Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 13995

Dubes Asing di Singapura Kunjungi Kepri, Jajal Lapangan Golf di Bintan dan Batam

0
Salah satu lapangan golf di Bintan, Kepulauan Riau
Salah satu lapangan golf di Bintan, Kepulauan Riau

batampos.co.id – Duta-duta besar asing yang ada di Singapura datang berkunjung ke Kabutapten Bintan, Provinsi Kepri, Jumat (29/7). Hari ini, Sabtu (30/7) mereka menjajal lapangan golf yang ada di Bintan Ria. Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti ini merupakan momentum untuk memperkenal Provinsi Kepri.

“Memang yang menginisiasikan rencana ini adalah Dubes RI yang ada di Singapura. Bagi kami, ini menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan Kepri,” ujar Guntur kemarin disela-sela menyambut kedatangan rombongan di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Diungkapkannya, rombongan akan menginap di Bintan Lagoon. Keesokan harinya (hari ini,red) akan bermain golf di Bintan Lagoon Golf Resort. Masih kata Guntur, pada hari yang sama, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Batam. Setiba di Batam akan meninjau kawasan Industri Batam Mindo.

“Ini adalah bentuk respon dari Kedutaan Besar RI yang ada di Singapura, atas terjadinya isu-isu yang negati tetang Batam dan Bintan beberapa waktu lalu,” papar Guntur.

Seperti diketahui, langkah ini adalah upaya untuk memulihkan nama baik Pariwisata Batam dan Bintan (Babin), karena digoyang isu miring beberapa waktu mendapat perhatian serius dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Singapura. Duta Besar RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya berjanji akan membawa dubes-dubes asing di Singapura untuk datang bertandang di Babin.

“Memang kita akui, isu-isu miring beberapa waktu lalu, menjadi warning bagi Pemerintah Singapura. Ada dugaan yang menganalisa, gangguan yang terjadi lebih disebabkan karena persaingan bisnis,” ujar Ngurah Swajaya saat bertandang ke Tanjungpinang belum lama ini.

Ditegaskannya, untuk memulihkan nama baik pariwisata Babin, pihaknya sudah menyiapkan strategi khusus. Yakni dengan mengundang dubes-dubes asing yang ada di Singapura untuk sama-sama bertandang ke Babin. Disebutkannya, Jerman dan Belanda sudah mengkonfirmasikan untuk ikut.

“Duta Belanda dan Jerman sudah conform, kami masih menunggu dari dubes asing lainnya yang ada di Singapura. Terobosan ini, perlu dilakukan untuk menunjukan kalau Babin bersahabat bagi wisman,” jelasnya.(jpg/bpos)

Tidak Terima Dipukul, Akhirnya Lapor Polisi

0
Pelaku Curanmor Berhasil Diringkus Polisi
Kapolsek Batuaji, Kompol Andy Rahmasyah, melalui Kanit Raskrim AKP M Said

batampos.co.id – Spandan Simatupang, warga Ruli Rawa Indah Batuaji. Tidak terima dipukul oleh Tumpak Hamonangan, akhirnya melapor ke Mapolsek Batuaji, Kamis (28/7) pukul 19.00 WIB.

Atas kejadian itu, Spandan mengalami luka lecet dibagian telinga kanan karena dipukul pelaku.

Informasi yang didapatkan, kejadian itu terjadi di jalan masuk Ruli Rawa Indah depan Tempat Pemakaman Umun (TPU) Seitemiang. Saat itu korban dan pelaku beriringan melaju dari SPBU Seitemiang ke arah Marina hendak pulang ke rumah.

Karena pelaku melaju kendaraan sangat pelan, korban yang berada di belakang kesal dan menghentikan kendaraanya pelaku dari arah depan.

“Pelaku tak terima, korban akhirnya dipukul menggunakan tangan,” ujar Kapolsek Batuaji, Kompol Andy Rahmasyah, melalui Kanit Raskrim AKP M Said, Jumat (29/7).

Selain itu, M Said mengatakan pelaku juga sempat mengejek korban dengan kata-kata kasar. “Mereka tidak saling kenal,” ungkap M Sait

Setelah korban membuat laporan, pada hari itu juga pelaku kemudian ditangkap oleh jajaran kepolisan Mapolsek Batuaji.

