Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 13993

Terungkap! 10 Kg Sabu Diselundupkan Ke Dalam Bungkusan Teh Cina

0
Terdakwa Fery Heru Marwoto alias Epeng didampingi penasehat hukum dari Posbakum PN Batam, Eli Suwita, saat mendengarkan pemaparan saksi-saksi dari anggota BNN Kepri yang melakukan penangkapan terhadapnya, Selasa (30/8) di Pengadilan Negeri Batam. F.Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos
Terdakwa Fery Heru Marwoto alias Epeng didampingi penasehat hukum dari Posbakum PN Batam, Eli Suwita, saat mendengarkan pemaparan saksi-saksi dari anggota BNN Kepri yang melakukan penangkapan terhadapnya, Selasa (30/8) di Pengadilan Negeri Batam. F.Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

batampos.co.id – Sidang peredaran sabu dalam jumlah besar digelar di Pengadilan Negeri Batam. Sebanyak 10 kilogram sabu yang dibagi dalam 10 bungkus (paket) teh cina dan disebut-sebut sebagai milik Fendi Hidayat (DPO) itu, mulai terungkap saat para anggota Fendi tertangkap.

Kali ini, terdakwa Fery Heru Marwoto alias Epeng yang menjalani sidang beragendakan pemeriksaan saksi, Selasa (30/8). Tiga saksi dari BNN Kepri yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa, menjelaskan bahwa terdakwa berperan sebagai penyimpan sabu.

“Sekira Februari lalu, Fendi memberikan 10 bungkus teh cina yang berisikan sabu kepada terdakwa di rumah Yusrizal (berkas terpisah). Fendi meminta agar terdakwa menyimpan sabu tersebut,” jelas salah satu saksi.

Dengan kesepakatan yang dibuat, terdakwa menyanggupi. Ia berinisiatif menyimpan sabu dibawah tumpukan karung pasir yang ada di rumah kosong depan rumah terdakwa di Kampung Bugis, Belakang Padang.

Dua bulan setelahnya, Fendi, Yusrizal dan terdakwa kembali bertemu dengan tujuan untuk mengambil beberapa bungkus teh cina berisi sabu.

“Sewaktu terdakwa mengambil di tempat penyimpanan, didapati terdakwa sabu tinggal delapan paket. Padahal, sebelumnya terdakwa menceritakan dirinya tidak ada mengambil sabu dari tempat penyimpanan,” lanjut saksi.

Anehnya, dua paket sabu disebut terdakwa hilang, tidak tahu siapa yang mengambil. Hingga pada paket sabu yang lainnya, terdakwa memberikan kepada Fendi dan Yusrizal sebanyak tiga paket sesuai permintaan.

Tiga paket itu kemudian dibagi-bagi lagi dalam takaran kecil untuk diedarkan oleh beberapa kurir yang kini juga telah berstatus terdakwa (berkas terpisah).

“Dari lima paket sabu yang tinggal, terdakwa juga menjual satu paket sabu ke anak buah kapal yang hendak berangkat ke Thailand. Paket itu berisi 500an gram saja. Dijual dengan harga berkisar Rp 600 jutaan,” papar saksi.

Berdasarkan laporan masyarakat dan pantauan pihak BNN Kepri, terdakwa Fery bersama Yusrizal dan empat rekan lainnya berhasil ditangkap di tempat yang terpisah-pisah.

“Terdakwa sendiri (Fery,red) ditangkap dirumahnya dengan barang bukti empat bungkus teh cina berisi sabu, yang ditotalkan menjadi 4425 gram sabu,” sebut saksi.

Pemaparan dari saksi-saksi, keseluruhannya dibenarkan oleh terdakwa yang didampingi pensehat hukum (PH) dari Posbakum PN Batam, Eli Suwita.

Dihadapan Hakim Ketua Zulkifli, didampingi Hakim Anggota Hera Polosia dan Iman Budi Putra Noor, JPU Yogi Nugraha kembali akan mengajukan beberapa saksi dalam persidangan terdakwa Fery Heru Marwoto alias Epeng, pekan depan. (cr15)

Nyamuk Pembawa Virus Zika Aktif Pagi dan Sore Hari

0
Nyamuk DBD
Nyamuk Aedes Aegepty pembawa virus Zika

batampos.co.id – Virus zika yang terinfeksi dari nyamuk Aedes Aigypti rentan menyerang dan aktif menular pada pagi dan sore hari. Yakni pada pukul 06.00-09.00 WIB serta pukul 15.00-18.00 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan pada jam tersebut nyamuk Aedes akan aktif bergerak dan menggigit manusia.

