Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 13971

Anak Buah Terlibat Pembuatan SK Bodong? Wako Batam: Bisa Jadi Ada Oknum

0
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengakui sudah mendapat laporan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kalau ada banyak honorer di Batam yang mengantongi SK bodong.

Baca juga: Ada 320 Honorer di Batam Kantongi SK Bodong

Ia meminta seluruh dinas dan badan di lingkungan Pemko Batam berhati-hati dengan beredarnya SK honorer bodong ini.

“Saya minta seluruh dinas waspada terhadap SK palsu ini,” kata Rudi di Kantor Wali Kota Batam.

Baca Juga: Satu SK Honorer di Batam Dijual Rp 15 Juta hingga Rp 20 Juta

Untuk melakukan evaluasi terhadap beredarnya SK palsu itu, ia mengumpulkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemko Batam. Khususnya dinas yang sempat menerima SK tersebut.

“Saya kumpulkan seluruh SKPD . Kita akan bahas masalah ini agar selesai,” terang Rudi.

Baca juga: SK Bodong Honorer Beredar, Dewan Desak Pemko Batam Lapor Polisi

Menurut dia, tak satupun SK yang baru beredar tersebut dikeluarkan Pemko. Bahkan, ia menjamin SK itu tak dikeluarkan oleh lingkungan Pemko secara resmi.

“Secara resmi tidak ada, tapi kalau pribadi saya tak tahu. Tapi secara resmi saya pastikan tak ada, karena itu perintah saya kepada Sekda dan seluruh SKPD,” sebut Rudi.

Soal tudingan DPRD Batam yang menyebut ada pejabat internal Pemko Batam yang terlibat dalam kasus ini, Rudi tak bisa menampiknya. Bisa jadi, kata dia, ada oknum pejabat yang bermain untuk meraih untung.

“Kalau perorangan, penyidikan kita belum sampai di sana. Kalaupun ada pasti akan langsung kita tindak tegas dan proses hukum,” pungkas Rudi.

Baca Juga: Sudah 80 Pegawai Pemko Batam Melapor Dapat SK Bodong

Ditemui terpisah, Kepala Dinas sosial dan Pemakaman Kota Batam, Raja Kamarulzaman mengatakan hingga saat ini tidak ada lagi oknum honorer bodong yang mendatangi kantornya.

“Terakhir ya yang dua itulah,” kata dia, Selasa (7/6/2016).

Dia menegaskan, semua SK itu sudah dikembalikan ke BKD Kota Batam.

Adanya informasi yang menyebutkan dinas yang di pimpinnya menerima SK bodong paling banyak, menurutnya itu tidak benar. “Isu itu,” tegasnya.

Baca Juga: Anak Buah Terlibat Pembuatan SK Bodong? Wako Batam: Bisa Jadi Ada Oknum

Dalam waktu dekat dirinya juga akan menemui Wali Kota Batam untuk membahas terkait beredarnya SK bodong tersebut. “Biar tidak salah paham dan berita tidak simpang siur,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengaku hanya menerima lima SK bodong dan telah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi.

“Sudah diinfokan, dan provinsi bilang tidak pernah mengeluarkan,” ujarnya. (ceu/she/cr17)

SK Bodong Honorer Beredar, Dewan Desak Pemko Batam Lapor Polisi

0
Ilustrasi SK bodong.
Ilustrasi SK bodong.

batampos.co.id – Menyikapi maraknya SK Bodong honorer di Batam, anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur P Sihaloho meminta pemerintah melapor ke aparat penegak hukum. Sehingga petugas bisa menelusuri dan menindak aktor intelektualnya.

Baca Juga: Anak Buah Terlibat Pembuatan SK Bodong? Wako Batam: Bisa Jadi Ada Oknum

“Ini sudah tindak pidana, ranahnya bukan lagi BKD tapi kepolisian,” kata Tumbur, Selasa (7/6/2016).