Saat ini, kata M Said pelaku sudah diamankan. Atas perbuatannya itu, pelaku dikenakan pasal 351 KUHP, dengan hukuman pidana acaman dua tahun delapan bulan penjara. (cr14)

Malam Ini, Puncak Pameran Foto “Polisi Juga Manusia” Dimeriahkan Band Kahitna

0
Pameran foto foto: cecep mulyana / batampos
Pameran foto
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Malam puncak pameran foto “Polisi Juga Manusia” akan dimeriahkan dengan kehadiran band papan atas Kahitna, Sabtu (30/7) malam di Atrium Timur Mega Mall Batam Center.

Adapun pameran foto yang diselenggarakan oleh Polresta Barelang bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri ini dimulai sejak Senin (25/7) lalu dan akan berakhir pada Sabtu (30/7).

Kapolresta Barelang, Kombes Helmy Santika mengatakan jika tujuan dari pihaknya menggandeng PFI Kepri dalam acara lomba foto ini tidak lain untuk lebih mendekatkan diri dan memberikan pemahaman tentang tugas-tugas polisi kepada masyarakat melalui lomba foto.

“Kita sebagai pelindung dan pengayom masyarakat akan terus berupaya memberikan kepada masyarakat apa saja tugas dari polisi. Kali ini kita memberikan pemahamannya melalui seni foto yang diambil masyarakat untuk mengikuti pelombaannya,” ungkapnya, Jumat (29/7).

Masih kata Helmy, dalam acara puncak besok juga akan dilakukan pengumuman kepada pemenang lomba foto bertema “Polisi Juga Manusia” ini.

“Besok juga akan dilakukan pemenang dalam lomba foto, setelah itu baru ditutup oleh band Kahitna. Selain itu acara besok bapak Kapolda juga hadir,” tambahnya.

Ditempat terpisah, Ketua PFI Kepri Tommy Purniawan mengungkapkan jika dalam acara penutupan yang akan diselenggarakan besok akan sangat padat mulai dari siangnya.

Tommy menjelaskan jika pada 10.00 WIB acara akan di buka dengan pameran foto, kemudian pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB acara akan dilanjutkan dengan penampilan dari band pendukung.

Setelah acara di isi dengan penampilan dari band pendukung, kemudian acara pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, dilanjutkan dengan acara talk show yang diisi oleh jajaran Sat Lantas, Sat Narkoba, dan Bagian Sumda.

“Malam puncak itu akan dimulai pada jam 7 sampai jam 7 lewat 25 menit yang diawali dengan kata sambutan dari Kapolda dan Kapolres hingga pembacaan do’a. Kemudian dilanjutkan lagi dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah,” ungkapnya.

Kemudian setelah itu, pada pukul 19.35 WIB hingga 20.00 WIB akan dilakukan pemilihan foto pameran terbaik dan penyerahan hadiah oleh Kapolda Kepri hingga dilanjutkan pemutaran film pendek polisi pada pukul 20.00 hingga 20.20 WIB.

“Setelah rangkaian kegiatan itu, baru ditutup dengan penampilan band Kahitna mulai setengah sembilan sampai jam setengah sepuluh,” pungkas Tommy.(eggi)

Al Pernah 2 Hari Tak Dikasih Makan

0
Bunga, 12, korban penganiayaan oleh ibu tirinya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Al, 9 tahun, korban penganiayaan oleh ibu angkatnya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Dari hasil pemeriksaan awal baik dari korban sendiri dan pihak pelapor yakni warga tetangga orangtua angkat Al, diduga kuat laporan itu benar adanya. Pasalnya kondisi Al saat diperiksa polisi cukup memprihatinkan. “Badannya penuh dengan bekas luka, tubuhnya kurus,” ujar Kapolsek Batuaji kompol Andy Rahmansyah.

baca juga : Kisah Pilu Bocah 9 Tahun, Dijual Rp 5 Juta, Disiksa Pembelinya

Keterangan yang disampaikan Al memang dia sering dianiaya oleh Yt ibu angkatnya. Bahkan dia kerap disekap, disiksa dan tak dikasih makan hingga dua hari oleh orangtua angkatnya itu. “Ini kasus serius makanya akan menjadi atensi kami kedepannya,” ujar Andy.