Oleh karena itu masyarakat Kepri diminta untuk tidak mengunjungi maupun berada di Singapura pada jam yang dinilai rawan penularan virus tersebut.

“Tidak ada larangan masyarakat untuk mengunjungi Singapura. Namun, pada jam itu (pagi-sore) diharapkan warga Batam tidak ada di Singapura,” ujar Tjetjep di Kantor Kesehatan Pelabuhan Batuampar, Selasa (30/8) siang.

Dari laporan Pemerintah Singapura, saat ini 41 warganya terdeteksi positif terjaring virus zika. Dimana penderitanya mengalami demam tinggi diatas 38 derajat, mata merah, serta kepala pusing.

Dengan laporan tersebut, sambung Tjetjep, ia meminta masyarakat Batam untuk lebih memperhatikan kesehatan dengan melakukan 3M (menguras, menutup, mengubur).

“Masyarakat tidak usah cemas dan khawatir. Jika tidak ada nyamuk, tentu tidak akan terinfeksi,” tegasnya.

Tjetjep meminta kepada Pemerintah Kota Batam dan seluruh Puskesmas untuk melakukan 3M secara serentak di seluruh wilayah. Sehingga, seluruh pemukiman bersih dan terhindar dari keberadaan nyamuk Aeges.

“Ini (gerakan 3M masal) masih kita koordinasikan dengan lurah dan camat. Kalau bisa, besok (Rabu) langsung kita lakukan,” katanya.

Menurut Tjetjep, orang yang terjangkit virus Zika tak dapat diobati. Namun, penderitanya nanti akan diberikan penambahan cairan daya tahan tubuh.

“Penyerangan virus ini (Zika) tergantung tingkat daya tahan tubuh kita. Tidak ada obatnya, yang penting kita pencegahan pergerakan nyamuk,” terangnya.

Tjetjep menambahkan hingga saat ini masyarakat Batam negatif dari infeksi virus Zika. Hal itu diketahui dari pemeriksaan wisatawan yang datang dari Singapura.

“Saat ini masyarakat tidak ada yang terjangkit. Dan saya himbau kepada masyarakat, jika ada yang demam untuk segera ke dokter,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi menularnya virus zika dari Singapura, terang Tjetjep, Pemerintah Kota Batam menyiagakan 95 petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di lima pintu masuk.

Diantaranya di Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre, Pelabuhan Harbour Bay, Pelabuhan Nongsa Pura, Pelabuhan Punggur, dan Pelabuhan Sekupang.

“Petugas ini dirasa sudah mencukupi untuk melakukan pemeriksaan. Cuma ada dua mesin yang rusak, yaitu di Nongsa. Dan saat ini masih dalam perbaikan,” pungkasnya. (opi)

Sering Terjadi Kasus Kekerasan, Batuaji Daerah Buruk Untuk Anak-anak?

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Menurut catatan Batam Pos (grup batampos.co.id) sepanjang tahun 2016 ini, Polsek Batuaji sedikitnya menangani empat kasus kekerasan anak dibawah umur.

Diantaranya adalah kasus pencabulan terhadap Ya, bocah perempuan usia lima tahun yang dilakukan oleh tersangka Suyitno sopir bus sekolah Ya.

Murid TK itu mengaku dicabuli oleh tersangka saat dia diantar pulang oleh pelaku menggunakan bus sekolah. Pelaku mencabuli korban di dalam busnya pada tanggal 18 April 2016 lalu.

Selanjutnya kasus penganiayaan terhadap Al bocah perempuan 10 tahun dengan tersangka Yanti Tampubolon ibu angkatnya di perumahan Griya Pratama Batuaji.

Penyelidikan polisi atas aduan sejumlah tetangga Yanti di tempat tinggal Yanti itu bahwa Al sudah kerap dianiaya oleh Yanti selama dua tahun terakhir.

