Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 14042

Nasib Lahan Dam Baloi Menunggu Putusan Dewan Kawasan

0
Dam Baloi dilihatdari udara. Foto: dokumentasi PT ATB
Dam Baloi dilihatdari udara. Foto: dokumentasi PT ATB

batampos.co.id -Keinginan 12 perusahaan yang tergabung dalam satu konsorsium untuk mengembangkan eks Dam Baloi menjadi kawasan komersil, masih belum bisa diwujudkan. Meski telah mendapatkan alokasi (PL) dan telah membayar Uang Wajib tahunan Otorita (UWTO), namun belum mengantongi izin pengelolaan.

Pasalnya, di atas lahan tersebut ada aset negara yang memerlukan izin dari Kementerian Keuangan. Tanpa izin itu, maka lahan seluas 81,05 hektare tak bisa dibangun apapun di atasnya.

Itu belum termasuk persoalan klaim ribuan warga yang merasa memiliki hak atas lahan tersebut karena sudah menempati lahan tersebut puluhan tahun.

Deputi III BP Batam, R.C Eko Santoso sebelumnya mengungkapkan ada 12 perusahaan yang telah mendapat alokasi lahan di Baloi Kolam.

“Namun karena tak kunjung mendapat surat keputusan (skep) dan surat perjanjian (SPJ) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), maka tak bisa dikelola hingga saat ini,” ungkapnya.

Ia juga membenarkan bahwa di wilayah tersebut masih ada barang-barang milik Kemenkeu, sehingga harus ada izin dari Menkeu dulu baru bisa dialokasikan.

Di samping itu, permasalahan lain di Dam Baloi Kolam adalah pertumbuhan penduduk liar yang cukup padat. Saat ini ribuan kepala keluarga menempati lahan tersebut dan memiliki kartu tanda penduduk (KTP) resmi. Mereka menolak digusur karena telah merasa menjadi penduduk sah di sana.

“Dua hal ini bisa diperdebatkan dan memang ini warisan dari pendahulu (BP Batam) sebelumnya yang harus kami bereskan. Bukan sehari dua hari menyelesaikan ini,” ungkapnya.

Pemindahan sempat menjadi opsi, namun sebenarnya hal tersebut merupakan kewajiban pemilik lahan, namun karena belum resmi dapat izin, maka jadi kewajiban BP Batam. Dan konsekuensinya UWTO 12 perusahaan tersebut dikembalikan.

“Karena menyangkut banyak kepentingan dan terlalu rumit, Eko telah membawa persoalan ini ke DK untuk diselesaikan,” tegasnya. (ceu/leo/jpgrup)

Wali Kota Batam Rudi Bantah Jatah UWTO dari BP Masuk ke Kantong Pejabat

0
Walikota Batam MUhammad Rudi saat memimpin rapat SKPD, belum lama ini. foto:cecep mulyana/batampos
Walikota Batam MUhammad Rudi saat memimpin rapat SKPD, belum lama ini. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id -Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengakui pernah mendapat bagian uang wajib tahunan otorita (UWTO). Namun ia membantah uang tersebut masuk ke kantong sejumlah pejabat di jajarannya.

“Dibagi-bagi sama siapa?” tanyanya.

Rudi menegaskan bagian UWTO itu masuk ke kas Pemko Batam yang kemudian dialokasikan untuk pembangunan di APBD.

“Jumlahnya berapa, saya tidak tahu,” kata Rudi ditemui usai penyerahan insentif ke Kepala RT dan RW se-kota Batam di Sport Hall Tumenggung Abdul Jamal, Selasa (9/8/2016), seperti diberitakan koran Batam Pos, Rabu (10/8/2016).

Namun, Rudi menegaskan akan mengembalikan dana tersebut, jika memang melanggar aturan.

Namun demikian, Rudi tidak tahu dana UWTO itu dari lahan Dam Baloi Kolam. Lahan itu seluas 81,05 hektare dan telah dialokasikan penggunaannya kepada 12 perusahaan tanpa didukung perizinan yang berlaku.

Belakangan diketahui, di atas lahan tersebut telah ada aset negara. Pengelolaannya berada di bawah Menteri Keuangan. Lahan tersebut tidak seharusnya dialokasikan ke pengusaha.

