Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 13998

Jelang PON, Tim Tinju Kepri Latihan Di Thailand

0

tinjubatampos.co.id – Tim tinju Kepri yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 melakukan pemusatan latihan di luar negeri, tepatnya di Nakhon Ratchasima, Thailand dan berikutnya di Ho Chi Minh City, Vietnam.

“Tim telah berangkat hari Minggu kemarin dari Sekupang menuju Singapura, dan kemudian berangkat menuju Thailand,” kata sekretaris Persatuan Tinju Indonesia, Abdul Razak, kemarin (8/6).

Tim tinju Kepri terdiri dari 7 orang, yakni dua pelatih, Erzon dan Rionando Butar-Butar dan lima atlit, yakni Sandyarto Deno Feroza, Louis Emdee Bangun, Janes Siregar, Jonelyn Erzon, dan Octavia Siagian.

“Mereka akan berlatih di Thailand sampai 25 Juni mendatang. Latihan yang mereka lakukan adalah sparring,” jelasnya.

Di Nakhon, mereka akan berlatih tanding dengan petinju-petinju dari negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Singapura dan lainnya yang juga tengah melakukan latihan disana. Dua PON sebelumnya, tim Kepri juga menggelar metode latihan yang sama.

“Kondisi mereka sebelum keberangkatan terpantau bagus karena tetap menjaga kebugarannya,” terangnya lagi.

Selanjutnya, tim ini akan pergi ke Vietnam dan akan berlatih disana hingga 10 Juli.”Dana yang kami gunakan berasal dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri,” ujarnya lagi.

KONI Kepri katanya telah membuktikan komitmennya untuk membantu lima cabor unggulan seperti tinju.

“Target kami PON nanti adalah satu emas dan satu medali lainnya,” tutup Razak.(leo)

Dishub Batam akan Remajakan Trans Batam, demi Pelayanan Maksimal

0
Bus Trans Batam foto: cecep mulyana / batampos
Bus Trans Batam
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Trans Batam semakin berupaya maksimal untuk melayani masyarakat. Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana untuk meremajakan 20 unit bus Trans Batam yang sudah berusia tua.

“Sekarang ada 72 unit bus Trans Batam. 20 diantaranya merupakan bus lama, akan kami pilih yang bagus untuk diremajakan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan, Zulhendri belum lama ini.

Diantara 20 bus Trans Batam tersebut, yang masih dianggap layak akan diremajakan dan akan dioperasikan di jalur Tanjunguncang-Sekupang. Sedangkan bus-bus yang tak layak pakai akan segera dikembalikan ke bagian aset Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Selain itu, Dishub Kota Batam menargetkan pada tahun 2019 nanti, 120 Trans Batam akan melayani 11 koridor di Batam.

“Saat ini ada 72 bus dengan lima koridor. Dan pertahunnya mampu mengangkut 1 juta penumpang,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemko Batam telah mendapat hibah 15 bus besar dari pemerintah pusat. Untuk bus berkapasitas besar ini akan digunakan untuk melayani jalur Sekupang-Batam Centre dan Batuaji-Batam Centre.

“Karena ini trayeknya lurus dan radius putar aman,” pungkasnya. (leo)

PTSP BP Batam akan Kelola IMB dan Amdal Investasi

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintahan Kota (Pemko) Batam telah sepakat mengenai perizinan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk investasi.

“Soal kerjasama Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sudah dibicarakan sebelum pertemuan Dewan Kawasan (DK), yakni saat Walikota datang ke BP Batam,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, kemarin (8/6).

Andi menjelaskan saat ini kedua belah pihak telah menyepakati bahwa PTSP BP Batam akan mengelola permintaan izin IMB dan Amdal terkait investasi yang ditugaskan oleh pejabat Pemko Batam.

“Bukan hanya sekedar menerima dokumen dan diproses di kantor Walikota dan juga sepakat semua biaya terkait tetap masuk ke Pemko Batam,” ujarnya.

Dalam hal ini, BP hanya melaporkan inisiatif kerjasama dengan Pemko Batam. Namun laporan tim teknis kepada DK adalah seolah-olah manajer dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat akan ditempatkan di BP Batam.

