Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14047

Dengar Rekan Jadi Gigolo, ‘Kalau Ketemu Kupukul!’

0
Lima dari 10 imigran diamankan Imigrasi Batam karena diduga melakukan pekerjaan haram, Kamis (8/9/2016). Foto: anggie/batampos
Lima dari 10 imigran diamankan Imigrasi Batam karena diduga melakukan pekerjaan haram, Kamis (8/9/2016). Foto: anggie/batampos

batampos.co.id – Kabar tertangkapnya imigran yang nyambi gigolo mengagetkan imigran lain di Taman Aspirasi Batamcenter. Rasa tidak percaya muncul, apalagi mereka berstatus ‘numpang’.

“Kalau ku lihat dia (imigran gigolo) aku pukul. Apalagi kalau muslim, tidak boleh,” kata imigran asal Afghanistan, Ismail Husain, Jumat (9/9).

Menurutnya jika hal itu terjadi di Afghanistan, pelaku gigolo atau zina bisa dihukum mati, agama tidak memperkenankan hal itu dilakukan.

“Di Afghanistan dibunuh, digantung, di negara muslim tidak boleh (hubungan suami istri luar nikah),” ucapnya.

Walau demikian Ismail mengaku tidak mengenal apalagi akrab dengan 10 imigran gigolo yang dimaksud, sembilan diantaranya asal Afghanistan sementara satu orang asal Pakistan.

“Mukanya memang Afghanistan, tapi tidak kenal. (Tinggal) beda tempat (daerah) seperti Jakarta dan Batam,” terangnya.

Imigran lain yang juga Afghanistan, Khadim Husain memilih tak ingin berkomentar tentang kasus tersebut. Namun demikian dia mengaku kasus yang dilakukan 10 imigran adalah hal yang terlarang.

“Sana (Afghanistan, red) bisa di sel (tahan), cambuk, gantung,” pungkasnya. (cr13/koran)

Mensos Buka e-warong Pertama di Batam

0
20160801antarafoto-peluncuran-e2-wa
ilustrasi f. antara

batampos.co.id – Demi menghindari penyelewengan penggunaan dana Bantuan Sosial, Kementrian Sosial membuka 74 e-warong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBE-PKH) di Kabupaten/ kota yang ada di Indonesia.

Salah satu kota yang beruntung menjadi percontohan adalah Kota Batam.

Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam, Raja Kamarulzaman mengatakan e-warong atau warung nontunai merupakan program dari pemerintah untuk mereka penerima bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH).

Layanan e-warong KUBE PKH yang dinaungi oleh Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS) akan didukung oleh perangkat dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Nantinya, sebanyak 3.200 penerima PKH akan menerima bantuan yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing. Penerima bisa membelanjakan saldo yang ada pada kartu yang dirancang sebagai ATM dengan kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako).

“Untuk besar bantuan, langsung dari Kemensos, kita hanya pendataan PKH saja,” ujarnya.

Pembukaan e-warong pertama di Batam ini langsung dibuka oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk, Sabtu (10/9).

Dia berharap dengan adanya e-warong akan memberikan kemudahan bagi penerima, seperti tidak membuat antre saat pencairan, juga terhindar dari pemotongan yang biasa saja dilakukan oleh oknum tertentu.

“Tujuannya memudahkan,” sebut mantan camat Sekupang ini.

Dia menambahkan kedepannya, pemerintah melalui Kemensos akan membangun satu e-warong di setiap kelurahan yang ada di Batam.

“Kita rencanakan akan ada 64 e-warong yang akan beroperasi kedepannya,” tukasnya.(cr17/koran)

Karyawan Bank Patungan Bangun Mushola

0
Enam dari kanan baju batik, Kakanwil V Medan BCA, Lukman dan kepala cabang utama BCA Batam foto bersama dengan warga usai peresmian   Musholla Al-Hikmah di Kavling Pandawa Mandiri, Kelurahan Seibinti, Sagulung, Jumat (9/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Enam dari kanan baju batik, Kakanwil V Medan BCA, Lukman dan kepala cabang utama BCA Batam foto bersama dengan warga usai peresmian Musholla Al-Hikmah di Kavling Pandawa Mandiri, Kelurahan Seibinti, Sagulung, Jumat (9/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Warga kavling Pandawa Mandiri, kelurahan Seibinti, Sagulung patut bersyukur sebab Mushola yang diidamkan bertahun-tahun akhirnya selesai dibangun. Adalah Mushola Al Hikmah yang berdiri di RT01/RW16 sudah resmi mulai digunakan umat Muslim setempat untuk menjalankan ibadah.

