Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14056

Gunakan Setempel Ketua DPRD meski Bukan Ketua DPRD

0

batampos.co.id – Marlon Brando S anggota DPRD Kota Batam tapi ia bukan ketua.

Meski bukan ketua ia menggunakan kop surat dan stempel DPRD Batam untuk meminta bantuan dari pihak ketiga dalam proses memindahkan tanah yang melewati sebuah perusahaan shipyard di Tanjunguncang, Batuaji.

Ironisnya, Marlon mengakui stempel pimpinan Dewan yang ia pakai dalam dokumen itu dibuat dan dipergunakannya tanpa sepengetahuan Ketua DPRD, Nuryanto.

“Stempel itu memang tidak saya lapor ke pimpinan dan tanpa seizin pimpinan. Tapi kalau itu dipermasalahkan saya siap tanggungjawab,” ujar Marlon, Jumat, (9/9).

Kop dan stempel ‘resmi’ DPRD Batam itu dipakai sejumlah Ketua RT di Tanjunguncang pada tanggal 6 Agustus lalu.

Dalam surat itu disebutkan bahwasannya masyarakat RT 01/RW 19 serta RT 04/RW 16 kelurahan Tanjunguncang memohon kepada salah satu perusahaan untuk memberikan akses jalan sebagai keluar atau masuk mereka.

Dimana, pihak pengambil tanah dalam surat tersebut diminta untuk memperbaiki jalan apabila terjadi kerusakan serta membersihkan dan memperbaiki parit mereka.

Selain itu perusahaan juga diharapkan memberikan kontribusi kepada semua rumah ibadah yang berada di lingkungan setempat. Serta memberikan sumbangan berupa tanah bauksit untuk penimbunan jalan di pemukiman warga.

Marlon menyebutkan, dirinya terpaksa menggunakan kop surat dan stempel pimpinan DPRD untuk mengatasi ketegangan yang terjadi antara warga dan pihak perusahaan.

“Saat itu terjadi ketegangan jadi saya tengahi agar tidak timbul hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Penggunaan kop surat dan stempel DPRD oleh oknum anggota DPRD secara pribadi ini tidak dibenarkan. Sekretaris DPRD, Marzuki mengungkapkan, kop surat dan stempel hanya bisa digunakan oleh lembaga sekretariat DPRD termasuk alat kelengkapan yakni pimpinan DPRD, komisi, badan musyawarah, badan legislasi, badan kehormatan, badan anggaran, pansus dan alat kelengkapan lain yang ditetapkan oleh DPRD.

“Hanya bisa dipergunakan untuk kepentingan sekretariat. Tidak bisa untuk kepentingan pribadi,” ujar Marzuki menanggapi keberadaan surat tersebut.

Anggota DPRD tidak diperbolehkan memakai stempel Ketua DPRD. Pasalnya, stempel tersebut hanya diperuntukan untuk Ketua DPRD.

“Tidak boleh itu, stempel hanya wewenang ketua. Kita (anggota) hanya boleh pakai kop surat saja,” ujar Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Batam, Suhardi Tahirek.

Menurutnya, anggota DPRD yang memakai stempel surat Ketua DPRD ini jelas melanggar tata tertib dan kode etik. Apalagi perbuatan tersebut dinilai tak sesuai dengan wewenangnya.

Bahkan, BK DPRD Batam menegaskan bahwa setiap surat keluar yang mengatasnamakan lembaga legislatif, harus menggunakan stempel dan kop surat yang ditandatangani unsur pimpinan.

“Tidak dibenarkan komisi atau fraksi maupun alat kelengkapan untuk menggunakan stempel Ketua dengan tanda tangan sendiri. Jelas melanggar,” tegas Politisi Partai NasDem itu.

Terkait penyalahgunaan yang diduga dilakukan Anggota Komisi IV DPRD Batam, Marlon Brando Siahaan, ia mengaku akan segera melakukan pemanggilan untuk mengetahui kebenarannya.

“Untuk membuktikan kita segera melakukan pemanggilan,” tuturnya.

