Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14055

Putus Cinta, Pria Ini Pilih Gantung Diri

0
Ilustrasi gantung diri. Foto: istimewa
Ilustrasi gantung diri. Foto: istimewa

batampos.co.id – Jono, warga Jodoh Square, Batuampar ditemukan tewas gantung diri, Jumat (16/9) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Pria 28 tahun ini tergantung di dalam dalam pos tepat dibelakang warung miliknya.

Jono diketahui gantung diri menggunakan sehelai kain yang terikat di atap. Informasi yang didapatkan, sebelum tewas, Jono terlibat cek-cok dengan kekasihnya pada Kamis (16/9) malam. Usai cek-cok, tingkah Jono terlihat aneh.

“Kami di sini dengar kalau mereka cek-cok. Tapi tidak tau permasalahannya,” ujar Paijo di lokasi.

Paijo menjelaskan hingga pagi hari tingkah laku Jono berubah drastis. Jono sempat menuturkan untuk berhenti berjualan dan mengakhiri hidupnya.

“Dan dia sering bermenung. Tidak seperti biasanya,” terangnya.

Hal senada disampaikan pemilik warungnya Ida. Menurutnya, ia sempat berbincang dengan Jono usai cek-cok dengan sang kekasih.

“Mereka (Jono dan kekasihnya) tinggal bersama. Mereka yang jaga dan berjualan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Batuampar, Kompol Arwin A.W mengatakan dari pemeriksaan sementara Jono tewas murni akibat gantung diri. Sebab, dari jasad korban tak ditemukan tanda kekerasan.

“Diduga gantung diri. Untuk hasil sementara pada tubuh korban tak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.

Arwin menambahkan jasad Jono dievakuasi menuju RS Bayhangkara untuk visum.

“Untuk penyebab pasti kematiannya kita tunggu hasil pemeriksaan dokter,” tutupnya. (opi/koran bp)

Ruko Terbakar, Pemilik Cidera Loncat Dari Lantai 2

0
Ilustrasi. Foto: dok JPNN
Ilustrasi. Foto: dok JPNN

batampos.co.id – Toko penjualan spare part mesin, GT Star di ruko SP Plaza blok E nomor 5, Sagulung terbakar, Jumat (16/9) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu hanya saja beragam barang spare part mesin di lantai satu toko ludes terbakar dan Aseng sang pemilik toko mengalami cidera ringan saat lompat menyelamatkan diri dari lantai dua tokonya tersebut.

Informasi yang didapat di lapangan, kebakaran tersebut diduga karena sambung arus pendek atau korslet listrik di dalam toko lantai satu. Ruko tersebut merupakan ruko berlantai dua dan lantai satu merupakan toko jualan spare part aneka mesin sementara lantai dua tempat tinggal.

Untungnya kebakaran hanya terjadi di lantai satu sehingga isi perabotan rumah di lantai dua selamat dari lumatan api.

“Yang tinggal di dalam hanya koko (Aseng) itu sendiri. Dia lompat dari jendela lantai dua tadi saat api sudah besar di lantai satu. Kakinya terkilir atau patah nggak tahu lagi. Sudah dibawa ke tempat urut koko itu,” ujar Marta, wanita penghuni ruko sebelah ruko yang terbakar itu.

Penyebab kebakaran kata Marta tidak diketahui secara pasti, namun dari pembicaraan orang-orang yang ada di lokasi kebakaran diduga karena sambung arus pendek di dalam toko tersebut.

“Katanya korslet, tapi nggak tahu juga. Untung cepat dipadamkan sehinggga nggak merambat ke ruko-ruko lainnya,” tutur Marta.

Api kata Marta secara tiba-tiba muncul begitu saja di lantai satu. Saat warga dan petugas pemadam kebakaran membuka paksa pintu roling door toko tersebut ternyata api sudah melumat semua barang-barang yang ada di dalam toko.

Meskipun tak semuanya hangus terbakar namun pantuan sekilas Batam Pos (grup batampos.co.id) di lokasi kebakaran, umumnya barang-barang yang merupakan spare part mesin itu semuanya rusak baik itu terbakar habis ataupun hanya gosong.