Mushola yang dibangun dari dana bantuan swadaya karyawan Bank Cabang Asia (BCA) sekota Batam itu diresmikan oleh kepala kantor wilayah (Kakanwil) V BCA Medan Lukman dan pimpinan KCU BCA Batam Lim Kok Hwa bersama lurah Seibinti Jhon Lee, Jumat (9/9) pagi.

Lim Kok Hwa mengatakan, pembangunan Mushola tersebut memang merupakan bantuan dari karyawan BCA sekota Batam yang sudah disalurkan sejak sebelum puasa kali lalu.

Karyawan BCA Batam merasa tersentuh untuk membantu pembangunan Mushola itu karena memang sebelumnya Mushola yang sudah dibangun oleh warga baru berupa fondasi awal sempat terbengkalai selama dua tahun.

“Karyawan BCA sepakat untuk mengumpulkan sedikit uang pribadi mereka termasuk saya juga, untuk sama-sama meringankan beban warga di sini yang ingin membangun Mushola ini,” ujarnya.

Bantuan tersebut berupa pembelian material pembangunan Mushola hingga rampung serta perlengkapan isi Mushola.

“Kami lakukan bertahap dan sekarang sudah rampung semuanya,” ujar Lim Kok Hwa.

Total karyawan BCA sekota Batam mencapai 300 orang dan semuanya terlibat dalam sumbangan pembangunan Mushola itu.

BCA Batam kata Lim selama ini memang sudah aktif dalam kegiatan sosial seperti menyambangi panti asuhan, gotong royong dan lain sebagainya. Namun untuk pembangunan fisik rumah ibadah baru kali ini dilakukan.

Sehingga dia berharap agar masyarakat kota Batam tetap setia menjadi nasabah BCA agar program-program sosial serupa terus berlangsung baik dari sumbangan karyawan ataupun BCA sendiri.

“Kita tetap berkomitmen agar bantuan dan bakti sosial seperti ini tetap dilakukan. Bapak ibu juga harus dukung kami dengan menjadi nasabah BCA ya,” ujarnya.

Sementara itu Lukman dalam arahannya berharap agar bantuan dari karyawan BCA itu bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat baik untuk kepentingan keagamaan.

“Harapan kami semoga masyarakat di sini menjadi masyarakat yang lebih beriman dan semakin dekat dengan Allah. Jangan ada alasan masjid atau mushola jauh lagi kedepannya karena kita sudah punya sendiri. Manfaatkan dengan baik Mushola yang sudah ada ini,” ujarnya.

Baryono perwakilan tokoh masyarakat setempat menghaturkan banyak terima kasih atas kemurahan hati dari karyawan BCA itu. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami di sini,” ujarnya.

Baryono membenarkan jika awal rencana pembangunan Mushola itu sempat terbengkalai karena keterbatasan dana. Namun berkat bantuan karyawan BCA, Mushola yang diidam-idamkan warga setempat akhir rampung juga. ”

Kami akan jaga amanah ini. Kami akan pergunakan sebaik-baiknya untuk kegiatan keagamaan di sini,” ujarnya.

Baryono juga apresiasi kepada warga setempat yang telah bersama-sama membangun mushola tersebut dalam jangka waktu hanya dua bulan. “Ini hasil kerja sama yang baik antara warga dan pihak BCA sehingga cepat selesai pembangunan Mushola ini,” ujarnya.

BCA sendiri di Batam terdiri dari delapan kantor cabang pembantu, tiga kantor khas dan satu kantor cabang. Total nasabah BCA sekota Batam termasuk Karimun sekitar 200 ribu nasabah.

Program unggulan yang ditawarkan BCA saat ini adalah Tahaka atau tabungan berjangka yang mana nasabah bisa nabung secara rutin untuk berinvestasi.

“Program ini sedang dalam tahap louching dan istimewahnya ada proteksi kepada nasabah. Jadi yang penasaran segera datangi kantor BCA terdekat,” ujar Lukman. (eja/koran)

Awas! Pembobol Rumah Beraksi. Ditinggal Kerja, Isi Ruko Ludes

0

malingbatampos.co.id – Maling pembobol rumah kembali beraksi. Kali ini apes dialami keluarga Wati penghuni salah satu ruko Citra Indomas II, Tanjunguncang, Batuaji. Ruko tersebut dibobol maling, Jumat (9/9) pagi.