Terkait apa konsekuensinya, Suhardi mengaku belum mengetahui isi dan tujuan dari surat tersebut. Namun demikian, apabila ditemukan penyalahgunaan wewenang, ia tak segan-segan memberikan teguran keras.

“Kalau terbukti, jelas kita beri teguran keras,” pungkasnya. (spt/rng/ray/jpnn)

Rida K Liamsi Nyalakan Api Wirausaha Anak Muda Tanjungpinang

0

rdkbatampos.co.id – Pengusaha Rida K Liamsi boleh saja tidak lagi muda. Tapi spiritnya tidak pernah tua dan bahkan senantiasa muda lagi menyala-nyala. Itu ditunjukkannya kala mengisi seminar kewirausahaan di hadapan lebih dari 300 mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Jumat (9/9). Kepada generasi belia, Rida buka bicara di balik kesuksesannya membangun mega bisnis surat kabar yang sudah dirintisnya.

“Modal terbesar itu bukan melulu uang. Tapi spirit dan kepercayaan,” ungkap Rida.

Sebagaimana pada umumnya, Rida tidak menampik, seringkali ketika hendak merintis sebuah usaha, anak muda terbentur pada urusan modal, modal, dan modal. Tapi mereka yang memang berjiwa wirausaha tidak memusingkan hal ini. Malah, kata Rida, spirit dan kepercayaan itu sudah dirasa sebagai modal yang lebih dari cukup untuk merintis usaha sedari muda.

“Spirit adalah semangat,” begitu Rida menguraikannya.

Seorang wirausaha sejati tidak pernah menyerah pada setiap kemungkinan kegagalan yang selalu ada di balik setiap keputusan atau pilihan.

Dalam merintis usahanya, Rida juga tidak memungkiri pernah menuai kegagalan. Tapi itu tidak pernah dibuatnya sebagai alasan pembenar yang membolehkannya menyerah. Justru kegagalan itu adalah pelajaran untuk semakin menuju sukses di hari depan.

“Sementara kepercayaan itu adalah komitmen dengan orang lain,” lanjut Rida.

Jika sudah ada spirit yang terpatri kukuh dalam jiwa yang terwujud dalam semangat etos kerja, tinggal menunjukkan integritas dan komitmen dengan orang lain.

Misalnya, untuk memulai usaha yang memerlukan modal Rp 1 juta, tinggal memerlukan pemodal yang siap mengucurkan dana. Kata Rida, jangan fokus di satu orang saja.

“Cari 10 orang yang siap kasih modal 100 ribu. Kalau masih tidak ada yang mau, cari 20 atau 30 orang. Modal Rp 1 juta itu tadi jadi tidak terlihat besar,” terang Rida.

Seorang mahasiswa kemudian mengajukan pertanyaan. “Apakah Pak Rida memulai bisnis dari nol?”

Belum selesai kalimat selanjutnya, Rida buru-buru memotong.

“Pasti. Semua orang memulai dari nol. Tapi ingat,” kata Rida, “nol tidaklah sama dengan kosong. Nol itu nilai. Tanpa nol tidak ada Rp 1 miliar.”

Pengalaman jatuh-bangun Rida membangun bisnis telah dibuhulnya dalam buku Seratus Gerobak Martabak, Rasa Cempedak. Buku yang secara sadar dan sengaja ditulisnya untuk menyalakan api berwirausaha bagi kalangan anak muda. Dikemas secara populer dan mudah dibaca.

Dalam buku itu, ada sebuah kiat yang, kata Rida, seringkali luput dilakukan seseorang yang hendak merintis usaha. Dalam segala hal kiat dan prinsip ini berlaku universal. Rida menyampaikan, bahwasanya orang sukses itu merancang sendiri masa depannya. Seorang wirausaha sejati itu merancang sendiri peruntungannya. Rida sendiri mengaku melakukan hal yang sama.

Jauh sebelum merintis usaha media, ia adalah seorang guru di sekolah dasar di Tanjungpinang.

