Selasa, 5 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14012

Cegah Penularan Kaki Gajah, 220 Warga Sagulung Ikuti Pelatihan

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 220 warga Sagulung ikuti pelatihan cara pemberian obat atas penularan penyakit kaki gajah (Filariasis), di aula kantor Kecamatan Sagulung, Rabu (28/9).

Sebanyak 220 warga yang dilibatkan dalam pelatihan tersebut merupakan kader Posyandu dan Kader Desa Siaga yang terdiri dari 55 pos pemberian obat kaki gajah yang ada di tiga kelurahan di Sagulung, yakni Seilangkai, Tembesi dan Seipelunggut, mereka merupakan kader kesehatan dari Puskesmas Seilangkai.

“Kembali kita beri pelatihan cara pemberian obat, baik untuk anak-anak dan orang dewasa. Untuk pemberian obat nantinya tetap didamping oleh petugas kesehatan,” ujar Kepala Puskesmas Seilangkai, Adrial, Rabu (28/9).

Adrial mengatakan, kegiatan ini merupakan program dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), “Rutin kita adakan setiap tahun,” ungkap Adrial.

Pengobatan ini sudah berjalan sejak 2013. Pada 2013 kegiatan pemberian obat tersebut diadakan pada awal tahun dan akhir tahun. Pada 2014-2016 pemberian obat kaki gajah selalu diadakan di bulan Oktober itu merupakan bulan eliminasi kaki gajah (Belkaga).

“Saat ini sudah putaran ke lima,” kata Adrial.

Pemberian obat kaki gajah ini mengacu dari pernyataan Health Organization (WHO), jika di suatu Kota atau Kabupaten ditemukan satu orang penderita penyakit kaki gajah, maka seluruh penduduk harus diberikan obat pencegahan.
“Di Batam sudah kita temukan penderita kaki gajah,” ucapnya.

Penyakit kaki gajah suatu golongan penyakit yang menular, yang ditularkan melalui nyamuk, dan setelah tergigit nyamuk, parasit ketika sampai pada jaringan sistem lympa maka akan berkembanglah menjadi penyakit tersebut.

“Penyakit ini sifatnya menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap, berupa pembesaran pada kaki, lengan, dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki,” terang Adrial.

Akan tetapi, penyakit kaki gajah bukanlah penyakit yang mematikan, namun demikian bagi penderita mungkin menjadi sesuatu yang dirasakan sangat memalukan bahkan dapat mengganggu aktifitas sehari-hari penderita penyakit kaki gajah tersebut.

“Bagi seseorang penderita penyakit kaki gajah diharapkan kesadarannya untuk memeriksakan ke dokter dan mendapatkan penanganan obat-obatan sehingga tidak menyebarkan penularan kepada masyarakat lainnya untuk itulah perlu adanya pendidikan dan pengenalan penyakit kepada penderita dan warga sekitarnya” tambah Adrial.

Pemberantasan nyamuk di wilayah masing-masing sangat lah penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal yang terpenting untuk mencegah terjadinya perkembangan nyamuk yang ada di wilayah tersebut. Guna untuk pencegahan Penyakit Kaki Gajah.

“Lakukan gerakan 3 M Plus,” tutup Adrial. (cr14)

Dapat Nilai Nol, Anak Dianiaya Ayahnya Hingga Babak Belur

0
Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto (kanan) dan Kanit Reskrim Iptu Elwin (kiri) mengamankan Ahmad Husean (tengah) pelaku penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto (kanan) dan Kanit Reskrim Iptu Elwin (kiri) mengamankan Ahmad Husean (tengah) pelaku penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Ahmad Husean warga Kebun Sayur Seibinti RT 001 RW 015, kini mendekam di Mapolsek Sagulung setelah dilaporkan atas kasus penganiayaan terhadap anak kandungnya bernama SH, 7 tahun.

Atas kejadian tersebut, SH sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF) Batuaji guna melakukan Visum, karena SH mengalami luka memar dibagian mata sebelah kanan dan luka memar dibagian punggung dipukuli dengan sebuah penggaris besi.

Perbuatan itu dilakukan pria tiga orang anak ini ke pada SH, Senin (26/9) pukul 22.00 WIB, saat itu SH sedang belajar dan kemudian datang kakak SH bernama WD menemui Husean (ayah, red) dengan membawa selembar hasil ujian milik SH.