Baca juga: Ada 320 Honorer di Batam Kantongi SK Bodong

Tumbur menduga permainan kotor tersebut melibatkan orang dalam atau oknum pegawai. Karenanya, pelaku bisa mengetahui seluk beluk pemerintahan.

“Sudah pasti ada yang bermain,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

Baca Juga: Satu SK Honorer di Batam Dijual Rp 15 Juta hingga Rp 20 Juta

Namun untuk membuktikan hal ini, sambung Tumbur, hanya bisa dilakukan aparat kepolisian. “Kalau dilakukan BKD, pasti ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya. (cew/she/cr17/koran bp)

Baca Juga: Sudah 80 Pegawai Pemko Batam Melapor Dapat SK Bodong

Ada 320 Honorer di Batam Kantongi SK Bodong

0
ilustrasi honorer
ilustrasi honorer

batampos.co.id -Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Batam memperkirakan saat ini ada sekitar 320-an SK honorer bodong yang beredar di masyarakat. Namun yang melapor hingga Selasa (7/6/2016) baru 82 orang.

Baca Juga: Anak Buah Terlibat Pembuatan SK Bodong? Wako Batam: Bisa Jadi Ada Oknum

“Mereka mau melapor mengaku tidak tahu kalau SK mereka bodong dan mereka mengaku tidak terlibat, makanya datang mealpor,” kata Sekretaris BKD Kota Batam, Alwi AR.

Baca Juga: Satu SK Honorer di Batam Dijual Rp 15 Juta hingga Rp 20 Juta

Alwi menjelaskan, SK bodong yang diperjualbelikan Rp 15 juta hingga Rp 20 juta itu memiliki banyak keanehan. Setelah BKD mencermati SK tersebut satu per satu, ternyata, semua SK itu hasil scan.

Memang, kata Alwi, kop SK itu adalah kop BKD. Namun, ukuran dan jenis font-nya berbeda dengan kop yang asli.

“Kami punya lettering sendiri. Itu sudah kami bandingkan,” katanya.

Baca juga: SK Bodong Honorer Beredar, Dewan Desak Pemko Batam Lapor Polisi

Selain itu, ia juga menandai, ada SK yang tidak sesuai dengan prosedur. Misalnya saja, SK dari BKD Provinsi Kepri untuk penempatan kota atau SK dari BKD Kota Batam untuk penempatan di Kementerian Agama (Kemenag).

“Kementerian Agama itu kan instansi vertikal, masa SK honorernya dari kota?” tutur mantan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam itu lagi.

Baca Juga: Sudah 80 Pegawai Pemko Batam Melapor Dapat SK Bodong

Lagipula, sesuai aturan, BKD tidak bisa menerbitkan SK pengangkatan honorer. SK itu, biasanya, dikeluarkan langsung oleh dinas yang bersangkutan.

Alurnya, kepala dinas terkait akan menyurati Wali Kota tentang analisa kebutuhan honorer. Jika analisa itu disetujui, dinas tersebut kemudian menghubungi BKD. Jika BKD menyetujui, barulah dinas tersebut boleh melakukan penerimaan honorer.

“Seperti misalnya Dinas Kesehatan yang kemarin membutuhkan perawat dan bidan. Misalnya, dari 100 yang dibutuhkan ternyata baru terpenuhi 70. Nah, mereka bisa mengajukan tapi harus melalui analisa kebutuhan,” kata Alwi.

Baca Juga: Disdik Batam Terima Lima SK PNS Bodong

Kasus SK honorer palsu ini, menurut Alwi, masuk dalam ranah penipuan. Masyarakat yang memiliki SK ini dapat melaporkannya ke polisi.

“Kami sudah melaporkan ini ke Wali Kota dan kata Pak Wali menyarankan biar orang yang bersangkutan saja yang melaporkannya ke polisi,” tuturnya. (cew/she/koran bp/nur)

Berdalih Ingin Pulang Kampung, Eko Malah Menjambret

0
Dua pelaku pencurian dengan kekerasan yakni Eko (21)  dan Sariadi (20) saat diamankan di Polsek Nongsa. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Dua pelaku pencurian dengan kekerasan yakni Eko (21) dan Sariadi (20) saat diamankan di Polsek Nongsa. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Eko (21), salah satu pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) yang diamankan Unit Reskrim Polsek Nongsa, mengungkapkan alasannya melakukan penjambretan karena butuh uang buat pulang ke kampung halamannya.