Al yang merupakan anak kandung Mega Hartatik warga Lampung itu selama ini diasuh oleh keluarga Yanti. Namun selama bersama keluarga Yanti, Al mengaku kerap dianiaya, dikurung bahkan sampai tak dikasih makan hingga dua hari.

Kasus tersebut masih bergulir di Mapolsek Batuaji dan Yanti sendiri sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Berkasnya laporan awal sudah lengkap dan lagi ditelaah oleh pihak Kejaksaan,” ujar Kanit Reskim Polsek Batuaji AKP M Said.

Selanjutnya ada kasus pencabulan terhadap Mb warga Batuaji dengan tersangka Muktar alias Bajak Laut ayah tirinya.

Hasil penyelidikan polisi Batuaji diketahui bahwa bocah perempuan 10 tahun itu dijadikan tempat pelampiasan birahi ayah tirinya selama empat tahun belakangan.

“Tersangka ini mengaku sudah mencabuli korban sejak usia enam tahun,” ujar Said.

Muktar sendiri mengakui perbuatan tak terpujinya itu. Pria 40 tahun itu mengaku kilaf menggauli anak tirinya karena kurang mendapat perhatian dari Is isterinya yang juga ibu kandung Mb.

“Isteri kerja malam terus sudah empat tahun ini makanya ini semua terjadi dan saya akui saya kilaf,” ujar Muktar.

Berkas kasus pencabulan dengan tersangka orang terdekat korban itu masih dalam proses perampungan dan dalam waktu dekat akan dikirimkan ke pihak Kejaksaan Negeri Batam untuk ditelaah.

Kapolsek Batuaji Kompol Andy Rahmansyah mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Kekerasan terhadap anak yang umumnya dilakukan orang terdekat itu tetap menjadi perhatian penyelidikan pihaknya.

Dengan harapan para pelaku bisa mendapat hukuman yang setimpal sehingga memberi efek jera baik bagi para pelaku sendiri ataupun calon pelaku kekerasan terhadap anak lainnya.

“Ancaman hukumnya cukup berat dan kami upayakan semuanya diproses sampai tuntas agar ada efek jera baik itu pelaku ataupun calon pelaku agar pikir-pikir lagi sebelum berbuat,”ujarnya.

Menurut Andy memang agak susah menekan kejadian kekerasan anak dibawah umur yang dilakukan orang terdekat sebab antisipasi dan pengawasan itu sebagiannya ada pada pelaku yang bersangkutan. Jalan satu-satunya adalah memberikan hukuman yang berat agar memberikan efek jera.

“Yang terpenting setiap pribadi kita harus perkuat iman agar hal-hal seperti ini tidak terjadi,” ujar Andy. (eja)

Kenal Lewat Medsos, Siswi SMA Dua Kali Dicabuli

0
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, AKP M Said (Kiri) menunjukkan Vp, pelaku cabul saat ekspos di Mapolsek Batuaji, Selasa (30/8). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, AKP M Said (Kiri) menunjukkan Vp, pelaku cabul saat ekspos di Mapolsek Batuaji, Selasa (30/8). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kasus pencabulan anak dibawah umur kembali terjadi di Batuaji. Korban kali ini adalah Bi, siswi salah satu SMA di Batuaji. Remaja 16 tahun itu dua kali digauli oleh Vp, 17, teman pria yang dikenalnya melalui media sosial sejak bulan Juni lalu.

Aksi pencabulan yang dilakukan Vp itu sempat tertutup rapih sampai awal Agustus lalu. Kedua remaja labil yang mengaku suka sama suka itu telah melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak dua kali di rumah kediaman Vp di Batuaji.

Aksi tak terpuji kedua ramaja itu baru terungkap pada Senin (22/8) saat orangtua Bi merasa curiga dengan gerak gerik Bi yang selalu telat pulang dari sekolah.

“Orangtua korban curiga dan menanyakan perubahan sikap si korban itu,” uja Kanit Reskrim Polsek Batuaji AKP M Said,kemarin (30/8).

Kepada orangtuanya Bi akhirnya buka mulut dan mengakui kalau dia sudah dua kali berhubungan badan dengan Vp teman prianya itu.