“Melihat hasil ujian yang nilainya nol pelaku akhirnya memarahi korban,” ujar Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto, Rabu (28/9).

Hendrianto mengatakan, sebelum memukuli anaknya, sang ayah sempat menanyakan kenapa menyembunyikan hasil ujian tersebut. Korban beralasan bahwasanya diajari teman-teman sekolahnya agar tidak memberi tahu hasil ujian kepada orangtuanya. “Kenapa ikut kata teman-teman, supaya nggak ketahuan ayah?,” terang Kapolsek.

Karena emosi atas sikap anaknya, sang ayah akhirnya memukuli anaknya dengan sebuah penggaris besi ke bagian tubuh korban. “Di bagian mata kanan sebanyak dua kali dan di bagian punggung satu kali,” kata Hendrianto.

Lanjut Kapolsek, setelah mendapatkan laporan dari keluarga korban, pihak kepolisian Mapolsek Sagulung yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sagulung, AKP Hendrianto, Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Elwin dan anggotanya langsung mencari pelaku dan menangkapnya.

“Pelaku berhasil ditangkap, Selasa (27/9) pukul 14.00 WIB di rumahnya,” tutur Hendrianto.

Hendrianto menambahkan, perbuatan serupa pernah dilakukan Husean beberapa tahun yang lalu, sampai kini sudah dua kali terjadi. “Dulu korban pernah dipenjara tiga tahun, kini diulang lagi,” ucap Hendrianto.

Sementara itu, Husean saat diwawancarai mengatakan, perbuatan yang dilakukan tersebut kepada anaknya semata-mata tidak disengaja. “Saya benar-benar khilaf saya tidak bermaksud melakukan itu,” kata Husean.

Dia mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tersebut kepada anaknya. “Saya kesal karena dia bohong,” ucap Husean.

Atas perbuatan itu, Husean dijerat dengan pasal 44 Undang-udang RI tahun 2004 tentang penghapusan dalam rumah tangga Jo pasal 80 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2014, tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. (cr14)

Kerusakan Jalan akibat Truk Reklamasi Makin Parah

0

batampos.co.id – Maraknya aktivitas truk pengangkut tanah reklamasi kian meresahkan warga Batam. Warga kesal. Sebab selain mengganggu kenyamanan dan membahayakan keselamatan, lalu lalang truk-truk berukuran besar itu juga kerap merusak jalan.

Kerusakan jalan yang kian meluas bakal berimbas pada turunnya citra Batam di mata investor karena infrastruktur yang buruk.

Pantauan Koran Batam Pos (grup batampos.co.id), titik jalan rusak yang diduga akibat aktivitas truk tanah tersebut terus bertambah. Selain karena jumlah truk yang semakin banyak, aktivitas truk tersebut juga berlangsung pada siang hari. Sebelumnya, truk-truk tersebut hanya beroperasi di malam hari.

“Sekarang makin banyak truknya. Siang malam mereka ngangkut tanah,” kata Kamal, warga Perumahan Hang Tuah, Batamcenter, Rabu (28/9).

Menurut Kamal, aktivitas truk-truk tersebut sudah sangat mengganggu. Selain menyebabkan jalan rusak, debu dari tanah muatan truk tersebut juga kerap beterbangan dan mengganggu pengguna jalan lainnya. Sebab bak truk-truk tersebut sengaja dibiarkan tanpa penutup.

“Jalan banyak yang ambles dan bergelombang. Bahkan ada yang sampai berlubang,” kata Kamal lagi.

Menurut dia, aktivtas truk tanah tersebut kian mengkhawatirkan karena pengemudinya sering kebut-kebutan.

Padahal, biasanya truk-truk tersebut melintas secara berkelompok. Antara dua hingga tiga truk sekali melintas. Intensitasnya pun cukup padat. Setiap tiga atau empat menit mereka melintas.

“Sebagai pengguna jalan, saya merasa tidak nyaman dan tidak aman,” terang Kamal.

Jalan Raja Isa merupakan salah satu ruas jalan yang menjadi lintasan truk pengangkut tanah dari Kabil, Nongsa, menuju Batamcenter. Ruas jalan lain yang kerap dilintasi truk tanah ini antara lain Jalan Laksmana Bintan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, serta Jalan Pattimura.