“Saat aku jadi guru, aku merancang bagaimana menjadi guru yang hebat, guru yang kreatif, guru yang inovatif dalam mengajar,” kenangnya.

Maka, ketika memutuskan menjadi pengusaha, prinsip yang sama pun diterapkannya.

Semua itu demi tujuan yang satu; sebuah kesuksesan, yang oleh Rida didefinisikan sebagai modal untuk terus membangun dan mewujudkan mimpi-mimpi baru.

“Itulah sukses terbesar seorang entrepreneur,” pungkasnya. (muf)

BP Batam Terapkan Transaksi Jasa Kepelabuhanan secara Digital

0

hosttohostBadan Pengusahaan (BP) Batam kembali melakukan terobosan baru dalam hal pelayanan. Melalui Kantor Pelabuhan Laut Batam mengadakan kegiatan sosialisasi Peraturan Kepala (Perka) BP Batam no 10 th 2016 tanggal 30 Agustus 2016 tentang sistem host to host pembayaran jasa kepelabuhanan di Lingkungan Pelabuhan Batam. Kegiatan digelar di Ruang Conference Hall Lt. 3 Gedung IT BP Batam dihadiri lebih dari 100 peserta terdiri dari para pengusaha dan agen pengguna jasa kepelabuhanan Batam pada Kamis, (8/9/2016).

Mendampingi Kepala Pelabuhan Laut sekaligus narasumber dalam sosialiasi tersebut Kabid Komersil Pelabuhan Batam, Ronaldi Z, Kabag Tata Usaha, Hesty Susiana, Kasi Pelayanan Terpadu Jasa Kepelabuhanan, Agung Rachmadi dan Staf khusus Anggota 3 BP Batam bidang Pelabuhan, Nasrul.

Nasrul menjelaskan sistem host to host merupakan sebuah sistem yang diterapkan BP Batam yang menghubungkan server penyedia jasa dengan server bank untuk menunjang segala mekanisme di lapangan melalui sistem online bagi para pengguna jasa. Sistem ini lanjutnya dikatakan berlaku untuk pembayaran kegiatan jasa kepelabuhanan oleh BP Batam yang dilakukan pada pelabuhan umum dan non umum.

“BP Batam mencoba membuat sebuah sistem digital untuk meminimalisir kemungkinan terjadi potential lost dan pelayanan secara tatap muka atau sebelumnya manual, disamping itu ini kita buat se dinamis mungkin dan sistem lebih transparan dalam pelaksanaanya”, imbuhnya.

Ia menambahkan pada peraturan ini para pengguna jasa terlebih dahulu melakukan registrasi untuk memperoleh penyataan umum kapal (PUK)  dan kemudian harus menyetorkan dana sebagai deposit sebesar 125% dari nilai estimasi biaya yang disetorkan pada pihak bank yang ditunjuk penyedia jasa dengan menggunakan rekening atas nama pengguna jasa. BP Batam sebagai penyedia jasa menyediakan jasa kepelabuhan meliputi jasa kapal, jasa barang, jasa alat dan jasa penunjang kepelabuhan.

“Dana sebesar 125% dari  nilai estimasi seluruh layanan jasa yang diberikan kepelabuhanan dana tersebut dibekukan (freeze) di akun pengguna jasa, dana akan berkurang ketika pengguna jasa telah menggunakan jasa kepelabuhan setelah terbit perintah bayar,” lanjutnya.

BP Batam menyediakan crisis centre dan kotak saran di kantor pelabuhan Batam sebagai sarana komunikasi agar transparan dan responsif terkait penerapan sistem host to host tersebut.

Hadir membuka kegiatan Kepala Kantor Pelabuhan Laut BP Batam, Bambang Gunawan. Dalam kesempatannya Bambang mengatakan kondisi dan situasi pelabuhan di Batam secara pribadi ia cukup mengerti untuk dapat meneruskan kembali sebagaimana tujuan dari BP Batam. Ia mengatakan kepada para agen dan pengusaha yang hadir siap memberikan pelayanan yang baik dan professional dengan didukung oleh sistem baru dan profesional pada sumber daya manusianya.