Sejumlah alat elektronik seperti Laptop, Kamera dan uang tunai sekitar Rp 1 juta berhasil dibawa kabur oleh maling yang diketahui menggunakan sepeda motor itu.

Aksi pencurian dan pembobolan itu terjadi saat penghuni rumah sedang bekerja. Ruko yang dijadikan tempat tinggal itu tak berpenghuni sejak pagi sampai siang kemarin.

Maling diduga masuk ke dalam rumah dengan cara membobol pintu belakang ruko. Wati yang hendak pulang makan siang dari tempat kerjanya terkejut saat melihat pintu belakang sudah terbuka dengan kondisi gembok rusak.

“Kami lagi kerja semua. Rumah kosong,” ujarnya.

Saat mengecek isi rumah, ternyata satu unit laptop, kamera dan uang yang ada di dalam kamar sudah tak ada lagi.

“Kondisi rumah juga berantakan,” ujar Wati.

Maling diduga membobol rumahnya sekitar pukul 10.00 WIB, sebab saat itu ada tetangganya yang melihat ada seorang pria yang mengendarai sepeda motor berhenti di samping ruko mereka.

“Ada tetangga lihat orang pakai sepeda motor datang pagi tadi, tapi mereka tak curiga karena pikir keluarga kami,” ujar Wati.

Pria yang diduga maling itu memiliki ciri-ciri berbada kurus dan tidak terlalu tinggi serta menggunakan helm. Diduga pelaku adalah orang yang sudah mengenal situasi ruko kediaman keluarga Wati sebab maling tersebut tahu tempat penyimpanan uang keluarga Wati.

“Kalau nggak orang yang kenal rumah ini, pasti sudah lama dia intai, karena kata tetangga memang belakangan ini sering orang lihat-lihat ruko kami itu,” katanya.

Pembobolan dan pencurian yang menyebabkan kerugian sekitar Rp 10 juta itu sudah dilaporkan ke Mapolsek Batuaji agar ditindak lanjuti. (eja/koran)

Puluhan Nelayan Demo DPRD, Tuntut Kembalikan Terumbu Karang

0
Demo Nelayan
Demo Nelayan

batampos.co.id – Puluhan massa dari Forum Masyarakat Peduli Nelayan Pulau Kasu, menggeruduk gedung DPRD Batam, Jumat (9/9).

Mereka resah dengan aktifitas pendalaman alur laut yang dilakukan PT Pertamina di Pulau Sambu.

Dalam orasinya, massa membawa spanduk yang bertuliskan kembalikan terumbu karang, dan hak-hak nelayan Pulau Kasu. Mereka juga menganggap DPRD Batam, selaku wakil rakyat, tidak berpihak kepada para nelayan.

“Padahal kami sampaikan sejak 21 juni 2016, namun tak ditanggapi,” ujar Askarmin, salah seorang pendemo.

Ia menilai, DPRD lebih berpihak kepada PT Pertamina yang melakukan pengerukan alur laut, yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup biota laut sehingga mengakibatkan tangkapan ikan nelayan terus menurun.

Menanggapi unjuk rasa tersebut, Werton Panggabean anggota Komisi III DPRD Batam menyambut warga nelayan Pulau Kasu. Ia mengajak warga untuk membicarakan masalah ini dengan anggota komisi III lain di ruangannya.

“Sejauh ini, kita belum tahu apa dampak dari aktifitas itu. Kita akan pelajari,” ujar Werton.

Menurutnya, permasalahan ini akan dibawa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), pada 16 September ini. Komisi III akan memanggil pihak terkait, seperti Pertamina, Bapedal, camat, lurah, untuk mencari kebenarannya.

“Apa saja kerusakannya kita belum tahu. Makanya harus ada hearing. Supaya jelas akar masalahnya,” beber politisi Gerakan Indonsia Raya (Gerindra) tersebut. (rng/koran)

Polda Kepri Kerahkan 3 Ribu Personel Untuk Pengamanan Idul Adha

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri gelar apel pasukan pada Jumat (9/9), dalam rangka persiapan pengamanan Hari Raya Idul Adha.

Sebanyak 3044 personel Polda Kepri dari berbagai jajaran dikerahkan, untuk mengamankan jalannya perayaan umat muslim ini.

“Tempat ibadah (umat muslim,red), lalu pusat keramaian menjadi fokus pengamanan,” kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, kemarin.

Ia meminta pada setiap anggota polisi, agar dapat segera mengantisipasi sekecil apa pun gangguan Kambtibmas. Sebab gangguan kecil, bisa berkembang menjadi besar bila tidak dipadamkan.