Eko mengaku saat ini pekerjaannya sebagai penjaga malam atau petugas ronda tidak mencukupi untuk kehidupan sehari-harinya selama ini.

“Butuh duit pak, untuk biaya sehari-hari saya pak,” ungkapnya saat ditemui di Mapolsek Nongsa, Rabu (8/6).

Eko mengungkapkan pendapatan maksimal selama menjadi petugas ronda hanya sebesar Rp 1 juta per bulannya. “Pendapatan saya 1 juta, itu pun terkadang kurang,” akunya.

Diberitakan sebelumnya, Eko melakukan penjambretan hingga menyebabkan korbannya luka-luka. Ia bersama rekannya Suriadi (20), terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas, karena berusaha kabur saat ditangkap di teluk mata ikan.

“Pelaku ini berhasil kita amankan setelah melakukan pengepungan di teluk mata ikan. Mereka mencoba lari setelah sebelumnya sempat bersembunyi di dalam hutan bakau,” ungkap Kapolsek Nongsa, Kompol S Dalimunte. (eggi)

Baca juga:

Melawan Polisi Saat Ditangkap, Dua Pelaku Curas Dihadiahi Timah Panas

Satu SK Honorer di Batam Dijual Rp 15 Juta hingga Rp 20 Juta

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Jumlah korban Surat Keputusan (SK) honorer Bodong di Batam terus bertambah.

Baca Juga: Anak Buah Terlibat Pembuatan SK Bodong? Wako Batam: Bisa Jadi Ada Oknum

Setelah menerima 80 laporan pada Senin (6/6/2016), Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Batam   kembali menerima dua pengaduan dari korban pada Selasa (7/6/2016).

“Mereka mau melapor kalau mereka tidak terlibat,” kata Sekretaris BKD Kota Batam, Alwi AR.

Baca Juga: Sudah 80 Pegawai Pemko Batam Melapor Dapat SK Bodong

Menurut Alwi berdasarkan keterangan dari salah satu pemilik SK honorer bodong yang beralamat di Kampung Aceh, Seibeduk, untuk mendapatkan secarik SK tersebut dia harus menebusnya hingga Rp 15 juta.

“Kalau yang dia (pemilik SK honorer, red) ceritakan, (dia bayar) Rp 15 juta,” tuturnya.

Baca juga: Ada 320 Honorer di Batam Kantongi SK Bodong

Namun anehnya, satu orang bisa mendapat dua SK sekaligus. Satu SK ditandatangani Plt Kepala BKD Provinsi Kepulauan Riau, Hasbi dan satu SK lainnya diteken Kepala BKD Batam, M Sahir.

Baca juga: SK Bodong Honorer Beredar, Dewan Desak Pemko Batam Lapor Polisi

Sementara itu, salah satu calon honorer di salah satu Dinas di Kota Batam mengatakan ia menghabiskan uang sekitar Rp 20 juta untuk bisa menjadi honorer.

“Awalnya saya bayar Rp 5 juta, begitu positif diterima sebagai honorer, yang bantu menguruskan minta Rp 15 juta lagi,” ujar pria yang enggan namanya dikorankan.

Baca Juga: Disdik Batam Terima Lima SK PNS Bodong

Ia mengaku tertarik untuk masuk honorer karena menduga bakal menjadi PNS. Bahkan ia rela meninggalkan pekerjaanya di perusahaan swasta yang menggajinya hingga Rp 6 juta per bulan (termasuk lembur), demi untuk mengejar menjadi honorer.

Ia mengaku menunggu lebih dari 8 bulan untuk bisa masuk honorer Pemko Batam. Selama masa menunggu itu ia tidak bekerja.