Untuk meneruskan laporan itu polisi kata Andy tidak bekerja sendiri. Pihaknya menggandeng kerja sama dengan KPPAD Kepri untuk sama-sama menyelesaikan persoalan itu. “Untuk tindak pidananya akan kami tangani, tapi kelanjutan anak ini akan kami koordinasi dengan KPPAD,” ujarnya.

Kasus laporan penganiayaan anak dibawah umur itu, sambung Andy bisa jadi masuk unsur perdagangan manusia. Sebab hasil pemeriksaan sementara pengangkatan Yp sebagai anak angkat tidak melalui prosedur adopsi belum bisa dibuktikan keabsahannya.

“Tapi untuk kasus itu (trafficking) domainnya polisi di Jakarta karena prosedur penyerahan anak ini di Jakarta,” ujar Andy.

Saat ini Al sendiri sudah diamankan oleh pihak KPPAD Kepri sebagai pendamping laporan kasus penganiyaaan itu.

Komisioner KPPAD Kepri Ery Syahrial mengatakan, saat ini kondisi Al baik-baik saja namun sedikit tertekan dengan kejadian yang dialaminya selama ini. “Dia dalam proses pemulihan sambil menunggu kasusnya di proses polisi,” ujar Ery.

Untuk kelanjutan nasib Yp, Ery mengatakan akan berkoordinasi dengan lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) di Batam untuk menentukan hak asuh Al nantinya. “Banyak juga yang ingin asuh anak ini, tapi dia sendiri malah ingin kembali ke ibu kandungnya,” ujar Ery.

Kemauan Yp itu belum bisa dipenuhi sebab selain kasusnya masih bergulir, keberadaan ibu kandungnya juga belum diketahui.

“Maunya korban ingin jumpa dengan keluarganya. Putri tidak mau lagi tinggal sama ibu angkatnya. Tapi keberadaan orangtuanya tidak tahu lagi alamat di Jakarta,” ujarnya.

Informasi yang didapat Batam Pos, Al ini dulunya tinggal bersama ibu kandung dan ayah angkatnya di Jakarta. Namun entah kenapa, ayah tiri Yp malah menyerahkan Yp ke orangtua angkatnya di Batam.

Selama bersama orangtua angkatnya Yp kerap disiksa dan dipukul. Tetangga sekitar rumah orangtua angkat Yp merasa prihatin dan melaporkan kejanggalan itu ke pihak kepolisian dan KPPAD Kepri. (eja)

Polisi Akan Panggil Orangtua Angkat Al

0
Bunga, 12, korban penganiayaan oleh ibu tirinya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Al, 9 tahun, korban penganiayaan oleh ibu tangkatnya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Pihak kepolisian Batuaji terus mendalami laporan dugaan kasus penganiayaan terhadap Al bocah perempuan sembilan tahun oleh orangtua angkatnya di perumahan Griya Pratama, Batuaji. Saat ini polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dari warga yang melapor kasus penganiayaan itu.

baca juga :  Kisah Pilu Bocah 9 Tahun, Dijual Rp 5 Juta, Disiksa Pembelinya

Kapolsek Batuaji kompol Andy Rahmansyah mengatakan, untuk pemeriksaan saksi pelapor sudah hampir rampung dan pihaknya sedang melengkapi berkas laporan awal termasuk menunggu hasil visum Al dari rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam.

“Kalau sudah lengkap semua, terlapor akan langsung kami panggil,” ujar Andy.

Untuk langkah awal, terlapor dalam hal ini orangtua angkat Al akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor. Namun jika terbukti melakukan aksi penganiayaan seperti dalam laporan itu orangtua angkat Al akan dijadikan tersangka. “Korban sudah aman di komisi pengawasan dan perlindungan anak daerah (KPPAD) Kepri,” ujar Andy.(eja)

 

Ketua DRPD Kepri Prihatin dengan Kasus Kriminal di Batam

0
Jumaga Nadeak.  foto:cecep mulyana/batampos
Jumaga Nadeak. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Maraknya aksi kriminal di Batam mengundang keprihatinan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak. Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Batam, Jumaga mendukung aparat kepolisian mengungkap satu persatu kasus kriminal di Batam.