Tak hanya warga, Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga mengaku gerah dengan aktivitas truk tanah yang sering merusak jalan raya. Untuk itu, Rudi meminta pengusaha pemilik truk tersebut bertanggung jawab.

“Saya minta pengusaha mengaspal kembali jalan. Aktivitas mereka (truk tanah, red) sudah membuat jalan rusak,” ujar Rudi di kantornya, Rabu (28/9).

Rudi mengaku turut merasakan dampak dari lalu lalang truk tanah tersebut. Misalnya ceceran tanah di jalanan. Sebab truk tanah tersebut tak ditutup pada bagian baknya. Sehingga saat musim panas, jalanan menjadi berdebu. Namun saat hujan turun, jalan menjadi licin.

“Saya sudah lihat, makanya saya minta mereka perbaiki jalan,” tekan Rudi.

Menurut dia, hal tersebut akan dibicarakan dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Kepala Dinas Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda). Rudi akan meminta kedua dinas ini untuk mengawasi kondisi jalan akibat lalu lalang truk pengangkut tanah tersebut.

“Saya akan panggil Pak Yu (Yumasnur, Kadis PU, red) dan Pak Dendi (Kepala Bapedalda, red) untuk hal ini,” ujarnya.

Menurut Rudi, pihaknya tidak bisa menindak tegas para pengemudi truk yang tidak menutup baknya. Sebab kata Rudi, hingga saat ini Pemko Batam belum memiliki aturan soal itu.

“Belum ada aturan, setahu saya dulu pernah ada, tapi untuk truk sampah dan itu dikeluarkan oleh Kapolres yang lama, sekitar 15 tahun lalu. Dan itu ada undang-undang lalu lintasnya,” jelas Rudi.

Meski begitu, ia berjanji akan mencari jalan keluar untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga pengusaha yang menggunakan jalan untuk aktivitas truk tanah tidak semena-mena. (cr13/she/rng/leo)

Walikota Batam LARANG Pegawai Utang Berlebihan

0

 


batampos.co.id
– Langkah top diambil Walikota Batam, Rudi SE. Ia melarang semua pegawainya untuk utang berlebihan pada bank-bank yang menawarkan ktredit alias utang.

Pada surat edaran yang ditujukan pada kepala SKPD dan ditandatangani pada 15 September 2016 lalu itu Walikota Batam tidak menutup pintu utang tetapi membatasi.

Alasannya demi meningkatkan kesejahteraan pegawai.

Ada 3 poin yang ia tekankan pada surat edaran itu.

  • Pegawai hanya boleh berutang dengan cicilan TIDAK LEBIH dari 50% gaji pokok.
  • Bank pun tak pula asal salurkan utang tetapi harus melalui persetujuan kepala SKPD.
  • Pegawai kontrak atau Non PNS DILARANG direstui untuk berutang.

Surat Edaran bernomor 86 /KEU/IX/2016 ini ditembuskan ke sejumlah bank. Harapannya menjamin setiap pegawai, meski berutang, tetap menerima gaji setiap bulan. Tidak habis dipotong untuk bayar utang ke bank. (egi)

sewako

Disduk Anggarkan Rp 200 Juta untuk Kartu Identitas Anak

0
Contoh Kartu Identitas Anmak (KIA). Foto: sinjaikab.go.id
Contoh Kartu Identitas Anmak (KIA). Foto: sinjaikab.go.id

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk-capil) mengganggrkan dana sebesar Rp 200 juta untuk pengadaan blanko Kartu Identitas Anak (KIA) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017.

“Tahun depan kita coba untuk 30 ribu anak usia 0-17 tahun kurang satu hari,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Mardanis, Senin (26/9/2016).

Data Disduk-capil menyebutkan sedikitnya ada 200 ribu warga Batam yang berusia 0-17 tahun kurang satu hari. Nantinya KIA akan dibagi menjadi dua, yang pertama usia 0-5 tahun dan 5- 17 tahun kurang satu hari.

“Yang sudah sekolah pendataan akan bekerjasama dengan pihak sekolah, sedangkan yang belum bisa melalui RT hingga kelurahan,” jelasnya.