Ditanya soal besaran gaji yang akan dia terima sebagai honorer, ia mengaku belum tahu.  “Baru mau kerja ini,” katanya. (ceu/she/koran bp/nur)

Melawan Polisi Saat Ditangkap, Dua Pelaku Curas Dihadiahi Timah Panas

0
Dua pelaku pencurian dengan kekerasan yakni Eko (21)  dan Sariadi (20) saat diamankan di Polsek Nongsa. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Dua pelaku pencurian dengan kekerasan yakni Eko (21) dan Sariadi (20) saat diamankan di Polsek Nongsa. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Unit Reskrim Polsek Nongsa mengamankan dua orang pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) yang beraksi di jalan menuju Sambau, pada hari Selasa (8/6) sekira pukul 21.30 WIB.

Empat orang yang berhasil diamankan tersebut ialah Eko (21) sebagai pelaku yang mengendarai sepeda motor dan Sariadi (20) sebagai pelaku yang bertugas sebagai eksekusi atau penarik tas.

Kapolsek Nongsa, Kompol S Dalimunte menjelaskan, penjambret ini berawal saat korban melintas bersama adiknya di jalan menuju rumahnya ke daerah Sambau. “Mereka membuntuti korbannya, lalu mereka memepet kendaraannya, hingga menarik tas korban,” ungkapnya, Rabu (8/6).

Dalimunte mengungkapkan tas yang ditarik oleh pelaku tidak dapat. Korban yang tak ingin kehilangan harta bendanya, berusaha menahan tasnya, hingga terjatuh dari motor.

“Saat terjatuh itu, korban langsung berteriak, hingga mengundang reaksi warga. Medengar korban yang berteriak, pelaku saat itu langsung kabur menuju teluk mata ikan. Di sana kami langsung melakukan pengepungan,” katanya lagi.

Dalam penangkapan ini, polisi terpaksa menghadiahi Eko (21) dan Sariadi (22) dengan timah panas karena berusaha melawan polisi.

“Mereka terpaksa kita lumpuhkan karena berusaha melakukan perlawanan saat ditangkap,” lanjutnya lagi.

Sementara itu, korban yang terjatuh karena sempat tarik-tarikan tas dengan pelaku mengalami luka serius di pelipis mata sebelah kirinya.

“Korban ini mendapat luka sepuluh jahitan di atas matanya. Selain itu, kondisi lutut dan pinggul korban juga mengalami luka-luka,” terangnya. (egi)

Batam Kebanjiran Pencari Suaka, Wasdakim Kewalahan

0
Para imigran pencari suaka saat ditampung di Hotel Kolekta, Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Para imigran pencari suaka saat ditampung di Hotel Kolekta, Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Batam (Wasdakim) Batam, Muhammad Novyandri mengaku kewalahan menghadapi ratusan para pencari suaka (pengungsi) yang datang dari negara-negara bertikai ke Indonesia.

“Jelas, kita dibidang pengawasan dan penindakan orang asing kewalahan dengan pengungsi ini. Apalagi di segi personil, kita masih berjumlah 18 orang,” ujar Novyandri, kemarin (7/6).

Berdasarkan detensi dari Ruang Detensi Imigrasi Sekupang, pengungsi berjumlah 58 orang. Masing-masing dari empat negara diantaranya Afganistan berjumlah 32 orang, Irak 8 orang, Iran 2 orang, dan Palestina 16 orang.

“Untuk yang di Rudenim Sekupang mereka yang statusnya sebagai refugee (pencari suaka) berjumlah 51 orang, dan asylum (mengusulkan sebagai pencari suaka) sebanyak tujuh orang,” jelas Andri.

Sedangkan data Deteni di Hotel Kolekta berjumlah 285 orang. Masing-masing dari tujuh negara diantaranya Afganistan 121, 4 orang Irak, 7 orang Yaman, Somalia 63 orang, Ethopia 6 orang, Sudan 74 orang, dan Pakistan 10 orang

“Yang di hotel Kolekta ini untuk refugee 53 orang, asylum 221 orang,” katanya.