Kerugian yang dialami akibat kebakaran itu ditaksirkan mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Sagulung AKP Handrianto saat dikonfirmasi wartawan mengaku tak tahu dengan kebakaran itu. “Saya belum dapat laporan. Nanti saya cek dulu,” ujarnya siang kemarin. (eja)

Banyak Dikomplain, Parkir Pelabuhan Batamcenter Terlalu Sempit

0

Pelabuhan-Batam-Centerbatampos.co.id – Anggota DPRD Kepri Dapil Batam Asmin Patros tampung keluhan masyarakat soal terbatas area parkir di Pelabuhan Internasional.

“Lapangan parkir di sana (Pelabuhan Batamcenter, red) masih seringkali jadi keluhan,” kata Asmin.

Mengatasi hal itu, menuurut Asmin perlu dibangun sistem parkir bertingkat. Apalagi, pelabuhan ini sangat ramai dengan nilai pemasukan, sebut saja parkir yang terbilang ramai.

“Gedung parkir bertingkat seperti yang ada di Mega Mall. Untuk jangka panjang kita sudah harus lakukan antisipasi terkait ini,” katanya lagi.

Soal siapa nanti yang bangun, lanjut dia, perlu pembicaraan anatar BP Batam dan pengelola pelabuhan. “Tinggal bicarakan, dibangun investor yang menngelola pelabuhan atau peran BP Batam
Kerjasama dengan BP Batam,” ucap politisi Golkar ini.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andi Antono menjawab singkat terkait masukan tersebut. “Kita akan teruskan masukannya,” kata Andi. (cr13/koran)

Peragaan Busana di Dermaga Terpanjang di Dunia

0
Sejumlah model memperagakan busana karnaval dari sejumlah wilayah di Indonesia dalam acara yang bertajuk Sunset Fashion Carnival Blast yang dilaksanakan oleh Turi Beach Resort Ke-3 kalinya, Nongsa, Jumat (16/9). Peragaan tersebut diadakan diatas dermaga sepanjang 220 meter. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Sejumlah model memperagakan busana karnaval dari sejumlah wilayah di Indonesia dalam acara yang bertajuk Sunset Fashion Carnival Blast yang dilaksanakan oleh Turi Beach Resort Ke-3 kalinya, Nongsa, Jumat (16/9). Peragaan tersebut diadakan diatas dermaga sepanjang 220 meter. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Turi Beach Resort kembali mengadakan Nongsa Carnival. Di tahun ketiga ini, mereka menggelarnya selama tiga hari berturut-turut.

“Di tahun-tahun sebelumnya hanya diadakan Sabtu-Minggu. Karena hasilnya bagus, kami perpanjang waktunya,” kata General Manager Turi Beach Resort, Endang Sumantri.

Rangkaian acara dibuka dengan peragaan busana di dermaga Turi Beach, Jumat (16/9) sore. Ini dermaga terpanjang di dunia. Panjangnya mencapai 220 meter. Peragaan busana ini bertajuk Sunset Fashion Carnival Blast.

“Ini fashion show pertama yang diadakan di dermaga terpanjang di dunia,” katanya lagi.

Turi Beach menggandeng Asosiasi Karnaval Indonesia (Akari) DPD Kepulauan Riau dalam acara ini. Ada 15 kostum yang diperagakan. Ketua Akari DPD Kepri, Silvia Hilda Kusumaningtyas, mengatakan, tema yang diusung tiap kostumnya berbeda-beda.

“Kostum kali ini diperagakan model-model. Kalau desainer yang ikut Wonderful Archipelago di Jember kemarin baru akan tampil besok (hari ini Sabtu (17/9), red),” kata Silvia Hilda.

Silvia ikut tampil menjadi model. Ia memperagakan kostum Kanjeng Ratu Kidul. Kostum itu ia desain sendiri.

Selain Silvia, GM Turi Beach Endang Sumantri juga ikut tampil. Ia membawakan kostum Panglima Perang dalam kisah Mak Yong. Ia nyatanya, pernah mengikuti Jember Festival yang berjalan sejauh 2,18 kilometer.