Tak terima dengan kejadian itu orangtua Bi akhirnya melapor ke Mapolsek Batuaji.

“Setelah terima laporan kami kumpulkan buki serta hasil visum dan pelaku akhirnya kami tangkap pada tanggal 26 Agutus kemarin,” ujar Said.

Kepada polisi Vp mengakui perbuatannya itu. Dia mengaku kalau hubungan tersebut atas dasar suka sama suka. “Dua kali kami begituan di rumah saya semua,” ujar Vp.

Atas perbuatannya itu Vp diancam pasal 81 ayah 2 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan minimal 5 tahun penjara.(eja)

 

Belum Ada Larangan ke Singapura

0
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, SKM, M.Kes (pegang mic) didampingi Kadinskes Batam Drg Chandra Rizal (dua dari kanan) sosialisasi bahaya virus zika di Kantor Kesehatan Pelabuhan Batuampar, Selasa (30/8/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, SKM, M.Kes (pegang mic) didampingi Kadinskes Batam Drg Chandra Rizal (dua dari kanan) sosialisasi bahaya virus zika di Kantor Kesehatan Pelabuhan Batuampar, Selasa (30/8/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah masih belum memberikan larangan bepergian ke Singapura terkait merebaknya penyakit zika di negeri tersebut. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana, situasi di Singapura masih terbilang kondusif.

“Kami lihat situasi di Singapura. (Pemerintah) Singapura masih belum melarang masyarakatnya ke luar rumah,” kata Tjetjep dalam konferensi pers di Kantor Kesehatan Pelabuhan, Selasa (30/8).

Saat ini, kata Tjetjep, pemerintah tengah berupaya melakukan cegah tangkal tanpa mengganggu lalu lintas. Baik yang datang maupun ke luar Batam.

Upaya pencegahan dan penangkalan virus itu dengan memberikan kartu kewaspadaan (alert card) serta memeriksa suhu tubuh dengan thermal scanner. Alert card berbentuk selembar kertas pemeriksaan yang diberikan pada para penumpang yang akan memasuki Batam.

Para penumpang harus mengisinya dan menyerahkannya kembali ke petugas bersamaan dengan pemeriksaan paspor. Tjetjep mengatakan, penumpang yang memiliki, minimal, dua dari empat gejala akan ditarik dari rombongan.

Kelima gejala itu, yakni,

  1. demam tinggi di atas 38 derajat,
  2. mata merah,
  3. ruam-ruam,
  4. tanda-tanda sakit kepala, pusing,
  5. pegal linu.

“Setelah itu akan dilakukan pengambilan darah untuk cek darah. Dalam waktu 2×24 jam dapat dipastikan positif atau negatif,” kata Tjetjep lagi.

Selain itu, Dinkes melalui Puskesmas-Puskesmas juga akan menggelar kegiatan 3M plus, abatisasi massal, dan pengasapan (fogging). Kegiatan itu akan dilakukan mulai hari ini.

“Kepala Puskesmas akan berkoordinasi dengan camat, lurah, dan RT-RW untuk melakukan gerakan massal itu,” ujarnya.

Penyakit Zika sama halnya dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan melalui nyamuk Aedes agyepti. Sayang, hingga saat ini belum ditemukan obat bagi penderita penyakit tersebut.

Tjetjep mengatakan, penderita penyakit ini hanya akan mendapatkan obat untuk menurunkan gejala-gejala yang muncul. Serta mendapatkan cairan untuk menambah daya tahan tubuh.

Pemerintah telah menunjuk tiga rumah sakit untuk merawat para pasien zika. Yakni, RSUD Embung Fatimah Batam, RSUD Provinsi Kepri di Tanjungpinang, dan RSUD Kabupaten Karimun.