Sedangkan yang di Taman Aspirasi persis di depan kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam berjumlah 8 orang yang status mereka masih “jalan-jalan” (bukan pencari suaka bukan juga yang mengusulkan menjadi pencari suaka).

Untuk mengantisipasi lonjakan pengungsi, ia mengaku sudah melaporkan ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM. Seperti diketahui, Indonesia negara ketiga di dunia yang masih menerima para pencari suaka.

“Kita tidak bisa melarang atau mencegah mereka untuk masuk ke Batam karena itu melanggar HAM,” pungkasnya. (rng)

Diisi Pentas Seni, Peringatan 10 Tahun Sekolah Yehonala Berlangsung Semarak

0
Para pemeran drama Sun Wukong. Foto: Ist
Para pemeran drama Sun Wukong. Foto: Ist

batampos.co.id – Sekolah Yehonala yang berada di Seipanas, menggelar perayaan ulang tahunnya yang ke-10 di grand ballroom Pacific Palace Hotel, Sabtu (21/5) lalu.

Melanjutkan tradisi pentas seni yang digelar setiap tahunnya, Sekolah Yehonala menyebut acara tersebut dengan nama ‘Yeho Annual Talent Show ke-5’.

“Artinya, agenda tahunan Sekolah Yehonala dengan penampilan bakat siswa untuk yang kelima kalinya diadakan,” ujar salah satu perwakilan Sekolah Yehonala, Lucy Desnilia yang merupakan Kepala sekolah tingkat SD Yehonala.

Acara dimeriahkan dengan penampilan dari perwakilan masing-masing tingkat Sekolah Yehonala yakni, Play Group (PG), TK, SD, SMP, SMA, SMK, serta dari Sekolah Yeho Creative Kids tingkat PG dan TK.

“Penampilan anak-anak sangat kreatif, ada yang bermain band, tarian tradisional, tari kontemporer, modern dance, nyanyi, angklung, flashmob, dan bermain drama Sun Wukong,” sambung Lucy.

Sebanyak 1.000 tamu undangan yang menghadiri, selain menyaksikan penampilan para siswa tersebut, Sekolah Yehonala juga memberikan penghargaan kepada guru dan karyawan Yehonala yang sudah bekerja lebih dari lima tahun.

Lucy menjelaskan, penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pengajar dan karyawan Sekolah Yehonala yang telah berjasa memberikan ilmu kepada para siswa juga untuk perkembangan Sekolah Yehonala. “Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk bekerja makin giat lagi,” ungkapnya.

Sekolah Yehonala memiliki program unggulan yang bernama 4P. Program ini tentunya memberikan keuntungan lebih kepada siswa berprestasi dan juga calon siswa yang akan masuk di Sekolah Yehonala.

Memasuki tahun ajaran baru, mulai Juni 2016 ini, Sekolah Yehonala memberikan diskon untuk pendaftaran siswa baru. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, Anda bisa langsung mengunjungi Sekolah Yehonala di komplek ruko Aku Tahu II blok C Seipanas, atau dapat mengunjungi Sekolah Yeho Creative Kids di komplek Nagoya Permai blok G nomor 17-18 Nagoya. (cr15)

Pembangunan JPO SMPN 3 Telan Dana hingga Rp 1,3 Miliar

0
Warga saat melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO) Tembesi Top 100 Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Warga saat melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO) Tembesi Top 100 Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan Kota Batam akhirnya membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan RE Martadinata, Sekupang, atau depan SMPN 3 Batam. Jembatan akan menghubungkan antara SMPN 3 Batam dengan halte bus trans Batam di Jalan RE Martadinata, Sekupang.

Saat ini pekerjaan tengah dimulai, terlihat beberapa pekerja sedang merapikan beberapa pohon, dan area yang akan digunakan untuk pembangunan jembatan.