KIA sendiri memiliki manfaat yang besar, menurutnya data pada kartu bisa memberikan kemudahan dalam pengurusan beberapa keperluan anak seperti ketika dia berobat, membuat tabungan, sekolah, dan lainnya.

Batam sudah siap untuk menjalankan KIA, karena pemcapaian pembuatan Akta lahir anak sudah mencapai 75 persen dari sebelumnya hanya 68 persen.

“Makanya kita siap menjalankan tahun depan, karena capaian Akta lahir kita terus naik,” kata dia.

Sebelumnya Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah meresmikan peluncuran perdan KIA di Gorontalo. Kartu ini diharapkan bisa memberikan kemudahan dan anak-anak merasa bangga menjadi warga negara Indonesia. (cr17)

Warga Serbu Sembako Murah,’Kalau Bisa Tiap Bulan Pak!’

0
Semabko Murah
Semabko Murah

batampos.co.id – Ratusan warga Batamkota menyerbu sembako murah yang digelar pemerintah kota (Pemko) Batam di pasar Mega Legenda.

Dalam kesempatan itu, seribu paket sembako dijual dengan harga Rp 50 ribu perpaketnya.

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengatakan program sembako murah bertujuan memberi keringanan kepada warga kurang mampu. Apalagi pengentasan kemiskinan menjadi prioritas Pemko Batam.

“Tujuannya untuk menekan angka kemiskinan, memberi kontribusi ke warga prasejatera serta program untuk menekan laju inflasi,”

Apalagi laju inflasi menjadi satu momok untuk perekonomian Kota Batam. Inflasi juga mencerminkan daya beli dan tingkat kesejateraan.

“Jadi dengan sembako ini bisa menekan laju inflasi,” ujarnya.

Dikatakannya, data dari Sensus Nasional merilis angka kemiskinan di Batam mencapai 45 ribu jiwa. Sementara Pemko Batam di APBD 2016 menyiapkan 30 ribu paket bagi warga tak mampu di seluruh Batam.

Yang mana, masing-masing kecamatan berbeda jumlah paket yang dibagikan. Contohnya Batamkota kemarin ada 1000 paket sembako murah.

“Artinya mereka diseleksi lagi, diprioritaskan yang lebih tak mampu. Artinya kita jamin tepat sasaran. Pembagian ini tahap ke dua,” imbuh Amsakar.

Kedepannya, Amsakar berjanji sembako murah itu akan lebih menyentuh lebih banyak warga dengan ditambahnya jumlah paket. Target tahun depan akan ada 45 ribu paket sembako murah dengan harga Rp 50 ribu. Isi paket sembako itu terdiri dari lima kilo beras, satu kilo gula dan dua liter minyak.

“Yang kita bagikan ini gelombang kedua. Harganya Rp 50 ribu jauh dibawah harga pasaran,” pungkas Amsakar.

Adi warga Batamcenter yang turut hadir membeli sembako murah mengaku cukup terbantu dengan kegiatan tersebut. Namun ia berharap kegiatan tersebut dapat dilakukan setiap bulannya.

“Kalau bisa sering-sering, karena cukup membantu kita yang kurang mampu,” ujar pria yang sehari-hari berprofesi buruh kasar ini.(she/koran bp)

Merokok Sembarangan di Batam Denda Rp 2,5 juta

0
Salah satu aksi kreatif mahasiswa dalam memperingati hari Tanpa Tembakau Sedunia. (foto: pojokpitu)
Salah satu aksi kreatif mahasiswa dalam memperingati hari Tanpa Tembakau Sedunia. (foto: pojokpitu)

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal mengatakan saat ini Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia dengan jumlah perokok terbanyak.

Data WHO menyebutkan setiap tahunnya terjadi lima juta kematian kasus rokok baik pasif maupun aktif, 70 persen diantaranya terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia.

Nah, sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 1 tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di beberapa tempat di antaranya, fasilitas umum, mal, tempat penitipan anak, taman, sekolah, angkutan umum, dan instansi terkait lainnya.

“Program sosialisasi KTR ini sudah berjalan hampir satu tahun,” kata Candra Rizal Dinas saat menggelar menggelar seminar Kawasan Tanpa Rokok sekaligus bahaya merekok di Hotel The Hill, Nagoya, Selasa (27/9). Acara ini diikuti seluruh instansi terkait di lingkungan Pemko Batam, serta mengundang kepolisian, TNI, Puskesmas, dan lainnya.