“Ini hanya improvisasi dari tim teknis tetapi bukan hal yang dibicarakan antara saya dan walikota. Kata-kata bergabung itu kaitannya hanya apa yang sudah pernah kami bicarakan yakni Amdal dan IMB,” jelas Kepala BP Batam, Hatanto Reksodiepoetro.

Sedangkan IMB dan Amdal diluar dari urusan investasi, seperti untuk kawasan pemukiman tetap menjadi kewenangan Pemko Batam. (leo)

Waspada, Kriminalitas Meningkat Selama Ramadan

0
Kapolsek Nongsa, Kompol S Dalimunthe. Foto: Egi/batampos.co.id
Kapolsek Nongsa, Kompol S Dalimunthe. Foto: Egi/batampos.co.id

batampos.co.id – Selama Ramadan, tingkat kriminalitas di jalanan memungkinkan mengalami peningkatan. Terkait hal itu, Kapolsek Nongsa, Kompol S Dalimunthe mengimbau kepada seluruh masyarakat yang masuk ke dalam wilayah hukum Polsek Nongsa untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Dalimunte juga mengatakan, juga tidak menutup kemungkinan akan banyaknya pelaku tindak pidana dadakan maupun pendatang yang melakukan aksi kriminalitas demi mendapatkan uang.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati lagi dalam melaksanakan aktifitas selama Ramadan dan menghindari jalan-jalan yang sepi,” ungkapnya, Rabu (8/6).

Imbauan ini disampaikan Dalimunte tak lepas dari aksi tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang baru terjadi pada Selasa (7/6) sekira pukul 21.30 WIB di Teluk Mata Ikan, Nongsa.

Dalam aksi jambret itu, salah satu orang korban penjambretan bernama Diana mengalami luka parah di bagian pelipis mata sebelah kirinya hingga mendapat sepuluh jahitan.

Selain mengimbau, Polsek Nongsa juga akan melakukan patroli rutin setiap harinya selama 24 jam penuh. Demi terciptanya suasana keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas).

“Yang pastinya, patroli akan terus kita lakukan demi terciptanya suasana kantibmas di wilayah hukum polsek Nongsa. Warga yang melaksanakan ibadah pun dapat beribadah dengan khusuk,” katanya lagi. (egi)

Anak Buah Terlibat Pembuatan SK Bodong? Wako Batam: Bisa Jadi Ada Oknum

0
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengakui sudah mendapat laporan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kalau ada banyak honorer di Batam yang mengantongi SK bodong.

Baca juga: Ada 320 Honorer di Batam Kantongi SK Bodong

Ia meminta seluruh dinas dan badan di lingkungan Pemko Batam berhati-hati dengan beredarnya SK honorer bodong ini.

“Saya minta seluruh dinas waspada terhadap SK palsu ini,” kata Rudi di Kantor Wali Kota Batam.

Baca Juga: Satu SK Honorer di Batam Dijual Rp 15 Juta hingga Rp 20 Juta

Untuk melakukan evaluasi terhadap beredarnya SK palsu itu, ia mengumpulkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemko Batam. Khususnya dinas yang sempat menerima SK tersebut.

“Saya kumpulkan seluruh SKPD . Kita akan bahas masalah ini agar selesai,” terang Rudi.

Baca juga: SK Bodong Honorer Beredar, Dewan Desak Pemko Batam Lapor Polisi

Menurut dia, tak satupun SK yang baru beredar tersebut dikeluarkan Pemko. Bahkan, ia menjamin SK itu tak dikeluarkan oleh lingkungan Pemko secara resmi.

“Secara resmi tidak ada, tapi kalau pribadi saya tak tahu. Tapi secara resmi saya pastikan tak ada, karena itu perintah saya kepada Sekda dan seluruh SKPD,” sebut Rudi.

Soal tudingan DPRD Batam yang menyebut ada pejabat internal Pemko Batam yang terlibat dalam kasus ini, Rudi tak bisa menampiknya. Bisa jadi, kata dia, ada oknum pejabat yang bermain untuk meraih untung.

“Kalau perorangan, penyidikan kita belum sampai di sana. Kalaupun ada pasti akan langsung kita tindak tegas dan proses hukum,” pungkas Rudi.