“Kami ingin mengangkat keberagaman budaya Indonesia,” ujar Silvia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan flyboard. Seluruh pengunjung kemudian akan diajak berpesta kembang api dengan iringan musik dari DJ Moka.

“Besok (hari ini, red) acara puncaknya. Kami mengangkat tema Indonesian Night. Akan ada karnaval lagi,” tutur Endang Sumantri lagi.

Endang mengatakan, dengan acara ini, pihaknya menargetkan 500 wisatawan asing. Hingga Jumat (16/9), baru terdaftar 400 wisatawan asing. Baik itu dari Australia, Thailand, Jepang, maupun Inggris.

“Saya optimis, besok tercapai angka 500 itu,” ujarnya.

sunset-fashion-carnival-blaTuri Beach terbilang rutin menggelar acara semacam ini. Sumantri mengatakan, pihaknya memang sengaja menggelar banyak acara. Sebab, “Batam ini kan tidak punya Borobudur atau semacamnya. Jadi harus sering-sering bikin acara,” katanya.

Dengan segala acara tersebut, ia berharap Batam semakin keren di mata dunia. Hingga kemudian para turis akan berdatangan ke Batam dan menambah angka kunjungan wisatawan ke Indonesia.

“Kami akan menyajikan rasa lokal ke dunia internasional,” pungkas Sumantri.

Sejumlah wisatawan tampak asik menikmati acara juga pemandangan. Mereka mengabadikan keindahan dan setiap pertunjukan dengan kamera mereka.

“Asik acaranya,” kata Wisatawan asal Singapura, Jimmy.

Ia datang bersama Emy, kawannya. Mereka akan berada di Turi Beach Resort hingga acara selesai, Minggu (18/9).

“Kami sengaja datang ke sini untuk acara ini,” tutur Emy. (ceu)

Menanti Peran Pemda di BPJS Kesehatan

0

BPJS Kesehatanbatampos.co.id – Hampir genap tiga tahun sistem BPJS Kesehatan diterapkan. Terlepas dari masih banyaknya keluhan para pesertanya, sebenarnya ada peran dan tanggung jawab pemerintah daerah (Pemda) yang tak boleh dilupakan.

“Ada banyak hal yang bisa dilakukan Pemda untuk memperkuat pelaksanaan BPJS Kesehatan ini,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ricky Idrakari, Jumat (9/9).

Yang paling mendasar, kata Ricky, pemerintah harus meningkatkan ketersedian fasilitas kesehatan, terutama di rumah sakit pemerintah (RSUD). Selain jumlah tenaga medis serta dokter spesialis, kapasitas alat kesehatan (alkes) juga harus terus ditingkatkan. Sehingga tidak ada lagi penumpukan pasien BPJS Kesehatan di rumah sakit swasta.

Tidak hanya di RSUD, Ricky menyebut peningkatan fasilitas kesehatan juga penting dilakukan di tingkat Puskesmas. Dengan sarana kesehatan yang memadai di tingkat Puskemas, maka akan semakin sedikit pasien yang dirujuk fasilitas kesehatan tingkat lanjutan.

Dengan begini, penumpukan pasien di rumah sakit swasta yang kerap memicu lambatnya pelayanan bisa diminimalisir. Maklum, umumnya fasilitas di rumah sakit swasta lebih lengkap.

“Sekarang ini kondisinya berbeda. Rumah sakit itu seperti Puskesmas raksasa. Semua pasien menumpuk di sana,” kata politikus PKS ini.

Selain menghindari penumpukan pasien, kelengkapan fasilitas kesehatan di daerah juga meminimalisir adanya rujukan pasien ke rumah sakit di luar kota. Karena ini akan menimbulkan persoalan baru bagi pasien.

Selain meningkatkan sarana kesehatan dan penambahan tenaga medis, pemerintah daerah juga bisa melakukan langkah promotif dan preventif kesehatan di masyarakat. Lagi-lagi melalui peran Puskesmas. Dengan pendekatan promotif preventif ini, diharapkan mampu menaikkan tingkat kesehatan di masyarakat. Artinya, makin sedikit warga yang sakit.