Selanjutnya, melalui sosialisasi ini harus dipahami, pemerintah tidak melarang penjualan rokok, merokok bahkan memproduksi rokok, yang benar adalah ada beberapa kawasan tertentu yang digunakan banyak orang, sehingga pemerintah wajib memberikan perlindungan kepada warganya.

“Salah satunya melalui pemberlakuan KTR ini, karena setiap warga negara Indonesia berhak menjadi sehat,” ujarnya.

Dia menambahkan, sosialisasi yang dilakukan bisa membantu mengurangi jumlah perokok aktif di Indonesia, khususnya Batam. Untuk mendukung penegasan Perda ini, tahun depan pihaknya akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang terdiri dari kepolisian, Satpol PP, Dinkes, dan instansi terkait lainnya untuk mengawasi penegakkan Perda di kawasan tanpa rokok.

Dia berharap kedepannya, instansi-instansi dapat menyediakan ruang khusus perokok, jadi orang lain tidak terpapar asap rokok.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 1 tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), bagi warga yang merokok, menjual, membeli, dan mempromosikan rokok akan dikenai hukuman kurungan paling lama 30 hari dan denda mencapai Rp2,5 juta. (cr17)

Pencungkil Jok Motor Nyaris Diamuk Massa

0

Curanmorbatampos.co.id – Susandi warga Sagulung tertangkap basah membobol jok sepeda motor pengunjung pasar di lokasi parkir pasar Sagulung, Selasa (27/9) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Pria 23 tahun itu nyaris diamuk massa namun beruntung saat ketahuan aksi pembobolan itu, petugas keamanan pasar cepat mengamankan Susandi ke pos sekuriti.

“Nyaris saja tadi. Kalau kami biarkan sudah babak belur dia. Orang pasar semua keluar dan mengamuk tadi,” kata Renda, salah satu petugas keamanan pasar tersebut, kemarin.

Susandi kata Renda, membobol sepeda motor milik Zulfan salah satu tukang ojek yang berada di dalam pasar tersebut.

Zulfan sendiri saat itu baru saja mengambil uang sewa bulanan dari salah satu langganan ojeknya sebesar Rp 500 ribu. Uang tersebut diletakan Zulfan di jok sepeda motor Honda Supra X miliknya.

“Mungkin pelaku ini sudah incar dia saat masukan duit itu ke jok motor,” ujar Renda.

Saat parkir di lokasi parkiran pasar untuk menunggu pelangggan, tiba-tiba sepeda motor Zulfan didekati pelaku dan tanpa ragu-ragu pelaku langsung menarik dan memasukan tangannya ke dalam jok sepeda motor Zulfan.

“Saat dia berhasil ambil uang itu, korban langsung tariak maling,” ujar Renda.

Tariakan Zulfan itu langsung direspon oleh petugas keamanan pasar dan warga sekitar. Susandi pun tak bisa kabur dan langsung diamankan petugas keamanan pasar.

Sebagian besar warga di dalam pasar itu juga sudah keluar dan hendak memassai Susandi, namun tak dizinkan petugas keamanan setempat.

“Takut kenapa-kenapa pak kalau sempat diamuk massa. Makanya kami langsung telepon polisi,” kata Renda.

Pihak kepolisian Sagulung yang merespon laporan itu langsung amankan pelaku ke Mapolsek Sagulung.

Warga mengaku bersyukur atas tertangkapnya Susandi itu. Sebab warga yakin bahwa Susandi memang spesialis pencungkil jok motor yang sudah banyak makan korban di komplek pasar.

“Pasti dia juga yang congkel jok motor ibu-ibu kemarin itu. Ciri-cirinya sama seperti dia itu,” tutur Lina salah seorang warga.

Renda juga membenarkan, jika aksi pencungkilan jok sepeda motor sudah sering terjadi di komplek pasar itu, namun baru kali tertangkap.

“Iya seminggu yang lalu, ibu-ibu korbannya. Sama juga, jok motor dibobol dan uang ibu itupun hilang,” tutur Renda. (eja/koran bp)

Polsek Batuaji Amankan Enam Sepeda Motor Tak Bertuan, Motor Kamu?!