“Saya berharap kepada seluruh pengusaha dan pihak yang berkepentingan untuk selalu bekerjasama dan dengan pengembangan system dan SDM yang lebih baik dan profesional dimiliki Kantor Pelabuhan BP Batam dapat lebih memberikan pelayanan yang baik,” katanya.

Bambang berharap bagi para pelaku pengguna jasa kepelabuhan memperoleh informasi mengenai peraturan tersebut. Menurutnya, dengan sosialisasi tersebut nantinya dapat memperlancar segala bentuk administrasi dalam menggunakan jasa kepelabuhan. Ia menekankan segala prosedur kepelabuhanan pada dasarnya harus tetap berjalan dan walaupun searah dengan perbaikan sistem di dalamnya.

Pemimpin Bidang Pemasaran dan Bisnis Bank BNI, Indarto menyambut baik langkah BP Batam dalam pelayanan system tersebut. Sebagai partner penyedia jasa pelabuhan Bank BNI siap melayani para pengusaha dimana nantinya aktivitas transaksi keuangan dilakukan secara host to host dan diharapkan dapat berjalan lancar, mudah dan aman melalui Bank BNI dan bisa dilakukan di rumah, kantor, jalan ,dan tempat mana pun melalui akses internet.

“Melalui BNIdirect para nasabah perusahaan (non perusahaan) dapat melakukan transaksi keuangan dan memperoleh informasi transaksi dengan lancar, mudah, dan aman,” terangnya.

Amura, anggota INSA Batam  salah satu peserta mengatakan sistem host to host adalah langkah yang sangat baik bagi BP Batam dan pengguna jasa dalam memperlancar transaksi. Menurutnya, dengan pembaruan dari system sebelumnya secara manual menjadi digital atau online akan mempercepat efisiensi waktu transaksi dan lebih transparan dalam segala administrasinya.

“Saya berharap sosialisasi ini tidak berhenti sampai di sini karena kami melihat antusias para agen kapal dan pengusaha sangat besar untuk mengetahui Perka itu,” imbuhnya. (rilis)

DPRD Dukung Biaya Honor Kegiatan Dihapus

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging mengaku, mendukung usulan Walikota Batam, terkait penghapusan honorarium Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintahan Kota (Pemko) Batam.

“Saya kira apa yang disampaikan pak Rudi itu patut didukung. Karena sebagaimana diketahui, struktur APBD Batam tahun 2015 kemarin, hampir 70 persen untuk membayar belanja pegawai dan honorarium,” ujar Uba, Kamis (8/9).

Hal ini, kata Uba, tentu saja membebani Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Batam. Namun, bila dialokasi untuk belanja publik dan infrastruktur Batam, tentu lebih lebih efektif dan efisien.

“Saya pikir ini harus segera dimulai bagian dari reformasi birokrasi. Dan pak Rudi sudah memulainya. Apalagi bagi mereka yang selama ini sangat termanjakan dengan anggaran honorarium tersebut,” bebernya.

Pembahasan honorarium sebut Uba, bukan kali pertama dibahas DPRD Batam. Bahkan, dari laporan terakhir, besaran belanja PNS dan non PNS pemko Batam sebesar Rp 1.005.800.000.000. Jumlah ini belum termasuk honorarium.

“Perkiraan kita untuk honorarium ini mencapai Rp 500-600 miliar per tahun,” bebernya.

Bandingkan dengan APBD Batam sebesar Rp 2,2 triliun. Rp 1,6 triliunnya hanya untuk membayar gaji pegawai dan honorarium.

“Maka yang tersisa untuk belanja publik dan infrastuktur juga akan sangat kecil sekali,” kata Uba.