Baca Juga: Sudah 80 Pegawai Pemko Batam Melapor Dapat SK Bodong

Ditemui terpisah, Kepala Dinas sosial dan Pemakaman Kota Batam, Raja Kamarulzaman mengatakan hingga saat ini tidak ada lagi oknum honorer bodong yang mendatangi kantornya.

“Terakhir ya yang dua itulah,” kata dia, Selasa (7/6/2016).

Dia menegaskan, semua SK itu sudah dikembalikan ke BKD Kota Batam.

Adanya informasi yang menyebutkan dinas yang di pimpinnya menerima SK bodong paling banyak, menurutnya itu tidak benar. “Isu itu,” tegasnya.

Baca Juga: Anak Buah Terlibat Pembuatan SK Bodong? Wako Batam: Bisa Jadi Ada Oknum

Dalam waktu dekat dirinya juga akan menemui Wali Kota Batam untuk membahas terkait beredarnya SK bodong tersebut. “Biar tidak salah paham dan berita tidak simpang siur,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengaku hanya menerima lima SK bodong dan telah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi.

“Sudah diinfokan, dan provinsi bilang tidak pernah mengeluarkan,” ujarnya. (ceu/she/cr17)

SK Bodong Honorer Beredar, Dewan Desak Pemko Batam Lapor Polisi

0
Ilustrasi SK bodong.
Ilustrasi SK bodong.

batampos.co.id – Menyikapi maraknya SK Bodong honorer di Batam, anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur P Sihaloho meminta pemerintah melapor ke aparat penegak hukum. Sehingga petugas bisa menelusuri dan menindak aktor intelektualnya.

Baca Juga: Anak Buah Terlibat Pembuatan SK Bodong? Wako Batam: Bisa Jadi Ada Oknum

“Ini sudah tindak pidana, ranahnya bukan lagi BKD tapi kepolisian,” kata Tumbur, Selasa (7/6/2016).

Baca juga: Ada 320 Honorer di Batam Kantongi SK Bodong

Tumbur menduga permainan kotor tersebut melibatkan orang dalam atau oknum pegawai. Karenanya, pelaku bisa mengetahui seluk beluk pemerintahan.

“Sudah pasti ada yang bermain,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

Baca Juga: Satu SK Honorer di Batam Dijual Rp 15 Juta hingga Rp 20 Juta

Namun untuk membuktikan hal ini, sambung Tumbur, hanya bisa dilakukan aparat kepolisian. “Kalau dilakukan BKD, pasti ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya. (cew/she/cr17/koran bp)

Baca Juga: Sudah 80 Pegawai Pemko Batam Melapor Dapat SK Bodong

Ada 320 Honorer di Batam Kantongi SK Bodong

0
ilustrasi honorer
ilustrasi honorer

batampos.co.id -Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Batam memperkirakan saat ini ada sekitar 320-an SK honorer bodong yang beredar di masyarakat. Namun yang melapor hingga Selasa (7/6/2016) baru 82 orang.

Baca Juga: Anak Buah Terlibat Pembuatan SK Bodong? Wako Batam: Bisa Jadi Ada Oknum

“Mereka mau melapor mengaku tidak tahu kalau SK mereka bodong dan mereka mengaku tidak terlibat, makanya datang mealpor,” kata Sekretaris BKD Kota Batam, Alwi AR.

Baca Juga: Satu SK Honorer di Batam Dijual Rp 15 Juta hingga Rp 20 Juta

Alwi menjelaskan, SK bodong yang diperjualbelikan Rp 15 juta hingga Rp 20 juta itu memiliki banyak keanehan. Setelah BKD mencermati SK tersebut satu per satu, ternyata, semua SK itu hasil scan.

Memang, kata Alwi, kop SK itu adalah kop BKD. Namun, ukuran dan jenis font-nya berbeda dengan kop yang asli.

“Kami punya lettering sendiri. Itu sudah kami bandingkan,” katanya.

Baca juga: SK Bodong Honorer Beredar, Dewan Desak Pemko Batam Lapor Polisi

Selain itu, ia juga menandai, ada SK yang tidak sesuai dengan prosedur. Misalnya saja, SK dari BKD Provinsi Kepri untuk penempatan kota atau SK dari BKD Kota Batam untuk penempatan di Kementerian Agama (Kemenag).