Dengan maksimalnya peran Puskesmas, baik dalam pencegahan maupun penanganan pasien, maka tingkat kunjungan pasien BPJS Kesehatan juga bias terus ditekan. Sehingga BPJS Kesehatan tak lagi dibayang-bayangi defisit setiap tahunnya.

Kepala BPJS Kesehatan KCU Batam, Budi Setiawan, sependapat dengan Rikcy. Menurut dia, BPJS  Kesehatan tak bisa sendirian memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat. Perlu dukungan dan andil dari pemerintah setempat.

Menurut Budi, saat ini terjadi ketimpangan antara demand dan supply. Dari data BPJS Kesehatan Batam, jumlah pendaftaran (demand) peserta BPJS Kesehatan terus meningkat. Sementara ketersediaan (supply) fasilitas dan sarana kesehatan tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan.

“Itulah sebabnya sering terjadi penumpukan pasien di rumah sakit,” kata Budi.

Dia membantah, jika masalah ini sebenarnya lebih disebabkan oleh euforia masyarakat pemegang kartu BPJS Kesehatan. Di mana mereka ramai-ramai menggunakan akses kesehatan tersebut dengan mendatangi fasilitas kesehatan yang ada, meskipun sebenarnya tidak sedang sakit serius.

“Ini namanya insurance effect. Dulunya mereka tak ke dokter karena tak memiliki akses kesehatan,” katanya.

Tentu, Pemko Batam membantah jika disebut tak berperan dalam pelaksanaan BPJS Kesehatan ini. Bahkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, drg Chandra Rizal, menyebut pihaknya sudah menjalankan program Batam Sehat untuk mendukung program jaminan kesehatan nasional (JKN) yang selenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Melalui program Batam Sehat ini, kata Chandra, pihaknya memperkuat sarana dan prasarana di tingkat dasar atau primer. Yakni di tingkat Puskesmas yang saat ini jumlahnya 17 unit di seluruh Batam, serta 56 Puskesmas pembantu (Pustu) dan polindes yang jumlahnya kurang lebih sama.

“Jadi pasien dengan penyakit kronis pun bisa diselesaikan di Puskesmas, tak harus dirujuk ke rumah sakit,” katanya.

Penguatan sarana dan prasarana di tingkat puskesmas ini kemudian dilanjutkan dengan beberapa program promotif dan prefentif lainnya. Misalnya memaksimalkan program penyuluhan kesehatan kepada masyarakat melalui kader posyandu yang menurut Chandra saat ini sudah mencapai 3.850 orang.

“Kalau posyandu nya sekitar 450 lebih,” katanya.

Kepala UPT Puskesmas Batuaji, dr Harri Fajri Zisoni, mengamini pernyataan Kadinkes Batam itu. Menurut dia, puskesmas terus memaksimalkan kinerjanya sesuai dengan fungsinya sebagai gate keeper pelayanan kesehatan secara nasional.

Dia menjelaskan, dalam kerangka kerja Puskesmas sebagai gate keeper ini, semua Puskesmas di Batam berupaya meminimalisir jumlah masyarakat yang sakit. Bukan semata-mata fokus untuk mengobati pasien.

“Sesuai namanya, Puskesmas itu pusat kesehatan masyarakat, bukan pusat kesakitan masyarakat,” kata Harri. (SUPARMAN, Batam)

Aneh, Sabu Yang Dijadikan Barang Bukti Berkurang. Siapa Yang Ambil?

0
Sabu-sabu. BNN Pusat menangkap 3 kurir 90 kg sabu di Tanjungpinang, Kepri, Kamis (4/8/2016). Foto: ilustrasi
 Foto: ilustrasi

batampos.co.id – Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam, Zulkifli dibantu hakim anggota Hera Polosia dan Iman Budi, heran saat mendengarkan kesaksian bandar narkoba, atas nama Fery Heru Marwoto, warga Belakangpadang.