“Kalau di situ sudah ada aset Menkeu, berarti sudah ada PL (Pengalokasian Lahan) keluar sebelumnya. Kalau sudah ada PL, BP tidak boleh mengalokasikan lahan itu ke orang lain tanpa seizin Menteri Keuangan,” tuturnya.

Pilihannya kemudian ada dua, lahan itu diserahkan atau UWTO dikembalikan. Terkait hal tersebut, Rudi mengaku tidak masalah jika harus mengembalikan UWTO.

“Kan negara yang terima. Tinggal bayar aja. Kalau negara yang terima, ambil uang negara, dan bayarkan,” ujarnya.

Lain halnya dengan Rudi, Deputi V Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami, mengaku tidak pernah mendengar adanya pembagian UWTO. Jikapun ada, menurutnya, hal itu bertentangan dengan peraturan.

“Jadi sekarang kami akan menegakkan aturan saja,” ujarnya.

Pembagian UWTO itu tidak ada dalam hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Gusmardi tidak melihatnya dalam hasil tersebut.

“Apakah UWTO itu akan dikembalikan lagi, saya tidak tahu,” katanya.

Sementara itu, terkait hasil audit BPKP, Gusmardi mengatakan, BP Batam harus melaksanakannya. Namun, pihaknya belum tahu cara melaksanakannya.

“Nanti kami lihat. Itu kan baru hasil audit dan baru dilaporkan ke Menko Perekonomian,” tutur Gusmardi.  (ceu/leo/jpgrup)

Guru Keluhkan Kelas Kelebihan Kapasitas Siswa

0
Ratusan calon siswa baru antri mendaftar di SMK N 1 Batam di Batuaji, Senin (13/6). F. Dalil Harahap/Batam Pos
ilustrasi. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 5) Batam di Sagulung tidak berjalan efektif dan maksimal. Pasalnya, jumlah siswa baru yang kelebihan kapasitas hingga mencapai 50 orang per kelas.

Kondisi ini tidak hanya dikeluhkan oleh siswa, tapi juga tenaga pengajar di sekolah tersebut. Guru-guru merasa keberatan sebab beban pekerjaan dan tanggung jawab mereka semakin berat sebagai pendidik.

“Coba bayangkan, tidak saja berdesak-desakan, namun guru juga harus keluar suara dan perhatian yang lebih lagi,” ujar Su, guru SMAN 5 Batam kepada Batam Pos (grup batampos.co.id). Menurutnya, kapasitas per kelas itu sekitar 32 orang.

Keluhan serupa juga disampaikan Li, guru lainnya. Dia mengaku khawatir dengan kualitas belajar mengajar akibat banyaknya jumlah siswa dalam satu kelas.

“Takut kurang maksimal saja baik yang mengajar ataupun siswanya,” ungkapnya.

Menurutnya, jumlah siswa sebanyak itu kurang ideal. “Mana lagi anak-anak sekarang banyak yang bandel-bandel, jadi kalau tetap dipaksakan, ya harap maklum,” pungkasnya.(eja)

4 Kg Ganja, 1 Kg Sabu, 6 Tersangka Dalam 3 Hari

0
Kapolresta Barelang (tengah) dan jajarannya menunjukkan barang bukti narkoba hasil tangkapan tiga hari terakhir, Selasa (9/8/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Kapolresta Barelang (tengah) dan jajarannya menunjukkan barang bukti narkoba hasil tangkapan tiga hari terakhir, Selasa (9/8/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Jajaran Sat Resnarkoba Polresta telah berhasil mengamankan narkotika jenis ganja seberat 4 kilogram dan narkotika sabu seberat 1 kilogram dalam tiga hari terakhir.

Dari penangkapan tersebut, polisi juga berhasil mengamankan enam orang tersangka yang masih dalam satu jaringan. Enam orang tersangka yang diamankan tersebut antara lain, AF, PD, MS, MZ, AR dan AP.

“Barang bukti dan enam orang tersangka ini merupakan hasil pengungkapan Sat Narkoba Polresta Barelang sejak tanggal 1, 2 dan 3 Agustus,” ungkap Kapolresta Barelang, Kombes Helmy Santika, Selasa (9/8/2016).