Dan bahkan, katanya, honorarium ini juga termasuk di belanja publik semisal pengadaan dan pengerjaan. Kalau tetap dibiarkan, hal ini tentu saja berimbas kepada pembangunan kota Batam. “Sangat patut didukung,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Pemko Batam dalam ini pasti memiliki alasan lain dan tidak serta merta memutus mata rantai tersebut. “Bisa saja diganti dengan tunjangan kinerja dan prestasi. Kan lebih efektif dan terukur,” tutupnya. (rng)

Yunita Berusia 16 Tahun, Bobotnya 110 Kilogram

0

batampos.co.id – Yunita Mulidia, 16, berbobot 110 kilogram.

Remaja asal Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, masih terbaring lemah di atas tempat tidur di ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) RSUD Sidoarjo kemarin (8/9).

Gadis itu baru saja menjalani pemeriksaan ekokardiografi atau USG jantung (echo) di Klinik Jantung Poli Eksekutif. Dokter menyimpulkan Yunita mengalami penebalan otot jantung.

Pemeriksaan echo dilakukan sekitar pukul 08.00. Yunita langsung ditangani dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Arief Bowo Kurniawan SpJP FIHA. Dari ruang ICCU di gedung sisi selatan, anak sulung pasangan Tumiyatun dan Padi itu langsung dibawa ke Poli Eksekutif di gedung sisi utara.

Di ruang klinik jantung, Yunita langsung dipindah ke tempat tidur pemeriksaan ekokardiografi. Dengan menggunakan alat ultrasonografi (USG), dr Arief menempelkan alat tersebut pada dada bagian kiri Yunita yang telah diolesi gel. Gambar jantung pun langsung terekam pada layar monitor. Tidak lebih dari setengah jam, proses pemeriksaan ekokardiografi itu selesai.

Arief mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan ekokardiografi pada Yunita, disimpulkan terjadi penebalan otot jantung. Saat ini, tim dokter masih mencari penyebab terjadinya penebalan otot jantung pada Yunita.

yunitaNamun, dia menyebut sangat mungkin penebalan otot jantung itu bukan lantaran kelainan jantung bawaan (kelainan kongenital).

“Bisa jadi karena obesitasnya. Ini harus kami pastikan apakah ada faktor lain,” katanya.

Penebalan otot jantung, lanjut dia, memang bisa terjadi pada orang obesitas. Mereka memiliki risiko besar mengalami peningkatan kolesterol, hipertensi, dan diabetes. Tiga hal itu menjadi pemicu kerusakan jantung. Namun, untuk kasus Yunita, hal tersebut masih harus dipelajari lebih dalam.

”Penyebabnya sendiri belum bisa disimpulkan. Yang jelas, saat ini pasien harus diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan ekokardiografi, Yunita langsung dibawa kembali ke ruang ICCU. Kondisi dara kelahiran 14 Juni 2000 tersebut membaik. Karena itu, kemarin Yunita langsung dipindahkan ke Ruang Mawar Kuning.

Kasi Pelayanan Medis Rawat Inap dr Wasis Nupikso SpOG mengatakan, Yunita masuk rawat inap RSUD Sidoarjo pada Rabu (7/9). Sebelumnya, pasien langsung dirawat di Ruang Mawar Kuning. Namun, lantaran keluhan sesak pada dadanya, tim dokter memindahkan pasien ke ruang ICCU pada sorenya.

“Pada hari pertama rawat inap memang dirawat di ICCU agar mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai. Pasien masih diberi bantuan oksigen untuk pernapasannya. Tetapi, hari ini (kemarin, Red) sudah tidak terpasang banyak alat medis pada tubuh pasien,” katanya.

Yunita memang membutuhkan pemeriksaan detail. Termasuk untuk mengetahui penyebab penebalan otot jantung pada pasien. Jika sudah ditemukan penyebabnya, tim dokter bisa mengambil langkah untuk mengobati atau mencegah masalah pada jantung pasien agar tidak lebih parah.

“Sekarang pasien diberi obat untuk mengurangi beban kerja jantung. Sambil menunggu tim dokter spesialis jantung mengeksplorasi penyebabnya,” jelasnya.