Pasalnya, dalam persidangan, pria yang duduk di bangku pesakitan ini mengaku bahwa sabu yang ditemukan BNNP Kepri di gudang depan rumahnya sebanyak 5 kilogram. Tetapi di dalam surat dakwaan, sabu tersebut tinggal 4,225 kilogram.

Pria yang terancam hukuman mati itu juga berdalih, sabu itu bukan miliknya saja, melainkan titipan rekannya, Pendi (DPO) dan Yusrizal.

“Yang ditemukan BNN 5 kilogram, dan itupun bukan milik saya,” ujar Fery berkilah.

Diakuinya, awalnya sabu tersebut sebanyak 10 kilogram yang dititipkan oleh Pendi. Sabu itu disimpannya di gudang, dimasukkan ke dalam ember lalu dikubur. Setelah disimpannya, terdakwa, pergi berlayar menuju Malaysia.

Sementara Pendi dan Yusrizal ditahan otoritas Singapura karena melanggar UU Keimigrasian Singapura. Diketahui, sabu yang awalnya disimpan 10 kilogram itu berkurang dua kilogram. Terdakwa juga heran siapa yang telah mencurinya.

“Bahkan Pendi marah besar,” tuturnya.

Ia menambahkan, dari 8 kilogram itu dirinya diberi satu kilogram. Pendi mengambil sekitar dua kilogram, sisanya yang ditemukan BNN di depan rumah terdakwa. Yang satu kilogram, ini, lanjutnya, dijual ke ABK kapal Thailand.

“Belum sempat nikmati uangnya karena udah keburu ditangkap,” sambungnya.

Menanggapi pengakuan terdakwa, Jaksa Penuntut Yogi Nugraha, mengaku tidak tahu menahu soal menyusutnya barang bukti tersebut. Pasalnya, kata Yogi di dalam berkas dakwaan, barang bukti yang diberkan hanya ada 4,225 kilogram.

Jika ada perbedaan, kita bisa konfirmasi langsung ke penyidik BNNP Kepri,” ujarnya.

Menurut Yogi, atas perbuatannya ini, terdakwa diancam pasal 114 ayat (2), jo pasal 132 ayat (1) atau kedua pasal 112 ayat (2), jo pasal 132 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan hukuman mati. (rng)

Kasus Anak Terus Meningkat, Pemerintah Harus Gesa Pembentukan KPPAD Batam

0
(ilustrasi: jawapos)
(ilustrasi: jawapos)

batampos.co.id – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri tengah menggesa pembentukan KPPAD Batam.

Apalagi jumlah kekerasan anak di Batam terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan setengah dari kasus kejahatan anak di Kepri terkonsetrasidi Batam.

Komisioner KPPAD Kepri Erry Syahrial mengatakan hingga kini pihaknya tengah menyusun pembentukan KPPAD di Batam.

Hal itu sesuai dengan amanat Perda perlindungan anak di Kota Batam yang baru disahkan beberapa bulan lalu. Dimana pemerintah daerah harus membentuk KPPAD sebagai lembaga yang mengawali jalannya Perda perlindungan anak.

“Amanat dari Perda pelindungan anak di Batam, pemerintah daerah harus membentuk KPPAD sendiri. Untuk mengawal jalannya Perda,” ujar Erry di kantor Walikota Batam.

Menurut dia, di Batam kasus kejahatan pada anak sangat menonjol dibandingkan daerah Kepri lainnya. Diduga itu terjadi karena Batam merupakan daerah urban sekaligus daerah tujuan transit.

“Batam rentan pelanggaran hak anak, sehinggal kasusnya menonjol dibandingkan daerah lainnya. Perbandingan 50 persen untuk Batam,” sebut Erry.

Tak hanya itu, lanjut Erry, belakangan di Batam juga sering terdengar kasus traficking, exploitasi seksual hingga exploitasi pariwisata. Sehingga dengan adanya KPPAD di Batam bisa mengurangi angka kejahatan pada anak dan mengawasi lebih baik lagi.

“Harapan kami KPPAD ini dapat terbentuk 2017 nanti, sehingga pengawasan anak bisa lebih baik,” sebutnya.