“Hal-hal yang menimbulkan kerawanan, segera selesaikan. Agar tak berkembang menjadi gangguan nyata,” ujarnya.

Perwira tinggi Polri angkatan 1986 ini, meminta empat target yang telah ditetapkan terealisasi semua. Empat target tersebut yakni, memujudkan rasa aman dan nyaman di masyarakat selama pelaksanaan Sholat Idul Adha.

Selain itu pengamanan saat pembagian hewan kurban, mudik, tempat wisata dan pemukiman masyarakat.

Sam juga meminta terwujudnya ketertiban, kelancaran, dan keselamatan lalu lintas. Baik itu melalui moda angkutan darat, laut, maupun udara. Selain itu, polisi harus siap siaga menghadapi segala kemungkinan yang ada.

“Dan dapat mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana yang mungkin terjadi,” ungkapnya.

Dalam kegiatan pengamanan ini, kata Sam pihak kepolisian juga dibantu oleh TNI, pemerintah daerah serta seluruh senkom mitra polisi.

“Pergelaran pasukan pengamanan ini, dalam rangka mengabdikan diri pada masyarakat,” pungkasnya. (ska/koran)

Mobil Terbalik Di Rawa-Rawa Yang Lalu, Ternyata Dirental Imigran

0
Mobil Avanza Dengan Plat Nomor BP 1015 SA Terbalik Rawa-Rawa Di Kelurahan Sambau, Nongsa pada Kamis (25/8) Pukul 20.20. F. Ist
Mobil Avanza Dengan Plat Nomor BP 1015 SA Terbalik Rawa-Rawa Di Kelurahan Sambau, Nongsa pada Kamis (25/8) Pukul 20.20. F. Ist

batampos.co.id – Dari informasi yang didapat Batam Pos (grup batampos.co.id), Avanza putih dengan nomor plat BP 1015 SA yang terbalik di rawa-rawa Kelurahan Sambau pada 25 Agustus lalu, ternyata dirental oleh para imigran gigolo yang diamankan oleh pihak imigrasi.

Dari pengakuan saksi mata pada saat itu, Soleh mengatakan bahwa saat itu dirinya tak menyadari bahwa orang asing yang dilihatnya keluar dari rawa adalah gigolo.

“Saya tak menyangka itu imigran, sebab bahasa Indonesia mereka fasih banget,” ungkapnya.

Soleh menyadari bahwa ternyata orang yang dilihatnya imigran tersebut, setelah adanya pemberitaan di berbagai media massa. “Saya baru sadar ternyata itu mereka,” ucapnya.

Saat diminta kembali mengingat kejadian tersebut. Soleh menceritakan bahwa saat itu terdapat beberapa orang laki-laki tegap, dan ada dua orang wanita.

“Kalau yang wanitanya saya yakin orang asli (Batam,red),” ujarnya.

Pada saat itu, kata Soleh tercium bau alkohol dari mulut para imigran tersebut. “Bau minuman keras gitu, habis pesta mereka sepertinya,” tuturnya. (ska/koran)

Imigran Berbuat Pidana, Diancam Dideportasi

0
Imigran di lobi Hotel Kolekta Batam. Foto: eggi/batampos.co.id
Imigran di lobi Hotel Kolekta Batam. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Selama ini seluruh jajaran pemerintah daerah di Batam, menerima keberadaan imigran yang sedang mencari suaka.

Tapi menurut Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono, bila oknum-oknum imigran berbuat asusila dan merusak moral. Ia merasa sebaikanya, para imigran tersebut di deportasi.

Sebab menurut Hartono, hal ini dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Nantinya bisa menimbulkan resiko, menganggu kamtibmas,” katanya, kemarin.

Tapi kata Hartono, semua itu butuh pembuktian. Dan pihak kepolisian, melalui Polresta Barelang sedang melakukan penyelidikan secara intesif terhadap para imigran tersebut.

“Polisi juga telah memeriksa para mucikarinya juga,” ungkapnya.

Selain menunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian. Hartono juga menjelaskan, bahwa pemeriksaan tersebut juga akan didukung dari penyelidikan yang dilakukan pihak imigrasi.