“Kenapa harus dirawat di rumah sakit, karena kalau di rumah tidak bisa dipastikan dia mendapatkan perawatan yang tepat. Sebab asupan penambah daya tahan tubuh itu harus diberikan,” ujarnya (ceu)

BTKLPPM Sediakan Mesin PCR Pendiagnosa Zika

0
 WNA yang baru tiba di Batam mengikuti pengecekkan suhu tubuh untuk mencegah menyebarnya virus Zika di Pelabuhan Internasional Harbourbay Batam, Batu Ampar, Selasa (30/8). Rezza Herdiyanto/Batam Pos

WNA yang baru tiba di Batam mengikuti pengecekkan suhu tubuh untuk mencegah menyebarnya virus Zika di Pelabuhan Internasional Harbourbay Batam, Batu Ampar, Selasa (30/8).
foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular (BBTKL PPM) Kelas I Batam telah dilengkapi dengan mesin PCR. Ini mesin yang mampu mendiagnosa penyakit melalui DNA.

Kepala BTKLPPM Kelas I Batam, Slamet mengatakan, mesin PCR ini mampu mendiagnosa penyakit Zika. Asalkan, mereka telah memiliki reagen Zika.

“Reagen itu alat pendukung untuk pemeriksaan. Kami akan berusaha mengadakan reagen itu,” tutur Slamet usai konferensi pers di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batu Ampar, Selasa (30/8).

Selama ini, mesin PCR itu digunakan untuk mendiagnosa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sudah ada tiga rumah sakit yang bekerja-sama dengan BTKLPPM untuk pemeriksaan itu. Yakni, RS Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, RSUD Embung Fatimah, dan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

“Pemeriksaan itu dilakukan melalui sampel darah. Penderita bisa diambil sampel darahnya dan akan kami cek di lab,” ujarnya lagi.

BTKLPPM Kelas I Batam merupakan unit pelaksana teknis (UPT) Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Ditjen PP-PL) Kementerian Kesehatan. Unit yang berkantor di Sagulung ini memiliki fungsi, antara lain, pelaksanaan laboratorium rujukan serta pelaksanaan penilaian dan respon cepat, kewaspadaan dini, dan penanggulangan wabah dan bencana. Wilayah kerja BTKLPPM Kelas I Batam meliputi Kepulauan Riau, Riau, dan Jambi. (ceu)

Wakil Ketua KPK Berkunjung ke Graha Pena Batam

0
Basaria saat berkunjung ke Batam Pos Grup
Basaria saat berkunjung ke Batam Pos Grup

batampos.co.id – Dalam kunjungan di Batam Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyempatkan diri berkunjung ke Graha Pena Batam.

“Kedatangan saya ke sini lebih untuk mendapatkan masukan dari saudara sekalian tentang Batam,” kata Basaria.

Ia menjelaskan, saat ini KPK tengah menjalankan fungsi supervisi terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan berangkat ke luar negeri. KPK, kata Basaria, mengusulkan dibentuknya pelayanan terpadu satu pintu untuk pengurusan dokumen TKI, yang melibatkan semua instansi terkait seperti imigrasi, dinas tenaga kerja, badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI.

“Biar bisa selesai di satu tempat saja. Kasihan mereka. Kita sebut pahlawan devisa, tapi mereka diperlakukan tak layak,” katanya.

Basaria mengakui, mengurai masalah TKI sangat sulit dan rumit.

“Tapi, kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Basaria sempat menjawab pertanyaan tentang hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan terhadap Badan Pengusahaan Batam. Ia memastikan KPK belum pernah menerima laporan tentang itu.

“Setahu saya belum pernah terima itu. Kenapa belum? Tanya ke yang seharusnya melaporkan.” ucapnya.

Menjawab pertanyaan tentang perkembangan kasus alih fungsi dam Baloi yang sempat diperiksa KPK tahun 2008 lalu, Basaria mengatakan akan memeriksa terlebih dahulu data yang ada di KPK.

“Saya belum bisa jawab soal itu, karena saya tidak mengetahui dulu itu prosesnya sampai di mana. Nanti saya kabari,” kata Basaria. (leo)

Impian Gubernur, Kepri Punya Pelabuhan Kelas Dunia

0
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, saat bertemu dengan Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan di VIP Bandara Hang Nadim, Batam, Sabtu (27/8) lalu. foto:humas pemprov
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, saat bertemu dengan Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan di VIP Bandara Hang Nadim, Batam, Sabtu (27/8) lalu. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun bermimpi Kepri punya pelabuhan kelas dunia. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Gubernur minta bantuan Menteri Koordinator (Menko) Maritim. Keinginan tersebut disampaikan Nurdin saat pertemuan dengan Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan di VIP Bandara Hang Nadim, Batam, Sabtu (27/8) lalu.