Ia juga berharap seluruh stakeholder dapat mendorong percepatan KPPAD Batam. Kedepannya juga ada seleksi untuk komisioner KPPAD Batam.

“Tinggal perwakonya saja. Untuk seleksi komisioner masih belum. KPPAD Batam nantinya juga akan berkoordinasi dengan KPPAD Kepri,” pungkas Erry. (she/koran bp)

Kemenkominfo Bangun BTS di Anambas untuk Buka Akses Komunikasi

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kabupaten Kepulauan Anambas tampaknya sudah masuk daftar perhatian Pemerintah Pusat. Melalui Kemenkominfo, Pemerintah Pusat akan membangun tower Base Transceiver Station untuk kelancaran komunikasi di Anambas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kepulauan Anambas Ody Karyadi, mengatakan, pihak Telkomsel sudah melakukan survey ke beberapa desa untuk dibangun tower dan saat ini akan digesa untuk seluruh desa di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Ody mengakui, Telkomsel telah bekerjasama dengan Kementrian Kominfo untuk menjalankan program Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Kemarin (Rabu 14/09) Telkomsel datang meminta blank spot area (daerah yang belum terakses) untuk menyurvei titik-titik yang layak dibangun BTS,” ungkap Ody kepada wartawan Kamis (15/9).

Sesuai arahan Presiden Jokowi, Anambas dan Natuna diprioritaskan agar semua bisa terakses. Semua tower dari pemda akan diambil alih oleh Telkomsel untuk di upgrade lagi agar kapasitasnya semakin maksimal.

Titik-titik dimana didirikannya satu unit tower BTS tergantung hasil survey, dengan kuota pengguna berkisar 300 kepala keluarga (KK). Pihaknya juga telah mendorong Telkomsel agar 52 desa yang ada di Anambas dibangun BTS.

“Kita sudah dorong Telkomsel untuk membangun BTS di seluruh desa di Anambas ini, tetapi syaratnya penduduk di desa itu harus ada 300 KK. Untuk kapasitas akan ditingkatkan secara menyeluruh 3G,” terangnya.

Ody menjelaskan, Anambas tidak hanya mendapat pembangunan BTS, Kemenkominfo juga menyalurkan paket internet untuk sekolah yang berada di Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Kita juga dapat bantuan 19 titik paket internet untuk sekolah, saat ini Kemen Kominfo lagi mengerjakan itu. Ini harus kita
apresiasi, karena wilayah Kepri ini, hanya Anambas yang dapat program itu. Jika semua sudah kelar, kita akan teleconference dengan guru-guru. Kami juga sudah beroordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak kecamatan agar pembangunan paket internet itu difasilitasi,” tegasnya.

Tidak terpungkiri, Anambas merupakan Pulau Terluar dan Terdepan Bagian Barat wilayah Indonesia. Beberapa aksespun masih terbatas dan sulit dirasakan oleh masyarakat. (sya/bpos)

Lokalisasi Ini Sudah Beroperasi Selama 17 Tahun, Sewa Kamar Cuma Rp 10 Ribu

0
Copyright:Rezza Herdiyanto
Copyright:Rezza Herdiyanto

batampos.co.id – Lokalisasi di Ruko Maritim, Jodoh atau yang dikenal dengan lokalisasi belakang BCA sudah beroperasi sejak tahun 1999. Di lokasi tersebut diperkirakan terdapat puluhan PSK.

Anton, salah seorang pengunjung mengaku sering mendatangi lokalisasi tersebut. Ia memboking wanita dengan tarif Rp 70-100 ribu.

“Harga tergantung permintaan si cewek. Tapi bisa ditawar juga,” ujar Anton di kawasan lokalisasi.

Dia mengaku setiap malamnya para PSK itu menjajakan diri di depan ruko dan memanggil setiap pengunjung yang melintas. Biasanya, pekerja ini ramai pada malam Minggu.

“Malam Minggu ramai. Kadang ada yang baru juga,” terangnya.