Sementara itu, di ruang ICCU setelah pemeriksaan ekokardiografi, Yunita sudah bisa sedikit berbicara. Meski dalam kondisi lemas, Yunita masih bisa menjawab beberapa pertanyaan dari ahli gizi RSUD Sidoarjo Yusrita. “Namanya siapa?” kata Yusrita hangat.

“Onita (Yunita),” jawab Yunita singkat dengan suara lebih keras. Beberapa pertanyaan tentang makanan kesukaan Yunita pun diberikan Yusrita. Yunita mengaku sangat menyukai makanan sayur-sayuran yang berkuah dan buah-buahan.

“Sayur yang ada airnya. Suka buah apel,” ujarnya.

Ya, tim ahli gizi RSUD Sidoarjo akan memberikan asupan gizi yang dibutuhkan Yunita. Makanan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan tim dokter dan penyebabnya. Dengan begitu, Yunita bisa mengatur pola makan dengan baik. (ayu/c6/dos/flo/jpnn)

Pelaku Pencabulan Anak Keterbelakangan Mental Divonis 7 Tahun

0
Terdakwa Asep Yulianto usai divonis tujuh tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, Kamis (8/9). F.Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos
Terdakwa Asep Yulianto usai divonis tujuh tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, Kamis (8/9). F.Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

batampos.co.id – Tindakan pencabulan oleh terdakwa Asep Yulianto terhadap SR, 15, yang merupakan putri majikan tempatnya bekerja, telah divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Batam dengan hukuman pidana selama tujuh tahun, Kamis (8/9).

“Terdakwa juga diharuskan membayar denda Rp 100 juta atau diganti dengan enam bulan kurungan,” kata Hakim Ketua Zulkifli, didampingi Hakim Anggota Hera Polosia dan Iman Budi Putra Noor.

Pasal yang dikenakan terhadap terdakwa yakni pelanggaran pasal 81 ayat (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Putusan ini terhitung lebih ringan dari tuntutan JPU Bani I Ginting yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara sembilan tahun. Dengan putusan yang dijatuhkan, terdakwa menyatakan terima, sementara JPU Bani menyatakan pikir-pikir.

Diketahui, terdakwa yang bekerja sebagai pembantu di rumah Susiana (orang tua SR) juga tinggal di rumah majikannya itu. Akibat dalam keseharian terdakwa kerap bertemu korban, muncullah niat buruk pria berjenggot ini untuk menyetubuhi SR.

Niat itu terlihat dari persiapan terdakwa dengan memberikan sebuah hp khusus kepada korban, agar memudahkan komunikasi antar keduanya. SR yang memiliki keterbelakangan mental, dengan mudah masuk ke perangkap rayuan terdakwa.

Pasalnya, terdakwa yang kerap mengenakan peci ini mengakui telah menyetubuhi SR sebanyak 10 kali. Hingga Susiana pun mendapati hp yang dimiliki putrinya dari terdakwa itu. Melalui pesan singkat antara terdakwa dan SR, Susiana menyimpulkan bahwa putrinya telah dicabuli dan langsung melaporkan hal tersebut ke pihak polisi. (cr15/koran)

Proyek Pelabuhan Telat Gara-gara Suplai Tiang Pancang Antri

0
Ferry saat sandar di Pelabuhan Telagapunggur. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Ferry saat sandar di Pelabuhan Telagapunggur. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam mendenda pelaksana proyek pembangunan pelabuhan rakyat Telagapunggur. Sebab masa waktu pengerjaan telah lewat dari waktu kontrak yang seharusnya berakhir tanggal 31 Agustus lalu.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri mengatakan keterlambatan pembangunan terkendala mobilisasi tiang pancang. Hal itu karena perusahaan yang menyuplai tiang pancang hanya beberapa, namun permintaan tinggi.

“Jadi mereka harus antre untuk mendapatkan tiang pancang dari perusahaan penyuplai. Harusnya proyek ini selesai akhir Agustus kemarin,” kata Zulhendri di kantor Walikota Batam.