“Sebagai pimpinan DPRD, Saya mendukung secara moril kawan-kawan Polri untuk dapat segera menuntaskan kasus-kasus kriminal di Kepri dan Batam khususnya. Usut setuntas-tuntasnya,” kata Jumaga di ruang kerjanya, kemarin.

Situasi yang aman lagi kondusif, sambung Jumaga, adalah impian seluruh masyarakat. Apalagi untuk kota sebesar Batam. Jumaga mengatakn, tidak kondusifnya Kota Batam bakal bisa berimbas pada banyak hal. Baik itu sektor pariwisatanya maupun investasinya. “Dan tentu itu jadi kerugian buat kita semua,” katanya.

Tugas menciptakan situasi yang kondusif bukan hanya dibebankan kepada kepolisian saja. Namun, kata Jumaga, juga jadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungannya. “(menciptakan) Keamanan ini bukan hanya tugas polisi saja. Tapi juga kita semua,” jelasnya.

Ia juga melihat bahwa setiap sudut-sudut rawan di Batam perlu dilengkapi dengan kamera pengawas. Dengan adanya kamera pengawas, nantinya dapat mengurangi ruang lingkup pelaku kejahatan, sekaligus membantu pengungkapan kasus kejahatan.

Seperti diketahui bersama, akhir-akhir ini kasus kriminal mengalami peningkatan. Beberapa kejahatan yang menjadi perhatian masyarakat adalah maraknya begal bermotor, curas hingga yang terakhir pembunuhan Lia Arzalina mahasiswi Ibnu Sina Batam. (aya/bpos)

Cuaca Buruk di Pekan Baru, Pesawat Terpaksa Mendarat Di Batam

0
Pesawat Garuda Indonesia di Changi Airport Singapore. Foto: aldo bidini/planespotter.net
Pesawat Garuda Indonesia. Foto: aldo bidini/planespotter.net

batampos.co.id – Cuaca buruk melanda Pekanbaru dan sekitarnya. Akibat hal ini, Pesawat Garuda Indonesia GA-170 dari Jakarta tujuan Pekanbaru harus mengalihkan pendaratan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada Jumat (29/7) lalu.

“Divert di Batam pukul 08.35,” kata Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso pada Batam Pos, kemarin.

Ia mengatakan saat ini pesawat berpenumpang 121 orang tersebut, sudah terbang kembali menuju ke Pekanbaru. “Pukul 09.20 tadi saat mendapat informasi cuaca membaik, langsung berangkat,” ujarnya.

Suwarso menjelaskan bahwa sebelum mendarat di Batam. Pesawat jenis Boeing 737-800ng tersebut berputar-putar cukup lama diatas Pekanbaru. Tapi ternyata sudah beberapa lama, cuaca tak kunjung membaik. Sehingga pilot pesawat garuda tersebut memutuskan untuk mendarat di Batam.

“Mereka tak lama, sebab para penumpang hanya ada didalam pesawat saja,” ucapnya.

Dari informasi yang didapatnya, Suwarso mengatakan bahwa jarak pandang di Pekanbaru saat cuaca buruk tersebut hanya 500 meter saja. “Hanya satu penerbangan saja divert di Batam, akibat cuaca buruk di Pekanbaru,” ujarnya.

Sementara itu penerbangan dari Batam menuju ke Pekanbaru, menurut Suwarso tak ada ganngguan yang berarti. “Penerbangan disini aman dan baik-baik saja,” pungkasnya. (ska)

Polisi Periksa DNA Korban Pembunuhan Lia

0
Lia Arzalina, Foto: FB Lia
Lia Arzalina, Foto: FB Lia

batampos.co.id – Polisi hingga kini masih menyelidiki pelaku pembunuhan terhadap Lia Arzalina. Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa barang bukti dan melakukan Tes DNA korban.

baca juga: Wanita Berjilbab yang Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Hutan Nongsa Diduga Lia Arzalina

“Siapa yang menghamili masih menunggu tes DNA. Dari sini akan ditemukan petunjuk baru,” ujar Kapolsek Sagulung, AKP Chrisman.

Dia menjelaskan selain memeriksa barang bukti, pihaknya sudah mendapatkan petunjuk dari keterangan keluarga maupun rekan korban.

“Petunjuk (mengarah kepada pelaku) ada. Keluarga korban sudah kita mintai keterangan,” terangnya.