Baca Juga:
> BNN Bekuk 3 Kurir Sabu 90 Kilogram di Tanjungpinang
> Pemasok 90 Kilogram Sabu ke Tanjungpinang Pemain Lama, Arman Depari: Mereka Target Operasi
> Drama Penangkapan 3 Kurir 90 Kg Sabu di Tanjungpinang, Satu Tersangka Patah Tulang Loncat dari Lantai 3

Helmy menjelaskan penangkapan terhadap enam orang tersangka di lakukan di beberapa tempat yang berbeda, yakni di Kampung Aceh, Perumahan Pemda Batuaji, dan Kampung Baru Sagulung.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap keenam orang tersangka ini, polisi berhasil menyita 4 kilogram ganja kering siap edar dan 30 gram sabu.

“Dari hasil penyelidikan terhadap ke enam orang yang kita amankan ini, mereka mengaku telah dua kali melakukannya,” lanjut Helmy.

Untuk barang haram itu sendiri, tersangka mengaku kepada pihak kepolisian di datangkan dari Aceh melalui KM Kelud dan kapal-kapal kayu kecil.

“Kita masih mendalami, siapa yang memasok dari Aceh. Sampai saat ini masih dilakukan pendalaman,” ujarnya lagi.

Sementara itu, untuk penangkapan barang bukti narkotika sabu satu kilo sendiri bermula dari penangkapan yang dilakukan oleh BNN pusat di Tanjungpinang.

Dimana penangkapan yang dilakukan oleh BNN pusat terhadap tersangka yang berinisial E dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 90 kilogram.

“Polresta Barelang mendapatkan informasi ada jaringan dengan E yang ada di batam. Tepatnya di kawasan sagulung. Kemudian disana kita lakukan penyelidikan di alamat tersebut. Dan kita menemukan, 1 kg sabu,” terangnya.

Dalam penangkapan yang dilakukan di kawasan Sagulung ini polisi melakukan penggeledahan di rumah seorang wanita yang tidak lain merupakan istri dari E.

“Di rumah itu, sabu ini disimpan di dalam bungkusan teh dan diletakkan di suatu ruangan khusus dan ruangan itu dikunci oleh E,” lanjutnya.

Atas temuan barang bukti sabu ini, polisi telah melakukan penahanan terhadap istri E sebelum nantinya di jemput oleh pihak BNN untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

“Kita hanya mengamankan ini saja, apa sudah di jual apa belum kita belum ketahui. Karena tersangka di periksa oleh BNN,” pungkas Helmy. (eggy)

Akselerasi Positif BP Batam

0
Kawasan Industri Batamindo, Batam. Foto: rezza/batampos
Kawasan Industri Batamindo, Batam. Foto: rezza/batampos

batampos.co.id – Kota Batam diyakini akan tetap menjadi tujuan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Setidaknya hal ini bisa dilihat dari realisasi investasi yang terus tumbuh di tengah sulitnya ekonomi global akhir-akhir ini.

Data Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (BP) Batam menyebutkan, hingga 5 April 2016 tercatat realisasi investasi asing di Batam mencapai 387 juta dolar AS. Angka tersebut naik cukup signifikan jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 175 juta dolar AS.

Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, mengatakan dari jumlah proyek juga terdapat peningkatan. Selama periode Januari-April 2016 tercatat ada 62 proyek. Sementara tahun sebelumnya hanya ada 47 proyek saja.

Andi mengatakan, selain yang merealisasikan investasi baru tersebut terdapat juga sejumlah perusahaan yang sudah beroperasi di Batam melakukan perluasan usaha dengan nilai mencapai 212 juta dolar AS.

“Itu memang sudah menjadi program dari perusahaan yang sudah beroperasi di Batam. Sehingga mereka tetap melakukan perluasan,” kata Andi.

Andi menambahkan, realisasi investasi ini didominasi beberapa jenis industri berat. Seperti industri alat angkutan dan transportasi, industri kimia dasar, industri makanan, industri konstruksi dan industri logam dasar, barang logam, mesin, dan elektronik.

