya sudah carikan, kebetulan dia punya kenalan di salah satu rumah makan cepat saji. Jadi saya tinggal menunggu saja,” tambahnya.
Selain karena ada saudara, Randi mengaku memilih bekerja di Batam karena menurutnya upah pekerja di kota ini jauh lebih tinggi dibandingkan di Dumai.
“Di kampung gaji kecil, lowongan pekerjaan juga jarang, paling-paling berjualan atau ikut orangtua berkebun. Semoga di sini saya bisa lebih baik,” harapnya.
Randi hanyalah satu dari belasan ribu pencari kerja yang diperkirakan akan membanjiri Batam pada musim arus balik Lebaran tahun ini.
Berdasarkan catatan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, jumlah penumpang arus balik selalu lebih banyak dibandingkan dengan penumpang arus mudik. Rata-rata peningkatannya mencapai 10 persen.
Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, mengatakan tahun lalu jumlah pemudik melalui bandara mencapai 100 ribu orang. Namun jumlah penumpang arus balik mencapai 110 ribu orang.
“Prediksinya jumlah penumpang yang datang saat arus balik meningkat sekitar 10 persen,” katanya pada Batam Pos, Sabtu (9/7/2016).
Jika tren tersebut masih akan terjadi pada tahun ini, maka perkiraan penumpang arus balik melalui bandara tahun ini mencapai 132 ribu orang. Sebab tahun ini jumlah pemudik melalui bandara sebanyak 120 ribu orang.
“Biasanya orang yang mudik itu kembali membawa satu atau dua saudaranya saat kembali ke Batam. Umumnya untuk mencari kerja,” kata Suwarso.
Hal ini diakui Suhartono saat ditemui di Bandara Hang Nadim, akhir pekan lalu. Pria asal Surabaya, Jawa Timur, ini mengaku baru saja mudik dan kembali ke Batam bersama dua adiknya dan satu orang temannya.
Pria yang bekerja di Tanjunguncang ini menjelaskan, sebenarnya dua adiknya itu sudah bekerja di Surabaya. Namun karena penghasilannya kecil, dia mengajak keduanya untuk bekerja di Batam.
“Biasanya habis lebaran ini banyak yang buka lowongan, mungkin ada rezeki mereka di sini,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Aldi. Pemuda asal Padang ini mengaku membawa satu orang temannya ke Batam, Devra. “Teman kuliah dulu, tapi hingga kini belum dapat kerja juga di sana,” ungkapnya.
Aldi mengaku merasa iba dengan temannya tersebut. “Padahal tamatan S1, tapi tak kunjung dapat kerjanya,” ujarnya.
Devra sendiri mengaku sudah sering melamar kerja di Padang. Termasuk melamar CPNS. Namun semuanya gagal.
Pemuda lulusan Teknik Industri ini menuturkan lowongan pekerjaan di Padang sangat minim. “Industri tak banyak di sana, di sini banyak kata Aldi,” katanya.
Kepala Bidang Penempatan Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Vera mengatakan serbuan pencari kerja baru setelah momen arus balik Lebaran ini memang mengalami peningkatan. Pencaker yang berasal dari kalangan lulusan baru sangat mendominasi.
“Mereka masih berpikir wow terhadap Batam, penghasilan yang besar dan juga gaya hidup,” kata dia.
Padahal, saat ini hampir semua kota memiliki standar upah minimum yang sama dengan Batam.
Menurutnya, selama 2016 sudah ada sekitar 9.000 kartu AK1 atau kartu pencari kerja yang telah dirinya tandatangani. Rata-rata hampir seribu lebih pencari kerja setiap bulannya yang mencari pekerjaan, dan menunggu penempatan.
“Hingga bulan kemarin (Juni, red) jumlahnya sudah mencapai sembilan ribu lebih data pencari kerja,” terangnya.
Dalam skala nasional, jumlah pengangguran Batam mencapai 6,4 persen dari jumlah penduduk secara keseluruhan. Jumlah ini akan terus bertambah saat urbanisasi setelah momen lebaran.
Faktor minimnya lapangan kerja yang tersedia serta tidak memiliki keahlian khusus membuat pencaker semakin kesulitan untuk memperoleh pekerjaan.
“Alhasil, mereka mau bekerja apa saja asal dapat penghasilan, termasuk dibayar di bawah standar,” lanjutnya.
Saat ini lowongan yang tersedia jumlahnya hanya setengah dari jumlah pencari kerja. Berkaca dari tahun 2015, jumlah pencari kerja mencapai 22 ribu, sedangkan lowongan yang tersedia hanya 11 ribu.