“Kepri harus siap untuk menjadi salah satu titik untuk pelabuhan dunia. Karena puluhan ribu kapal melintasi Selat Melaka sepanjang tahun,” ujar Nurdin.

Menurut orang nomor satu Kepri tersebut, salah satu titik pelabuhan bertaraf dunia itu nantinya akan dibangun di Karimun. Karena itu, dalam kesempatan ke Karimun, Nurdin menegaskan Pelabuhan di wilayah-wilayah Kepri harus segera dibangun dan dikembangkan karena arus barang tergantung dari cepat atau lambatnya proses bongkar muat dipelabuhan.

“Kondisi tersebut yang mempengaruhi daripada harga di pasaran. Kami berharap seluruh stake holder mendukung program pembangunan pelabuhan ini dikarenakan sangat banyak manfaat yang akan didapat,” jelas Nurdin.

Masih kata Nurdin, saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan infrastruktur untuk mendukung Indonesi menuju Poros Maritim Dunia. “Kepri merasa bangga karena salah satu tempat yang dilirik Pemerintah Pusat untuk mendukung program tersebut. Apalagi Kepri merupakan jalur pelayaran internasional terpadat yakni sekitar 94 ribu kapal yang lalu lalang di Selat Malaka,” jelasnya lagi.

Dikatakannya juga, kalau pelabuhan-pelabuhan itu sudah representatif, akan memberikan dampak ekonomi yang bagus bagi daerah. Pelabuhan-pelabuhan itu ikut menunjang investasi dan kepariwisataan. Lebih lanjut katanya, pihaknya juga diminta untuk mengawal agar investasi yang masuk di Kepri tidak mengalami hambatan. Apalagi hambatan perizinan, yang prosesnya berlangsung di daerah.

Pesan itu disampaikan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam perbincangan dengan Gubernur Nurdin di VIP Bandara Hang Nadim, Batam akhir pekan lalu. Menurut Nurdin, pejabat harus melayani. “Tak ada urusan perizinan diperlambat dan dibuat lambat,” kata Nurdin. Yang tak mau melayani, harus segera diganti,” tutup Nurdin.(jpg)

Cegah Virus Zika, Dinkes Pasang Termos Scan di Seluruh Pelabuhan di Batam

0
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, SKM, M.Kes (pegang mic) didampingi Kadinskes Batam Drg Chandra Rizal (dua dari kanan) sosialisasi bahaya virus zika di Kantor Kesehatan Pelabuhan Batuampar, Selasa (30/8/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, SKM, M.Kes (pegang mic) didampingi Kadinskes Batam Drg Chandra Rizal (dua dari kanan) sosialisasi bahaya virus zika di Kantor Kesehatan Pelabuhan Batuampar, Selasa (30/8/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Provinsi Kepri memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mewaspadai penularan virus zika yang penularannya melalui nyamuk Aedes Aegypti.

Dalam sosialisasi yang dilakukan di Kantor Dinas Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, SKM, M.Kes.

“Langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah menghimbau kepada kepala puskesmas, camat, dan lurah sampai RT/RW, untuk melakukan sosialisasi 3M serentak secara massal kepada masyarakat,” ungkapnya, Senin (30/8/2016).

Tjetjep mengungkapkan jika dalam penyebaran virus zika ini merupakan sebagai suatu penyakit yang menular. Untuk itu, ia mensosialisasikan tentang apa itu virus Zika, seperti apa virusnya, cara penularannya, siapa yang beresiko dan gejala yang ditimbulkannya.

“Virus Zika memiliki kesamaan dengan virus dengue (DBD), berasal dari kelompok nyamuk,” katanya.

Dijelaskannya, cara penularan virus tersebut melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

“Nyamuk ini aktif pada jam 6 pagi sampai jam 9 pagi. Kemudian sore mulai dari jam 3 sampai jam 6 sore. Yang dikawatirkan virus ini menyerang ibu mengandung. Karena efeknya, bayi akan mengalami peradangan otak,” katanya lagi.