“Kementerian Agama itu kan instansi vertikal, masa SK honorernya dari kota?” tutur mantan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam itu lagi.

Baca Juga: Sudah 80 Pegawai Pemko Batam Melapor Dapat SK Bodong

Lagipula, sesuai aturan, BKD tidak bisa menerbitkan SK pengangkatan honorer. SK itu, biasanya, dikeluarkan langsung oleh dinas yang bersangkutan.

Alurnya, kepala dinas terkait akan menyurati Wali Kota tentang analisa kebutuhan honorer. Jika analisa itu disetujui, dinas tersebut kemudian menghubungi BKD. Jika BKD menyetujui, barulah dinas tersebut boleh melakukan penerimaan honorer.

“Seperti misalnya Dinas Kesehatan yang kemarin membutuhkan perawat dan bidan. Misalnya, dari 100 yang dibutuhkan ternyata baru terpenuhi 70. Nah, mereka bisa mengajukan tapi harus melalui analisa kebutuhan,” kata Alwi.

Baca Juga: Disdik Batam Terima Lima SK PNS Bodong

Kasus SK honorer palsu ini, menurut Alwi, masuk dalam ranah penipuan. Masyarakat yang memiliki SK ini dapat melaporkannya ke polisi.

“Kami sudah melaporkan ini ke Wali Kota dan kata Pak Wali menyarankan biar orang yang bersangkutan saja yang melaporkannya ke polisi,” tuturnya. (cew/she/koran bp/nur)

Berdalih Ingin Pulang Kampung, Eko Malah Menjambret

0
Dua pelaku pencurian dengan kekerasan yakni Eko (21)  dan Sariadi (20) saat diamankan di Polsek Nongsa. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Dua pelaku pencurian dengan kekerasan yakni Eko (21) dan Sariadi (20) saat diamankan di Polsek Nongsa. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Eko (21), salah satu pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) yang diamankan Unit Reskrim Polsek Nongsa, mengungkapkan alasannya melakukan penjambretan karena butuh uang buat pulang ke kampung halamannya.

Eko mengaku saat ini pekerjaannya sebagai penjaga malam atau petugas ronda tidak mencukupi untuk kehidupan sehari-harinya selama ini.

“Butuh duit pak, untuk biaya sehari-hari saya pak,” ungkapnya saat ditemui di Mapolsek Nongsa, Rabu (8/6).

Eko mengungkapkan pendapatan maksimal selama menjadi petugas ronda hanya sebesar Rp 1 juta per bulannya. “Pendapatan saya 1 juta, itu pun terkadang kurang,” akunya.

Diberitakan sebelumnya, Eko melakukan penjambretan hingga menyebabkan korbannya luka-luka. Ia bersama rekannya Suriadi (20), terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas, karena berusaha kabur saat ditangkap di teluk mata ikan.

“Pelaku ini berhasil kita amankan setelah melakukan pengepungan di teluk mata ikan. Mereka mencoba lari setelah sebelumnya sempat bersembunyi di dalam hutan bakau,” ungkap Kapolsek Nongsa, Kompol S Dalimunte. (eggi)

Baca juga:

Melawan Polisi Saat Ditangkap, Dua Pelaku Curas Dihadiahi Timah Panas

Satu SK Honorer di Batam Dijual Rp 15 Juta hingga Rp 20 Juta

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Jumlah korban Surat Keputusan (SK) honorer Bodong di Batam terus bertambah.

Baca Juga: Anak Buah Terlibat Pembuatan SK Bodong? Wako Batam: Bisa Jadi Ada Oknum

Setelah menerima 80 laporan pada Senin (6/6/2016), Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Batam   kembali menerima dua pengaduan dari korban pada Selasa (7/6/2016).

“Mereka mau melapor kalau mereka tidak terlibat,” kata Sekretaris BKD Kota Batam, Alwi AR.