Kini lowongan yang masih mendominasi hanya untuk operator saja. Sedangkan untuk yang level di atasnya seperti supervisor, HRD, dan manajer masih jarang diumumkan secara terbuka.
“Alasannya, karena jabatan tersebut harus orang yang memiliki keahlian, sedangkan SDM yang kita punya hanya untuk tahap operator,” sebut dia.
Dia mengimbau kepada para pendatang, untuk benar-benar membekali diri dengan keahlian yang dibutuhkan seperti manufaktur. Seperti diketahui saat ini ekonomi secara nasional juga tengah melemah, termasuk Batam.
“Bahkan, sektor yang selalu kita anggap menjanjikan selama ini seperti galangan kapal juga tengah mengalami kemunduran,”
Ditambah lagi selama 2016 sudah ada 41 perusahaan yang tutup, atau menghentikan sementara proyek mereka karena kehabisan orderan.
Sepanjang 2015 lalu terdapat 54 perusahaan yang tutup, dan lebih dari 7 ribu karyawan kehilangan pekerjaaan atau dirumahkan. (koran batampos)
Ratusan warga Batam mengantri masuk kapal roll on roll off (roro) Telagapunggur tujuan ke Tanjunguban dan Bintan, Kamis (7/7). Warga Batam ini memanfaatkan hari lebaran idul fitri membawa kendaraannya menggunakan kapal roro tujuan Tanjunguban dan Bintan. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Memasuki lebaran kedua Idul fitri 1437 Hijriah, Kamis (7/7). Ratusan Kendaraan roda dua dan empat memadati Pelabuhan PT ASDP Telaga Punggur, dengan menunggu kedatangan kapal roll on roll off (roro) berjam-jam di area pelabuhan.
“Sudah dari jam 9 pagi tadi nunggu disini. Mau berangkat sama keluarga ke tempat saudara di Tanjungpinang,” ujar salah satu penumpang Kapal roro, Effendy Abdullah kepada Batam Pos.
Effendy mengatakan kepadatan kendaraan yang terjadi di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur ini merupakan hal yang wajar, mengingat jumlah penumpang tentunya meningkat dari hari biasa, karena perayaan hari lebaran.
“Setiap tahun memasuki lebaran memang ramai disini. Malahan masih mending tahun ini dibandingkan tahun lalu jumlah kepadatannya lebih besar,” katanya.
Ia menuturkan, seharusnya ada alternatif lain yang bisa menjadi jalan pintas, agar tidak menimbulkan kepadatan kendaraan di Pelabuhan ini, seperti mempersiapkan proyek jembatan Batam-Bintan (Babin) yang bisa menjadi alternatif lain, sehingga tidak akan menimbulkan kepadatan kendaraan.
“Bagusnya lagi kalau proyek jembatan babin bisa secepatnya dibuat dan dioperasikan, pastinya akan sangat membantu sekali, dan tentunya akan cepat sampai ketujuan. Tidak nunggu-nunggu lagi seperti ini,” terangnya.
Sementara itu, General Manager Pelabuhan PT ASDP Telaga Punggur, Endin mengatakan kepadatan kendaraan yang terjadi tidak berkaitan dengan mudik, karena semua kendaraan yang berangkat bertujuan untuk silaturahmi dan berlibur ke tempat sanak saudara.
“Kepadatan kendaraan ini bukan rangkaian dari arus mudik, karena kalau arus mudik puncaknya H-1 kemarin,” ujarnya.
Ia menuturkan pihaknya, saat ini sudah melakukan antisipasi terhadap kepadatan kendaraan yang terjadi dengan menambah 1 armada kapal roll on roll off (roro), serta memberlakukan jadwal paket setiap 1 jam bongkar muat kapal, sehingga kepadatan kendaraan dapat teratasi.
“Kita pastikan jam 8 malam nanti, semua kendaraan sudah berangkat, karena setiap 1 jam, bahkan 45 menit, kapal akan langsung datang mengangkut penumpang dan kendaraan mobil dan motor,” jelasnya. (cr20)
Pedagang bunga musiman menjajakan bunganya kepada peziarah di pintu masuk Pemakaman Umum Taman Langgeng, Seipanas, Batamcentre, Kamis (7/7). Pedagang bunga musiman ini menjual bunagnya Rp 10.000 dengan dua kantong kecil bunga ditambah satu botol air. Di hari kedua lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah peziarah masih banyak memadati pemakaman umum ini. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Memasuki Hari kedua lebaran Idul fitri 1437 Hijria, Kamis (7/7), sejumlah warga Batam memadati pemakaman taman langgeng Seipanas, untuk berziarah kubur ke makam kerabat dan keluarganya. Kegiatan ini merupakan tradisi rutin yang sering dilakukan umat muslim setiap tahunnya menjelang bulan puasa dan lebaran.