“Itu yang termasuk dalam lima besar, sisanya cukup beragam seperti hotel dan restoran, perdagangan dan reparasi, telekomunikasi,” sebutnya.

Sedangkan dilihat dari negara asal investasi, Andi menyebut mayoritas didominasi oleh gabungan beberapa negara asing. Baik itu dari Asia, Eropa, dan Amerika.

Sejumlah kalangan menilai, tumbuhnya investasi di Batam tak terlepas dari campur tangan pemerintah pusat. Salah satunya merombak unsur pimpinan BP Batam, pada awal April lalu.

“Saya lihat dalam tiga setengah bulan ini sudah mulai ada perubahan termasuk perbaikan pelayanan. Bisa dikatakan sudah ada harapan menuju ke arah yang lebih baik,” kata Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) sekaligus Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Oka Simatupang, kemarin (9/8).

Oka telah memantau perkembangan di BP Batam. Ia melihat saat ini Direktorat Lahan diisi oleh profesional muda dengan pendidikan tinggi bahkan ada yang merupakan lulusan perguruan tinggi di Belanda.

“Anak-anak muda yang optimis dalam memperbaiki pelayanan, ya BP Batam tinggal menyesuaikan keadaan saja dengan produktivitas mereka,” ungkapnya.

Namun Oka mengingatkan masih banyak hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan. Sehingga BP Batam tak boleh cepat puas dengan capaian saat ini. Dia meminta BP Batam jangan pernah bermain-main dengan investasi, karena Batam pernah mencapai titik dimana tidak ada investor yang datang, dan investor yang menanam investasi di Batam malah kabur keluar negeri.

“Jangan sampai lagi terjadi seperti itu. Saya ingat ketika Siemens kabur, lutut saya bergetar mendengar pernyataan bosnya yang mengatakan Batam itu tidak ada apa-apanya,” jelasnya lagi.

Apalagi beberapa waktu lalu, duta besar hingga staf ahli ekonomi dari luar negeri berkunjung ke Batam. Kedatangan mereka bukan hanya sekedar jalan-jalan saja, namun mengumpulkan data tentang Batam.

“Apakah Batam ini sudah pantas sebagai tempat menanam untuk investasi, itu yang mereka ingin pastikan melalui data,” tambah Oka. (leo)

Penegak Hukum Harus Usut Tuntas Permainan Lahan di BP

0

024507_231040_taba_iskandar_bpbatampos.co.id – Permasalahan lahan di wilayah Dam Baloi Kolam hingga saat ini masih simpang siur.

Hal itu diutarakan secara lantang oleh mantan Ketua DPRD Batam, Taba Iskandar kepada Batam Pos (grup batampos.co.id), Senin (8/8).

“Saat itu Pemko memasukkan dalam lampiran Perda RTRW, disisipkan di lampiran perda, soal Dam Baloi berubah,” cetus Taba yang kini menjadi anggota DPRD Kepri ini.

Taba mengatakan, mengenai bagi hasil UWTO Dam Baloi, Taba tidak mengetahui hal tersebut. Namun ia menduga, dana tersebut tidak masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pengalokasian lahan Dam Baloi itu tidak sesuai perizinan. Kalau sesuai perizinan, maka akan masuk PAD,” imbuhnya mengakhiri.

Sekretaris Fraksi Nasional Demokrat Plus DPRD Provinsi Kepri, Onward Siahaan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas permainan lahan di Badan Pengusahaan (BP) Batam. Hasil Audit BPKP bisa dijadikan landasan untuk menelusuri permainan mafia lahan.

“Kami berharap kasus ini diusut tuntas hingga keakar-akarnya. Jangan sampai didiamkan,” kata politikus Gerindra ini.
Mantan anggota DPRD Kota Batam ini menyebutkan, 149 pengalokasian lahan (PL) seluas 300 hektare di masa transisi kepemimpinan BP Batam merupakan kejadian yang luar biasa.

Hal ini, lanjut Onward, tak sejalan dengan surat Ketua Dewan Kawasan (DK) Darmin Nasution yang saat itu melarang BP Batam mengambil kebijakan strategis serta berimplikasi luas.