Dijelaskannya, untuk Gejala yang ditimbulkan oleh inveksi dari virus Zika yakni Demam tinggi di atas 38 derjat, Mata merah, Ada ruam, tanda sakit kepala, pegal, dan radang.

Meski saat ini belum ada laporan yang masuk terkait adanya masyarakat yang terinveksi dari virus Zika, dinas kesehatan akan melakukan pencegahan di setiap pintu masuk ke Batam.

“Kita akan fokus pada wilayah yang terindikasi, kita akan melakukan upaya pencegahan. Kalau ada penumpang yg terindikasi, akan dilakukan perawatan sampai menunggu hasil laboratorium,” terangnya.

Adapun pencegahan yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dalam mencegah masuknya virus Zika ini ialah dengan memasang termos scan di setiap pelabuhan.

“Kita memasang termos scan di setiap pelabuhan, sampai sekarang belum ada. Jika nantinya ada penumpang yang memiliki gejala Zika, kita akan mengambil darahnya untuk dilakukan pemeriksaan, dan dalam waktu 2×24 jam, baru akan keluar hasilnya apakah positif Zika atau tidak,” pungkasnya. (eggi)

Belasan Pengendara Motor Tergelincir Karena Ceceran Tanah Proyek Reklamasi

0
Pengendara motor melintas di simpang sekolah Global Indo Asia, Batamcentre, Senin (29/8). Pengendara banyak yang terjatuh akibat tanah berjatuhan dari truk pengangkut tanah akibat licin yang disiram. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Pengendara motor melintas di simpang sekolah Global Indo Asia, Batamcentre, Senin (29/8). Pengendara banyak yang terjatuh akibat tanah berjatuhan dari truk pengangkut tanah akibat licin yang disiram. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ceceran tanah proyek reklamasi yang jatuh berserakan di jalan Ahmad Yani (depan Politeknik Batam) memakan korban. Belasan pengendara motor terjatuh akibat licinnya jalan yang dipenuhi tanah bercampur dengan air.

Salah satu korban, Intan, 27, mengalami luka terkilir di kaki bagian kanan. Ia mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, saat ia hendak mau berangkat ke tempat kerja di daerah Batam Center.

“Pas lewat disitu jalannya licin, bercampur dengan tanah dan air, jadi jatuh. Kaki langsung tertimpa sama motor. Warga sekitar langsung bantu,” ujarnya kepada Batam Pos, Senin (29/8).

Wanita yang mengunakan jilbab ini menuturkan maraknya pengangkut tanah proyek reklamasi ini sangat membahayakan keselamatan pengendara yang melintasi jalan Batamcenter.

“Truk pengangkut tanah ini semaunya saja lewat dijalan raya. Apa tidak ada larangan bagi mereka, apalagi yang membawa tanah, namun bagian atas truk tidak ditutupi,” jelasnya sambil terlihat kesal.

Ia berharap pemerintah harus tegas menindak pelaku pengangkut tanah tersebut, sesuai dengan dengan peraturan yang berlaku.

“Pemerintah harus lebih jeli melihat kondisi ini. Jangan biarkan ada korban lagi, cukup saya dan belasan warga yang jatuh tadi saja yang jadi korban. Apalagi sampai memakan korban jiwa,” terangnya.

Sementara itu, Benny, 29, salah satu security di salah satu Perusahaan swasta di Batamcenter, juga mengalami hal yang sama. Ia mengalami luka dibagian tangan kanan akibat jatuh dari medan jalan yang licin, karena tanah yang berserak di jalan tersebut.

“Memang gak punya otak yang jatuhkan tanah di jalan seperti ini. Apa dia gak pikir ini sangat berbahaya, Bahkan bisa memakan korban jiwa,” ujarnya dengan ekspresi wajah yang sangat kesal.

Ia berharap pemerintah kota Batam bisa tegas menindak pengangkut tanah sembarangan di jalan, sebab sangat berbahaya bagi pengendara motor, apalagi debu dari tanah itu bisa membahayakan kesehatan.

“Harapannya Pemerintah harus betul-betul serius memandang permasalahan ini, tidak boleh dianggap sepele, karena ini menyangkut keselamatan nyawa orang lain,” imbuhnya. (cr20)