Hal senada dikatakan Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian. Dia mengatakan masih menyelidiki barang bukti yang didapatkan di lokasi penemuan jasad Lia.

“Untuk kehamilan, dilakukan tes DNA,” ujar Memo.

Menurutnya, pihaknya melakukan gelar perkara bersama tim gabungan. Dari gelar perkara tersebut, ia mendapatkan materi yang mengarah kepada pelaku.

“Untuk hasil materinya tidak bisa diumumkan. Itu masuk ranah penyidikan,” tegasnya.

Pantauan Batam Pos, tim identifikasi Polresta Barelang melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti berupa helm, sendal, kacamata dan linggis. Seluruh barang bukti ini ditemukan secara acak di lokasi penemuan jasad.

Di sendal korban ditemukan bercak. Namun, polisi memastikan bercak tersebut bukan berasal dari Lia.

“Bukan darah. Dan untuk sidik jari masih menunggu pemeriksaan tim iden,” papar Memo. (opi)

Ada 1.200 Penunggak UWTO

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memanggil 104 penunggak Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) Batam mulai Senin (1/8) hingga Rabu (3/8). Total nilai tunggakan UWTO ini kabarnya mencapai Rp 300 miliar.

“Sebenarnya ada 1.200 penunggak, namun kami akan panggil secara berurutan. Untuk saat ini, kami akan panggil 104 orang dulu,” terang Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, kemarin (29/7).

Diantara 104 penunggak itu, ada 8 perusahaan perseroan terbatas, satu yayasan, satu persekutuan komanditer. Dan yang menarik, Kantor Departemen Agama Batam juga menjadi penunggak UWTO. Dan sisanya adalah pribadi.

“Walaupun sama-sama pemerintah ya harus tetap bayar, ada ketentuan yang mengaturnya,” kata Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami, kemarin (29/7).

Di Jakarta katanya, institusi pemerintahan seperti Departemen Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) harus membayar hak kepemilikan tanah kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Dulu Kemenlu buat Sekretariat Asean di Jakarta ya harus bayar,”ungkapnya.

Nanti pada saat pemanggilan, penunggak UWTO akan diminta klarifikasi mengenai alasan mengapa tidak kunjung melakukan pelunasan UWTO.

“Jika tidak dipenuhi, maka pengalokasian lahan akan dibatalkan atau ketika ingin memperpanjang tidak akan dipenuhi keinginannya,” pungkasnya. (leo)

Sibuk Bekerja, Kesadaran Menyusui Masih Rendah

0
ibu
ilustrasi f.sahabatyatim

batampos.co.id – Kesadaran ibu untuk menyusui di Indonesia masih rendah. Berdasarkan data dari Kemenkes hanya 65 persen bayi yang mendapatkan ASI secara ekslusif. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan pada 2013 lalu yang hanya 38 persen.

Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) tak hentinya menyuarakan kampanye ayo menyusui kepada ibu yang memiliki bayi di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal mengatakan di Batam baru 40 persen ibu yang menyusui anaknya secara ekslusif.

“Masih sangat rendah. Padahal ASI sangat penting bagi perkembangan anak,” katanya, Jumat (29/7).

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan rendahnya pencapaian pemberian ASI di Batam diantaranya, kesibukaan, pekerjaan, selain itu karena faktor hormon juga bisa.

“Rata-rata mereka pekerja aktif,” kata dia.

Untuk mendorong kampanye ini. Pihaknya juga terus menggandeng pihak swasta dalam menyediakan ruangan khusus untuk menyusui seperti di perusahaan, hingga pusat perbelanjaan.

“Ini merupakan salah satu langkah dalam mendukung program ayok menyusui,” terangnya.

Berdasarkan UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, setiap bayi berhak mendapatkan asi ekslusif sejak dilahirkan selama enam bulan.

Melalui hari ASI sedunia yang jatuh pada 01 Agustus 2016 nanti, dia berharap Indonesia bisa meningkatkan pemberian ASI secara ekslusif kepada bayi.

Mengingat banyak manfaat yang dirasakan bayi. Selain baik bagi pertumbuhan fisiknya, ASI juga memberikan dampak positif bagi perkembangan mental, dan otak anak.(cr17)