“Bila ada tindak pidana di dalamnya, hukum harus bicara, agar tidak terulang di kemudian hari,” ungkap anggota DPRD Provinsi Kepri ini.

Dalam kesempatan itu Onward mengkritisi kebijakan BP Batam menarik lahan tidur yang tidak dibangun pengusaha. Karena hal tersebut akan merugikan pengusaha, terutama yang masih merintis usahanya.

“Misalnya saya punya dua lahan, yang satu sedang dibangun perumahan. Yang satu lagi pembangunannya pasti mengandalkan perumahan laku terjual lebih dulu,” katanya.

Di tengah ekonomi yang sulit seperti sekarang ini, kata dia, menjual perumahan bukan persoalan yang gampang. “Bagaimana mau mengembangkan lahan yang lain. Kalau ditarik jelas merugikan, sudah perumahannnya tak laku, lahannya ditarik,” ungkapnya.

Harusnya, kata Onward, BP Batam yang juga bergulat di bidang proyek perumahan memberikan kriteria, tidak semuanya dipukul rata. “Kalau perusahan yang memiliki lahannya bukan pengembang, baru patut dicurigai (mafia),” tuturnya lagi.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Lik Khai mengharapkan audit BPKP ini tidak hanya sebatas laporan. “Harus ada ending-nya, kalau bermasalah harus diproses sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” ungkap Lik Khai.

Lahan seluas 300 hektare yang diberikan kepada para pengembang, pengusaha, atau perorangan harus ditarik kembali. “Kalau menyalahi ya harus ditarik lagi,” katanya.

Atas kejadian itu, Lik Khai mengaku miris. Sebab dalam jangka waktu kurang lebih satu bulan, BP Batam bisa mengalokasikan lahan begitu luas. Surat DK yang menjadi perintah Presiden dilanggar.

“Dilarang saja seperti ini kejadiannya, gimana kalau tak dilarang. Mungkin sebelum adanya surat larangan itu, permainan lahan lebih parah lagi,” bebernya.

Bahkan pengalokasian lahan terkesan instan. “Jangan-jangan pemiliknya orang itu-itu saja. Ini yang harus ditelusuri, PT nya mungkin banyak tapi pemiliknya hanya beberapa orang,” tuduhnya.(leo/hgt/ray/jpnn)

Dituding Pimpinan Teroris Batam, Ini Komentar Rekan Kerja Gigih

0
Suasana penjemputan Gigih yang disebut-sebut terkait jaringan terorisme di Perumahan Mediterania Batam Centre, Jumat (5/8/2016). Foto: istimewa/grup WA
Suasana penjemputan Gigih yang disebut-sebut terkait jaringan terorisme di Perumahan Mediterania Batam Centre, Jumat (5/8/2016). Foto: istimewa/grup WA

batampos.co.id – Densus 88 menyebut Gigih Rahmat Dewa sebagai pimpinan terduga jaringan teroris Khatib Gigih Rahmat (KGR) Batam yang berafiliasi dengan Bahrum Naim (pentolan ISIS asal Indonesia di Suriah).

Namun tudingan itu tak membuat rekan-rekan kerjanya di sebuh perusahaan di Batam langsung percaya. Pasalnya, Gigih jauh dari kesan teroris.

Bahkan sejumlah rekan wanitanya mengaku mengagumi pribadi pria asal Solo, Jawa Tengah itu.

“Dia (Gigih) orang office, memang nggak kenal dekat, tapi sering lihat dan orangnya memang mempesona. Ganteng dan rajin salat,” ujar Er, wanita yang bekerja di perusahaan yang sama dengan Gigih, seperti diberitakan koran Batam Pos (jpgrup), Rabu (10/8/2016).

Tidak hanya Er, pekerja lainnya, Mi, juga menuturkan hal yang sama. Meskipun mengaku tak mengenal secara personal dengan Gigih, dia tertarik dengan sosok Gigih.

“Kalau jumpa pasti senyum. Orangnya baik dan ganteng,” ujar wanita muda itu.