“Setiap tahun disini ramai. Paling ramai biasanya hari pertama dan hari kedua setelah lebaran,” ujar penjual kembang, Peter Simamora, kepada Batam Pos, di pemakaman taman langgeng Sei Panas.
Ia mengatakan kebanyakan yang berziarah itu datangnya dari pagi sampai siang hari, dan yang datang biasanya satu keluarga berjumlah tiga, lima, bahkan sampai tujuh orang.
“Ada yang jalan kaki ke kuburan, ada juga yang bawa motor dan mobil,” kata pria berusia 17 tahun ini.
Lanjut Peter menjelaskan tradisi ziarah kubur ini menjadi kebudayaan masyarakat Indonesia yang dilakukan rutin setiap tahunnya, dengan mengunjungi keluarga yang sudah meninggal, lalu membersihkan kuburan dan mendoakannya dengan membaca doa.
Selain itu, tradisi ziarah ini sendiri mendapatkan berkah bagi penjual kembang dan petugas parkir yang panen rezeki untuk bisa merayakan Idul Fitri, lantaran ramai dan banyak orang yang datang, lalu memarkirkan kendaraannya baik roda empat maupun roda dua.
“Jumlah pengunjung meningkat dari biasanya, dan bertambah dua kali lipat dibandingkan hari-hari di bulan lainnya. Jadi ramai yang beli,” sebut pria yang tinggal di Tiban Koperasi ini.
Di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Langgeng, Sei Panas, terlihat beberapa penjaja bunga makam berjejer menjajakan jualannya kepada setiap pengendara yang masuk ke area pemakaman. (cr20)
Pawai takbiran yang diikuti oleh sejumlah kecamatan se-kota Batam menyambut Idul Fitri 1437 H, Batam Center, Batam, Selasa (5/7). Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
batampos.co.id – Selasa (5/7) Pemko Batam menyelenggarakan pawai takbir Idul Fitri dengan rute, Nagoya ke dataran Engku Putri, Batam Center. Pawai ini dilengkapi dengan lomba.
Pemenangnya diumumkan oleh Walikota Batam, Rudi SE selepas salat ied. Pemenangnya ialah:
batampos.co.id – Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, umat Muslim di Indonesia akhirnya merayakan hari raya Idul Fitri 1473 H yang jatuh pada Rabu (6/7).
Di Batam perayaan Idul Fitri dimulai dengan pawai malam takbir pada malam sebelumnya dan pelaksanaan shalat Ied yang berpusat di dataran Engku Putri, Batam Center. Shalat Ied dimulai tepat pukul 07.00 WIB dan dihadiri sekitar 7.000 umat Muslim.
Pelaksanaan shalat Ied dengan pengawalan ketat aparat gabungan Polisi, TNI dan Satuan polisi pamong pelajar (Satpol PP) itu berlangsung aman dan tertib.
Pantauan di lapangan, sekitar 6.000 umat muslim mengikuti shalat Ied dalam kawasan dataran Engku Putri dan 1.000 an lainnya terpaksa menggelar sajadah di badan jalan depan Masjid Raya.
“Ya memang daya tampung lapangan dalam cuman bisa 6.000 an orang, jadi yang seribuan orang lainnya di luar,” kata humas Pemko Batam Ardi Winata yang juga panitia pelaksana Shalat Ied bersama tersebut.
Shalat Ied di lingkungan kantor Pemko Batam itu dimpimpin oleh imam H. Muslim Ahmad selaku imam Masjid Raya Batam dan H Luqman Rifa’I selaku khatib.
Dalam ceramahnya Luqman mengingatkan bahwa seluruh umat Muslim di Batam agar mampu memperbaiki dari agar lebih baik kedepannya demi mewujudkan kemajuan dan kemakmuran Batam serta kedamaian dan ketenangan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita sudah menjalani puasa. Mental dan emosi kita sudah dilatih selama puasa dan kedepannya harus lebih baik lagi. Jaga emosi dan lakukan yang terbaik sesuai yang diajarkan Nabi kita Muhammad SAW,” ujar Luqman.