Sementara itu, dari pengakuan As, salah seorang PSK yang diamankan mengaku sudah melakoni pekerjaan tersebut selama sebulan. Ia menyewa kamar dengan harga Rp 10 ribu per pelanggan.

“Bayarnya (sewa tempat) sama orang di sana (oknum preman). Kalau ada pelanggan baru bayar,” ujarnya.

Menurutnya, setiap wanita bebas mencari pelanggan di lokasi tersebut. Termasuk menginap atau ngekos.

“Bebas aja. Tapi sebelum petugas datang, sudah banyak yang pergi,” paparnya.

Camat Batuampar, Leo Putra mengaku tak mengetahui pemilik maupun pengelola ruko tersebut. Hanya saja, praktik prostitusi di lokasi itu sudah berlangsung selama 17 tahun.

“Sudah sangat lama prostitusi di sana (belakang BCA). Siapa yang punya juga tidak tau,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa tahun belakangan ruko itu Terbengkalai. Sehingga dimanfaatkan sejumlah oknum untuk mengutip bayaran dari para PSK.

“Karena terbengkalai dimanfaatkan (praktik prostitusi). Dan dibuat skat-skat,” pungkasnya. (opi/koran bp)

Lokalisasi Jodoh Dirobohkan Tim Gabungan

0
Copyright:Rezza Herdiyanto
Copyright:Rezza Herdiyanto

batampos.co.id – Tim gabungan yang terdiri dari polisi, TNI dan Satpol PP menertibkan lokalisasi di Ruko Maritim Jodoh atau yang dikenal dengan lokalisasi belakang BCA, Rabu (14/9) malam.

Di lokasi, petugas membongkar ruko yang dijadikan kamar bagi para pekerja seks komersial (PSK) untuk melayani pelanggannya.

Selain membongkar kamar, petugas mengamankan barang bukti berupa belasan kasur. Sayangnya, tim hanya mengamankan 5 PSK dan 3 pria hidung belang.

Pantauan Batam Pos, dalam penertiban itu, tak satupun PSK yang terlihat menjajakan diri di lokasi. Hanya ditemukan ratusan alat kontrasepsi di tempat sampah. Padahal, setiap hari para wanita tersebut kerap “mangkal” di jalan maupun di depan ruko.

“Lokasi ini diduga digunakan untuk tempat prostitusi terselubung,” ujar Wakapolresta Barelang, AKBP Hengki di lokasi.

Hengki menjelaskan dalam penertiban itu pihaknya membongkar 5 ruko yang diduga dijadikan kamar untuk PSK. Di dalam ruko itu disekat menggunakan triplek.

“Kita bongkar kamar-kamar kecil yang diskat tersebut. Agar paraktek ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Dia menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap pengelola dan pemilik bangunan tersebut. Diduga, oknum ini mendapatkan bayaran dari para PSK.

“Pemiliknya masih kita dalami. Kita koordinasi melalui camat dan lurah dalam izin mendirikan bangunan itu,” terangnya.

Seperti diketahui, kawasan lokalisasi Jodoh kerap terjadi tindakan kriminitas seperti penikaman dan pembunuhan. Bahkan, setiap malamnya lokasi tersebut dijadikan tongkrongan sejumlah preman

Selain itu, di kawasan Jodoh banyak ditemukan pedagang kaki lima (PKL) yang menjual minuman keras (miras). Minuman ini dijual secara bebas.

“Penertiban ini akan berlanjut. Dan ini sebagai bentuk antisipasi kita terhadap aksi kriminalitas dan penjualan miras,” tutur Hengki.

Dia menegaskan untuk mengantisipasi kembalinya praktik prostitusi tersebut, pihaknya akan meningkatkan patroli. Dia juga menghimbau kepada masyarakat sekitar untuk menjaga keamanan.

“Peran masyarakat sangat penting untuk menjaga kemanan. Jika ada hal yang mencurigakan langsung laporkan ke kita,” katanya.

Lebih lanjut, kata Hengki, seluruh barang bukti dan orang yang diamankan akan di data di Mako Satpol PP. “Jika ke depannya masih ditemukan, orang ini akan kita amankan,” tegasnya. (opi/koran bp)