“Orangnya biasa-biasa saja. Tak ada yang aneh. Malah rajin dalam urusan agama,” ujar Mi lagi. (jpgrup)

Lima Warga Batam yang Disebut Densus Jaringan Teroris Diterbangkan ke Jakarta

0
Terduga Teroris
Terduga Teroris

batampos.co.id – Lima warga Batam yang oleh Densus 88 disebut sebagai terduga teroris jaringan Katibah Gigih Rahmat (KGR) yang ditangkap di Batam, Jumat (5/8/2016) lalu diterbangkan ke Jakarta, Selasa (9/8). Kelima orang ini dikawal 15 polisi.

“Dua hingga tiga orang mengapit satu orang,” kata seorang sumber, seperti diberitakan koran Batam Pos, Rabu (10/8/2016).

Kelima warga Batam itu, yakni Gigih Rahmat Dewa, Trio Syafrido, Eka Saputra, Tarmidzi, dan Hadi Gusti Yanda. Mereka diterbangkan menggunakan pesawat komersil dan bergabung dengan penumpang lainnya. Namun kelimanya dan ke-15 polisi yang mengawalnya menggunakan pakaian basa sehingga tak diketahui penumpang lainnya.

Agus Purwanto, kuasa hukum keluarga Gigih Rahmat Dewa, mengaku pihak kepolisian sudah memberitahukan jika pemeriksaan Gigih dan empat orang lainnya dilanjutkan di Mabes Polri di Jakarta.

“Tadi malam (kemarin malam, red) diberitahu langsung oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Mengenai langkah yang akan diambil oleh keluarga Gigih, Agus mengatakan pihak keluarga sedang mengkaji dan membahasnya. “Soal langkah hukum, lagi dirapatkan oleh pihak keluarga,” ungkapnya.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika, membenarkan kelima warga Batam itu diterbangkan ke Jakarta, Selasa (9/8/2016) pagi. Kelimanya akan menjalani pemeriksaan lanjutan di Mabes Polri.

“Tadi pagi (kemarin pagi, red) sudah diberangkatkan melalui Bandara Hang Nadim,” ujar Helmy.

Sementara itu, Gigih dan empat rekannya belum pernah diberi kesempatan bicara ke publik atau media, apakah tudingan bagian dari jaringan teroris yang berafiliasi dengan Bahrum Naim benar atau tidak.

Informasi soal dugaan Gigih dan empat orang lainnya bagian dari jaringan KGR selama ini hanya datang dari pihak kepolisian. Termasuk soal tudingan akan meyerang Singapura dari Batam, transfer uang dari Bahrum Naim, memberangkatan Dwi Djoko Wiwoho, pernah melatih pelaku bom Mapolresta Solo, menampung terduga teroris asal Uighur, dan masih banyak tudingan lain yang dialamatkan ke Gigih. (jpgrup)

Police: Batam is Conducive

0

batampos.co.id – Riau Islands Police Chief Officer, Brigjend Sam Budigusdian, guarantee that Batam is in safe and conducive conditions.

“Batam is safe, and so far we’ve done with special security,” he said, Friday (5/8/2016).

Separately, Batam Major Muhammad Rudi, also ensures Batam is safe. The arrested  of terrorists suspected was shown that Batam is under control.

“I appreciate what Police did, ” Major told at press conference in his office, Friday (5/8/2016).

Lomba Buku Puisi Berhadiah Rp 100 Juta, Wow… Ikutan Yuk

0

batampos.co.id – Pembaca batampos.co.id, ada lomba buku puisi dengan hadiah wow loh…

Ya, Yayasan Hari Puisi Indonesia bekerjasama dengan Indopos kembali menggelar lomba buku puisi berhadiah total Rp100 juta.

Acara itu bagian dari Perayaan Hari Puisi Indonesia 2016 yang jatuh pada 26 Juli lalu. Puncak acara hari puisi itu akan digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 11-12 Oktober 2016.

“Lomba terbuka untuk umum dan temanya bebas,” kata Ketua Panitia Hari Puisi Indonesia, Asrizal Nur, di Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2016.

Arizal mengatakan selain lomba buku puisi, puncak Hari Puisi Indonesia akan diisi dengan pidato kebudayaan oleh sastrawan Ajib Rosidi, baca puisi oleh para maesto penyair Indonesia, baca oleh para tokoh dalam dan luar negeri dan panggung apriesiasi.