Sementara itu Muhammad Rudi, SE dalam arahannya menegaskan, momen Ramadan ini, semua elemen masyarakat di kota Batam harus bersatu padu untuk tetap menciptakan suasana Batam yang kondusif.
“Intinya kita semua harus kompak, seperti menjalani shalat Ied hari ini. Shalat Ied bersama bukti bahwa masyarakat Batam sangat kompak,” ujar Rudi.
Hadir juga dalam pelaksanaan shalat Ied tersebut, wakil wali kota Batam Amsakar Achmad berserta jajaran SKPD di Pemko Batam serta mantan wali kota Batam Ahmad Dahlan. (eja)
batampos.co.id – Sebanyak enam orang narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) kelas II A Batam di Tembesi bebas pada hari raya Idul Fitri 1473 H, Rabu (6/7).
Mereka yang bebas di hari raya itu merupakan bagian dari ratusan napi muslim yang berhak mendapatkan remisi Lebaran tahun ini.
Enam Napi itu bebas itu terdiri dari dua napi Lapas dan empat napi di Rutan. Mereka bebas usai menjalani shalat Ied bersama dengan narapidana dan tahanan lainnya baik di Rutan maupun Lapas.
Untuk Lapas sendiri total napi yang mendapat remisi Lebaran sebanyak 419 orang, yang terdiri dari remisi khusus (RK) I sebanyak 360 orang, RK II (langsung bebas) sebanyak dua orang dan RK I PP 28 (untuk kasus-kasus tertentu seperti narkotika, korupsi, illegal logging dan lainnya) sebanyak 57 orang.
“Dari 419 orang itu 22 orang diantaranya napi wanita,” kata kalapas kelas II Batam, Marlik Subiyanto.
Dua napi yang dapat RK II dan langsung bebas itu adalah Zulakrnaen dan Doni. Keduanya tersandung kasus narkoba dan sudah menjalani masa hukuman mereka.
“Masa hukuman mereka sudah mau berakhir dan ditambah remisi hari raya ini mereka langsung bebas hari ini,” kata Marlik.
Remisi untuk warga binaan lapas itu disampaikan langsung oleh Kalapas dengan membacahkan surat keputusan dari kementrian hukum dan HAM RI.
Sementara itu di Rutan, total ada 105 napi yang mendapat remisi dengan perincian RK I sebanyak 101 orang dan RK II sebanyak empat orang.
“Empat orang yang langsung bebas ini adalah napi kasus 303 (pencurian),” ujar karutan Batam David Gultom.
Empat orang yang langsung bebas itu adalah; Alvi Syahrin Rusdianto, Hardi Sembiring, Andeska Pranata dan Herman Pasaribu.
“Mereka sudah keluar pagi tadi setelah shalat Ied,”kata David.
Napi yang berhak mendapatkan remisi baik yang di Rutan maupun di Lapas, adalah mereka yang telah memenuhi persyaratan remisi seperti sudah menjalani sepertiga hukuman pidana, berkelakuan baik dan lain sebagainya.
“Kalau lapas sudah menjalani sepertiga masa pidananya, tapi kalau rutan minimal sudah menjalani enam bulan penjara. Itu syarat utamanya,” kata Gultom.
Selain memberikan remisi, momen perayaan Idul Fitri kali ini, pihak Lapas dan Rutan juga memberikan kesempatan kepada warga binaan pada umumnya untuk bertemu dengan anggota keluarga di dalam rutan ataupun lapas. Untuk lapas acara silaturhami tatap muka bersama keluarga akan dibuka selama empat hari kedepan, sementara di rutan hanya dua hari mulai hari raya Idul Fitri dan sehari berikutnya.
“Mereka akan diperbolehkan berjumpa dengan keluarganya di dalam rutan tapi tetap melalui pengawasan dan pemeriksaan yang ketat,” ujar David Gultom.
Pantauan di Rutan dan Lapas, Rabu (6/7), ratusan pengunjung sudah memadati lokasi rutan dan lapas sejak pukul 07.00 WIB.
Petugas cukup kewalahan untuk melayani pembesuk tanahan ataupun napi di hari raya Idul Fitri itu. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas dan Rutan, petugas memberlakukan sistem antre kepada pembesuk dengan pengawasan yang ekstra ketat.
“Semua petugas (sipir) diterjunkan selama pembesuk diperbolehkan jumpa dengan kelaurganya di dalam Lapas,” tutur Marlik. (eja)