“Nanti, lihat hasil dulu. Dideportasi atu menjalani hukuman sesuai perudangan yang berlaku di Indonesia,” ujarnya.(ska/koran)

Bonny Sang Mucikari Imigran Ganteng; Saya Hanya Membantu Mereka Mencari Pekerjaan

0
Lima dari 10 imigran diamankan Imigrasi Batam karena diduga melakukan pekerjaan haram, Kamis (8/9/2016). Foto: anggie/batampos
Lima dari 10 imigran diamankan Imigrasi Batam karena diduga melakukan pekerjaan haram, Kamis (8/9/2016). Foto: anggie/batampos

batampos.co.id – Sepuluh imigran warga negara Afghanistan dan Pakistan yang menjadi gigolo dijajakan kepada para wanita negara Indonesia (WNI) dan kaum gay. Gigolo ini diperkenalkan langsung oleh Bonny Syahrio, terduga mucikari.

“Dari pemeriksaan sementara, Bonny memperkenalkan gigolo itu kepada rekan wanitanya. Wanita itu warga negara Indonesia,” ujar Wakasat Polresta Barelang, AKP Haryo Prasetyo Seno, kemarin di Mapolresta Barelang.

Aryo menjelaskan praktik prostitusi ini diduga bermula dari perkenalan Bonny dan Jhansen, imigran asal Afghanistan pada awal tahun lalu. Perkenalan itu terjadi saat Jhansen mencari pekerjaan.

Dari perkenalan itu, Bonny dan Jhansen tinggal bersama dan menempati kosan di depan Hotel Nagoya Mansion. Bonny, Jhansen diperkenalkan terhadap rekan wanitanya berinisial W di salah satu lokasi fitnes kawasan Nagoya.

“Karena si Jhansen pencari suaka dan tidak punya uang, Bonny memperkenalkannya kepada teman wanitanya,” kata Aryo.

Aryo mengatakan W sendiri sempat berhubungan dengan Jhansen selama beberapa bulan. Bahkan, wanita ini mengirimkan uang senilai Rp 2 juta ke rekening milik Bonny.

“Kita minta bantuan pihak bank untuk mencek rekening Bonny, dan ada pengiriman uang ke rekeningnya. Uang itu diberikan rekannya untuk Jhansen,” tuturnya.

Dari pengakuan Bonny, ia tak pernah berniat untuk menjual Jhansen kepada rekan wanitanya. Ia juga membantah telah mendapatkan bayaran dari usaha perantara hubungan tersebut.

“Dia mengaku tidak pernah mendapatkan uang. Maka dari itu kita tidak mempunyai bukti untuk menahannya,” pungkasnya. (opi/koran)

Habis Nge-gym, Para Gigolo Imigran Serbu Night Club

0
Salah satu imigran dibawa ke Imigrasi Batam untuk diperiksa, Kamis (8/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Salah satu imigran dibawa ke Imigrasi Batam untuk diperiksa, Kamis (8/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Sepuluh gigolo imigran warga negara Afghanistan dan Pakistan kerap mengunjungi tempat fitness dan tempat hiburan malam (THM).

Mereka dibawa oleh para konsumen yang diketahui mayoritas wanita penikmat hiburan malam.

“Wanita yang berhubungan dengan mereka ini sering ke hiburan malam,” ujar Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Haryo Prasetyo Seno, kemarin.

Namun, Haryo mengaku tak mengetahui secara pasti lokasi perkenalan para gigolo dengan konsumennya. Hanya saja para wanita tersebut diperkenalkan oleh Bonny, terduga mecikari.

“Bisa saja (di tempat fitness). Karena wanita-wanita itu teman dia (Bonny) sendiri,” terangnya.

Informasi yang dihimpun Batam Pos, Bonny kerap membawa para gigolo tersebut ke lokasi fitness di kawasan Nagoya Hill. Di lokasi itu juga terjadi antara para gigolo dan konsumennya.

Dari pengakuan Ahmed, salah seorang imigran asal Afghanistan, ia bersama rekan senegaranya sering berolahraga di lokasi fitness di Nagoya Hill. Bahkan, pada malam hari rekan-rekannya tersebut mengunjungi lokasi hiburan malam.

“Sudah saya nasehati. Tetapi mereka tidak mau dengar,” ujar pria yang menempati Batam selama 5 bulan ini.

Ahmed menjelaskan ia tak heran mendengar rekannya tersebut terlibat kasus prostitusi. Sebab, rekannya terlihat bersama para wanita.

“Sudah tau.Ya itu salah mereka sendiri,” tegasnya.

Namun, Ahmed mengaku tak mengetahui secara pasti dengan siapa rekannya tersebut menuju lokasi hiburan malam.

“Saya tidak kepo sama mereka. Jadi itu saja,” pungkas Ahmed. (opi)