“Panggung apresiasi untuk memberi ruang kepada anak-anak muda pegiat dan pecinta sastra untuk mengekspresikan karya dan kreativitasnya,” ujar Asrizal.

Hari Puisi Indonesia dideklarasikan di Pekanbaru, Riau, pada 22 November 2012. Deklarasi itu dihadiri oleh sekitar 40 penyair yang mewakili berbagai provinsi di Indonesia. Selanjutnya, tiap daerah memperingati sendiri-sendiri hari puisi tiap 26 Juli.

“Adapun puncak Hari Puisi Indonesia diadakan di Jakarta,” tutur Asrizal lagi.

Khusus untuk lomba buku puisi, peserta diharuskan mengirimkan buku kumpulan puisi terbaru yang terbit pada 25 September 2015 hingga 25 September 2016.  Buku itu harus memiliki ISBN dan melampirkan tanda bukti terdaftar ISBN. Syarat lain, buku itu belum pernah memperoleh penghargaan dari mana pun.

“Peserta boleh mengirim lebih dari satu judul buku kumpulan puisi dan masing-masing judul sebanyak lima eksemplar,”  kata Sekretaris Panitia Hari Puisi Indonesia, Mustafa Ismail.

Buku puisi itu dikirim ke Sekretariat Panitia Hari Puisi Indonesia di PDS HB Jassin, Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat 10330 dengan menyertakan alamat lengkap dan nomor telepon. Menurut Mustafa, naskah hurus sudah diterima paling lambat pada 30 September 2016.

“Dewan juri akan memilih satu buku kumpulan puisi terbaik dan dan lima buku puisi pilihan,” ujar penyair asal Aceh itu.

Buku Kumpulan Puisi Terbaik mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 50 juta dan lima Buku Puisi pilihan masing-masing Rp 10 juta.

Hadiah pemenang diserahkan pada malam Anugerah Hari Puisi Indonesia pada 12 Oktober 2016 di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Buku-buku yang diterima panitia akan dinilai oleh dewan juri terdiri dari Maman S Mahayana, Sutardji Calzoum Bahri dan Abdul Hadi WM.

Maman S Mahayana mengatakan ada sejumlah aspek yang dinilai dalam lomba itu. “Aspek utama tentu saja estetika puisi itu,” ujar pengajar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia itu. Estetika dimaksud termasuk cara ungkap, kedalaman tema dan gagasan, orisinalitas, kebaruan,  dan capaian-capaian estetik yang melingkupi keseluruhan puisi-puisi dalam buku yang dilombakan.

“Selain itu, tampilan, perwajahan buku dan keseriusan menggarapnya juga dinilai.”

Salah seorang inisiator Hari Puisi Rida K. Liamsi mengatakan dalam malam puncak peringatan Hari Puisi Indonesia juga akan diluncurkan dua buku antologi puisi. Antologi pertama adalah berisi puisi-puisi para penyair Indonesia yang pernah dimuat di rubrik Hari Puisi di Harian Indopos.

“Seperti kita ketahui, halaman Hari Puisi di Indopos dikuratori oleh Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bahri,” kata Rida.

Buku kedua, menurut Rida, adalah kumpulan puisi yang memuat karya-karya penyair Indonesia yang ditulis pada Hari Puisi yakni 26 Juli hingga 17 Agustus 2016.

Penyair yang berminat bergabung dalam antologi ini bisa mengirimkan karyanya ke email: [email protected]. Namun, panitia tidak bisa memberi honor kepada puisi yang terpilih masuk antologi tersebut sebab ini bagian dari “pesta” merayakan Hari Puisi. “Penyair yang puisinya dimuat akan dikirim masing-masing 10 buku puisi.”

Salah seorang deklarator Hari Puisi Indonesia Ahmadun Yosi Herfanda berharap pemerintah di daerah-daerah mendukung para penyair untuk bisa mengikuti kegiatan ini. Salah satu caranya dengan mensponsori penerbitan buku antologi puisi penyair di daerahnya masing-masing.

“Jika buku puisi itu menang pastilah akan mengharumkan nama daerah itu,” ujar penyair “Sembahyang Rumputan” itu. [R]