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak enam unit sepeda motor tak bertuan diamankan oleh Polsek Batuaji.

Enam sepeda motor dari berbagai merk itu diamankan saat polisi membubarkan kelompok remaja bermotor yang nongkrong hingga larut malam di sejumlah titik lokasi di Sabtu (24/9) malam lalu.

Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko mengatakan, sepeda motor yang diamankan itu karena ditinggal begitu saja oleh pemiliknya.

“Saat operasi kelompok remaja itu kabur sepeda motornya ditinggal. Ada enam unit,” kata Sujoko.

Kelompok remaja itu terindikasi sebagai kelompok geng motor yang meresahkan warga selama ini sehingga saat didatangi polisi mereka kocar kacir melarikan diri.

“Ada yang diamankan dari Tanjunguncang, belakang Mitra Mall dan di Fanindo,” tambah kanit reskrim Polsek Batuaji AKP M Said.

Enam unit sepeda motor tersebut masih diamankan di Mapolsek Batuaji untuk menunggu pemiliknya datang ambil.

“Kalau dokumennya lengkap ya silahkan ambil,” kata Said.

Dalam razia cipkon tersebut, selain membubarkan kelompok remaja yang nongkrong hingga larut malam, polisi juga membubarkan sejumlah pasangan muda mudi yang nongkrong hingga larut malam.

“Operasi ini rutin setiap malam minggu untuk menjamin keamanan warga,” ujar Said. (eja)

Pemko Batam Minta Aset BP Batam Tapi Tak Serius, Ini Buktinya

0
Kantor Wali Kota Batam dan Engku Putri, DPRD Batam, dan Masjid Raya batam yang selama ini aset BP Batam bakal diserahkan ke Pemko Batam. Foto: dok humas Pemko Batam/istimewa
Kantor Wali Kota Batam dan Engku Putri, DPRD Batam, dan Masjid Raya batam yang selama ini aset BP Batam bakal diserahkan ke Pemko Batam. Foto: dok humas Pemko Batam/istimewa

batampos.co.id -Pemerontah Kota Batam selalu berkoar kalau sejumlah aset Badan Pengusahaan (BP) Batam yang dimintanya tak direspon BP Batam. Padahal, paling tidak ada enam aset BP Batam yang sudah disetujui dialihkan ke Pemko Batam, namun kini Pemko Batam sendiri yang tak serius.

Buktinya, hingga saat ini Pemko Batam belum membentuk tim pengalihan aset, padahal tim itu dibutuhkan untuk mengalihkan aset-aset BP yang diminta Pemko Batam.

“Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro sudah setuju. Sekarang karena Pemko Batam yang meminta, mereka harus membentuk tim pengalihan aset. Kami siap membantu jika diminta,” ungkap Kasubdit Humas BP Batam, Ferdiana Sumiartoni, Selasa (27/9/2016) di kantornya.

Menurutnya, hanya dengan pernyataan dari Kepala BP Batam saja tidak cukup untuk menjadi pedoman. Karena harus ada langkah nyata dari Pemko Batam untuk menyeriusi hal ini.

“Hanya sekadar pernyataan saja tak berlaku, harus diikuti dengan proses,” imbuhnya.

Tim pengalihan aset ini akan menginventaris nilai aset yang akan dialihkan kepemilikannya dan mengurus proses administrasinya. Setelah prosesnya selesai, maka bisa melayangkan surat permohonan pengalihan aset kepada Kementerian Keuangan untuk meminta persetujuannya, baru aset-aset tersebut resmi menjadi milik Pemko Batam.

Ada enam aset yang akan dialihkan yakni TPA Telaga Punggur, Masjid Agung Batamcentre, Masjid Baiturrahman Sekupang, Pasar Induk Jodoh, Kantor Walikota Batam, dan Kantor DPRD Batam.

Persetujuan dari BP Batam sebenarnya sudah keluar sejak rapat Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas pada 2 Juni lalu. BP Batam setuju untuk menghibahkan enam aset penting tersebut kepada Pemko Batam.

Karena tak kunjung diurus, sejumlah aset saat ini berada dalam kondisi yang menyedihkan, contohnya Pasar Induk Jodoh. Kondisinya sangat memprihatinkan, tidak tertata rapi, dan kotor. (leo)