“Kita sudah mulai dari beberapa hari yang lalu, dari pemetaan, pemagaran dan pengukuran area yang akan digunakan,” kata Kepala Bidang Darat, Dinas Perhubungan Kota Batam, Rizal Faisal, Selasa (7/6).

Pembangunan JPO direncakan akan selesai selama 180 hari kerja. Jembatan yang memiliki tinggi hingga 6 meter ini juga akan dilengkapi pagar. “Biar aman, terutama bagi pelajar,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk pembangunan JPO, Dishub Batam menghabiskan dana sebesar RP 1,3 miliar yang bersumber dari APBD 2015. Jembatan yang memiliki panjang 44 meter ini diharapkan bisa mempermudah pelajar dan warga yang akan melintas dari SMPN 3 menuju halte bus trans. Seperti diketahui sebelumnya, banyak orangtua murid yang mengeluhkan tentang keselamatan anaknya saat menyeberang di depan SMPN 3 tersebut.

Karyono, 47, mengungkapkan senang dengan dibangunnya JPO tersebut. Dia berharap pembangunan jembatan tidak asal-asalan. Pelajar terkadang membutuhkan waktu lima hingga 10 menit agar bisa menyeberangi jalan.

“Saking ramenya kendaraan yang melintas, ini kan sangat bahaya,” ujar warga Patam Lestari ini. (cr17)

Jemput Aspirasi, Bangun Konektivitas Hati

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Al Ikhlas, Nirwana Residance, Batam, Selasa (7/6). foto:jailani/batampos
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Al Ikhlas, Nirwana Residance, Batam, Selasa (7/6). foto:jailani/batampos

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun punya mimpi besar untuk membangun Provinsi Kepri menjadi lebih baik lagi dalam lima tahun kedepan. Upaya yang sering dilakukannya saat ini adalah menyatukan persepsi, menjemput aspirasi dari masyarakat dengan pola yang sudah dilakukannya selama ini. Yakni, berdialog langsung dengan masyarakat, bagi Nurdin, bisa mendapatkan informasi yang tidak bias.

Tindakan tersebut, bukan berarti dirinya tidak percaya dengan informasi dari Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kepri. Menurutnya, semua informasi yang meningkatkan pembangunan daerah tetap ditampungnya, untuk kemudian, diselesaikan jika memang harus segera dituntaskan.

“Kita harus melakukan konektivitas hati. Karena dengan adanya kebersamaan tujuan, akan memudahkan langkah kita untuk membangunan Kepri sekarang dan kedepannya,” ujar Nurdin saat bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Al Ikhlas, Nirwana Residance, Batam, Selasa (7/6) usai salat subuh.

Seperti diketahui, dimanapun kakinya melangkah di Provinsi Kepri ini, Nurdin memang sering melaksanakan salat subuh berjamaah dalam setiap kunjungan kerjanya. Seperti di Natuna, Lingga dan lainnya. Melalui media tersebut, dirinya banyak menampung aspirasi masyarakat Kepri. Bagi Nurdin, saat ini, adalah saat bersama untuk membangun Kepri.

“Mari satukan hati, membangun Kepri dalam bidang dan kemahiran masing-masing,” papar mantan Bupati Kabupaten Karimun tersebut.

Menurut Nurdin, kalau masyarakat sudah satu hati, tidak sulit untuk membangun. Oleh karena itu, masyarakat Kepri harus terlibat mendorong kemajuan pembangunan. “Kita ingin bagaimana masyarakat menjadi alat komunikasi dalam pembangunan daerah masing masing,” ucap pria yang dipersiapkan sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Kepri tersebut.

Untuk abdi negara, Nurdin berpesan agar amanah yang diberikan dibuktikan dengan kerja keras untuk mengabdi kepada masyarakat. “Masyarakat kita ajar dengan perilaku dan tindak tanduk kita. Apalagi mimpi kita adalah untuk menjadikan Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu yang berakhlak mulia, unggul dibidang maritim,” tutupnya.(jpg/bpos)