Meski begitu, pihaknya memberi dispensasi kepada pelaksana proyek karena kesalahan diluar kemampuan mereka. Pelaksana proyek diberi tengang waktu 50 hari kerja dengan membayar denda keterlambatan.

“Ini dibolehkan karena alasan di luar kemampuan mereka. Mereka juga mau membayar denda sesuai kesepakatan kontrak,” sebut Zulhendri.

Menurut dia, proses pembangunan pelabuhan itu sudah selesai setengahnya. Sehingga jika tiang pancang dipasang, bobot proyek dan bisa menambah proses hingga 25 persen. Pemasangan tiang diperkirakan tidak memakan waktu lama yakni tiga hari selesai.

“Semoga bisa cepat selesai. Karena pelabuhan ini permintaan masyarakat Nongsa, khususnya Pulau Ngenang dan sekitarnya, untuk pendaratan anak sekolah,” jelas Zulhendri.

Apabila proses pembangunan selesai maka sudah bisa langsung dipakai oleh masyarakat. Meski secara legalitas belum menjadi aset Pemko Batam.

“Karena ada jeda waktu masa pemeliharaan sebelum penyerahan dari pelaksana proyek kepada Pemko Batam,” sebut Zulhendri.

Selain pelabuhan rakyat Telagapunggur, pihaknya juga tengah menunggu penyelesaian pembangunan dua pelabuhan rakyat lainnya. Yakni Teluk Sunti Kecamatan Belakangpadang, Pulau Aweng Kecamatan Bulang.

“Untuk Teluk Sunti dan Pulau Aweng sudah hampir selesai. Bahkan lebih cepat dari rencana awal. Diperkirakan selesai Oktober,” terang Zulhendri.

Dilanjutkan Hendri, pembangunan ketiga proyek pelabuhan rakyat ini juga tak terkena dampak dari pemotongan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat. Sebab, pengajuan dan pengerjaanya sudah jauh-jauh dari anggaran DAK transportasi daerah perbatasan tahun 2016.

“Tak ada pengaruh, malahan hampir selesai. Yang dipotong itu kan yang terlambat,” kata Zulhendri. (she/koran)

Kemenkeu Awasi Pembangunan Di Batam, Tarif Uwto Kemungkinan Akan Direvisi

0

BPbatam logo banner4batampos.co.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ingin memastikan bahwa proyek pembangunan jangka panjang berjalan lancar di Batam.

Sehingga mereka mensurvey data proyek-proyek tersebut karena terkait dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Dengan adanya komunikasi yang telah terjalin, tentu sangat membantu usulan proyek jangka panjang BP Batam,” ungkap Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Askolani belum lama ini.

Menurut Askolani, banyak proyek pembangunan di BP Batam yang pengadaan dan kegiatannya lebih dari setahun.

Selain Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara juga terkait dengan aset-aset vital negara yang ada di Batam, sehingga Kemenkeu harus terus mengawasi BP Batam yang merupakan “anaknya”.

Askolani juga membahas isu teraktual terkait tarif. Ia tidak menyebutkannya secara langsung, namun kemungkinan besar terkait dengan tarif Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) Batam.

“Tarif yang ada tidak ekonomis, menyebabkan inefisiensi sehingga menghilangkan potensi,” jelasnya.

Merevisi tarif merupakan langkah terbaik karena kedepannya akan digunakan sebagai investasi ulang.

“Ada manfaat ekonomis di dalamnya,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro mengungkapkan sangat antusias melihat Kemenkeu sangat peduli pada Batam.

“Boleh dibilang, BP Batam adalah anaknya Kemenkeu,” ujarnya.

Ia kemudian mengungkapkan BP Batam yang baru tengah giat-giatnya mencari model bisnis yang tepat dan mendayagunakan sistem online.