Baca Juga: Sudah 80 Pegawai Pemko Batam Melapor Dapat SK Bodong

Menurut Alwi berdasarkan keterangan dari salah satu pemilik SK honorer bodong yang beralamat di Kampung Aceh, Seibeduk, untuk mendapatkan secarik SK tersebut dia harus menebusnya hingga Rp 15 juta.

“Kalau yang dia (pemilik SK honorer, red) ceritakan, (dia bayar) Rp 15 juta,” tuturnya.

Baca juga: Ada 320 Honorer di Batam Kantongi SK Bodong

Namun anehnya, satu orang bisa mendapat dua SK sekaligus. Satu SK ditandatangani Plt Kepala BKD Provinsi Kepulauan Riau, Hasbi dan satu SK lainnya diteken Kepala BKD Batam, M Sahir.

Baca juga: SK Bodong Honorer Beredar, Dewan Desak Pemko Batam Lapor Polisi

Sementara itu, salah satu calon honorer di salah satu Dinas di Kota Batam mengatakan ia menghabiskan uang sekitar Rp 20 juta untuk bisa menjadi honorer.

“Awalnya saya bayar Rp 5 juta, begitu positif diterima sebagai honorer, yang bantu menguruskan minta Rp 15 juta lagi,” ujar pria yang enggan namanya dikorankan.

Baca Juga: Disdik Batam Terima Lima SK PNS Bodong

Ia mengaku tertarik untuk masuk honorer karena menduga bakal menjadi PNS. Bahkan ia rela meninggalkan pekerjaanya di perusahaan swasta yang menggajinya hingga Rp 6 juta per bulan (termasuk lembur), demi untuk mengejar menjadi honorer.

Ia mengaku menunggu lebih dari 8 bulan untuk bisa masuk honorer Pemko Batam. Selama masa menunggu itu ia tidak bekerja.

Ditanya soal besaran gaji yang akan dia terima sebagai honorer, ia mengaku belum tahu.  “Baru mau kerja ini,” katanya. (ceu/she/koran bp/nur)

Melawan Polisi Saat Ditangkap, Dua Pelaku Curas Dihadiahi Timah Panas

0
Dua pelaku pencurian dengan kekerasan yakni Eko (21)  dan Sariadi (20) saat diamankan di Polsek Nongsa. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Dua pelaku pencurian dengan kekerasan yakni Eko (21) dan Sariadi (20) saat diamankan di Polsek Nongsa. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Unit Reskrim Polsek Nongsa mengamankan dua orang pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) yang beraksi di jalan menuju Sambau, pada hari Selasa (8/6) sekira pukul 21.30 WIB.

Empat orang yang berhasil diamankan tersebut ialah Eko (21) sebagai pelaku yang mengendarai sepeda motor dan Sariadi (20) sebagai pelaku yang bertugas sebagai eksekusi atau penarik tas.

Kapolsek Nongsa, Kompol S Dalimunte menjelaskan, penjambret ini berawal saat korban melintas bersama adiknya di jalan menuju rumahnya ke daerah Sambau. “Mereka membuntuti korbannya, lalu mereka memepet kendaraannya, hingga menarik tas korban,” ungkapnya, Rabu (8/6).

Dalimunte mengungkapkan tas yang ditarik oleh pelaku tidak dapat. Korban yang tak ingin kehilangan harta bendanya, berusaha menahan tasnya, hingga terjatuh dari motor.

“Saat terjatuh itu, korban langsung berteriak, hingga mengundang reaksi warga. Medengar korban yang berteriak, pelaku saat itu langsung kabur menuju teluk mata ikan. Di sana kami langsung melakukan pengepungan,” katanya lagi.

Dalam penangkapan ini, polisi terpaksa menghadiahi Eko (21) dan Sariadi (22) dengan timah panas karena berusaha melawan polisi.

“Mereka terpaksa kita lumpuhkan karena berusaha melakukan perlawanan saat ditangkap,” lanjutnya lagi.

Sementara itu, korban yang terjatuh karena sempat tarik-tarikan tas dengan pelaku mengalami luka serius di pelipis mata sebelah kirinya.

“Korban ini mendapat luka sepuluh jahitan di atas matanya. Selain itu, kondisi lutut dan pinggul korban juga mengalami luka-luka,” terangnya. (egi)