“Kami ingin kembangkan bisnis jangka panjang, RSOB akan dibangun sebagian lagi, begitu juga pelabuhan Kabil,” pungkasnya.(leo)

Warga Bandel Buang Sampah Malam Hari

0
Tumpukan sampah menutupi jalan masuk Rusun Pemda III Tanjungucang. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Tumpukan sampah menutupi jalan masuk Rusun Pemda III Tanjungucang. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Tim yustisi penegak perda sampah Batam sepertinya harus bekerja keras, pasalnya di beberapa titik Kota Batam masih banyak sampah yang dibuang tidak pada tempatnya.

Mulai dari yang dibuang di fasilitas umum maupun tepi jalan. Misalnya saja, di Bus Stop depan kampung Pondok Tani Sagulung, halte simpang Barelang.

Di Seibeduk di beberapa titik jalan masih saja di temui, hal serupa juga terjadi di jalan baru belakang Uniba Batamcenter.

Ketua Yustisi Penegak Perda Sampah, Aisrin mengatakan aksi buang sampah sembarangan tersebut kerap dilakukan malam hari, akibatnya ada aksi pelanggaran yang tidak terpantau tim.

“Kadang buangnya malam hari di titi-titik yang tidak kita tentukan. Kita tak salahkan masyarakat secara umum, tapi ini soal perilaku oknum,” katanya.

Untuk itu dia meminta, masyarakat turut andil untuk \tidak buang sampah sembarangan.

Menurutnya tim yang jumlahnya hanya 18 orang (yang ke lapangan 12 orang) sejatinya masih sedikit, namun pihaknya cukup terbantu semenjak Maret lalu bagian Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) kecamatan ikut serta membatu tim yustisi.

“Apabila ditemukan kasus, mereka lapor ke kami,” terangnya.

Lanjut dia, penegakan perda sampah yang baru saja diterapkan 2016, tercatat lima kali sidang dengan jumlah yang warga yang disidang 19 orang, uang yang masuk kas negara sebanyak Rp 8 juta lebih.

“Ini (memaksimalkan penegakan perda sampah, red) persoalan perilaku dan budaya, nggak bisa sekaligus berubah perlu proses,” pungkas Kepala Bidang Program DKP Kota Batam ini. (cr13)

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Pelabuhan Sekupang Sediakan Kapal Tambahan

0
Tampak penumpang mudik melalui Pelabuhan Domestik Sekupang untuk menaiki kapal, Minggu (19/6). F Dalil Harahap/Batam Pos
 Pelabuhan Domestik Sekupang. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Menghadapi libur panjang hari raya Idul Adha 1437 hijriah yang jatuh pada Senin, (12/9). Syahbandar Pelabuhan Sekupang terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan kapten kapal.

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi karena akhir-akhir ini cuaca di perairan Batam sedang memasuki angin kuat, ombak serta hujan deras.

“Cuaca tidak bisa ditebak, tapi yang jelas kita selalu waspada, apalagi kalau hujan disertai angin,” kata Kepala Syahbandar Sekupang, Komarudin, Kamis (8/9).

Jika cuaca tidak aman untuk berlayar, untuk menjaga keselamatan penumpang, pihaknya akan mengambil tindakan sepeti penundaan keberangkatan, bahkan jika terjadi dalam waktu lama mungkin saja pembatalan pemberangkatan.

Penumpang, menurutnya diperkirakan akan meningkat pada Minggu (11/9). Meskipun jumlah penumpang tidak seramai saat hari raya Idul Fitri, pihaknya tetap menyiapkan kapal cadangan sebagai antisipasi lonjakan penumpang.

“Libur lumayan panjang, dari Jumat-Senin,” ujarnya.

Lanjutnya, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tahun ini jumlah penumpang diperkirakan mengalami peningkatan hingga 10 persen.

“Tahun lalu kita bisa lima ribu lebih,” sebut dia.

Tambahnya, untuk tujuan yang paling padat adalah Tajungbalai, Moro, dan Karimun. Pihak operator juga menyiapkan kapal untuk mengangkut penumpang selama libur Idul Adha.

“Kapal kita siap, Dumai ada 11 kapal, dan Marina dua kapal,” ucapnya.(cr17)